{YunHyeon Couple} You’re My Destiny (prequel: I Never Forget You) 3/3

Tittle:: {YunHyeon Couple} You’re My Destiny part 3/3

Author:: ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Maincast::

  • Jung Yunho DBSK
  • Lee Ang Hyeon (@rachelang11)
  • Choi Seunghyun (TOP) BigBang

Support cast::

  • All DBSK member
  • Jung Yuuri
  • Yesung Super Junior

Genre:: Romance, kayaknya ada comedy juga deh ==”

Rate:: G

Disclaimer:: Isi ceritanya yang pasti cuma milik author, tapi author juga pengen mengklaim all DBSK member ‘n Yesung SUJU sebagai milik author. Hehe~ ^_^v

~HAPPY READING~

“Mianheyo. Jeongmal mianheyo. Apakah wajahmu masih sakit?”ucap Yunho dengan sangat menyesal pada Seunghyun yang wajahnya sedang diobati oleh Ang Hyeon.

“Yak! Oppa pikir…”

“Haha… gwenchana, Yunho-ssi. Aku tahu kau hanya salah sangka.”kata Seunghyun, menyela omelan Ang Hyeon.

Ang Hyeon menghadapkan wajah Seunghyun padanya. “Neo. Gwenchana. Anhiya.”ucap Ang Hyeon kesal dengan menekan luka di bibir Seunghyun dengan kapas.

“Aaaa..aaahhh….”jerit Seunghyun lalu menyingkirkan tangan Ang Hyeon dari wajahnya. “Kenapa kau kasar begitu!”

Yunho tersenyum kikuk pada Seunghyun yang sekarang kesannya seperti mendapat balasan dari Ang Hyeon atas pembelaannya pada Yunho. Yah walaupun ia sebenarnya tidak menyukai Seunghyun karena embel-embel ‘tunangan’ di diri Seunghyun, tapi tetap saja ia merasa bersalah atas pukulannya tadi.

Merasa bersalah dan kesal secara bersamaan, karena Ang Hyeon yang sejak tadi terlihat khawatir pada Seunghyun.

“Nah kan oppa tidak baik-baik saja!”omel Ang Hyeon lalu ia menatap Yunho kesal.

“Hyeon-ah, memang wajahku sakit, tapi tadi ia kan salah paham. Jadi jangan terlalu khawa…”

“Kenapa Oppa melakukan hal seperti itu tanpa berpikir sama sekali sih?! Main hajar saja! Bagaimana kalau ada yang lihat?! Apa Oppa mau masuk berita kriminal?!”omel Ang Hyeon pada Yunho.

Yunho meringis mendengar omelan Ang Hyeon, kalau sudah begini yeoja ini pasti tidak akan berhenti mengomel sampai ia lega.

Sementara Seunghyun tertegun mendengar omelan bernada perhatian dari Ang Hyeon. Ia sudah mengenal Ang Hyeon cukup lama sampai ia mengerti sekali bagaimana nada omelan Ang Hyeon yang sebenarnya menunjukkan perhatian yeoja itu. Nada omelan yang dulu sering sekali ditunjukkan Ang Hyeon hanya padanya.

“Ini masih untung karena yang kau pukul adalah orang yang pengertian seperti Seunghyun Oppa!”

Yunho mengernyitkan keningnya, tidak suka mendengar Ang Hyeon yang sangat memuji Seunghyun.

“Dan untung saja Seunghyun Oppa tidak mempermasalahkannya!”

Yunho benar-benar tidak suka mendengar Ang Hyeon terus menyebut-nyebut nama Seunghyun.

“Kedatanganmu benar-benar tidak tepat Oppa. Kau sudah membuatku merasa tidak enak dengan Seunghyun Oppa!”

Oke, ini sudah batas Yunho.

“Seharusnya kau berterima ka…”

BRAAKK.

Ang Hyeon dan Seunghyun terkejut saat Yunho bangkit dari duduknya dan melemparkan kotak coklat yang dibawanya ke atas meja.

“Sepertinya jika aku tidak menghentikannya kau akan terus mengatakannya ya?”ucap Yunho dengan mata berkilat-kilat marah pada Ang Hyeon. “Aku sudah berkali-kali mengatakan maaf, dan ia pun memaafkanku!”

Ang Hyeon tertegun melihat ekspresi marah Yunho. Ini pertama kalinya, selama dua tahun ini mereka berteman, Ang Hyeon melihat Yunho marah padanya. Dan ia merasa sedikit… takut.

Ekspresi marah Yunho perlahan berubah menjadi sedih saat melihat ekspresi Ang Hyeon. “Sekarang kau menyuruhku berterima kasih padanya? Baiklah, akan kulakukan.” Yunho lalu menatap Seunghyun. “Gamsahae, Seunghyun-ssi, karena kau sudah memaafkan perbuatan kurang sopanku padamu.”

“Eh… ng… ne.”jawab Seunghyun bingung. Dengan ragu ia melirik Ang Hyeon yang masih memandangi Yunho dengan ekspresi sedih, membuat Seunghyun bertanya-tanya di benaknya. Sebenarnya ada hubungan apa antara Ang Hyeon dengan Yunho?

“Aku datang untuk meminta maaf karena waktu itu aku membatalkan janji, padahal kau sudah menungguku lama. Keunyang…” Yunho menghela napas lalu mengambil kembali kotak coklat yang tadi dilemparkannya ke meja.

“Mianhe, aku sudah melemparnya tadi. Tapi kuharap kau masih mau menerimanya. Mungkin besok aku akan mengirimkan gantinya.”kata Yunho lalu meletakkan coklatnya kembali di atas meja, kali ini tidak dengan melempar. “Nan kalkhae.”

Ang Hyeon tidak mengatakan apapun sampai Yunho pergi dari apartemennya. Selama beberapa saat ia hanya menatap kosong ke arah pintu apartemennya.

“Hyeon-ah…”panggil Seunghyun dengan menyentuh bahu Ang Hyeon pelan.

Ang Hyeon mengerjap-ngerjapkan matanya, tersadar karena sentuhan Seunghyun di bahunya. Kemudian ia berbalik dan memasang senyuman di bibirnya. “Ah, oppa, mianhe kami ribut tadi. Sini kuobati lagi.”kata Ang Hyeon lalu kembali duduk menghadap Seunghyun dan mengobati bibir luka namja itu.

Seunghyun terus menatap Ang Hyeon yang sedang berkonsentrasi pada bibir luka namja itu. “Yunho-ssi itu… siapamu?”tanyanya.

“Chingu.”jawab Ang Hyeon pelan tanpa menghentikan pekerjaannya.

“Jinjjayo?”Seunghyun tidak percaya. Jika teman kenapa mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar?

Ang Hyeon menghela napas. “Chingu. Hanya chingu.”ucap Ang Hyeon dengan nada sedih yang membuat hati Seunghyun terasa nyeri.

