CONSEQUENCES

“to be a girl who was loved by the idol, or standing beside in altar with the idol, you have to accept…..”

C o n s e q u e n c e s

A fanfiction written by Ifaloyshee

***

Aku mendongak ketika mendengar bunyi pintu berderit terbuka, sedikit keras dan memunculkan seorang pria disana. Ekspresinya tampak khawatir, walapun masih terlihat tampan juga.

“Gwenchana?”

Ia berjalan cepat menghampiriku, melirik alat infus yang terpasang di lenganku kemudian mengalihkan pandangannya untuk menatapku tepat di manik mata.

“gwenchana. Hanya sedikit luka, tapi aku benar-benar tidak terluka serius. Hanya..uhm…dokter saja yang bertingkah berlebihan terhadapku sampai dia memasang infus segala.”

Pria dihadapanku tampak tidak percaya dengan kata-kata ku barusan, ia kemudian duduk dihadapanku dan menatapku sendu. “kau tampak pucat.” Ujarnya lirih, ia menundukkan kepalanya seperti seolah-olah dia yang membuatku terbaring dirumah sakit sekarang.

Sebenarnya bukan dia juga penyebabnya, atau mungkin dia? Yang pasti aku tidak mau menyalahkannya. Karena semata-mata ini hanya pelajaran untukku dari fans-fans fanaticnya. Aku harus bisa memaklumi itu.

Lalu seperti biasa, pada akhirnya aku berasumsi kalau ini kesalahanku.

“mereka melakukan apa padamu?” tanyanya khawatir, ia mengangkat tangannya untuk menyentuh rambutku pelan.

“tidak…tidak ada, uhm…mereka hanya mendorongku ke tembok dan…uhm… sudah itu saja.” Ucapku bohong. aku tau, ekspresiku pasti sangat tidak meyakinkan. Donghae selalu tahu kapan aku berbohong dan kapan aku berkata jujur.

“jujur. Berapa kali aku harus mengatakan padamu kalau kau tidak bisa membohongiku hah?”

Aku menghela nafasku kemudian memaksakan seulas senyuman. “tidak usah pikirkan akan hal itu. toh sekarang aku baik-baik saja kan?”

Donghae menggelengkan kepalanya, kemudian menyentuh luka lebam yang terlihat jelas di pipiku. Aku merintih pelan, Donghae tidak sengaja menekan luka lebam itu.

“sakit?”

Aku menggeleng kemudian tersenyum tipis.

Donghae kembali menatap mataku, tatapan sendu itu….aku tidak suka melihatnya. Sungguh. “kau menangis? Matamu bengkak.”

Ya, Lee Donghae. Aku menangis kemarin, di sudut gang aku terduduk menangis sambil memegangi perutku yang rasanya sakit sekali. Sebelum aku akhirnya pingsan dan dibawa oleh seseorang ke rumah sakit.

“aku tidak menangis, hanya kurang tidur saja.” Jawabku. Bohong…lagi.

Donghae menghela nafasnya kesal kemudian tangannya berpindah memegang bahuku. “geotjimal! Berhenti berbohong Cho Hara, apa kau tidak tahu kalau berbohong itu dosa? Apa kau rela membuat dosamu bertambah banyak hanya karena berusaha membuatku untuk tidak khawatir hah? Aku mengenalmu dalam jangka waktu yang lama, kau tidak semudah itu membohongiku.”

“a-aku hanya tidak mau membuat kau marah pada fansmu.”

Kali ini aku berkata jujur, bagaimanapun aku juga pernah merasakan menjadi seorang fan, jadi perbuatan seperti yang mereka lakukan aku anggap….wajar saja? Entahlah, menyandera calon isteri dari Lee Donghae super junior itu masih dianggap wajar atau tidak menurut orang lain.

“siapa yang melakukan ini padamu? Kau masih ingat wajah nya? Berapa orang?”

“sudah kubilang, aku baik-baik saja. Jadi tidak usah ambil pusing tentang mereka.”

