Our fair love

cast :

– Kim Myungsoo

– Kwon Helen

Genre : Fantasy, Romance

Rate : Teen

Myungsoo berjalan menuju tempat  yang telah diperintahkan oleh atasannya.Ini adalah ke ribuan ah……bukan ke ratusan juta kalinya ia melakukan pekerjaannya. Jika kau ingin tau dia bukanlah manusia, seperti teman- temannya yang lain, ia memiliki sayap di punggungnya dan hanya sesama mereka yang bisa melihat sayap di punggung malaikat lainnya.

Kali ini mungkin adalah ke seribu kalinya mungkin ia menyusuri jalan itu untuk mencari targetnya. tak banyak yang berubah dengan jalan ini, gelap, dingin dan tak beratur. Jalan yang penuh dengan manusia kehilangan arah mereka menuju cahaya, memasukan hal yang tak sepantasnya ke dalam tubuh sempurna mereka. Beberapa wanita mengenakan pakaian serba hitam dan ermmm mini mencoba merayudirinya, ia menghitung untuk ke sekian kalinya bahwa itu adalah ke Sembilan juta kalinya seorang manusia mencoba merayunya. Ia tersenyum, bukan karna senang namun untuk menghilangkan rasa bosannya. dan menghitung apa yang para manusia itu lakukan pada dirinya dan itu sedikit menghilangkan rasa bosan yang telah menggerogoti otaknya selama bertahun- tahun.

Dan untuk kesekian kalinya lagi ia selalu berhasil menemukan targetnya dengan sangat mudah. Kali ini adalah seorang gadis. Jika di lihat tidak ada yang salah dengan gadis itu, kecuali rambutnya yang di cat  seperti ginger membuat dirinya tampak tak jauh berbeda dengan teman teman yang ada di dekatnya. Gadis itu menghisap putung terakhir dari rokok di tangannya, namun sebelum gadis itu dapat menghisapnya,  seorangpria  yang sedari tadi memeluk pinggang gadis itu mengambil rokoknya dan membuangnya entah kemana, gadis itu tersenyum, dan di balas sang pria yang lalu mendekatkan wajahnya dengan gadis itu,

‘crap! Tidak jangan lagi!’ batin myungsoo. Dan kau tau dengan pasti apa yang mereka lakukan. Itu bukan merupakan  pertama kalinya myungsoo melihat hal itu, namun ia selalu tidak suka bagaimana manusia melakukan itu. jijik? Mungkin , baginya manusia hanyalah ciptaan yang paling egois, hanya mengutamakan perasaan mereka daripada orang lain, dan nafsu tentu. Ia terus mengutuk kedua orang dihadapannya itu. Namun ada sesuatu yang aneh, gadis itu menolak semua sentuhan yang di lakukan sang pria, lalu pergi meninggalkannya. Seakan gadis itu tak pernah mengenal pria yang entah sejak kapan terus barada disisinya.

Myungsoo mengikuti gadisitu.ia bingung, walau bukan pertama kalinya ia melihat sebuah penolakan seperti itu, maupun wajah gadis itu yang terihat sanyu. Namun ada sesuatu dari gadis itu yang membuatnnya ingin mengetahui lebih lanjut tentang target barunya, entah apa itu yang membuatnya sebegitu peduli pada gadis itu. Ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti target barunya. Ia tau tak mungkin gadis itu dapat melihatnya, namun ia merasa bahwa sang gadis berprilaku seperti tau ada seorang stalker yang mengikuti di belakangnya, yang setiap saat dapat saja membunuhnya. Namun tampaknya sang gadis tak peduli dan melanjutkan langkahnya hingga berhenti di depan sebuah mini market, sang gadis masuk dan menyapa petugas kasir, seakan mereka adalah teman lama namun dipertemukan kembali secara tiba- tiba.

Kembali terhanyut dalam pikirinnya. Dan tanpa berpikir dua kali myungsoo telah masuk kedalam mini market itu.ketika ia hendak melangkahkan kakinya masuk kedalam mini market lebih jauh,  ada sesuatu yang menghadangnya. Pemukul baseball, besi. Sudah menyapa dirinya tepat diwajahnya, mungkin kurang 3 cm lagi dan pemukul itu sudah membuat dirinya pingsan gegar otak. Ia bingung, aneh, senang, beruntung dan perasaan wajar lainnya menyerbu otaknya. Namun ada perasaan yang lebih kuat. Jantung berpacu lebih cepat, walau ia yakin ia tak memiliki jantung. Setidaknya ia punya satu, namun entah sejak kapan jantung itu telah berhenti berkerja.

Myungsoo memalingkan wajahnya, mencari asal dari tongkat itu.

Dan ia menemukan gadis itu…..

Targetnya….

Gadis itu menatap lekat kedalam matanya, membuat tenggorokannya terasa kering saat itu juga. Seakan mata gadis itu menghypnotisnya, bukan berjalan mundur, ia malah berjalan maju dengan sedikitpun rasa takut jika gadis itu akan memukul wajahnya keras- keras mengakibatkan kerusakan fatal pada wajah tampannya.

Dan inilah yang ia takutkan selama eksistensi hidupnya. .  . . . .

para  cenayan.

