[JinRin Couple] Paris! It’s Sherlock time!

 

Title                : [JinRin Couple] Paris! It’s Sherlock Time!

Author            : hgks11

Main Cast       :

–       Lee Jinki – SHINee

–       Park Harin – OC

Support Cast :

–       SHINee’s members

–       Park Minrin

Rating             : T (Teens)

Genre             : AU, Romance

Length            : Series

Ps                    : also published at blacksmiling.wordpress.com. maaf kalau ceritanya datar, hehe. Hope you’re enjoy it guys😉

-oOo-

Harin’s POV

 

Charles de Gaulle Airport Paris, March 18th 2012

Mataku berbinar-binar menatap ke sekelilingku. Kuhirup nafas dalam-dalam, merasakan udara di negeri yang terkenal sangat romantis ini. Paris, I’m coming!

Kulangkahkan kakiku keluar gate penerbanganku. Kurogoh sakuku, mencari handphone milikku. Dengan lincah, jari-jariku mencari nomor telepon milik Pierre Oncle.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo, Harin-a?”

“Ne. Where are you now, Pierre Oncle?

I’m in the parking area. Did you already take off?”

“Geez. If I’m not already take off, I can’t calling you now Pierre Oncle”

“Haha, sorry. I’m forget. Wait a second, okay? I’ll be there”

Klik.

Ia mematikan sambungan telepon. Kulangkahkan kakiku menuju pinggir jalan—tempat di mana biasanya banyak bus dan taxi. Kugeret dengan susah payah koper yang ada di tanganku. Well, sebenarnya tidak terlalu berat. Aku hanya melebih-lebihkannya pada kalian, kkk~

Sudahkah aku memberitahu kalian tentang Pierre Oncle? Oh, sepertinya belum ya? Pierre Oncle adalah salah satu orang kepercayaan appaku. Dan kami—keluargaku—terutama aku sudah menganggapnya seperti keluarga kami sendiri. Dan kalian tahu berapa umurnya? Sebenarnya, aku lebih pantas memanggilnya Frère—Oppa—daripada Oncle. Umurnya sama dengan Kyu oppa! Tapi aku lebih senang memanggilnya Oncle. Dan sepertinya ia tidak keberatan. Selain itu, Pierre Oncle adalah Kepala Direktur di kantor butik milik appaku yang berada di sini.

Tiin! Tiin!

Reflek aku menoleh ke sumber suara. Sebuah mobil Mercedes Bens berwarna hitam gagah, melaju pelan ke arahku. Tak perlu repot-repot untukku menerka siapa yang berada di dalam mobil itu. Aku sudah hafal mati siapa pemilik mobil mewah itu. Aku memberi isyarat pada seorang petugas Airport yang berada di dekatku, untuk memasukkan koperku ke dalam bagasi mobil Pierre Oncle.

Merci” aku tersenyum pada petugas itu. Ia hanya menganggukkan kepalanya hormat, dan kembali ke tempatnya semula.

Salut, dear” sapa Pierre Oncle saat aku memasukki mobilnya.

Salut, Pierre Oncle” balasku menaruh tas kecilku di atas dashboard mobilnya.

How was your flight?”

“Yeah, as usually. Boring”

“Did you get a scholarship again?”

“Hmm, yes. Did you think I take a holidays, huh?”

“Haha, maybe. Ckck, you’re still smart until now, yah.. haha” Pierre Oncle mengacak-acak puncak kepalaku.

“Ya! Stop it!” seruku menggembungkan pipiku.

“Haha, you’re not changed Harin” ujarnya tersenyum. Aku memilih untuk tak merespon ucapannya, dan menyalakan tape yang ada di mobilnya. Kutekan tombol-tombol di tape, untuk mencari channel radio yang kuinginkan. Sampai tiba-tiba sebuah radio memutar lagu yang sangat familiar untukku. Lucifer, Japan version. Tanpa sadar aku tersenyum mendengar suara namja yang kurindukan. Ternyata ia cocok juga berbicara dengan bahasa Jepang.

Isn’t it your boyfriend’s song?” aku menatap nanar ke arah Pierre Oncle. Bagaimana ia bisa tahu?

Your dad told me. His boyband is so famous here. If you wanna now bout that”

Are you serious?”

“Am I look like I’m lying?”

“Did you know where are they sell all bout K-Pop here?”

“Of course, I know”

-oOo-

Aku memandang takjub isi toko ini. Wow! aku benar-benar tak menyangka ada toko seperti ini di Paris. Toko ini bisa dibilang sangatlah luas. Mereka menjual semuanya! Mulai dari CD, Album, Poster ntah itu Tube Poster atau Big Poster, Kaos, Hoodie, bahkan sampai Lighstik dan baju-baju yang trend di Korea pun ada! Dan penataannya sangat rapi! Mereka memisahkan merchandise-merchandise itu berdasarkan nama boybandnya. Aku yakin, yang mempunyai toko ini pasti seorang freak K-Poper.

C’mon Oncle!” seruku mengajaknya ke salah satu sudut toko ini. Kuhampiri sebuah sudut di mana terdapat semua hal tentang SHINee. Sayangnya mereka belum menjual album SHINee yang baru. Ah! Aku lupa. Album itukan baru akan dirilis digital tanggal 19 nanti. Berarti besok  ya?

Hey, Harin. Why you didn’t buy something? Here, they can translate all of the album. If you wanna do it” aku memandang heran ke arah Pierre Oncle.

What’s your mean?”

Ck. You don’t understand?” aku menggelengkan kepalaku innocent. Ia tampak mendecakkan lidahnya kesal.

They have a program that can change the language into english instanly. Did you understand what I’m talkin’ about?” aku—lagi lagi—menggelengkan kepalaku innocent. Ia tampak mengacak rambutnya frustasi. Kkk~ lucu sekali melihatnya seperti ini. Pemandangan yang langka.

Aish, whatever! I know, you’re just making fun of me, rite? Geez” haha! Kenapa ia bisa tahu?

Kkkk~ finally, you aware” ujarku cekikikan. Pierre Oncle tampak menunjukkan wajah datarnya padaku.

