Just A Dream

Title: Just A Dream

Author: HenBaby

Main Casts: Choi Siwon, Shilla Park

Genre: SongFic, Angst

Rating: PG-15

Author’s note: Inspirated by Carrie Underwood – Just A Dream MV. if you don’t like this, don’t open and read. if you like, read and leave your comment. Just simple rules, aren’t it?

Recommend Song: Carrie Underwood – Just a Dream (click here for download)

*****

April 12, 2011. 11.55 PM.

Myeondong Park, Seoul.

“Apakah kau pernah merasa menyesal memutuskan hidup bersamaku, Shilla-ya?”

Shilla mendongakkan kepalanya keatas, menatap tunangannya, Siwon yang tadi sudah melontarkan sebuah kalimat tanya yang sangat mengusiknya.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Shilla menyipitkan matanya. Ia masih bersandar dengan nyaman dipundak kiri Siwon, menikmati angin malam yang berhembus semilir mengenai kulit tubuhnya,”Tidak ada kata menyesal ketika aku bersamamu, Siwon-ah.”

“Bagaimana dengan besok? Dan seterusnya? Apa kau tidak khawatir?”

Shilla menyunggingkan senyumannya. Ia semakin mengeratkan tautan kedua tangannya dipinggang Siwon,”Tomorrow is never die. I believe in that.”

Siwon menggerakkan tubuhnya kesamping dan membuat Shilla mau tidak mau bangun dari posisinya. Siwon sekarang sudah meletakkan kedua tangannya dipundak Shilla. Mata itu terlihat memancarkan kebahagiaan yang teramat dalam. Kenyataan bahwa Siwon selama ini tidak salah dalam memilih seorang wanita sebagai pendamping hidupnya kelak. Siwon sangat mencintai yeojanya ini.

Happy birthday to you my dear. Eighteen years ago, a strong woman born in the world. Just for me,” Siwon mengecup singkat kening Shilla kemudian mendekap Shilla dengan erat kedalam pelukannya,”Aku sudah tidak sabar bertemu denganmu dua minggu lagi di depan altar.”

*

April 13, 2011. 07.00 AM.

In front of Shilla, Siwon’s Home.

“Aku hanya pergi untuk dua minggu dan ketika aku pulang, kita akan segera menikah,” Siwon dengan seragam militer lengkapnya merengkuh Shilla kedalam pelukannya. Ia baru saja selesai memasukkan koper yang akan dibawanya bertugas ke perbatasan Korea Selatan selama dua minggu kedepan. Ia akan meninggalkan kekasih hatinya untuk beberapa waktu namun entah kenapa semua ini menjadi terasa berat untuknya.

Shilla mengeratkan pelukannya kepada Siwon dan menghirup aroma tubuh pria itu dalam-dalam. Aroma tubuh yang selama dua minggu kedepan tidak dapat ia hirup menggunakan indera penciumannya juga tidak ada sosok tubuh bergesture kekar yang memeluknya ketika ia terbangun di pagi hari. Pekerjaan Siwon yang mengharuskan ia merelakan tunangannya untuk pergi sementara waktu, jauh dari jangkauannya,”Ya, aku akan menunggumu.”

“Shilla-ya?”

“Hmm?” gumam Shilla menanggapi tunangannya yang memanggilnya dengan lembut.

“Maukah kau memenuhi satu permintaanku?” Siwon mengusap punggung belakang Shilla. Ia menghirup aroma shampoo yang keluar dari setiap helai rambut panjang  yang dibiarkan Shilla terurai dipunggungnya.

“Apa itu?”

Siwon melepaskan pelukannya dan memandang Shilla dengan lekat,”Dua minggu aku tidak bersamamu pasti akan terasa sangat berbeda. Aku mohon tuliskan semua kegiatan yang kau lakukan selama aku tidak berada disisimu dan saat kepulanganku nanti, aku ingin kau membacakannya untuk ku, arasseo?”

Perlu waktu beberapa saat untuk Shilla menjawab permintaan Siwon barusan. Ia sama sekali tidak berkedip ketika Siwon mengatakan permintaannya tadi, hal itu terlalu mengejutkan untuknya. Ia menganggukkan kepalanya pelan dan sebuah senyuman manis keluar dari bibirnya yang mungil.

“Tentu saja. I’ll wait you back.”

Siwon memajukan tubuhnya dan mengecup bibir Shilla. Ciuman yang penuh kehangatan mengantarkannya pergi untuk menjalankan sebuah tugas negara.

*

It was two weeks after the day she turned 18

All dressed in white, going to the church that night

She had his box of letters in the passenger seat

Six pins in her shoe, something borrowed, something blue

April 27, 2011. 05.10 PM.

TING TONG

Shilla yang sedang asyik menuliskan sesuatu kedalam sebuah buku kecil menghentikan kegiatannya sejenak. Ia barusan mendengar bel rumahnya dibunyikan.