Gadis itu menjatuhkan tongkat baseballnya hingga hampir memecahkan kaca counter kasir didekat mereka. Ia menarik tangan myungsoo dan membawanya keluar mini market dengan berlari. bukannya  mencoba melepaskan tangan gadis itu, myungsoo malah mengikuti arah gadis itu pergi. Walau ia sendiri tak tau kenapa ia melakukannya namun ia merasa bahwa gadis itu akan mengeluarkan dirinya dai suatu keburukan yang akan menimpanya.

Mereka berlar i dan entah sampai mana mereka berada, akhirnya gadis itu berhenti. Seakan menunggu apa yang akan terjadi, myungsoo tetap tak bergerak dari posisi awalnya, berdiri mematung dan menatap gadis itu sendu walau sebenarnya ia bingung setengah mati. Ia mulai mempertanyaka dirinya sendiri, bagaimana bisa ia sebegitu bodohnya mengikuti gadis yang seharusnya malah gadis itu yang mengikuti dirinya menuju kedamaian.

Dan akhirnya gadis itu memalingkan wajahnya. Menatap kembali myungsoo tanpa ekspresi dan hal itu berlangsung kurang lebih 5 menit hingga akhirnya gadis itu memulai perbincangan kecil, yang sanggup  membuat myungsoo hampir kehilangan arwah didalam tubuhnya.

“aku helen, kwon helen. Kau?” ujar gadis itu dengan sedikit penekanan di kata- katanya, yang entah mengapa membuat myungsoo merasa segala ketakutannya hilang begitu saja. Ketakutannya tentang identitas dirinya.

“myungsoo, kim myungsoo” jawabnya dengan nada santai walau sebenarnya otaknya sudah tidak berjalan dengan beres tepat gadis itu menatap lekat matanya

“myungsoo, what a nice name you have” ujar helen dengan sedikit senyum mengembang disudut pipinya yang pucat, membuat sedikit rona dipipinya tampak dikulitnya yang terlihat hampir transparan, lalu sedikit tawa kecil keluar dari bibir mungilnya “dimana kau tinggal myunsoo? Aku rasa kau tersesat”

Ia tertegun sesaat ketika mendengar suara tawa gadis itu, tak begitu merdu memang namun terdengar menyenangkan di telingannya. Tak ingin mengulur waktu ia segera menjawab gadis itu  “tidak juga, rumahku hanya dua blok dari daerah ini” ujarnya berbohong kepada sang gadis yang membuat pikirannya telah hilang entah kemana.

“owh jika begitu maafkan ketidak sopananku tuan kim” ujar gadis itu dengan sedikit tawa yang seperti tertahan di sudut bibirnya “aku hanya berpikir jika kau adalah stalker” ujar helen dengan diakhiri dengan giggling yang terdengar menggema di dalam pikiran myungsoo. Membuat bulu kuduknya merinding tanpa alasan.

“tidak apa-apa, permisi” ujarnya dan dengan segera ia berlari menjauhi helen ketika saat ia yakin jantungnnya lagi- lagi berdegub dengan cepat, sangat cepat. Walau hanya sebentar.

Namun sebelum ia beranjak jauh dari helen, ia yakin mata gadis itu masih menatapnya lekat lekat. Untuk menghilangkan rasa penasarannya ia menatap gadis itu, mungkin untuk terakhir kalinya di hari itu ”l’ange déchu” celetuk Helen dengan senyum mengembang di kedua pipinya. Saat kata itu terdengar oleh telinganya yang sangat sensitive, darahnya seakan berhenti berjalan. Jantungnya tiba tiba berhenti kembali, begitu pula dengan tubuhnya yang tiba- tiba terasa kaku bagai patung.

Dan seketika itu juga dunianya terasa hampir runtuh.

Identitasnya di ketahui orang lain.

Dan tidak lain tidak bukan orang itu adalah manusia.

Dan orang itu pula adalah targetnya.

To Be Continue

Ps. Annyeong haseyo ^^ han rae ra imnida, author baru di sini. Karna kbetullan saya adalah pecinta berat novel tang berbahasa berat akhirnya tiap kali bikin ff malah jadi kaya gini semua. And i reaaaaaaaaaly love fantasy fiction, jadi mungkin nanti rata- rata ff-ku ntu  genrenya fantasy. daaaaaaaaaan satu hal yg readers kudu tau dari ff ini yaitu, si myungsoo bisa dilihat manusia, tapi dia bisa jadi invisible kalo lagi buntutin targetnya🙂 kebetulan saya ini adalah manusia super duper sibuk (boong) jadi mungkin bakalan lama updatenya T.T. and  hmmmm apalagi ya O.Oa udah kehabisan kata- kata deh rasanya ==

mianhae kalo cerita ini gaje bin banyak salah ketik, but i hope u like it ^^

 

7 thoughts on “Our fair love”

  1. huaaaa , cast-nya myeongsoo-ku !
    ckck , dia sekarang laris ya jadi cast fanfict😀

    benar sekali , bahasanya memang berat -_____- #reader-oon
    tapi ngerti kok ._.v
    part 2 ditunggu ya author😀 fighting😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s