I’m sorry, Pierre Frère” ucapku yang membuatnya langsung tersenyum.

“Gwaenchana, Harin” ujarnya dengan aksen yang sangat aneh. Aigoo, Pierre Oncle! Stop make me laughing!!

-oOo-

20.00 FT, March 18th 2012, Tour Défense 2000

 

Huwaaa~ finally! Aku sampai juga di apartemenku. Well, sebenarnya aku sudah berkali-kali ke sini, dan terutama ke Paris. Tapi pesona Paris benar-benar tak bisa membuatku berhenti terpesona. Contohnya saja apartemenku ini. Apartemen ini berada di distrik bisnis terbesar di Paris, bahkan di Eropa! Apartemenku ini berada di kota Puteaux, La Défense, sebuah pinggiran kota Paris. Gedung apartemen ini memiliki tinggi 136 meter atau 446 kaki, dan 46 tingkat! Kurang lebih terdapat 308 apartemen di gedung ini. Amazing, rite?

Seandainya saja aku bisa berlibur ke Paris bersama Jinki oppa. Huwaaa~ How’s perfect that day! Yeah.. I hope.. someday..

-oOo-

10.00 FT, March 19th 2012, Place de la Concorde

 

Kuberi tanda checklist di list tugasku. Aku sudah mengunjungi Place de la Concorde, salah satu tempat yang harus kukunjungi di Paris. Sudah 2 jam aku berputar-putar di sekitar sini. Dan, wow! Aku benar-benar dibuat takjub dengan Place de la Concorde ini.

SHINee is back.. SHINee is back.. back..back..back..back..

Dengan terburu kurogoh sakuku. Aku segera menekan tulisan receive saat melihat ID Caller yang menelponku.

“Yeoboseyo?”

“Chagiyaaaa~” aku tersenyum mendengar suara manja dari seberang telpon. Aigoo, aku benar-benar merindukan suara ini

“Ne, waeyo?”

“Kau sudah mendengar Sherlock?”

“Hmm.. Ne~ wae?”

“Kkk~ anieyo.. otteyo?”

“Neomu neomu neomu neomu joahae!”

“Jinca? Hehehe, gomawoyo chagiya~”

“Emm! Cheonma oppa. Oppa! Kapan mvnya akan keluar? Aku sudah tidak sabar~”

“Sayang sekali, mvnya akan keluar setelah kami comeback stage. Gwenchana?”

“Huft.. Gwenchanayo.. aku akan sabar menunggunya” ujarku memaksakan sebuah senyum di bibirku.

“Mianhae Harin-a..”

“Gwenchanayo Jinki oppa. It’s okay

“Gomawoyo~ apakah kau masih di Paris, chagiya?”

“Ne, oppa mau menitip oleh-oleh?”

“Aniyo, tidak perlu. Hanya kau kembali dengan selamat ke Korea Selatan, itu sudah lebih dari cukup untukku chagiya~ #eaaaa”

“Aish, oppa! Stop deh gombalnya!”

“Hahaha, pasti wajahmu memerah sekarang Harin-a”

“Ya! Berhenti menggodaku!” pekikku. Dapat kurasakan wajahku memanas. Kututup wajahku dengan sebelah tanganku, saat Pierre Oncle menatap heran padaku. Dapat kudengar suara tawa puas dari seberang sana.

“Ya! Awas kau Lee Jinki!!”

Klik.

Kuputuskan sambungan telponku dengan Jinki oppa. Aku menggerutu kesal dengan tingkah laku Jinki oppa. Tidak bisakah ia berhenti menggodaku?

“Hahaha” kulirik tajam Pierre Oncle yang kini sedang tertawa di sebelahku.

“Ya! Why are you laughing, huh?

“Haha, I’m sorry Harin-a..” ujarnya masih tertawa kecil. Kualihkan pandanganku dari Pierre Oncle ke arah lain. Tiba-tiba aku terpikir dengan toko K-Pop kemarin. Apakah sudah ada merchandise Sherlock di sana?

-oOo-

20.00 FT, March 19th 2012, Tour Défense 2000

 

Dengan berat hati aku harus kembali ke apartemenku dengan tangan kosong. Mereka bilang stock untuk mini album SHINee, Sherlock masih kosong. Kemungkinan besok baru akan ada stock untuk album Sherlock. Otte? Padahal besok aku sudah harus kembali ke Seoul lagi. Aish! Molla~~ lebih baik aku tidur sekarang!

-oOo-

12.00 FT, March 20th 2012, Charles de Gaulle Airport Paris

 

“Gomawo Pierre Frère! Je t’aime!!” aku berlari kepelukan Pierre Oncle. Bisa kalian tebak apa yang sedang terjadi sekarang? Pierre Oncle membelikanku album Sherlock! And guess! Dia membelinya seperti yang aku pikirkan! Album sherlock english version! Isn’t it cool?

Haha, you’re welcome Harin-a! That’s for my lovely.. umm.. yeodongsaeng? Isn’t right, yeo.. what’s that?” aku tertawa kecil melihat ekspresinya yang sedang berpikir itu. Lucu sekali jika sudah melihatnya berpikir tentang bahasa Korea. Pemandangan langka.

Yeo-dong-saeng Pierre Oncle, kkk~”

Ah, that’s right! Yeo-dong-saeng! For my lovely yeodongsaeng!” matanya terlihat berbinar-binar setelah bisa mengatakan yeodongsaeng dengan benar. Aigoo~ seandainya Minrin eonni berpacaran dengan Pierre Oncle.. ah, andwae! Nanti Key oppa ngamuk-ngamuk padaku dan Jinki oppa lagi-,-

Haha, your face are so funny! Stop make me laughing!” aku masih saja tertawa melihat Pierre Oncle.

I think I’ll miss you so badly, Pierre Oncle” kata-kata itu meluncur dengan sendirinya dari mulutku tanpa komando. Ya, sepertinya aku memang benar-benar akan merindukan tingkah lucu dan pemandangan langka darinya saat di Seoul nanti.

Kkkk~ me too, Harin-a” ia mengacak pelan puncak kepalaku. Kali ini aku tidak protes. Yah, bisa dibilang menikmati detik-detik terakhir sebelum aku meninggalkan kota Paris ini. Kota yang selalu membuatku terkagum-kagum akan pesonanya.

