{YunHyeon couple} You’re My Destiny (prequel: I Never Forget You) 1/?

Tittle:: {YunHyeon couple} You’re My Destiny (precuel: I Never Forget You) 1/?

Author:: ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Maincast::

  • Jung Yunho DBSK
  • Lee Ang Hyeon (@rachelang11)

Other cast::

  • Jung Yuuri (@ideafina)
  • All DBSK member

Genre:: Romance

Rate:: G

Disclaimer:: This STORY, YUNHO, all DBSK member is MINE! #dikeroyok Cassie😛

Read previous story::YC: I Never Forget You

Annyeong Readers-deul~

Masih inget sama Love storynya Yunho oppa yang CLBK kan? Karena banyak yg penasaran sama awalnya gimana, jadinya sekarang kubuat deh FF precuelnya. Hope U like it.😀

~HAPPY READING~

Backsong:: DBSK HoMin-She

“Hyeon-ah…”ucap Yunho manja sambil merangkul bahu Ang Hyeon.

“Hmm?”

Yunho berdecak kesal saat Ang Hyeon lagi-lagi tidak menanggapinya dan malah terus mengetik di laptopnya. Padahal  ia sengaja datang ke apartemen Ang Hyeon saat ada waktu luang seperti sekarang ini, tapi yeojachingunya itu malah tidak menghiraukannya sama sekali!

“Apa kau masih akan terus cuek padaku?”tanya Yunho lagi, tapi Ang Hyeon tidak menjawab, membuatnya kesal. Yunho langsung bangkit dari duduknya. “Geurae. Lebih baik aku pu…”

“Selesai!”ucap Ang Hyeon senang, lalu mematikan laptopnya. Kemudian ia memandang Yunho yang sedang berdiri.

“Oppa, sedang apa kau disana? Ayo duduk!”

Yunho menatap yeojachingunya itu kesal. “Akhirnya kau menyadari ada aku disini.”

Ang Hyeon tertawa kecil melihat wajah cemberut namjachingunya itu. “Tadi kan sudah kubilang kalau aku sedang banyak tugas. Oppa saja yang terus memaksa datang. Jadi jangan salahkan aku kalau aku cuek padamu sejak tadi.”

Yunho kembali duduk di sebelah Ang Hyeon. “Kalau kau tidak menolak untuk segera kunikahi mungkin aku tidak akan gila menahan rasa kangenku padamu!”jawab Yunho kesal. Sebenarnya ia iri sekali dengan pernikahan adiknya, Yuuri, dengan Yesung. Setidaknya Yesung tidak akan menggila karena terlalu rindu seperti biasanya setelah menikah dengan adiknya.

Ang Hyeon menyentuh wajah Yunho lembut dengan kedua tangannya. Ia menatap mata namjachingunya itu dengan lembut. “Kita kan baru bertemu kembali setelah tiga tahun. Itu terlalu cepat, oppa. Lebih baik kita membuat banyak kenangan saat berpacaran dulu.”

Yunho tidak bisa fokus pada kata-kata Ang Hyeon. Matanya terfokus pada bibir yeojachingunya itu. “Hmm… kau benar.”ucapnya asal, lalu mengecup bibir Ang Hyeon, membuat tubuh yeoja itu sesaat menegang.

“Aish! Oppa!”ucap Ang Hyeon malu lalu menepuk lengan Yunho. Wajahnya mulai memerah.

Yunho menggelengkan kepalanya, sedikit frustasi. “Kau ini. Bisa tidak bersikap manis sedikit? Dari awal kita bertemu kau sama sekali tidak bisa bersikap manis, Hyeon-ah.”

“Kapan pertama kali kita bertemu aku tidak bersikap manis?!”tuntut Ang Hyeon.

“Kau lupa, sunbae-nim galak?”goda Yunho.

 

Summer, 2006

“Yuu-yaaaa! Ireona!!!”

Yuuri terbangun kaget mendengar teriakan Eommanya dan refleks langsung melihat jam dinding di kamarnya. Matanya langsung membelalak lebar melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 07.15 pagi. Ini gawat! Hari ini hari pertama Yuuri mengikuti masa orientasi di SMA barunya, dan ia terancam terlambat!

Dengan terburu-buru ia bangkit dari tidurnya, mengambil handuk dan seragamnya lalu berlari ke kamar mandinya. Tapi sialnya, ia lupa jika saluran air di kamar mandi di lantai atas sedang mampet, begitu juga dengan kamar mandi di kamar orangtuanya. Satu-satunya kamar mandi yang bisa dipakai hanya yang berada di lantai bawah. Yuuri berlari kesana dan langsung meraih gagang pintunya, tapi sial! Pintunya terkunci!

“Oppa!”teriak Yuuri saat mendengar senandung Yunho di dalam kamar mandi. “Palli! Aku mau sekolah!”

Tapi bukannya segera keluar Yunho malah semakin asik bersenandung. Yuuri mendesis kesal. Kebiasaan oppanya bernyanyi dan bahkan dance di kamar mandi bisa membuat Yuuri semakin terlambat. Ia menggedor-gedor keras pintu kamar mandi itu.

“Yun oppa!!! Jika kau tidak segera keluar, kupecat kau jadi oppaku!”seru Yuuri sambil terus menggedor pintu kamar mandi. Lagi-lagi Yunho tidak mengacuhkannya.

“Jung Yunho!”kali ini Yuuri sudah habis kesabarannya. “Aku tidak peduli kau telanjang atau tidak! Pintunya akan kudobrak!”

