Secret Bride -Part 3-

Title            ::  Secret Bride

Author       ::  autumnsnowers

Genre        ::  Romance, Comedy

Rate            ::  General

Length       ::  3shot/4shot

Cast            ::

– Vincent Malkovich as Lee Sungmin

– Claire Eisenberg as Shin Yoonji

– Casey Eisenberg as Kim Heechul

– Marcus Malkovich as Cho Kyuhyun

– Bryan Traffor as Kim Kibum “SUJU”

– Sunny Luxel as Sunny “SNSD”

Someone

Disclaimer  :: ide cerita merupakan hasil dari pemikiran saya.

Note             :: Maaf, aku ga tau nama belakang western name kalian. Jadinya mengarang bebas deh, harap maklum.

Previous >> Part 1 || Part 2

Author’s POV

Kini Claire tengah berdiri di pintu utama, berjalan hilir-mudik menunggu kedatang Vincent.

“ Santailah sedikit nona,” tegur Bryan merasa jengah dengan tingkah Claire.

“ Aku harap kau memakluminya, orang yang sedang menunggu sang kekasih,” timpal Casey sambil menyeringai puas.

“ Kalian berdua diamlah,” umpat Claire sambil meremas-remas jari-jari tangannya, gugup harus bersikap seperti apa setelah Vincent mengetahui jika dirinya adalah Claire yang sesungguhnya.

 

~Story Begin~

Akhirnya mereka tiba, Vincent dengan ditemani kakaknya,Marcus, berjalan memasuki istana ini dan disambut oleh orang tua Claire sedangkan gadis itu hanya berdiri di belakang tubuh kakaknya, bersembunyi dan hanya menatap Vincent dari kejauhan.

Degupan jantung Claire semakin menggila saat melihat Vincent yang melangkah semakin dekat ke arahnya, berwajah datar dan menatapnya intens lalu berkata, “ Apa kabar Claire? Senang bertemu dengan mu lagi.”

Gadis itu termangu untuk beberapa hal, pertama, dia terlalu bahagia saat Vincent menyapanya walaupun pria itu memasang wajah datarnya dan kedua dia terheran-heran dengan ucapan pria itu. Apakah Vincent sudah tahu sejak awal akan identitas dirinya?

“ Aku sudah mengetahui identitas mu sejak hari ke empat kau berkerja di istana ku.” ucapnya datar seolah menjawab rasa heran yang mendera ku.

Brak.

Setiap wajah menoleh pada sumber suara, seorang pelayan wanita membanting koper milik Marcus yang sedang dia bawa.

“ Hei… apakah begitu cara mu memperlakukan tamu kehormatan?” ujar seorang pria tampan dengan wajah angkuh, Marcus.

“ Aku lelah berpura-pura menjadi pelayan!!!” jawab pelayan wanita itu sambil memberengutkan wajahnya, membuat Marcus bermuka masam dan wajah terheran-heran dari mereka yang berada di sana.  Hanya Casey, hanya pria itu yang tersenyum senang.

***

Waktu makan malam telah tiba, semua orang kini tengah berkumpul untuk menyantap hidangan yang telah tersedia.

Mata Claire berbinar saat melihat Vincent  yang menghabiskan makanan yang berada di piringnya, tak seperti dulu.

“ Anda sekarang menyantap makanan tanpa menyisihkan sedikit pun,” ucap Claire dan sontak membuat beberapa orang yang berada di sana termenung untuk beberapa saat.

***

Sejak tadi tatapan mata Vincent tak pernah luput mengawasi Claire yang kini sedang tersenyum senang sambil memainkan piano bersama Bryan.

Vincent tidak tahu apa yang dia rasakan, tapi yang pasti dia takut dengan kedekatan Claire dengan Bryan. Mereka terlihat sangat dekat, Vincent tahu jika sebenarnya Bryan menaruh hati pada Claire dan dia yakin jika gadis itu tidak menyadarinya.

