{YunHyeon Couple} I Never Forget You

Tittle:: {YunHyeon Couple} I Never Forget You

Author::  IdeaFina a.k.a Jung Yuuri (@ideafina)

Maincast::

  • Jung Yunho DBSK
  • Lee Ang Hyeon (@rachelang11)

Support cast::

  • Jung Yuuri
  • Yesung Super Junior

Genre:: Romance

Rate:: PG

Disclaimer:: YunHyeon’s Story, Yesung, Yunho cuma milik Yuuri! oh ok, sekarang Yunho juga milik Ang Hyeon y? * yuuri cemberut*

Baca story SungRi juga ya ^^ : SungRi’s stories

FF ini kupersembahkan buat Lee Ang Hyeon (Rachel) yang lagi stress menghadapi ujian. Juga buat oppaku, Jung Yunho. Walaupun udah lewat, tapi kudoakan semoga dengan bertambahnya umur kebahagian juga terus bertambah buat Yunho oppa.

Semoga Rachel dan readers lain suka sama ceritanya ya.

Salam sayang dari SungRi. ^^

~HAPPY READING~

Backsong:: Tohosinki – One (sangat dianjurkan baca sambil denger lagu ini😄 )

Author’s PoV

“Gomawo.”ucap Yunho pada yeoja yang berada di sofa di hadapannya.

“Ne?”

“Gomawo sudah menjaga yeosaengku dan membiarkannya menginap disini.”ulang Yunho dengan kalimat yang lebih jelas. Yeoja itu tersenyum lembut padanya, membuat getaran yang tidak pernah lagi dirasakannya sejak tiga tahun lalu kembali muncul. Getaran yang hanya muncul jika Yunho bersama yeoja itu.

“Yuu sudah seperti yeosaengku sendiri.”jawab yeoja itu. Yunho masih tidak berkedip menatap senyuman yeoja itu. Kemudian seolah berusaha mengalihkan perhatian dari pandangan intens Yunho, yeoja itu menoleh ke arah pintu kamarnya. “Apa mereka baik-baik saja ya?”tanyanya.

Yunho akhirnya memalingkan pandangannya dari yeoja itu dan memilih ikut melihat apa yang dilihat yeoja itu.“Aku yakin mereka baik-baik saja. Karena mereka  benar-benar saling mencintai.”ucapnya pelan.

“Hmm… aku tahu itu.”gumam yeoja itu dengan senyuman kecil tersungging di bibirnya, membuat Yunho lagi-lagi menatapnya intens.

Sebenarnya Yunho mulai gelisah. Ada sesuatu yang ingin ditanyakannya pada yeoja itu. Tapi ia merasa takut untuk menanyakannya. Ia takut kecewa.

“Sudah berapa lama ya kita tidak bertemu. Mungkin sekitar… tiga tahun kan?”

“Ne. Lama sekali. Tiga tahun.” Kemudian Yunho tersadar akan satu hal. Tiga tahun. Ia tidak bertemu dengan yeoja ini selama tiga tahun, dan sekarang akan bodoh sekali jika ia tidak menanyakannya kan? Mungkin saja mereka  tidak bisa bertemu lagi seperti ini. “Kau tidak menanyakan kabarku bagaimana selama tiga tahun ini?”tanya Yunho sedikit berharap. Berharap jika yeoja di hadapannya ini memiliki keinginan yang sama sepertinya. Keinginan untuk mengetahui kabar masing-masing.

Yeoja itu tertawa kecil. “Kau sangat terkenal, Yunho-ssi. Aku pasti tahu karena aku hobi menonton tivi dan aktif di internet.”

Sebenarnya Yunho sedikit kecewa karena panggilan yeoja itu padanya. Yunho-ssi? kenapa ia tidak lagi memanggilnya ‘oppa’ seperti dulu? Tapi di sisi lain Yunho merasa senang karena mendengar yeoja ini mengikuti perkembangannya di tivi dan internet. Mungkin saja kan yeoja ini masih memperhatikannya seperti dulu. Mungkin saja…

Tapi Yunho sudah terlalu capek mengulang-ulang kata ‘mungkin’ di pikirannya.

“Bagaimana kabarnya?” Akhirnya Yunho memutuskan untuk bertanya.

“Nugu?”

“Neo namjachingu-neun.”

Senyum yang sedari tadi terpasang di wajah yeoja itu perlahan-lahan menghilang. Yunho langsung menyesali pertanyaan bodohnya tadi. Ia tidak ingin kehilangan senyum yang mungkin nanti tidak akan dilihatnya seperti tadi.

Tiba-tiba yeoja itu tertawa kecil. “Kenapa kau tidak menanyakan kabarku?”

“Ah itu…”Yunho benar-benar merasa bingung sekarang. Lagi-lagi, walaupun setelah tiga tahun berlalu, yeoja ini selalu membuatnya salah tingkah. Padahal untuk seorang Jung Yunho, leader boyband terkenal DBSK, pasti banyak sekali yeoja yang menyukainya, berusaha mendekatinya. Tapi tidak ada seorang pun dari yeoja-yeoja itu yang membuatnya merasakan sesuatu yang berbeda seperti saat ia bersama Lee Ang Hyeon.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Ang Hyeon langsung bangkit dari duduknya dan melihat Yesung keluar kamar dengan menggendong Yuuri yang tertidur lelap.

“Kalian baik-baik saja?”tanya Ang Hyeon menatap wajah Yuuri yang sembab, tapi wajah tidurnya penuh senyum.

