If Too Tall, It Would Be Difficult to be Kissed

If Too Tall, It Would Be Difficult to be Kissed

Title: If Too Tall, It Would Be Difficult to be Kissed.

Author: Cho Yuji – Cho NamYoung

Genre: Romantic

Length: Oneshoot

Rating: G – 16

Main Cast:

  • Kim Cherrin (Fiction)
  • Jung Jinwoon ‘2AM’

Other Cast:

  • Kim Jonghyun ‘SHINee’
  • Park Minah (Fiction)

Disclaimer:

SEMUA CAST MILIK TUHAN. Tapi cerita puny aku. Dilarang keras MENG-COPY dan ME-PUBLIKASIKAN ff ini di tempat lain tanpa pemberitahuan kepada saya sebagai pemilik cerita.

NB:

Maaf kalo ceritanya jelek, ini bener-bener ff saya yang pertama. Jadi maaf kalo ada typo maupun cerita yang amburadul #eh😀

Dan tidak lupa, MAKASIH BANYAK BUAT AUTHOR TERCINTA YANG UDAH NERIMA LAMARAN KERJA AKU, MOHON BANTUANNYA!!!!😀😀 Hehehe #plakplak


READ COMMENT LIKE. DON’T BE SILENT READER!!!

~~~~~~~

Sungai Han 15.00 KST

Seorang namja yang sangat tampan nan imut sedang berjalan bolak-balik di pinggir sungai. Entah apa yang dia pikirkan.

 

Ya! Dimana yeoja menyebalkan itu? Batinnya dalam hati. Dia sudah berdiri di pinggir sungai Han dari 2 jam yang lalu. Tentu saja kakinya sudah sangat lemas. Dan kini dia sudah tak kuat berdiri.

“Ampun! Yeoja itu benar-benar menyebalkan! Tak bisakah dia datang tepat waktu di hari pertama kami berkencan? Huh, seharusnya aku menjemput dia di rumahnya. Ya, Cherrin! Mengapa kita harus backstreet sih?”

Kim cherrin. Yah, dia adalah wanita yang sudah membuat Jinwoon ‘Kasmaran’. Dia sangat-sangat menyukai yeoja ini. Selain cantik, imut, manis, berkulit putih, pintar, baik, dia pun jago nge-dance. Yah, memang dia adalah yeoja idaman. Tapi sayangnya, Yeoja yang dia tunggu ini adalah tipe yeoja yang tidak diperbolehkan berpacaran oleh Umma dan Appanya. Tentu saja dengan alas an bahwa anak mereka masih terlalu muda. Dan hal inilah yang menghalangi niatnya untuk menjemput Cherrin di rumahnya. Tentu saja karena dia terlalu sayang kepada Cherrin dan dia tidak ingin Cherrin dimarahi. Tapi justru hal itu membuat yeoja ini ingin merasakan pacaran.

Jadilah dia ‘berpacaran’ dengan Jung Jinwoon, yang merupakan Sunbaenya. Umur mereka hanya berbeda 1 tahun. Mereka sudah berpacaran sejak 4 tahun yang lalu, ketika di SMP. Jinwoon kelas 9 dan Cherrin kelas 8. Sekarang mereka sekolah di SMA yang sama pula, Naoriya Tottori School (author ngasal banget nih). Jung Jinwoon di kelas XII B dan Cherrin kelas XI A.

Sebenarnya mereka belum bisa disebut ‘pacaran’. Tak pernah ada kata ‘Maukah kau jadi pacarku?’, ‘Ya aku mau’, dan lain-lain. Tidak pernah terlontar sekalipun! Bahkan saat Cherrin kelas 1 SMP (Jinwoon kelas 2), mereka selalu bertengkar. Mereka selalu saja ribut. Tak jarang Jinwoon datang ke kelasnya hanya untuk menjambak rambut Cherrin. Yah, untuk apalagi? Untuk mencari perhatian~

Tapi ketika graduation sunbae mereka (kelas 9), ada seorang sunbaenya yang menyukai Jinwoon. Pada saat acara selesai, sunbaenya itu mencoba untuk mencium Jinwoon. Tanpa disadari, dari kejauhan Cherrin sudah memperhatikan mereka. Saat Cherrin melihat sunbae sialan (?) itu sedang mencoba mencium Jinwoon, dia pun segera berjalan mendekati mereka.