Seseorang menepuk bahu Vincent dan membuat pria itu terlonjak kaget. Bryan kini tengah duduk di sampingnya tanpa dia sadari.

“ Perkenalkan, aku Bryan Traffor dari Ielts. Aku teman Claire sejak kecil, dan ku rasa kau tahu jika kau menyukainya. Tapi kau telah mencuri start ku dengan perjodohan ini, dan ku lihat kau menjadi seseorang yang penurut. Aku tahu kau bukan tipe orang yang akan menuruti perintah orang lain, tapi hanya karena Claire kau mau menyantap habis hidangan di piring mu,” papar Bryan panjang lebar.

“ Berhati-hatilah. Cepat ikat dia atau akan ku rebut,” ujar Bryan sambil menyeringai dan membawa 2 gelas wine dan kembali menghampiri Claire dengan menyerahkan segelas wine yang tadi dia bawa.

Vincent terdiam, mengulang setiap kata-kata yang baru saja dikatakan Bryan. ‘Jadi… kau berniat untuk merebutnya dari ku? Itu tidak akan.’ Ucap Vincent dalam hati.

***

Kini mereka sedang menikmati waktu minum teh di taman belakang istana. Terlibat dalam perbincangan ringan hingga satu sosok mengalihkan perhatian mereka, pelayan wanita itu.

Wanita itu menjatuhkan dirinya di samping Casey, membuat Claire tercengang dengan tingkah pelayan wanita itu, ya walaupun kini penampilannya terlihat berbeda.

“ Menyebalkan, aku tak mengira jadi pelayan seberat itu. Aku tak mau  berpura-pura menjadi pelayan lagi.” Sungut pelayan wanita itu, membuat Claire menatap penuh curiga terhadap Casey yang kini sedang mengulum senyum.

“ Perkenalkan, aku Krystal Lynn dari kerajaan Luvery.” Gadis itu tersenyum ramah memperkenalkan diri.

“ Kau menyamar jadi maid?” tanya Claire sekedar memastikan.

“ Ya, atas usul Casey. Dia berkata jika adiknya menyamar menjadi pelayan dan berhasil mendekati juga membongkar rumor tentang pangeran Vincent,” papar Krystal dengan mata berbinar tertarik menatap Vincent yang sejak tadi hanya terdiam.

“ Aku tak menyangka selera mu itu adalah pelayan,” lanjut Krystal dan sukses membuat Claire menunjukkan wajahnya karena malu.

“ Pantas saja, kau terlihat angkuh saat menjadi pelayan.” Ucap Marcus dengan tatapan tajam, masih kesal atas insiden kopernya yang dibanting oleh wanita itu.

“ Bagaimana kalian bisa saling kenal? Luvery itu sangat jauh dari sini dan dia dengan sia-sia datang ke sini?” tanya Bryan mengalihkan topik pembicaraan.

“ Kau lupa? Aku ini pengeran tampan… jadi tak heran jika aku mengenal banyak putri dari kerajaan lain,” ujar Casey narsis dan membuat dirinya dihujami pandangan mencibir dari berbagai pihak.

“ Aku tahu dia sangat tertarik terhadap Vincent, pangeran yang belum pernah dia temui. Makanya aku mengabari dia dan menyuruhnya menyamar sebagai maid, berharap dia seberuntung Claire. Dekat dengan Vincent,” papar Casey dengan enteng seolah-olah itu merupakan hal yang biasa.

***

Sudah satu hari berlalu tapi hanya tegur sapa yang dilakuakan oleh Vincent dan Claire, keduanya tampak enggan.

Mata almond milik Claire menatap dengan intens dari balkon kamarnya, memperhatikan Krystal yang kini sedang menggelayut manja pada lengan Vincent yang kini sedang duduk di taman. Ini semua seperti de javu bagi gadis itu.

Rasa penasaran menghujami perasaannya, dia penasaran entah sejak kapan Krystal dekat seperti itu dengan Vincent. Dirinya sibuk menerka-nerka apa yang telah terjadi diantara mereka berdua.

