Secret Bride

Title            ::  Secret Bride

Author       ::  autumnsnowers

Genre        ::  Romance, Comedy

Rate            ::  General

Length       ::  3shot/4shot

Cast            ::

– Vincent Malkovich as Lee Sungmin

– Claire Eisenberg as Shin Yoonji, and you’ll find the others cast by yourself in the next part.

Disclaimer  :: ide cerita merupakan hasil dari pemikiran saya. Maaf kalau kalian merasa  karakternya tidak sreg dengan cast.

Note      :: Buat Sungji couple, mianhae aku telah menistai kalian di ff abal-abal ini *bow* mian klo ceritanya jelek *bow lagi* dan mian jg krn bikin surename nya ngasal xp

~Story Begin~

Mentari bersinar cerah, menerobos celah dedaunan seakan ingin menunjukan bahwa tak ada satu tempat pun yang tak dapat dijangkau oleh sinarnya. Ditemani oleh awan-awan yang berarak beriringan terhembus angin, kicau burung yang terdengar, gemerisik dedaunan yang diterpa angin, dan gemericik air terjun yang menghantam bebatuan, menciptakan harmonisasi yang tak terkatakan seakan memperkokoh image ‘ Damai dan Indah ’ yang melekat di tempat ini.

Aku tersenyum, tersenyum akan keindahan yang sekarang terbentang di hadapan ku. Tersenyum saat menyadari bahwa keindahan itu telah melekat erat pada tempat ini, dan senyum ku semakin lebar bahwa pada kenyataannya tempat ini merupakan tempat tinggal ku, tanah kelahiran ku.

Aku melangkahkan kaki dengan ringan menelusuri jalan-jalan yang penuh sesak. Memperhatikan orang-orang yang sedang beraktifitas dan tersenyum kepada mereka. Senyum ku semakin mengembang saat aku melihat sekumpulan anak kecil yang sedang bermain dan aku mempercepat langkah ku untuk menghampiri mereka.

Sedikit berlari dan langsung merengkuh seorang gadis kecil dengan kedua tangan ku, memutar-mutar tubuh gadis kecil itu hingga membuatnya tertawa-tawa senang. Aku pun segera menurunkannya setelah merasa lelah, berjongkok agar menyesuaikan tinggi tubuh ku dengan mereka.

“ Lihat, ” ucap ku sambil mengangkat sebuah keranjang rotan yang berada dalam genggaman tangan kanan ku.

“ Wuaaaah!!! Aku mauu!! Aku mau!!!”

Senyum ku kembali mengembang saat melihat anak-anak itu antusias dan sibuk berteriak sambil berdiri mengelilingi ku seakan aku telah terperangkap oleh mereka. Mungkin itu benar, karena aku telah terperangkap oleh senyuman wajah-wajah polos itu.

“ Baiklah. Kalian baris yang rapi,” ujar ku mulai membuka tutup keranjang rotan yang ku bawa, keranjang berisi roti yang sering ku gunakan. Aku mengeluarkan roti-roti yang telah ku buat dan memberikannya pada mereka secara bergiliran.

“ Wuuaaaaah!!! Sekarang rasa keju!! Terima kasih yang mulia,” ucap gadis kecil yang tadi tubuh nya ku putar-putar di udara dengan mata berbinar dan mencium pipi ku.

“ Sama-sama Belle,” sahut ku sambil mengacak-ngacak rambutnya.

“ Hmm enak. Aku harus berterima kasih pada koki istana yang telah mengajari mu dengan baik,” ujar seorang anak laki-laki dengan penampilan acak-acakan namun terkesan arrogant sambil mengudap roti yang ku bawa.

“ Sam!! Jaga ucapan mu!” tegur salah satu anak perempuan yang dikuncir dua, Agatha, sambil berkacak pinggang.

“ Sudahlah Agatha, Sam hanya malu untuk berterima kasih secara langsung pada ku. Iya kan Sam?” ucap ku sambil mengedipkan mata pada anak laki-laki itu dan aku tersenyum saat melihat anak itu kini malah memalingkan wajahnya, enggan menatap ku.

Aku beranjak berdiri, menatap wajah-wajah polos itu sebelum pergi meninggalkan mereka. Seakan merekam ekspresi anak-anak yang telah aku ketahui karakter mereka masing masing-masing. Aku melambaikan tangan pada mereka seakan mengatakan ‘Besok. seperti biasa. di sini.’ dan beranjak melangkahkan kaki untuk pulang ke kediaman ku yang berada di atas bukit, jauh dari pusat kota.