Yuuri sudah menyiapkan kuda-kuda tendangan taekwondonya, lalu bersiap menerjang pintu saat tiba-tiba pintu itu terbuka dan membuat Yuuri melesat terus ke dalam.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~” BRUK.

***

 

“Yuu-ya…”Yunho memanggil Yuuri dengan nada manja. “Kau masih marah dengan oppa?”

Yuuri menatap oppa satu-satunya itu dengan kesal. Rasanya ingin sekali ia menjambak rambut jabrik oppanya itu!

“Yuu-ya…”

“Tentu saja aku marah! Oppa pikir dengan kepala benjol dan kepastian akan dihukum saat datang terlambat membuatku bisa tidak marah dengan oppa?!”jerit Yuuri di depan muka Yunho, sampai membuat Yunho harus memundurkan wajahnya.

Lee Ahjusshi yang sedang menyetir tertawa kecil. Yuuri mendelik pada pria tua itu, yang langsung mengubah tawanya jadi suara batuk.

“Yuu Agassi, sudah sampai.”ucap Lee Ahjusshi saat mobilnya sudah tiba tidak jauh dari gerbang sekolah barunya.

Yuuri mengerang pelan melihat gerbang sekolahnya yang penuh dengan sunbaenya. “Matilah aku.”desis Yuuri.

“Mianhe, dongsaeng-ah…”ucap Yunho merasa bersalah. Kalau saja tadi saat mandi ia tidak memakai headphone di telinganya, mungkin ia bisa mendengar teriakan Yuuri dari luar dan tidak berlama-lama di dalam kamar mandi.

Yuuri tidak mengacuhkan kata-kata oppanya. Ia mengambil tas ranselnya dan keluar dari mobil. Berjalan dengan takut-takut ke pintu gerbang sekolah barunya.

“Kau, kenapa terlambat?”tanya seorang namja sunbae saat Yuuri sampai di depan gerbang. Yuuri menundukkan wajah, tidak berani memandang sunbaenya itu.

“Ng… aku bangun kesiangan, sunbae-nim…”jawab Yuuri takut-takut. “…lalu terjatuh di kamar mandi…”Yuuri sengaja menambahkannya dengan menunjukkan keningnya yang benjol, berharap si sunbae sedikit merasa kasihan padanya.

“Kau sudah tahu kan kalau peraturannya harus datang tepat waktu? Sekarang sudah lewat lima belas menit sejak waktu masuk.”kata seorang yeoja sunbae. Yuuri mendesis kesal. Ternyata tidak mempan.

Sementara itu, Yunho yang berada di dalam mobil merasa tidak tega melihat adiknya dimarahi oleh para seniornya. Ia membuka pintu mobil dan berjalan ke gerbang sekolah Yuuri. beberapa haksaeng yang melihatnya langsung menjerit-jerit histeris.

Yuuri sendiri tidak terlalu memperhatikan suara-suara di sekitarnya. Ia terlalu takut dengan hukuman yang akan diberikan padanya.

“Hukumanmu…”Tiba-tiba kalimat yeoja sunbae itu berhenti dan menatap ke belakang Yuuri dengan mata terbelalak lebar. Yuuri memperhatikan sunbaenya itu dengan bingung.

“Sunbae-nim, ada a…”

“U… U-know Yunho!”jerit sunbaenya. Yuuri memelototkan matanya mendengar sunbaenya. Ia berbalik, dan melihat oppanya sedang berada di belakangnya, tersenyum padanya.

“Oppa!”

“Annyeonghasseyo! Jung Yunho imnida.”ucap Yunho penuh percaya diri. Seketika itu juga kerumunan sunbae dan murid-murid baru mulai mengelilingi Yunho, seperti fanmeet mendadak.

“Aku kesini untuk meminta maaf pada para sunbae disini, karena sudah membuat adikku, Jung Yuuri, datang terlambat.”kata Yunho dengan senyuman menyesal. Yuuri terperangah, tidak percaya dengan apa yang dilakukan oppanya. Yunho itu bodoh atau apa sih?! Nanti kan semua orang tahu dirinya adik Yunho!

“Adikmu yang mana?”tanya yeoja sunbae yang tadi memarahi Yuuri. Yuuri mendesis kesal. Padahal ia tidak mau teman-teman sekolahnya tahu jika ia adik U-know Yunho, leader boyband DBSK. Nanti kan akan repot sekali kalau semuanya tahu. Ia bisa tiba-tiba diperlakukan spesial seperti saat ia di SMP, dan Yuuri tidak mau itu!

Yunho menarik lengan Yuuri, lalu merangkulnya. “Ini yeosaengku, Jung Yuuri.”ucapnya dengan nada sayang. Yuuri hanya bisa pasrah melihat tatapan iri para fans Yunho itu.

“Ng… kamar mandi di rumah kami hampir semuanya tidak bisa digunakan. Satu-satunya kamar mandi yang bisa dipakai malah kupakai lama sekali, sehingga Yuu tidak bisa menggunakannya.”jelas Yunho jujur dan dengan wajah penuh penyesalan. “…dan setelah itu ia terpeleset di kamar mandi. Lihat ini! Keningnya sampai benjol!”Yunho menaikkan poni panjang Yuuri, memperlihatkan kening adiknya yang benjol.

“Ah… kasihan sekali!” Yuuri langsung melotot mendengar komentar sunbaenya itu. padahal waktu tadi ia yang menunjukkan keningnya yang benjol, sunbae itu tetap mau menghukumnya!

Walaupun ini menguntungkan, tapi Yuuri tidak suka diperlakukan spesial. Daripada seperti ini ia lebih suka dihukum.