An airplane to Seoul, South Korean will be take off in a few minutes. To the passengers, please get ready soon

Well, I think I’ve to go now, Pierre Oncle

That’s okay~ keep your health Harin-a. And tell your boyfriend, his song is good. I’ll listen to it

“Ne, I’ll tell him later” ujarku tersenyum.

Airplane with destination city Seoul, South Korea will be take off in a few minutes. For the passengers, please get ready as fast as soon. Thank you” sepertinya sudah saatnya aku meninggalkan kota yang indah ini. Kota yang selalu membuatku terkagum-kagum akan pesonanya, Paris.

I think I’ve to go now, Pierre Oncle. Visit Seoul someday, Oncle! And visit Minrin eonni too, kkkk~” godaku padanya.

PLETAK!

Appo~” rengekku padanya. Kenapa Pierre Oncle menjitak kepalaku sih? Kan yang aku katakan memang benar. Ia menyukai Minrin eonni.

Geez, shut up you mouth, my little yeedongsaeng. Or you’ll get the risk” aku merinding melihat senyum evil yang terpampang jelas di wajah Pierre Oncle. Menyeramkan sekali >.<

A-arasseo Oncle” ujarku terbata-bata.

Haha, don’t look at me like that, Harin-a~ keep your healthy, okay?” ia mengacak pelan puncak kepalaku.

Ne, of course! You too, Frère! Keep your healthy. Bye~ see you soon” aku melambaikan tanganku pada Pierre Oncle, dan melangkahkan kakiku untuk check in. Bahkan, sampai saat-saat terakhirku di sini, aku tak henti-hentinya dibuat terkagum-kagum dengan pesona Paris. Just hope, someday I can visit Paris again, with Jinki oppa.

-oOo-

09.05 KST, 21st March 2012, a Cafe

 

Klining.. Klining..

Kulangkahkan dengan terburu kakiku memasuki cafe ini. Kuedarkan pandanganku ke dalam cafe. Mencari-cari sosok Channi. Dia berkata kalau dia mengenakan kaos panjang berwarna hijau, celana krem, dan BINGO! Itu dia! Tapi, kenapa dia bersama seorang namja? Nugu?

Akhirnya aku memantapkan niatku untuk menghampiri yeoja yang kukira Channi.

“Channi-ya” sapaku ragu. Yeoja itu mendongakkan kepalanya, membuat wajahnya terlihat jelas.

“Harin-a! Kajja, duduk di sebelahku!” aku menganggukkan kepalaku dan duduk di kursi sebelah Channi. Aku melemparkan pandangan bingungku pada namja yang berada di hadapan Channi. Sepertinya, wajah namja di depanku tidak terlalu asing.

“Harin-a, kau tidak tahu siapa yang berada di sampingmu?” tebak Channi. BINGO! Betul sekali Channi-ya.

“Kkkk~ masa kau melupakan oppa tersayangku ini? Lee Gikwang” DEG! Jadi, namja yang berada di hadapanku kini adalah Lee Gikwang? Ex-namchinku?

“Ah, mianhaeyo Gikwang-ssi. Aku tidak sadar karena kau mengenakan syal yang begitu tebal. Mianhamnida” aku tersenyum canggung pada Gikwang.

“Ne, gwenchana Harin-a” suasana diantara kami berubah menjadi canggung. Apakah namja ini masih mencintaiku sampai sekarang? Ya Tuhan, kenapa aku bertemu dengannya lagi sekarang?

Aku melemparkan tatapan bertanyaku pada Channi. Bukankah ia bilang ia hanya sendirian?

“Ah, Gikwang oppa, kenapa tiba-tiba kau ke sini?” ujar Channi berusaha menjelaskan padaku, bahwa ia juga tidak tahu kenapa Gikwang ada di sini.

“Aku hanya ingin menjaga dongsaengku yang sedang ngambek ini” ujar namja itu mengacak pelan puncak kepala Channi.

“Channi ngambek?” akhirnya kuputuskan untuk angkat suara. Kenapa Channi ngambek? Aigoo, anak satu ini. Apakah ada hubungannya dengan Yoseob oppa?-_-

“Ne, Channi ngambek sama Yoseob” tutur namja itu tersenyum padaku. Aku hanya menatapnya datar dan menatap Channi.

“Ckckck.. kau masih belum berubah, Channi-ya” aku menggelengkan kepalaku heran pada yeoja di sampingku ini. Ck, ia sudah menjadi artis sekarang. Tapi tetap saja sifat childishnya itu tak berkurang sama sekali. Biar kutebak, pasti ia cemburu dengan Yoseob oppa kan? Karena mv Yoseob dan Eunji yang aku bilang kemarin bukan? Ck, Lee Channi. You’re not change, still same.

“Ya! Harin-a! Jangan salahkan aku~ itu salah Yoseob oppa yang tak memikirkan bagaimana perasaanku, karena ia tidak memberitahuku tentang duetnya itu dengan Eunji!” aku menggelengkan kepalaku lagi mendengar pembelaan Channi.

“Kau sudah makan, Harin-a?” aku tertegun dengan pertanyaan namja ini, Lee Gikwang. Don’t say that he still loving me until now. Okay, mungkin kalian mengira aku terlalu percaya diri berspekulasi seperti itu. But, I just worry about that.

“Ani. Kau sudah makan Channi-ya?” tanyaku pada Channi. Channi menggelengkan kepalanya dengan wajah innocentnya itu.

“Karena Yoseob oppa yang memasak, aku tak jadi makan”

“Mwo?!” aku membulatkan mataku mendengar jawaban polos Channi. Hey! Setahuku Yoseob oppa jarang sekali memasak, dan Channi tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan saat Yoseob oppa memasak. Dan sekarang?

“Lee Channi. I think you’ve blind because of you jealousy” lagi-lagi aku menggelengkan kepalaku karena Channi. Anak satu ini memang, aaaarrgh! Molla~!

“Hehe” Channi hanya cengengesan tak jelas melihat wajah frustasiku karenanya.

