Secret Bride – Part 4/ The Last Part –

Title            ::  Secret Bride

Author       ::  autumnsnowers

Genre        ::  Romance, Comedy

Rate            ::  General

Length       ::  4/4

Cast            ::

– Vincent Malkovich as Lee Sungmin

– Claire Eisenberg as Shin Yoonji

– Casey Eisenberg as Kim Heechul

– Marcus Malkovich as Cho Kyuhyun

– Bryan Traffor as Kim Kibum “SUJU”

– Sunny Luxel as Sunny “SNSD”

– Krystal Lynn as Jung Krystal “f(x)”

Disclaimer  :: ide cerita merupakan hasil dari pemikiran saya.

Note             ::MAAF kalo part ini mengecewakan, geje, abstrak banget u,u action.y kurang dape😥 aku ga bisa bikin action😥

 

~Story Begin~

“ Casey!!!! Buka pintunya!!! Casey!!! Aku tahu kau mendengar ku!!! Casey… hiks hiks” teriak seorang gadis sambil memukul-mukul pintu yang menjulang di hadapannya, berteriak dengan kencang hingga akhirnya melemah dan akhirnya terisak.

Gadis itu, Claire. Dia menyenderkan tubuhnya pada pintu lalu tubuhnya merosot dan akhirnya jatuh terduduk, terisak atas perlakuan kakaknya. Merasa  lelah karena sudah berjam-jam dia berteriak walaupun dia tahu hasilnya nihil, tak ada yang dapat menolongnya, tak ada yang tahu keberadaannya.

Tanpa terasa Claire tertidur, merasa lelah karena tak berhenti menangis. Gadis itu langsung terjaga saat mendengar bunyi ‘klik’ pada pintu, menandakan ada orang yang mengantarkan makanan untuknya. Claire bersembunyi di dinding dekat pintu, berniat menyelinap keluar saat orang itu masuk ke dalam.

Claire menahan nafas saat dia mendengar orang itu akan memasuki kamar itu, lalu dia bergegas berhasil keluar dari pintu kamarnya. Namun naas… dewi fortuna sedang tak berpihak padanya, setelah melewati pintu itu lengan Claire langsung dicengkram oleh 2 orang pengawal yang berjaga di luar kamar.

‘Shit!! Aku tak tahu jika saat mengantarkan makanan kamar ku dijaga oleh pengawal di luar.’ Umpat Claire dalam hati.

“ Lepaskan!!! Lepaskan!! Ku perintahkan kalian melepaskan ku!!” teriak Claire sambil mencoba melepaskan dirinya dari 2 orang pengawal itu.

“ Maaf yang mulia, kami hanya menjalankan perintah dari Pangeran.” Ucap salah satu dari mereka yang bertubuh kekar.

“ Lepaskan!!!” tubuh Claire semakin memberontak tapi tenaganya tidak sebanding dengan 2 orang itu.

“ Yang mulia,” ujar sebuah suara membuat Claire menoleh, menatap orang yang bertugas mengantarkan makanan untuknya.

“ Paman Walt, Lepaskan aku.” Pinta Claire dengan wajah penuh harap, hanya pria tua ini harapan yang dia miliki.

“ Maafkan hamba yang mulia. Beristirahatlah, luka anda akan tidak akan sembuh jika seperti ini terus,” ucap pria itu sambil membungkuk dan akhirnya mengendikan kepalanya ke kamar, menyuruh kedua pengawal itu untuk kembalimembawa Claire ke kamar.

“ Paman!!! Paman!!!” teriakan Claire membahana sedangkan Walt yang merupakan penasehat kerajaan di Eadrom hanya menatap iba ke arah pintu kamar yang mengurung Claire, lalu pria itu beranjak pergi.

***

Vincent menghempaskan tubuhnya di sofa, memijit pelipisnya mencoba untuk merileks kan pikirannya. Dia tak memiliki tempat untuk bertanya, Marcus? pria itu sedang mengurus urusan diplomasi dengan Raja Antonius –Raja Eadrom- sehingga tidak bisa diganggu.

‘Dimana Bryan? Aku belum melihatnya lagi sejak Claire menghilang, ataukah dia pergi bersama Claire?’ ucap Vincent dalam hati, bertanya-tanya akan semua kemungkinan yang dapat terjadi.

Vincent mendongak saat mendengar suara ketukan dari arah balkonnya. Pria itu melangkah ke arah balkon dan terkejut saat mendapati Bryan yang sedang menyender pada balkon kamarnya.