***

Lagi-lagi fokus pandangan Vincent teralihkan sepenuhnya melihat pasangan yang kini meliuk dengan indah, Bryan dan Claire yang sedang berlatih dansa untuk mengajari anak-anak kecil di alun-alun kota.

Pria itu hanya menggeratkan genggamannya pada gelas yang sedang dia pegang, berusaha menyalurkan kegundahan hatinya. Tak menyadari jika gerak-geriknya diamati oleh gadis yang duduk di sebelahnya dengan pandangan tertarik.

“ Claire!!!” panggil gadis itu, menghentikan gerakan Claire yang sedang berputar-putar dan membuat Vincent mengalihkan pandangannya dari gadis yang berada di lantai dansa itu.

“ Aku tak bisa seperti mu. Ini hadiah untuk mu, sebagai tanda persetujuan ku dan tanda perpisahan karena saat ini aku harus segera kembali ke Luvery. Buka itu saat aku sudah meninggalkan istana ini, okay?” papar Krystal sambil menyerahkan sekotak hadiah berwarna biru muda, mengabaikan Claire yang hanya menatapnya heran.

***

“Krystal Lynn!!!!” teriakan Claire membahana di seluruh ruangan saat melihat isi hadiah untuknya, hanya menatap geram dari jendela saat melihat mobil kerajaan Luvery yang kini telah keluar dari gerbang istana.

“ Bisakah kau tidak berteriak?” sahut Vincent yang duduk di salah satu sofa di ruangan itu, merasa terganggu dengan teriakan gadis itu.

“ Lihat… lagi lagi aku mendapatkan pakaian maid. Ini pasti karena ulah Casey,” seru Claire sambil menunjukkan pakaian maid dan sepucuk surat yang diberikan Krystal yang membuat Claire salah tingkah antara senang, malu, dan marah.

Bagaimana? Kau menyukainya? Tak kalah indah dari pakian maid dari Bryan dan istana Sincerity kan? Casey memperlihatkan pakaian maid mu hahaha…

Aku tahu kau hebat Claire, aku merestui mu dengan Vincent. Jangan sia-sia kan dia atau aku akan kembali untuk merebutnya.

Krystal Lynn

***

Vincent dan Claire kini sedang berjalan-jalan mengelilingi Eadrom di bawah matahari yang bersinar tidak terlalu panas. Suasana canggung diantara mereka sedikit berkurang walaupun belum sepenuhnya hilang.

“ Selamat pagi putri Claire,”

“ Selamat pagi paman Mathew,” sapa Claire sambil tersenyum senang.

Vincent menyembunyikan senyumnya, menyembunyikan rasa kagum yang menelusup memasuki hatinya akan sosok gadis yang berjalan di sampingnya, akan keramahan dan sifat supel yang melekat pada gadis itu.

“ Kau menghafal nama mereka semua?” tanya Vincent datar, tak menunjukkan rasa tertariknya.

“ Tentu saja, Eadrom hanya negri yang kecil.” Jawab Claire sambil membagikan roti buatannya pada anak-anak yang biasa dia temui.

“ Yang mulia, selama ini anda ke mana?” tanya seorang anak laki-laki sambil enggan menatap Claire.

“ Aku ada urusan. Kau merindukan ku Sam?” tanya Claire sambil mengacak-ngacak rambut anak itu.

“ Tidak.” jawab anak itu aingkat dan langsung berlari menjauh.

“ Hahahaha selalu saja memiliki gengsi yang tinggi ,” seloroh Claire sambil menatap Sam yang kini kian menjauh.

Mereka berdua berjalan beriringan, berjalan menuju air terjun yang sangat terkenal di Eadrom. Di sepanjang perjalanan hembusan angin menerpa wajah mereka dengan lembut, membuat Vincent terpaku saat hembusan angin menerpa dan mempermainkan rambut Claire yang tergerai indah.