Lalu, apa yang dia lakukan? Dia dengan kasar menjambak rambut sunbaenya itu dan berkata dengan berapi-api, ‘Ya! Jangan dekati namjaku! Hey kau Jinwoon, kalau begitu kita putus saja!’

Kata-kata itu sudah sering terlontar dari mulut mereka masing-masing. ‘Kita putus!’ ‘Aku ingin balikan’ ‘Aku tidak mau putus!’ ‘Akhiri saja hubungan ini!’. Mereka memang aneh. Teman-teman mereka pun mengira bahwa mereka sudah ‘berpacaran’. Padahal tidak sama sekali. Hingga saat ini pun.

“Omo, Oppa!!!!!” teriak seorang Yeoja dari kejauhan. Jinwoon sudah sangat mengenali suara itu. Bagaimana tidak? Suara itu selalu berputar-putar di kepalanya. Apalagi ketika 4 tahun yang lalu.

-Flash Back-

16.00 KST at Tukido Naemi School (Junior High School)

(Jinwoon kelas 9, Cherrin kelas 8)

“Oppa, kenapa kau murung begitu? Gwenchanaeyo?” ucap seorang yeoja imut yang kini duduk di sampingnya.

“Ani, gwenchana.”

“Oppa, apa wajahku ini adalah wajah orang yang gampang di tipu?” ucapnya dengan nada agak ketus.

“Hah? Wae?”

“Aku tidak bisa ditipu olehmu!”

“Ya! Memangnya wajahku ini wajah penipu hah?”

“Anio, tapi aku tau kau sedang berbohong.” Timpal Cherrin, “apa yang terjadi?” tanyanya kini dengan sedikit nada khawatir.

“Nilai Try Out ku kemarin jelek sekali. Appa-Ummaku memarahiku habis-habisan. Katanya aku ingin masuk Naoriya Tottori School, tapi nilaikujelek-jelek.” ucap Jinwoon dengan wajah memelas.

“Pabbo! Kau ini bagaimana sih. Apa kau tidak bisa menjadikannya pelajaran hah? Itu berarti, KAU HARUS LEBIH GIAT BELAJAR! Pabbo! Itu masih TO ke-1. Kejar yang selanjutnya, Oppa!!!” ucap Cherrin yang lugu tetapi seperti memarahi dengan semangat 45. MERDEKA! #eh

-Flash Back End-

KAU HARUS LEBIH GIAT BELAJAR! Kata-kata inilah yang membuat Jinwoon selalu menjadi Juara di kelasnya. Kata-kata itu seakan-akan menjadi sugesti baginya. Tentu, dia tidak bisa melupakan kemarahan yang dilontarkan oleh Cherrin itu. Inilah nilai minusnya, dia ini tipe orang yang akan memperlihatkan apa yang ia suka atau apa yang ia tidak suka. Dia seperti kritikus yang garang! Tapi dari situlah nilai plusnya. Setiap kritik yang ia lontarkan, selalu mengandung hal positif.

“Ya, pabbo! Kau dari mana saja? Aku sudah berdiri di sini sejak 2 jam yang lalu! Apa kau tau seberapa lemasnya kakiku, hah?” ucap Jinwoon berapi-api.

“Ya! Itu kan salahmu. Kenapa kau tidak duduk?” ucap Cherrin ketus.

“Aku tidak bisa duduk dengan tenang.”  Sembari memukul kepala Cherrin pelan.

“Ish, sakit. Lagipula itu berarti bukan salahku, Ara? Tapi oppa, apa yang membuatmu tidak tenang?” ucap Cherrin, polos.

“Aku takut kau kenapa-napa. Tak biasanya kau seperti ini. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Apa kau sakit? Belum makan? Aku takut kau kenapa-napa. Aku terlalu rindu padamu~” Yup, master gombal sedang beraksi.

“Hey gembel tukang gombal, jangan aneh-aneh deh ah.” ucapnya ketus. Tanpa disadari pipinya memerah.

“Ya! Tapi kenapa pipimu merah begitu? Hahahaha kena kau!” Jinwoon pun tertawa sepuasnya.

“Apa kau mengajakku ke sini hanya untuk menertawaiku? Huh.” Ucapnya dengan wajah yang cemberut dan diikuti dengan nada ketus kepada Jinwoon. Kenapa dia begitu ketus? Karena dia menutup rasa malunya~

“Hahaha. Ani. Eh, kenapa kau datang terlambat? Tumben.”