“Kalau begitu, Jung Yuuri boleh ma…”

“Ada apa ini?”Sebuah suara yeoja yang tegas tiba-tiba muncul.

Seorang yeoja cantik berambut panjang diikat ekor kuda dan berponi menyeruak ke dalam kerumunan. Matanya menatap tajam para sunbae dan murid-murid baru yang sedang berkerumun.

“Apa yang membuat kalian, para sunbae, berkerumun disini bersama murid-murid baru?”tanyanya tajam.

“Eh, itu… Lee Ang Hyeon sunbae…”ucap seorang yeoja sunbae dengan gugup.

“Cepat kembali ke tempat kalian masing-masing!”serunya galak, membuat para sunbae bergidik ngeri lalu membawa kerumunan murid-murid baru yang mendesah kecewa. Lalu ia berpaling ke yeoja sunbae yang memarahi Yuuri tadi.

“Bisa kau jelaskan, kenapa ada ramai-ramai seperti ini?”

Yunho merasa tidak enak dengan yeoja sunbae yang sekarang sedang dimarahi oleh sunbae bernama Lee Ang Hyeon itu. Ia maju mendekati sunbae itu. “Ah, jweseonghamnida sudah membuat orang-orang heboh dengan kedatanganku.”ucap Yunho menyesal.

Lee Ang Hyeon melihat Yunho dengan pandangan malas. “Memang kau siapa?”tanyanya acuh tak acuh. Yunho, Yuuri, dan yeoja sunbae yang memarahi Yuuri tadi membelalak tak percaya. Ia tidak mengenal Yunho?!

“Lee sunbae-nim… kau tidak mengenalnya?”tanya yeoja sunbae satunya dengan tidak percaya.

Lee Ang Hyeon mengangkat alisnya heran dengan pertanyaan itu. “Nugu?”tanyanya sambil menatap Yunho.

Ekspresi Yunho langsung berubah tercengang. Antara kesal dan tidak percaya. Bagaimana mungkin ada yeoja yang tidak mengenalnya?!

Sementara Yuuri, ia memandang ekspresi Lee Ang Hyeon dan Yunho bergantian, lalu mendengus tertawa. Ia senang sekali melihat ekspresi oppanya saat harga dirinya sebagai selebritis terkenal tercoreng. Bayangkan saja, ada yang tidak mengenal leader boyband yang disebut King of Hallyu! Oh My God! Yuuri bersumpah ia harus berteman dengan sunbae ini!

“Apa yang kau tertawakan?”tanya Lee Ang Hyeon pada Yuuri. Yuuri menggeleng kecil, mengatup mulutnya, berusaha menahan tawanya. “Kau terlambat kan? berarti kau harus dihukum.”

Kali ini Yuuri tidak keberatan harus dihukum. “Ne. sunbae-nim!”jawabnya riang. Yunho menatap adikya tak percaya. Setelah ia mengorbankan dirinya dikerumuni para fans agar Yuuri tidak dihukum, kini adiknya itu malah dengan sukarela dihukum?!

“Ikut aku!”kata Lee Ang Hyeon pada Yuuri. Yuuri mengikutinya dengan senang.

“Yak! Jung Yuuri!”seru Yunho.

“Annyeong, oppa! Selamat bekerja! Salam untuk dongbang oppa-deul ya!”ucap Yuuri riang lalu kembali mengikuti sunbaenya.

Yunho hanya bisa berdecak kesal lalu kembali ke mobilnya.

***

 

“Boo, apa kita ini masih kurang terkenal?”tanya Yunho tiba-tiba saat ia baru sampai di dormnya. Jaejoong yang tadinya sibuk memasak sarapan langsung berbalik dan menatap couplenya itu dengan bingung.

“Kenapa kau menanyakan itu?”

“Jawab saja.”

“Aku rasa kita sudah sangat terkenal sekarang ini. Walaupun aku tidak tahu kalau mungkin bisa lebih terkenal lagi.”

“Lalu kenapa bisa ada yeoja yang tidak mengenalku?!”ucap Yunho sedikit histeris. Mengingat wajah sunbae Yuuri bernama Lee Ang Hyeon itu membuatnya menjadi semakin sebal.

“Tidak mengenal hyung bagaimana?”tanya Yoochun yang tiba-tiba muncul masih dengan piyamanya. Ia menggaruk-garuk kepalanya lalu duduk di meja makan.

“Yak! Park Yoochun! Kau baru bangun?! Mentang-mentang jadwal kita hari ini dimulai siang, bukan berarti kau harus bangun sesiang ini!”omel Yunho.

Jaejoong menatap Yunho heran. “Tidak biasanya kau semarah ini. Bukankah Yoochun memang selalu bangun kesiangan? Lagipula Changmin dan Junsu juga masih belum bangun.”

Yunho berdecak kesal mendengar komentar Jaejoong. Ia menarik kursi makan dan duduk di sebelah Yoochun. Jaejoong meletakkan nasi goreng kimchi buatannya di depan Yunho dan Yoochun.

“Kau kenapa sih hyung?”tanya Yoochun heran lalu mengambil piring berisi nasi goreng kimchi di hadapannya dan mulai memakannya.

Yunho berdecak kesal lalu menceritakan kejadian tadi di sekolahnya Yuuri. Jaejoong dan Yoochun langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

“Yunnie-ya, coba kau sebutkan nama Kim Jaejoong, pasti ia langsung mengenalinya!”kata Jaejoong disela-sela tawanya.

“Dan kalau hyung menyebut Park Yoochun juga ia pasti mengenalnya! Aku kan lebih tampan dari hyung.”timpal Yoochun.

