Blind Date [Part 3]

Author       :  Ang11Rach

Main Cast : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kim Heera, Lee Ang Hyeon

Genre          : Romance, Humor

Hai..\(^o^)/ ketemu lagi sama aku di Blind Date edisi 3..kekeke…sebelumnya kan eka saeng aka autumsnowers aka Kim Heera udah bikin cerita yang lucu abis tuh di part 2 nya…semoga part ini juga memuaskan yaah…hehehe

Eka NOTE :: mian aku nyempil di sini.. mian yaa ga ada cover, jaringan internetnyalagi ngajak ribut nih. Oke deh… selamat membaca tulisan Rachel eon🙂

Part 1

Part 2

Author’s POV

“Pasangan blind date-mu bernama Shim Changmin. Dia kuliah di Kyunghee juga jurusan post modern art, dia mahir  memainkan piano dan bernyanyi. Mungkin saja dia adalah orang yang kau lihat di ruang musik. Dan… orang yang tadi kau lihat berdiri di samping ku, itu adalah dia, Shim Changmin,” Heera menghela nafas lega karena telah berkata dengan lancar, mengesampingkan kemungkinan yang terjadi setelah ini.

“ Benarkah? Ada kemungkinan yang aku lihat itu dia? Tapi Kyuhyun…” ucap Hyeon dengan bersemangat dan menggantungkan ucapannya, tidak tahu jika sahabatnya tengah berusaha mengatur detak jantung nya memburu, berusaha menerima kenyataan terpahit yang ada.

***000***

Part 3

“Kyuhyun kenapa?” tanya Heera pelan.

“Ah, ani. Kyuhyun pasti berbohong! Dia itu tidak ada tampang bisa main piano sama sekali! Apalagi tampang penyanyi! Aku tidak percaya ah!” ujar Hyeon membuat hati Heera mencelos.

Kalau Hyeon memutuskan untuk tidak percaya bahwa Kyuhyun adalah namja yang dia lihat, maka bisa saja Hyeon akan menjatuhkan pilihannya pada Changmin.

“Lalu apa yang akan kau lakukan untuk mencari tahu?” tanya Heera sambil menatap Hyeon yang kini mengerutkan keningnya tampak berpikir.

Semenit

Dua menit

“Hyeon-ah?”

“Aku sedang berpikir Ra-ya. Memikirkan kemungkinan ucapan Kyuhyun dan apa yang harus kulakukan.”

Heera mengalihkan pandangannya kembali ke langit-langit kamarnya.

Tiga menit

Empat menit.

Lima menit.

Sepuluh menit.

Lima belas menit.

Kenapa Hyeon lama sekali berpikirnya? Heera kembali menoleh kearah Hyeon.

“Ya! Apa kau berpikir sambil tidur? Aigoo…bocah ini!” rutuk Heera melihat Hyeon tertidur dengan sukses disampingnya. Heera kembali memikirkan Changmin dan kedekatan mereka belakangan ini.

Memang benar Hyeon yang seharusnya datang saat itu tapi Hyeon sudah memintanya untuk menggantikannya karena tidak mau dijodohkan. Alasannya sepele. Bagaimana kalau namja yang dijodohkan dengannya tidak tampan? Hyeon lebih memilih menghabiskan waktu mencari novel baru dari pada mengambil resiko bertemu dengan namja tidak tampan yang dijodohkan oleh orang tuanya. Kalau dia tau bagaimana tampannya Changmin apakah dia akan berubah pikiran dan meminta tempatnya kembali?

Sebagian diri Heera yang egois mengatakan kalau Hyeon tidak boleh melakukan itu karena dia sendiri yang menyuruh Heera menggantikannya dan sekarang Heera sudah mulai dekat dengan Changmin. Tapi sebagian dirinya yang lain yang memikirkan persahabatannya dengan Hyeon berkata kalau Hyeon berhak untuk mengenal Changmin karena memang sedari awal dialah yang seharusnya menjalaninya.

***000***

Shim Changmin calling

Heera menatap layar ponselnya. Ragu akan menerima telepon itu atau tidak. Akhirnya, rasa ingin taunya menang.

“Yoboseyo oppa?”

“Ra-ya. Apa hari ini kau punya waktu luang?” Heera mendengar suara antusias Changmin dari ujung telepon.

“Aniyo oppa. Waeyo?” tanya Heera.

“Aku ingin mengajakmu makan siang lalu ke rumahku lagi. Aku sedang ingin menghilangkan stress. Akhir-akhir ini tugas kuliah begitu banyak dan aku bosan.”

“Aku punya ide lebih baik. Waktu itu kan oppa pernah memintaku memasakkan lasagna tomat. Bagaimana kalau kali ini aku memasak untuk oppa di rumahmu? Jadi kita bisa melakukan dua-duanya sekaligus.”

“Jinjja? Joha. Aku jemput jam sepuluh ya?” tukas Changmin bersemangat.

“Eoh.”

***000***

Kyuhyun’s POV

“Bagaimana persiapan Art Ex? Menurut rencana, acara akan dilaksanakan satu minggu lagi. Apakah semuanya berjala dengan lancar?” tanya Cha kansanim, kepala jurusan fakultas kesenian mengingatkan aku tentang sebuah pameran yang akan diadakan oleh fakultas kesenian minggu depan. Seperti biasa, mereka memilihku sebagai ketua panitia dari acara ini. Apakah aku begitu dapat diandalkan sampai mereka memilihku memimpin semua acara?

“Persiapan sudah 99% selesai kansanim,” jawabku yakin.

“Geurae? Baguslah. Kali ini kita harus mendapatkan dana yang banyak,” tegas Cha Kansanim.

“ Iye kansanim, saya permisi dulu.”

Aku keluar dari ruangan dosen yang dikenal killer itu. Art Ex adalah event yang diadakan oleh mahasiswa fakultas kesenian Universitas Kyunghee untuk menggalang dana yang akan disumbangkan kepada pusat perawatan anak cacat. Semua jurusan dalam fakultas kesenian berlomba memamerkan karya terbaik mereka mulai dari lukisan, pahatan, desain, teater maupun pertunjukan music. Sebenarnya event ini dilaksanakan secara tertutup. Jadi semacam festival dimana semua mahasiswa Kyunghee dapat membeli tiket untuk mereka atau orang lain yang mereka ajak untuk menonton dan membeli karya kami.

Persiapan acara ini benar-benar menguras waktuku belakangan ini. Padahal aku masih harus mengikuti kejuaraan antar universitas yang akan diadakan untuk semua jurusan. Ah, beginilah resiko menjadi orang cerdas sepertiku.

Aku berjalan santai ke tempat favorit keduaku di fakultas ini. Sebuah tempat yang tersembunyi di sebuah taman dimana aku bisa tidur tanpa diikuti oleh yeoja-yeoja fansku. Biasanya Changmin akan menemaniku tidur di taman atau main game di rumahku tapi hari ini dia bilang dia ada janji. Dengan yeoja huh? Mungkin dia benar-benar menyukai yeoja blind date waktu itu. Jadi dia menomor duakan aku sekarang? Baiklah Shim Changmin, tunggu pembalasanku! Kau akan kuhukum karena melupakan aku dan memilih yeoja itu (?). Aku mengangkat bahuku puas dengan rencana yang tersusun di otakku yang luar biasa cerdas ini. Setelah menemukan sudut favoritku, tepat dibawah sebuah pohon yang sangat besar. Pohon itu bisa menutupiku dari arah gedung kampus sehingga aku tidak akan terlihat, bahkan dari sisi pohon yang satunya.

Selama beberapa waktu aku tidur dengan nyaman di balik pohon sampai aku mendengar sebuah suara yang membangunkanku.

What day is it? And in what month? This clock never seemed so alive

I can’t keep up and I can’t back down, I’ve been losing so much time

Aku penasaran suara siapa itu. Itu suara seorang yeoja dengan pelafalan bahasa inggris yang bagus. Apa dia adalah salah satu mahasiswa di fakultas kesenian? Tapi aku belum pernah mendengar suara ini sebelumnya. Apa dia hoobae? Sepertinya dia menyanyikan lagu yang cukup familiar.

Cause it’s you and me and all of the people with nothing to do, nothing to lose

And it’s you and me and all of the people

And I don’t know why, I can’t keep my eyes off of you [Lifehouse-You and Me]

“Ah sial! Kenapa lirik terakhir lagu ini pas sekali dengan situasiku?” ujar suara yeoja itu.

Suaranya sepertinya dekat.

“Nuguya?” tanyaku masih dari balik pohon tempatku tidur tadi. Hanya saja kali ini aku sudah berganti posisi menjadi duduk. Tapi tetap saja, pohon ini terlalu besar sehingga siapapun tidak akan bisa melihatku dari sini. Di sebelah kiriku ada semak yang cukup tinggi. Hanya sebelah kanan dan depanku yang merupakan padang rumput.