“ Nampaknya kau terlatih untuk menyelinap,” ucap Vincent sambil melihat jarak balkon kamarnya dan kamar yang ditempati Bryan lumayan jauh, hanya dihubungkan dengan dinding selebar 10cm.

“ Terima kasih atas pujian mu,” sahut Bryan enteng, menganggap ucapan Vincent sebagai sanjungan untuknya.

“ Di mana Claire?” tanya Vincent to the point, menatap Bryan dengan tatapan penuh selidik.

“ Tenanglah. Aku bukan jenis pria yang membawa lari seorang gadis.”

“ Lalu kenapa aku tidak pernah melihat mu sejak Claire menghilang?”

“ Apa kau pikir aku tidak memiliki kegiatan di sini? Aku mengunjungi beberapa orphan yang berada di Eadrom, menyalurkan bantuan dari ayah ku. Aku sedikit kasihan melihat mu, mencari ke sana ke mari tanpa hasil. Entah kau yang terlalu bodoh atau Casey yang pandai memilih tempat,” ucap Bryan dengan tatapan meremehkan.

Hey… sesekali memanggil seorang pangeran dengan sebutan bodoh tak masalah bukan? Itu kesenangan tersendiri karena Vincent telah berhasil merebut hari Claire, lagi pula dia pasti akan berterima kasih pada Bryan.

“ Apakah kau pikir Casey akan menyembunyikan Claire di tempat yang gampang untuk ditemukan? Tentu saja tidak. Tempat itu tersembunyi di balik rerimbunan pohon besar,” lanjut Bryan sambil tersenyum misterius lalu melompat dari balkon itu, Vincent hanya menatap Bryan yang kini tengah mendarat dengan mulus di tanah.

“ Terima kasih,” ucap Vincent dan langsung berbalik pergi.

***

Vincent berlari dengan cepat menuju satu tempat, tempat yang dia tahu. Langkahnya terhenti saat sampai di luar hutan, dia mengatur nafasnya yang terengah dan memandang sekeliling. Hanya percikan air terjun yang dia dengar, dia ragu apakah di tengah hutan ini ada bangunan.

Dia langsung mamacu langkahnya lagi, berlari menerobos rerimbunan hutan. Hati Vincent semakin ragu jika dia akan berhasil menemukan Claire karena semakin dia masuk ke dalam maka semakin sedikit cahaya matahari yang menelusup di antara dedaunan.

Vincent putus asa, dia membalikan tubuhnya untuk kembali ke istana tapi langkahnya terhenti. Dia melihatnya… dia melihat sebuah bangunan di celah-celah dedaunan. Dia kembali berlari menuju bangunan itu dan dia terkejut saat mendapati sebuah kastil yang tidak terlalu besar menjulang dihadapannya, kastil itu nampak terawat dengan baik.

Dengan perlahan Vincent memasuki pintu kastil yang tidak sedang ada penjaganya,  dia berhasil masuk dan berlari mengitari seluruh ruangan mencari Claire.

“ Claire!!! Claire!!!” panggil Vincent sambil terus berlari memeriksa semua ruangan.

“ Claire!!! Apakah kau di sini?!!! Claire!!! Jawab aku!!! Claire!!!” Vincent berteriak-teriak di kastil yang sunyi ini, membuat suaranya menggaung. Dia berlari di lantai 2, membuka setiap pintu satu persatu berharap jika dia akan menemukan sosok itu.

“ Claire!!!!” teriak Vincent berlari menuju lorong paling ujung tapi langkahnya terhenti, pria itu membalikkan tubuhnya karena merasa tidak mungkin Claire berada di lorong paling ujung.

“ Vincent?!! Kau kah itu?!!!” langkah Vincent terhenti, dia menunggu suara yang dia dengar.

“ Vincent!!!” pria itu menoleh ke asal suara, dia berlari menuju kamar yang berada di lorong paling ujung.

“ Claire?!! Kau ada di dalam?!!” tanya Vincent sambil menggedor-gedor pintu yang berdiri kokoh.

“ Vincent!!!” mendengar teriakan Claire, Vincent langsung mundur beberapa langkah. Bersiap-siap untuk mendobrak pintu itu tapi usahanya sia-sia.

“ Shit!!” rutuk Vincent saat mendapati sebuah mesin kecil berisi angka-angka, pintu ini memiliki sistem tersendiri ditambah dengan lapisan baja yang melapisi pintu ini.

“ Vincent… keluarkan aku,” lirih Claire.

Vincent duduk, menyenderkan tubuhnya pada pintu itu. Berusaha mengatur nafasnya yang memburu dan mengumpulkan energinya karena sudah 1 hari penuh dia tidak memakan apa pun. Merasakan seolah-olah dia dan Claire saling menyender, hanya sekat pintu yang menghalangi mereka.