Yesung tersenyum lalu menatap Yuuri di gendongannya dengan pandangan lembut dan penuh sayang. “Ne. Kami tetap akan menikah kok.”ucapnya pelan dengan nada suara yang terdengar sangat bahagia di telinga Ang Hyeon dan Yunho. Membuat mereka berdua mendesah lega melihat kebersamaan sepasang kekasih yang akan menikah itu.

“Hyung mau langsung membawa Yuu pulang? Jam segini?”tanya Yunho. Sebenarnya Yunho sangat lega masalah adiknya dan Yesung selesai (a/n: yg blum tw masalahnya apa, baca Sungri:PMS ya^^ ). Tapi ia tidak ingin Yesung membawa Yuuri pulang sekarang. Setidaknya jika Yuuri tetap dibiarkan tidur di apartemen Ang Hyeon sampai pagi, mungkin saja ia bisa menginap disana dengan alasan menunggu adiknya untuk pulang esoknya. Terdengarnya memang Yunho ingin memanfaatkan keadaan adiknya untuk kepentingan dirinya sendiri. Tapi jika berhadapan dengan Ang Hyeon, pikirannya memang sering sekali menjadi aneh dan di luar nalarnya.

“Sebaiknya kalian menginap disini saja sampai besok pagi. Kalian terlihat lelah sekali. Akan berbahaya menyetir di malam hari dalam keadaan lelah.”kata Ang Hyeon yang membuat Yunho merasa lega.

Yesung tersenyum.”Gomapta, Ang Hyeon-ssi. Lalu? Dimana kami berdua tidur?”

“Di…”

“Apa boleh aku tidur bersamanya?”tanya Yesung melirik Yuuri yang masih berada dalam gendongannya.

“Yak! Hyung! Kalian kan belum menikah!”omel Yunho, sifat protektifnya terhadap adiknya muncul lagi. Ang Hyeon tertawa geli mendengarnya, membuat Yunho salah tingkah.

“Babo! Memangnya kau pikir aku akan mengapa-apakannya! Lagipula waktu aku sakit dia juga pernah tidur menemaniku.”kata Yesung sebal pada reaksi Yunho. Yunho merengut dan baru akan membuka mulutnya untuk membalas ketika mendengar suara Yuuri.

“Mmhh…”Yuuri melenguh pelan dalam gendongan Yesung. Sepertinya suara Yesung dan Yunho tadi cukup keras untuk mengganggu tidur nyenyaknya. “Jongwoon oppa…”

“Ne?”jawab Yesung. Yuuri tidak menjawab. Ia malah semakin merapatkan  wajahnya di dada bidang Yesung, tidak merasa tidak nyaman tidur dalam keadaan seperti itu. Yesung tersenyum lembut melihat wajah damai calon istrinya itu.

“Hmm… Yunho-ya. kurasa kau tidak bisa melarangku kali ini.”kata Yesung lalu berjalan ke kamar Ang Hyeon dengan membawa Yuuri dalam gendongannya.

“Aish! Hyung!”gerutu Yunho. Tapi ia sama sekali tidak mencegah Yesung.

Ang Hyeon tertawa kecil melihat reaksi  Yunho yang memang jauh dari kesan cool yang biasa diperlihatkannya di publik. “Tidak berubah. Tetap protektif pada Yuuri.”ucapnya.

Yunho tersenyum mendengar komentar Ang Hyeon. Ternyata yeoja itu masih mengingatnya yang dulu. “Kau mengingatnya ya?”

“Tentu saja aku ingat. Kan aku…” Ang Hyeon tidak meneruskan perkataannya. Matanya terpaku pada senyuman Yunho padanya. Senyuman yang ternyata masih bisa membuat jantungnya berfungsi tidak normal seperti tiga tahun lalu ia terakhir melihat namja itu.

“Ng… sudah malam. Kurasa lebih baik kau tidur.”ucap Ang Hyeon, berusaha mengalihkan rasa gugupnya. “Tapi tidak ada kamar lagi disini. Kamarku yang satunya ditempati kedua keponakanku. Apa Yunho-ssi tidak keberatan tidur di sofa?”

“Tidak apa-apa.”ucap Yunho lagi-lagi dengan senyuman perusak fungsi jantung Ang Hyeon itu. Ang Hyeon tersenyum kikuk, lalu masuk ke kamar keponakannya untuk mengambil bantal dan selimut untuk Yunho.

“Gomawo.”ucap Yunho saat menerima bantal dan selimut dari Ang Hyeon. “Kau akan tidur dimana?”

“Aku akan tidur bersama keponakanku.”

“Oh…”

Hening. Masing-masing terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri. Berkali-kali mengulang pertanyaan yang sebenarnya ingin sekali mereka ungkapkan, tapi tidak cukup berani untuk mereka suarakan.

“Aku akan ke kamar.”ucap Ang Hyeon memecahkan keheningan di antara mereka. “Jaljjayo, Yunho-ssi…”katanya lalu pergi ke kamar Jinki dan Taemin.

Yunho tidak menjawab. Tapi saat Ang Hyeon akan masuk ke kamar itu, ia menjawab. “Jaljjayo, Ang Hyeon-ah…”

“Ang Hyeon-ah?”gumam Ang Hyeon dengan perasaan senang saat ia membaringkan tubuhnya di samping keponakannya. “Apa aku bisa berharap lagi?”

***

6 Februari 00.00 KST

“Saengilchukae, oppa!”ucap Yuuri dengan berteriak, membuat Yunho yang tidur terbangun kaget.

“Yuu… bisa tidak mengucapkannya saat oppa sudah bangun saja?”gerutu Yunho lalu kembali tidur. Membenamkan wajahnya di balik bantal.

“Aish! Oppa! Ireona!”omel Yuuri lalu menarik paksa bantal Yunho. Mau tidak mau Yunho bangun dan duduk dengan mata masih separuh terpejam.