Aku menunggu. Tidak ada jawaban. Tapi aku terus mendengar yeoja itu bernyanyi. Apa yeoja itu tidak mendengarku? Tapi suaraku cukup keras tadi. Sebenarnya apa yang dia lakukan disini sih?

“Ya! Apa kau mendengarku?”

I can feel the pressure, it’s getting closer now

We’re better off without you

Dia mengganti lagunya? Terdengar seperti lagu rock. Aku semakin penasaran. Aku berdiri dan mencari suara itu. Tidak perlu jauh-jauh. Tepat di balik pohonku, disisi depan yang menghadap ke kampus aku menemukan seorang yeoja yang mengenakan headset duduk bersandar di pohon yang sama denganku, hanya di sisi yang berkebalikan dari posisiku tadi. Yeoja yang kukenal. Hoobae pembangkang yang cantik. Yeoja itu membaca sebuah buku kecil yang kutebak adalah novel dan sebuah ipod tergeletak di sampingnya. Ia terus focus membaca novel itu sambil menyanyi sampai tidak menyadari aku mengintip ke ipodnya. Paramore – Pressure ? Benar kan lagu rock. Aku menyentil dahinya dengan keras.

“Ya!” teriaknya lalu melepas headsetnya.

“Neo!”

Aku mengeluarkan evil smirk ku. “Annyeong yeoja menyebalkan. Kau mengganggu tidurku babo!” ujarku sambil menahan tawa melihat ekpresinya yang kesal bercampur kaget. Lucu sekali.

“Jadi yang tadi mendengkur itu kau? Ahh…pantas saja suaranya begitu mengerikan. Lagipula kapan aku mengganggu tidurmu? Aku duduk dengan tenang disini!” dia mengomel panjang lebar. Mau membalasku nona? Tidak semudah itu.

“Kau? Mendengar suara dengkuran yang mengerikan! Ya! Itu bahkan tidak masuk akal! Kau ini memakai headset sampai tidak mendengar teriakanku berkali-kali. Mana mungkin kau mendengar suaraku mendengkur? Apa kau merekam dengkuranku di ipodmu sehingga kau bisa membaca buku sambil mendengarkannya? Whoa…sebegitu sukanya kau padaku? Dan lagipula, aku tidak mendengkur! Kau yang waktu itu mendengkur!”

“Ya! Aku tidak pernah mendengkur!” ujarnya tidak terima.

Aku tertawa sambil duduk di sebelahnya. Mengganggu yeoja ini sungguh menyenangkan. Apalagi setelah Changmin menomorduakan aku.

“Lagipula apa sih yang kau lakukan disini? Kenapa kau jauh-jauh ke fakultas kesenian hanya untuk membaca novel?” tanyaku.

Hyeon mengambil ipod dan mematikan musiknya. Ia bersandar ke pohon dan kembali mengangkat novelnya untuk dibaca.

“Fakultas ekonomi tidak punya taman sebagus dan setenang disini. Disana, tamannya selalu penuh dengan pasangan yang sedang berpacaran atau menggosip,” katanya tanpa melepaskan mata dari novelnya.

“Kenapa kau tidak ke fakultas yang lain Hyeon-ssi? Apa kau tadi mencariku di ruang pojok lalu karena aku tidak ada kau kesini? Hehehe…”

“Aku tidak mencarimu! Mana ku tau kalau kau ada disini! Kenapa kau begitu berisik Kyuhyun-ssi? Lebih baik aku cari tempat lain yang lebih tenang saja,” katanya kesal lalu beranjak untuk berdiri.

Entah mengapa tanganku menariknya untuk kembali duduk.

“Ya!”

“Tidak ada yang lebih tenang daripada disini babo. Duduklah dan temani aku disini. Aku bosan,” kataku.

Hyeon kembali duduk dan membuka novelnya lagi.

“Sekarang siapa yang mengintip siapa coba?” sindirnya.

Dia ini hoobae tapi tidak ada sopan-sopannya kepadaku. Padahal yeoja lain apalagi hoobae selalu memandangku dengan pandangan kagum.

“Aku tidak mengintipmu! Kau yang tiba-tiba ada disini mengganggu tidurku!”

Ah, ya, tadi yeoja ini kan sedang menyanyi. Aku mengambil ipod yang diletakkannya di atas tas disebelah kakinya. Aku iseng membuka list lagu yang ada di ipod itu. Gun’s & Roses, Il Divo, CN Blue, Jay Chou, Wang Lee Hom, Celine Dion, Linkin Park, Paramore, Westlife, dan masih banyak lagi. Selera musiknya begitu beragam.

“Ya! Yang tadi kau nyanyikan lagu rock kan?” tanyaku

“Hmm..”

“Lalu lagu yang sebelumnya? Aku merasa familiar dengan lagu itu,” tanyaku.

“Lifehouse judulnya You and Me. Dengarkan saja,” katanya masih tanpa mengalihkan pandangannya dari novel yang ia baca.

Aku memutar lagu itu dan mendengarkannya. Suara namja? Jadi tadi dia menyanyikan lagu namja. Pantas nada suaranya tinggi. Dia menyanyikan dengan falsetto. Lagu akustik ini sangat enak di dengar. Well, yeoja ini mengejutkan. Dulu dia sudah mempermalukan aku dengan sexy dance dan surat cintanya yang 70% berisi ejekan. Untung hanya aku yang membacanya. Dan Changmin tentu saja. Ia menghabiskan dua jam untuk menertawai surat cinta itu. Sial! Padahal dia yang menyuruh yeoja ini menulis surat cinta untukku.

“Suaramu yang aneh itu membangunkan tidurku tau.”

“Hanya kau dan Heera yang pernah mendengar suaraku. Biasanya aku mencari tempat yang sepi dimana aku bisa mendengarkan lagu sambil menyanyi,” jawabnya akhirnya mengalihkan pandangannya padaku.

“Benarkah? Tapi suaramu bagus? Kenapa kau menyembunyikannya?” tanyaku heran.

Ia menatapku aneh,”Bukannya tadi kau bilang suaraku aneh?”

Ah ya, aku lupa. Sial! Tadi kan aku tidak mau mengakuinya. Memang suaranya bagus dan dari kedua lagu yang dinyanyikannya tadi, tampaknya dia cukup fleksibel menyanyikan berbagai genre lagu.

“Kenapa kau tidak masuk jurusan music saja?” tanyaku mengabaikan perkataannya tadi.

Hyeon mengangkat bahunya,”Aku tidak bisa main alat music sama sekali. Membaca not balok saja aku tidak bisa.”

“Jinjja? Sudah kukira kemampuan otakmu itu terbatas. Kekeke not balok itu kan mudah…padahal kukira tadi kau salah satu hoobae ku di jurusan music. Tapi aku tidak yakin karena aku tidak pernah mendengar yeoja disini menyanyi rock. “

“Kalau begitu kenapa kau tidak menyanyi juga? Agar aku bisa membuktikan apakan namja yang kudengar waktu itu benar kau atau bukan. Aku hafal benar suara namja waktu itu,” tantang Hyeon.

Aku menaikkan alisku. Jadi dia tidak percaya dengan perkataanku?

“Baik. Kau mau aku menyanyi lagu apa?”

Ia mengangkat bahunya,”Lagu yang sama dengan yang kau nyanyikan di ruang pojok itu.”

Aku menatap matanya. Entah mengapa jantungku jadi sedikit tidak normal saat aku tiba-tiba melakukan ini. Mata nya besar dengan kornea berwarna cokelat tua dan pupil hitam. Sesaat aku lupa apa yang harus kulakukan. Ah, ya, aku harus menyanyi!

Tiba-tiba ponsel Hyeon berbunyi. Ia merogoh sakunya,”Tunggu sebentar.”

Aku kembali menyandarkan tubuhku di pohon. Memutar ipod nya dengan hanya mengenakan sebelah headset.

“Yoboseyo? Eomma?……Eomma pulang? Yaaayyyyy!!!!” aku melihat dari sudut mataku kalau ia bersorak kegirangan. Belum pernah aku melihat Hyeon tersenyum atau tertawa seperti itu. Aku merasakan bibirku melengkung ikut membentuk senyuman saat melihatnya.

“Baiklah. Aku pulang. Tunggu aku. Ah ya! Masakkan aku sesuatu yang enak. Aku lapar,” katanya.

Ia menutup teleponnya lalu menoleh padaku dengan wajah ceria. Huff. Tarik napas Cho Kyuhyun. Masa hanya karena kau baru kali ini melihat senyum dan tawa cerianya kau jadi sesak napas begitu.

Ia tersenyum senang sambil mengatakan,”Aku pulang dulu ya Kyuhyun-ssi. Annyeong.”

Ia mengambil tas nya dan berdiri laru berlari sambil melambaikan tangannya di atas kepalanya tanpa menoleh. Tanpa sadar aku ikut melengkungkan senyumku melihat tingkahnya. Aku menunduk dan mendapati ipodnya masih ada di tanganku.

