Happiness (Part 16)

Main casts : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Soo Young, and Park Jiyeon

Supporting casts : Kim I Rang ahjumma (OC), Park Hoon ahjussi (OC), Shin Inna (OC)

Kyuhyun menyerngit melihat nomor tidak dikenal yang muncul di layar ponselnya. Ponsel dengan kode nomor Jepang di depannya. Segera ia menekan tombol hijau dan mendekatkan ponselnya ke telinga. “Hello?” sapanya dalam bahasa Inggris.

Jeda sejenak sebelum lawan bicaranya bersuara, “Yeoboseyo, Oppa?”

Mendadak kupu-kupu di perut Kyuhyun yang tadi diam kini terbang dan membuat kegelian. Kyuhyun mendadak gugup. “Inna ya?” Ini untuk pertama kalinya ia mendengar suara Inna setelah kepergian yeoja itu. Sebelah hatinya merasa rindu, rindu pada adiknya.

“Kyuhyun oppa, apa kabar?” suara Inna tertahan. Kyuhyun mengira ia sedang menahan tangis.

“Aku baik. Kau… menangis?”

Terdengar suara berkeresek di seberang. “Ani, nan gwaenchanhi. Oppa, neol neomu bogoshippeosseo.”

Kyuhyun tersenyum. “Na do, Inna ya. Aku sangat kaget ketika mendapat undangan darimu. Apakah itu benar?”

“Tentu saja, Oppa. Makanya aku menelponmu karena ingin memastikan kalau kau datang,” kata Inna. “Kau datang kan?”

Kyuhyun terdiam. Tentu saja ia datang, tapi… entahlah, ada sesuatu dalam hatinya yang memberatkan. Seolah ada bisikan yang mengatakan agar ia tidak usah datang saja. Kyuhyun bimbang. “Aku… tentu saja aku datang.”

“Jeongmal? Wah, kalau begitu kau harus datang minimal dua hari sebelum hari-H ya,Oppa. Aku mau mengajakmu jalan-jalan dulu,” suara Inna terdengar antusias.

Kyuhyun tersenyum lebar. “Ya! Mana bisa calon pengantin berjalan-jalan dua hari sebelum hari pernikahannya? Lagipula, memangnya aku belum pernah ke Jepang, huh?” Ia pura-pura sinis.

Inna tertawa. “Tidak apa, kau kan Oppa-ku. Oh iya, nanti kukenalkan pada calon suamiku juga.”

“Oh, namja yang membuatmu meninggalkanku?” tiba-tiba nada suara Kyuhyun berubah dingin.

Inna terdiam sejenak, membuat jeda yang aneh. “Mianhae. Itu semua kesalahanku, Oppa. Dia sendiri kaget waktu melihatku di apartemennya. Aku juga minta maaf karena tidak datang sewaktu Harabeoji meninggal. Bukannya aku tidak mau, tapi keadaannya tidak mengizinkan.”

Kyuhyun mengumpat dalam hati menyadari kesalahan kata-katanya. Harusnya dia tidak menyinggung masalah itu lagi, dasar bodoh. “Er… tidak apa-apa Inna ya. Harusnya aku yang minta maaf. Sebenarnya aku yang membuatmu pergi dari rumah. Bukan siapa-siapa yang salah, tapi aku.”

Jeda lagi. Kyuhyun benci pada kelancangan mulutnya yang bergerak tanpa bisa dikontrol. Inna masih mau menghubunginya saja sudah harus disyukuri karena berarti yeoja itu sudah memaafkannya.

“Ah, sudahlah, Oppa. Lupakan saja masalah itu. Yang paling penting sekarang adalah keadaan kita masing-masing. Kau sendiri bagaimana, Oppa? sudah menemukan orang yang tepat?”

Sriing~ memori Kyuhyun berputar lagi. Sosok Soo Young muncul di kepalanya. Yeoja itulah yang tepat untuknya. Tapi kemudian Kyuhyun berusaha mengusir bayangannya jauh-jauh, mengingat hubungannya dengan Soo Young yang sudah berakhir.