“Jonghyun Oppa memintaku untuk mengantarnya ke Toko Obat. Dia ingin membeli obat peninggi badan.” Ucapnya polos. Kim Jonghyun ini adalah sepupu Cherrin dan juga teman sekelas Jinwoon. Kim Jonghyun ini berpacaran dengan Park Minah, yang notabene adalah sahabat karib Cherrin.

“Hahahaha. Dasar, hyung. Pendek sih! Gak kayak aku.” Ucapnya dengan percaya diri.

“Ya! Aku lebih suka namja dengan tinggi segitu. Gak kayak kamu, KETINGGIAN kayak TIANG PEMANCAR.” Timpal Cherrin sambil memperlihatkan ‘mehrong’ nya.

“APA? JADI KAU MENYUKAI HYUNG?” ucap Jinwoon, kaget. Bagaimana dia bisa menyukainya? Hyung kan pacar sahabatnya sendiri? Dan dia sudah memiliki aku~

“Aku tidak menyukainya, aku suka namja dengan tinggi badan segitu. Tidak sepertimu yang haus akan ‘ketinggian’. Huh”

“Hah? Apa alasanmu sampai bisa begitu? Tinggi itu bagus tau.” *mehroooooong*

“Terlalu tinggi, akan susah.” Ucap Cherrin, entah mengapa pipinya memerah.

“Susah apanya?” ucap Jinwoon bingung.

“Susah untuk….” Ucap Cherrin terpotong, dia sangat terlihat malu.

“Mwo?”

“Susah untuk…” apa aku harus mengatakannya? Batin Cherrin, “dicium.”

“MWO? HAHAHAHAHA.” Jinwoon pun tertawa dengan lantang.

“Ya! Jangan kau remehkan, First Kiss itu sangat penting untuk seorang Yeoja. Dan sepertinya aku tidak akan mendapatkannya darimu.” Ucap Cherrin, meledek.

“Waeyo?” ucap Jinwoon, datar.

“Aku kan sudah bilang! I told you: Terlalu tinggi, akan susah dicium.” Cherrin pun membalikkan badan kearah sungai, kesal karena dia tidak ingin membicarakannya. Itu krena di i satu sisi, dia berpikir bahwa first kiss itu penting. Tapi di sisi lain, dia merasa bahwa itu menggelikan.

“Oh, benarkah? Kau pikir aku tak bisa membungkuk apa? Ayo buktikan!” tiba-tiba Jinwoon membungkuk. Wajahnya mendekat ke wajah Cherrin. Cherrin yang melihatnya pun hanya bisa menutup mata. Omo, eotteohkke~

 

Kini bibir Jinwoon telah menyapu bibir Cherrin dengan lembut. Dia tidak mampu meberontak atas apa yang sedang dilakukan oleh Jinwoon, tepatnya, dia tidak mau memberontak~ . Ini pertama kalinya untuk Cherrin.

Akhirnya, Jinwoon pun menarik bibirnya yang lembut itu. Sementara Cherrin hanya diam mematung, tak berani membuka matanya. Pipinya pun memerah karena malu, sangat merah.

“Ya! Kenapa kau terus menutup matamu?” ucap Jinwoon sembari menahan tawa, geli melihat Yeoja yang baru saja dia cium merasa sangat malu padanya.

“Ya! Apa yang baru kau lakukan hah? Ish, Pabbo!” gerutu Cherrin.

“Kan aku ingin membuktikannya.” *mehrong*

“Pinjam bahumu.”

“Mwo?”

“PINJAM!” Cherrin pun menarik bahu Jinwoon dan memeluknya. Jinwoon pun kaget. Ternyata Cherrin memakai bahu Jinwoon untuk menutupi mukanya yang malu.

Cherrin dapat merasakan aroma tubuh Jinwoon. Dan dia sangat menyukainya. Bahkan dia hafal betul dengan aroma Khas Jinwoon. Sehingga dia betah jika berada dalam dekapan Jinwoon.

“Hahahaha. Kau ini malu ya? Hahaha.” Ucap Jinwoon sambil tertawa terbahak-bahak dan lalu dia pun mendekap Cherrin dengan sangat erat.

“Jangan terlalu erat. Sakit… oppa. Sudah lepaskan!” ucap Cherrin dengan nada memohon. Padahal dia masih betah dipeluk Jinwoon, tapi sok jaim. Dan Jinwoon tau akan hal itu.