***

 

“Yunnie, kau sudah pulang? Bagaimana? Apa ia menerimamu?”tanya Jaejoong bersemangat saat Yunho baru sampai di dorm DBSK.

Yunho tidak menjawab dan terus berjalan masuk ke kamarnya.

“Yunnie…”

BRAKK.

Jaejoong memejamkan matanya, kaget karena Yunho membanting pintu kamar.

“Yunho hyung kenapa?”tanya Junsu heran.

Jaejoong menggeleng bingung. “Mollayo. Apa ada masalah?”

“Sepertinya hyung ditolak.”jawab Changmin langsung.

“Kurasa bukan hanya sekedar ditolak. Kalau cuma ditolak sih hyung tidak akan sekesal itu.”kata Yoochun.

“Aku sependapat dengan Yoochun. lebih baik kutanyakan saja.”kata Jaejoong lalu menghampiri kamar Yunho.

“Yunnie?”Jaejoong mengetuk kamar Yunho pelan. “Aku boleh masuk?”

“Sejak kapan kau minta izin untuk masuk ke kamarmu sendiri?”ucap Yunho retoris. Jaejoong mengartikan itu sebagai ‘ya’ dan masuk ke dalam.

“Kau kenapa?”tanya Jaejoong langsung saat ia melihat Yunho menelungkupkan wajahnya di bantal. “Apa terjadi sesuatu?”

Yunho membalikkan badannya dan menatap Jaejoong sendu. “Aku merasa menjadi namja paling tolol sedunia.”

Jaejoong mengernyitkan dahinya. “Waeyo?”

Yunho menghela napas sedih. “Ang Hyeon bertunangan.”

“Oh, Ang Hyeon bertu… MWO?!” Mata Jaejoong yang besar semakin melebar. “Ba… bagaimana bisa?!”

“Aku lebih kaget darimu saat mendengarnya dan bertemu langsung dengan namja itu.”ucap Yunho muram.

“Jadi tadi kau bertemu dengan tunangannya?!”

“Bahkan aku belum sempat menyatakan perasaanku, dan dia… marah karena aku memukul tunangannya.”

Jaejoong lebih membelalakkan matanya. “Neo baboya?! Apa kau terlalu cemburu sampai harus memukulnya?!”

“Aku tidak melakukannya karena aku cemburu!”kata Yunho setengah berteriak. “Aku pikir namja itu namja kurang ajar yang mau mengapa-apakan Hyeon, menciumnya paksa. Jadi aku memukul namja itu!”

“Jadi sekarang Ang Hyeon marah padamu karena hal itu?”tanya Jaejoong prihatin.

Yunho hanya terdiam, lalu kembali menutup wajahnya dengan bantal. “Aku benar-benar tolol!”ucapnya di balik bantal.

“Memang, hyung.”

“Yak! Shim Changmin!”omel Jaejoong, Yoochun dan Junsu berbarengan saat mendengar komentar pedas Changmin. Tapi seperti biasanya, Changmin sama sekali tidak terpengaruh dengan omelan hyung-deulnya. Ia yang sebelumnya berdiri di depan pintu kamar bersama dengan Junsu dan Yoochun, masuk ke kamar dan duduk di tepi kasur.

“Ka. Aku sedang tidak ingin mendengarkan ocehanmu.”kata Yunho pelan dari balik bantal.

“Hyung, kau harus mendengarkanku.”kata Changmin memaksa. “Namja itu hanya tunangan Ang Hyeon kan? Jadi hyung masih ada kesempatan.”

Yunho membuka bantal yang menutupi wajahnya, merasa sedikit tertarik dengan kaa-kata magnaenya yang biasanya benar. “Musun mariya?”

“Mereka baru akan bertunangan kan hyung? Kenapa hyung bersikap seolah-olah Ang Hyeon akan menikah?”

Yah kali ini sepertinya perkataan Changmin berhasil mempengaruhi Yunho lagi.

Yunho bangun dari posisi tidurnya lalu memandang magnaenya dengan ragu-ragu. “Jadi maksudmu, selama Ang Hyeon belum menikah, aku masih ada kesempatan untuk mendekatinya?”

“Menurutku sih begitu. Lagipula kan kalian dekat sekali, aku yakin ia mempunyai perasaan khusus padamu. Walaupun ia tidak pernah mengatakannya, tapi aku sih bisa melihatnya.”

“Aku juga bisa melihatnya.”timpal Junsu, “Yunho hyung saja yang terlalu lama menunda menyatakan cinta padanya. Padahal aku lihat ia mengharapkan hyung mengatakannya.”

Wajah Yunho berubah murung. “Dan sekarang aku menyesalinya.”

“Tapi hyung kan masih bisa memperbaikinya!”ucap Yoochun bersemangat. “Hyung tinggal menyatakan perasaan hyung padanya. Kalau ia mencintai hyung kan ia pasti membatalkan pertunangannya.”

“Lagipula acara tunangannya belum diadakan kan?”tanya Jaejoong.

“Hmm… aku tidak tahu sih mengenai hal itu. tapi jika sudah diadakan, ia pasti memberitahuku kan?”jawab Yunho ragu. “Hajiman…”

“Hyung! Jangan terlalu banyak berpikir! Setidaknya kau harus benar-benar berusaha kali ini!”ucap Changmin gemas dengan hyungnya yang terlalu banyak berpikir.

Yunho mulai tersenyum. “Kau benar. Kali ini aku tidak akan menundanya lagi. Aku tidak ingin menyesal.”

Keempat membernya tertawa kecil melihat Yunho kembali bersemangat.

“Hebat sekali magnae kita!”kata Jaejoong dengan tertawa, lalu menepuk kepala Changmin.

“Aish! Hyung! Jangan memukul kepalaku!”protes Changmin. Lalu Yunho menjitak kepala Changmin, membuat sang magnae lebih kesal.

“Gomawoso, magnae!”ucap Yunho senang.

Yunho memutuskan untuk mengikuti saran Changmin. Selama Ang Hyeon belum menikah, ia masih bisa menjadikan yeoja itu miliknya kan? Yunho berharap yang ia lakukan tidak akan menjadi salah.

Bukankah memperjuangkan cinta kita bukanlah sesuatu yang salah?

***

 

Ang Hyeon berkali-kali memandang ponselnya dengan gelisah. Pikirannya berdebat antara menelpon Yunho atau tidak. Ia merasa bersalah karena tadi ia sudah menyalahkan Yunho. Ia tidak bermaksud begitu. Hanya saja saat melihat Yunho keyakinannya akan pertunangannya dengan Seunghyun perlahan memudar, dan itu membuatnya sangat kesal.

Ang Hyeon berharap Yunho mempunyai perasaan yang sama dengannya. Tapi selama dua tahun ini ia menunggu, Yunho tidak pernah menyatakan perasaannya pada Ang Hyeon. Lalu kenapa saat ia memutuskan untuk menyerah menunggu Yunho, semuanya tetap terasa sulit baginya? Kenapa semua yang berhubungan dengan Yunho sangat susah ia hilangkan?