Yuuri duduk di hadapannya dengan memegang cake lalu menyanyikan lagu ulang tahun bersama dengan kedua orangtua mereka. Setelah itu Yunho memejamkan matanya, make a wish.

Semoga tahun ini segalanya akan baik-baik saja. Kami berlima selalu bersama. DBSK semakin bersinar. Yuu dan Yesung hyung bahagia. Keluarga kami bahagia.  Dan semoga dia…

Yunho tertegun saat menyadari jika ternyata tanpa sadar ia menyebutkan gadis itu dalam harapannya.

“Ayo tiup lilinnya oppa!”ucap Yuuri bersemangat. Yunho tersenyum lalu meniup lilin di atas cake itu.

“Saengilchukae, Yun-ya. Eomma dan Appa selalu mendoakan kebahagiaanmu.”ucap Eommanya lalu mengecup kedua pipi dan kening Yunho, begitu juga dengan Appanya yang memeluknya.

“Gomawo, Eomma, Appa.”ucap Yunho tersenyum bahagia, kemudian Yuuri yang sudah meletakkan cake di atas nakas, langsung menghambur memeluk Yunho.

“Saengilchukae, oppa-ku yang semakin tua! Mudah-mudahan oppa selalu bahagia dan cepat mendapatkan istri!”

“Yang lebih tua itu calon suamimu!”kata Yunho mencibir, membuat Yuuri mencubit lengan oppanya itu. Setelah itu Yunho sedikit melupakan rasa kantuknya dan asik mengobrol berdua dengan adiknya. Sementara orangtuanya kembali tidur.

Kemudian ponselnya berbunyi dan ia mengangkat telpon dari Changmin itu.

“Sangilchukae, hyung!”

“Sangilchukae, Yunho-ya!”

Suara seruan keempat membernya di telpon membuat Yunho terkejut dan menjauhkan ponsel itu dari telinganya.

“Kalian mau merusak gendang telingaku ya?!”omel Yunho, tapi ia tersenyum senang dengan perhatian keempat membernya itu.

“Memang itu tujuan kami!” Suara Junsu.

“Hyung! Traktir kami!” Suara Changmin.

“Jalan-jalan saja. kalo makanan kan Jae hyung bisa membuatnya!” Suara Yoochun.

“Kenapa harus aku?! Kan Yunho yang ulang tahun!” Suara Jaejoong.

“Yak! Seharusnya kalian yang memberiku hadiah!”gerutu Yunho mendengar keributan di telpon itu. Yuuri tertawa-tawa.

Setelah itu telpon dari Heechul. “Kenapa telponmu sibuk terus sih?”gerutuan Heechul yang pertama kali terdengar saat Yunho mengangkatnya. “Sepertinya aku tertinggal dari yang lain ya.”

Yunho terkekeh mendengar ucapan kesal salah satu teman terlamanya itu. “Hanya tertinggal dari member-memberku kok.”

“Ya sudah, aku tidak jadi mengucapkannya!”

“Yak! Hyung!”

“Haha… Saengilchukae, Yunho-ya. Aku doakan semoga semua keinginanmu terkabul. Kudoakan kau semakin tampan, tapi tidak mengalahkan ketampananku tentunya.”

“Hyung…”Yunho mendesah mendengar kenarsisan Heechul.

“Haha… kudoakan kau segera menyusul adikmu!”

“Wah doa kita sama oppa!”seru Yuuri pada Heechul di telpon. Heechul tertawa-tawa menanggapi ucapan Yuuri, sementara Yunho hanya cemberut.

Lalu Yesung menelponnya tapi yang membuat Yunho kesal, setelah mengucapkan selamat ulang tahun padanya, Yesung malah asik mengobrol dengan Yuuri. Dan parahnya menggunakan ponselnya yang mungkin sekarang sibuk dihubungi teman-temannya yang ingin mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

“Yuu, ponselku!”omel Yunho setelah SungRi couple itu asik mengobrol selama lima belas menit.

“Hehe… mianhe, oppa.” Yuuri tertawa kecil lalu memutus pembicaraannya dengan Yesung.

Benar saja pikirannya. Setelah telpon dari Yesung itu banyak telpon dan sms ulang tahun yang masuk. Yunho senang, tentu saja. Tapi diam-diam ia mengharapkan seseorang yang lain juga mengucapkannya. Ia menunggu yeoja itu mengucapkannya. Tapi itu tidak mungkin kan? Mereka baru kembali bertemu seminggu lalu setelah tiga tahun lamanya, dan hubungan mereka pun tetap seperti dulu, tidak ada yang spesial. Tidak mungkin kan tiba-tiba yeoja itu mengucapkan selamat ulang tahun padanya? Pemikiran yang membuat Yunho kecewa.

“Oppa tidak mau mencicipi cake ini?”tanya Yuuri yang sekarang sudah mencolek cake ulang tahun Yunho dan menjilat coklat di jarinya.

“Nanti pagi sa…”

“Hyeon onnie lho yang membantuku membuatnya.”Yuuri memotong ucapan Yunho dan menatap oppanya itu dengan pandangan menggoda.

“Eh?” Yunho tidak salah dengar kan? Ang Hyeon yang membantu Yuuri membuat cake ulang tahunnya? “Bukan Eomma?”

“Eomma sedang tidak sempat kemarin. Kan Eomma harus mengurus pesta pernikahanku yang sebentar lagi. Jadi Hyeon Onnie menawarkan bantuan padaku.”jelas Yuuri sambil terus mencolek coklat di cake itu.