-oOo-

15.00 KST, 21st March 2012, Channi’s Apartement

 

Sore ini aku harus rela terjebak di apartemen milik Channi. Wajahnya tampak begitu berbinar-binar saat aku datang barusan. Biar kutebak, pasti dia sudah berbaikan dengan Yoseob oppa.

“Sudah berbaikan dengan Yoseob oppa, eo?” kuhempaskan tubuhku di atas sofa empuk di depan tv. Kuraih remote tv, mengganti channel yang sedang tayang di hadapanku.

“Hehe, kau tahu saja Harin-a” Channi menghampiriku dengan dua mangkuk es krim yang terlihat sangat lezat. Dengan lincah tanganku menyambar mangkuk yang berisi es krim coklat dengan mesis warna-warni yang bertaburan di atasnya.

“Tentu saja aku tahu” ujarku melahap sesendok es krim.

“Caranya meminta maaf yang membuatku kaget. Ia memberikanku sebuah cake, bernyanyi untukku, dan cincin ini” aku mengalihkan pandanganku pada cincin yang dikenakan Channi sekarang. Keningku berkerut melihat cincin yang melingkar di jari Channi.

“Kenapa sederhana sekali?” ujarku menyuarakan apa yang ada di pikiranku. Channi hanya tersenyum mendengar pertanyaanku.

“Ya!” aku mendengus kesal karena pertanyaanku tidak di jawab olehnya.

“Karena, cinta itu untuk kami simple. Sama halnya dengan cincin ini. Jadi, jangan membuatnya terlihat begitu rumit” ujar Channi tersenyum. Aku ikut tersenyum mendengar ucapannya. Ya, dia memang benar. Cinta itu memang simple, tapi begitu berarti. Sehingga kau mau melakukan apa saja hanya demi cinta, demia orang yang kau sayangi.

“Bilang saja, karena tidak ingin ketahuan dengan fans kalian” ujarku meledeknya.

“Itu mah beda lagi, Harin-a. Haha” aku dan Channi tertawa lepas bersama. Sudah lama sekali kami tidak menghabiskan waktu bersama seperti ini.

“Harin-a”

“Hmmm” aku menolehkan kepalaku ke arahnya sambil terus menyendokkan es krim ke dalam mulutku.

“Jinki oppa sudah tahu kau di sini?” tanyanya memasukkan sesendok es krim vanila miliknya ke dalam mulutnya.

“Anieyo. Belum” aku menatapnya dengan wajah innocentku. Ia menatapku dengan pandangan bertanyanya.

“Aku ingin memberikannya surprise” aku berbicara sebelum ia sempat memprotesku. Dapat kulihat dari manik mataku ia mengangguk paham.

“Surprise apa yang ingin kau berikan?” tanyanya antusias. Well, anak ini selalu antusias jika sudah menyangkut surprise. Tapi benar juga apa yang dikatakan Channi. Surprise apa yang akan kuberikan?

“Molla” aku menaikkan kedua bahuku.

“Bagaimana kalau…….”

-oOo-

Author’s POV

 

22nd March, Mnet Countdown

Onew tampak berjalan mondar-mandir di ruang backstage SHINee. Tinggal beberapa menit lagi mereka—SHINee—akan comeback dengan mini album terbaru mereka, Sherlock. Namun ada yang mengganjal di hati namja itu. Yang membuatnya berjalan ke sana kemari tidak jelas.

“Ya, onew hyung! Stop berjalan tidak jelas seperti itu! aku pusing melihatnya” protes Key yang masih di rias oleh salah satu coordi di ruangan itu. Onew tidak menghiraukan protes dari dongsaengnya itu. Ia masih berjalan ke sana kemari tidak jelas, sambil menggenggam handphone di tangannya.

“Harin belum menghubungimu, hyung?” tanya Minho langsung tepat sasaran. Onew mengangguk mengiyakan ucapan Minho.

“Handphonenya tidak aktif, Minho-ah” tampak sekali raut khawatir di wajah Onew. Akhirnya namja itu duduk di salah satu sofa di dekat Minho yang belum selesai dirias. Minho memandang iba pada hyungnya itu.

“Mungkin handphonenya lowbat hyung, atau ia sedang di pesawat. Bisa sajakan? Jangan terlalu khawatir” ujar Minho berusaha menghibur hyungnya itu. Jonghyun yang sudah selesai dirias menghampiri hyungnya itu. Menepuk pundak leader SHINee itu.

“Ne. Benar apa yang dikatakan Minho, hyung. Jangan terlalu khawatir” Jonghyun tersenyum pada Onew.

“Ne, kalian benar. Aku tak perlu terlalu khawatir. Gomawo Minho-ah, Jjong” ujar Onew tersenyum tipis.

“Hyungdeul! Kajja! 5 menit lagi kita naik panggung” seru Taemin dan Key yang sudah berada di depan pintu ruangan backstage SHINee itu.

“Kajja hyung” ajak Minho yang sudah selesai dirias. Tepat waktu sekali.

“Ne” Jonghyun dan Onew bangkit dari tempat duduk mereka, dan menyusul dongsaeng-dongsaeng mereka yang sudah berada di depan pintu backstage.

“Aku gugup sekali hyung. Ini sudah lama sekali saat terakhir kita mempromosikan Hello” aku Taemin polos. Onew tampak tertawa kecil melihat dongsaengnya itu. Begitu pula dengan Jonghyun, Minho, dan Key.

“Tak usah dibawa nervous seperti itu Taeminnie!” nasihat Key.

“Ne, enjoy saja” timpal Minho.

“Kita pasti bisa” Jonghyun ikut bersuara.

“Calm down, Taemin-ah” ujar Onew tersenyum tipis.

“A-yay hyungdeul!” Taemin mengangkat tangannya, memberi hormat pada hyung-hyungnya.

“Haha, uri Maknae neomu kyeotaaa~” Key mencubit pipi Taemin. Jjong, Minho dan Onew tertawa melihat tingkah Taemin. Ternyata maknae SHINee ini masih tidak berubah. Terlalu polos, haha.