Akhirnya rasa bersalah dan rasa rindunya yang memuncak pada Yunho membuatnya memutuskan untuk menelpon namja itu. Tapi belum sempat ia menekan tombol calling, Yunho sudah lebih dulu menelponnya.

“Yeoboseyo?”ucap Ang Hyeon takut. Apa Yunho akan marah lagi padanya?

“Hyeon-ah, kau sudah tidur? Apa aku mengganggumu?”

Jantung Ang Hyeon berdebar kencang saat mendengar suara lembut Yunho. Apa ini berarti Yunho tidak marah lagi padanya? “Anhiyo, oppa. Aku belum tidur kok. Waegurae?”ucap Ang Hyeon dengan datar, berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.

Kemudian hening. Tidak ada suara balasan dari Yunho. Ang Hyeon khawatir. Apa tadi nada suaranya terdengar seolah-olah ia marah?

“Yunho Op…”

“Bogoshippo…”

DEG.

Tadi itu… apa Ang Hyeon tidak salah dengar? Yunho mengatakan jika ia merindukan dirinya? Ia tidak salah dengar kan?

“O… Oppa…”

“Mianhe. Kita sudah cukup lama tidak bertemu, tapi saat kita bertemu aku malah berbuat hal yang tidak mengenakkan. Padahal aku sangat merindukanmu, Hyeon-ah…”ucap Yunho lirih dan terdengar sangat tulus oleh Ang Hyeon, membuat airmata yeoja itu meleleh.

“Anhiyo, Oppa. Mianhe tadi aku marah-marah padamu…”ucap Ang Hyeon dengan menangis sesengukan. Ia tidak bisa menahan airmatanya. Rasanya sangat lega sekali mendengar Yunho berbicara biasa dengannya. Tidak marah seperti sebelumnya.

“Hyeon-ah? kau menangis?”tanya Yunho panik. “Mianhe. Apa aku sudah melakukan kesalahan lagi?!”

Ang Hyeon tertawa mendengar suara panik Yunho. “Hahahaha… gwenchana Oppa! Aku hanya merindukanmu saja makanya jadi seperti ini.”ucapnya jujur.

“Jinjjayo?”Yunho terdengar senang.

Ang Hyeon tersenyum simpul mendengar nada suara Yunho. “Ne, jinjja.”

Lalu mereka berdua asik mengobrol di telpon sambil tertawa-tawa. Hal yang mungkin sudah lebih dari dua bulan ini tidak mereka lakukan. Semua perasaan sedih dan kesal mereka tadi seolah-olah terobati hanya dengan mendengar kata-kata rindu dari masing-masing.

Ang Hyeon memejamkan matanya saat mendengar Yunho bersenandung di seberang telpon. Menyenandungkan lagu yang sangat disukainya. Picture of you.

Hanya untuk kali ini, Ang Hyeon akan melupakan batasan-batasannya. Boleh kan jika kali ini Ang Hyeon melupakan Seunghyun? Karena ia yakin besok ia tidak akan bisa seperti ini lagi dengan Yunho.

Karena Ang Hyeon yakin jika besok Yunho akan kembali sibuk dan mereka akan kembali menjauh seperti sebelumnya.

***

 

“Kenapa kau masih saja melihatku seperti itu?”tanya Yunho heran karena sejak tadi Ang Hyeon masih saja terus melihatnya. Bahkan hampir tidak berkedip melihatnya makan.

“Oppa… ini benar-benar kau yang berada di hadapanku?”tanya Ang Hyeon, kali ini sudah mulai mengedipkan matanya, berusaha meyakinkan dirinya sendiri jika ia tidak berhalusinasi.

“Ne. ini aku.”jawab Yunho bingung. Ang Hyeon kenapa sih? Apa ada yang salah dengan penampilannya?

“Aku masih belum percaya.”ucap Ang Hyeon takjub. “Bukankah kau sibuk sekali? tapi kenapa sekarang kau mengajakku ke taman hiburan?”

Yunho mengajak Ang Hyeon ke taman hiburan itu memang sesuatu yang langka terjadi. Tentu saja itu karena status sebagai orang terkenal yang melekat di diri Yunho, makanya sulit sekali kan untuknya pergi ke tempat seramai ini. Tapi nyatanya tadi pagi Yunho tiba-tiba muncul di depan apartemen Ang Hyeon dan langsung menyeretnya ke taman hiburan. Seolah-olah namja yang biasanya sibuk itu sedang tidak ada kerjaan sama sekali.

Yunho tertawa mendengar komentar Ang Hyeon. “Kau masih belum percaya? mau bukti?” Yunho bangkit dari duduknya, menghampiri Ang Hyeon yang duduk di hadapannya, lalu memeluk erat gadis itu.

DEG.

Jantung Ang Hyeon berdegup kencang. Ini pertama kalinya Yunho memeluknya seperti ini. Bahkan ia bisa merasakan degup jantung namja itu yang seirama dengan degup jantungnya yang tak urung membuatnya merasa nyaman.

“Jantungmu berdebar keras sekali Lee Ang Hyeon. Apa kau begitu gugup dipeluk seperti ini olehku?”

Ang Hyeon langsung melepaskan pelukan Yunho dan menjitak kepala Yunho saat mendengar godaan namja itu. “Jangan cari-cari kesempatan!”omel Ang Hyeon, berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.

Yunho cemberut lalu mengusap kepalanya yang dijitak Ang Hyeon. “Sebentar lagi aku akan konser dan kembali sibuk. Dan sebelum itu aku ingin melepaskan kerinduanku padamu, makanya aku mengajakmu jalan-jalan. Tapi kenapa kau malah memukulku?!”ucap Yunho manja.

Ang Hyeon mengernyit jijik. “Berhentilah melakukan aegyo seperti itu Oppa! Tidak cocok sama sekali! Yang lebih cocok itu Junsu Oppa!”

“Yak! Kenapa bawa-bawa Junsu?!”

“Karena memang lebih cocok Junsu oppa!”

“Memangnya tidak boleh aku sekali-sekali bersikap imut?!”

“Kenapa tidak melakukannya di depan fansmu saja? Kau sudah melakukannya berkali-kali di depan Yuu, aku dan member-membermu. Aku sih sudah bosan melihatnya!”

“Aish! Lee Ang Hyeon, kau sama sekali tidak manis! Namja itu suka gadis manis!”

“Biar saja! yang penting aku sudah punya tunangan!”

Kata-kata terakhir Ang Hyeon membuat Yunho terdiam dan Ang Hyeon tersadar, jika hubungan mereka sekarang ada batasannya.