Mendadak perasaan Yunho berubah menjadi sangat senang. Kemudian ia merebut cake itu dari tangan Yuuri. “Jangan terus mencolek cake milikku!”omelnya. Menjadi posesif terhadap cake coklat yang katanya dibuat Ang Hyeon untuknya.

Yuuri mencibir. “Pelit! Kan bukan hanya Hyeon onnie yang bikin. Tapi aku juga!”

“Tetap saja ini punyaku! Kalau kau mau kau harus tunggu sampai aku mencicipinya dulu.”

“Arasseo. Besok aku akan beli sendiri. Simpan saja cake itu. Awetkan, lalu pajang! Kapan lagi kan Hyeon onnie mau membuatkan cake untuk oppa.”sindir Yuuri lalu berlari keluar dari kamar Yunho sebelum oppanya itu berteriak.

“Yak! Jung Yuuri! Jangan berkata aneh-aneh!”seru Yunho. Kemudian senyuman tersungging di bibir tipis Yunho. Ia mencolek cake itu lalu menjilat jarinya.

“Tidak berubah.”gumamnya lalu kembali mencicipi cake buatan yeoja yang dirindukannya itu.

**

Walaupun hari ini Yunho berulang tahun, tapi ia ingin sekali berjalan-jalan sendirian. Melepas semua penatnya dengan menikmati kesendiriannya. Ia menyetir mobil Audi A6 hitamnya sendirian sepanjang hari sampai di daerah Apgujeong. Kemudian saat mulai merasa lapar ia menghentikan mobilnya di parkiran sebuah restoran kecil di pinggir jalan.

Tanpa repot-repot memakai penyamaran apapun, Yunho keluar dari mobil dan berjalan masuk ke restoran itu. Saat sudah berada di dalamnya, ada sesuatu yang menyentak ingatannya. Ia ingat restoran ini. Restoran berisi kenangan pahit untuknya. Kenangan saat yeoja bernama Lee Ang Hyeon harus ia lepaskan bahkan sebelum ia berusaha mendapatkannya.

Yunho mendesah pelan. Walaupun ia tidak ingin mengingat hal itu, tapi ia tetap harus masuk dan makan disini, karena perutnya sudah tidak kuat lagi untuk menahan lapar menunggunya mencari restoran lain. Sekarang sudah hampir jam 7 malam, dan terakhir ia makan adalah saat jam 10 pagi.

Yunho mencari-cari tempat duduk yang menurutnya enak untuk ditempati saat ia melihat seseorang yang ia kenal. Lee Ang Hyeon sedang duduk di dekat jendela sibuk dengan laptop di hadapannya. Yunho tersenyum tipis melihat betapa seriusnya Ang Hyeon menghadapi laptopnya. Kemudian ia memutuskan untuk menghampiri yeoja itu.

“Serius sekali.”ucap Yunho saat tiba di hadapan Ang Hyeon.

“Jangan ganggu aku!”omel Ang Hyeon tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya. “Tugasku ba…” Ang Hyeon menghentikan aktivitasnya di laptop saat menyadari suara siapa yang tadi menegurnya. Ia mengangkat kepalanya dan jantungnya langsung bermasalah saat melihat Yunho tersenyum padanya.

Yunho menarik kursi di hadapan Ang Hyeon lalu duduk disana. Ang Hyeon masih tidak dapat berkedip melihat namja di hadapannya ini.

“Apa aku tidak boleh duduk disini?”tanya Yunho menyadari pandangan Ang Hyeon.

“A.. anhiyo..”jawab Ang Hyeon gugup.

Kemudian setelah seorang pelayan menghampiri Yunho dan mencatat pesanannya, Yunho kembali menatap Ang Hyeon yang tidak lagi berkutat dengan laptopnya.

“Kau sudah memesan?”tanya Yunho.

“Nanti saja. Aku sudah bilang aku sedang menunggu temanku dulu.”jawab Ang Hyeon dan menatap ke arah lain, asal tidak melihat tatapan Yunho.

Tiba-tiba ingatan menyebalkan kejadian tiga tahun lalu menyeruak di pikiran Yunho. Saat ia melihat seorang namja mencium pipi Ang Hyeon mesra. Yunho kembali merasakan sakit di dada kirinya.

“Siapa yang kau tunggu? Namjachingumu?”tanya Yunho dengan nada suara dingin, membuat Ang Hyeon terkejut.

“Ne?” Ang Hyeon berusaha memastikan pendengarannya tidak salah tadi.

“Kau menunggu namjachingumu kan?”tanya Yunho lagi. Kali ini tidak berusaha untuk menyembunyikan rasa kesalnya.

“A… aku…” Ang Hyeon bingung harus mengatakan apa. Sikap Yunho cukup aneh baginya, dan ia tidak mengerti ada apa dengan namja itu.

“Ternyata kau masih bersamanya ya. Berkali-kali aku berusaha membangun kepercayaan diriku lagi saat kau menolakku dulu, berusaha meyakinkan diriku sendiri kalau kau memang tidak tepat untukku. Meyakinkan diriku sendiri jika aku bisa mendapatkan penggantimu. Tapi ternyata aku… tidak bisa…” Yunho menghela napas. Sedikit lega karena semua kegundahan hatinya berhasil ia katakan pada yeoja di hadapannya ini.

“Aku tidak pernah menolak oppa…”ucap Ang Hyeon sedih. Ia sedih Yunho harus merasakan hal seperti itu karenanya.

“Kau melakukannya.”ucap Yunho pelan. Sedikit merasa tenang karena mendengar panggilan ‘oppa’ dari mulut Ang Hyeon. Panggilan yang sudah lama tidak di dengarnya. Panggilan yang dirindukannya dari yeoja itu.