“CHO HARA!” donghae menggebrak meja kecil yang terletak disamping ranjangku dengan keras,  matanya berkilat marah. “berhenti menjadi orang baik! Ini masalahku juga, bagaimanapun yang menyebabkanmu seperti ini juga aku kan?”

“ini resiko, donghae-ah! Aku sudah berkata padamu berapa kali kan kalau aku menerima segala konsekuensi untuk menjadi kekasihmu juga isterimu.”

“tapi bukan berarti aku membiarkan mereka melukaimu terus-terusan seperti ini kan!”

“lalu kau mau apa? Mendatangi mereka dan mencaci maki mereka? Begitu?”

“setidaknya aku akan memberi mereka pelajaran untuk agar berhenti mengurusi kehidupan pribadiku, dan tentu saja berhenti membuatmu terus-terusan terbaring dirumah sakit.”

“berpikirlah dewasa, Lee Donghae. Kau mau kejadian saat itu terulang lagi? Ketika reputasimu hampir jatuh berantakan karena kau mencaci maki fansmu sendiri. Kau menjadi pembicaraan bulan-bulanan oleh Netizen, kau membuat anti-Super Junior bertambah dan bahkan kegiatan Super Junior sempat terhenti saat itu. kau mau kejadian itu terulang lagi?”

Donghae terdiam atas ucapanku barusan, kemudian ia memejamkan matanya.

“aku mohon, Donghae….ini untuk kepentinganmu juga.”

“aku pria macam apa Hara, disaat seperti ini bahkan aku sendiri bingung harus melakukan apa, segalanya serba salah.” Donghae memelukku, menyandarkan kepalanya diatas bahuku.

“kau tidak perlu merasa buruk ataupun bersalah. Ini konsekuensi. Dengar? Ini konsekuensi ku.”

Mungkin besok aku akan mendapat serangan lagi dari fans fanatic Donghae, entah aku akan mendapat luka dibagian mana lagi karena perut, wajah, dada, kaki semuanya masih belum puas juga untuk mereka.

Aku menyebut mereka fans, bukan ELF. Karena yang aku tahu, ELF itu berkepribadian baik dan menghargai Super Junior. Dan tingkah kekanakan mereka tidak pantas disebut ELF.

***

Lee Donghae’s

Aku tahu ini konsekuensi, tapi apakah aku rela melihat kekasihku sendiri menjadi bahan siksaan tanpa henti dan dia masih saja membela orang-orang yang sudah jelas membuatnya keluar-masuk rumah sakit itu.

Memang sulit untuk mencari jalan lain, solusi pertama, aku harus mendatangi fans-ku sendiri dan memberi mereka peringatan, oh aku jelas tahu kalau peringatan saja tidak cukup. Mungkin aku harus mencaci maki mereka atau mengadukan kasus ini pada polisi.

Aku bisa saja melakukan hal itu.

Tapi kemudian aku ingat, statusku sekarang sebagai member of asian-pop worldwide group called Super Junior  . berita sekecil apapun akan dihebohkan oleh media,  belum juga Netizen yang mengkritik ini itu. kejadian seperti itu sudah pernah terjadi. Pada akhirnya aku menjadi pihak yang disalahkan, sedangakn fansku mendapat banyak pembelaan.

Aku mencintai ELF, menghargai dengan sepenuh hatiku, tapi untuk fans macam orang-orang-seperti-itu….aku tidak habis pikir.

Aku menyesap cappucino ditanganku kemudian meletakkannya kembali diatas meja, lalu berpikir tentang pilihan kedua.

Ya, pilihan kedua…untuk menyelamatkan gadis yang aku cintai, aku harus melepasnya. Membuatnya tidak memiliki ikatan apapun denganku sehingga dia tidak akan terbaring dirumah sakit lagi.

Tapi untuk pilihan kedua….rasanya sangat berat untukku sendiri.

Tidak bisa.

Aku tidak bisa melepaskan Cho Hara.

Pasti ada pilihan ketiga, mungkin saja. Lihat saja apa yang sudah Tuhan rencanakan untuk aku dan Hara. Untuk pernikahan kami yang hanya tinggal menghitung hari saja.