“ Tunggu sebentar. Aku akan kembali,” ucap Vincent dengan penuh keyakinan.

“ Baiklah, jangan lama-lama.” pria itu tertegun saat mendengar suara Claire, kecil dan lemah.

Vincent langsung berlari meinggalkan kastil itu, menembus rimbunnya dedaunan dan kembali ke kastil. Dia harus mendapatkannya, tak peduli jika Marcus akan marah besar. Dia harus mengeluarkan Claire secepatnya, entah kenapa dia merasa bahwa keadaan Claire tidak baik-baik saja.

***

Claire’s POV

Aku termenung di dekat jendela besar yang ada di kamar ini. Apakah kalian bertanya-tanya kenapa aku tidak melarikan diri dari jendela? Tentu saja aku tidak mau mati untuk mencobanya, karena apa? Karena tepat dibawah sana adalah jurang dan jendela kamar ini tepat menghadap jurang. Ya… kastil ini berada di atas tebing.

Aku tertegun saat samar-samar aku mendengar suara seseorang berteriak memanggil nama ku. Jantung ku berdetak dengan cepat saat suara itu semakin dekat, suara yang ku kenal, Vincent.

“ Vincent?!! Kau kah itu?!!!” aku berteriak dengan sekuat tenaga, berjalan tertatih dengan kaki luka menuju pintu kamar ku.

“ Vincent!!!” teriak ku dengan panik karena aku mendengar suara Vincent semakin kecil dan derap langkahnya menjauh dari lorong di depan kamar ku.

“ Claire?!! Kau ada di dalam?!!” aku mendengar suaranya, dia menggedor-gedor pintu kamar ku.

“ Vincent!!!” teriak ku untuk memastikan bahawa ‘aku ada di sini.’

“ Shit!!” aku mendengar Vincent mengumpat, mungkin dia baru menyadari jika pintu ini memiliki sistem tersendiri.

“ Vincent… keluarkan aku,” lirih ku, suara ku tercekat.

Aku kembali menyenderkan punggungnya pada pintu, lalu tubuhnya merosot dan jatuh terduduk. Kristal being telah mengalir di kedua pipi ku, tangis kebahagian karena Vincent telah berhasil menemukan ku. Aku tertegun, seolah-olah aku dan dia saling bersandar, hanya sekat pintu yang menghalangi kami.

“ Tunggu sebentar. Aku akan kembali.” aku mendengar suara Vincent, suara yang penuh keyakinan.

“ Baiklah, jangan lama-lama.” jawab ku singkat karena tenggorokan ku yang meradang.

***

Author’s POV

Vincent bersyukur saat menyadari bahwa Marcus akan kembali ke kamarnya saat pukul 5 sore, dan ini baru pukul 4 sore dan itu artinya dia dengan leluasa bisa memasuki kamar kakaknya. Hanya 1 jam yang dia punya untuk menemukan benda itu.

Vincent menerobos memasuki kamar Marcus, mengobrak-ngabrik barang yang di bawa kakaknya itu. Sedikit frustasi karena 30 telah berlalu dan dia belum juga menemukan benda itu, benda kesayangan Marcus dan sangat dia jaga karena hanya ada beberapa di dunia.

Vincent tersenyum senang saat menemukan alat sebesar lengan yang tertumpuk di bawah berkas-berkas kerajaan Sincerity yang di bawa oleh Marcus karena pria itu akan mengerjakannya di sini. Dengan langkah ringan dia berbalik menuju pintu kamar tapi langkahnya terhenti karena Marcus kini sednag berdiri di ambang pintu dengan tangan menyilang dan sebelah alis terangkat, menatapnya tajam.

“ Apa yang kau cari hingga membuat kamar ku berantakan?” tanyanya sambil berjalan mendekat.

“ Oh… kau mencari itu?” sambung Marcus melihat benda miliknya yang akan disembunyikan di balik punggung oleh Vincent.

“ Benar. Kurasa kau tak keberatan jika kau meminjam ini?” sahut Vincent sambil menujukkan benda itu.

“ Untuk apa? Ini laser milik ku. Ah aku tahu… untuk membebaskan Claire? Percuma saja, taruhan antara aku dan Casey dibatalkan dan itu artinya perjodohan dibatalkan.” Papar Marcus sambil berusaha merebut laser miliknya tapi gerakan tangannya berhenti di udara karena Vincent menjauhkan laser itu.