Sejenak mereka terdiam dalam kecanggungan. Tapi Yunho tidak menginginkan hal ini. Ia sudah memutuskan akan berusaha mendapatkan Ang Hyeon, dan bersikap canggung bukan salah satu hal yang tepat untuk dilakukan saat ini.

“Apa kau keberatan menemaniku seharian disini? Kau ada rencana malam ini?”tanya Yunho berusaha memecahkan kecanggungan di antara mereka.

Ang Hyeon terlihat ragu. “Ng… ada sih. Sama Seunghyun Oppa…”

Terbersit rasa kesal di hati Yunho saat mendengar Ang Hyeon menyebut nama Seunghyun.

“Sebenarnya Seunghyun-ssi itu siapamu? Aku tidak pernah mendengar kau mempunyai namjachingu, tapi kenapa tiba-tiba akan bertunangan?”tanya Yunho penasaran.

Ang Hyeon sebenarnya merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Yunho. Tapi ia harus menjelaskannya kan? Karena selama mereka kenal, Yunho sudah menjadi teman baiknya.

“Seunghyun Oppa itu anak dari sahabat orangtuaku. Kami dulu pernah pacaran, tapi dua tahun lalu kami berpisah karena saat itu Seunghyun Oppa akan kuliah di US. Ia tidak ingin membuatku terlalu lama menunggu tanpa ada kepastian darinya, makanya ia tidak memintaku menunggunya. Lalu sekitar sebulan yang lalu ia kembali dan karena aku belum memiliki siapapun di sisiku, ia memberanikan diri untuk melamarku. Aku pun menerimanya.”

 

Sebulan yang lalu? Seandainya aku mengatakannya lebih cepat…

 

“Lalu…”Yunho ragu untuk menanyakannya, tapi ia harus mengetahuinya. “… bagaimana perasaanmu padanya?”

“Aku… menyayanginya. Ia pernah menjadi seseorang yang spesial di hatiku. Ia cinta pertamaku, namjachingu pertamaku. Ia juga masih mencintaiku. Dan kurasa tidak ada alasan untuk menolaknya.”

Pernah jadi seseorang yang spesial? Sayang? Tidak ada alasan untuk menolak? Itu bukan jawaban yang diinginkan Yunho.

“Apa kau mencintainya?”tanya Yunho. Tubuh Ang Hyeon langsung menegang mendengar pertanyaan yang tidak diinginkannya itu. Ia tidak ingin menjawabnya, karena nanti pasti akan timbul pertanyaan-pertanyaan lain dari Yunho setelah ia menjawab pertanyaan itu. Ang Hyeon tidak mau Yunho tahu perasaannya pada Yunho. Ia tidak mau membuat Yunho merasa bersalah. Ia tidak mau hubungan mereka berubah menjadi canggung nantinya.

“Oppa sudah selesai makan kan? Sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum mereka mengenali Oppa.”kata Ang Hyeon berusaha mengalihkan pembicaraan, lalu bangkit dari duduknya.

Yunho melihat sekelilingnya dari balik kacamata hitamnya. Ia semakin menurunkan topinya agar lebih menutupi wajahnya dan memakai syalnya saat menyadari kalau sudah ada beberapa pengunjung restoran itu yang berbisik-bisik melihatnya.

Yunho bangkit dari duduknya lalu menarik Ang Hyeon keluar dari restoran itu setelah membayar pesanan mereka.

“Apa aku ketahuan?”tanya Yunho panik pada Ang Hyeon, karena sudah banyak orang yang mulai memperhatikannya dan menunjuk-nunjukknya.

“Aish! Oppa! Seharusnya kita tidak kesini tadi!”omel Ang Hyeon yang juga mulai panik. Kemudian yeoja itu berjalan cepat mendahului Yunho mencari tempat bersembunyi. Tapi baru saja Yunho akan mengikutinya tiba-tiba ada yang menyenggol bahunya, membuat tubuhnya sedikit terhuyung dan topinya terlepas dari kepalanya. Dengan sigap Yunho menangkap topi itu sebelum jatuh lalu memakainya kembali. Tapi tentu saja itu sudah terlambat, sudah banyak yang melihatnya.

“U-KNOW YUNHO!”jerit seseorang. Kemudian terdengar banyak jeritan histeris memanggil nama Yunho.

Yunho merasa tegang karena sekarang semakin banyak yang mengerumuninya dan memotretnya. Ia hanya bisa tersenyum kecil sambil terus berjalan berusaha melepaskan diri dari kerumunan itu. Bahkan harus berhenti beberapa kali untuk memberikan tanda tangan. Walaupun merasa tidak nyaman, tapi Yunho harus tetap bersikap ramah.

Ang Hyeon sendiri semakin panik melihat Yunho yang dikerubungi semakin banyak orang. Ia berusaha menerobos kerumunan itu tapi berkali-kali ia terdorong sampai terjatuh.

“Aduh…”ringisnya merasakan perih di telapak tangannya karena menahan jatuhnya tadi.

Yunho melihat hal itu dan perasaannya berubah menjadi cemas. Dengan tergesa-gesa ia berusaha keluar dari kerumunan lalu menarik Ang Hyeon hingga berdiri dan mereka berdua berlari.

Ang Hyeon tertegun mendapati Yunho yang menggenggam erat tangannya saat berlari. Kemudian tanpa ia sadari bibirnya melengkungkan senyuman, merasa nyaman dengan genggaman tangan Yunho.

Mereka terus berlari menelusuri wahana-wahana permainan dan melewati berbagai tempat sempit. Kemudian saat mereka berhasil menjauhi keramaian, Ang Hyeon melihat sebuah toko pakaian yang cukup sepi dan menarik Yunho ke dalamnya. Yeoja itu langsung menarik Yunho ke kamar ganti.

“Tunggu disini. Kucarikan pakaian.”kata Ang Hyeon lalu kembali menutup pintu ruang ganti. Ia memilih-milih baju yang akan dipakai Yunho. Lalu ia memilih hoodie motif polkadot berwarna-warni, topi berwarna hijau lalu kacamata berbentuk hati berwarna kuning cerah, kemudian membayarnya di kasir.

“Astaga, Lee Ang Hyeon! Kau dendam padaku ya sampai menyuruhku memakai pakaian begini?!”seru Yunho takjub saat Ang Hyeon membawa pakaian yang dipilihnya ke kamar ganti.

Ang Hyeon tertawa kecil. “Kan bagus.”

“Kalau hoodie dan topinya sih aku masih mau memakainya, tapi yang warnanya normal! kenapa warnanya harus senorak ini?! Dan kacamatanya, kau mau menjadikanku badut ya?!”protes Yunho.

“Jangan protes! Yang penting fansmu tidak akan mengenalimu jika menggunakannya!”

“Mereka tidak akan mengenaliku, tapi mereka tetap akan melihatku: sebagai orang aneh!”

“Aish! Berisik! Oppa harus memakainya!”paksa Ang Hyeon lalu mendorong Yunho masuk ke kamar ganti dan menutup pintunya.