TING TONG

Shilla menutup buku kecil itu kemudian meletakkannya keatas meja. Ia bangkit dari sofa dan berjalan  tergesa-gesa membukakan pintu untuk tamunya.

Cklek

Tubuh Shilla mendadak menegang ketika melihat seorang pria berbadan tegap dan menggunakan seragam lengkap seperti Siwon kenakan ketika pergi meninggalkannya hampir dua minggu yang lalu. Seketika keringat dingin mengucur dipelipisnya. Tangannya mencengkram erat ujung terusan yang ia pakai ketika pria berseragam itu nampak menatapnya dengan serius. Tidak ada senyuman, hanya sebuah gerakan halus ketika tangan pria itu menyodorkan sebuah kotak berukuran cukup besar dan surat berwarna putih diatasnya. Surat resmi dari instansi Siwon bekerja.

We are sorry, Miss… We lost him…

*

And when the church doors opened up wide

She put her veil down, trying to hide the tears

Oh, she just couldn’t believe it

She heard the trumpets from the military band

And the flowers fell out of her hands

Shilla melangkahkan kaki keluar dari mobil yang membawanya menyambut kedatangan jenazah kekasihnya, Siwon. Tubuhnya sudah mati rasa sejak tiga jam yang lalu, sejak ia menerima surat pemberitahuan yang merupakan awal mimpi buruk di dalam hidupnya.

Supir yang bertugas menjemputnya sudah membukakan pintu mobil dan mereka sudah tiba didepan gereja tempat jenazah Siwon disemayamkan. Shilla berjalan keluar dan menaiki tangga menuju pintu besar didepannya dengan tubuh yang bergetar hebat. Langit diluar tampak gelap gulita. Tanpa benda langit yang menghiasinya.

Shilla menurunkan tudung kepalanya agar tidak ada seorangpun yang melihat airmata yang membasahi pipi mulusnya. Tangannya menggenggam erat rangkaian bunga berwarna putih tepat didepan dadanya. Shilla masih tidak bisa mempercayai ini semua.

Ketika pintu besar itu terbuka, Shilla berjalan dengan perlahan menuju peti mati berwarna putih itu disertai bunyi terompet militer yang membuat bulu kuduknya meremang dalam sekejap. Nampak banyak pelayat yang sudah berdiri di kiri dan kanan untuk menyambut kedatangannya. Semakin dekat jarak Shilla dengan peti mati didepannya, Shilla merasakan tenaganya semakin terkuras habis dan pada akhirnya rangkaian bunga ditangannya terjatuh begitu saja ke atas lantai disertai isak tangis Shilla yang meledak dengan keras. Ia tidak bisa menahan lebih lama lagi rasa sakit yang ia rasakan setelah ia mengetahui ia telah kehilangan Siwon untuk selamanya. Shilla jatuh terduduk tepat didepan peti mati itu dan menangis tersedu-sedu. Tidak ada rasa sakit yang melebihi sakit yang ia rasakan saat ini, sakit yang membuat ia tidak bisa bernafas dan ingin segera pergi menjauh dari dunia fana ini.

Baby, why’d you leave me? Why’d you have to go?

I was counting on forever, now I’ll never know

I can’t even breathe

Shilla merasakan tubuhnya dibantu untuk berdiri kembali. Ia masih saja terisak dan memanggil nama Siwon berulang kali dengan nada lirih yang sangat memilukan. Sebuah pigura besar menampilkan potret sosok seorang Choi Siwon yang bertubuh tegap tersenyum kharismatik kepadanya.  Ia merasa Siwon tidak pernah pergi meninggalkannya. Siwon pasti akan kembali dan berdiri didepan altar bersamanya saat hari pernikahan mereka nanti. Sebuah suara halus menenangkan berujar di sisi Shilla berdiri.

“Anakku, semua yang berasal dari-Nya, pasti akan kembali. Kita hanya bisa … Kita manusia hanya bisa …”

Airmata Shilla kembali keluar dengan derasnya. Ia tidak mengacuhkan rangkulan hangat ditubuhnya dan juga tidak mendengarkan dengan baik apa yang seseorang bisikkan ditelinganya. Eomma Siwon merangkul Shilla dengan erat berusaha menghibur Shilla. Lidah Shilla terasa kaku untuk mengucapkan sepatah katapun. Baginya, airmata ini sudah cukup untuk melukiskan betapa terpuruknya ia saat ini. Shilla berharap ini hanya sebuah mimpi. Mimpi buruk yang nanti akan berakhir dan membuatnya terbangun. Ia berharap ia akan mendapati Siwon sedang memeluknya seperti pagi-pagi yang lalu, as usually

It’s like I’m looking from a distance, standing in the background

Everybody’s saying, he’s not coming home now

This can’t be happening to me, this is just a dream

*

The preacher man said, “Let’s bow our heads and pray

Lord, please lift his soul and heal this hurt”

Shilla dibantu untuk duduk dibangku barisan depan bersama kedua orangtua Siwon dan adik perempuan Siwon satu-satunya. eomma Siwon tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Shilla yang kulitnya sudah berubah menjadi lebih pucat.