“ Bertarung dengan ku dulu baru kau dapat membawa laser itu.” Ucap Marcus sambil mengambil pedang yang terdapat di dalam salah satu koper yang dibawanya.

Vincent bergerak mendekat, mengambil katana yang tersisa dan akhirnya meletakkan laser itu di meja kerja Marcus. Dia menggerak-gerakkan jemarinya di pegangan pedang itu, memantapkan pegangannya.

Mereka saling berhadapan, saling mengacungkan pedang yang dipegang oleh masing-masing.

“ You… first,” ucap Marcus sambil menatap tajam Vincent, mempersilahkan adiknya untuk memulai permainan.

Vincent menghunuskan pedang miliknya pada Marcus tapi pria itu berhasil menangkisnya, bunyi dentingan baja membahana di ruangan itu.

Marcus mengayunkan pedang ke arah Vincent. Vincent menghindar dan balas menyerang, tapi gagal. Berkali-kali mereka saling menebas dan menghindar tapi tidak ada yang berhasilkan melumpuhkan salah satu dari mereka.

Tangan mereka terayun dengan lincah. Tidak ada tanda-tanda kemenangan diantara mereka. Marcus tanpa sadar telah membuka pertahanannya yang langsung dimanfaatkan oleh Vincent dengan baik, ia mengayunkan pedangnya dari arah kanan Marcus.

Marcus terdesak saat tebasan pedang Vincent tepat mengenai bagian perutnya dan tetap berusaha melawan adiknya. Kaki Vincent terangkat, mengayun untuk mencoba mengalahkan Marcus tapi ia dengan sigap menghindar, masih mampu mengimbangi permainan pedang Vincent.

Mereka berdua sama-sama terdiam dengan pedang yang saling terangkat siap menebas leher satu sama lain. Pedang Vincent berada tepat di samping leher Marcus sedangkan pedang Marcus sudah bersiap menebas leher Vincent.

“ Kau akan mendapatkan perawatan dan penangan yang baik sebentar lagi, percayalah.” Ucap Vincent yakin sambil meraih laser milik Marcus dan berlari menemui para medis sebelum kembali ke kastil.

“ Cih… kau harus berterima kasih pada ku Vincent.” Ujar Marcus saat sosok adiknya itu telah menghilang.

~~~****~~~

“ Claire!! Mundurlah.” Teriak Vincent saat berada di hadapan pintu kamar itu, bersiap dengan leser di tangan.

“ Sudah!!” sahut Claire yang kini telah merapatkan tubuhnya ke dinding.

BRAK.

Pintu terbuka, Claire menangis saat dia melihat laki-laki itu, Vincent yang berdiri di ambang pintu. Vincent menghampiri Claire dengan langkah tergesa, memeriksa setiap tubuh gadis itu dari kepala hingga kaki dengan mata lembut miliknya.

“ Kaki mu kenapa?” tanya Vincent saat melihat pergelangan kaki Clara diperban. Dia berjongkok, menaikkan kaki Clara yang diperban ke atas paha nya dan menyentuhnya lembut.

“ Kau bisa menjelaskan ini pada ku?” tanya Vincent meminta penjelasan.

“ Aku lelah. Mungkin lain kali akan ku ceritakan.” Jawab Claire sambil menurunkan kaki nya.

Mata almond miliknya terbeliak kaget saat dia merasakan kaki nya sudah tak berpijak ke tanah. Vincent menggendong nya ala bridal style dan membuat Claire langsung melingkarkan tangannya pada leher Vincent, menyenderkan kepalanyna pada bahu laki-laki itu.

“ Seperti dongeng. Seorang pangeran tampan yang datang menjemput dengan kuda putih. Apa kau membawa kuda putih?” ucap Claire sambil terkekeh kecil, membuat Vincent ikut tersenyum.

Mereka tak menyadari jika di salah satu sudut di lantai atas ada seseorang yang mengamati gerak-gerik mereka. Menopang dagunya dengan siku yang menumpu pada balkon, memandang tak berminat dan mendesah pelan lalu berkata, “ Membosankan.”

~~~****~~~

Pintu utama gereja terbuka dengan lebar, lalu 3 orang flower girls memasuki gereja sambil menebarkan bunga yang mereka bawa. Mengawali masuk nya sang mempelai wanita yang memasuki gereja, Claire.

Claire terlihat cantik dalam balutan gaun berwarna putih beraksen hijau yang terlihat sederhana namun tetap berkesan mewah. Memancarkan pesona nya sebagai seorang putri kerajaan.

