Jebal, Belive Me (Part 2)

Tittle: Jebal, Believe Me (Part 2)

Author: HenBaby

Main Casts: Choi Siwon, Lee Hyuk Jae,Park Kim Hee, Kim Danae

Genre: Romance, Friendship

Sebelumnya: JBM 1

Author’s Note: Tidak ada yang bisa aku katakan, hanya “Selamat membaca!”

—————————————————————————————————————————


Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do)

Neul naega isseulgge (I do)

Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do)

Maeil gamsahalge (My love)

Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan

Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh

Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok giuhkhalge

Would you marry me?

Super Junior  – Marry U

Danae’s POV

“Sora eonnie?”

Aku tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutku dan menatap Sora eonnie dengan pandangan tidak percaya.

“Err.. Hai Danae-ya,” Sora Eonnie juga terlihat salah tingkah.

Sora eonnie memasukkan barang-barang yang terjatuh tadi kedalam bungkusan belanjaannya kembali. Ada rasa canggung diantara kami berdua dan akupun tidak tahu ingin memulai pembicaraan darimana hingga sampailah giliranku untuk membayar belanjaan ke kasir.

Aku mengeluarkan beberapa won dari dalam dompet dan mengucapkan terima kasih kepada petugas kasir yang melayaniku. Sora eonnie sudah tidak berada didalam supermarket ini lagi. Pikiranku kembali berkecamuk. Aku yang sudah menyakiti hati adiknya ini, merasa tidak pantas untuk bertemu dengannya.

Aku berjalan keluar dan mendorong pintu kaca supermarket ke arah luar. Udara malam terasa menusuk ke dalam kulitku. Dingin sekali.

“Danae-ya!”

Aku menoleh kearah suara yang memanggilku.

“Eonnie?”

Sora eonnie berjalan menghampiriku masih dengan menjinjing belanjaannya.

“Bisa kita bicara sebentar?” pintanya.

Aku mengangguk mengiyakan. Sora eonnie memberi isyarat agar aku mengikutinya. Ia berjalan dengan agak cepat dan menyebrang jalan. Di seberang supermarket 24 jam ini memang ada sebuah taman dan Sora eonnie mengajakku untuk duduk disalah satu bangku taman. Dari sini nampak mobilku yang terparkir di tepi jalan.

“Ayo duduklah di sampingku,” pintanya sambil menepuk-nepuk bangku kosong di sebelahnya.

“Ah, gomaweo eonnie,” aku menaruh belanjaanku kebawah dan duduk di sampingnya.

Sora eonnie sedang memandang kearah langit yang ada diatas kepala kami. Hening cukup lama. Ada apa ini sebenarnya? Sikap Sora eonnie seperti ini membuatku semakin bersalah saja. Sepertinya memang harus aku yang memulai pembicaraan terlebih dahulu.

Aku menarik nafas panjang dan berharap semua akan baik-baik saja.

“Hmm eonnie, aku ingin meminta maaf kepadamu,” ujarku pelan.

Sora eonnie menoleh ke arahku dengan menautkan kedua alisnya.

“Eonnie tenang saja, aku sudah memutuskan hubungan ku dengan Hyukjae. Aku mohon eonnie,semua yang eonnie lihat diBandara itu tidak seperti yang eonnie pikirkan,” tukasku cepat.

“MWOYA???” matanya sudah membulat sempurna kearahku.

“Kenapa kau putus dengan Hyukkie hah????” jeritnya sambil mengguncangkan tubuhku.

“Aigoo~ eonnie, aku merasa tidak pantas saja sudah berciuman seperti itu dan aku rasa, aku dan Hyukjae tidak akan bertahan lama dengan hubungan long distance,” ucapku pasrah.

Ini memang kenyataan dan aku sudah menerima semuanya dengan lapang dada.