“Ya! IPOD-mu ketinggalan!!” teriakku. Ah, terlambat, dia sudah terlalu jauh berlari. Ya sudah. Aku kembali ke sisi pohon satunya yang lebuh tersembunyi lalu tidur sambil mendengarkan lagu dari IPOD Hyeon.

***000***

Author’s POV

Heera menghempaskan tubuhnya di ranjang. Hari ini ia senang sekali. Menghabiskan waktu bersama Changmin benar-benar menyenangkan. Dan ia senang melihat Changmin menghabiskan semua lasagna yang ia buatkan. Changmin juga bersikap sangat manis dengan memainkan piano untuknya. Heera menoleh ke samping tempat tidurnya dan melihat fotonya dengan Hyeon. Senyumnya perlahan menghilang. Bagaimana dengan Hyeon? Apa yang harus ia lakukan?

Heera merasa tidak adil terhadap Hyeon karena tida membiarkan Hyeon mengenal Changmin. Ia tetap harus memperkenalkan Hyeon dengan Changmin, apapun resikonya. Sebagai sahabat, hanya itu yang bisa ia lakukan. Ia tidak boleh bersikap egois. Heera mengambil ponselnya lalu menekan speed dial 3. Ia menunggu sampai dering kelima sebelum telepon itu diangkat.

“Yoboseyo, Hyeon-ah, lusa kau ada waktu? Aku akan mengenalkanmu pada namja yang dijodohkan denganmu,”

***000***

“Ra-ya, sebenarnya kau mau mengajakku kemana sih besok?” tanya Hyeon pada sahabatnya saat mereka bertemu di perpustakaan kampus.

“Hanya pergi makan dengan teman,” Heera menjawab sambil mengarahkan perhatiannya memilih buku-buku akuntansi yang ada di perpustakaan.

“Ah! Ini dia!” Heera menarik sebuah buku berjudul Management Control System yang otomatis membuat Hyeon mengerutkan keningnya.

“Untuk apa kau meminjam buku itu sih?” Hyeon bingung.

“Tentu saja untuk membuat tugas presentasi. Ahn Kansanim memberikan kita tugas presentasi yang harus siap minggu depan dan kita tidak pernah tau kapan giliran kita karena dia memilih secara acak. Jadi aku harus siap setiap saat,” jelas Heera.

“Ah, aku malas. Ayo kita pergi jalan-jalan saja,” bujuk Hyeon yang bosan hanya dengan melihat deretan buku pelajaran di perpustakaan.

“Pinjamlah novel kalau begitu. Biasanya kau senang meminjam komik atau novel,” saran Heera sambil menarik buku lain berjudul Business Ethic.

“Novel yang kemarin kupinjam saja belum aku kembalikan. Kemarin saat aku sedang membaca, eomma menelepon dan mengatakan kalau ia pulang. Jadi seharian aku ngobrol dengan eomma. Kan jarang-jarang eomma pulang ke Seoul.”

“Kalau begitu kenapa kau tidak pulang dan bertemu Hyura ahjumma lagi?” tanya Heera bingung.

“Pagi ini eomma sudah pergi lagi ke Jepang,” Hyeon cemberut,”Ya sudahlah, aku mau jalan-jalan saja.”

Hyeon meninggalkan Heera yang masih sibuk memilih buku di perpustakaan. Satu hal yang paling tidak ia mengerti adalah kenapa ada orang yang senang membaca buku pelajaran tanpa merasa bosan sedikitpun. Selama ini, novel selalu membuatnya bergadang tapi kalau keesokannya ujian dan ia harus belajar, ia akan tertidur dengan sukses pada jam delapan malam. Memikirkan harus belajar saja membuatnya ngantuk setengah mati.

Hyeon menyusuri jalan yang sudah dihafalnya. Walaupun otaknya sibuk dengan hal lain tapi kakinya tetap akan membawanya ke tempat yang akhir-akhir ini selalu didatanginya. Ruang Musik Pojok. Entah sejak kapan ia menamai ruangan itu. Saat ia sadar, ia sudah melangkah melewati area fakultas kesenian. Sebentar lagi ia akan sampai di koridor ruangan music itu.

Hyeon memikirkan kebenaran kata-kata Kyuhyun. Apa benar ia yang selama ini Hyeon lihat? Masa belakangan ini ia menjadi antis sekaligus fans seorang Cho Kyuhyun? Yang benar saja! Pasti bukan Kyuhyun! Walaupun Hyeon tau Kyuhyun berasal dari fakultas music tapi Hyeon tidak yakin kalau namja yang ia intip selama ini adalah Kyuhyun. Namja itu tinggi dan suaranya begitu bagus. Wajah Kyuhyun sama sekali tidak menampakkan bakat suara bagus atau tampang pemain piano. Ia lebih cocok menjadi petugas kebersihan ruang piano, bukan pemain pianonya. Membayangkannya saja sudah membuat Hyeon tertawa bahagia.

Hyeon mendengar sekilas permainan piano dari dalam ruangan itu. Tapi sepertinya lagunya sudah hampir selesai. Hyeon mendesah kecewa saat lagu yang ia dengar benar-benar selesai. Ia bersembunyi di balik pohon untuk melihat siapa namja yang memainkan piano itu. Apa benar itu Kyuhyun?

Tiba-tiba seorang namja keluar. Bukan Kyuhyun? Namja itu tinggi dan wajahnya familiar. Sepertinya Hyeon pernah melihatnya di suatu tempat. Tapi siapa ya? Otaknya agak lemot jika berurusan dengan mengingat wajah orang. Ia tidak pernah mengingat wajah orang yang baru dikenalnya dengan sekali lihat dan menghapal nama mereka. Satu-satunya wajah namja yang selalu ia ingat sejak pertama kali mereka bertemu adalah Cho Kyuhyun yang menyebalkan itu. Itu karena Hyeon merasa sangat sebal dengan sunbaenya yang begitu jahil itu. Hyeon sampai harus melakukan massage karena pegal membersihkan gedung yang begitu besar dan sengaja dikotori berkali-kali oleh namja setan itu.

Hyeon mengamati namja yang ia lihat. Wajahnya tampan dan lebih memiliki aura penyanyi dibanding Kyuhyun. Hyeon berusaha mengingat siapa namja itu sampai tiba-tiba dering telepon mengagetkannya. Aish! Kenapa dering telepon selalu mengagetkannya setiap kali berada disini sih?

“Yoboseyo? Wae Chansung-ah?….Park Kansanim? Wae?….tentang lomba? Aish! Tentu saja aku belum belajar! Kau dan Heera saja lah yang belajar….ne..ne..arraseo…aku akan menemui Park Kansanim.”

***000***

“Ra-ya, sebenarnya kenapa kita kesini?” tanya Hyeon penasaran. Ternyata hari ini Heera membawanya ke La Piazza. Benar-benar hanya acara makan ternyata.

“Tunggu sebentar lagi. Aku ingin mengenalkanmu pada seseorang,” jawab Heera sambil sesekali menoleh ke pintu masuk restaurant itu.

Hyeon mengangkat bahu lalu memesan Vanilla Latte with Ice dan Italian Bread.

“Ah, mereka datang!”

Hyeon mengikuti arah pandangan Heera ke arah pintu. Sebenarnya siapa sih yang sedang ditunggu oleh Heera? Ia melihat namja berwajah tampan nyaris imut dengan tinggi menjulang masuk. Namja itu datang bersama namja lain yang tidak bisa Hyeon lihat wajahnya karena tertutup badannya yang lebih tinggi. Tapi Hyeon bisa melihat, sepertinya namja itu tinggi nya tidak berbeda jauh dengan namja pertama.

Bukankah itu namja yang ia lihat ada di ruangan piano kemarin? Tapi kapan lagi ya ia melihatnya? Kemarin telepon Chansung menginterupsi pikirannya. Ah Hyeon ingat! Saat pertemuan wakil jurusan, Hyeon melihat namja itu bersama Heera. Dan malamnya Heera bilang dialah namja yang seharusnya blind date dengannya. Hyeon mengangguk mengerti. Jadi namja itu yang bernama Shim Changmin. Heera benar, namja itu memang tampan dan keren.

“Ra-ya,” namja imut itu menyapa Heera sambil tersenyum. Lalu ia duduk di depan Heera, menampakkan namja yang satunya.

“Cho Kyuhyun!!” seru Hyeon membuat Heera tersentak kaget dan mengamati wajah Kyuhyun.

Heera baru ingat, Changmin pernah menyebutkan nama Kyuhyun sebagai sahabatnya saat pertama kali mereka ke rumah kedua Changmin. Kyuhyun yang sama dengan sunbae yang diceritakan Hyeon kah?

“Kalian saling mengenal?” tanya Changmin terkejut.

“Yeoja yang kau suruh memberiku surat cinta, ingat?” ujar Kyuhyun datar sambil mengambil tempat duduk di samping Changmin yang juga berarti tepat di depan Hyeon.