“Tidak, belum ada. Aku sedang mencarinya,” jawab Kyuhyun.

Inna tergelak. “Geotjimarago, Oppa! Aku tahu kau sudah menemukannya. Ayolah, ajak saja dia ke pernikahanku. Aku ingin mengenalnya.”

“Aniyaaa! Aku tidak punya seseorang yang spesial, kok. Mungkin aku akan datang bersama Jiyeon.”

“Woaaa~ atau jangan-jangan status persahabatan Oppa dengan Jiyeon eonni sudah bergeser? Ah,aku ketinggalan berita ya?”

Kyuhyun langsung tergelak. “Dasar tukang gosip!” semburnya. “Sudahlah, jangan bahas ini lagi. Kau membuatku sedih, Inna ya.”

“Haha, mianhae, Oppa. Kalau begitu aku tutup dulu. Annyeong, Oppa.”

“Eo.”

Kyuhyun masih menatap layar ponselnya selama beberapa menit setelah sambungan telpon diputus. Kata-kata Inna tadi membuatnya kembali mengingat Soo Young. Yeoja itu adalah the special one-nya, dia tahu itu. Tapi kenapa takdir tidak menyatukan mereka? Kenapa keadaan malah memaksa mereka untuk berpisah?

Kyuhyun memegang dahinya yang mendadak terasa berdenyut. Lagi-lagi dia memikirkan yeoja itu. Oh well, ini pasti karena dia memang belum bisa sepenuhnya melupakan yeoja itu.

Jiyeon tersenyum sambil terus menatap rancangan sebuah rumah di depannya. Sketsa rumah ini adalah hasil rancangannya bersama Kyuhyun setahun lalu. Waktu itu Jiyeon berharap rumah ini akan menjadi rumah mereka di masa depan. Tapi harapan itu terlupakan seiring dengan hilangnya kertas itu. Sekarang, ketika Jiyeon menemukan kertas itu di tumpukan paling bawah berkas-berkas lamanya, dia kembali teringat akan harapannya itu.

Tidak masalah, batin Jiyeon dalam hati. Sebentar lagi Kyuhyun benar-benar akan menjadi miliknya. Dia hanya perlu proses untuk melupakan Soo Young, dan Jiyeon hanya perlu bersabar sedikit lagi. Kemenangan sudah ada di depan matanya.

Tiba-tiba selintas ide muncul di kepala Jiyeon. Hubungan mereka harus segera dipublikasikan. Jiyeon harus segera dikenal oleh masyarakat sebagai orang terdekat Kyuhyun. Well, tentu saja caranya tidak secara langsung. Jiyeon harus punya taktik.

Dengan semangat 45, yeoja itu menekan speed dial untuk Kyuhyun. Terdengar beberapa kali nada sambung sebelum suara namja itu terdengar. “Yeoboseyo?”

Senyum Jiyeon mengembang hanya dengan mendengar satu kata dari namja itu. “Kyuhyun ah, jigeum mwo haneun goya? Apa kau sedang sibuk?”

“Eo, aku sedang di jalan. Ada apa, Jiyeon ah?”

Jiyeon mengerutkan dahinya. Entah hanya perasaannya atau memang Kyuhyun selalu sibuk akhir-akhir ini. “Kenapa kau sibuk terus?” tanyanya dengan nada setengah merajuk.

“Wae? Memangnya kau mau melihat aku jadi pengangguran yang hanya berdiam diri di rumah?” Kyuhyun balas bertanya, pertanyaan skeptis. “Ada apa?”

Jiyeon mendengus. “Makan malam bersama?”

“Mwo?”

“Ish, kau tidak dengar, Kyuhyun ah? Kau mau makan malam bersamaku tidak?”

Jeda sejenak. “Di apartemenmu lagi?”

“Tidak, di luar saja. Aku akan memesankan tempat di restoran favoritmu. Bagaimana?”