“SHINee, dipersilahkan untuk naik panggung” ujar salah satu staff memberi instruksi pada Onew, Jjong, Key, Minho dan Taemin. Mereka mengangguk mantap bersama. Onew mengulurkan tangannya, diikuti oleh Jjong, Key, Minho dan Taemin di atas tangan Onew.

“SHINee, fighting!!”

***

Harin’s POV

 

Tebak, sekarang aku ada di mana? Kkk~ sekarang aku ada di barisan paling depan, dekat dengan panggung di mana SHINee akan comeback dengan lagu Sherlock mereka, beberapa menit lagi. Pasti Jinki oppa akan sangat terkejut melihatku di sini. Kita tunggu saja, sampai mereka selesai membawakan lagu sherlock.

Terdengar intro lagu stranger mulai dinyalakan. Omo! Mereka berlima muncul dari bawah stage! Jinki oppa berdiri di paling pinggir sebelah kiri. Tepat sekali aku berdiri di sini. Di tengah-tengah, haha. Aish! Cepat nyalakan lampunya! Aku ingin melihat Jinki oppa dengan rambut mushroomnya!

Aku terus berteriak dalam hati.

 

Naseon geueoldeullo dagawatdeo

 

“Kyaaaa~!!” aku reflek mendengar suara Jonghyun oppa. Aigoo, mereka tampak keren sekali!

“Jinki oppa!” seruku saat melihat sosoknya yang terlihat begitu tampan. Huwaaa~ aku suka sekali dengan baju yang dipakai Key oppa! Kaos yang dikenakan Minho oppa juga bagus. Aigoo, Key oppa memang fahionista sejati! Sama saja seperti Minrin eonni. Tapi aku benar-benar menyukai pakaiannya yang ini. Nanti aku akan memaksanya untuk memberikannya padaku, haha. Ah, topinya juga! kekeke, dia pasti mau memberikannya padaku.

Mataku tak lepas memperhatikan Jinki oppa sedari tadi. Ia tampak begitu tampan dengan rambut mushroomnya itu. Membuat garis tegas di wajahnya lebih terlihat. Sepertinya ia tidak menyadari keberadaanku. Sampai lagu stranger berakhir pun, aku sama sekali tak mendapat kontak mata dengannya. Ah, aku tak peduli dengan itu. Yang penting aku melihatnya sekarang.

Lampu stage kembali gelap. Dapat kulihat samar-samar beberapa staff sedang mondar-mandir di atas stage, menata dekorasi untuk comeback SHINee, sherlock.

Drrt.. Drrt..

Kurogoh handphoneku yang ada di sakuku. Aku menautkan alisku, membaca caller id yang mengirimku pesan. Key oppa?

 

From     : Key oppa

Harin-a, kau ada di depan stage M! Countdown sekarang? Kau menonton comeback kami? Kapan kau pulang dari Paris? Kenapa tidak memberitahuku, hah?!

 

Aku menggelengkan kepalaku melihat isi pesan Key oppa. Namja satu ini peka sekali. Tidak seperti Jinki oppa, apalagi kalau sangtaenya kumat. Ia sangat amat tidak peka padaku. Dengan segera aku mengetikkan balasan pesan pada Key oppa.

 

To           : Key oppa

Ne, aku sudah pulang dari Paris sejak kemarin. Tapi jangan beritahu Jinki oppa. Aku ingin ia tahu sendiri, arasseo?

 

Sent!

Aku menekan tombol sent, dan pesanku terkirim pada Key oppa.

Drrt.. Drrt..

Handphoneku kembali bergetar. Lagi-lagi aku menautkan alisku melihat caller id yang mengirimku pesan. Minho oppa?

 

From     : Minho oppa

Kau menonton comeback kami di M! Countdown Harin-a? Apa aku tak salah lihat? Mataku tidak bermasalahkan? Itu benar-benar kau Harin-a? Bukankah kau masih di Paris?

 

Aku berdecak melihat isi pesan dari Minho oppa. Inti dari pesan itu sama seperti yang Key oppa kirim barusan. Akhirnya aku mengirim pesan yang kukirim tadi pada Key oppa, ke Minho oppa juga. Aku bergegas mengembalikan kembali handphoneku ke kantongku. Tapi lagi-lagi handphoneku bergetar. Kali ini pesan dari Jonghyun oppa. Isinya? Ck, sama saja seperti Key dan Minho oppa. Kukirim lagi balasan pesanku pada Jonghyun oppa. Ah, sekalian saja pada Taemin. Sepertinya ia juga akan mengirimku sms yang isinya sama.

Sent!

Aku mengirim balasan pesanku pada Jonghyun oppa dan Taemin.

Drrt.. Drrt..

Kenapa handphoneku jadi ramai seperti ini sih? Ck, pesan dari Taemin. Tuhkan, benar apa kataku. Ia mengirimiku pesan yang intinya sama dengan oppadeul yang lain.

Drrt.. Drrt..

Lagi-lagi handphoneku bergetar. Aku menatap heran caller id yang tertera. Kenapa Taemin mengirimiku pesan lagi?

 

From     : Taeminnie

Huwaaa~! Noona! Cepat sekali kau membalas pesanku. Padahal aku baru menekan tombol sent, dan sedetik kemudia pesanmu masuk. Noona hebat! b^^d

 

Aku membulatkan mataku tak percaya dengan isi pesan dari Taemin. Aigoo, anak ini polos sekali-_-

Suara intro sherlock mengalihkan pandanganku ke arah stage, dari handphoneku. Segera kumasukkan handphoneku ke dalam kantong, dan mulai memperhatikan stage. Aigoo, gelap sekali! Aku tak dapat melihat wajah Jinki oppa dengan jelas. Mereka berdiri dari tempat duduk mereka, lalu berjalan ke tengah stage. Seperti membuat sebuah barisan, tapi saling berhadapan. Dengan Minho di paling depan, lalu di belakangnya ada Key oppa, Jonghyun oppa, Jinki oppa, dan yang paling belakang Taemin.