***

Aku  berjalan melewati gerbang yang berdiri dengan kokoh, melewati jalan menuju pintu utama dengan di kedua sisi jalan yang ditumbuhi bunga-bunga beraneka warna seakan sebagai petunjuk jalan.

Pintu besar dan kokoh itu terayun membuka, memperlihatkan ruangan megah yang ada di dalamnya dengan seorang pria tua yang berdiri di dekat pintu yang sedang membungkuk hormat.

“ Tuan putri, baginda raja dan permaisuri menunggu anda di ruang utama setelah makan malam nanti,”

“ Baiklah Paman Walt, aku ingin beristirahat dulu,” sahut ku lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar ku.

Mungkin kalian sudah dapat menebaknya… Ya, aku merupakan putri dari pemegang kekuasaan tertinggi di Eadrom. Nama ku  Claire Eisenberg, Putri dari Raja Antonius dan Permaisuri Arnetta, raja yang memerintah di Eadrom, negara kecil nan ashri dengan keindahan alam yang sangat memukau.

Aku berjalan melewati beberapa kamar yang tidak terpakai, tanganku membuka sebuah pintu yang berada di paling ujung, kamar ku. Aku berjalan menghampiri seorang pria yang  kini sedang menyesap teh di salah satu sudut kamar ku dan duduk di hadapan orang itu.

“ Apa yang ingin kau katakan?” tanya ku tanpa basa basi sambil menatap wajahnya malas.

“ Tenanglah, kau ingin minum teh?” ucapnya setelah selesai menyesap teh dan mengangkatnya, seolah ajakan untuk minum teh bersama.

“ Ini bukan waktunya untuk minum teh, kau lupa itu? Dan kenapa kau menyusup ke kamar ku?”

“ Ck aku sudah memilih tempat persembunyian di kamar mu yang luas ini tapi tetap saja ketahuan. Hei, pantaskah seorang putri yang terhormat berkata seperti itu?” pria itu berkata tanpa menjawab pertanyaan ku.

“ Oh ayolah Casey… kamar mu ada di sayap timur istana. Dan itu artinya kamar kita sangat jauh, kau lupa bahwa kamar ku ada di sayap barat hah?” ucap ku sambil memutar bola mata pertanda kesal dengan tingkahnya.

Ah aku lupa mengatakan jika aku memiliki satu orang kakak laki-laki, yup… pria yang duduk di hadapan ku adalah dia, Casey Eisenberg. Dia 5 tahun lebih tua dari ku dan memiliki sifat yang menyebalkan, tetapi terkadang dia sangat baik. Ya, begitu lah kakak ku. Oh satu lagi, dia sering mencetuskan ide-ide gila yang entah dari mana asal pemikirannya. Dan melihatnya sekarang sedang duduk manis di salah satu sudut kamar ku itu merupakan pertanda buruk.

“ Jika aku katakan sekarang itu semua tidak akan menjadi seru. Nanti malam berpenampilanlah yang cantik,” ucapnya sambil tersenyum misterius.

“ Jangan katakan bahwa aku akan dijodohkan,” tuding ku langsung sambil menatapnya tajam.

“ Ternyata kau sangat pintar Claire,” ujarnya tersenyum lebar dan beranjak berdiri dari kursinya, berjalan menuju pintu kamar dan menghilang di balik pintu, meninggalkan ku yang hanya bisa terdiam seorang diri.

***

Aku mematut diri ku di depan cermin besar yang ada di kamar ku. Memperhatikan pantulan diri ku yang mengenakan dress informal, aku memang tidak suka memakai gaun ala bangsawan karena menurut ku dengan mengenakan dress informal yang rapi saja itu sudah cukup.

Entah mengapa anak tangga yang ku lewati setapak demi setapak ini kini terasa sangat panjang, mungkin karena ucapan Casey yang kini masih terngiang dengan jelas di memori ku bagaikan kaset yang selalu diputar berulang-ulang. Aku  masih bisa bernafas lega, setidaknya hingga makan malam ini berakhir.

Aku melangkahkan kaki ku mendekat pada anggota keluarga ku yang kini telah berkumpul, menunggu kehadiran ku agar makan malam dapat di mulai.

Hati ku bergemuruh layaknya seekor rusa yang berlari dengan kencang menghindari senapan, tapi bedanya sekarang aku bagaikan berlari menyongsong senapan yang tepat mengarah pada ku.