“Ya sudahlah. Terserah kau saja.”

“Kya!” Jiyeon bersorak senang. “Gomawo, Kyuhyun ah. Annyeong.”

Jiyeon menekan tombol merah di ponselnya dengan senyum kemenangan tersungging di bibirnya. Rencana awalnya sudah berhasil. Tinggal menghubungi wartawan untuk memberi tahu kalau Kyuhyun akan melakukan makan malam romantis dengan seorang yeoja. Wartawan pasti akan penasaran dan membuktikan berita itu.

Sempurna! Rencana Jiyeon memang selalu sempurna. Yeoja itu lantas kembali menekan sebua nomor yang sudah tersimpan di direktori ponselnya.

Soo Young’s pov

“Oppa… kenapa Oppa tidak bilang akan mengajakku ke sini?” tanyaku sambil memandang ragu ke sekelilingku. Aku salah kostum, aduh malu sekali.

Changmin oppa menatapku. “Wae?”

Aku meringis. “Aku kan hanya pakai baju seperti ini. Apa tidak apa-apa kita makan di tempat semewah ini?”

Changmin oppa tersenyum. Matanya menatapku lurus seolah sedang menenangkanku. “Tidak apa. Tidak akan ada yang mengusirmu”

Oke, aku menyerah. Changmin oppa selalu bisa membuatku tenang hanya dengan menatap matanya. Akhirnya aku mengangguk dan mengikuti langkahnya memasuki restoran yang kutahu sebagai salah satu restoran paling mewah di Seoul.

“Silakan duduk, Tuan Putri,” ujar Changmin oppa sambil menarik kursi di meja yang telah di pesannya.

Aku tersenyum melihat manner-nya. “Gomawo, Oppa.”

Changmin oppa sendiri lalu duduk di hadapanku. Matanya tidak lepas menatapku dan bibirnya terus tersenyum. Aku jadi salah tingkan sendiri ditatap seperti itu. Mungkin pipiku sudah memerah dari tadi, atau malah seluruh wajahku yang berubah jadi merah. Entahlah, yang pasti aku tidak sanggup menatap balik wajahnya.

Seorang pelayan datang dan menghidangkan makanan di atas meja. Rupanya Changmin oppa sudah memesankan makanan untuk kami berdua. Well, kalau restoran mewah seperti ini biasanya kan memang harus pesan terlebih dulu.

Setelah pelayan itu pergi, Changmin oppa lantas menatapku lagi. Senyum masih menghiasi wajahnya yang tampan. “Ayo makan,” ajaknya.

Aku mengangguk dan mulai mengangkat sendokku. Mataku masih melirik orang-orang di sekitarku yang rata-rata menggunakan pakaian mewah dan mahal. Aku menelan ludah. Malu. Kalau dibandingkan dengan mereka, aku seperti gembel dari jalanan. Pakaian dan dandanan seadanya.

“Soo Young ah, manhi mokgo.” Changmin oppa menyunggingkan senyum manias lagi. Ah, kalau saja keadaan masih sama seperti dulu. Kalau saja orang yang mencuri hatiku masih Changmin oppa, pasti semuanya akan berjalan manis.

Tiba-tiba aku merasa harus ke toilet. Desakan alam yang serius. “Oppa, aku toilet sebentar ya?” kataku pada Changmin oppa yang hanya mengangguk. Aku bangun dari kursiku dan segera menuju toilet yang agak jauh dari mejaku.

Kyuhyun’s pov

“Sudah lama sekali aku tidak makan di sini,” gumamku, lebih kepada diri sendiri.

Tapi ternyata Jiyeon juga mendengarnya dan menimpali, “Makanya aku mengajakmu ke sini. Aku tahu kau pasti rindu pada bebek panggangnya, iya kan?”

Aku menyunggingkan senyum. Terpaksa. Bukan, aku tidak rindu pada restoran ini. Aku rindu pada… Aish, sudahlah Kyuhyun. Bukankah aku sudah berjanji akan mulai melupakannya? Tapi kenapa terus memikirkannya?