“Yak!”

“Kurasa cuma hyung saja yang tidak terkenal.”ucap Changmin yang baru bangun dan duduk di sebelah Jaejoong.

Yunho menatap magnaenya yang evil itu dengan geram. “Mana mungkin tidak ada yang mengenal leader! Apalagi aku lead dancer!”

Ketiga membernya mendengus sebal mendengar sifat narsisnya muncul.

“Hyung, kau berlebihan sekali. Mungkin saja yeoja itu tidak punya tivi di rumahnya.”Junsu yang baru bangun langsung duduk di sebelah Yoochun.

Yunho langsung berubah sumringah mendengar komentar Junsu. “Kau benar Junsu-ya. bukan aku yang tidak terkenal, tapi yeoja itu yang terlalu kuper.”ucap Yunho senang.

Jaejoong, Yoochun dan Changmin hanya bisa mendelik menatap Junsu yang sudah menghancurkan keisengan mereka pada Yunho. Sementara Junsu, hanya menatap bingung ketiga membernya itu dengan polosnya.

***

 

Ang Hyeon merasa akhir-akhir ini ada yang aneh di sekolahnya. Kenapa sekarang murid baru bernama Jung Yuuri itu selalu dikerubungi orang-orang? Sebenarnya ia siapa sih?

Yang Ang Hyeon tahu Jung Yuuri itu adalah salah satu hoobaenya di BooksClub. Ia juga bukan seorang selebritis. Memang sih wajahnya cantik. Tapi kalau cantik seharusnya yang mengejar-ngejarnya kan para namja, bukan yeoja-yeoja seperti sekarang ini.

Tiba-tiba Yuuri yang sedang dikerubungi orang-orang, berlari ke arah Ang Hyeon.

“Hyeon sunbae-nim~”serunya lalu bersembunyi di balik tubuh Ang Hyeon. Ang Hyeon hanya menatapnya heran. “Jebal… tolong bantu aku mengusir mereka…”ucap Yuuri dengan terengah-engah.

Walaupun Ang Hyeon tidak tahu apa masalahnya, tapi ia cukup kasihan juga dengan Yuuri. Jadi ia menatap tajam kerumunan yeoja di hadapannya. “Kalian sedang apa? Kenapa mengganggunya?”tanyanya tajam. Reputasinya sebagai Ketua Osis yang tegas cukup membuat yeoja-yeoja itu memandangnya segan.

“Ng… kami hanya ingin bertanya tentang oppanya Yuuri-ssi…”jawab salah satu dari mereka.

Ang Hyeon mengangkat alisnya heran. Seberapa tampan oppanya Yuuri sampai yeoja-yeoja ini menguntit Yuuri terus?  “Apa kalian tidak ada cara yang lebih baik untuk bertanya padanya? Beramai-ramai seperti itu hanya akan membuatnya kesal dan merasa terganggu!”

“Iya. Aku merasa terganggu.”kata Yuuri pelan dibalik Ang Hyeon.

“Nah kan! kalian mendengarnya sendiri? Jadi mulai sekarang, kalau kalian memang tertarik pada oppanya, lebih baik bertanya dengan cara baik-baik, dan jangan mengerumuninya seperti ini!”kata Ang Hyeon lalu pergi dengan menarik tangan Yuuri.

Yuuri tersenyum lebar saat Ang Hyeon menarik tangannya.

“Gomawoyo, sunbae-nim.”ucap Yuuri saat mereka tiba di ruang klub. “Kau sudah menyelamatkan hidupku!”

Ang Hyeon tertawa kecil mendengar kalimat Yuuri yang sedikit berlebihan itu. “Walaupun aku tidak mengerti maksudmu, tapi ucapanmu kuterima.”

“Ang Hyeon sunbae benar-benar tidak tahu?”tanya Yuuri ragu.

“Tahu apa?”tanya Ang Hyeon bingung.

“Tahu jika oppaku itu seorang penyanyi.”

“Oh ya?”

Yuuri memandang Ang Hyeon dengan seksama, kemudian tertawa. “Sunbae, benar-benar tidak tahu!”

Ang Hyeon berdecak kesal karena tertawaan Yuuri. “Aish! Memangnya salah jika aku tidak tahu?!”protesnya. “Aku kan jarang nonton tivi!”

Dengan masih tertawa-tawa Yuuri mengambil majalah di ruangan klub itu lalu menunjukkan covernya yang berisi foto DBSK.

“Ini namanya Dong Bang Shin Ki. Mereka boyband terkenal.”jelas Yuuri pada Ang Hyeon.

“Oh ini yang namanya DBSK… Aku sering mendengar teman-temanku meributkannya.”kata Ang Hyeon.

Yuuri menunjuk foto Yunho. “Yang ini oppaku, Jung Yunho, dia leader DBSK.”jelas Yuuri.

Ang Hyeon merasa seperti pernah mengenalinya. “Igeo… oppamu sepertinya aku pernah melihat… ah! yang datang waktu orientasi hari pertama ya?”

Yuuri tersenyum lebar, lalu mengangguk.

Ang Hyeon menggeleng-geleng tidak percaya. “Pantas saja kau jadi dikerubungi yeoja-yeoja itu. seharusnya oppamu tidak datang ke sekolah waktu itu.”

“Memang! Oppaku itu babo sekali!”ucap Yuuri kesal. “Tapi ia melakukannya karena tidak ingin aku dihukum sih. Kalau saat itu Ang Hyeon sunbae tidak muncul mungkin aku terbebas dari hukuman sunbae-nim yang lain.”