Kini mereka berdua berdiri di tepi aliran sungai yang langsung berasal dari air terjun itu, merasakan dinginnya percikan air terjun yang menghantam bebatuan yang berada di bawahnya.

“ Kau sudah mengetahui identitas ku sejak hari ke empat ku berada di sana?” tanya Claire sambil menyilangkan ke dua tangannya, mendekap dirinya sendiri.

“ Sebenarnya sedikit terlambat mengetahui identitas mu. Sejak perjodohan itu aku sudah mencari tahu semua tentang mu, sangat mudah untuk mengetahui hal yang berkaitan dengan mu karena semua orang pasti mengenal mu,” jawab Vincent membelakangi Claire.

“ Bagaimana kau yakin jika aku yang sedang menyamar di istana mu adalah Claire yang sebenarnya? Aku rasa aku sudah bersandiwara dengan baik,” Claire kembali bertanya, mencoba mencari atas rasa penasaran yang melandanya.

“ Kau pelayan pribadi, banyak waktu yang bisa ku gunakan untuk membandingkan tingkah mu dengan informasi akan putri kerajaan Eadrom yang ku miliki, dan itu benar 100%. Atas kepiawaian mu membuat roti dan membagikannya kepada anak-anak, kepandaian mu menilai sebuah lukisan dan ucapan-ucapan yang pernah kau katakan pada ku,” papar Vincent yang kini sedang memperhatikan Claire yang kini sedang bergerak lincah melompati bebatuan yang ada di pinggir sungai.

“ Apakah kau memang seperti ini? maksud ku, berekspresi sesuai hati mu?” tanya Vincent sambil tetap berjaga-jaga jika Claire tergelincir karena batu yang dia pijak sangat licin.

“ Eadrom merupakan kerajaan kecil, aku terbiasa berbaur dengan rakyat ku, menjadi bagian dari mereka. Dan bersyukur karena ke dua orang tua ku tidak mengekang ku dan Casey dengan berbagai peraturan peraturan. Mereka mengijinkan kami untuk mengeluarkan ekspresi kami tanpa merusak citra kerajaan ynag melekat pada diri kami,” jawab Claire sambil tersenyum senang.

“ Lalu Sunny?” tanya Claire tiba-tiba dengan suara lirih, hampir tertutupi oleh gemerisik air terjun.

“ Aku sudah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa aku tak menaruh hati sedikit pun padanya. Butuh waktu lama untuk membuat gadis itu sadar bahwa aku tak mencintainya,” jawab Vincent singkat.

***

Vincent menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik pintu yang sedikit terbuka untuk mencuri dengar pembicaraan yang sedang terjadi diantara 2 orang itu.

“ Bagaimana Marcus? kau kalah. Dugaan ku tepat karena mereka akhirnya saling mencintai,” ucap Casey sambil tersenyum penuh kemenangan.

“ Aku menyesal menyetujui taruhan ini. Aku ingin mundur, taruhan ini batal dan perjodohan tidak akan pernah terjadi,” ucap seorang pria yang sangat tampan, Marcus, kakak laki-laki Vincent.

Brak.

Pintu langsung menjeblak terbuka dan Vincent menerobos masuk, berdiri di hadapan ke dua orang itu dan menatap garang dengan tatapan yang sangat menghujat.

“ Perjodohan ini akan tetap berlangsung. Dengan atau tanpa persetujuan kalian sekali pun.” ucap Vincent dengan penuh penekanan.

“ Nampaknya kau mendengar ini semua. Ini hanya taruhan dan sewaktu-waktu bisa dibatalkan,” ucap Marcus seakan tak peduli jika yang berdiri di hadapannya adalah adik kandungnya sendiri.

“ Tapi kami saling mencintai dan kalian tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap Vincent tajam.

“ Benarkah? Aku tahu saat ini suasana diantara kalian sedikit canggung. Nikahi adik ku secepatnya, ikat dia dalam sebuah pernikahan maka taruhan ini tidak akan batal. Dan ku rasa kau tahu bahwa Bryan mencintai adik ku,” ujar Casey sambil menautkan jari-jemari tangannya.