“Kyuhyun ah, manhi mokgo, eo?” suara Jiyeon membuyarkan lamunanku. Senyumannya begitu tulus, membuat hatiku sakit. Inilah Jiyeon. Walaupun aku sudah menyakitinya berkali-kali, dia tetap tersenyum untukku, berada di sampingku, dan memberikan saran-sarannya. Harusnya aku lebih menghargainya sebagai sahabat.

“Jiyeon ah, aku ke toilet dulu ya?” ujarku pada Jiyeon yang sedang asik mengunyah makanannya. Ia tersenyum dan mengangguk. Aku berdiri dari dudukku dan berajak ke toilet.

Setelah selesai, Soo Young keluar dari toilet wanita. Untuk masuk ke toilet harus melewati sebuah lorong yang meghubungkan antara toilet wanita dan pria. Ketika melewati lorong itu, tiba-tiba tubuh Soo Young merasa dingin. Yeoja itu merasa ada yang aneh tapi ia terus berjalan.

Sampai di depan pintu toilet pria, seorang namja tinggi muncul dari dalamnya dan menabrak Soo Young. Namja itu, yang langsung menggumamkan permintaan maaf, berusaha menahan tubuh Soo Young yang limbung dengan memeluk bahu yeoja itu.

“Ah, jweisonghamnida, jweisonghamnida,” guman si namja.

Deg. Soo Young mengenal suara itu. Yeoja itu mengangkat wajahnya untuk menatap namja itu dan mendapati hatinya membeku ketika matanya bersirobok pandang dengan mata si namja. “Kyuhyun ssi?”

Kyuhyun tidak kalah terkejut. “Soo Young ssi? Sedang apa kau di sini?” tanyanya dengan mata melebar.

Soo Young refleks menegakkan tubuhnya, melepaskan rangkulan Kyuhyun di bahunya. Wajahnya terlihat salah tingkah dan bingung. “Em… aku… tentu saja aku sedang makan di sini.”

Kyuhyun tidak membalasnya dan hanya menatapnya dengan pandangan yang tidak terdefinisi. Soo Young yang bingung harus bagaimana akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu. “Aku pergi dulu, Kyuhyun ssi.” Yeoja itu berbalik dan mulai berjalan.

Tapi kemudian lengannya ditahan oleh Kyuhyun. Soo Young berbalik untuk menatap namja itu. “Wae guraeyo, Kyuhyun ssi? Ada yang ingin kau bicarakan?” tanyanya dengan nada dingin yang dibuat-buat.

Kyuhyun menatapnya lurus-lurus. “Ne.”

“Mwonde?” Soo Young menaikkan alisnya.

“Saranghae.”

Kali ini Soo Young yakin telinganya sedang mengalami gangguan. Barusan dia mendengar kata ‘saranghae’ keluar dari mulut Kyuhyun? Benarkah? Atau dia hanya berhalusinasi? “Mwoya?” akhirnya ia memutuskan untuk bertanya.

“Saranghae, Choi Soo Young,” ulang Kyuhyun lambat-lambat. Ucapannya begitu tegas dan meyakinkan, membuat hati Soo Young bingung.

Tapi sedetik kemudian yeoja itu tersadar dan melepaskan pegangan tangan Kyuhyun di lengannya. “Kyuhyun ssi, neon michyeosseo?” desisnya. “Atau kau sedang mabuk?” Soo Young memicingkan matanya.

Kyuhyun berdecak sebal. “Ani,” sahutnya cepat. “Aku memang mencintaimu. Aku mencintaimu sampai-sampai mau mati ketika kau meninggalkanku!” suara Kyuhyun meninggi di kalimat terakhir.

Soo Young tersentak. Apa dia bermimpi? Atau Kyuhyun memang sedang mabuk? Kenapa takdir mempermainkan mereka berdua? Kenapa tiba-tiba mereka bertemu dan namja ini bilang dia mencintai Soo Young? Kenapa semuanya begitu membingungkan?