 

SHINee’s back.. SHINee’s back.. SHINee’s back.. back back back back

 

“Kyaaaaa~!!!” aku berteriak melihat mereka perform sherlock di hadapanku. Minho tersenyum tipis sebelum membalikkan badannya. Aigoo, taemin terlihat tampan sekali! Lebih tepatnya cantik sih, hehe. Tapi aku suka melihatnya. Dengan rambut panjang seperti itu, ia terlihat seperti salah satu tokoh komik. Hmm, siapa ya? Aish, aku lupa. Yang penting Taemin terlihat keren!

“Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, Sherlock, Lee Taemin, SHINee!” aku ikut menyerukan fanchant yang disuarakan shawol yang lain. Omo! Jonghyun oppa keren sekali! Ia bertambah tampan saja, haha.

“Kyaaa!” aku reflek berteriak saat giliran Jinki oppa menyanyi. Aigoo! Rambut mushroomnya di belah di bagian tengah poninya! Ntah kenapa aku berpikir ia terlihat seperti vampire dengan rambut seperti itu. Tapi tentu saja cute vampire, bukan vampire menyeramkan seperti yang ada di film horror. Huwaaa~!! Key oppa juga keren! Apalagi saat bilang freeze! Ia terlihat keren sekali~!! Kekeke, Minrin eonni tidak salah memilih Key oppa.

Aku memfokuskan pandanganku pada Jinki oppa lagi. Aigoo~ nae cute vampire, haha. Ia benar-benar terlihat begitu mempesona. Aku terus menerus meneriakkan SHINee sampai lagu sherlock selesai. Aigoo, di bagian terakhir Jonghyun oppa mampu membuat shawol di sekitarku berteriak histeris. Kuakui, ia terlihat keren sekali di saat ending sherlock. Aku segera melangkahkan kakiku keluar dari tempat penonton yang sesak dengan shawol. Kurogoh sakuku, mencari handphone milikku. Dengan licah jari-jariku menari di atas screen touch handphoneku, mengirim pesan pada Key oppa, Minho oppa, Jonghyun oppa, dan Taemin.

 

To           : Jjong oppa, Key oppa, Minho oppa, Taemin

Oppadeul, geurigo Taeminnie, help me please! Tolong cegah Jinki oppa untuk tidak datang ke dorm kalian sebisa mungkin. Ada surprise yang ingin kusiapkan untuknya di dorm. Arasseo? Gomawo ;D

 

Sent!

Tak perlu menunggu balasan pesan dari mereka, aku segera menonaktifkan handphoneku. Sekarang, aku harus segera bergegas ke dorm SHINee.

-oOo-

SHINee’s Dorminotory

 

Aku segera menekan password yang sudah kuhapal diluar kepala. Dengan terburu kulangkahkan kakiku memasuki dorm SHINee, dengan sebuah tas hitam yang tersampir di tubuhku. Aku segera berjalan ke kamar Jinki oppa.

Ckreek

Harum parfum khas milik Jinki oppa memenuhi rongga paru-paruku saat aku memasuki kamarnya. Jujur, aku merindukan harum ini. Kuhampiri tempat tidur Jinki oppa yang cukup besar itu. Kurogoh isi tasku, mencari barang yang kucari. BINGO! I found it! Segera kukeluarkan benda tersebut dari tasku dan menaruh di atas tempat tidur Jinki oppa. Aku segera melangkahkan kakiku keluar setelah menaruh benda itu. Aku mengirim pesan pada Key oppa, Minho oppa, Jonghyun oppa, dan Taemin begitu aku keluar dari dorm mereka. Aku memberitahu mereka agar mereka ke dorm mereka sekarang. Semoga Jinki oppa menyukai apa yang kuberikan padanya. Sekarang, aku harus menuju ke tempat itu. Lebih cepat lebih baik, sepertinya.

-oOo-

Jinki’s POV

 

19.00 KST, 22nd March, SHINee’s Van

“Ah~ aku lelah sekali. Hyung, tolong antarkan kami ke dorm sekarang ya” ujar Key.

“Ne, palliwa hyung” timpal Jjong, Minho, dan Taemin kompak. Aku menatap heran ke arah mereka. Tadi mereka seperti enggan sekali untuk sampai di dorm. Sekarang? Mereka malah ingin cepat-cepat sampai di dorm. Aish, molla~ aku tak mengerti apa yang sedang terjadi pada mereka. Kuraih handphoneku yang tergeletak di sebelahku. Aku kembali mencoba menghubungi Harin.

“Argh! Sial” umpatku saat mendengar nada putus. Handphonenya tidak aktif dari tadi siang. Ck, aku khawatir sekali pada yeoja itu. Bagaimana keadaannya di Paris sekarang?

“Hyung, kita sudah sampai. Palliwa~ buka pintunya” suara Taemin membangunkanku kembali ke alam sadar. Aku segera membuka pintu van, dan melangkahkan kakiku keluar van. Aku berjalan di belakang para member, membiarkan mereka berjalan mendahuluiku. Hah, Park Harin. Dia benar-benar menyita pikiranku saat ini.

“Hyung, palli!” seru Jjong. Aku menganggukkan kepalaku, dan segera menyusul mereka berjalan ke arah dorm. Minho tampak memasukkan beberapa digit password dorm kami. Mereka berhambur masuk ke dalam dorm cepat sekali. Saat aku masuk ke dalam dorm, mereka semua sudah masuk ke kamar masing-masing.

“Aish..” tak ada yang dapat kulakukan lagi selain melangkahkan kakiku ke arah kamarku sendiri. Aku melangkah gontai ke arah kamarku. Yang ada diotakku kini hanya yeoja bernama Park Harin. Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah ia masih berada di Paris sekarang? Dia sedang bersama siapa sekarang? Apakah ia baru akan pergi ke salah satu tempat yang menjadi tugasnya sekarang?

Ckreek~

Aku memutar kenop pintuku dengan tidak bersemangat. Kututup pintu kamarku, dan bergegas melepaskan segala macam aksesoris yang masih melekat di tubuhku. Gerakanku terhenti saat sebuha benda kotak dengan bungkus berwarna merah maroon dan pita putih berada di atas tempat tidurku. Kuhampiri benda tersebut. Sepertinya aku tidak mempunyai benda seperti ini.