“Aku hanya mengatakan aku akan memikirkannya dulu!”bantah Ang Hyeon.

“Tapi kau lebih memilih bersamanya!”ucap Yunho bersikeras.

“Bukan aku yang menolak untuk mengangkat telpon! Bukan aku yang menghindar dan tidak mau mendengar penjelasan!”

Yunho terhenyak mendengar perkataan Ang Hyeon tadi. memang bukan Ang Hyeon yang melakukannya. Tapi dirinya. Yunho lah yang menolak telpon dan pesan dari Ang Hyeon semenjak ia melihat namja itu mencium pipi Ang Hyeon di restoran ini.

“Aku melihatnya mencium pipimu di restoran ini…”ucap Yunho pelan membuat Ang Hyeon mengerti semuanya. Jadi itukah penyebab Yunho menghindarinya dan menolak mendengarkan penjelasannya?

Perkataan Yunho itu membuatnya mengerti dan juga kesal pada namja itu. Ternyata setelah semua yang terjadi di antara mereka, Yunho masih tidak bisa melihat seberapa besar Ang Hyeon menyukainya, bahkan mencintainya. Yunho masih sulit mempercayainya.

“Itu ciuman perpisahan.”ucap Ang Hyeon dingin.

“Ne?” Yunho merasa seperti dirinya ditarik dari gua yang gelap kemudian merasakan sinar matahari kembali menghampirinya saat mendengar kalimat itu dari mulut Ang Hyeon. Ia merasakan kehangatan dan kelegaan yang amat sangat di hatinya.

“Tapi kurasa aku menyesali perpisahan itu sekarang. Karena perpisahan itu terjadi disebabkan oleh namja yang bahkan sama sekali tidak mempercayai perasaanku padanya sampai sekarang.”ucap Ang Hyeon dingin lalu menutup laptopnya dan membawa laptop itu beserta tasnya pergi, meninggalkan Yunho yang masih duduk terpaku.

Yunho baru tersadar saat Ang Hyeon sudah pergi dari restoran itu. Ia tersenyum lebar. Perkataan Ang Hyeon tadi membuatnya merasa lega luar biasa dan harapan kembali muncul di dirinya.

“Jadi dia berpisah dengan namja itu? Dan maksud ucapannya tadi… ia masih menyukaiku kan? ia masih mencintaiku?”ucap Yunho pada dirinya sendiri.

Kemudian Yunho melihat ke jendela restoran dan terkejut melihat kerumunan fans yang memegang hadiah di tangannya. Menatap penuh harap padanya yang berada di dalam restoran.

Beban di hatinya yang terlepas dan perasaan bahagianya karena akhirnya tahu bagaimana perasaan yeoja itu padanya, membuat Yunho tersenyum lebar pada fansnya di luar sana.

“Silakan masuk dan makan.”ucapnya senang, membuat para fans yang melihat dari luar terkejut kemudian dengan senang hati masuk ke dalam restoran itu. Restoran yang tadinya sepi itu jadi sangat ramai dengan fans Yunho. Seakan-akan Yunho mengadakan fansmeeting mendadak.

Yunho berbincang-bincang akrab dengan para fansnya sambil menunggu pesanan tiba. Para fans sangat gembira saat Yunho mengatakan akan mentraktir mereka semua dan berebutan untuk memberikan hadiah ulang tahun pada Yunho. Yunho tertawa gembira.

Hari ini adalah salah satu hari ulang tahun terbaiknya. Mendapatkan ucapan selamat dari orang-orang yang dicintainya, makan malam bersama para fansnya, dan mengetahui jika Ang Hyeon masih mencintainya.

***

12 Februari on Garden Party, SungRi’s wedding reception.

“Gomawo.”

Ang Hyeon yang tadi sedang memperhatikan wajah bahagia pasangan Yesung-Yuuri yang bersalaman dengan para tamu, langsung mengalihkan perhatiannya ke suara di sampingnya. Ia terkejut mendapati seorang namja tampan dengan wajah kecil menyunggingkan senyuman di bibir tipisnya. Sebenarnya ia masih kesal dengan namja ini, tapi ia tidak mau mengacaukan perasaan gembiranya untuk kebahagian Yuuri hari ini.

“Untuk?”

“Untuk cake ulang tahunnya.”

Ang Hyeon kembali memandang ke arah sepasang pengantin itu.“Aku hanya membantu Yuuri sedikit kok.”ujarnya dingin.

“Kurasa tidak. Karena rasanya masih sama seperti cake yang kau buat dulu.”

Ang Hyeon tertegun mendengar perkataan namja itu. Benarkah Yunho masih mengingat rasa cake buatannya?

“Aku masih mengingatnya.”ucap Yunho seakan bisa mendengar pertanyaan di benak Ang Hyeon.

Entah seperti apa saat ini perasaan mereka. Mereka hanya terdiam dan saling menatap, memuaskan rasa rindu melihat orang yang berada di hadapan mereka. Kemudian mereka berdua tersadar saat suara-suara ribut terdengar sangat jelas.

Ang Hyeon merasakan wajahnya menghangat saat sadar jika ia dan Yunho tadi berpandangan lama. Kemudian ia melihat ke asal suara dan tersenyum lebar melihat Yuuri dan Yesung yang sedang bersiap melempar buket bunga Yuuri pada kerumunan gadis di belakang mereka.

“Kau tidak ikut?”tanya Yunho.

Ang Hyeon menggeleng pelan. Sebenarnya ia ingin ikut tapi malu. Lagipula ia kan belum punya namjachingu, jadi kesannya tidak adil sekali berebutan buket bunga pengantin wanita dengan gadis-gadis yang mungkin sudah mempuyai namjachingu. Yah… tapi itu kan hanya ‘mungkin’.