“Danae-ya, tidak tahu kah kau kalau Shi Yoon setelah mengantarmu di boarding pass itu langsung mengejarku dan menjelaskan semuanya,” katanya sambil menatapku dengan tidak percaya,”Aku tidak menyangka kau benar-benar meninggalkan adikku padahal aku sama sekali tidak menceritakan tentang kejadian itu kepada Hyukkie.”

“Ah, kasihan sekali adik ku,” Sora eonnie menggelengkan kepalanya dan menangkupkan kedua tangan ke wajahnya.

Ya Tuhan, jantungku ini serasa sudah ingin melompat keluar.

‘Jadi selama ini Hyukjae sama sekali tidak tahu menahu tentang kejadian itu? Dan menerima saja keputusanku untuk mengakhiri hubungan kami?’

‘Bodoh sekali aku ini’

Aku sudah meneteskan airmata. Aku sudah menyakiti Hyukjae lebih dari yang aku kira.

“Danae-ya, tadi aku hanya terkejut bisa bertemu dengan kau lagi. Aku melihat kau salah tingkah seperti itu sehingga akupun agak sulit untuk memulai pembicaraan karena kita berdua sudah lama tidak bertemu. Aku juga sudah lama tidak bertemu dengan Hyukkie karena jadwal kegiatannya yang padat,” jelasnya,”Hei sudahlah, jangan menangis.”

Sora eonnie merengkuhku kedalam pelukannya.

“Aku sangat maklum kalau kau mengira aku akan menceritakan apa yang aku lihat di Bandara kepada Hyukkie. Shi Yoon sudah meyakinkan ku. Aku yang hampir salah paham langsung dapat menerimanya. Aku tau kau tidak mungkin mengkhianati Hyukkie. Kalian teman dari kecil kan?”

Aku masih saja terisak dalam pelukannya.

“Eonn.. Bagaimana aku meminta maaf kepada Hyukjae?”

“Jelaskanlah kepadanya, aku yakin Hyukkie selama ini masih menunggumu mengatakan semua ini langsung kepadanya…“

*

Kim Hee’s POV

Drrtt Drrtt

Aku merasakan getaran ponselku dari bawah bantal.

‘Ah, siapa pagi-pagi begini meneleponku?’

Aku menjangkau ponselku dengan susah payah. Tanpa melihat siapa yang menelpon, aku menekan tombol hijau.

“Yoboseyo?” ucapku malas.

“Hee-ya, ireona.”

Suara lembut itu membuat mataku langsung terbuka lebar.

“Ah ne, oppa.”

“Kenapa pagi sekali menelponku?”

“Aku tidak bisa ke rumahmu  hari ini, sebagai gantinya kau mau kan membuat makan siang untuk ku dan mengantarkannya ke Dorm? Aku sudah lama tidak memakan masakanmu Hee-ya,”

“Baiklah oppa. Tapi kita makan siang bersamakan?”

“Tentu saja. Aku pagi ini bersama Teukie hyung, Sungmin, Donghae, dan Shindong harus pergi ke Busan. Tapi nanti siang kami pasti sudah kembali. Jadi kalau kami terlambat datang, kau tunggu saja di Dorm, arasseo?”

“Ara. Hati-hati di jalan ya oppa.”

“Ne, aku pergi dulu. Annyeong,”

“Annyeong,”

Aku menekan tombol reject.

Aku termenung mengingat kembali kejadian tadi malam. Tanpa sadar jari tanganku mengusap bibirku.

‘Siwon, kenapa semakin hari aku semakin mencintaimu?’

Aish, aku sudah hampir gila karena namjachinguku itu.  Dia terlalu romantis dan selalu membuat kejutan di dalam hidupku.

Aku bangkit dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi. Ya, aku akan membuatkan makanan kesukaannya saja untuk makan siang ini.

*

“Oppa, Siwon oppa belum pulang ya?”

Aku berjalan menghampiri Hyuk oppa yang sedang duduk santai di ruang tengah Dorm dengan menggendong Choco di dalam pelukannya.

Hyuk Oppa menoleh kearahku.

“Sedang dalam perjalanan. Mungkin satu jam lagi,” katanya mengangkat bahu.