Disaat yang sama, pendeta mulai memberikan khotbah dan meminta semua yang hadir untuk berdiri dan berdoa. Berdoa untuk kedamaian Siwon.

Tubuh Shilla kembali bergetar, isak tangisnya perlahan kembali terdengar. Ia ikut berdiri bersama pelayat yang lain. Pikirannya sekarang sudah melayang kosong mengingat buku kecil yang berisikan semua impian indahnya ketika ia sudah menikah dengan Siwon kelak. Lantunan nyanyian yang paling menyedihkan yang pernah ia dengar masuk melalui indera pendengarannya lantas membuat pikiran Shilla semakin jauh melayang memasuki ingatannya beberapa waktu yang lalu.

Then the congregation all stood up and sang

The saddest song that she ever heard

FLASHBACK

April 15, 2011. 02.33 PM.

Aku dan eomma baru saja pulang dari perusahaan pencetak undangan pernikahan kita. Kau tahu, Siwonnie? Eomma memuji undangan yang sudah kita berdua desain. Eomma menyukai kalimat pendek yang kau ucapkan ketika kau melamarku dulu, kalimat yang kita tuliskan di cover depan undangan pernikahan kita.

“We will grow old together.”

April 16, 2011. 10.00 AM.

Pagi ini aku pergi ke Panti Asuhan untuk menyumbangkan sejumlah uang dan juga barang-barang yang kita beli beberapa waktu yang lalu.

Siwon, aku bertemu dengan penghuni baru Panti Asuhan kesayangan kita. Dua bayi kembar berparas manis berusia 5 bulan itu bernama Hyeon dan Yeon. Kau tahu, ketika aku menggendong mereka berdua bergantian, aku merasa aku bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak. Kau ingin memiliki berapa banyak anak? Aku pasti dengan senang hati akan melahirkan para malaikat kecil itu untuk mengisi kehidupan kita dimasa akan datang. Cepatlah pulang. I miss you, dear.

April 21, 2011. 03.20 PM.

Aku menyelesaikan semua persiapan pernikahan kita dengan baik. Hari ini aku dan Jiwon pergi ke butik untuk mengecek gaun yang akan aku kenakan nanti.

Desaigner Shin mengambil beberapa potret diriku  menggunakan gaunku itu, Jeongmal.. Aku merasa seperti putri sebuah kerajaan untuk beberapa saat dan aku masih setia menunggu pangeranku segera kembali.

April 25, 2011. 09.00 PM

Aku bersama eomma sedang berada di Mall kebanggaan keluargamu itu, Hyundai. Kami sedang berbelanja beberapa bahan makanan karena eomma mengajakku untuk memasak bersama. Apakah kau lupa? Hari ini adalah hari ulangtahun pernikahan kedua orangtuamu Siwonnie? Aku sangat sedih mengingat sekarang kau sedang berjuang demi membela negara dan melewatkan makan malam perayaan hari bahagia kedua orangtuamu. Jaga kesehatanmu, Saranghaeyo.

April 27, 2011. 05.00 PM.

Aku membeli satu pasang mug untuk kita berdua. Aku penyuka kopi dan kau juga menyukainya. Aku akan…..

FLASHBACK END

Catatan itu tidak akan pernah ia selesaikan. Saat itu ia berhenti menulis karena ia mendengar suara bel rumah dibunyikan. Shilla terisak semakin keras ketika ia mengingat dengan jelas detik-detik ia membaca isi surat itu. Saat dimana hampir seluruh anggota tubuhnya melemas.

S-siwon.. Why’d you.. why’d you leave me go?” bisiknya lirih berulang kali. Sesak, hanya itu yang bisa ia rasakan saat ini.

*

April 28, 2011. 08.00 AM.

Shilla berjalan beriringan dibelakang pelayat yang sekarang sudah bersiap untuk upacara pemakaman Siwon, kekasih hatinya. Hampir sepanjang malam hingga matahari kembali terbit di ufuk timur ia tidak bisa memejamkan matanya. Ia hanya terus menangis dan hal itu membuat tubuhnya semakin lemah. Jiwon tidak melepaskan rangkulannya dari tubuh kurus Shilla, ia tidak ingin eonnienya itu ambruk saat detik-detik pemakaman oppa yang mereka sayangi.

And then they handed her a folded up flag

And she held on to all she had left of him

Oh, well, what could have been?