“Aaahhh…aku ingat!” seru Changmin bersemangat,”Yang surat cintanya…”

“Shikeureo!” potong Kyuhyun sebal.

“Hyeon-ah, ini adalah Shim Changmin, sunbae kita dari jurusan music,” Heera berusaha mencairkan suasana.

Changmin mengangguk dan tersenyum membuat Hyeon gemas. Senyumnya begitu imut.

“Shim Changmin imnida dan ini sahabatku Cho Kyuhyun. Kyu, ini Kim Heera. Kami pernah bertemu di restaurant ini beberapa waktu lalu,” kata Changmin pada Hyeon lalu menujukan kalimat terakhirnya pada Kyuhyun.

“Ahh…jadi kau yang Changmin temui di La Piazza waktu itu?” kata Kyuhyun. Cantik, batinnya. Pantas saja Changmin langsung melupakan cinta mereka (?)

“Ne. Dan ini sahabatku, Lee Ang Hyeon,” ujar Heera pada namja-namja itu.

Hyeon mengangguk pada kedua namja itu. mengeluarkan senyum manisnya pada Changmin lalu mehrong pada Kyuhyun yang membalasnya dengan melotot dan mencibir.

“Bagaimana kalau kita memesan makanan?” usul Changmin bersemangat. Tentu saja, batin Kyuhyun.

Heera memanggil pelayan untuk meminta menu. Kecuali Hyeon yang tadi sudah memesan, semuanya melihat ke menu masakan eropa di restaurant itu.

“Aku mau chicken cordon bleu,” pesan Kyuhyun.

“Dan satu Bologneise Macaroni dengan extra tomat,” sambung Heera sementara pelayan mencatat pesanan mereka.

“Aku mau satu pan Chicken Beef Pizza. Dan Chocolate milkshake,” Changmin akhirnya memutuskan.

Sementara mereka memesan minuman, Hyeon masih mengamati Changmin. Namja ini benar-benar tipenya. Tinggi, tampan, keren dan ramah. Apalagi dia juga ada di pertemuan mahasiswa perwakilan lomba, berarti dia pintar. Hyeon berpikir mungkin jika waktu itu dia yang datang menemui Changmin maka dia pasti akan menyetujui perjodohan orang tuanya. Well, orang tuanya belum tau kalau ia menyuruh Heera menggantikannya sih.

Heera melihat kalau Hyeon mengamati Changmin dengan tertarik. Dadanya terasa sesak dan ia merasakan perasaan…cemburu? Oh ayolah! Changmin bukan pacarnya! Ia adalah orang yag dijodohkan dengan Hyeon.

“Kalian sudah lama menunggu? Maaf kami terlambat. Membangunkan setan ini benar-benar susah,” kata Changmin berusaha memulai pembicaraan.

“Aniyo, kami belum lama kok. Apakah kalian tidak sedang sibuk?” tanya Heera.

Changmin menggeleng,”Hanya menjadi panitia Art Ext minggu depan. Kalian datang?”

“Sepertinya begitu. Apa kalian akan menampilkan sesuatu?” tanya Heera.

“Itu rahasia,” Changmin mengedip jahil. Sepertinya hanya mereka berdua yang mau terlibat pembicaraan.

“Vanilla Latte with ice dan Italian Bread,” pelayan menyajikan pesanan Hyeon.

“Gamsahamnida,” kata Hyeon ramah pada pelayan itu.

“Ah, ya. Kau meninggalkan ipodmu kemarin nona galak,” Kyuhyun akhirnya membuka mulutnya.

“Ah! Benar juga! Aku baru ingat. Dimana ipodku sekarang?”

“Hyeon memang pikun,” cetus Heera.

“Kau mau mengambilnya? Ada syaratnya,” ujar Kyuhyun sambil mengeluarkan evil smirk khas nya.

“Mwo? Aish kau ini menyusahkan saja!” sahut Hyeon sebal.

Pelayan datang dan mengantarkan pesanan mereka.

“Bagaimana kalau setelah ini kita ke taman rumah keduaku?” usul Changmin setelah pelayan meletakkan pesanan terakhir.

“Joha. Kami sedang tidak ada acara,” ujar Heera setuju.

“Rumah kedua?” tanya Hyeon. Ia satu-satunya yang tidak mengerti.

“Kyu?”

“Terserah kau sajalah,” jawab Kyuhyun cuek.

“Baik! Sudah diputuskan! Setelah ini kita ke rumahku. Mari makaaannn…” kata Changmin antusias.

Mereka pun makan sambil ngobrol. Changmin memesan satu banana split, satu spaghetti carbonara medium dan satu  sandwich bacon lagi. Hyeon menganga mendengar pesanan Changmin sementara Heera hanya tersenyum dan menganggap kalau Changmin sangat menggemaskan dan Kyuhyun yang sudah terbiasa mengeluarkan jimatnya, PSP yang selalu ia bawa jika menemani Changmin makan.

Semua perasaan kagumnya kepada Changmin seketika lenyap melihat jiwa shikshin Changmin beraksi. Aura keren Changmin terasa lenyap di mata Hyeon. Well, ternyata memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kyuhyun adalah makhluk tampan berjiwa iblis, sementara Changmin adalah makhluk keren berjiwa shikshin. Tuhan itu adil. Mungkin memang Changmin bermain piano dan bernyanyi dengan sangat keren, tapi hal itu tidak membuat Hyeon jatuh cinta setengah mati pada namja itu. Hyeon memang menyukai permainan pianonya, tapi kerakusan namja itu membuat kekaguman Hyeon berubah menjadi geli atau bisa dibilang ilfeel. Sebaliknya, Heera justru senang melihat Changmin yang suka makan. Apalagi waktu itu Changmin menyukai masakannya. Ia merasa sangat dihargai.

Akhirnya setelah makan, mereka pergi ke rumah Changmin. Hyeon dan Heera yang tidak membawa mobil akhirnya ikut dengan mobil Changmin bersama Kyuhyun. Kyuhyun biasa meninggalkan mobilnya di rumah Changmin.

Hyeon ternganga melihat rumah Changmin yang sangat indah. Ia menyukai desain rumah dan juga tamannya.

Heera dengan cepat lengket dengan koleksi buku di rumah Changmin sementara Changmin menemaninya melihat buku dan mengambilkan buku yang terlalu tinggi. Well, tidak butuh tangga kalau kau sudah punya tiang..hehehe…

“Bagaimana kalau kumainkan sebuah lagu untuk kalian?” tawar Changmin.

Ia lalu berjalan kearah piano dan memainkan sebuah lagu yang sangat indah. Ia memainkan Because You Love Me – Celine Dion dengan pianonya. Hyeon semakin yakin bahwa yang ia lihat adalah Changmin. Changmin tampak begitu keren saat memainkan pianonya. Tanpa sadar Hyeon menoleh dan melihat pandangan Heera pada Changmin yang terlihat berbeda. Apa sejak makan malam waktu itu Heera menyukai Changmin? Dan lagi, sepertinya mereka cukup dekat. Apa mereka saling menyukai? Hyeon tersenyum. Ia harus mendukung sahabatnya kali ini. Toh ia tidak benar-benar menyukai Changmin. Hyeon hanya menyukai permainan pianonya.

“Silahkan berkeliling atau mencari tempat yang nyaman,” kata Changmin pada Hyeon yang baru pertama kali datang kesini setelah permainan pianonya selesai.

Hyeon mengamati gambar tuts piano didinding. Itu ide yang sangat kreatif menurutnya untuk membuat desain rumah lebih ceria dan nyaman. Hyeon berjalan menyusuri taman dan terpukau melihat kolam dan gazebo yang indah.

“Whoa…this is cool!” katanya. Ia memutuskan untuk duduk di gazebo. Hembusan angin menerbangkan rambutnya dan sedikit dingin tapi gazebo ini benar-benar memberi perasaan nyaman.

Hyeon menutup matanya sampai ia merasakan seseorang berdiri di belakangnya. Ia menoleh.

“Neo,” gumam Hyeon.

“Ya! Kenapa menoleh? Aku kan jadi gagal menjitak kepalamu!”

“Aku yang akan menjitak kepalamu!” balas Hyeon sengit.

“Ya! Aku ini sunbaemu! Dasar tidak sopan!” cibir Kyuhyun sambil berdiri di sebelah Hyeon tapi menghadap kearah sebaliknya.

“Peduli setan. Kenapa kau kesini?” tanya Hyeon sambil bersedekap.

“Mengganggumu. Aku bosan. Kau sendiri?”

“Memberi kesempatan pada Heera dan Changmin sunbae untuk lebih dekat satu sama lain.”

“Aku tidak habis pikir dengan mereka. Kalau mereka ingin berkencan mengapa mereka harus mengajak kita berdua sih?” tanya Kyuhyun datar.