Aku duduk di sampingnya dan meletakkan kotak makanan yang aku bawa di atas meja.

“Apa itu?” tanyanya penasaran dan memajukan badannya untuk bisa melihat apa yang aku bawa.

“Makan siang untuk Siwon oppa.”

“Wahh, aku mau. Untukku juga ya Hee-ya?” Hyuk mengangkat tangannya dan berusaha meraih kotak makanan diatas meja.

“Andwae oppa!  Aku membuatnya khusus untuk Siwon!” dengan cepat tanganku menjauhkan kotak makanan itu dari jangkauannya.

“Aishh kau ini pelit sekali.”

Aku memeletkan lidah ke arahnya. Choco turun dari pangkuannya dan bersembunyi di bawah meja. Lucu sekali tingkah anjing satu ini. Aku gemas melihatnya.

“Ah aku jadi lapar olehmu. Aku mau mencari makanan dulu ke dapur. Semoga Wookie banyak menyimpan persediaan cemilan di kulkas,” ujarnya seraya berdiri meninggalkan ku.

Pluk!

Sebuah dompet jatuh tepat dibawah kaki ku. Aku memungutnya. Ini dompet Hyuk oppa. Kata oppadeul yang lain, Hyuk oppa lah yang paling pelit mengeluarkan uang diantara member lainnya. Aku penasaran seberapa banyak uang yang ada didalam dompetnya. Dengan bersemangat aku membuka lipatan dompet itu.

‘OMO, foto Danae eonnie!’

Ya, foto Danae eonnie tersimpan rapi didalam dompetnya.  Ternyata Hyuk oppa masih sangat mencintainya.  Aku menutup dompet itu dan meletakkannya kembali ke atas sofa.

Aku berdiri dan melangkahkan kaki menuju dapur menyusul Hyuk oppa. Terlihat Hyuk oppa sedang berdiri menghadap kulkas yang sedang terbuka lebar. Rupanya dia sedang memilih cemilan yang akan dimakannya.

“Mencari apa oppa?”

“Persedian pisangnya tidak ada,” ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari dalam kulkas.

“Kenapa Oppa tidak beli saja?”

“Shireo,  Wookie yang biasanya berbelanja,”

‘Cih, dasar pelit’

Aku merutuk di dalam hati. Bisa-bisanya Danae eonnie menyukai namja seperti Hyuk oppa ini.

“Oppa?” panggilku pelan.

“Mwo?” jawabnya menoleh ke arahku dengan ingin tahu.

Sekarang dia sudah menutup kulkas dan memeluk banyak sekali cemilan di dadanya.

“Bagaimana hubungan oppa dengan Danae eonnie?”

Ia tidak menampakkan wajah terkejut sama sekali. Tanpa menjawab pertanyaanku, Hyuk oppa memberikan isyarat agar aku mengikutinya kembali ke ruang tengah.

Ia meletakkan semua cemilan di atas meja dan meraih remote untuk menyalakan televisi.

“Tumben sekali eh kau bertanya, ada apa?” ucapnya enteng tanpa memandangku.

Tangannya berkutat membuka bungkusan snack yang ada dihadapannya.

“Hanya ingin tau saja oppa,” jawabku manis.

“Hubungan kami baik-baik saja, ternyata long distance tidak seburuk yang aku kira.”

“MWOYA??” aku tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutku.

“Jadi oppa tidak putus dengan Danae eonnie??”

Kedua mata Hyuk Oppa langsung melotot ke arahku.

“Aisshh gosip murahan darimana itu?? Aku sampai sekarang masih sabar menantinya pulang dari Amerika,” sergahnya dengan heran menatapku.

“Bukankah sewaktu di Bandara, eonnie ada mengirimkan pesan untuk oppa?” tanyaku sangsi.

“Jinjayo?? Aku lupa memberitahunya, ponselku hilang saat Fanmeeting di Shanghai, sudah tentu aku tidak bisa menerima pesan darinya dan juga mengantarnya ke bandara.”