Aku melangkahkan kaki dengan malas menuju ruang utama di istana ini, melangkah dengan langkah yang tak pantas untuk dilakukan oleh seorang putri kerajaan. Kaki ku berhenti di depan ruang utama dan menatap pintu kokoh itu tanpa ekspresi, enggan membuka pintu ruangan itu bahkan berjalan memasuki nya. Aku berniat untuk kabur saat sebuah suara mengurungkan niat ku dan menggiring ku masuk ke dalam ruangan.

“ Yang mulia, silahkan masuk. Baginda raja dan permaisuri beserta pangeran Casey telah menunggu kedatangan anda,” ucap butler di istana ini, Walt, membuka pintu dan sedikit membungkuk mempersilahkan ku masuk.

Ruangan megah yang biasa terasa sangat hangat untuk ku entah mengapa menjadi terasa sangat dingin. Aku melihat mereka, ayah ku duduk di singgasana raja dan ibu ku duduk di sampingnya dengan tenang. Aku sedikit membungkuk pada mereka dan akhirnya duduk di samping kakak ku yang duduk di barisan sebelah kanan singgasana raja yang biasanya diisi oleh para penasehat istana dan perdana mentri.

Dalam hati aku bertanya-tanya tentang hal yang akan di bicarakan oleh orang tua ku. Sedikit heran karena jika tidak ada sangkut paut nya dengan urusan istana biasanya mereka akan membicarakan sesuatu di peraduan raja dan permaisuri, sedangkan jika tentang urussan istana biasanya barisan yang ada di hadapan ku dan barisan yang aku duduki akan penuh diisi adalah penasihat, perdana mentri dan bahkan para bangsawan. Tapi sekarang? Di ruang utama tanpa kehadiran orang-orang itu sedikit membingungkan.

Hening. Hanya itu yang terjadi selama 10 menit setelah kedatangan ku, tak ada yang membuka suara padahal aku ingat dengan jelas saat aku melangkah masuk kakak ku sedang berbincang dengan kedua orang tua ku. Tapi sekarang? Mereka terdiam.

“ Maaf yang mulia, gerangan apa yang akan dibicarakan dengan saya?” aku membuka suara, aku dan kakak ku terbiasa memanggil orang tua kami dengan formal terkecuali jika membicarakan tentang keluarga kami.

“ Tidak perlu berbicara formal seperti itu Claire,” jawab ayah ku sambil tersenyum hangat.

“ Tapi… jika begitu kenapa harus di ruang utama?” tanya ku hati-hati.

“ Ternyata kau sangat cermat. Dad bingung untuk mengatakannya pada mu, ini berhubungan dengan keluarga kita dan juga tentang istana. Karena ini atas usul mu… Casey, jelas kan pada adik mu,” perintah ayah pada Casey, kakak ku.

Aku menoleh pada nya, menahan nafas menunggu kata-kata yang akan diucapkan oleh kakak ku seakan-akan kabar kematian akan menghampiri.

“ Kau akan dijodohkan dengan Vincent Malkovich, pangeran dari kerajaan Sincerity,” mata ku membelalak sempurna saat mendengar ucapan Casey.

“ Kau gila?! Untuk apa ada perjodohan?!! Aku bisa mencarinya sendiri!!” umpat ku sambil menatap Casey yang terlihat santai dengan pandangan manusuk.

“ Ya, mencari dengan terus mengelilingi kota untuk membagikan roti. Itu maksud mu? Aku sangat senang jika kau memperhatikan rakyat dan dekat dengan mereka, tapi kau juga harus memperhatikan akan kehidupan mu. Aku tak akan salah memilih orang, Vincent pria baik yang berasal dari negri Sincerity dan sebentar lagi mungkin dia akan naik tahta. Jika kau menikah dengan nya, taraf kehidupan di Eadrom akan meningkat. Jadi, selain mendapatkan pendamping hidup kau juga membantu rakyat Eadrom,” tutur Casey panjang lebar dan berhasil membuat ku semakin marah padanya.

“ Demi tuhan Casey!!! Ini sudah abad 21!! Dan aku ingat kan pada mu jika Eadrom bukan negara miskin!! Rakyat kita masih dapat hidup dengan layak dan keindahan alam yang memukau, apalagi yang kurang? Dan Vincent, tak salah memilih orang kau bilang? Hah, ayolah… siapa yang tidak mendengar tentang pangeran yang berasal dari negri itu? Perangainya sangat buruk, kejam, pemarah, seenaknya sendiri dan tidak bersosialisasi dengan orang. Bagaian mana yang kau sebut baik hah? Katakan pada ku,” ucap ku sengit dan amarah ku semakin meningkat saat ku lihat Casey hanya mendengus pelan. Aku mengalihkan tatapan ku pada kedua orang tua ku yang sejak tadi hanya terdiam memperhatikan kami.

