I’M ALONE (DRABBEL)

 

                Goo Taera POV

Kau tau bagaimana rasanya merasa sendirian meskipun banyak orang disekitarmu. Merasa sepi ketika keramaian berada didekatmu. Itulah yang kini aku rasakan, sangat menyiksa tapi apa yang bisa aku perbuat selain menerimanya dengan hati yang penuh dengan sesak.

Namaku Goo Taera, seorang yeoja yang hidup sendiri didunia dan menjadi yeoja yang aneh ketika kedua orang tuaku meninggalkan aku selama-lamanya. Sebenarnya aku ingin sekali menyusul mereka, tapi aku bertemu dengan seorang namja yang ketika tersenyum dia akan terlihat sangat tampan.

Ketika aku tahu bahwa ada namja itu, aku merasa aku tidak lagi sendirian didunia ini. Meskipun hanya sebatas saling tersenyum ketika bertemu, bahkan namanya saja aku tidak tahu. Aku selalu melihatnya bersama anak perempuan kecil di sungai han, mereka terlihat mirip. Mungkinkah itu adik atau bahkan anaknya ? tapi jika dilihat dari wajah namja itu, dia terlihat sangat muda.

Hari ini aku bertemu lagi dengan namja itu, tapi kali ini dia sendirian dengan keadaan yang berantakan. Dengan keberanian yang aku punya, aku menghampirinya.

“ tuan, gwenchana ?” tanyaku.

“ ah kau, kita bertemu lagi. Ya, aku baik-baik saja.” Ucapnya.

“ tuan, bolehkah aku ?” sebelum meneruskan pertanyaanku, dia pamit dari hadapanku.

Hilang sudah kesempatan untuk bisa mengetahui namanya. Dia terlihat berbeda dari sebelumnya. Ada kesedihan yang terpancar diwajah tampannya. Kau tahu, saat aku tidak melihat atau tidak bertemu dengannya sehari saja. Aku merasa aku kembali sendirian didunia ini. Aneh ? ya, aku akui itu.

***

Malam begitu sunyi dan hanya diiringi sinar bulan yang menelusup ke dalam kamar sederhanaku. Aku kembali menginggat kedua orang tuaku dan namja itu. Sungguh aku ingin sekali mengenalnya jauh lebih dekat.

Nyaman dan tenang adalah perasaan yang aku rasakan saat aku dekat dengannya. Mungkinkah dia namja yang sudah dikirimkan oleh Tuhan untuk menemani aku dikalah susah dan senang sampai selamanya?

Aku dan namja itu tengah duduk santai disebuah taman yang luas, dia masih tetap sama. Sangat tampan dan bersinar. Kemudian dia menyederkan kepalanya dibahuku, sedangkan aku hanya bisa tersenyum dan mengusap kepalanya.

“ Taera, apa kau bersedia menjadi pengantin wanitaku?” ucap namja itu tiba-tiba.

Sedangkan aku hanya bisa diam dengan tatapan mata lurus.

“ Taera, kau tidak mau?” tanyanya lagi.

“aku bersedia menjadi pengantin wanitamu dan berjanji setia dihadapan Tuhan.”jawabku.

Lalu dia menghadapkan tubuhku kearahnya, dengan tatapan sendu. Dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku dan menempelkan bibirnya di bibirku.

Aku segera terbangun dari tidurku, ya Tuhan ternyata itu hanya mimpi. Tapi kenapa rasanya seperti kenyataan? Mungkinkah hal itu akan menjadi kenyataan? Sungguh, aku sangat berharap penuh dengan namja itu.

Aku seperti orang gila memikirkan namja yang aku tak ketahui namanya. Aku segera menuju ke kamar mandi dan bertekad untuk menghampiri namja itu, menanyakan siapa namanya dan aku akan mengajaknya menikah. Gila ? kurasa iya, aku sudah mulai gila karena namja itu.

Dengan memakai dress selutut berwarna biru, aku keluar rumah dengan senyuman yang mengembang dibibirku dengan pikiran bahwa aku tidak akan lagi merasa kesendirian hidup didunia ini.

Aku menuju ke sungai hand an mencari tempat duduk dibawah pohon untuk menunggunya. Karena biasanya, namja itu selalu menyempatkan diri datang ke sungai han meskipun hanya sebentar.

Aku terus menunggunya, aku sudah bertekad aku terus menunggunya sampai namja itu datang ke sungai han. Aku tidak mempedulikan walaupun aku harus menahan lapar. Dengan sabar aku menunggunya walaupun sekarang menunjukkan pukul 8 malam. Tubuhku menggigil kedinginan, tapi aku tak berniat beranjak dari tempat dudukku.

Hampir saja aku akan beranjak dari tempat dudukku, tapi ternyata aku melihatnya. Aku melihatnya tengah duduk di sebuah kursi panjang sendirian. Saat ini dia hanya memakai kaos casual denagn celana panjang yang sederhana, tapi tetap saja dia terlihat tampan.

Dengan tenaga yang masih tersisa, aku berjalan perlahan menuju kearahnya.

“ annyeong” sapaku lirih.

“ annyeong, kau lagi? Kenapa kita bisa sering bertemu?” tanyanya.

“ tuan, bolehkah aku duduk?” tanyaku.

“ silahkan.” Denagn ragu dia mengijinkan.

“ oh iya, jangan panggil aku tuan. Cukup panggil aku Henry.” Ucapnya.

Oh ya Tuhan, namanya Henry ? akhirnya aku tahu namanya.

“ Henry-ssi, kau sendirian kesisini?”

“ tidak, aku bersama mereka.” Ucapnya dengan menujukkan seorang wanita cantik dan seorang anak kecil perempuan.

“ siapa mereka?” tanyaku.

“  iya, dia istriku dan anak semata wayangku. Aku sangat mencintai mereka.” Jawabnya.

Istri? Anak? Cinta? Bagai duniaku telah berakhir, aku hanya bisa diam dan menatap luruh kearah depan.

“ nona, aku harus menghampiri istri dan anakku. Sampai jumpa.”

Tuhan, apa seperti ini yang memang jalan yang harus kulalui ? ayah ibu, tidakkah kalian merindukanku ?

 

End

 

Sorry for typo dan sorry for FF yang gak jelas seperti apa bentuknya.

18 thoughts on “I’M ALONE (DRABBEL)”

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s