“Apa bungkusan ini isinya bom?” gumamku pada  diriku sendiri. Ah, sepertinya sangtaeku kumat. Mana mungkin ini isinya bom-,-

Akhirnya kuputuskan untuk membuka bungkusan itu. Aku membukanya dengan sangat hati-hati. Ya siapa tahu isinya benar-benar bom. Kalau benar-benar bom, bisa mati aku-_-

“Ige…” aku menatap heran isi bungkusan ini. Kini ada sebuah album sherlock dengan cover diriku, lalu sebuah surat, dan kaset. Kuraih surat dengan amplop berwarna putih itu. Mungkinkah ini dari fans? Tapi jika dari fans, kenapa hanya ada satu bingkisan, dan ditaruh di atas tempat tidurku?

 

Annyeong Jinki oppa!

Did you know, who am I? Kalau kau tidak tahu, aku akan menonaktifkan handphoneku selamanya!

Kau pasti sudah membuka bingkisan yang ada di atas tempat tidurmu bukan? Kau sudah lihat isinya? Yap! Isinya adalah album sherlock dengan covermu, lalu sebuah kaset, dan surat ini, iyakan? Kekeke~

Kau jangan berpikir album yang kuberikan hanya album biasa! Itu album sherlock english version, yang pertama dibuat! Amazing rite? Haha, siapa dulu dong yang memberikannya :p

Oh, lalu kaset itu. Kau bisa memplaynya di laptopmu. Aku yakin kau pasti akan terkejut melihat isinya. Hahaha xD

Setelah itu, cepatlah datang ke Cafe tempat biasa kita bertemu. Jangan membuatku menunggu terlalu lama, arasseo?

 

-PHR-

 

PHR? Apakah ini dari Harin?

Aku segera menyambar laptopku yang berada di atas meja, dan menyalakannya. Kumasukkan kaset itu ke dalam CD Room laptopku. Aku mengklik satu-satunya file yang terdapat di dalam kaset itu.

“Annyeong Jinki oppa! Hehe, kau pasti bertanya-tanya di mana aku sekarang kan? Aku sudah sampai di Seoul! Hari ini tanggal 21 Maret. Ah, mianhae aku tidak memberitahumu atas kepulanganku. Aku hanya ingin memberikan surprise untukumu. Ehem! Aku akan menyanyikan sebuah lagu, khusus untukmu. Channi membuatnya dadakan sekali barusan. Ia hanya membuatnya dalam waktu 2 jam! Jadi ia meminta maaf jika lagunya jelek, hehe. Baiklah, aku akan mulai bernyanyi sekarang untukmu oppa”

 

I’m sorry, I’ve hurting you

I’m sorry, I’ve make you waiting for me

I’m sorry, I’ve make you difficult to breath

My harsh words that hurting you

My childish behavior

My jealousy

 

You’re that always there for me

Beside me

Standing with all your patient

I’m so thankful for that

I don’t know

I don’t know

What should I do for you

 

My harsh words that hurting you

My childish behavior

My jealousy

I just can loving you

Is it enough for you?

Sorry, I just can loving you

Until I stop breathing

 

Aku tersenyum melihat sosoknya. Sosok yang sangat aku rindukan. Sosok yang memenuhi otakku dengan bayang-bayangnya.

Aku segera meraih jaketku. Kulangkahkan kakiku keluar kamar, dan bergegas ke kamar Minho.

“Minho-ah, aku pinjam motormu” ujarku masuk dengan cepat ke dalam kamar Minho, dan meraih kunci motornya yang tergeletak di atas meja kamarnya. Park Harin, tunggu aku.

-oOo-

Harin’s POV

 

Kulirik jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kiriku. Sudah 1 jam aku duduk di sini. Kenapa Jinki oppa lama sekali? Aku bosan menunggunya di sini.

Kling.. Kling..

Suara lonceng dari arah pintu masuk membuatku mendongakkan kepalaku. Dapat dipastikan seulas senyum terpampang jelas di wajahku melihat sosok namja yang baru saja datang itu. Aku melambaikan tanganku ke arahnya. Akhirnya, orang yang kutunggu datang juga.

“Harin-a!” serunya menghampiriku. Ia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Pelukan yang selalu membuatku merasa hangat, nyaman dan aman.

“Bogoshippoyo~” ujarnya di telingaku.

“Nado” ujarku menganggukkan kepalaku di dalam pelukannya. Setelah cukup lama kami dalam posisi seperti ini, aku melepas pelukannya dan kembali duduk di kursiku. Aku menundukkan kepalaku, tidak berani melihat ke arah Jinki oppa. Dapat kulihat tadi orang-orang di dalam cafe memandang ke arahku dan Jinki oppa saat kami berpelukan. Aigoo, aku malu sekali.

“Ya, Harin-a. Jangan sembunyikan wajahmu seperti itu, haha” ia tertawa kecil. Aku mendonggakkan kepalaku, menatap sebal padanya. Kenapa ia malah menertawakanku sih?

“Arasseo, arasseo. Aku tidak akan tertawa lagi” ujarnya tersenyum manis. Ya Tuhan, aku benar-benar merindukan senyum namja di hadapanku ini.

“Gomawo” ujar Jinki oppa tiba-tiba. Ia meraih tanganku, dan menggenggam tanganku begitu erat.

“Untuk?” aku pura-pura menatap heran padanya.

“Ck, kau tak usah berpura-pura tidak tahu Harin-a” ia berdecak kesal kupermainkan. Aku tertawa melihat ekspresi kesalnya itu. Haha, sungguh menggemaskan sekali.

“Gomawo untuk albumnya, suratnya, kasetnya, semuanya” ujarnya menatap lekat-lekat mataku. Dapat kurasakan wajahku mulai memanas mendengar ucapannya. Aish, lagi-lagi namja ini membuatku bersemu seperti ini.

“Pasti suaraku jelek” ujarku mengalihkan pandanganku darinya.

“Aniya, suaramu bagus Harin-a” ia menolehkan kepalaku ke arahnya dengan jari telunjuk miliknya.

BLUSH!

Lagi-lagi wajahku bertambah merah karenanya.

“Suaramu adalah suara terindah yang pernah kudengar. Begitu lembut dan menenangkan. Joahae” ia tersenyum manis padaku. Senyum yang selalu membuatku meleleh.