Yunho memang tidak tahu isi pikiran Ang Hyeon. Tapi ia bisa membaca raut wajah yeoja itu yang terlihat ingin sekali ikut dalam memperebutkan buket bunga itu. Kemudian ia menarik tangan Ang Hyeon menuju kerumunan itu, membuat Ang Hyeon menahan napasnya.

Sentuhan hangat tangan namja itu ternyata masih dengan jelas diingat oleh Ang Hyeon. Genggaman tangan yang membuatnya selalu merasa nyaman. Lalu mereka berdua berhenti di belakang kerumunan gadis-gadis yang sedang menunggu dengan bersemangat buket bunga yang akan dilempar Yuuri.

“Kenapa kau membawaku kesini?”

“Bukankah kau ingin ikut…”

Tiba-tiba suara teriakan gadis-gadis itu membuat Yunho dan Ang Hyeon mengalihkan perhatian mereka. Ang Hyeon terbelalak lebar saat menyadari buket bunga krisan putih itu terbang melewati kepala gadis-gadis itu. Refleks ia mengangkat tangannya ke atas, berusaha mengambil buket bunga yang terbang menujunya itu.

Tangannya berhasil menangkap buket bunga itu, tapi keseimbangannya hilang, membuatnya jatuh dan menimpa entah siapa di belakangnya. Ang Hyeon memejamkan mata merasa takut dengan posisi jatuhnya tadi.

“Hyeon Onnie!”seru Yuuri riang menghampiri Ang Hyeon yang masih dalam posisi jatuhnya. Kemudian Ang Hyeon membuka matanya perlahan dan melihat wajah Yuuri yang tersenyum senang di hadapannya.

“Wah, Hyeon Onnie pasti akan segera menikah! Dengan oppaku!”ucap Yuuri dengan tertawa geli.

Ucapan dan tawa Yuuri itu membuat Ang Hyeon menyadari sesuatu. Ia bisa merasakan tangan hangat yang melingkari perut datarnya. Jangan-jangan yang sekarang berada di bawah tubuhnya…

“Kau masih betah berada di atasku, Hyeon-ah?”

Ang Hyeon langsung berguling ke samping, turun dari tubuh Yunho. Wajahnya merah padam, membuat semua yang melihatnya tertawa, begitu juga Yunho.

“Kupikir aku akan mati kehabisan napas tadi.”ucap Yunho di sela-sela tawanya.

“Ah yak! Jangan menertawaiku!” Ang Hyeon memukulkan buket bunga itu pada lengan Yunho dengan kesal.

“Ya ya! jangan sampai buket bunga yang kau dapat dengan mengorbankan tubuhku yang berharga ini malah kau buat rusak!”ucap Yunho dengan senyum menggoda yang mampu membuat Ang Hyeon merasa tubuhnya seperti tersengat listrik.

“Kau benar-benar menyebalkan Jung Yunho!”omel Ang Hyeon lalu bangkit membawa buket bunganya dan berjalan pergi meninggalkan kerumunan.

“Yak! Lee Ang Hyeon!”panggil Yunho lalu bangkit dan mengejar Ang Hyeon.

“Hwaiting, oppa!”seru Yuuri menyemangati Yunho. Yunho berbalik dan tertawa kecil pada adiknya, kemudian kembali mengejar Ang Hyeon.

“Apa dia yeojachingu Yunho-ssi, Yuuri?”tanya salah seorang yeoja.

“Anhiyo. Tapi yang pasti oppaku menyukainya.”ucap Yuuri riang. Ia dan Yesung tertawa kecil saat melihat gadis-gadis itu mendesah kecewa.

***

Yunho’s PoV

“Kenapa kau pergi?”tanyaku saat berhasil mengejar Ang Hyeon di koridor hotel tempat resepsi adikku. Aku menyentuh lengannya. Ia tampak terkejut dengan sentuhanku. Sepertinya tadi ia memikirkan hal lain saat berjalan sampai-sampai tidak menyadari aku mengikutinya.

“Ka… kau mengikutiku?”tanyanya gugup. Ternyata benar ia tidak sadar aku mengikutinya.

“Ada yang ingin kutanyakan padamu.”ucapku.

Ang Hyeon menatapku sebentar dengan raut wajah kesal. “Tidak ada yang perlu dibicarakan.” Lalu ia berbalik pergi.

Tapi aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini lagi. Aku menarik lengannya dan mendorongnya pelan ke dinding koridor. Kuletakkan kedua tanganku di kedua sisi tubuhnya, menguncinya agar tidak pergi dariku.

“A… apa yang kau lakukan?”tanyanya gugup, tidak berani menatapku, matanya terus melihat ke arah lain. “Yunho-ssi, lepaskan aku…” Ia berusaha melepaskan kedua tanganku yang mengurungnya. Tapi tentu saja tidak bisa.

“Nanti ada yang lihat…”katanya terdengar putus asa.

“Disini sepi dan aku juga tidak peduli ada yang melihat atau tidak.”

“Jebal… lepaskan aku…” Ia masih berusaha melepaskan tanganku.

“Panggil aku oppa.”ucapku memaksa padanya.

“Shireo.”

“Waeyo?”

“Karena kau bukan siapa-siapaku.”ucapnya dingin dan kali ini matanya berani menantang mataku. Aku bisa melihat kemarahan disana.

“Kau marah padaku?”tanyaku sedih. “Wae?”

“Apa perlu kujelaskan?” Sorot matanya yang penuh kemarahan dan kesedihan membuatku merasakan sesak di dada kiriku. Aku tidak ingin melihatnya sedih. Aku ingin ia bahagia.