“ Baiklah. 4 hari, beri waktu aku 4 hari dan aku akan menikahinya,” jawab Vincent mantap dan langsung pergi meninggalkan mereka.

***

Vincent’s POV

Aku tak akan semudah itu mengikuti kemauan mereka berdua, tidak mau mengorbankan perasaan ku hanya untuk taruhan konyol mereka. Egois? Mungkin, tapi aku egois karena mempertahankan cinta ku. Tak peduli jika ini semua berasal dari taruhan konyol mereka.

Cukup gila karena aku berkata akan mempersiapkan segalanya dalam waktu 4 hari, tapi jangan panggil aku seorang Vincent Malkovich jika tidak bisa mengatasi ini semua. Dan yang paling aku syukuri adalah otak ku yang dapat berfungsi dengan baik untuk menangani hal-hal seperti ini. Dan hanya dalam waktu hitungan jam 98% ide sudah terkonsep dengan jelas di pikiran ku.

Tapi sebuah pernikahan tidak akan sempurna jika tanpa mempelai wanita bukan? Dan bahkan aku belum memberitahu Claire tentang ini semua, hari ini aku akan mengatakan padanya. Aku menuruni tangga dengan cepat, melewati setiap 2 anak tangga sekaligus saat melihat Claire dan Bryan tengah bercengkrama di taman.

Aku berdiri di belakang mereka berdua dan tertegun dengan apa yang ku lihat. Claire tertawa dengan bahagia, tawa indah yang menghiasi wajah cantiknya tapi sayangnya bukan aku yang membuatnya seperti itu. Ya, dia selalu tertawa dengan lepas jika bersama Bryan.

“ Claire,” panggil ku dan membuat tawa nya berhenti, memandang ku dengan tatapan heran.

“ Kau berjanji mengajak ku berkeliling Eadrom bukan?” tanya ku dan membuatnya terlihat semakin bingung, bingung karena beberapa hari yang lalu dia telah mengajak ku berkeliling.

Aku tak peduli dengan itu semua, yang ku ingin kan adalah Claire yang berada di sisi ku. Bukan Claire yang berdiri di samping pria lain walaupun pria itu adalah sahabat sejak masa kecilnya.

Dia menyambut uluran tangan ku dan berjalan meninggalkan Bryan dengan senyuman seolah-olah berkata ‘ Aku pergi dulu Bryan.’

Aku menuntunnya menuju air terjun yang pernah kami kunjungi, ku lihat matanya membelalak lebar saat melihat anak-anak kecil yang kini sedang berkumpul di tepi sungai yang mengalir. Aku menarik tangannya agar mendekat kepada mereka,

“ Yang mulia, aku turut bahagia untuk mu,” ucap seorang gadis kecil yang bernama Belle.

“ Aku yakin yang mulia pasti menerimanya, iya kan?” tanya gadis kecil yang di kuncir satu, Agatha.

Mereka menghujani Claire dengan celotehan yang tiada henti, membuat ku tersenyum saat melihat raut bingung yang tergambar jelas di wajah Claire. Tersenyum melihat seorang Claire Eisenberg yang terkenal akan prediksi dan ketepatannya untuk menebak sesuatu kini sedang terlihat bingung dengan celotehan anak kecil yang terdengar seperti dengungan lebah.

Dia menoleh saat aku semakin erat menggenggam tangannya dan berlutut di hadapannya.

“ Mungkin ini tidak romantis, tidak seperti bayangan mu selama ini, tapi aku harus mengatakannya secepat nya. Aku mencintai mu Claire Eisenberg, mau kah menjadi pendamping hidup ku? Selamanya?” ucap ku tak bisa melepaskan tatapan ku dari mata almond miliknya.

Dia langsung menangkupkan tangannya di mulut saat melihat anak-anak itu mengacungkan papan berbentuk persegi panjang dengan bunga-bunga yang membentuk huruf di atas kepala mereka, dan jika semuanya dirangkai itu akan membentuk ‘ Would you be my bride?’