“Yak! Lee Ang Hyeon!”seru Yunho dari dalam kamar ganti.

“Pakai! Kalau tidak aku tidak akan mau menemanimu jalan-jalan lagi!”ancam Ang Hyeon.

“Kau curang!”umpat Yunho, tapi ia tidak protes lagi. Setelah beberapa saat ruang ganti terbuka. Ang Hyeon tertawa-tawa sambil membungkuk saat melihat penampilan Yunho. Dengan tubuh tinggi tegap, memakai hoodie polkadot pas badan yang menonjolkan otot-otot di lengan Yunho, lalu topi berwarna hijau dan kacamata berbentuk hati berwarna kuning cerah. Penampilan yang sangat norak.

“Neo…”Yunho sulit berkata-kata saking kesalnya, dan Ang Hyeon masih juga tertawa-tawa.

“Aish! Jinjja! Berhenti tertawa!”

Ang Hyeon berusaha menghentikan tawanya. “Mian, oppa. Penampilanmu daebak sekali! Jinjja daebak!”

“Apanya yang daebak?!”

Ang Hyeon masih belum bisa menghilangkan tawanya. “Ini sejarah yang harus diabadikan.”katanya lalu menarik Yunho agar mendekat dengannya dan bersiap-siap memotret mereka berdua dengan kamera ponselnya.

“Ya ya ya! aku tidak mau dipotret!”tolak Yunho mendorong Ang Hyeon.

“Neo. Kau harus mau!”paksa Ang Hyeon dengan mata melotot.

“Shireo!”

“Apa kau mau aku berteriak jika ada U-Know Yunho disini?”ancam Ang Hyeon.

“Kau tidak akan mungkin melakukannya.”balas Yunho tajam.

“Kata siapa?”Kemudian Ang Hyeon berjalan keluar kamar ganti lalu… “DISINI ADA U-…”

Yunho langsung membekap mulut Ang Hyeon. “Ara! Ara! Ayo kita berfoto!”ucapnya dengan tidak rela. Ang Hyeon menjerit senang lalu menekan-nekan ponselnya, mengaktifkan kameranya.

“Tersenyum!”perintah Ang Hyeon lalu mengaitkan tangannya di lengan Yunho. Yunho merangkul bahu Ang Hyeon lalu memaksakan senyumnya ke arah kamera. “Hana dul set!”

“Aku tidak percaya ini. Aku sama sekali tidak bisa melawanmu!”umpat Yunho kesal saat Ang Hyeon terus memotret-motret mereka berdua.

“Memang tidak akan bisa.”ucap Ang Hyeon senang. “Ayo sekarang gaya lucu!”

Yunho tersenyum memandang Ang Hyeon yang tertawa senang di sampingnya. Demi melihat Ang Hyeon tertawa seperti ini, Yunho rela jika harus terus berpakaian senorak ini. *yakin oppa? Ntar kubeliin banyak deh! :P #plaak*

Yah cinta memang bisa membuat orang menjadi aneh.

***

 

“Ahahahaaha~”Ang Hyeon masih terus tertawa-tawa melihat foto-foto mereka di ponselnya saat mereka berdua sudah dalam perjalanan pulang dengan menggunakan mobil Yunho. Yunho sudah kembali memakai pakaiannya yang sebelumnya setelah sampai di mobil. Karena tidak mungkin kan ia mau memakai pakaian aneh begitu sampai rumah?

“Kau masih belum puas tertawa ya?”tanya Yunho kesal sambil berusaha berkonsentrasi pada setirnya.

Dengan masih tertawa-tawa Ang Hyeon mengotak-atik ponselnya dan ponsel Yunho, mengirimkan foto-foto mereka tadi ke ponsel Yunho. “Jinjja Oppa! Kau benar-benar imut!”

“Kau ini…Saat aku melakukan aegyo kau sama sekali tidak menyebutku imut. Tapi tadi kau…” Yunho sulit berkata-kata saking takjubnya dengan tingkah menyebalkan Ang Hyeon. Ang Hyeon semakin tertawa-tawa.

“Jangan terus menertawaiku!”kata Yunho ngambek.

“Aigoo~ Jung Yunho, apa kau ngambek?”goda Ang Hyeon.

“Ne. Aku ngambek!”Kemudian mobil Yunho berhenti di depan apartemen Ang Hyeon.

“Gomawo Oppa, kau sudah benar-benar menghiburku hari ini!”ucap Ang Hyeon dengan senyum menggoda, membuat Yunho mendengus sebal.

“Aku yang butuh hiburan kenapa jadi kau yang terhibur?”ucap Yunho dengan cemberut, membuat Ang Hyeon lagi-lagi tertawa.

Ang Hyeon melepas seat beltnya, bersiap untuk turun. Sementara Yunho terus memperhatikan Ang Hyeon dengan tersenyum simpul.

Yunho merasakan jantungnya berdegup sangat kencang. Ia sadar, betapa ia sangat mencintai Ang Hyeon dan ia tidak ingin kehilangan yeoja ini.

“Hyeon-ah…”panggil Yunho.

Ang Hyeon menoleh. Lalu belum sempat ia mengatakan apapun bibir Yunho sudah menempel lembut di bibirnya. Mata Ang Hyeon terbelalak lebar, tidak menyangka jika ia akan merasakan ciuman lembut dari namja yang ia cintai ini. Tapi perlahan rasa terkejut itu berubah menjadi bahagia. Sama seperti Yunho, sekarang Ang Hyeon memejamkan matanya dan menikmati lumatan lembut bibir Yunho di bibirnya.

Kemudian setelah beberapa saat, muncul Seunghyun di pikiran Ang Hyeon, membuat yeoja itu terkejut dan mendorong tubuh Yunho.

Yunho menatap Ang Hyeon sendu. “Saranghae, Hyeon-ah…”

“O… Oppa…”ucap Ang Hyeon tercekat, tidak menyangka jika kata-kata yang selama ini diharapkannya akhirnya bisa didengarnya. Tapi kenapa harus sekarang? Kenapa Ang Hyeon baru bisa mendengarnya saat ia sudah menentukan pilihan?

“Kumohon jangan tinggalkan aku Hyeon-ah… Nan jeongmal saranghaeyo…”ucap Yunho lirih dengan menatap mata Ang Hyeon dalam-dalam.

Airmata Ang Hyeon meleleh. “Kenapa… kau baru mengatakannya sekarang…?”

Yunho menghela napas. Ia menyentuh wajah Ang Hyeon lembut dan menghapus airmata yang mengalir di pipi yeoja itu dengan ibu jarinya.

“Selama ini aku ragu apakah perasaanmu sama denganku. Aku takut, jika nanti aku menyatakan perasaanku dan ternyata kau tidak memiliki perasaan yang sama, itu akan merusak hubungan pertemanan kita. Tapi aku tidak bisa menahannya lagi Hyeon-ah… Makanya kemarin malam aku datang kesini untuk mengatakannya padamu. Tapi yang kudapat malah kau dengan Choi Seunghyun…”

Airmata Ang Hyeon semakin deras keluar.