“ Mom… Dad… kalian tidak akan menjodohkan ku bukan? Tidak akan melakukan perjodohan ini kan?” tanya ku dengan suara melunak.

“Maaf sayang, tapi ini merupakan pilihan yang tepat. Usul dari Casey memang ada benarnya,” jawab ibu ku sambil tersenyum berusaha menenangkan.

“ Baiklah jika itu demi keberlangsungan istana dan kepentingan rakyat, tapi apakah harus dengan Vincent?” tanya ku pasrah dan terlihat putus asa.

“ Oh ayolah Claire… bagaimana mungkin kau percaya pada itu semua? Memangnya kau pernah bertemu secara langsung dengan dia? Itu semua hanya rumor,” ucap Casey yang terlihat gemas dengan ucapan ku.

“ Hanya rumor? Begitukah? Ayolah Casey, banyak orang yang datang dari negri lain pun tau tentang Vincent, jadi apakah itu rumor? Hingga ke berbagai negri? Hah, luar biasa. Aku tidak mau dan tak akan percaya pada mu,” ucap ku dengan keyakinan penuh karena ada kemungkinan jika Casey berbohong untuk mempermulus ide nya.

“ Aku tahu apa yang ada di pikiran mu. Aku tidak akan menjerumuskan adik ku sendiri Claire,”

“ Tidak ada bukti, pembelaan diri mu di tolak,” sahut ku datar.

“ Kau perlu bukti hah?” tanya Casey sambil menyeringai.

Aku menoleh pada ke dua orang tua ku, meminta pertolongan karena aku merasakan ada hal gila yang sedang dia rencanakan. Tapi mereka hanya tersenyum untuk menenangkan ku seakan-akan berkata, ‘ Semuanya akan baik-baik saja.’   Yah… semoga semuanya baik-baik saja, aku sudah mengenal Casey dengan otak briliant yang terkadang keterlaluan itu.

***

Aku berjalan mengikuti wanita paruh baya di hadapan ku dengan sedikit menundukkan wajah dan jari-jemari yang saling menaut, aku gugup. Aku hampir menabrak punggung wanita paruh baya yang secara tiba-tiba berhenti itu karena sejak tadi melontarkan umpatan-umpatan untuk Casey di dalam hati.

“ Clara, ruangan ini adalah ruangan terakhir yang kita kunjungi dan ini merupakan kamar pangeran. Ku rasa kau bisa kembali ke kamar mu,” ujar wanita paruh baya itu dan berlalu meninggalkan ku yang berdiri dengan lesu.

Yup, kalian benar. Aku sekarang berada di istana Sincerity dan menjadi pelayan sementara di sini, ide yang sangat briliant dari seorang Casey bukan? Sampai-sampai aku ingin menghajar wajahnya itu dengan heels kesayangan ku.

Flashback

Aku mengikuti langkah Casey setelah undur diri dari hadapan kedua orang tua ku di ruang utama, mengikuti langkah lebar kakak ku itu menuju kamarnya. Menebak-nebak dalam hati apa yang akan dia ucapkan agar aku tidak mempercayai rumor tentang Vincent yang menyebar luas itu.

Aku duduk di tepi tempat tidur lux miliknya, mata ku bergerak memperhatikan dirinya yang sejak tadi sibuk hilir mudik seperti mencari sesuatu. Aku mendengar pekikan senang dari balik ruang pakaian miliknya, dia berjalan ke arah ku dengan membawa sesuatu yang disembunyikan di balik punggungnya.

“ Kau akan tahu tentang keaslian rumor itu, apalagi setelah kau menjadi…” Casey menggantungkan ucapannya dan memperlihatkan sesuatu yang sejak tadi dia sembunyikan di balik punggung.

“ Maid. Kau akan menyamar ke sana sebagai pelayan, kau menggubah nama mu dan mengaku sebagai pelayan pribadi Claire untuk meninjau tempat sebelum ‘Claire’ berkunjung ke sana. Bagaimana Claire? Ide ku cemerlang bukan? Kau akan leluasa mengawasi setiap tingkah dan sikap Vincent,” tutur Casey dengan bersemangat sedangkan aku hanya terdiam tak mampu untuk mengeluarkan sepatah kata pun.