Ang Hyeon menatap Yuuri heran. “Bukankah waktu itu kau senang-senang saja saat kuhukum?”

Yuuri cemberut. “Awalnya sih senang, karena aku tidak suka diperlakukan spesial. Tapi setelah merasakan capeknya mengepel lapangan basket yang luas, aku jadi benar-benar menyesal sunbae tidak tertarik pada pesona oppaku.”

Mendengar itu Ang Hyeon langsung tertawa terbahak-bahak. “Untung aku tidak mengenal oppamu, Yuuri!”

“Aish! Sunbae! Nanti akan kubuat kau jadi Cassiopeia!”

“Cassi… cassio… apa?”

“Cassiopeia. Nama fandom boyband oppaku!”

“Oohh…”

“Nah! Sebagai adik dari leader boyband terkenal DBSK, aku akan memberitahumu semuanya tentang mereka!”kata Yuuri bangga dengan menepuk-nepuk dada.

Ang Hyeon menatap Yuuri aneh.  “Errr…. Kurasa tidak perlu, Yuuri-ssi. Mianhata, tapi aku tidak tertarik.”

“Andwae. Jujur saja, aku sebagai adik leader DBSK, sangat merasa tersinggung ada yang tidak mengenal oppaku, jadi, aku harus mengenalkan tentang mereka pada Hyeon sunbae!”jawab Yuuri bersikeras.

“….” (=_=)”

Dan dimulailah cerita Yuuri mengenai boyband DBSK, yang didengarkan Ang Hyeon dengan sedikit malas.

Ang Hyeon bukanlah orang yang bisa dengan mudahnya menolak keinginan baik orang lain. Jadi walaupun ia merasa aneh dan bingung, ia diam saja mendengar ocehan hoobae yang baru dikenalnya selama sebulan ini. Sesekali Ang Hyeon tertawa kecil melihat ekspresi Yuuri yang berlebihan.

Lagipula, siapa sih yang bisa menolak mendengarkan ocehan gadis berusia 15 tahun yang lucu seperti Yuuri?

***

 

Hebatnya Yuuri, dalam waktu sebulan ia menceritakan mengenai DBSK dan memperkenalkan lagu-lagunya, kini Ang Hyeon sudah mulai menyukai lagu-lagunya. Tapi tentu saja masih sebatas menyukai lagu. Ang Hyeon tidak begitu tertarik dengan personilnya selain suaranya tentunya.

“Jadi, siapa member yang paling Onnie sukai?”tanya Yuuri bersemangat saat Ang Hyeon bilang ia sudah mulai menyukai lagu-lagu DBSK. “Oppaku?”

Ang Hyeon tertawa kecil. “Aku masih sebatas menyukai lagu mereka saja, Yuu-ya. tidak dengan membernya.”

“Cish. Hyeon onnie ini tidak seperti gadis remaja biasanya. Memang Onnie tidak tertarik dengan ketampanan mereka?”

“Kau sendiri tidak seperti gadis remaja biasanya. Sedikit-sedikit ‘oppa-ku begini… oppaku begitu…’ Dasar brother complex!”

“Onnie-ya! Kau akan seperti aku jika punya oppa yang keren seperti oppaku!”protes Yuuri.

“Aigoo… Yuu-ya… Kau pikir oppaku tidak keren?”

“Aku tidak percaya sebelum lihat langsung!”

Ang Hyeon menatap Yuuri sebal. “Lainkali akan kubawakan fotonya!”

“Nah, itu kan lainkali. Sekarang aku mau memperlihatkan ke onnie video DBSK yang baru! Oppaku keren deh!”ucap Yuuri riang. Ang Hyeon hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sifat brother complex hoobaenya ini.

***

 

Sudah ke sekian kalinya dalam bulan ini Ang Hyeon mampir ke toko buku. Penyebabnya tentu saja kegilaannya yang berlebihan pada buku-buku roman, terutama harlequin. Jadi walaupun harus merelakan uang untuk keperluan lain, itu tidak masalah selama ia bisa membeli novel favoritnya itu. Apalagi buku yang dicarinya adalah buku edisi bahasa inggris terbitan lama dan hanya dijual terbatas di toko buku asing di Itaewon. Tidak mungkin Ang Hyeon melewatkan untuk membelinya.

“Thanks, Kris.”kata Ang Hyeon, tersenyum senang saat menerima buku-buku belanjaannya dari kasir.

Ia lalu berjalan keluar dari toko buku. Sedikit tidak sabar untuk segera pulang dan membaca buku-buku yang dibelinya. Kemudian saat melewati toko kaset, perhatiannya teralihkan oleh poster besar yang dipajang di kaca toko kaset itu.

Ang Hyeon tersenyum saat mengingat cerita-cerita Yuuri tentang DBSK. Kemudian didorong rasa penasaran ia masuk ke toko kaset itu dan mencari-cari album boyband yang baru dikenalnya tersebut. Entah kenapa ia jadi ingin membeli album aslinya.

Setelah mengitari rak-rak kaset, akhirnya Ang Hyeon menemukan album yang dicarinya itu. Ia mengambil satu-satunya album yang tersisa dan terkejut melihat harganya.

“Kenapa mahal sekali sih. Uangku kan tidak cukup…”gerutunya sebal. Ang Hyeon mengembalikannya lagi ke rak. Tapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengambil album itu.

“Kau mau membeli ini?”tanya orang itu. Ang Hyeon menoleh, dan terkejut melihat seorang namja tinggi yang memakai topi, kacamata hitam dan syal yang menutupi leher sampai hidungnya.