“Kali ini apa lagi kesalahanku? Tolong jelaskan, biar aku bisa memperbaikinya…”ucapku memohon padanya.

Tiba-tiba matanya yang indah itu meneteskan airmatanya perlahan.“Oppa… tidak mempercayaiku…”

Aku tersentak mendengar ucapannya yang sarat kesedihan. Jadi ia berpikir aku tidak mempercayainya?

“Kenapa kau berpikir seperti itu… A… aku bukannya tidak mempercayaimu…”

“Oppa tidak mau mengangkat telpon dariku, tidak membalas pesanku! Oppa lebih mempercayai penglihatan oppa saat itu!”ucapnya keras. Perkataannya yang menusuk itu membuat tubuhku melemah dan ia berhasil menghentakkan kedua lenganku yang mengurungnya.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku pelan. “Bukan begitu Hyeon-ah…”

“Setelah semuanya yang terjadi di antara kita, setelah semuanya… kau bahkan tidak mempercayai perkataanku waktu itu… bahwa aku ingin kau menungguku… aku akan menjawabmu…”

“A… aku…”

“Aku takut menyakiti Seung Hyun oppa karena perasaanku padamu. Padahal ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku. Tapi setelah semuanya… setelah keyakinanku padamu… setelah aku mengatakan hal yang menghancurkan hatinya, kau malah pergi…”

Ia terisak cukup keras, membuatku tak tahan melihat kesedihan di matanya. Kurengkuh ia dalam pelukanku.

“Mianhe… semua ini karena kebodohanku. Karena ketidakpercayadiriaanku… karena aku terlalu takut, terlalu pengecut untuk mendengar penolakan darimu…”

Ia tidak menjawab. Tapi terus terisak di dadaku. Aku mengeratkan pelukanku. “Uljimara… bagaimana aku bisa menebusnya…? Katakan padaku…?”

Ia berusaha melepaskan pelukanku. Aku melepasnya dengan tak rela. Matanya yang basah menatapku dengan penuh kesedihan dan… cinta kah yang kulihat disana? Masih bisakah aku berharap? Masih bisakah aku mendapatkan hatinya?

***

Ang Hyeon’s PoV

Aku merasakan kelegaan yang sangat saat aku mengatakan semuanya padanya. Tapi perasaan sedihku ini sulit sekali kuhilangkan. Perasaan bersalahku karena mengkhianati perasaan Seung Hyun oppa karena namja di hadapanku ini begitu menyiksaku. Tapi perasaan sedih saat ia menghilang dari hadapanku jauh lebih menyakitiku.

Aku terisak keras lalu kurasakan ia merengkuhku dalam pelukannya.

“Mianhe… semua ini karena kebodohanku. Karena ketidakpercayadiriaanku… karena aku terlalu takut, terlalu pengecut untuk mendengar penolakan darimu…”

Aku tidak menjawab. Tapi terus terisak di dadanya. Ia mengeratkan pelukannya padaku. “Uljimara… bagaimana aku bisa menebusnya…? Katakan padaku…?”

Aku berusaha melepaskan pelukannya. Kemudian dengan tidak rela ia melepaskan pelukannya padaku. Kupandangi matanya dengan mataku yang masih saja mengeluarkan stok airnya. Berusaha mencari ketulusan disana.

“Saranghaeyo, Lee Ang Hyeon…”ucapnya pelan dan penuh perasaan. Ucapan yang tiga tahun lalu membuatku bahagia dan sedih saat mendengarnya. Ucapan yang tiba-tiba menjadi sangat kusukai saat itu, kini aku bisa mendengarnya lagi.

Tanpa sempat mengatakan apapun sebagai jawaban, ia menempelkan bibirnya yang lembut padaku. Aku memejamkan mataku membuat airmataku menetes. Perlahan kesedihanku berkurang. Tergantikan perasaan bahagia karena bisa merasakan rasa cintanya yang besar lewat ciuman lembutnya. Perasaan cinta seorang Jung Yunho padaku.

Kemudian ia melepaskan ciuman lembut itu dariku, membuatku kecewa.

“Hyeon-ah…”ucapnya lembut, menatapku dalam-dalam. Lalu tersenyum. Lagi-lagi dengan senyuman yang mampu merusak fungsi jantungku. “Kau belum bilang mencintaiku…”

“Apa kau masih tidak mempercayaiku?”

“Tidak. Tapi aku ingin mendengarnya. Saranghaeyo. Aku akan mengucapkannya setiap saat padamu. Tapi bisakah aku mendengarnya setiap saat juga?”ucapnya dengan nada memohon. Aku tertawa kecil melihat wajah memelasnya lalu mengecup bibirnya. Ia terlihat terkejut dengan perbuatanku dan tubuhnya mendadak kaku.

“Saranghaeyo, Jung Yunho. Aku akan mengucapkannya setiap saat padamu. aku akan mengucapkannya sampai kau bosan!”

Tubuhnya yang kaku berubah menjadi rileks. Kemudian ia kembali merengkuhku ke dalam pelukannya. “Gomawo, Hyeon-ah… Aku berjanji akan selalu berusaha membuatmu bahagia.”

Aku mengangguk pelan dalam dekapannya. Kemudian ia melepaskan pelukannya dan kembali mendekatkan wajahnya padaku. Aku memejamkan mataku saat merasakan hangat napasnya. Kemudian…

JEPRET.

Aku terkejut dengan suara itu. Kami berdua langsung melepaskan pelukan kami dan melihat ke asal suara.

“Ups. Mian Oppa, Onnie, silakan dilanjutkan.”kata seorang yeoja cantik bergaun pengantin yang indah memegang kamera berwarna merah.