“Jangnan hajima (jangan bercanda), Kyuhyun ssi. Ini tidak lucu. Katakan dengan siapa kau ke sini? Kalau kau memang benar sedang mabuk, lebih baik dia membawamu pulang.” Soo Young masih bersikeras.

Tanpa diduga, Kyuhyun meletakkan kedua tangannya di sisi kepala Soo Young dan menarik wajah yeoja itu mendekat kepadanya. Ia lantas mencium bibir yeoja itu dan sekali gerakan, membuat mata Soo Young terbelalak kaget.

“Apakah aku harus selalu menggunakan cara ini untuk membuktikan perasaanku padamu?” ujar Kyuhyun setelah ia melepaskan ciumannya. “Saranghae, Choi Soo Young.”

Soo Young yang masih syok hanya bisa menatap Kyuhyun dengan tatapan sendu. Ia tidak bereaksi apa-apa. Kyuhyun jadi geram melihatnya. Ia lantas menarik tangan Soo Young untuk pergi dari tempat itu. Baru beberapa langkah, mereka berhenti.

“Jiyeon ah…”

Di depan mereka, berdiri di depan pintu masuk toilet, Jiyeon menatap mereka dengan tatapan datar yang aneh. Yeoja itu lalu berbalik dan pergi meninggalkan Kyuhyun dan Soo Young yang hanya bisa menatapnya.

Jiyeon melirik jam tangannya. Sudah lima belas menit tapi Kyuhyun belum kembali juga. Apa tolietnya begitu jauh? Atau jangan-jangan ada apa-apa dengan namja itu? Karena khawatir dan penasaran, akhirnya Jiyeon memutuskan untuk menyusul Kyuhyun.

Tapi yang dia lihat di lorong toilet membuat hatinya sakit. Kyuhyun dan Soo Young sedang berciuman. Oh,lebih tepatnya Kyuhyun sedang mencium Soo Young karena yeoja itu sendiri hanya diam.

“Apakah aku harus selalu menggunakan cara ini untuk membuktikan perasaanku padamu? Saranghae, Choi Soo Young.” Dan satu kalimat dari namja itu membuat semua harapannya selama ini runtuh dan hilang secara perlahan-lahan. Sangat menyakitkan.

Jiyeon tahu Kyuhyun sudah menyadari keberadaannya. Tapi bahkan Jiyeon sendiri tidak tahu ke mana nyawanya telah pergi. Yang ia tahu, ia merasa sangat gamang. Ia merasa menjadi orang paling bodoh di dunia. Berharap pada sesuatu yang salah memang akan berakhir tidak menyenangkan. Kakinya lalu melangkah pergi tanpa dikomando. Bulir-bulir airmatanya turun tanpa bisa dicegah.

Untuk pertama kalinya, Park Jiyeon mengaku kalah.

Soo Young melirik ponselnya yang diletakkan Kyuhyun di atas dasbor mobil. Ponsel yang terus-terusan melagukan ringtone tanda panggilan masuk. Yeoja itu lantas menghela nafas dan kembali mengarahkan pandangan ke pantai di depannya.

“Angkat saja.”Suara Kyuhyun membuat Soo Young menoleh ke arahnya.

Yeoja itu lantas meraih ponselnya perlahan, melihat sejenak ke layarnya yang masih berkedip, dan menekan tombol jawab. “Yeoboseyo, Oppa?” Melalui ekor matanya, Soo Young bisa melihat kepala Kyuhyun berputar begitu mendengar kata ‘oppa’. “Ne, nan gwaenchanha. Kkokjongma. Aku… sedang bersama Kyuhyun. Tidak apa-apa, Oppa. Aku bisa mengatasinya. Tenang saja.”

“Siapa?” tanya Kyuhyun begitu Soo Young mengakhir pembicaraan.

Yeoja itu tidak langsung menjawab melainkan menghembuskan nafas terlebih dulu. “Kau sudah tahu siapa yang kupanggil oppa,” jawabnya.