Hyeon tersenyum geli. Ia sedang mempertimbangkan akan memberitahu Kyuhyun atau tidak. Tapi mengingat Kyuhyun adalah sahabat Changmin mungkin saja ia harus tau.

“Kalau kuberitahu kau jangan bilang pada Changmin sunbae kecuali dia memaksa bertanya padamu,” kata Hyeon membuat Kyuhyun menoleh penasaran.

“Wae? Kenapa aku tidak boleh memberitahu Changmin?”

“Karena aku ingin melihat Heera menemukan namja yang baik untuknya dan sejauh ini kurasa Changmin sunbae adalah orang yang baik. Well, setidaknya lebih baik darimu. Dan permainan pianonya juga keren,” kata Hyeon sambil menekankan kalimat terakhir.

Kyuhyun tersenyum simpul,”Kau belum melihat aku bermain piano dan menyanyi sih. Lalu memangnya kenapa mereka harus mengajak kita hari ini?” tanya Kyuhyun.

“Apa kau tau kalau beberapa waktu yang lalu Changmin sunbae sempat makan malam dengan Heera di La Piazza?” tanya Hyeon.

Kyuhyun mengangguk.

“Sebenarnya waktu itu Heera menggantikan aku,” aku Hyeon membuat Kyuhyun terkejut.

Ia memutar tubuhnya kini menghadap Hyeon yang masih berdiri menghadap ke taman. Kyuhyun melihat wajah Hyeon dari samping.

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun tertarik 100% pada topic ini.

Hyeon juga memutar tubuhnya. Kini menghadap Kyuhyun yang menatapnya dengan pandangan bertanya.

“Ehm. Sebenarnya orang tuaku menjodohkanku dengan anak teman mereka. Well, mereka tidak bilang itu siapa atau memberi fotonya dan mengatakan kalau itu adalah kejutan. Mereka bilang mereka sudah membooking satu restaurant untuk kami bertemu. Aku berpikir, bagaimana kalau aku tidak menyukai namja yang mereka pilihkan? Lalu Heera bersedia membantuku dengan menggantikan aku saat malam itu,” cerita Hyeon.

“Aahhh..aku mengerti. Jadi saat itu Heera hanya menggantikanmu dan hari ini dia memberitahumu tentang namja yang seharusnya dijodohkan denganmu?” tanya Kyuhyun memastikan.

Hyeon mengangguk,”Malam itu ia mendengar Changmin sunbae bermain piano dan bernyanyi. Lalu saat aku mengatakan aku mendengar seseorang bermain piano dan bernyanyi dengan bagus di fakultas kesenian mendadak sikapnya menjadi aneh. Aku baru mengerti semua ekspresi anehnya sekarang. Hahaha dia lucu sekali. Kupikir hari ini dia ingin memberitahuku bahwa Changmin sunbae adalah namja yang dijodohkan denganku untuk melihat bagaimana responku karena dia pikir Changmin sunbae lah yang aku lihat di ruang piano itu. Changmin sunbae memang tipe namja yang aku suka dan Heera tau itu,” Hyeon kembali menatap kearah taman yang kini diterangi lampu karena hari sudah mulai sore.

Kyuhyun mengangguk paham,”Tapi kenapa kau memberi kesempatan pada Heera? Maksudku, katamu tadi Changmin itu tipemu?”

Hyeon tertawa geli,”Memang. Dia tampan, tinggi, pandai, berbakat dan ramah. Hanya saja entah mengapa aura bintangnya menghilang saat aku melihatnya makan tadi.”

Kyuhyun meledak tertawa,”Kau belum lihat yang lebih parah. Itu tadi masih biasa saja. Saat aku kesini tadi dia sedang pergi ke dapur untuk mengambil snack,”

“Jinjja? Aigoo…heran dia bisa begitu kurus. Heera pantas untuknya. Heera senang memasak. Dia senang makan,” kata Hyeon menyimpulkan.

“Dan bagaimana denganmu? Kau tidak menyesal berganti posisi dengan Heera?”

“Ani. Selama aku tau Heera bahagia. Akhir-akhir ini sepertinya dia sedikit muram gara-gara aku. Terlihat galau. Hahaha…” Hyeon tertawa dan Kyuhyun kembali terpana melihat tawa gadis itu.

“Ya! Kau ini yeoja macam apa? Tidak ada manis-manis nya sama sekali. Bagaimana mungkin ada yeoja tertawa terbahak-bahak dengan keras sepertimu!” kata Kyuhyun untuk menutupi kegugupannya.

“Enak saja! Aku ini yeoja yang menarik kau tau. Lagipula memang apa bagusnya dirimu coba? Berjiwa iblis. Kembalikan ipodku!”

“Shireo! Kau yeoja yang galak dan menyebalkan!”

“Kau namja bodoh berhati iblis!”

“Aku tampan!”

Kau jerawatan! Bagaimana bisa dibilang tampan?” cibir Hyeon.

“Dahimu lebar seperti ikan lou han! Hidungmu tidak mancung!”

“Telingamu besar!”

Dan mereka pun kembali bertengkar seperti anak SD =.=’.

***000***

“Tidak, kau pulang saja dengan Changmin sunbae. Aku akan pulang dengan Kyuhyun,” tolak Hyeon saat Heera mengajaknya pulang bersama Changmin.

“Tapi…” kata Heera tidak enak.

“Tenang saja. Aku akan mengantarkannya. Mobilku ada disini kok Heera-ssi. Kau, jaga soulmate-ku baik-baik ya. Aku merasa seperti akan melepaskan anakku menikah,” katanya iseng membuat wajah Heera dan Changmin bersemu.

“Ya!” seru Changmin.

“Aigoo…kalian ini benar-benar Tomato Couple. Daaa..aku puang duluan yaa,” ujar Hyeon lalu pergi dengan Kyuhyun meninggalkan Heera dan Changmin.

Heera bingung. Tadi saat di restaurant ia melihat ketertarikan di mata Hyeon pada Changmin. Tapi kenapa sekarang Hyeon terasa seperti sengaja memberi kesempatan padanya untuk dekat dengan Changmin. Hyeon sengaja pergi ke taman dan menghabiskan sebagian besar waktu disana bersama Kyuhyun sunbae. Apakah Hyeon mulai menyukai Kyuhyun sunbae? Atau Hyeon melihat kalau Heera menyukai Changmin dan sengaja mundur? Kalau benar ia merasa sangat bersalah pada Hyeon.

***000***

Kyuhyun mengantar Hyeon ke rumahnya. Mobilnya berhenti tepat di depan pagar rumah megah bergaya Eropa itu.

“Gomawo Kyuhyun-ssi.”

“Ne, ne. Aku memang namja tampan yang baik hati,” pujinya pada diri sendiri.

“Iye..iye..terserah kau sajalah. Annyeong,” Hyeon membuka pintunya dan keluar dari mobil Kyuhyun.

“Sampai jumpa besok di Art Ex. Kau akan terpesona padaku,” seru Kyuhyun sebelum menjalankan mobilnya.

Hyeon hanya menatap kepergian Kyuhyun dengan mulut menganga. Kenapa bisa ada orang senarsis itu. (=o=’). Hyeon lalu masuk ke rumahnya. Setelah melewati ruang tamu dan ruang keluarga ia segera menaiki tangga menuju kamarnya.

“Hyeon-ah!”

“Eomma! Eomma pulang lagi! Tumben,” Hyeon berlari untuk memeluk ibunya yang ada di depan kamar orang tuanya.

“Eoh. Appa juga pulang satu jam yang lalu. Urusan di Jepang sudah selesai dan appa juga menyempatkan diri untuk pulang,” ujar Hyura, ibu Hyeon.

“Dimana appa?” tanya Hyeon.

“Di dalam. Appa baru saja selesai mandi. Masuklah,” ajak ibunya.

Hyeon segera masuk dan menghampiri appanya.

“Appa!” ia menghambur memeluk appanya.

“Appa dan eomma pulang berapa lama?” tanya Hyeon.

“Kami hanya tiga hari disini sayang. Setelah ini kami harus berangkat ke Denmark,” jawab ayah Hyeon membuat Hyeon cemberut.

“Selalu saja aku ditinggal,” rajuk Hyeon.

“Bukan begitu sayang. Kami pulang juga karena kau,” kata ibunya.

Mereka bertiga kini duduk di tepi tempat tidur. Hyeon teringat saat kecil ia terbiasa mengobrol dengan orang tua dan oppanya di tempat tidur dan bercanda bersama. Tapi, sejak Hyeon menginjak bangku SMP, perusahaan keluarga mereka semakin maju dan melakukan ekspansi ke luar negeri. Appa dan eommanya menjadi sangat sibuk dan jarang ada dirumah. Bahkan sekarang oppanya pun menjalankan perusahaan yang ada di Amerika. =.=’ Sebentar lagi jika Hyeon lulus juga appanya pasti memberinya tugas untuk belajar mengelola perusahaan.

“Apa maksud ibu pulang karena aku?” tanya Hyeon tidak mengerti.