Seharusnya ia bisa menunggu Yunho sedikit lebih lama. Seharusnya ia tidak menentukan pilihannya secepat ini. Karena sekarang, jika sudah seperti ini, akan sulit untuknya menerima Yunho. Ang Hyeon tidak bisa mengabaikan perasaan Seunghyun.

“Mianheyo… jebal uljimara…”ucap Yunho lirih lalu menarik Ang Hyeon ke dalam pelukannya. Ang Hyeon terus-menerus terisak di pelukan Yunho.

“Saranghaeyo, Hyeon-ah… Apa kau memiliki perasaan yang sama denganku?”

“A… apa…hiks… itu penting… se… hiks..karang…?”

“Jebal… jawab aku…”

Ang Hyeon melepaskan pelukan Yunho, lalu memandang dalam-dalam mata musang Yunho dengan matanya yang berair. Ia menghapus airmatanya dengan kedua tangannya. “Saranghae Oppa… sejak dulu aku mencintaimu. Tapi aku tidak bisa mengabaikan Seunghyun Oppa…”

“Hyeon-ah…”airmata Yunho mulai mengalir. Airmata penyesalan. Seharusnya ia mengatakannya sejak awal. Seharusnya ia tidak memendam perasaannya sejak lama. Lalu bagaimana jika semuanya sudah terjadi seperti ini?

Yunho mengambil tangan kanan Ang Hyeon lalu menempelkannya di wajahnya. Ia memejamkan matanya, merasakan kehangatan tangan yeoja itu di wajahnya. Kemudian ia menciumnnya lembut.

“Jebal… tolong pikirkan baik-baik Hyeon-ah…”

Ang Hyeon benar-benar bingung sekarang. Di sisi lain ia amat sangat mencintai Yunho, tapi di sisi lain ia juga tidak ingin menyakiti Seunghyun yang sangat mencintainya. Apa yang harus dilakukannya?

“Aku… tidak bisa menjawabmu sekarang Oppa…” Ang Hyeon melepaskan tangannya dari genggaman Yunho.

“Hyeon-ah…”

Ang Hyeon memandang lembut Yunho. “Maukah… maukah Oppa menungguku? Aku akan menjawabmu, Oppa. Tapi berikan aku waktu untuk berpikir…”

Yunho memaksakan seulas senyum di bibir tipisnya. Ia tahu ia tidak mungkin memaksa Ang Hyeon. “Aku… akan menunggumu.”

***

 

Sudah seminggu semenjak hari dimana Yunho dan Ang Hyeon saling mengungkapkan isi hati mereka. Dan sudah seminggu pula mereka tidak saling berhubungan. Semuanya atas permintaan Ang Hyeon. Ia mengatakan ia butuh waktu untuk berpikir dan ia tidak ingin berhubungan dengan Yunho dulu untuk sementara waktu.

Selama seminggu ini Yunho menghormati permintaan Ang Hyeon, tetapi ia merasa sangat tersiksa dengan keadaan seperti ini. Ia sangat merindukan Ang Hyeon dan ia tidak tahan jika harus terus berdiam diri seperti ini.

Akhirnya Yunho sampai pada batas kesabarannya. Ia memutuskan untuk pergi ke apartemen Ang Hyeon. Malam ini Yunho harus berangkat ke Jepang untuk memproduksi album Tohoshinki yang baru disana, dan ia ingin bertemu Ang Hyeon sebelum kepergiannya.

Dengan gugup Yunho menatap pintu apartemen di hadapannya. Ia mengangkat tangannya untuk menekan bel. Tapi belum sempat menyentuhnya pintu apartemen Ang Hyeon sudah terbuka.

***

 

“Kenapa tidak dimakan? Tidak suka?”tanya Seunghyun memperhatikan Ang Hyeon yang sedari tadi hanya mengaduk-aduk makanannya.

“Ah, anhiya.”ucap Ang Hyeon pelan lalu menyuapkan Samgyetang ke dalam mulutnya. Tapi ia hanya mengunyahnya pelan dengan pikiran menerawang.

Seunghyun tahu ada yang tidak beres dengan Ang Hyeon. Sejak seminggu yang lalu Ang Hyeon menjadi sering melamun. Dan Seunghyun bisa mengira apa yang sedang dipikirkan Ang Hyeon. Karena beberapa kali, saat ia menegur yeoja itu, Ang Hyeon akan menyebutkan nama Yunho secara tidak sengaja.

Seunghyun sebenarnya bisa merasakan bagaimana perasaan Ang Hyeon pada Yunho, tapi ia menolak untuk mempercayainya. Ia terlalu mencintai Ang Hyeon dan selama Ang Hyeon memilihnya, ia tidak akan mempermasalahkannya.

“Oppa?”panggil Ang Hyeon.

“Hmm?”

“Apa kau benar-benar mencintaiku?”tanya Ang Hyeon pelan sambil terus menatap makanannya.

Seunghyun tersenyum kecil. “Apa itu masih perlu ditanyakan?”

“Seberapa besar?”

“Kau ingin aku memberinya sebesar apa?”ucap Seunghyun dengan nada bercanda, walaupun sebenarnya ia cemas. Apa sebenarnya yang Ang Hyeon ingin bicarakan?

Ang Hyeon mengangkat wajahnya, lalu menatap Seunghyun dengan matanya yang sudah mulai basah. “Mianheyo, Oppa…”ucapnya lirih.

“Waeyo?”ucap Seunghyun cemas, jantungnya berdebar dengan keras. Ia tidak ingin hal yang ia takutkan terjadi. Ia takut Ang Hyeon akan mengatakan hal yang paling ditakutkannya.

“Aku… aku mencintai Yunho Oppa…”

Wajah Seunghyun berubah kaku saat mendengarnya. Hatinya terasa sangat sakit, dan ia benar-benar tidak suka merasakannya. Tapi ia bisa melihat jika Ang Hyeon merasakan sakit yang lebih daripadanya.

“Mianheyo… jeongmal mianheyo…”ucap Ang Hyeon dengan terisak-isak pelan.

“Hyeon-ah…”ucap Seunghyun lembut. Ia menggenggam satu tangan Ang Hyeon, lalu sebelah tangannya ia gunakan untuk mengusap airmata yang mengalir di wajah yeoja itu. “Kenapa menangis? Apa ia tidak mencintaimu?”

“Ia… ia mencintaiku… tapi aku sedih karena harus mengatakan ini padamu…”ucap Ang Hyeon, berusaha mengatasi tangisnya. Karena ia tahu ini bukan tempat yang tepat untuk menangis seperti ini.