“Yak! Jung Yuuri! kalian berdua!”

Aku tertawa melihat sepasang suami istri yang baru saja menikah itu kabur dari kejaran Yunho oppa. Kemudian setelah gagal mengejar adik dan adik iparnya itu, ia kembali padaku dan menarik tanganku lembut.

“Mau kemana?”tanyaku.

Ia mengecup bibirku lembut. “Ke tempat dimana tidak ada yang bisa mengganggu kita. Mungkin ke gereja.”

“Gereja?”

“Aku akan menikahimu disana.”

Mataku melotot mendengarnya. “Yak! Jung Yunho! Michyeoso?!”

~JUST BE HAPPY~

Racheeeellllll~ kakak ipar! good luck buat ujiannya! ntar aku bikinin story kalian sampe nikah deh! hoho~

Ayo komennya dong readers😄

30 thoughts on “{YunHyeon Couple} I Never Forget You”

  1. Finaaaaa
    (‎​(づ ̄ ³ ̄)づ hug Fina)
    Aku sukaaaaa
    ‎​​°•ⓣⓗⓐⓝⓚⓢ‎​• yaa
    Berhasil bikin mood aku membaik
    *lagi pelukan ama Uno*
    Seunghyun itu TOP apa Seungri ya?
    •”̮•Нϱнϱhϱ •”̮• Centil
    Senyum2 sndiri loh bacanya
    Soalnya aku bayangin beneran..
    Kyaaaaaaa seneng bangeeeet
    *cium Uno lagi*
    ‎​​​​​​Њαњααњαњααњαњαα.. =))

    1. choi seunghyun, jd TOP. hehe~ kan dy orgnya dwasa2 gemanaa getoo,,
      klo seungri aku jd inget di FF game, nyebelin! hehe~

      wah aku seneng rach suka. tenang, kakak ipar, ntar kubikinin kalian ampe married beneran. haha~😉

      1. ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ sebel yg sebel ama Seungri gara2 game banyak tuh
        Untung part 3 ga muncul
        Klo muncul bs dihajar massa
        ‎​​​​​​Њαњααњαњααњαњαα.. =))
        Asiik
        Mpe married
        Ntar km jd seksi repot yah pas marriednya?
        ‎​​Haº°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º

  2. .daebak eonnie. . . .
    .feelnya dapet banget. . .
    .mau jga dong d buatin kue kayak yunho oppa. .
    .kayaknya cake.nya enak tuh. . .

    .yuuri masih bsa iseng aja.,jepret* orang pacaran,,pdahal dy kn pengantinnya. . .

    .lanjut ea eon. . .^^

  3. akhirnya liat ff yunho jg yg jadiin dia main cast
    udh jarang ff yg jadiin dia main cast
    klopun bnyk biasanya yg NC
    -_____- rada ga rela
    tp yg ini sukaaaa

  4. Fina eonni!!!!

    GYAAAAAAAAAAAAAAA~~
    KEREN BANGET EONNI, I ,<

    Buakkakakakakak YunHyeon diganggu sama SungRi nihh -_- tapi tetep kerennnnn😀

    Eonni, Daebak! Aku suka Banget! Jongmal!!❤ :* :* :* :*

  5. Whoiya..
    Cassiopeia Jejeritan ntar klo Uno married ama aku
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    Tapi ngakak banget
    Masa adeknya groom nya jadi satpam
    ‎​​​​​​Њαњααњαњααњαњαα.. =))

  6. yunho pengecut bgt sih g mau dengerin penjelasan ang hyeon. .
    untung hyeon msh cinta klo uda lupa kan kasian yunho jg. .
    haduh pengantin baru itu jadi pengganggu aja. .
    bagus ffnya. .

  7. Taraaaa

    Qie” comback🙂 😦 enggak bsa make embel2 wooyoung’s wife lagi😦

    Onnie deabak, qie” like

    Padahal kan onn , qie” buka ff ini jam 9 pagi tapi baru coment jam 01.00 pm ​=))ωªªkªª =)) ☺ =))ωªªkªª=)) ☺ =))ωªªkªª

    Onnie , ƪ(˘⌣˘)┐Ýëê ƪ(˘⌣˘)ʃ ÿēĕ¥ę┌(˘⌣˘)ʃ
    Qie” suka

    Sebenernya uda enggak tau lagi mau nulis coment apa , tapi qie” enggak bakal puas kalok coment qie” singkat

    Onnie ,, sekian dulu kali ya koment qie”

    Di tunggu next2 ff onnie🙂

  8. Tara aaa

    Qie” comback🙂 😦 enggak bsa make embel2 wooyoung’s wife lagi😦

    Onnie deabak, qie” like

    Padahal kan onn , qie” buka ff ini jam 9 pagi tapi baru coment jam 01.00 pm ​=))ωªªkªª =)) ☺ =))ωªªkªª=)) ☺ =))ωªªkªª

    Onnie , ƪ(˘⌣˘)┐Ýëê ƪ(˘⌣˘)ʃ ÿēĕ¥ę┌(˘⌣˘)ʃ
    Qie” suka

    Sebenernya uda enggak tau lagi mau nulis coment apa , tapi qie” enggak bakal puas kalok coment qie” singkat

    Onnie ,, sekian dulu kali ya koment qie”

    Di tunggu next2 ff onnie🙂

  9. huahahaha songong tuh SeungRi Couple sama kk iparnya, maen jepret2 aj …
    hahahaha

    wahh balapan2 nh SeungRi dan Yun Hyeon pnya ank… kkk~~~
    ditunggu kelanjutannya ya Eonn… ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s