“Hei! Kau ingin membelinya?”tanya namja itu lagi karena Ang Hyeon hanya bengong menatapnya.

“Ng… harganya mahal, jadi aku tidak jadi membelinya.”jawab Ang Hyeon, masih merasa heran ada orang yang memakai syal di musim panas.

Tiba-tiba namja itu menarik tangan Ang Hyeon dan menyeretnya. “Ya! kau mau apa?!”protes Ang Hyeon. Tapi namja itu tidak melepaskan tangannya, malah terus menyeret Ang Hyeon sampai kasir.

Sesampainya di kasir, namja itu melepaskan tangan Ang Hyeon dan memberikan album itu pada kasir. Lalu setelah membayar album itu ia membukanya dan menulis sesuatu di covernya.

Ang Hyeon memperhatikannya dengan bingung. Kemudian setelah selesai menulis entah apa di dalamnya, namja itu memberikan album itu kepada Ang Hyeon, dan berkata, “Semoga kau menyukai lagu-lagunya.”lalu pergi dari toko kaset itu.

Dengan masih terheran-heran, Ang Hyeon membuka album itu lalu membaca sebuah coretan disana.

“Dia U-know Yunho! itu tanda tangannya!”seru si namja penjaga kasir saat mengintip album di tangan Ang Hyeon.

“He? U-know Yunho?!”seru Ang Hyeon kaget, membuat perhatian orang-orang beralih kepadanya.

Si penjaga kasir terlihat sangat senang.“Namja yang tadi sudah pasti U-know Yunho!”ucap penjaga kasir itu bersemangat. Lalu beberapa pelanggan toko kaset yang yeoja datang menghampirinya.

“Eoddiji? U-know Yunho Eoddiji?”tanya yeoja-yeoja itu berkerumun didepan kasir, membuat Ang Hyeon terpaksa menyingkir. Yeoja-yeoja itu bertanya dengan nada histeris, Ang Hyeon sedikit ngeri melihatnya.

“Tadi baru saja keluar.”jawab si penjaga kasir sedikit ngeri dengan histerisnya para yeoja itu. Kemudian yeoja-yeoja itu berteriak histeris menyerukan nama Yunho dan berlari keluar toko kaset.

“Kenapa kau memberitahunya?!”protes Ang Hyeon pada si penjaga kasir itu. “Ia pasti akan terkena masalah nanti!”

Penjaga kasir itu menatap Ang Hyeon merasa bersalah lalu menggaruk-garuk kepalanya yang sepertinya berkutu! “Kalau tidak kuberitahu mereka pasti tambah histeris.”

Ang Hyeon berdecak kesal, lalu keluar dari toko kaset itu. Sebenarnya ia tidak tertarik dengan U-know Yunho, tapi masalahnya keberadaan namja itu ketahuan kan gara-gara dia juga, gara-gara ia menjerit tadi. Jadi sekarang Ang Hyeon sedikit merasa bersalah. Apalagi mengingat namja itu adalah oppanya Yuuri, membuat rasa bersalahnya semakin berlipat-lipat saja.

Rasa bersalah itulah yang membuat Ang Hyeon mencari keberadaan Yunho di tengah-tengah keramaian. Untungnya tadi hanya dia dan penjaga kasir saja yang mengetahui penampilan Yunho.

Tapi perkiraan Ang Hyeon salah! Ternyata sudah banyak fans yang mengetahui bagaimana penampilan Yunho, karena sekarang ini Ang Hyeon melihat banyak fans yang mengejar seorang namja berpakaian yang sama persis dengan yang dipakai Yunho tadi.

Yunho terlihat berlari ke arah gang kecil di belakang jalan raya dengan para fans terus mengikutinya. Kemudian Ang Hyeon yang sangat mengenal daerah Itaewon langsung mengambil jalan pintas di sebuah gang. Ia berniat memotong jalan yang dilalui Yunho.

Setelah melalui jalan sempit yang berliku-liku akhirnya Ang Hyeon bisa melihat Yunho yang berlari panik ke arahnya. Langsung saja secepat kilat ia menarik tangan Yunho dan membawanya berlari lebih kencang menyusuri gang sempit itu.

“Ya! kita mau kemana?!”seru Yunho panik sambil terus berlari mengikuti Ang Hyeon yang menarik tangannya di depannya.

Ang Hyeon sendiri sudah mulai panik. Akhirnya ketika ia melihat sebuah toko buku tua yang dikenalnya ia langsung mempercepat larinya dan membawa Yunho masuk ke dalam toko itu. Ang Hyeon menarik Yunho bersembunyi di antara rak-rak buku. Mereka berjongkok dalam diam, dan memasang telinga untuk mencari tahu keadaan para fans Yunho itu di luar sana.

“Lee Ang Hyeon?”ucap sebuah suara. Ang Hyeon menoleh, dan melihat seorang wanita asing cantik menatapnya bingung.

Ang Hyeon meletakkan jari telunjuknya di bibir. “Sorry Kris, we need a place to hide. Please, be quite.”bisik Ang Hyeon.

Wanita asing bernama Kris itu menganggukkan kepalanya paham dan ikut meletakkan jari telunjuknya di bibir.

“Kris, can you help me? If one of them asked you about him, can you say…”

“I’ll say I don’t know. Don’t worry.”ucap Kris tersenyum. Ang Hyeon dan Yunho tersenyum lega.

“Thank you.”ucap Yunho dan Ang Hyeon berbarengan.