“Lusa, keluarga kita akan bertemu dengan keluarga calon tunanganmu untuk menentukan tanggal pertunangan kalian. Bagaimana, dia tampan kan? Eomma sudah pernah melihat fotonya lho! Mereka akan datang sore hari sekalian keluarga kita makan malam bersama,” kata eomma Hyeon bersemangat.

Dari sekian panjang perkataan itu hanya satu kalimat yang ada di kepala Hyeon. Pertemuan dengan keluarga calon tunangan? Bagaimana ini? Kemarin kan Heera yang bertemu dengan Changmin! Apakah Heera sudah memberitahu Changmin? Kalau dilihat dari pertemuan tadi pagi sepertinya belum. Lalu apa yang harus ia lakukan?

“Kenapa wajahmu menjadi pucat Hyeon-ah? Apa kau sedang tidak enak badan?” tanya appa Hyeon, Lee Sang Joon.

“Aniyo, gwaenchanayo appa. Aku hanya sedikit lelah akhir-akhir ini,” jawab Hyeon berbohong.

Apa yang harus ia lakukan?!

“Ya sudah, istirahatlah sayang. Lusa kita ada pertemuan penting dan kau harus tampil cantik dan sehat. Bahkan oppamu besok akan kembali dari Amerika untuk ikut bertemu dengan keluarga mereka,” kata appa Hyeon lagi.

“Mwo?” Hyeon, kali ini kau skak mat!

***000***

KYUNGHEE UNIVERSITY ART EX

Akhirnya pameran seni yang diadakan oleh fakultas kesenian Universitas Kyunghee berlangsung. Banyak sekali pengunjung yang membeli tiket untuk melihat pameran itu. Baik karya pahatan, lukisan, maupun desain dan pakaian tersedia untuk dibeli. Sementara untuk pameran music, theater dan dance diadakan di panggung khusus dan pengunjung harus membayar tiket ekstra untuk melihatnya.

Pameran diadakan seharian penuh. Pagi sampai sore adalah waktu untuk pameran benda-benda yang bisa dibeli seperti lukisan, pahatan dan lain-lain. Sedangkan dari sore sampai malam, giliran mahasiswa jurusan music, theater dan dance yang akan menunjukkan kebolehan mereka dalam sebuah mini concert.

Sepanjang hari Hyeon melihat pameran dengan tidak antusias. Ia bahkan tidak bisa menghubungi Heera hari ini. Handphone Heera tidak aktif. Padahal ia datang kesini karena mengira Heera akan ada disini hari ini. Tapi dari tadi ia tidak juga bertemu dengan Heera. Sebenarnya kemana sih anak itu?

Ini sudah hampir malam. Besok ia harus bertemu dengan keluarga Changmin. Bagaimana kalau Changmin mengatakan pada orang tuanya kalau bukan Hyeon yang ia lihat waktu itu?

“Ah! Apa dia ikut nonton mini concert ya? Kan Changmin sunbae pasti tampil juga! Sebaiknya aku mencarinya di mini concert!” ia mengeluarkan ide pada dirinya sendiri.

Hyeon pun membeli tiket mini concert lalu masuk ke auditorium tempat pentas dilakukan. Sepertinya tim theater baru saja menyelesaikan pertunjukannya. Tepuk tangan membahana dimana-mana.

Hyeon mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari Heera. Kenapa handphone anak itu mesti tidak aktif hari ini sih? Astaga! Ini hidup matinya. Appanya bisa marah besar kalau ia tau Hyeon berbohong.

Hyeon mendengar alunan gitar dari panggung tapi tidak memerhatikan. Matanya masih focus mencari keberadaan Heera. Kini suara gitar diiringi dengan alunan piano yang merdu.

Yogikkajiin got gatasseo naye giogi, dasin mot bol olguldeulman seuchoga

amugotdo hal su opseotdon kkeute soso, du son moa gidoman hesso

ajik motdahan nae maeumeul jonhal su itge

Hyeon membeku. Itu…suara yang benar-benar dia hafal. Suara yang ia dengar di ruang pojok piano di fakultas kesenian. Ia memutar tubuhnya menghadap panggung dan menemukan Kyuhyun sedang bermain piano sambil menyanyi.

dasi ireona…nal gidaryeo jun geudael bogoshipeo, dasi doraga…hagosipeunmal saranghamnida

momcyoborin gotman gatasso sesangi da, haengbokhetdon sigandeulman seuchyoga

naegen opseul gotman gatatdon kkeute suoso, geurohge nan gidoman hesso

jinachyo watdon sarangdeureul neukkil su itge

Jadi itu benar Kyuhyun? Bukan Changmin tetapi Kyuhyun? Niat untuk mencari Heera seakan menguap dari otaknya karena melihat penampilan Kyuhyun di atas panggung. Alunan pianonya, suaranya, sama persis dengan yang pernah didengar Hyeon.

dasi ireona…nal gidaryeo jun geudael bogoshipeo, dasi doraga…hagosipeunmal saranghamnida

moreun chae sarawasseo olmana sojunghessotneunji…oohh

dasi ireona…nal gidaryeo jun geudael bogoshipeo, dasi doraga…hagosipeunmal saranghamnida

[Kyuhyun SM The Ballad – Love Again]

Mata Hyeon bertemu dengan mata Kyuhyun. Mulutnya masih menganga kaget karena ternyata benar-benar Kyuhyun yang ia lihat selama ini. Suara tepuk tangan riuh dan teriakan yeoja menyambut alunan terakhir piano Kyuhyun.

‘Sudah kubilang itu aku,’ mata Kyuhyun seolah mengatakan demikian.

Hyeon terpaku. Bagaimana mungkin? Ia tidak bermimpi kan?

Kyuhyun turun dari panggung dan kini berganti giliran Changmin maju ke atas panggung diselingi teriakan para yeoja dari fakultas lain yang menonton. Hyeon mendengar lagi alunan piano yang dimainkan changmin.

eodumi geochigo, huimihan jomyeongi, hana dul kkeojideon jogeum chagawotdeon saebyeok

neomu neujeotdago, bochaeneun neoreul bomyeo, ilbureo meolli doragatdeon iksukhaetdeon gil

dan han beondo, neo eomneun naega doel geora, jamsirado, saenggak motaesseo

eonjenganeun, sigani heureumyeon, amu il eobseotdeusi, gieokhaji mot hago da ichyeojigetji

[Max Changmin – Confession]

Suara ini berbeda. Heera benar. Suara Changmin memang bagus, tapi bukan suara ini yang selama ini ia tunggu.

“Sudah kubilang itu aku,” Kyuhyun tiba-tiba muncul dibelakang Hyeon.

“Tapi, itu tidak mungkin! Waktu itu aku melihat Changmin sunbae keluar dari ruang music!”

“Masih tidak percaya? Kau sudah melihatku secara langsung. Katanya kau hafal suaraku?Aahhh. aku memang keren!” ujar Kyuhyun senang. Sejak masa ospek dulu ia selalu merasa penasaran dengan gadis galak ini.

“Aku tau, tapi…”

“Lagipula kan ruangan music itu bukan milikku. Semua orang bisa menggunakannya dan memang aku dan Changmin yang paling sering kesana. Waktu itu pun aku menyuruh Changmin datang dan berpura-pura bermain piano sementara aku memutar lagu dan suaraku lalu menunggu dan mengamatimu,”

“Aku tidak percaya,” Hyeon bersikeras lalu pergi dari tempat itu.

“Pergilah kemana saja kau mau gadis galak. Pada akhirnya kau akan datang padaku. Kita sudah ditakdirkan bersama,” kata Kyuhyun percaya diri.

***000***

“Astaga Hyeon-ah! Apa kau tidak tidur semalam?” tanya eomma Hyeon saat melihat kantung mata putrinya yang tebal saat sarapan pagi.

“Aku insomnia eomma,” jawab Hyeon pendek.

“Eomma tidak mau tau, kau harus berdandan yang cantik hari ini. Sore ini kau harus siap. Mereka akan datang tepat waktu,” kata eomma Hyeon tegas.

“Hai panda!” Lee Joon, oppa Hyeon yang baru saja tiba dari Amerika tadi malam menyapa dongsaengnya dengan iseng. Ia menuruni tangga lalu berjalan mendekati meja makan dan mencium kening dongsaengnya.

“Oppa! Bisa tidak kau usahakan dua harimu disini bermanfaat dengan tidak membuatku menyesal merindukanmu selama ini? Jangan menggodaku!” sahut Hyeon kesal.

Lee Joon hanya nyengir,”Aigoo…gadis galakku sudah kembali,” katanya sambil mencubit kedua pipi Hyeon.

“Oppa!” rajuk Hyeon.

***000***

“Jinjja? Lalu bagaimana? Apa yang harus aku lakukan Hyeon-ah?’ tanya Heera di telepon.

Hyeon sudah menceritakan semuanya.