“ Dengan senang hati yang mulia,” jawab Claire sambil tersenyum senang setelah terdiam untuk beberapa saat.

Vincent’s POV End

***

Jangka waktu 4 hari itu bukan waktu yang lama, ini sudah hari ke 2 dan lusa merupakan hari penentuan bagi kerja keras Vincent dan Claire selama beberapa hari terakhir ini.

Setelah memberitahu kedua orang tua Claire dan ke dua orang tuanya, dia langsung mempersiapkan seluruh persiapan pernikahan dengan bantuan Claire tentunya. Mempersiapkan pesta pernikahan yang tidak terlalu mewah mengingat tenggat waktu yang sangat singkat.

Sedikit membuat orang tua mereka bertanya-tanya kenapa pernikahan diadakan begitu cepat walaupun pada akhirnya mereka menyetujuinya, sama seperti Claire yang tak percaya jika pernikahan mereka di persiapkan hanya dalam jangka waktu 4 hari.

Vincent sangat berterima kasih kepada permaisuri Arnetta yang telah mempersiapkan gaun-gaun yang cantik untuk Claire.

Tapi kali ini langkah pria itu berderap dengan cepat, berlari mengitari istana untuk menemukan Claire tapi tetap saja dia tidak menemukan gadis itu. Bahkan kesegala penjuru kota dan ke tempat air terjun telah diselusuri oleh Vincent tapi tetap saja semuanya berakhir sia-sia, dia tidak menemukan gadis itu di mana pun.

Hanya ada 1 pilihan yang di miliki Vincent, bertanya pada Casey. Dia yakin pasti pria itu mengetahui keberadaan Claire. Vincent berlari dengan tergesa, menerobos masuk ruang kerja Casey. Dia melihat sosok pria itu sedang menghadap kaca jendela besar, membelakangi pintu masuk ke ruangan ini.

“ Katakan di mana Claire,” ucap Vincent sambil mengatur nafasnya agar kembali normal.

“ Apa?” ujar Casey sambil memutar kursinya menghadap Vincent, jari jemari lelaki itu saling menaut menyangga pada lengan kursi.

“ Aku tahu kau mengetahui keberadaannya. Demi tuhan katakan sekarang juga, pernikahan kami tinggal 2 hari lagi.” Vincent berkata dengan sungguh-sungguh, berusaha meredam kegelisahan hatinya.

“ Sudah aku katakan. Aku dan Marcus membatalkan taruhan kami dan itu artinya tidak ada perjodohan… atau bahkan pernikahan. Kau tak akan menemukanya,” jawab Casey sambil menyeringai meremehkan.

“ Sialan. Kau yang menyuruhku menikahinya dengan segera agar perjodohan ini tidak dibatalkan tapi sekarang kau malah menyembunyikannya dari ku.” Rutuk Vincent dengan emosi yang meledak tapi dia masih menjaga nada suaranya agar tidak berteriak.

Vincent langsung berbalik meninggalkan ruangan Casey dengan hati dongkol, bukan mendapatkan titik terang tapi sekarang dia malah seolah-olah memasuki palung yang terdalam. Sedangkan Casey hanya menyeringai memperhatikan punggung Vincent yang menghilang di balik pintu.

~tbc~

Otte?? Makin ancur yaaa?? mianhae *bow*

26 thoughts on “Secret Bride -Part 3-”

  1. kyaaa…
    claire diumpetin… X___X
    kasian umin oppa harus nyari calon bininya yg diumpetin calon kakak ipar,,,
    smangat umin,,,,,
    smangat jg y chingu buat next chap nya,,,😀

  2. part ini makin ribet ya
    claire masih tetap dengan keceriannya,umin masih tetap dengan tampang coolnya
    itu gk banget deh sejak kapan kyu jadi kakak wkwkwkw
    dan yang kasiannya ternyata hubungan mereka itu hanya taruhan dari kakak mereka berdua ckckc
    gk tau gimana reaksi claire saat tahu dia dijadiin taruhan ckck pasti marah banget
    claire diumpetin kah sama casey? huuu kasian
    haha next part asap ya thor😀