Setelah itu Kris kembali ke tempatnya di kasir depan. Benar saja pikiran Ang Hyeon, para fans Yunho itu melewati toko buku tua ini dan masuk untuk bertanya pada Kris. Untung  saja Kris bisa diajak bekerja sama.

“Guys, you can go out.”kata Kris. Dengan lega Yunho dan Ang Hyeon keluar dari tempat persembunyian mereka.

“Thank you so much, Kris! You really really helped us!”ucap Ang Hyeon lalu memeluk tubuh tinggi dan ramping wanita asing itu.

“You’re welcome, sweetie.”Kris membalas pelukan Ang Hyeon. Lalu ia melihat wajah Yunho dan Ang Hyeon yang berkeringat. “Ah, you both look very tired. What if you had rested in my room?”

Ang Hyeon menatap Kris ragu. Sebenarnya ia segan, tapi ia juga sangat lelah dan khawatir jika para fansnya Yunho masih berada di sekitar sini. “Can we?”

“Of course you can!”

Yunho menatap Ang Hyeon bingung. “Ia menawarkan kita untuk beristirahat sebentar disini.”jelas Ang Hyeon. “Dan kurasa lebih baik begitu. Kan kita tidak tahu fansmu masih di sekitar sini atau tidak.”

“Baiklah.”jawab Yunho. “Thank you.”ucap Yunho, tersenyum pada Kris.

Kris tersenyum. “Follow me, buddy.”ajak Kris. Lalu mereka berdua mengikuti Kris ke sebuah ruangan di lantai dua. Kris mempersilahkan mereka berdua untuk duduk di sofa yang berada di ruangan itu.

“Just stay in here. I’ll take drink for you.”kata Kris lalu keluar ruangan.

Ang Hyeon bangkit dari sofa dan mulai melihat-lihat buku-buku di rak dengan tertarik. Ia memang sering ke toko buku ini, tapi belum pernah masuk ke ruangan ini yang merupakan ruangan pemilik toko buku ini.

“Sepertinya aku pernah melihatmu.”kata Yunho, membuka percakapan. Sebenarnya sedari tadi ia penasaran dengan yeoja yang menolongnya ini. Wajahnya familiar sekali untuk Yunho.

Ang Hyeon berbalik dan tersenyum pada Yunho. “Kau pernah datang ke sekolahku di hari pertama orientasi untuk mengantar adikmu. Kita bertemu disana.”

Yunho berpikir-pikir sebentar. “Ah kau! Sunbae-nya Yuu, nae dongsaeng!”

“Wah aku terkejut kau mengingatku.”ucap Ang Hyeon heran. “Kukira penyanyi terkenal sepertimu akan dengan cepat melupakan orang yang bertemu hanya sepintas lalu.”

Yunho mendengus sebal. “Aku tidak seperti itu. Ingatanku cukup baik pada hal-hal yang membuatku terkesan.”Kemudian pandangan Yunho teralihkan pada plastik putih transparan toko kaset yang dipegang Ang Hyeon.

“Bagaimana denganmu? Bukankah kau bilang kau tidak mengenalku? Tapi sekarang sepertinya kau sudah sangat mengenalku ya, sampai-sampai mau membeli albumku.”sindir Yunho.

Ang Hyeon mengangkat plastik berisi album di tangannya, lalu tertawa kecil. “Saat itu aku memang tidak mengenalmu. Tapi berkat Yuu yang tidak terima ada orang yang tidak mengenal oppa kesayangannya, akhirnya aku tahu siapa U-know Yunho.”

Yunho mengernyit bingung. “Musun mariya?”

“Aku lumayan dekat dengan Yuuri, karena ia masuk klub yang sama denganku. Dan setiap bertemu denganku dia selalu mencekokiku segala hal tentang DBSK. Sampai akhirnya aku menyukai lagu-lagu kalian.”

Yunho tertawa. “Jinjjayo? Yuu benar-benar deh… Jadi sekarang kau Cassiopeia?”

“Hmm… masih terlalu cepat untuk disebut begitu. Aku hanya menyukai suara dan lagu-lagu kalian kok. Tidak seperti fangirls tadi.”

Yunho menatap Ang Hyeon dengan senyuman hangat. Ia bisa merasakan ketulusan Ang Hyeon saat menolongnya tadi. Ia percaya jika Ang Hyeon bukan fangirls-nya yang mencoba mencari kesempatan saat menolongnya. “Gomawoyo sudah menolongku tadi.”ucap Yunho tulus.

“Cheonma.”jawab Ang Hyeon dengan senyuman yang entah kenapa dapat membuat Yunho tidak berkedip sesaat. Kenapa senyumannya manis sekali? batin Yunho.

“Ah, ya, Kris itu siapa?”tanya Yunho saat sudah kembali sadar dari lamunannya.

“Kris Chiabeta. Pemilik toko buku ini. Dia seorang turis amerika. Baru saja tinggal dan membuka toko buku asing ini setahun yang lalu. Aku salah satu langganannya, jadi kami cukup dekat.”jelas Ang Hyeon.

“Oh begitu…”

“Lalu, sedang apa seorang leader boyband terkenal jalan-jalan sendirian di Itaewon?”

Yunho termenung sebentar karena pertanyaan Ang Hyeon, berusaha mengingat-ingat apa yang ingin dilakukannya di Itaewon sebelum fangirls tadi mengejarnya. “Ah!”serunya ketika ingat. “Aku rencananya kesini untuk mencari hadiah ulang tahun untuk adikku. Tapi aku lupa karena tadi terlalu panik saat dikejar-kejar fans.”jelas Yunho dengan wajah kecewa.