“Memangnya Danae mengirimkan pesan apa untukku?” tanyanya penasaran.

Aku menggelengkan kepalaku.

“Bukan apa-apa oppa. Hanya pesan agar oppa tidak selingkuh saja di sini,” jawabku sambil terkekeh.

“Hahaha. Aku ini tipe namja setia,” katanya sambil menepuk dadanya.

“Ini sudah hampir setahun, aku sudah tidak sabar menunggunya pulang dari Amerika.”

‘Ya Tuhan, pantas saja Hyuk oppa tidak bercerita apapun kepadaku. Ternyata oppa masih menganggap dirinya dan eonnie masih berpacaran’

Aishh syukurlah.

Aku harus meminta Danae eonnie meluruskan kesalahpahaman ini.

*

Danae’s POV

Semalaman aku tidak dapat memejamkan mataku.

‘Bagaimana caranya aku bisa menjelaskan semua ini kepada Hyukjae?’

Aku ini terlalu bodoh untuk mengambil keputusan tanpa memikirkan perasaannya terlebih dahulu. Aku memandang pantulan wajahku pada cermin. Jariku menunjuk kearah cermin dan memasang wajah kesal.

“Aisshh kau Danae, paboya!” rutukku pada diriku sendiri.

‘Sudahlah, sepertinya aku memerlukan refreshing’

*

Aku memandang penampilan ku ke arah cermin dengan puas. Sekarang kamera kesayanganku sudah aku pegang dengan mantap. Sudah lama kau tidak melakukan hobbyku yang satu ini. Fotografi.

Aku harap ini dapat mengalihkan pikiranku sejenak dari Hyukjae.

*

Eunhyuk’s POV

Cih, sepasang kekasih itu hanya membuat ku iri saja. Aku kembali melirik ke arah Siwon dan Kim Hee. Mereka sedang menyantap makanan yang dibuatkan Kim Hee sambil tertawa lepas. Ingin sekali rasanya aku melemparkan sendal rumahan yang aku pakai ini ke arah mereka berdua.

Sudah satu tahun aku menunggunya.

‘Long distance?’

Kenapa harus serumit ini dan Amerika? Kenapa jaraknya terlalu jauh. Aku mengacak rambutku dengan kesal. Studi Danae yang tidak di perbolehkan menggunakan alat komunikasi apapun membuat semuanya semakin sulit dan menguji kesabaranku tentu saja. Kim Ahjusshi dan Ahjumma pun  harus datang ke Amerika kalau ingin menjenguk anak kesayangannya itu.

‘Danae, kapan kau pulang huh?’

*

Siwon’s POV

“Wajah Hyuk oppa kenapa jadi mengerikan seperti itu, sayang?”

Aku menurunkan kembali sumpit yang hampir menyentuh mulutku dan memandang ke arah yang dimaksud Kim Hee.
Hyuk terlihat mengacak rambutnya kesal. Aku hanya mengangkat bahu dan melanjutkan aktivitas makan ku.

“Mollayo.”

Tak lama terlihat Hyuk berdiri dan masuk ke kamarnya. Hyuk keluar dari dalam kamar dengan penyamaran lengkap, jaket tebal dan masker kemudian keluar Dorm.

“Hyuk oppa hari ini terlihat aneh sekali,” Kim Hee memandang punggung Hyuk yang menghilang dari balik pintu.

Aku mengangguk mengiyakan.

*

Eunhyuk’s POV

Pisang.

Aku ingin makan pisang.

Hanya gara-gara buah kesukaan itu aku rela keluar Dorm untuk membelinya.

Aku sedang malas menggunakan mobil sendiri menuju supermarket dan berjalan ke shelter bus terdekat. Aku menyandarkan tubuhku ke tiang shelter seraya bersenandung kecil.