“Ah, lagunya juga bagus. Bilang pada Channi, ia sangat berbakat sekali” *author: makasih jinki oppaaa~ aku terima dengan senang hati pujiannya! Haha xD #ditimpuk readers*

“Merci?” ujarnya sedikit ragu. Aku tertawa kecil mendengar logatnya yang aneh itu.

“Ne, merci” ujarku menyakinkannya.

“Kekeke, merci Harin-a!” ujarnya tertawa.

“Harin-a”

“Hmm?”

“Bagaimana jika kita ke Paris, suatu hari nanti?” tawar Jinki oppa. Aku menatap tak percaya pada namja di hadapanku ini. Ia mengajakku ke Paris, bersama?

“Jincayo?”

“Hmm, ne. Apakah kau mau?”

“Ne! Tentu saja aku mau! Aku sangat menginginkan pergi ke Paris bersamamu oppa!” ujarku dengan semangat berkobar-kobar.

“Kalau begitu, bertunanganlah denganku” aku terpaku mendengar ucapan Jinki oppa. Bertunangan?

“Hmm.. Mianhae oppa. Aku belum siap” ujarku penuh penyesalan. Bukannya aku tidak mau bertunangan dengan Jinki oppa. Tapi aku hanya belum siap. Aku belum siap dengan perasaanku. Aku harus lebih bisa menyembunyikan hubungan kami jika kami bertunangan nanti. Dan aku belum siap untuk itu saat ini.

“Mi-mianhae oppa.. hiks.. aku belum siap.. hiks” tanpa kusadari air mata mengalir dari kedua sudut mataku. Aku benar-benar minta maaf, oppa.

“Sshh.. uljima.. Gwenchana. Oppa mengerti. Sudahlah, jangan menangis. Arasseo?” ujarnya menarikku ke dalam pelukkannya lagi.

“Mian..hae.. hiks.. oppa”

“Ssh.. ne, gwenchana. Tak apa apa Harin-a. Sudahlah berhenti menangis” ia melepas pelukannya, dan menangkup kedua pipiku dengan tangannya yang hangat.

“Uljimaaaa~ gwenchana” ia menghapus air mata yang mengalir di pipiku dengan jari-jarinya.

“Sekarang, tersenyum. Kau terlihat sangat jelek jika sedang menangis, Harin-a” ledeknya padaku.

“Ya!” aku memukul pelan dadanya sebagai tanda protesku.

“Makanya, senyum” ia meletakkan jari-jarinya di ujung bibirku, berusaha membentuk sebuah senyuman di wajahku.

“Haha, ne” aku tertawa melihat tingkahnya.

“Gomawo Jinki oppa, saranghae”

“Nado, nado saranghae Park Harin” ujarnya tersenyum manis padaku.

 

I’m sorry, I’ve hurting you

I’m sorry, I’ve make you waiting for me

I’m sorry, I’ve make you difficult to breath

My harsh words that hurting you

My childish behavior

My jealousy

I just can loving you

Is it enough for you?

Sorry, I just can loving you

Until I stop breathing

 

Tuhan, maafkan aku. Lagi-lagi aku mengecewakannya. Terima kasih Tuhan. Engkau menciptakan namja setulus dan sebaik dia. Terima kasih, aku mencintainya Tuhan. Aku sangat mencintainya, Lee Jinki.

 

END

 

Huwaaaaaaa~~!! Otte? Otteyo? Mengecewakan ya ff Jinrin yang ini? >.<

Mianhae ffnya makin gaje, bnyk typo juga, dan grammar yang belepotan >.<

Yah, meskipun begitu jgn lupa komen ya chingu~ aku masih perlu bnyk perbaikan untuk ff2 nistaku selanjutnya >,<

For Harin ahjumma: hope you like it😀 Fighting yang udah naik kelas 11! Ini hadiah dari gue, karena lo masih tetep di aksel😀 ocre? hehe

9 thoughts on “[JinRin Couple] Paris! It’s Sherlock time!”

  1. FREEZE !
    Hahaha hikz, terharu boo~ Merci nisaa :’) Cerita ini nyantol banget di hati. Udah Jinrin couple ada Parisnya, so sweet pula. Jadilaah!
    Ini bagus banget, gua ketawa-ketawa sendiri bacanya. Mereka terlalu manis yaa ^^
    Itu beneran lagu buatan lo? Waah keren! Nanti gua cariin nadanya deh. kkk~

    Eh, btw itu fanchantnya salah seharusnya ‘Lee Taemin Lee Jinki Kim Jonghyun Kim Kibum Choi Minho Sherlock Bitnaneun SHINee’ gituu ~ u,u

    AAA~ Pokoknya Annisa daebak ^^b Ditunggu bangetlah ya perjalanan Jinrin couple ke Parisnyaa ~ Nyiahahahahaha😀 Ditunggu juga Minrin dan Key nya, pasangan unyu unyu itu. Kalo Yeosob dan Channi males ah aku nunggunya #dihajar.

    Terimakasih motivasinya nisa🙂 saya akan berjuang!

    Nisa fighting ^^

    1. tadi abis upacara aku dpt pelukan dri harin jumma, hahaha xD
      aih, masa sih? perasaan gua lagunya jelek tau jummeh x|

      kkkk~ fighting untuk harin ahjummaaaaa!! sukses yo!😉

      fanchantnya salah ya? berarti aku slh denger dong–”
      jinrin couple ke paris? hmm.. nanti aja ya.. nunggu jumma naek kls 12 nanti, haha xD
      gomawo jummeeehh :*

    1. haha, memang bagus itu! *dihajar harin jummeh*
      hehe, memang kebanyakan ttg comeback sherlock, abisnya aku seneng bgt, akhirnya shinee comeback!!
      gomawo chingu komennyaaaaa😀

  2. annyeong..annyeong..ff ini da.e.ba.k banget dah!! keindahan paris, oleh2 paris, surprise bwt onew..aigoo, that really really sweet..
    walau harin lum bs terima permintaan onew bwt tunangan krn mmg lum siap tapi onew tetep setia menanti..kerennn!!!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s