Dia menggenggam lengan ayah nya –Raja Eadrom- dengan erat, seolah-olah ingin meredam degupan jantungnya yang seakan semakin menggila juga air mata yang ingin merangsek keluar. Raja Antonius hanya menepuk punggung tangan putri satu-satu nya dan tersenyum menenangkan, berusaha meyakin kan putri nya bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar.

Degup jantung Claire semakin menggila seiring langkah nya yang setapak demi setapak menuju altar, tempat di mana sesosok pria yang tadi membelakanginya kini sedang menatapnya dengan tatapan memuja dan senyum yang terukir jelas di wajah nya.

Banyak untaian kata yang diucapkan oleh Raja Antonius saat kaki mereka melangkah setapak demi setapak. Mengucapkan kata-kata pada putri nya yang sebentar lagi akan bersanding dengan seorang pria.

“ Dad bangga memiliki putri seperti mu. Kau tau… terkadang, memiliki anak perempuan itu membuat ku bingung. Kau tumbuh layaknya bunga yang merekah dengan indah, wajah mu secantik hati mu, senyum mu setulus hati mu, dan mata mu bagaikan visualisasi apa yang sedang kau rasakan. Bunga itu tumbuh dengan indah, terkadang aku hanya ingin menyimpannya sendirian hanya untuk keluarga, tapi aku tak sanggup jika melihat bunga itu layu sebelum ada satu orang pun yang melihat keindahannya.  Aku akan menyerahkan mu pada orang tepat. Orang yang mengganti ku dan posisi Casey untuk mu. Vincent, jaga dia,”

Raja Antonius mengakhiri ucapannya saat melepaskan gamitan Claire di tangannya dan menyerahkan tangan Claire pada Vincent, menyerahkan putri kesayangannya pada pria lain.

“ Jangan menangis. Sebagai raja, aku perintahkan pada mu untuk tidak menangis.” ucap Raja Antonius saat melihat mata Claire telah kaca-kaca.

Vincent mengeratkan genggamannya pada tangan Claire, mengatakan bahwa ada dia yang berdiri di sampingnya. Claire tersenyum dan mereka pun mengikat janji suci yang akan mengikat mereka selamanya.

***

Setelah mereka mengingat janji suci di altar, pada malam hari nya mereka mengadakan resepsi yang berlangsung di dekat taman istana yang membentang luas.

Banyak lilin-lilin dan lampu-lampu kecil yang menghiasi dekorasi malam itu. Ini semua sengaja di lakukan Vincent karena dia tahu jika Claire sangat menyukai bintang dan juga untuk menciptakan suasana romantis sebagai pengganti suasana saat dia melamar Claire di air terjun.

Para undangan dapat menikmati hidangan di tempat yang mereka ingin kan, out door atau di dalam tenda dengan meja-meja yang tersusun rapi untuk menjamu para tamu undangan.

Vincent dan Claire berkeliling menuju meja demi meja dengan rona kebahagian yang terpancar jelas di wajah mereka, menghampiri para undangan.

Claire terlihat memukau dalam balutan gaun berornamen bunga, dan Vincent yang berdiri di sampingnya yang terlihat gagah mengenakan tuxedo yang dia kenakan. Memang mereka yang akan berkeliling menghampiri para tamu, selain untuk menciptakan suasana yang hangat juga karena Claire yang tidak tahan untuk berdiri selama berjam-jam dengan posisi yang sama.

Sang mempelai tengah terlarut dalam kebahagian mereka sedangkan di salah satu meja terdapat 3 orang yang tersenyum puas, atau lebih mirip sebuah seringaian?

“ Rencana kita berhasil dengan sempurna Casey,” ucap seorang lelaki dengan ketampanan yang memabukkan sekaligus memiliki tatapan yang menghanyutkan, Marcus.

“ Benar, mereka harus berterima kasih kepada kita,” timpal seorang pria yang terlihat dingin.

“ Astaga. Apa yang harus membuat mereka berterima kasih? Mempertemukan mereka? Marcus Malkovich, Casey Eisenberg… kalian benar-benar gila!! Beruntung aku bukan menjadi adik salah satu dari kalian dan sudah cukup aku terlibat dalam rencana kalian,” ucap seorang pria yang terlihat tenang, Bryan. Mengingat bahwa pada saat itu dia yang mengawasi apakah Vincent sudah melewati di dekat ruangan mereka atau belum. Dan saat Vincent tepat melewati ruangan itu, aksi mereka pun di mulai. ( Itu loh yang Vincent denger obrolan Marcus sama Casey kalo taruhan mereka dibatalkan dan perjodohan pun dibatalkan.)