“Salahmu sendiri ponselmu tidak aktif seharian kemarin. Kau kemana sih? Aku mencarimu seharian tau!” sembur Hyeon frustrasi. “Ah! Molla! Aku pasrah saja. Kau benar tidak bisa menghubungi Changmin sunbae?” tanya Hyeon memastikan lagi. Ini sudah ke lima belas kalinya Hyeon menanyakannya.

“Eoh. Mungkin ia sedang bersiap dengan orang tuanya! Ya ampun. Kenapa jadi begini!” Heera ikut panic.

“Ya sudahlah. Pasti aku akan dihukum oleh appa Ra-ya. Aku dandan dulu ya. Eomma akan membunuhku duluan kalau ia tau aku belum siap jam segini,” kata Hyeon lemas.

“Keundae Hyeon-ah, kau benar tidak menyukai Changmin oppa?” tanya Heera memastikan sekali lagi. Pertanyaan itu juga sudah ke delapan belas kalinya Heera tanyakan.

“Neeeeeeeeee….aku merestuinya denganmu…” jawab Hyeon malas.

“Lalu bagaimana perasaanmu saat mengetahui kalau namja itu adalah Kyuhyun sunbae?” tanya Heera.

“Aish! Molla! Perasaanku sedang campur aduk saat ini Ra-ya! Annyeong!” Hyeon menutup telepon lelu melempar ponselnya ke ranjang.

Mati kau Hyeon! Appa dan eomma pasti marah gara-gara kau menyuruh Heera menggantikanmu!

“Aaarrrgh!!!” teriak Hyeon frustrasi.

***000***

Hyeon’s POV

“Panda!!! Cepat turuuunn!! Mereka sudah datang!” seru Lee Joon  memanggilku dari balik pintu kamar.

Aku menarik napas dan menghembuskannya keras-keras. Aku memeriksa penampilanku lagi di depan kaca superbesar yang ada di wardrobe kamarku. Aku mengenakan gaun di atas lutut berwarna merah maroon. Tube dress itu menampakkan leher jenjang dan bahuku yang cukup lebar tapi menyempit dengan pas di pinggangku yang kecil. Rambutku di spiral dan aku memoleskan make up tipis yang setidaknya sedikit menutupi kantong mataku.

Aku keluar dan turun dari tangga menuju ke ruang tamu dimana oppa, appa dan eomma menunggu. Tidak berapa lama aku melihat seorang ahjussi yang masih sangat tegap dan tampan. Wajah ahjussi itu tampak berseri dan bersemangat.

“Oh, Junghoon-ah!” seru appa, lalu memeluk ahjussi itu.

‘Appa tidak kalah tampan ternyata, kekeke,’ batinku.

“Yoonhee-yaa!” kali ini eomma memeluk seorang ahjumma yang tampak cantik yang energik.

Di belakang mereka seorang namja memasuki pintu ruang tamuku. Mulutku menganga tidak mengerti situasi yang membingungkan ini.

“Hai Kyu, oraenmaniya,” kata Lee Joon oppa lalu memeluk namja itu.

Namja itu membalas pelukan Lee Joon oppa sekilas lalu melemparkan evil smirk nya ke arahku.

MWO??!? CHO KYUHYUN?? IGE MWOYA??

 

Tbc

 Author’s note :: mianhae lama. Pas mau nulis ada aja halangannya. Ya ngga ada ide lah, ga mood lah, tau-tau ada demo lah di DPR deket Slipi (apa hubungannya?) mianhae juga kalau ga bagus…hiks *ngajakin Changmin nangis* entah kenapa aku akhir-akhir ini lagi ilang mood banget…;(

Komen apapun diterima dengan lapang jidat..

 

Eka’s Opinion :: sumpah ini keren bangeeeet!!!! Kyuhyeon!!! >< ga ada yang bisa aku bilang lagi selain.. joha joha joha!!! Ngakak aku😄

Daebak Eon,, aku perlu bersemedi untuk next part nya nih u,u   Neomu johayo^^

53 thoughts on “Blind Date [Part 3]”

  1. Omo~~~
    Keren banget !!! Ngakak sendiri ngeliat Kyu-Hyeon berantem, kekekekekek~ O_O Kyuhyun yang dijodohin Hyeon ya? Omo Omo, apa jangan-jangan Kyu juga nyuruh max buat ngegantiin dia blind date? ._.v aku penasaran..

    Daebak !!!!

  2. wah tambah seru aza ff nie….mian br komen di part nie part” sblm’y suka susah kalo mau komen n skrg bisa yippie… suka bgt sma jalan cerita’y author.. asyik next part bakal seru bgt, penasaran sma kisah kyu sma hyeon..

  3. SUMPAH! AKU NGAKAK PAS BACA: “Semua perasaan kagumnya kepada Changmin seketika lenyap melihat jiwa shikshin Changmin beraksi. Aura keren Changmin terasa lenyap di mata Hyeon. Well, ternyata memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kyuhyun adalah makhluk tampan berjiwa iblis, sementara Changmin adalah makhluk keren berjiwa shikshin. Tuhan itu adil.”

    trus sama: “Dia tampan, tinggi, pandai, berbakat dan ramah. Hanya saja entah mengapa aura bintangnya menghilang saat aku melihatnya makan tadi.”
    GYAHAHAHAAHAHHA~
    KASIAN BGT MINNIE-KU TERCINTA DIANGGAP NGEBUAT ILFEEL!😄

    dan kyuhyun, aigoo… kenapa tuh org narsis amat y? udh gtu childish bgt! ya setipe lah sm hyeon. kekeke~
    awalnya tuh aku mikirnya heera ngegantiin hyeon, minnie ngegantiin kyu,, trus pas baca part 2nya jd mulai ragu, jgn2 bener lg tunangan hyeon itu minnie, pas baca part ini, trnyata bener ==”
    legaaaaaaa~ kan jd gk tmbh rumit masalahnya. yg rumit y perasaan hyeon sndri. kekeke~
    keren bgt yg part ini, rach.😀
    ayo brjuang eka untuk part 4! >_<9

    1. ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
      Emang Tuhan itu adil
      Song joongki ama uno oppa cakep bgt tapi gambarnya kaya anak SD
      ‎​;)hє^_^hє;) ..;)hє^_^hє;) ..
      Iya tuh si eka lg on writing

      1. Jingkrak..jingkrak cz qt b’2 sepikiran..🙂

        jarang2 lho ada yg sepikiran sama aQ,
        jadi eon harus b’untung*bow*narsisQ keluar lagi*

  4. Part ini menyenangkan sekali,indah bgt ceritanya, aku suka sama kata2 author dalam penulisan ceritanya,ringan,enak dibaca.

  5. weleehh…
    t’nyata mrk sm” bo’ong…
    jd hyeon selamat dr amukan appa-nya…
    tp kug aq ngrasa kyu dah mulai suka ma hyeon yahh???
    lanjuuuuuut!!!!!!!!!!

  6. kyu hyeon berantem terus g bs akur. .
    ngaksk pas baca. .
    changmin rakus bgt hyeon aja sampe ilang kagumnya gara2 ngeliat cara makan changmin. .
    lha yg dijodohin sama hyeon itu kyu?
    kok bs?
    jgn bilang klo changmin jg gantiin kyu ketemu blind date-nya. .
    wah makin seru aja ceritanya. .

  7. tuh kaaaaaan bener
    mereka sm2 minta digantiin
    akhirnya jelas jg syp tunangan syp
    hahahahaa
    udh takut aja bkn di part ini diungkapnya
    bagus thor silahkan lanjut

  8. waahh ternyata kyu yg dijodohin ma hyeon
    apa kyu jg nuker pertemuannya ma changmin??
    daebak thoorr..
    ditunggu lanjutannya ^^

  9. Ckckckck…aku sukses tertipu…
    Kirain yg dijodhkn dgn Hyeon memang Changmin.
    Padahal udah sempat sedih,,Kirain mereka bkalan pisah,kan udah cocok tuh Heera-Changmn & KyuHyeon.Tp ternyata…
    Wkwkwkwk
    penasaran seperti apa reaksi Heera-Hyeon nanti..😀

    ffnya keren banget,
    Next partya ditunggu ^^

  10. hahahaahah….
    trnyataaa mreka brduaa sma2 evill…jdi mrekaa brduaa nyuruh shbt mreka gantiin posisinyaaa…
    wkwkwkwkwkwk
    lahh kokk joon oppa bsa knal ama kyu???
    pnasarann thorr…di tnggu ia lnjutannya…^^

  11. Annyeong..
    OMOOOOO..!!
    NEOMU DAEBAK..!!
    Udh lama ƍαк mang ga dipublish2 ni ff.. *udh bolakbalik ke blog ini tp ga kluar2..
    Tp pas udh kluarrrr.. Bener2 ga kecewa dếh..
    Aiiissshh ga kepikiran punya ide bikin kyu minta diganti’in changmin.. Trs hyeon minta di ganti’in heera wkt disuruh blind date.. Neomu daebak idenyaaa…
    Aiiissshhh hyeon udh deg2an wkt acara pertemuan kluarga eh yg dateng ternyata malah si cakep evil kyu.. Yuhuuuuwwww…
    Aiiigooo ditunggu lanjutannya ya chingu..
    Smoga sgala rasa mood baik & hal2 yg bikin cpt lanjut ff slanjutnya publish didoakan dếh chingu.. *doa reader yg penasaran abs ma niy ahr critanya..
    Mianhae klo komennya kepanjangan hihihi
    Keep fighting (‘▿^)ง !!!