Kyuhyun lalu terdiam lagi. Hanya suara debur ombak yang terdengar mengisi keheningan. Masing-masing tenggelam dalam pikirannya. Memikirkan takdir yang telah mengikat mereka, mengarahkan mereka hingga semuanya terjadi seperti ini.

Sampai dua jam kemudian, ketika malam benar-benar sunyi, Soo Young baru membuka mulutnya. “Aku ingin pulang, Kyuhyun ssi.”

Kyuhyun hanya menatapnya. Tanpa banyak bicara, namja itu menghidupkan mesin mobilnya dan mulai menjalankannya ke arah Seoul.

Kyuhyun masuk ke dalam kamar Inna dengan hati gamang. Ia lantas duduk di samping tempat tidur dan memandang ke sekeliling kamar. Sepi, tentu saja. Kamar yang pernah menjadi tempat paling yang ingin dikunjungi Kyuhyun karena Soo Young pernah melarangnya masuk tanpa seizinnya.

Kyuhyun tersenyum getir mengingat ucapan Soo Young tadi ketika ia mengantarkan yeoja itu sampai ke depan gedung apartemennya. Dengan wajah dan tatapan mata lelah, yeoja itu menatap Kyuhyun penuh harap dan berkata, “Urin… maju chiji malja.”

Waktu itu Kyuhyun terpana untuk beberapa saat. Otaknya sibuk mencerna perkataan Soo Young. Dan ketika ia berhasil mengerti, Soo Young sudah masuk ke dalam gedung. Meninggalkannya sendirian di kedinginan malam yang membekukan. Yeoja itu sukses membuat air matanya menitik lagi.

Jangan bertemu lagi. Lebih baik tidak usah bertemu. Begitu kata yeoja itu. Tapi kenapa? Kenapa dia berkata seperti itu? Apa dia benar-benar sudah membenci Kyuhyun? Apa dia benar-benar tidak mau kembali lagi?

“Jeongmal mianhae, Oppa. Kau pasti kebingungan mencariku, ya?” tanya Soo Young sambil menuangkan teh ke dalam mug-nya dan mug Changmin. Setelah itu, ia lantas berbalik dan meletakkan kedua mug itu di atas meja.

Changmin menatapnya sambil tersenyum. “Tidak apa. Aku tahu itu bukan maumu.” Oh, kalau saja namja ini yang Soo Young cintai…

“Kyuhyun memintaku kembali padanya,” ujar Soo Young lirih sambil menyesap tehnya.

Jeda sejenak karena Changmin tidak segera menimpali perkataan Soo Young. “Begitukah? Lalu kau bilang apa?”

Soo Young menggeleng pelan. “Aku sudah menganggap semuanya berakhir.”

Changmin meletakkan mug-nya di meja dengan agak keras hingga menimbulkan bunyi, membuat Soo Young menoleh padanya. “Mianhae,” cengirnya kemudian. “Soo Young ah, minggu depan aku kembali ke Prancis. Proyekku di Korea sudah selesai dan aku sudah memutuskan untuk tinggal di Prancis.”

Mata Soo Young membulat. “Oppa akan meninggalkanku lagi?”

Changmin menggeleng. “Tidak kalau kau mau ikut denganku. Kita akan memulai semuanya dari awal di sana. Kau mau?”

Soo Young terdiam. Ke Prancis? Sungguh, ia tidak pernah punya keinginan untuk pergi dari Korea. Sejak kepergian Changmin ke Prancis dulu, tidak sekalipun ia ingin menyusul namja itu. Sekarang pun, ketika Changmin mengajaknya, ia tidak yakin ingin ikut.

“Kalau kau tidak mau, tidak apa-apa. Tapi aku tidak bisa terus-terusan berada di Korea.”

Tanpa sadar Soo Young menahan nafasnya. Inikah waktunya ia harus mengambil keputusan? Keputusan yang akan diambilnya ini mungkin bisa mengubah seluruh hidupnya. Soo Young bimbang.