Love oh baby my girl

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon

Naui shinbu shini jushin suhnmul

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do)

Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)

Nuhreul jikyuhjulge (My love)

Dari kejauhan aku melihat bus berwarna merah semakin mendekat ke arahku. Beberapa menit kemudian aku sudah duduk di dalam bus dan menyandarkan kepalaku dengan nyaman di kursi. Untunglah, hanya ada beberapa penumpang dan aku duduk di kursi paling belakang.

Angin sepoi-sepoi membuat mataku terasa  berat. Menggunakan bus seperti ini, Supermarket yang biasa aku kunjungi bersama Wookie berjarak 10 menit perjalanan. Aku memperhatikan jajaran gedung bertingkat yang aku lewati. Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Aku sangat jarang memiliki waktu untuk sekedar berjalan-jalan.

Aku pun terlarut dalam lamunanku sendiri.

*

Danae’s POV

Sudah cukup banyak objek yang aku potret. Perutku sekarang sudah bernyanyi-nyanyi minta di isi. Aku berjalan pelan ke arah shelter bus dan berdiri menunggu bus datang. Aku mengeluarkan kameraku kembali dan melihat-lihat hasil jepretanku barusan.

Kemampuanku masih sama bagusnya dengan sebelum aku studi, aku sempat cemas tidak bisa mengambil objek foto sebaik dahulu. Satu tahun memang waktu yang tidak sebentar dan mengasah kembali kemampuanku dalam fotografi, aku memang sempat ragu.

Aku naik kedalam bus yang sudah berhenti dihadapanku. Tanpa memandang ke arah lain, aku langsung duduk di kursi dekat dengan pintu masuk. Cuaca hari ini lumayan panas. Aku membuka tudung jaket yang menutupi kepalaku dan mengipas-ngipas dengan menggunakan tangan.

Bruk!

Tiba-tiba saja bus mengerem mendadak dan tubuhku menjadi terhuyung kedepan. Tas selempang ku yang aku letakkan di samping tubuhku terjatuh ke lantai dan terseret ke bagian belakang bus.

“Maaf, ada kecelakaan di depan,” supir bus yang aku tumpangi menyampaikan permintaan maafnya.

Aku hanya mengindikkan bahu dan berjalan ingin memungut tasku yang terjatuh. Baru saja aku sampai dibagian belakang bus ternyata tasku sudah beralih ke tangan seseorang.

Aku mendongakkan kepala agar bisa melihat wajah pemilik tangan itu dengan jelas.

“HYUKJAE!!”

*

Eunhyuk’s POV

“HYUKJAE!!”

“Itu kah kata-kata mu untuk kekasih yang tidak kau temui selama satu tahun terakhir hah?” ucapku dingin.

Kim Danae, kau ternyata sudah kembali ke Korea dan tidak memberitahu ku sama sekali. Aku merasa sangat marah dan kesal. Wajah terkejutnya itu seakan-akan mengatakan aku bukan orang yang dia harapkan untuk bertemu dengannya.

Aku mencengkram tangannya dengan erat dan menyeretnya keluar dari bus setelah memberi isyarat berhenti ke arah supir.

Danae hanya tertunduk diam dan tidak berani menatapku. Aku semakin mengeratkan pegangan tangan kami berdua dan mengajaknya berjalan cepat menyusuri jalan. Aku memandang berkeliling dan melihat jalan kecil di antara dua bangunan yang berjajar rapi di kawasan Bouji ini. Aku menyeretnya masuk ke jalan kecil itu dan mendesaknya ke dinding. (bayangkan sendiri posisinya-haha)

Danae memejamkan matanya dan tidak berani menatapku sama sekali.

“Appo oppa, lepaskan cengkraman tanganmu,” ringisnya.

Aku yang sudah di penuhi emosi tidak mengindahkan rengekannya.

“Sakit hah?  Itu tidak seberapa dengan aku yang sudah hampir gila karena menanti mu!” aku setengah berteriak dan sudah melepaskan masker dari wajahku.

Danae membuka matanya dan menatap mataku dengan terkejut.

“Kenapa? Kau heran aku bisa bertahan dengan long distance?”