Flashback End

 

Aku memandang kamar yang kini menjadi kamar ku ini, kamar ini cukup besar jika hanya untuk menampung 2 tempat tidur, 2 meja, 2 kursi dan 2 lemari. Aku duduk di tepi tempat tidur ku, menunduk memandang seragam berwarna hitam dengan apron putih yang ku kenakan hingga suara derit pintu mengalihkan perhatian ku.

Sesosok gadis dengan seragam yang sama seperti ku itu tersenyum dan duduk di tepi tempat tidur yang bersebalahan dengan tempat tidur ku.

“ Hai, kau pelayan baru di sini? Aku Alea, senang mendapatkan teman satu kamar,” sapanya sambil tersenyum memperlihatkan dimple nya.

“ Aku Clai- Clara, aku Clara. Mohon bantuannya Alea,” ucap ku sedikit hampir kelepasan bicara sambil menjabat tangannya.

***

Tak ada masalah yang berarti yang mengganggu ku, hanya saja aku sedikit terganggu dengan teknologi yang sangat canggih di istana ini. Aku tak masalah dengan pekerjaan rumah karena orang tua ku tidak memanjakan ku dan aku terbiasa dengan itu semua. Tempat tidur? Itu juga tak masalah, selama ada tempat untuk tidur itu tak masalah untuk ku.

Duagh.

Untuk kesekian kalinya kejadian ini terulang, aku mengusap-ngusap kening ku karena kesalahan yang sama.

“ Clara, kau baik-baik saja?” tanya Alea yang kini tengah membantu ku berdiri.

“ Jika seperti ini terus, aku pasti akan segera mengalami gegar otak. Bagaimana mungkin kau hafal dengan semua password ini Alea?” sungut ku frustasi sambil mengusap-ngusap kening ku yang terantuk pintu kaca untuk kesekian kalinya.

“ Hahaha kau terlalu berlebihan, kau berada di sini baru dalam hitungan jam Clara,” ujar Alea sambil tertawa.

“ Entahlah, yang pasti aku ingin selalu berada di dekat mu. Bisa-bisa aku terkurung di lorong atau ruangan karena lupa password,” ujar ku sambil mengekori langkah gadis itu yang kini masih terkekeh mendengar ucapan ku.

Oh ayolah… memangnya apa yang dia tertawakan?  Apakah salah jika aku tidak dapat mengingat semua password akses pintu masuk ruangan bahkan yang menghubungkan antar lorong?

Aku meraba kening ku yang sedikit memar karena sering terbentur pintu kaca itu. Apa kalian dapat membayang kan apa yang ku maksud? Baiklah akan ku jelaskan.

Banyak lorong-lorong yang saling berhubungan di istana ini, dan banyak pula ruangan-ruangan yang berada di kedua sisi nya. Kalian harus menginput 33 digit angka agar dapat mengakses pintu ruangan itu dan setiap ruangan berbeda!!

Dan yang paling gila adalah… di setiap lorong yang saling berhubungan itu terdapat sekat pintu kaca yang tak terlihat jika saja tidak ada mesin berbentuk persegi yang menempel di dinding, maka kau tidak akan tahu bahwa di situ ada pintu kaca. Aku harus menghafal 33 digit angka yang setiap lantai memiliki digit berbeda, belum lagi digit untuk akses memasuki ruangan.

Dan aku akan memberikan setengah harta paling berharga yang ku miliki, jika diantara kalian -kecuali pelayan di istana ini tentunya- dapat menghafal itu semua dalam hitungan jam!!

Di mesin berbentuk persegi yang menempel pada dinding itu terdapat sebuah lampu kecil yang –katanya- berwarna orange, dan akan menjadi merah jika password yang dimasukkan benar. Dan aku tidak mau repot-repot memperhatikan dengan serius lampu kecil itu, sehingga setelah memasukkan digit angka -yang entah benar entah salah- aku langsung melanjutkan langkah kaki ku dan berakhir dengan kening yang mencium pintu kaca itu. Yeah… aku mengidap buta warna sebagian, sulit membedakan warna orange dan merah. Kalian boleh menertawakan ku sebagai putri yang tak sempurna.

***

Sudah seharian penuh aku berkeliaran di istana Sincerity yang mega ini. Mengikuti Alea dengan langkah diseret dan entah apa yang membuat gadis itu tetap bersemangat dan tidak terlihat lelah.