Perlahan Soo Young menarik ujung-ujung bibirnya untuk membentuk sebuah senyum. Dalah hati dia berharap semoga Changmin tidak melihatnya sebagai senyum terpaksa. “Aku akan ikut.”

Changmin menatapnya lurus-lurus, berusaha mencari kebohongan di mata yeoja itu. Tapi ia tidak menemukannya. Akhirnya namja itu ikut tersenyum. Sebelah tangannya terangkat untuk mengelus rambut Soo Young. “Gomawo.”

Seorang namja yang memakai topi baseball, kaca mata, dan jaket yang semuanya berwarna hitam keluar dari terminal kedatangan Narita Airport. Tangan kanannya menggeret sebuah koper hitam, sedang tangan kirinya memegang sebuah i-phone yang juga berwarna hitam. Pokoknya, dia terlihat seperti satria baja hitam.

Di belakangnya, Hoon ahjussi mengekor sambil menggeret kopernya sendiri. Pria paruh baya itu lalu menengok ke kanan dan ke kiri, mencari mobil jemputan yang sudah dipesannya. Setelah menemukan mobil itu, Hoon ahjussi segera memanggil tuan mudanya.

“Doryeonnim, itu mobilnya. Ayo kita ke sana,” katanya.

Kyuhyun yang seperti satria baja hitam mengarahkan pandangannya ke mobil yang ditunjuk Hoon ahjussi dan mengangguk. Lalu ia berjalan menuju mobil itu dan masuk ke dalamnya. Segera setelah kedua namja itu naik, mobil yang sudah dipesan itu melaju ke arah Tokyo.

“Kyuhyun oppa, jeongmal bogoshippeo!” seru Inna ketika menyambut kedatangan Kyuhyun dan Hoon ahjussi di rumahnya. Rumah yang tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil. Rumah yang terlihat sangat nyaman.

Kyuhyun tersenyum melihat tingkah adik angkatnya. Matanya lalu terpaku pada namja di belakang Inna. Namja itu lantas membungkukkan badan sedikit ke arah Kyuhyun ketika pandnagan mereka bertemu. “Annyeong haseyo, Kyuhyun san.”

Kyuhyun balas membungkuk. Setelah itu, namja itu memperkenalkan dirinya sebagai Lee Sungmin, calon suami Inna. Dalam sekali pandang, Kyuhyun bisa menarik kesimpulan kenapa Inna lebih memilih untuk bersama namja ini ketimbang bersama Kyuhyun. Namja itu memang bukan namja sembarangan.

“Oppa, kenapa kau ke sini bersama Hoon ahjussi? Memangnya dia orang spesialmu?” tanya Inna ketika sedang mengantarkan Kyuhyun ke kamarnya.

Kyuhyun tertawa. “Kan sudah kubilang aku tidak punya pacar.”

“Lalu Jiyeon eonni? Katanya kau mau ke sini bersama Jiyeon eonni?”

Gerakan tangan Kyuhyun yang sedang menyusun bajunya di lemari terhenti sesaat. “Oh itu… Jiyeon sedang sibuk dengan klien-kliennya,” bohongnya.

Inna tidak berkata apa-apa lagi, mungkin tahu kalau Kyuhyun sedang berbohong. Yeoja itu kemudian mengalihkan pembicaraannya ke rencana pesta pernikahannya yang bertema pesta kebun dan rencana bulan madunya ke pulau Okinawa.

Diam-diam Kyuhyun merasa lega tidak harus membicarakan itu.

Hoon ahjussi memberikan foto tua yang ditemukannya di dalam buku Sang Min sajang kepada Inna yang duduk di hadapannya. Inna mengambil foto itu dengan penuh tanda tanya. Perlahan, ia memperhatikan foto itu. Ketika tidak menemukan satu keanehan pun, Inna mengangkat wajahnya untuk bertanya pada Hoon ahjussi. Tapi Hoon ahjussi mengisyaratkan Inna untuk membalik foto itu.