“ Sebenarnya apa maksud kalian dengan taruhan itu? Dan Casey… kau tega pada adik mu sendiri.” Runtut Bryan lagi dengan mimik tak percaya.

“ Kami bertaruh jika Vincent dan Claire dijodohkan mereka akan saling jatuh cinta atau tidak. Ini usul Casey… dan aku hanya menyetujuinya karena tertarik, aku senang bermain game dan ini seperti sebuah permainan di dunia nyata, tak tertebak. Aku berkata bahwa mereka tidak akan saling jatuh cinta dan Casey mengatakan sebaliknya. Dan kau bisa lihat sendiri siapa yang menang.” Papar Marcus sambil mengangkat bahu dan memandnag kesekitarnya.

“ Sebenarnya jika taruhan kami batal itu tak akan mempengaruhi perjodohan mereka. Hanya saja aku dan Marcus hanya ingin sedikit bermain-main dengan mereka, sekaligus menguji Vincent. Aku tentu saja menyerahkan Claire pada seorang pria dengan sebegitu mudahnya dan ku rasa Vincent orang yang tepat.” Timpal Casey sambil meneguk segelas Wine.

“ Oh astaga. Kalian bertampang iblis tapi hati selembut barbie.” Ucap Bryan dengan binar mata yang dibuat-buat, berniat meledek mereka.

“ Aku senang saat  tahu niat kalian baik, tapi Casey… kau membuat kaki ku luka.” Ujar sosok Claire yang muncul di belakang mereka bersama Vincent, mereka nampak serasi.

“ Ayolah Claire sayang… kau hanya terkilir dan sedikit retak. Lagi pula ini semua salah mu, untuk apa kau bersikap sok jagoan?” ujar Casey membela diri sambil merangkul bahu Claire yang nampak cantik dalam balutan gaun indah,mempertegas kesan seorang putri kerajaan yang melekat pada nya.

Flashback

“ Untuk apa kau mempertahankannya? Sudah  ku katakan hubungan kalian berawal dari taruhan ku dengan Marcus. Hubungan kalian tak akan mulus Claire.” Casey berkata dengan tenang, berdiri di lantai satu kastil itu dan mendongak menatap adik nya yang berada di lantai 2.

“ Aku tak peduli. Ini antara aku dan Vincent dan kalian tak berhak ikut campur.” Jawab Claire dengan lantang, tangannya mencengkram erat pinggiran balkon.

“ Casey.. Casey!! Casey!!!” teriak Claire saat melihat kakak nya pergi dengan langkah santai.

“ Aku tak membutuhkan pendapat mu.” Ujar Casey enteng, membuat Claire berlari menuruni tangga.

Claire berdecak kesal saat melihat Casey yang tinggal 3 langkah dari pintu keluar kastil sedangkan ada 3 anak tangga yang harus dilewati Claire.

Claire menarik ujung gaun yang dia kenakan setinggi lutut, berniat melompati ketiga anak tangga itu untuk menyusul kakaknya. Tapi sial… dirinya jatuh terjerambab dan membuatnya mengaduh sambil memegang pergelangan kakinya.

“ Kau gila hah? Lihat… kau mengenakan gaun dan heels tapi kau melompat? Kau benar-benar gila.” Omel Casey sambil berjongkok di dekat adiknya.

“ Lepaskan!! Lepaskan!!” Claire meronta saat Casey menggendongnya. Dia memiliki firasat buruk dan akhirnya menjadi kenyataan, dia dikurung di kastil.

Flashback End

 

“ Tenang saja. Bukan hanya kalian, pengantin baru. Nampaknya aku sudah punya kandidat untuk yang selanjutnya. Bukankah begitu Casey?” ucap Marcus menyeringai sambil melirik ke arah Casey.

“ Tentu saja, kapan kau ingin memulainya Marcus?” timpal Casey sambil balas menyeringai.

“ Jangan macam-macam pada ku, okay? Kau tidak tahu betapa patah hati nya aku sedangkan aku masih harus memainkan piano untuk Claire dan Vincent,” papar Bryan sambil menatap curiga pada ke dua orang yang berada di kedua sisi nya, membuat Vincent dan Claire saling bertatapan dan terkekeh pelan lalu berlalu menghampiri tamu undangan yang lain.

“ Karena itu, akan kami bantu,” sahut Casey.

“ Tidak perlu,” Bryan menjawab dengan singkat.

“ Hai, senang bertemu dengan mu lagi Marcus,” sapa seorang gadis cantik dan berpenampilan mewah yang kini tengah menghampiri mereka.