***

Pagi ini, aku sudah dibangunkan oleh Ryeowook, dia bilang aku dipanggil oleh Leeteuk hyung di kantor SM sekarang juga. Sepagi ini? Untuk apa memangnya? Dan yang dipanggil hanya aku saja, member super junior yang lain tidak.

“sudah bangun? Aku ada urusan pagi ini, mungkin sampai siang..uhm…Ne? ah, Hara jangan pergi kemanapun selain denganku. Jangan pergi sendirian, arraseo?”

Klik. Aku menutup sambungan telepon dan memasukkannya kedalam saku celana-ku, lalu kembali berjalan menuju lantai tiga dimana Leeteuk hyung menungguku. Aku  masuk kedalam lift sendirian, dan berada didalam lift sendirian juga. Sepertinya staff sibuk hari ini? Aku daritadi tidak melihat orang-orang berlalu lalang , biasanya jam pagi hari gedung SM sudah ‘hidup’

Setelah pintu lift terbuka, aku mengambil ponselku dan menghubungil Eteuk hyung.

“Yobosseyo? Hyung? Eoddi? Ruang meeting? Ah, Ne…”

Tidak jauh didepanku terlihat pintu berwarna krem, tepatnya dua pintu yang mengarah ke salah satu ruang paling sering di kunjungi presiden Lee Sooman. Biasanya rapat penting atau pengumuman debut di diskusikan didalam sana.

Oh, berarti ada hal penting yang harus dibicarakan?

Aku sampai didepan pintu kemudian membuka kedua pintu tersebut perlahan.

“hyung….”

Aku terkejut ketika melihat orang yang ada didalam ruangan bukan hanya Leeteuk hyung, tapi ada juga presiden Lee Sooman, seorang pria paruh baya yang aku tidak tahu siapa dan….Hara?

Presiden Lee hanya menatapku sekilas kemudian menghela napasnya, ia mengalihkan pandangannya kearah lain.

“masuk Hae, tutu pintunya.” Suruh Leeteuk Hyung.  Aku berbalik menutup pintu kemudian berjalan kearah mereka dengan tatapan bingung.

Kenapa ekspresi mereka semua seperti itu?

Tidak ada yang menyambutku dengan senyuman, bahkan hara pun tidak. Demi Tuhan, perasaanku berkata tidak enak sekarang.

“jelaskan  apa maksud dari semua ini.” Tiba-tiba Hara mendekatiku dan melemparkan selembar kertas kewajahku.

***

“Lee Donghae salah satu member dari boyband Super Junior membatalkan pernikahannya dengan Cho Hara, kekasihnya yang sudah berikatan dengannya selama kurun waktu dua tahun itu. Lee Donghae menghamili Min Seo-Yon, salah satu artis dari agensi AQ Enterteinment yang baru saja memulai debutnya sebagai penyanyi sekitar dua bulan yang lalu. Hal tersebut diketahui ketika agensi SM entertainment menerima surat kehamilan dari tangan Min Seo-Yon sendiri. Artis berbadan seksi itu mengakui kalau dirinya memang pernah bermalam dengan Lee Donghae apartemennya, dikawasan Gangnam, Seoul. Untuk saat ini pihak dari Lee Donghae belum mau mengutarakan pernyataan apapun.”

Cho Hara’s

Apa yang akan kau lakukan jika pria yang sebentar lagi akan kau nikahi ternyata bermain dengan perempuan lain, bahkan membuatnya hamil dulu sebelum kau merasakan bagaimana sentuhan tubuh kekasihmu sendiri.

Sakit. Kecewa. Bahkan dua kata itu terdengar begitu sederhana ditelingaku, rasanya sangat sakit….se-sakit sakitnya.

Aku tidak ingat, berapa kali Donghae mengucapkan kata-kata manis padaku. Aku mencintaimu.  aku merindukanmu. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku akan melakukan segala hal untukmu. Omong kosong semuanya.