Alea memasuki pintu perpustakaan sedangkan aku menunggu di lorong, aku lebih tertarik dengan lukisan-lukisan pemandangan yang berada di lorong. Aku mengabaikan panggilan Alea yang telah keluar dari perpustakan karena tertarik untuk tetap memperhatikan sebuah lukisan dan sialnya saat aku berbalik untuk menyusulnya, gadis itu telah menghilang dan pintu kaca yang ada di lorong itu telah terkunci kembali.

Aku berdiri di depan mesin kecil itu, memasang tekad kuat seakan akan pergi berperang. 33 digit pertama, gagal dan yang ada aku malah kembali terbentur pintu kaca itu. Berulang kali aku mencoba dan sebanyak itu pula kening ku mencium pintu kaca itu.

Tubuh ku menyender pada dinding dan merosot jatuh terduduk, lelah dengan usaha ku selama 45 menit ini sia-sia dan aku merasakan rasa nyeri di kening ku. Aku mengangkat tangan ku, memperkirakan di mana letaknya pintu kaca itu dan aku merasakannya, tangan ku menyentuh permukaan yang tak terlihat.

Kruyuk.

Aku memegang perut ku yang belum ku isi sejak tadi pagi, aku beranjak berdiri dan mulai memasuki 33 digit angka dan kegagalan kembali terulang. Aku bedecak pelan dan berkacak pinggang, menatap sebal pada seonggok benda tak bernyawa di hadapan ku.

“ Ck… hey, bisakah kau menerima 33 digit yang ku masukkan? Aku sudah hampir 1 jam aku terkurung di sini. Berulang kali aku mencoba dan berulang kali juga kening ku mencium pintu kaca itu dan sekarang aku lapar. Ya tuhan… kenapa mesin ini harus menggunakan warna orange dan merah? Kenap tidak warna lain?! Atau menggunakan aplikasi suara saat digit yang di masukkan itu benar!! Aku paling tidak suka hal-hal yang berhubungan dengan angka dan sialnya aku mengidap buta warna sebagian antara orange dan merah. Shit!!” rutuk ku di hadapan mesin kecil itu seolah-olah mesin itu dapat merespon ku.

“ Kau lihat?! Kening ku memar. Aku yakin aku akan segera mengidap gegar otak. Dan bagaimana kalau tidak ada orang yang melewati lorong ini? ini lorong ke arah perpustakaan dan jarang di lewati orang-orang. Ini gara-gara lukisan itu!! Ah tidak, tidak, lukisan itu terlalu indah untuk di salahkan. Yang pantas di salahkan adalah orang yang membuat mesin ini!!!” aku masih melanjutkan serentetan rutukan ku dan terkejut saat membalikkan badan dan mendapati seorang pria yang sedang menatap ku dengan ekspresi geli.

Aku menggeser tubuh ku saat pria itu maju hendak memasukkan 33 angka keramat itu dan voilaa~ pria itu berhasil berjalan sejauh beberapa langkah dan berbalik saat menyadari bahwa aku masih diam tak bergeming.

“ Kau mau tetap di situ? 2 menit lagi pintu kaca itu akan menutup kembali dan kau akan terperangkap di lorong itu,” ucapnya sambil memasukkan ke dua tangannya ke dalam saku celana.

Seolah tersadar dari lamunan panjang, aku langsung berlari menghampiri pria itu dan membungkuk hormat.

“ Terima kasih tuan,” ucap ku sungguh-sungguh walaupun aku tak tahu siapa dia sebenarnya.

Aku mengikuti langkahnya dari belakang dalam diam. Tak ingin mengucapkan sepatah kata pun karena tubuh ku terlalu lemas hingga sebuah suara menghentikan langkah ku, suara yang familiar, Alea.

Gadis itu berlari menghampiri ku dan membungkuk hormat pada pria yang berjalan di hadapan ku.

“ Kau ini kemana saja? sudah tahu bahwa kau belum hafal seluruh digit yang ada kau malah mengabaikan ajakan ku dan lebih tertarik pada lukisan itu,” aku hanya terdiam mendengar bisikan Alea yang menggerutu, kepala ku pening, seluruhnya terlihat bagaikan berputar.

“ Bawa dia, beri dia makan dan obati memar di keningnya,” aku mendengar suara pria itu.

“ Baik pangeran,” jawab Alea.