Jinwoon pun merenggangkan tangannya, tapi tak dia lepas.

“Ya! Apa kau tak merasa awkward hah? Kau baru saja mencium seorang yeoja!” ucap Cherrin di dalam dekapan Jinwoon. Matanya kini berkaca-kaca. Semua rasa malu dan amarah sudah meluap-luap dari tadi pun keluar melalui tangisannya.

“Chagi, aku mohon jangan menangis. Aku tau kau malu dan marah padaku. I know. Tapi tolong jangan menangis. Chagi, aku mohon.” Jinwoon pun mengelap tetesan air mata Cherrin dengan saputangannya. Cherrin pun  kini menahan tangisnya, tapi dia hanya diam mematung. Keadaan ini terpaksa membuat Jinwoon untuk kembali memeluk yeoja itu. 1 menit, 2 menit, 3 menit, 10 menit. Mereka hanya diam.

Cherrin bukan hanya diam mematung saja Sebenarnya ada berbagai pertanyaan yang terus berputar-putar dikepalanya. Dia ingin menanyakannya tapi malu-malu-kucing alias shy-shy-meooooow~

Cherrin pun mendongakkan kepalanya.

“Apa kau sudah pernah melakukannya?” akhirnya mulut yeoja ini pun terbuka.

“Mwo?”

“Berciuman. Apa kau sudah melakukan itu sebelumnya?”

“Ish, Pabbo! Tentu saja tidak :p”

“Jadi ini first kiss mu juga?” ucap Cherrin, ada sedikit nada bahagia disana.

“Ne.” jawab Jinwoon, singkat.

“Kalau begitu kenapa kau bisa begitu enjoy saat menciumku!” ucap Cherrin, kalap.

“Karena yang aku cium adalah kamu, Chagi.” Ucapnya sembari mengeluarkan wink.

Kini tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang bersemi di kepala Cherrin. Tidak pernah ada jawaban yang memuaskan seperti itu baginya. Dan Cherrin pun hanya bisa tersenyum dibalik pelukan Jinwoon.

Jinwoon pun melepaskan badan Cherrin dari pelukannya dengan perlahan-lahan, dan merengkuh wajah Cherrin yang cantik nan imut itu mendekati wajahnya. Deg, deg, deg. Kini jantung Cherrin pun berdetak lebih cepat, sangat cepat.

I know you so well, you know me so well~” ucap Jinwoon. #Eaaaaaa cenat-cenut dong authornyaaaa~

CHU~

END~~~~~

Gimana? Geje kan? Maaf kalo jeleeeeeeeeeeek. Soalnya kan ini tuh ff yang pertama kali banget banget aku bikin. Dan maaf kalo ada typo ya, readers😀 #dilempar bata.

Read. Comment. Like!!!!! – Cho Yuji

14 thoughts on “If Too Tall, It Would Be Difficult to be Kissed”

  1. hihihi…
    yg bkin aku penasaran ama cerita ini adalah jdulnya.
    aneh aja, msak tinggi badan pengaruh ke ciuman sich?
    wkwkwkwkwk *peace chingu!

  2. Hahaha ceritanya anak sma abis
    *jadi inget masa sma*
    Aduuh berasa tua deh
    Lucu banget sih
    Lagian si Jinwoon sih tingginya amit2
    188 apa 187 ya klo ga salah
    >.< Kan susah jadinya
    *susah ngapain coba?*
    Hahaha saya mulai ngaco..

  3. Uu.. So sweeeet..
    Tpi itu jjong.. Beli obat peninggi badan?? Ampun dah.. Tpi biarlah.. Pendek pun aq tetep blinger..#ganyambung

  4. i…igeo…? *speechless*
    gyaaaaaa~ brasa kembali muda! crita manis khas SMA! *nikah sm yeye bikin aku ngrasa tua deh ==”
    unyu jg si jinwoon nih di crita ini, p yg trakhirnya itu lho yg gk bgt. SMASH?! O_O

  5. lucuuuu !!!!!!!! wkwkwkwkkwkk
    kyaknya ni jdi pelajaran deh, klo nyari cwok jngan ketinggian.. bruakakakak *peace*
    tpi kurang panjang thor,,, gk puas,,,.😀
    tpi gpp deh, terus berkarya ya !😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s