Pria gombal sepertinya pasti mudah saja mengatakan hal itu, semudah membalikkan telapak tangan. Dia tidak tahu kalau efeknya untukku itu begitu besar? Apakah Donghae pria bajingan itu tidak tahu kalau aku selalu memerah setiap kali dia menyanjungku?

Untuk apa aku bertahan dnegannya selama ini? Membela fansnya? Menjaga reputasinya? Bersabar dengan segala caci maki yang aku dapatkan? Menjadi pilihan keduanya setelah pekerjaannya?

Nonsense.

Dan pada akhirnya aku menanggung sakit ini, mengetahui bahwa Lee Donghae menghamili seorang aktris dari agensi lain yang baru saja memulai debutnya. Hamil. Ya, wanita itu hamil.

Semua bukti ada, tes kehamilan, kecocokan DNA, semuanya sudah fix.

Drrt drrt.

From: haemulgogi

Aku katakan sekali lagi, ini jebakan.

 

“bullshit.”  Aku melempar handphone-ku  sembarangan, membentur lantai dan rusak menjadi berkeping-keping. Kembali dengan aktifitasku sebelumnya, meringkuk diatas ranjang, menenggelamkan wajahku ke bantal, terisak lagi untuk yang kesekian kalinya.

Aku berani bertaruh tidak lama lagi pasti donghae akan datang lalu berusaha menjelaskan semuanya -semua bualannya?-  entah peduli apa aku sekarang, masa bodoh.

Aku bersandar dan memejamkan mataku rapat-rapat, lalu membukanya walaupun pandanganku kabur tertutupi oleh air mataku yang terus menggenang dan turun tidak hentinya.

Kilasan memori itu datang, ketika Donghae memasang banner bertuliskan “would you marry me?” sepanjang gedung SM untukku, membuat dia harus dimarahi oleh CEO SM karena tingkahnya tanpa seizin pihak SM.

Aku kembali membenamkan wajahku dibantal, mengingat hal-hal manis itu membuatku semakin sakit saja. Jika aku puna satu keinginan sekarang, aku ingin amnesia saja.

***

Lee Donghae marry Min Seo-Yon

Hara menjatuhkan undangan tersebut dengan kasar lalu menginjak-injaknya.

“donghae oppa dijebak.” Ujar seorang gadis dengan rambut panjang kemerahan, membuat Hara menoleh. “dijebak? Maksudmu?”

“kau tahu Min Seo-Yon tidak? Dia adalah artis dengan popularitas yang sangat rendah, bahkan ketika ia baru memulai debutnya Netizen sudah mengkritiknya dengan sangat pedas. Mereka bilang Min Seo-Yon tidak memiliki talenta, itulah kenapa popularitasnya tidak bagus.”

“lalu?”

“dia mencari cara agar popularitasnya bisa naik.”

Hara membelalakan matanya, ia mengerti maksudnya sekarang. “jadi…itulah kenapa Min Seo-Yon menikah dengan Donghae?” tanyanya.

Gadis berambut kemerahan itu mengangguk. “Yup. Si jalang itu menjebak Donghae dalam keadaan Donghae sedang mabuk, dan entah apa yang mereka lakukan sampai wanita jalang itu hamil.”

“kenapa Donghae tidak mengatakan yang sebenarnya saja? Dia dijebak.”

“itulah hal yang mengecewakan. Dia memang tidak menyadari kalau dirinya mabuk saat itu, jadi Donghae merasa dirinya memang menghamili Min Seo-Yon dengan sengaja. Tapi..entahlah, Donghae tidak melakukan pembelaan untuk dirinya sendiri. Untuk mu….juga.”

“sial.” Desis Hara sambil mengepalkan tangannya kesal.

Gadis dengan rambut kemerahan itu menyeringai, “kau mau bergabung dengan kami kan? Sekarang statusmu bukan lagi kekasih Donghae yang harus kami tindas. Sekarang kau sama dengan kami, sama –sama mencintai pria yang melihat wanita lain. Dan prinsip kami adalah menindas-wanita-lain-itu.”