Pangeran? Apakah pria itu Vincent? Entahlah… aku terlalu lelah untuk berfikir, yang ku tahu adalah teriakan Alea yang memanggil nama ku dan semua nya menjadi gelap.

***

Aku membuka mata ku secara perlahan, menyesuaikan penglihatan ku dengan sinar matahari telah menerobos masuk melalui jendela dan menerangi kamar ku dan Alea. Aku mengedarkan pandangan ku ke sekeliling ruangan, kosong, yang ada hanyalah sebuah note di samping ponsel milikku yang teronggok di atas nakas.

Dengarkan rekaman suara ini.

Alea

Aku menaruh note itu dan beralih meraih ponsel milikku, mendengarkan rekaman suara yang ditinggalkan oleh Alea.

Pangeran menyuruh mu untuk beristirahat. Kau tidak diijinkan berkeliaran di istana kecuali ke ruangan pangeran karena kau pelayan pribadi nya dan hari ini pangeran berada di ruangannya seharian penuh.

Dan kau  tahu? Setiap sistem sekarang memiliki aplikasi suara, kurasa pangeran memutar otaknya  untuk melakukan itu semua. Jangan lupa makan Clara, bye.

Aku termenung untuk memahami rekaman suara Alea, jika pria itu pangeran dan menurut Alea pangeran bergadang untuk memasang aplikasi suara pada setiap sistem. Itu berarti dia… pembuat seluruh sistem!! Dan bodoh nya kemarin dia melihat ku yang sedang mengumpat mesin dan juga pemiliknya. Claire Eisenberg, tamatlah riwayat mu.

~tbc~

Ottokhe?? ottokhe?? abstrak ya ceritanya?? mianhaeyo *bow*

Tadinya ini mau buat lomba… tp ga jd hehe :p

Thanks to July Eonni dan Rachel eonni a.k.a ang11rach krn udah jadi beta readers ku untuk ff ini🙂

50 thoughts on “Secret Bride”

  1. bagus eon ceritanyaaaaa x3
    ntah kenapa aku ngerasa ada adegan yg lucu xD

    aku suka nih ama sungji couple x3

    lanjut eon!! jgn lama lama yaw *wink*

    1. halooo…
      kamu author baru yaaa?? aku liat di forum author tp gagall mulu tiap mau komen😥 /curhat
      perkenalannya di sini aj yaa… eka imnida, 93 line, bangapta^^

      “ntah kenapa aku ngerasa ada adegan yg lucu” >> Maksudnyaaa??? mana yg lucuuu?? ._. yang lucu nya belom keluar… nnti keluarnyaa😀

      FIGHTING!!!! FF nya udh selesai ko.. tinggal ada bbrp yg diubah dikit🙂

      mksh udh mampir^^

  2. Ekaaaa saennggg.,
    mm dibikin brpa chapt?

    Aq kira mw dipublish skalian,

    d’edit ya?
    Baguuuss,, *ancung 2jempol*

    cast Casey ga ditulis??

    Inget yaa, konflik’x harus nampak..
    Fighting’..

  3. kak… dirimu PHP dah.
    aku kira oneshot jadi pulang dari kelas langsung aku buka dengan bangga dan bahagia.
    terus aku baca sampe hampir abis… kok ga ada tanda tanda penyelesaian ya?
    terus muncullah kata kata itu. ‘tbc’
    TAU PENASARAN GA? TAU GAAAAA?? *sambit kak eka awkeh jfhdkhjfalkjf hahahaha
    anyways nice one. salah satu genre yang aku rada rada gabisa bikin. yang ada sentuhan classicnya huhuhuhu bisa amat dah orang orang bikin ini T____T
    nice piece, miss ~~
    adiosss mwah

    1. ckckck pake istilah yg aku ngerti knp tikaaa -______-”
      PHP apa pula ituu??

      Oneshot?? muahahaha mabok ntar >< cz klo sm gbr jg jd 41 page XP
      Penasaran?? tau kok… tunggu aj next part nyaa😛 *ambil panci nutupin muka*
      Udh kelar kok ff nyaa… tinggal di rombak dikit🙂

      O,o itu yang ring destined *judulnya bener ga??* ituu classsic ituuuuu ;______; berasaa malah.