“ Hai, Krys. Perkenalkan, dia Krystal Lynn, putri dari kerajaan Luvery,” ucap Marcus memperkenalkan gadis yang kini sedang menatap Bryan tanpa berkedip.

“ Kau… sudah memiliki ke kasih?” tanya Krystal frontal kepada Bryan.

“ Apa itu sopan untuk di tanyakan pada orang yang baru saja kau temui?” ucap Bryan dengan sinis.

“ Kau mau menjadi pacar ku?” Krystal menjadi lebih frontal.

“ Teruslah bermimpi, semoga kau bisa mewujudkan mimpi mu,” jawab Bryan acuh.

“ Marcus, kau bisa membantu ku agar bersama dengan dia?” tanya gadis itu pada Marcus.

“ Tentu saja, dengan senang hati,” ucap Marcus sambil menyeringai puas ke arah Bryan.

“ Awas saja kalian. Ayo, sebentar lagi pelemparan bouquet dan para pria-pria yang kesepian harus mencobanya,” ucap Bryan sambil mendorong tubuh Casey dan Marcus.

Mereka berdesak-desakan dengan para gadis yang lain, berkumpul untuk saling memperebutkan bouquet bunga yang akan di lemparkan dan oleh Claire.

Satu… dua… tiga…

Hup.

Bryan termenung saat mendapati bouquet bunga itu mendarat di tangannya, menatap tanpa semangat hidup ke arah Marcus dan Casey  yang menyeringai kecil.

~END~

  • Ceremony

Rings

Wedding Dress

Hair Style

Veil

Flower Bouquet

Heels

Altar

Tuxedo

Flower Girls

  • Reception

Dress and Tuxedo

Heels

Decoration

Cake

Souvenir

35 thoughts on “Secret Bride – Part 4/ The Last Part –”

  1. marcus sama casey emang kurang ajar. .
    masa adik2 nya dikerjain kyk gt. .
    dan cinta akhirnya tetap menyatukan vincent dan claire. .
    uda end. .

    1. hahahah rada-rada emang tuh heeppa tercintaa😀
      tp kan dy niat.y baik u,u biar claire dpt co yang baik ><

      kisseu?? KISSEU?!!! O,o aku lupa ga masukin bagian ituuu!!!!!!
      yaaaah gpp deh yaaa… biarkan mereka yang tahu apa yang terjadi, kisseu.y ga di exposs hehe😛

      mksh udh baca^^

  2. Aaah sdh kuduga kl mrk nglakuin itu utk ngbuktiin cinta vincent.. Itu sumpah yaaa acara resepsiny romantis abis (liat fotony) lilin aga temaram gt.. Aaaah suukaaa

    1. hahaha… ni nteph jago nebak nih, jgn” ff ku gampang ketebak bgt yaaa?? -___-”
      iyaaaa bgt!!! romantis looh resepsinya… nyari” gbr buat ff ini bikin aku gila smp tmen ku nanya gni :: ” getol bgt, siapa yg mau nikahan?” muahahah xD
      thnkyu nteph😉

  3. wah.. wah..
    ne para kakak bener2 ya..
    ade2nya malah di kerjain gitu cuma buat nyatuin mereka..
    tapi syukur dah klo akhirnya mereka nikah juga..
    klo liat foto2nya bagus2 banget gaunnya…

    hahahaha…
    trus apa kabrnya bryan tuh pas dapet bouquet bunganya.. ^_^

    1. iya tuh 2 iblis tampan itu bener-bener kompak bgt -____-”
      iyaaa apalagi gaun yg pas resepsi, kyk putri ><
      bryan?? tau deh dy selamat ato ga hahah😄
      nnti klo smpet aku bikin sequel buat dy
      mksh yaa

  4. yak..casey n marcus bener2 deh, masa’ mempermainkan adek mereka layaknya sebuah game . ckckck… cuma sayang tantangan nya kurang eon . but i like , happy ending…😀

    0ia eon, buad sequel nya bryan yya,please?? *puppy eyes* maksa.com

    1. tantangannya ada lg sih sbnernya tapi di skip aj, ntr jadi.y panjaang
      tadinya pas adegan action kyu sm sungmin mau dibikin menegangkan, tp krn aku ga bs bikin adegan action… jadinya gini deh… aneh bin ajaib u,u
      sequel bryan?? sip sip sip… ntr kita buktikan apakah 2 iblis itu berhasil nyomblangin ato ga,, tapi nnti kmu baca loh yaa

  5. Ish.. Casey n marcus bener2 evil.. Dan sepertinya bryan bakal jadi korban berikutnya nih.. Hehe..
    O ya! Chukkae sungji!