Seunghyun merasakan hatinya menjadi lebih sakit. Bagaimana mungkin Ang Hyeon merasakan sakit karena memikirkan dirinya? Bukankah Yunho sangat beruntung mendapatkan cinta gadis sebaik Ang Hyeon?

“Aku tidak akan menyalahkanmu, Hyeon-ah… Aku tahu jika sejak awal aku sudah benar-benar kehilanganmu saat bertemu dengan namja itu. Dan aku… senang akhirnya kau berkata jujur.”ucap Seunghyun dengan suara tercekat.

“Mianhe… Mianhe Oppa…”

Seunghyun bangkit dari duduknya lalu duduk di sebelah Ang Hyeon. Ia mendekap yeoja itu dalam pelukannya. “Aku… merelakanmu dengannya…”

“Oppa…”

Seunghyun melepaskan pelukannya, lalu memandang mata Ang Hyeon dalam-dalam. “Uljima… kau jelek jika menangis. Mulai sekarang kau harus terus tersenyum ya.”ucap Seunghyun dengan senyum hangat yang sangat disukai Ang Hyeon. Ang Hyeon tersenyum, lalu mengangguk kecil.

“Hyeon-ah… boleh aku meminta sesuatu darimu sebagai hadiah perpisahan kita?”ucap Seunghyun ragu.

Ang Hyeon tersenyum. “Ne. Mworago?”

“Ijinkan aku menciummu.”

***

 

Yunho terburu-buru turun dari mobilnya dan berjalan ke restoran dimana Ang Hyeon berada. Tadi saat ke apartemen Ang Hyeon ia bertemu dengan oppanya Ang Hyeon, Lee Joon. Ia mengatakan jika Ang Hyeon sedang pergi makan malam bersama Seunghyun. Tadinya Yunho tidak ingin ke restoran ini, tapi entah kenapa ia merasakan perasaan yang tidak enak. Ia khawatir akan ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Yunho melangkahkan kakinya ke dalam restoran. Matanya mencari-cari keberadaan Ang Hyeon dan Seunghyun di restoran itu. Kemudian tiba-tiba ponselnya berbunyi.

“Yeoboseyo? Ne, Boojae-ya.”jawab Yunho. Matanya masih mencari-cari sekelilingnya.

“Arasseo, aku tidak akan terlambat ke bandara. Aish! Kalau aku terlambat aku akan berangkat sendiri ke Jepa…”kalimat Yunho terputus saat matanya berhenti di sudut restoran.

Seunghyun sedang merangkul Ang Hyeon, kemudian namja itu mencium pipi Ang Hyeon lama. Yunho meremas ponselnya dengan kencang. Rasanya Yunho ingin menghajar namja itu karena sudah mencium yeoja yang sangat dicintainya. Hatinya terasa lebih sakit saat Ang Hyeon tersenyum lembut setelah Seunghyun menyudahi ciumannya.

Senyum itu… sudah menjelaskan semuanya. Yunho sudah mengerti apa pilihan Ang Hyeon.

 

“Yunnie-ya? Yun…”

 

“Aku akan ke bandara sekarang.”ucap Yunho tajam lalu mematikan telponnya dengan kesal.

***

 

2012, Present.

 

Ang Hyeon membuka matanya perlahan lalu mengerjap-ngerjapkannya, berusaha menyesuaikan penglihatannya. Ia mengerang kecil, badannya terasa pegal sekali karena sejak semalam ia tertidur di sofa bersama Yunho. Yunho yang tidur dengan memeluknya merasa terusik dengan gerakannya, lalu memeluk yeoja itu semakin erat.

Ang Hyeon mendongakkan kepalanya ke atas dan tersenyum melihat wajah polos Yunho saat tidur. Ia mengambil ponselnya di meja kemudian terkejut saat melihat jamnya.

“Andwae!”jeritnya lalu bangkit tiba-tiba, membuat Yunho terbangun kaget.

“Apa? Ada apa?!”tanya Yunho panik dengan kesadaran masih setengah.

“Aku kesiangan! Kurang dari sejam lagi aku ujian!”jawab Ang Hyeon panik lalu mulai berlari ke kamar mandi. Ia mencuci mukanya dan menyikat giginya dengan terburu-buru. Tidak ada waktu untuk mandi sekarang.

Ang Hyeon berlari ke kamar lalu mengganti bajunya. Setelah sedikit berdandan dan sudah yakin jika ia tidak akan terlihat belum mandi, Ang Hyeon mengambil tas, netbook, dan dompetnya lalu keluar kamar.

“Oppa!”seru Ang Hyeon saat melihat Yunho kembali meringkuk di sofa. Ia menghampiri namjachingunya itu lalu menarik lengannya agar bangun. “Ireona! Cepat antar aku!”

“Mmhh… ne…”jawab Yunho malas lalu bangun dan berjalan ke kamar mandi.

“Oppa! Ppalli!”seru Ang Hyeon panik karena Yunho belum juga keluar dari kamar mandi. “Aish jinjja! Oppa aku berangkat sendiri!”

Dengan setengah berlari Ang Hyeon keluar dari apartemennya, dan ke halte di depan apartemennya. Tidak ada waktu lagi untuk naik bus, ia berharap semoga saja ada taksi yang lewat.

Kemudian tanpa diduga Ang Hyeon, sebuah mobil yang dikenalnya berhenti tepat di depannya.

“Hyeon Onnie!”ucap Yuuri senang saat keluar dari mobil bersama Yesung. “Aku kesini mau mengambil kameraku yang terting….”

God bless me! ucap Ang Hyeon dalam hati. “Yuu! Oppa! Antarkan aku!”kata Ang Hyeon panik lalu masuk ke kursi belakang mobil Yesung.

“Eh? eoddiga?”tanya Yesung bingung.

“Ke kampus! Aku ujian setengah jam lagi! ppalli!”

“Ne! Ppalli oppa!”ucap Yuuri pada Yesung. Ia jadi ikut panik.

“Yak! Chankaman!”seru Yunho, berlari ke arah mobil sesaat sebelum Yesung menjalankan mobilnya. Ia membuka pintu belakang lalu duduk di sebelah Ang Hyeon. Kemudian Yesung mulai menjalankan mobilnya.

“Kenapa kau pergi duluan? Aku kan mau mengantarmu!”kata Yunho.

“Oppa! Aku sudah hampir terlambat! Mana mungkin aku mau menunggumu selesai di kamar mandi dulu!”omel Ang Hyeon. “Pokoknya kalau aku terlambat, itu salahmu!”

“Kenapa jadi salahku?”tanya Yunho heran.

“Karena kau sudah membuatku bergadang semalam!”

Yesung dan Yuuri serentak menoleh ke belakang saat mendengar jawaban Ang Hyeon. “Kalian tidur bersama?!”seru Yuuri dan Yesung bersamaan dengan kaget. Yesung langsung kembali menghadap jalan, sementara Yuuri masih menatap kedua pasangan di belakang dengan tercengang.