  3. Aish. Tbc lagiii? (╥﹏╥)
    huwaaa eonni~!! Teganya dikau mentbckan (?) lagiiii aaaaaaa (╥﹏╥)
    ayoayoooo next part!! Jgn bilang klo claire diculik? Nggakan? Atau dibawa kabur ama bryan? Oh no! Aku ga rela-___-

  4. Whoaaa
    Makin panjang yah saeng?
    Bagus!
    ‎​​​​​​Њαњααњαњααњαњαα.. =))
    Yg ini oke banget mslhnya
    *acungin 4 jempol -tangan plus kaki- *
    Casey alias heechul jd keliatan 4D bgt
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    Umin oppa
    Semoga beruntung
    (•̀_•́)ง

  5. wae?? knp si casey sm marcus ko berbuat ky gt?? ap mrk nglakuin utk ngebuktiin bhw vincent sm claire itu cintany bnr2 kuat ap ga??? gt??

  6. Aish.. Heenim n kyu memang bener2 evil.. Adik dijadiin bahan taruhan.. Ckckck..
    Kasian Sungmin nyari2 calon pengantinya..
    Ditunggu next part-nya ya..

  7. lho? lho? lho??
    claire kemana?? sebenarnya apa sich maksud casey n marcus taruhan eonn??
    aissh…padahal pernikahan mreka kurang 2hari!!
    kasihan minppa,😦

    hwaiting eon next chapter nya🙂

  8. elah kyuhyun jadi kakaknya sungmin ? pasti dewasaan umin deh . dasar kyuhyun evil heechul devil mereka emang cocok bikin ide gila taruhan adeknya yang jadi sasaran, emang raja tega mereka. claire jangan diumpetin dong kasihan umin tuh kalang kabut nyariin

  9. laahh..
    ko jadi begini cerita’a…
    jadi sebener’a perjodohan’a itu cuma taruhan antar ka”a mereka ajah ya…
    trus gimana lanjutan’a…
    masa nikah kaga ada mempelai wanita’a…
    penasaarraaannnn……
    di tunggu next part’a…

  10. SUMPAH KAK EKA GA NGOMONG DAH UDAH SAMPE SINI AJA –”
    gila men ketinggalan dua episod sesuatu
    anyways itu si abang vincent niat ye 4 hari, udah kayak kurbanan *ea ngasal
    serius Marcus ama Casey iseng amat sumpah isengnya pake amat si amat aja ga iseng😄
    tapi awkeh lah salut ama Krystal kalo akumah gabakal ngelepas manusia ganteng nan tampan itu HEHEHE
    hwaiting kaks~

    1. MAAF TIKAAAA….
      td nya tiap publish mau ngasih tau kmu… tp takut kmu lg sibuk sekolah takut ganggu, niatnya sih hr sabtu mau ngasih tauu… eh dirimuu sudah berkunjung terlebih dahulu..
      tp td sore aku mlh sms yak -____-v

      muahahahah nantikan chapter 4!!!!😄

  11. ini kyu sma heechul jahat bnget! Huweeee~~ jangan ampe ntr btal ToT diumpetin dmna tuh claire huft.. dasar heechul X.x

    Ming, bruan yaaa tmuin claire😄 penasaran X.X

    Daebak..
    Ditunggu lanjutannya..

  12. eum agak kurang ngerti, marcus sm casey kenapa harus taruhan? ada pengaruhnya? aku bingung.. eum part ini alurnya seperti kecepetan, aga beda sama part sebelumnya

  13. Kenapa pangeran Casey dan Marcus jd jahat begitu dgn pangeran Vincent, sampaimmenyembunyikan keberadaan Claire.. Aigoo pangeran Bryan jangan ikut2 merebut Claire, kasihan Vincent dan Claire

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s