“Memangnya Yuuri ulang tahun kapan?”

“Bulan depan.”

“Kan masih lama. Kenapa harus mencarinya sekarang?”

“Walaupun masih sebulan lagi tapi aku tidak tahu kapan sempat membelinya. Jadwalku sangat padat. Makanya selagi aku ada sedikit waktu luang aku ingin mencari hadiah untuk Yuu.”

Ang Hyeon tersenyum mendengar komentar Yunho. Yunho terlihat sangat menyayangi Yuuri. Ternyata mereka memang sangat dekat. Bahkan sepertinya Yunho juga sister complex, sama seperti Yuuri yang brother complex.

“Kau ingin memberikannya apa?”

“Hmm… Yuuri sangat menyukai buku. Dan aku dengar di Itaewon ada toko buku yang bagus, maka aku kesi… Hei! Bukankah ini toko buku?”

Ang Hyeon tertawa. “Kau baru sadar jika ini toko buku?”

Yunho hanya nyengir menyadari kebodohannya. “Berarti aku bisa mencari kado untuk Yuu seka…”

Tiba-tiba ponsel Yunho berdering.

“Yeoboseyo? Ah, ne hyung. Aku akan segera kesana.”Yunho menutup telponnya, lalu menatap Ang Hyeon kecewa. “Manager hyung menyuruhku kembali sekarang.”

“Lalu kau tidak jadi mencari buku untuk Yuu?”

“Hmm… lainkali bolehkah aku memintamu membantuku mencari buku untuk Yuu?”

“Boleh saja sih.”

“Aku minta nomor ponselmu.”kata Yunho lalu memberikan ponselnya pada Ang Hyeon. Ang Hyeon pun mengetikkan nomor ponselnya di ponsel Yunho lalu mengembalikannya lagi ke namja itu.

“Namamu?”

“Lee Ang Hyeon.”

Yunho tersenyum. “Nama yang bagus. Gomapta, Ang Hyeon-ssi.”kata Yunho lalu berjalan ke pintu ruangan. Tetapi sebelum mencapai pintu ia berbalik kembali ke Ang Hyeon dan berdiri di hadapan yeoja itu. Yunho menatap tajam yeoja itu.

“Ng… waegurae?”tanya Ang Hyeon gugup dan bingung karena Yunho berdiri terlalu dekat dengannya.

 

“Oppa, aku punya teman baru! Namanya Ang Hyeon Onnie! Dia yeoja yang cantik, baik dan juga menyenangkan! Untungnya dia bukan fansmu…”

 

Yunho tersenyum lebar mengingat perkataan adiknya. Perkataan Yuuri itu membuat dirinya sedikit penasaran pada Ang Hyeon yang ‘bukan fansnya’. “Nanti aku ingin mendengarkan komentar langsung darimu tentang albumku.”kata Yunho lalu berbalik pergi meninggalkan Ang Hyeon yang tercengang dengan sikap Yunho.

Sepeninggalnya Yunho dari toko buku itu, ia terus tersenyum. Yunho tidak akan lupa untuk menghubungi Lee Ang Hyeon nanti.

~TBC~

 

Eotte? Eotte? Datar ya ceritanya?

Ya ini masih awal ya, readers-deul. Ntar pasti masuk cerita inti kok tentang gimana Yunho-Ang Hyeon fall in love trus pisah gara-gara salah paham. Rencananya sih prekuel ini gak lebih dari 3 chapt, mudah2an aja 2 chapt bisa beres. Hehe~

Always Keep The Faith!  Ayo komennyaaaa~😄

Oh ya, smw FF2 yg di My room kupublish juga di wpku:  http://myideamylife.wordpress.com/

Mampir2 yaaa~😀

30 thoughts on “{YunHyeon couple} You’re My Destiny (prequel: I Never Forget You) 1/?”

      1. cheonma..😀
        ditungguin yg lebih manis.. biar dikerubutin semut. kekeke..

        eh SungRi apa kabar Thorrrr.?? :O

  1. Finaaaa aku dateng lagi
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    Karakternya persis banget Fin
    Serius
    ‎​​​​​​Њαњααњαњααњαњαα.. =))
    Aku penasaran ama lanjutannya
    Stlh akhirnya ketemu lgsg ama Hyeon kmrn di Yoshinoya, gmn pendapat Yuuri? Kekeke
    *jgn bilang makannya bnyk*
    Haha

  2. Anyeong eon..
    Aq menepati janjiQ..
    Hehe

    ga kog ga datar,

    cerita ttg awal mula mereka kenal b’arti msh pjg dong,,

    ada org k’3x ga??
    Ada ya??
    Pasti ada.!!
    *nanya ndiri jawab jga ndiri*
    ckckck

    smpe nikahkan crta’x??

    dtggu next crta’x..

    Rachel eon pasti sneng tuh…

  3. Annyeong..
    Woaaa ga datar kok.. Cm ceritanya rada detail aja kali ya jdnya.. Flash back gtu.. Jd pembacanya ngerti bgt perjalanan cinta yunhyeonnya.. *eeaa bahasanya
    Pokoknya bagusssss ff nya…
    Ditunggu lanjutannya..

  4. Aq baru baca ff ini padahal udah lama…
    Ceritanya tentang masa lalu Yunho y….
    Kerennnnn……
    Kasihan bnget Yuu nya dikejar2 fans Yunho……
    baca selanjutnya dulu y…..

  5. Toorrr ceritanya kereennn… Suka bgt sma karakter nya ang hyeon… Cool!! Ngakak pas tau dia gk kenal sama yunho..haha

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s