And then the guns rang one last shot

And it felt like a bullet in her heart

Dua orang pria muda berseragam abu-abu melepaskan bendera yang menutupi peti mati Siwon. Mereka berdua melipat bendera itu dan salah satu dari pria muda itu pun kemudian berjalan kearah Shilla berdiri. Ia menyerahkan bendera itu kepada Shilla sesuai dengan tradisi kemiliteran yang ada. Shilla hanya bisa meratap ketika tidak lama kemudian peti mati Siwon diturunkan masuk kedalam lubang berukuran besar didepan mereka semua disertai bunyi letusan senjata api yang ditekan pelatuknya oleh beberapa orang pria berseragam lengkap yang berbaris tepat di samping kanannya. Bunyi itu membuncah di udara seperti berapa butir peluru dengan cepat menusuk masuk kedalam rongga dadanya.

Baby, why’d you leave me? Why’d you have to go?

I was counting on forever, now I’ll never know

I can’t even breathe

It’s like I’m looking from a distance, standing in the background

Everybody’s saying, he’s not coming home now

This can’t be happening to me, this is just a dream

Ooh, baby, why’d you leave me? Why’d you have to go?

I was counting on forever, now I’ll never know

Oh, I’ll never know

Pemakaman sudah berakhir. Satu persatu pelayat meninggalkan tempat pemakaman ini, namun hanya satu orang yang masih tetap bertahan ditempatnya, tepat didepan gundukan pualam putih yang baru saja dibuat beberapa saat yang lalu.

Gadis itu terus menangis meratapi kepergian tunangannya. Ia menolak ketika kerabat dekatnya memintanya untuk pulang bersama mereka. Ia menyentakkan pegangan tangan Jiwon yang sudah memaksanya ikut masuk kedalam mobil yang sudah siap untuk mengantarkan mereka pulang.

Shilla tetap bertahan ditempatnya. Airmatanya kini sudah kering, tidak ada tetasan air yang jatuh membasahi pipinya. Wajah dan bibirnya hanya berubah menjadi lebih memucat. Terdengar ia menyenandungkan sebuah lagu untuk kekasih hatinya yang sekarang pergi meninggalkannya untuk selamanya.

It’s like I’m looking from a distance, standing in the background

Everybody’s saying, he’s not coming home now

This can’t be happening to me, this is just a dream

Langit yang semula terang disinari matahari yang bersinar dengan cerah kini ditutupi awan hitam pekat sepenuhnya. Tidak lama hujan deras pun mengguyur tubuh Shilla yang terbaring sendu ditepi pualam putih milik Siwon. Jiwon berlari kearah mobil yang menunggu mereka dan mengambil sebuah payung untuk melindungi tubuh Shilla, namun ketika Jiwon hendak kembali ke tempat Shilla berada, Jiwon melihat tubuh lemah Shilla ambruk ke tanah. Suara petir menggelegar dan Jiwon tidak dapat mengantupkan mulutnya.

“SHILLA!!!”

Oh, this is just a dream

It’s just a dream, yeah, yeah

 

-FIN

30 thoughts on “Just A Dream”

      1. Hh.. Lega..
        Emm, mian ku panggil ‘thor’.. Lupa kalo authornya yanti.. Padahal awalnya q baca karena liat nama authorny..^^

    1. Jeongmal? aku kira ceritanya ng’flat eon, hehehe

      Jiaaahhh, yeye kan ga punya tampang pake seragam militer😛 yang cocok cuma Siwon doang, hahaha makanya aku minta izin ama Shilla eonnie pinjem nama dia jadi main cast😀

      iya eonnie, di wp shilla eon jg di publish kok🙂

      1. yeye tuh cocoknya pke rompi kyk yg di sorry sorry answer sm no other! kyeopta! >///<
        klo mnrtku sih, yg cocok pke seragam militer tuh uno oppa. siwon mah cocoknya jadi model aja! hehe~

        ntar aku mampir ke wpnya shilla ah. mw ngeledekin!
        kekeke~

      2. Hahahaha yg namanya bias mah, gimanapun di mata sendiri tetep yg paling cakep kan eon😛

        AAAA gawat, ntar shilla eon ngamuk lho.. aku aja udah kena maki2 gr2 udah bikin dia nangis eon, hahahahaha

    1. Hehehe mian sayang, mood bikin angst tiba2 aja dateng trus main cast yg cocok ternyata siwon *kena injek*

      Kan just a dream, siwon nya masih aman kok, buktinya mau main drama lagi setelah kelar skip beat😀

  1. Huweeeee~ :”( nangis lagi aku eonni T.T

    Huweeee~~~ :”(
    Itu cuma mimpi kan?? Shilla pingsan yaa?? Eonni, FF-nya sedih banget T.T beneran.. nyesek ngebayangin-nya..

    Tapi.. keren eon😄

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s