*

Danae’s POV

“Kenapa? Kau heran aku bertahan dengan long distance?”

ucapannya barusan menbuat dadaku semakin sesak. Sesak karena rasa bersalah ini semakin memenuhi otak ku untuk bekerja dengan baik.

Hyukjae menatapku dengan tatapan tak percaya dan menghembuskan nafas berat. Cengkraman tangannya perlahan melemah dan aku dapat mengangkat tangan untuk menyeka airmata yang sudah mulai keluar dari ujung mataku.

“Aku tidak akan pernah melepasmu lagi, apapun dan bagaimanapun alasannya.”

Matanya menatapku dengan dalam. Tangan hyukjae sekarang aku rasakan sudah melingkar di pinggangku dan wajahnya semakin dekat ke arahku.

“Danae.. Jabal, jangan tinggalkan aku lagi.”

Bibirnya menyapu bibirku dalam hitungan detik yang tidak dapat ku perhitungkan lagi. Tubuhku terasa lemas ketika Hyukjae melumat bibirku dengan kasar kemudian melepaskannya.

Dia sepertinya benar-benar marah kepadaku.

Hyukjae melepaskan sesuatu dari lehernya dan mengacungkannya tepat didepan wajahku.
Sebuah kalung dengan liontin berupa cincin perak dengan ukiran minimalis diatasnya.

“Menikahlah denganku. Dan jangan berharap aku akan melepasmu pergi jauh lagi, Danae-ya.”

TBC

31 thoughts on “Jebal, Belive Me (Part 2)”

  1. oh may gaaaaatttttt,,,,
    eunhyuk kagak tau klo dy dah diputusin danae!!!!
    danae,,,terima aja eunhyuknya,,,ntar dy makan pisang mpe mati kekenyangan kalo km tolak,,,
    #plaaaak *dirajam eunhyuk*

    1. iya, hyuk nya ga tau kalo dia udah di putusin danae, kan ponselnya ilang >.<

      Huahahahhahaha baru tau, ternyata bisa mati gr2 kebanyakan makan pisang😀 aku kira bakal sembelit keterusan sih😛

      ntar last part loh, hehe

  2. Buset
    Hyuk oppa oke deh
    ‎​♧=DH̲̣̣̣̥ɑ̤̈H̲̣̣̣̥ɑ̤̈=D♧
    Lanjut
    Lanjut
    Lanjut
    Lanjut
    Siwon ama Kim Hee bikin ngiri orang aja..

  3. Jiiaaahhh…
    Jadi Unyuk nggak tw klo Danae putusin,?
    Takdir emang nggak bsa d lawan,.

    Trus apa tuh jawaban Danae?
    Klo dy nggak mau, aq aja..😉
    *ditabok Kyu Oppa*

    kyak’x typo’x nggak ada tuh..
    Hihihi

  4. well well well
    semakin menarik aja ni ff
    makin penasaran…
    kakaknya udah ga salah paham, hyuki ga tau diputusin,
    kasian danae dengan perasaan bersalahnya..
    menarikkkkkkkkkkkk

  5. hyaaaaa~ udh lama nungguin ni FF tau2nya udh part 3 aja. jdnya aku mundur dlu ke part 2 bwd bacanya. hehe~
    tapi lucu juga sih masalahnya unyuk sm danae, salah pahamnya ribet. ckckck~
    untungnya unyuk setia y.🙂

      1. Huahahaha gendong baby? emang udah niatan pengen punya anak ya eon😛

        aku kalo gendong aegi mah bisa.. tapi ngga aegi baru lahir.. aku bisanya gendong > 1 bulan..

        eon udah mau punya anak, lah aku baru tunangan ama henry *PLAK

  6. Kurasa part ini malah lucu deh, apalg misunderstanding-nya itu keke~

    Brarti slma ini Danae mengkhawatirkan hal yg hrsnya tak perlu di khawatirkan #apadeh-_-”
    aku mau lanjut ke part 3 deh, the last nice ff author😉

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s