“Yak Jung Yuuri! itu bukan seperti yang kau pikirkan!”seru Ang Hyeon kesal.

Yuuri tertawa geli. “Memangnya aku memikirkan apa Onnie-ya?”godanya.

“Kami hanya mengobrol semalaman lalu tertidur di sofa. Tidak melakukan yang aneh-aneh, Yuu.”jelas Yunho tajam pada adiknya itu.

“Melakukan yang aneh-aneh juga tidak apa-apa, Yunho-ya. Berikan kami ponakan.”goda Yesung yang dibarengi dengan kikikan geli Yuuri.

“Hyung!” “Oppa!”

Wajah pasangan kekasih itu berubah menjadi merah.

Yesung mengemudikan mobilnya ke belokan ke arah kampus Ang Hyeon. Tetapi sialnya, jalan itu ternyata macet total.

“Eottohke? Kenapa bisa macet sih?!”Ang Hyeon kembali panik. “Huwaaa~ aku bisa terlambat ujian!”

“Aduh, padahal tinggal 3 kilometer lagi. Kalau turun disini nanti kesananya naik apa?”Yunho jadi ikut panik.

Yuuri kemudian melirik Yesung dengan mata berbinar-binar. “Jongwoon Oppa, di bagasi ada sepeda lipatku kan?”

“Ah, ne. ada sepeda!”jawab Yesung antusias.

Tanpa ba bi bu Yunho langsung keluar mobil dan berjalan ke belakang mobil. Ia membuka bagasi dan mengeluarkan sepeda lipat Yuuri dari dalamnya.

“Oppa, michyeosso?!”seru Ang Hyeon dan Yuuri kaget saat Yunho membawa sepeda lipat Yuuri ke trotoar. Ia memasang sepeda itu tanpa mempedulikan orang-orang yang mulai memperhatikannya.

“Lee Ang Hyeon! Ppalli! Aku antar!”seru Yunho. Orang-orang mulai berkerumun di sekitarnya dan memotretnya.

“Ha… hajiman…”Ang Hyeon bingung. Bagaimana mungkin Yunho berani mengajaknya naik sepeda tanpa penyamaran?!

“Ppalli! Nanti ujianmu terlambat!”

Mendengar kata ujian Ang Hyeon langsung bergegas meraih tasnya dan berlari ke arah Yunho. Ia duduk di boncengan sepeda dan memeluk pinggang Yunho.

“Pegangan yang kuat!”perintah Yunho. Ang Hyeon lalu memeluk erat pinggang Yunho dan Yunho mengayuh sepedanya keluar dari kerumunan dengan cepat.

Berkali-kali sepeda itu meloncat-loncat karena Yunho mengemudikannya terlalu cepat, membuat Ang Hyeon memeluk Yunho semakin erat dan memejamkan mata karena takut.

Yunho sudah tidak mempedulikan apapun saat ini. Ia tidak peduli jika orang-orang di jalan mengenalinya bahkan memotretnya. Yang ia pedulikan hanya Ang Hyeon sekarang. ujian Ang Hyeon yang terancam terlambat.

Akhirnya mereka sampai di gerbang kampus Ang Hyeon.

“Dimana kelasmu?”tanya Yunho.

“Fakultasku di belakang!”

Yunho mengayuh sepedanya semakin cepat menuju gedung fakultas Ang Hyeon. Kemudian ia menghentikan sepedanya di parkiran gedung fakultas Ang Hyeon. Ang Hyeon langsung turun dan melihat jamnya tangannya. Ia mendesah lega. Masih sepuluh menit lagi ujiannya dimulai.

Ang Hyeon melangkahkan kakinya ke gedung fakultasnya.. Tapi ia kembali berbalik lalu menghampiri Yunho dan mencium pipi namja itu.

“Gomawo, Oppa.”ucapnya dengan tersenyum lebar. Lalu berlari masuk ke gedung fakultasnya.

Yunho balas tersenyum lebar. “Hwaiting, Lee Ang Hyeon!”serunya, membuat Ang Hyeon menghentikan larinya dan berbalik melihat namjachingunya itu. Ia tertawa kecil, lalu kembali berlari.

Kemudian Yunho tersadar akan sekelilingnya. Sudah banyak orang yang berkerumun di sekitarnya dan memotretnya. Ia mendesah. Lagi-lagi tertangkap basah fans. Tapi kali ini ia tidak bisa mengelak lagi kan?

***

Yuuri dan Yesung tertawa geli saat melihat foto Yunho dan Ang Hyeon yang mengendarai sepeda di headline berita internet.

U-Know Yunho Mengungkap Hubungan Spesialnya dengan seorang Wanita.

~END~

Ng…. *speechless*

Wah ini FF bener2 deh ya, kok aku ngerasa jadi campur aduk gini sih pas baca ulang? Rencananya sih genrenya romance doang, tapi kok kayaknya ada komedi gak jelas y?  ==”

Gimana Rachel, love story kamu sm Oppaku? Mudah2an suka ya!😄

Ayo dikomen dikomen~ *ala tukang jualan*

21 thoughts on “{YunHyeon Couple} You’re My Destiny (prequel: I Never Forget You) 3/3”

  1. .yey eooonnnnn….
    .aku komen lagi yak…:D #fina eonnie: kagak bosen ini anak…==”
    .itu yunppa so sweet banget….>///<
    .i like it…XD

    1. .ah.,emang tak ditakdirkan komen.ku gak bakal bisa lengkap. . .T.T
      .ngenes bgt aku iniiii…huuwwweeee *nangis guling-guling. .T^T*

  2. penuh dg perjuangan tp dengan keberanian yunho akhirnya dy bs dapetin ang yeon. .
    gara2 saran dr changmin jg. .
    keren ceritanya. .

  3. Akhirny ngerti hub ang sm yun… Kekekekeke tp kasian yaaa seunghyun, sini sm aq aj yaaa (o・_・)ノ”(ノ_<。) ceρн… ceρн… ceρн… Ahahaha😀

  4. ngahahahahahaha xD
    *ngakak gaje*

    asik ih asikkk..
    sungri nya muncul.. xD *lho

    harusnya sungri duluan yg kasih ponakan buat yunho ituu.. –”

    minta ponakannnn.. ><

  5. Annyeong ^^
    Aku balik lagi
    Kekeke
    Bikin mpe married donk
    ‎​♧=DH̲̣̣̣̥ɑ̤̈H̲̣̣̣̥ɑ̤̈=D♧
    Setuju ama yg minta ponakan dr sungri
    Hahaahaa (`▽´)-σ (evil.laugh)
    Kyaa like this bgt

  6. ceritanya seru. suka deh sama FF ini, sebelumya sempet kelewat pas mau baca yg lain tapi ke klik yg ini dan ternyata dibaca asyik.. daebak buat authornya😀
    saran : terusin endingnya kalo bisa, biar pas dan jelas endingnya.

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s