      Muahaha sungji!!!!!! sungjiii!!!! tunggu kemunculan cast berikut nya😉

  4. kyaaaa aku suka sama jalan ceritanya hahaha
    kasian amat yoonji nasib nya disini udah disuruh jadi maid terus kepalanya kepentok terus sama kaca
    ahhhh umin belum keliatan gimana sifat aslinya
    wkwkw gk bisa ngebedain yang mana merah yg mana oranye
    wushh kayaknya umin baik deh
    next part asap thor 😀

    1. huwaaaaaahhhh makasih ><
      semoga part" selanjutnya ga abstrak yaa u,u

      haha iyaa yaa… ide yg briliant dri seorang kim heechul^^ untung aj tuh ga benjol cm memar dikit *ditabok tika

      Sip.. tunggu aj yaaa… ff ini udh selesai smpe tamat ko, jd tinggal di edit dikit lalu publish deh😉
      gomawo

  5. wah ceritanya bagus…penasaran g5n clara jadi pelayan pribadinya umin…oh umin baik bgt y…bergadang cuma buat clara…eh tu si umin dah tw siapa clara sebenarnya belum??

  6. wah ceritanya bagus…penasaran g5n clara jadi pelayan pribadinya umin…oh umin baik bgt y…bergadang cuma buat clara…eh tu si umin dah tw siapa clara sebenarnya belum??
    next partnya ditunggu chingu…jangan lama2 y…

  7. ceritanya bagus chingu…
    ak suka baca cerita kyk gini (khayalan/kerajaan)
    tp ak blum tau buatx *mewek

    ok lanjut ya chingu…
    hwaiting!!!

    1. Hollaaaa^^
      kamu suka?? jinjja?? syukurlah…

      ini jg belom terlalu kerajaan banget kok,, aku juga ga bs bikin yg setting kerajaan ;______;

      Sipp… tunggu aj lanjutannya!!!! FIGHTING!!

    1. Aloooohaaaa eonnii!!! ><
      jiahahaha….
      knp aku tiap bikin ff selalu gmpang ketebak yaaa?? @.@

      ituu rumoooor ituu… badai pasti berlalu *ga nyambung*
      iyaaaa eon… dy klo mau di bikin jahat gimanaaa gtu,, kan klo casey ga usah nanggung" jailnya😛

      mksh udh nyempetin baca+komen eonni^^

  8. rameeeeeee >< suka de kl ad crita yg lain drpd yg lain..hmmm kerajaan… yaaa bole la jd brasa mimpi jd putri kekekeke.. laanjuuuttt aah

  9. Uda di publish yaa
    Maaph yaa baru smpt baca
    ‎​;)hє^_^hє;) ..;)hє^_^hє;) ..
    Habis pulang dr bandung soalnya
    *curhat*
    Ternyata di cut disini yaah..
    Ntar aku lgsg lanjut ke dua deh say
    Dadah

  10. bagus cerita’a…
    aku suukkkaaaa…
    ringan baca’a..

    waaawww…
    keren ya istana’a..
    pake ada pintu transparan gitu..

    wkwkwkwkwkw..😀
    lucu pas baca clara ngumpat mesin’a..
    kaga kebayang dah tuh memar’a kaya gimana….

  11. Annyeong~~
    Lama tak berjumpa eon ToT kangen..

    Muahhahahahah~
    Aku geli sndri pas Clara/Claire ga bsa bka pntu trus kplanya kejedot-_- wkkkkk~

    Ceritanya bagus kok😄 aku seneng bisa baca FF eonni lg.. Coz kmren aku sbuk ga smpt bca.. *sok sbuk* aku jg kmren lg pyeng sama UTS😥

    I miss you :* :*

    Daebak..
    Wkwkwkwkwk
    Castnya SungJi😄

    1. Hallo endeh^^
      i miss you too :*
      aku jg seneng baca komen dari kamu ><

      ceritanya bagus nih?? syukurlah :')
      aku juga baru terbebas dari uts nih u,u
      minggu" tersulit.

      aku suka sungji!!!!😀
      mksh udh komen sayang😉

  12. Huwaaa…ini daebak!
    Ide cerita udah sering ada kayak gini,tp sentuhan kerajaan dan unsur modernya wawwww….
    engh…ming keren ya disini.
    Meluncur ke part selanjutnya

  13. wwaaaah dah lama g mampir kangen euy,,,,,,,,,,,,,
    ucul bngt dech clara ngedumel ke mesin,
    wuih prince tnggp nih lngsng nambahin sistemnya.
    next capt i’m comming………

  14. Wah keren baru baca ff lama2 dan ternyata seru, ide pangeran Casey u adiknya Claire itu seru2 banget dan mudah2an rumir yg beredar ttg pangeran vincent tdk benar

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s