  6. kakkkkk kaan udah terbit.
    kenapa siiih dirimu demen amat maen rahasia rahasiaan sama saya T____T hahahah
    aduh ngga nahan ini marcus sama cassey demen amat sih maen comblang, bikin penasaran, tau HAHAHA
    dan ternyata Vincentnya serius sama Claire. jadi terharu sendiri *hiks
    emang seperti yang kau duga kakak sayang huahaha rada aneh di action tetapi sepertinya dikau jago nulis romance soalnya kena gitu aku seneng deh baca romance romance sungji kakak *tuh udah banyak kayaknya LOL selalu dapet gregetnya atau…. jangan janan dikau mulai ngepens sama sungji yaaa hayoo HHOOHHOHOHO *devilish smile
    dan anywayssss…
    this is obviously daebak. thanks for the sweet ending and how sweet it tasted along the story. makasih yaaa udah percayain story ente ke cast sungji dan… mudah mudahan sih ketagihan HAHAHA
    keep on writting, kak ~😄

    1. Tikaaaaaaaaaa!!!
      sms aku ga nyampe yaa?? pdhl aku langsung sms kmu loh pas FF ini baru di publish ._.a
      hahaha iyaa tuh dua iblis tampan xD
      dan beruntunglah Claire krn Vincent mau sm dy😉 /DUAGH
      tuhkan tuhkan… -__________________________-”
      bener kata ku kan?? action.y aneh bin ajaib,, ga di kasih action ga rame … tapi di kasih action ga bs bikin, jadinya gini deh muahahaha *sukses menistai sungji >< muach :* /poke sungmin

      1. Jago nulis romance dari mana?? orang FF ku kan ide ceritanya strandar standar -___-”
        beneran dpr greget nyaa?? yakin???
        yaahh.. gimna yaa, apa mau dikata… aku restuin sungmin di pairing sama yoonji u,u
        Ntr yaa… tunggu waktu.y aku bakal nistain kalian lagi. skrg lg ngerjain yg bbrp org dulu :p *sok sibuk
        eh tapi aku msh ad cerita fantasy loh buat sungji… tp msh pending, lg
        ngerangkai cerita di otak ku dulu LOL
        Ahahaha mksh juga krn udh rela ikhlas ridho dinistai di ff abal bin geje ini >< muach :* /poke sungmin

      2. maaaaph kakak baru bales EHHEEH
        emang kakak bisa kook bikin romance
        soalnya orang kan bikin kata kata romantis sama adegan adegan berat gitu biar romancenya kena tapi kakak ngasih adegan kehidupan sehari hari yang jarang diperhatiin orang
        jadi keliatan natural gitu romantisnya pokoknya i like your style lah kak~ yang paling aku suka yang ff sungji judulnya My Baby itu. naturaaal banget ga sok berat😄
        hwaitiing~~

      3. adegan berat o,O
        muahaha aku ga jago yg begituan(?)
        bukan adegan sehari-hari yg jarang diperhatiin orang dek… tp aku nya aj yg standar-standar aj, percintaan yg abal-abal dan dangkal muahahaha xD
        tp syukur deh klo suka ><
        ff sungji judulnya your baby tika sayaaaang, bukan my baby.. jd berasa iklan LOL
        HWAITING!!! Di tunggu project selanjutnyaaaa!!! kmu tunggu sungji di nistai lg okey?? /kibas rambut

  7. Kayaknya klw punya kakak kayak Marcus dan Casey bisa gila y….
    Akhirnya Vincent ma Claire nikah juga….
    Bryan siap2 tuk jadi korban selanjutnya…
    hahaha…

    di tunggu cerita selanjutnya y….

  8. eh iya deng your baby, bedak kita HAHAHAH
    korban iklan –”
    aduh kayaknya sungji udah nista berat nih, kemaren juga pas challenge nista parah mulai dari happy ending sampe mati segala LOLOLOL
    anyways hwaiting ^^

  9. ??loh??sudah tamat toh…AAaaa masih kepengen di lanjutin lagi ???loh maksa??? haha…ternyata Casey anaknya iseng yah adik sendiri dikerjain -___-
    tapi memang ceritanya agak dipaksa end ya???abis agak kerasa ganjal aja -__-*mungkin hanya perasaan saya saja

    tapi tetep seru kok ceritanya…🙂

  10. Kakak” kurang ajar, dasar duo evil…
    Kasian bryan, jadi korban keevilan duo evil marcus dan casey selanjutnya..
    sabar ya bryan..
    buat duo evil, lanjutkan keevilan kalian *plakk😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s