  12. kyuhyunnn…????
    hhuuaaahhhh..
    apa jangan2 kyu juga nyuruh changmin buat gantiin dy juga..???

    kyuhyun-Hyeon lucu dah..
    apa lagi pas mereka lagi adu mulut pas di rumah ke’2nya changmin..
    hahahaha….^_^

    tapi gemes juga sama mereka pas di bagian yang tidurnya kyu keganggu pas hyeon nyanyi..
    apa mereka udah sama2 suka chingu…

    netx part di tunggu chingu…^_^

  13. wow…daebak….
    keren ff nya thor…..
    tadinya aku mikir klo hyeon bakalan berubah jadi antagonis…tp ternyata enggak…
    bagian terakhirnya aku suka….kyu nongol dgn tiba2….ntah kenapa aku ketawa bacanya…
    ditunggu next chapter nya…
    semangat~!!

  14. ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    Habisnya emang iya
    Changmin perfect tapi shikshin
    Kyu evil
    Bahkan yunho oppa aja perfect bgt mpe aku tau klo dia ga bisa ngegambar
    Kesimpulannya Tuhan itu adil
    ‎​​​​​​Њαњααњαњααњαњαα.. =))
    Part 4 lg on writing tuh ama si eka

  15. waaaah….. bikin shock nih pas bagian akhir y knp bisa kyuhyun,,,, pa kyuhyun udah bilang k changmin klo heera nukan yg dijodohin ma dia n juga krn rasa suka kyuhyun k hyeon????? mantap jd penasaran cerita dibalik knp bisa kadi kyuhyun………
    gmn nasib heera n changmin????? n ortu y changmin kok nerima ja pa jgn2 sebener y hyeon di jodohin y ma kyuhyun n bukan keluarga changmin??????
    Lanjut…..

  16. waaaah….. bikin shock nih pas bagian akhir y knp bisa kyuhyun,,,, pa kyuhyun udah bilang k changmin klo heera nukan yg dijodohin ma dia n juga krn rasa suka kyuhyun k hyeon????? mantap jd penasaran cerita dibalik knp bisa kadi kyuhyun………
    gmn nasib heera n changmin????? n ortu y changmin kok nerima ja pa jgn2 sebener y hyeon di jodohin y ma kyuhyun n bukan keluarga changmin??????
    Lanjut…..!!!!!!!

  17. woaaa~
    jadi itu ta maksudnya kyu, yg bilang kalo ‘kita sudah di takdirkan bersama’!!
    gag nyangka bgdz,.kyuppa nyuruh changmin ngeganti’in dy, ‘n hyeon jg nyuruh heera .
    emank jodoh dah mreka ber2, hehee xD
    crita nie tambah lama tambah seru plus kereeen….
    daebak eon..

    hwaiting next partnya^^

  18. .aaaaahhhhhh~~
    .mian kak rachel baru baca ff.nya *bow*.,habis akhir* ini tugas numpuk banget…^^ #gak ada yg tanya….
    .ohya.,,pasti kakak mikir aku itu sksd banget yah,,hehehe
    .panggil aja aku tya kak,,itu lo orang yg pengen ngecubit pipinya kak rachel…^^
    .komenku buat ff ini…..
    .ini mah kkeeeerrrreeeennnnn bbbaaannnngggggeeeeeetttt eeeuuuuuyyyyy….
    .nulisnya gak mood aja bagus gini.,apalagi kalau mood.,berkali kali lipatnya ini,,ckckckckck
    .aku ngakak pas baca hyeon.nya itu lihat changmin makan….XD
    .langsung luntur semua kekagumannya….XD
    .jdi kyu itu juga nyuruh changmin buat ngeganti.in dia.??gak terduga….
    .kupikir konfliknya bakal dibikin tentang kebingungannya hyeon yg emang dijodohin ma changmin.,,ternyata enggak ya.????
    .tp ini seru banget loh…..
    .salah satu ff kesukaanku…^^
    .next part ditunggu kak…^^

  19. nnnnnnnnnnooooooooooooooooooommmmmmmmmmmmmmmmmuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu johaaaaaaaaaaaaaaa,,,kekeke,,, ga nyangka deng ternyata ntu si epil Kyu,, spechless,, pokoknya q tunggu next part…

  20. Hahahahahaha
    sudah aQ duga..

    Pujii Tuhan..
    Aq pikir bakal jadi ribet., t’nyta ga..

    Waahh…
    Eoonnn gmana sama Yunho oppa??
    Seliiingggggkuuuhhh…
    >.<
    Kyu kan bwt aQ…
    Hiks..hiks..

    Dritdi aQ usha cari typo,
    eh ketemu,
    but just one..🙂

    neomu..neomu like this..

  21. huua…:D
    ternyata gitu kyu juga di gantiin,wah aku kira cuma hyeon yang digantiin sukses tertipu aku o-o
    hahags..uda ah gatau mau omong apalagi keep fighting ajalah buat autor😀

  22. hahahaa , part ini sukses bikin aku ketawa-ketawa .
    ff kayak gini nih yang aku suka , ngehibur banget😀
    apalgi kalo hyeon dan kyuhyun berantem , widiih berasa mau perang dunia😀
    ternyata kyuhyun juga digantiin ma changmin yak ?!
    aaiihh , sesuai ma perkiraanku , hehee
    bagus . bagus ! jadi nggak ribet ! ^^
    bisa ngebayangin kagetnya hyeon waktu tau blind date nyabyg sebenernya .
    ditunggu segera kelanjutannya chinguu !! segera segera segeraa , hehehe , makasiiihhhh

  23. waaaahhh…
    Bagusss bang-gets FF’ny..
    Neomu daebak =D..
    Bikin ngakak terus hahaha…
    Cepet2 dilanjutkan ya…
    hwaiting!! ^_-

  24. sumpah dari part pertama sampe part ni ga nyangka end ny bkl bgtu..ternyata mreka tukeran dua2ny ?? ato gw yg salah baca?? dr awal hyeon emg d jodohin sm kyu bkn changmin..knp bs gt?? hahahahahahaha..akhir nya g ketebak ga sesuai sm yg gw pikir,,keren!!!!!! penasaran next part..

    1. halooo eonn…
      yoa yoa yoa… tukeran dr awal hahaha xD
      emang dari awal hyeon udh di jodohin sm kyuhyun. knp bisa gitu?? ya bisa aja… bisa-bisanya author itu mah muahahahah /ditabok
      mksh eon muah muach

  25. daebak,..
    wah trnyata,..
    si kyu jg mnta gantiin si changmin, gantiin dy,..
    bnr2 ktipu nih,..

    mw liat reaksi hyeon kl kyu opp yg d’jdhin sm dy,..
    penasaran,..

    jgn lm2 nih publish part slnjutny,..
    hehe,.. readers bnyk mwny,..
    hwaiting,..🙂

  26. yaampun eonn keren bgt ide critanya, q kra bkalan jd ribet nantinya, trnyta kyu ma hyeon sama” tukeran yah ^^
    d tnggu next partnya

  27. ya ampun…jadi senyu2 sendiri bacanya

    jd changmin itu ngegantikan si kyuhyun juga ya kayak heraa yg gantikan hyeon….

    kira2 gimana y lanjutannya..
    kyuhyun evil bgt..

  28. ow..ow.. ow.. ternyata.. ternyata.. yg djodohin m hyeon itu kyuhyun,n kyupa nyuruh changmin gantiin dia.. skor ny jd sama donk m hyeon sm2 ngbohong!

  29. jiangggjangggggggg!!!
    urri kyu juga nakal yahhh…akhernya mereka memang benar 2 orang yg saling dijodohin…
    saya setuju dengan mu..”Tuhan itu MAhaAdil”..makhluk sekurus changmin bisa makan dengan porsi menggila…dan dengan wajah nonsense ku tapi py jiwa evil tiada akhir…wkwkwkwkwk…

  30. Ooooh ternyata kyuhyun oppa minta digantiin juga tooh
    Pantesan kalau diliat dr sisi changmin dia kok sepertinya santai2 saja hahahahah😀

  31. Daebakkk kereen..aku suka bgt sm part ini.
    haha ngakak pas Hyeon ifeel sm changmin..
    huaa bener2 ga bs d tebak jalan ceritanya
    aku suka aku suka bgt ff ini feelnya berasa bgt
    two tumbs up for the authors

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s