Muncul dua orang gadis lain  yang baru saja turun dari dalam mobil, lalu berjalan kearah Hara. “selamat bergabung Cho Hara.” Ucap salah satu gadis yang  mengenakan hoodie berwarna biru tua.

Hara menyeringai licik dan menatap keempat gadis yang dulu selalu menindasnya itu satu per-satu. “jadi apa tugasku?”

“tidak ada tugasku, tugasmu ataupun tugasnya. Hanya ada tugas kami. Dan hanya satu tujuan, menindas wanita manapun yang berada di sisi Donghae, dan untuk kali ini…Min Seo-Yon.”

“dan satu hal yang perlu kau ingat, Hara. Kita bukan lah ELF. Karena ELF didefinisikan sebagai fans yang mencintai Super Junior dan mendukung keputusan apapun yang diambil oleh Super Junior. Kita hanya mencintai Lee Donghae, hanya terobsesi dengan Donghae. Jadi kita bukanlah ELF.”

Hara mengangguk mengerti. “oke. Aku sudah mengerti semuanya. Min Seo-Yon, siapapun kau, aku tidak peduli. Kau telah mengambil Lee Donghae dariku dengan cara yang menjijikan. Kita lihat saja sampai kapan kau akan bertahan hidup.” Desis hara membuat ketiga gadis yang lain tertawa puas.

“aku suka gayamu Cho hara!”

“yeah, menjadi kekasih seorang artis memang memiliki konsekuensi. Dan konsekuensi itu tidak lagi jatuh ditanganmu, Hara. Kini teralih ke tangan Min Seo-Yon. Dia harus menanggung konsekuensi ini, sebagai istri Lee Donghae. Tentunya konsekuensinya harus lebih besar.”

Hara mengangguk dan mengulurkan tangannya kearah gadis berambut kemerahan yang daritadi terus berbicara itu. “terimakasih sudah menerimaku.” Ucapnya.

“selamat bergabung, Cho Hara…”

END

ohya, ada yang suka Minstal? atau Donghae-hara? i’ve made new ff about them, just check my WordPress then^^ ada juga ratw after story yg ga aku publish disini.

buat ff ini maaf ya kalo terlalu pendek hehehe jangan lupa komen~ oke?

18 thoughts on “CONSEQUENCES”

  1. woho! Donghae-Hara, aku suka couple itu.
    Pertama rada ga yakin, hara ko rada2 kalem gmana gt. Bukannya dia sadis?*efek ratw*
    dan ternyata…jeng jeng
    keluarlah kesadisan Cho Hara di endingnya#eoo
    kerenlah thor x)

  2. Dimanapun kapanpun tulisanmu gampang dikenali
    Baru baca sedikit aja udah ketauan kalo ini tulisannya ifa ahjumma
    Hehehe
    Ntu blom selese noh
    Si hara belom bales dendam

    Oiya aku baru nonton skip beat dan pas adegan hae jadi iblis megap megap nontonnya
    Apalagi pas dia desek gong xi buat manggil dia shang
    Aw aw aww
    Abang hae keren banget

    1. iya lagian nama ifaloyshee udah terpampang diatas sendiri kan pasti ya amu tau ini tulisan ahjumma xp

      wkw btw aku belom nonton, mau donlot eh ternyata di indosiar mau ditayangin yaudah gajadi donlot #menghemat tenaga
      Hae emang keren, aduh jadi kangen rambut blonde donghae Dx

  3. Hahahaha.. Suka banget sm FF ini. pokoknya full of revenge, egoism, and many others. Ending-nya juga cuss deh, meskipun kuakui emg pendek banget. Min Seo Yon datengnya terlalu mendadak, Hara marahnya sm Hae jg g trllu dpt. Tp bener2 deh, aku suka buanget sm crita+ENDINGnya. Daebak!🙂

    1. namanyaa juga angst, kudu penuh kekejaman dongs…………Haha
      iyaa pendek, ’cause i liket short fanfiction😄 makasih yaa udah suka. ini ff dibuat aja bentar banget jadi kukira bakal hancur haha

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s