Tanpa prasangka, Inna membalik foto itu. Matanya membulat ketika membaca tulisan yang ada di sana. “Ahjussi, igeo… mwonde?”

Hoon ahjussi mengangguk. “Itu kau. Dan saudara kembarmu.”

Tiba-tiba kepala Inna terasa begitu sakit. Sangat sakit sampai-sampai yeoja itu merasa pandangannya berkunang-kunang. Lalu yang terlihat hanya gelap.

to be continued~

kyaaaa~ udah part 16 loh, satu part lagi Happiness selesai ><

tapi menurutku, part 16 ini datar banget -____- konfliknya nggak gereget sama sekali , bener nggak ?

kalo menurut kalian gimana , reader sayang ?

tetap beri komentar dan like yaaaaa😀

PS. Untuk part terakhir , rencananya akan kuberi password alias ku-protect . Kenapa ? Karena bakal ada adegan yang iya-iya di sana , ehehe . Kalau mau dapet password-nya silakan isi form di bawah ini , lalu kirimkan ke emailku di dianeyeye@gmail.com . Makasih😀

Nama :

Umur :

Ringkasan singkat Happiness / bagian cerita Happiness yang kalian ingat :

Saran/kritik untuk author :

152 thoughts on “Happiness (Part 16)”

  1. Mwoya??
    Soo eonnie akan ikut changmin k prancis??
    Aigooo…andwe
    Soo eonnie gg bolle jauh dr kyuhyun oppa
    Kenapa inna pingsan setelah melihat foto itu??

    Hhhmmmm…part 17 nya d protect yaa??
    Law minta dr twitter bolleee gag??

  2. Thor, boleh mnta pw nya lewat nmor hape gak ? Ini nmornya 087868356812 . Emailku gak kebuka, gak tau ntah kenapa-.-

    Nama : Annisa
    Umur : 14 tahun
    Cerita singkat happiness : Waktu kyu ngajak soo ke sunghai han. Dan mreka menyatakan perasaan mreka masing* ^^ (?)
    Saran/kritik ntuk author : gak ada kyaknya, krna ff author daebak =D !!

  3. cingu ,, aq minta pwdnya dong lwt hp bleh yaa soalnya email’q susah kebuka .. Pleasee
    Name : fierdani
    Umur : 15th
    ~waktu kyuyoung lagi dipantai favorit soo eonnie~
    Saran & kritik : kya’x gk ada soalnya author udah spnjang ini bkin ffnya daebak bgt ..
    085326382038 ini no’q thor . Tolong yaa penasaran bgt ni😀 ditunggu

    r

  4. Keren thor. Aku suka bgt sama FF ini🙂 trs lanjut yah. Btw aku penasaran bgt sama yg 17, aku udh sms dibalas yha thor🙂 aku bener” penasaran. Bikin ff yg baru lgi yha thor. Ditunggu

  5. ellah tor pke di protex sgala dah greget ne,, bg pastwd yaaa… aq pnasaran bgt ne,
    nm: adinda
    umur:19 th
    adegan yang di inet yang di sungai han
    buat kritik gx ada deh cozz dah jth cnt bgt ma kyu
    email aq da alias gx bs di bka,, jd sms ja ke no aq wat pswd 085287525380

  6. Menurutku emg kyake datar,,perjuangan kyuhyun krg greget,,berharap happy ending,,sooyung mendapatkan cinta dan kluarganya,,hope,,

  7. Enn aku pembaca baru di sini lohh…,aku boleh minta PWnya ga???,,kolo bisa si gausal lewat Email lewat twitter aja..,,aku on twiiter @yunianggrei ,mohon di bales ya enn .aku penasaran sama part17:D…

  8. mian bru coment~!!! soalnya keasikan baca nih~!!!!!!
    aku minta pw nya dong~!! tpi aku gak bisa pke email soalnya emailku error jadi nya lwt sms nee???
    ini nmrku 083857801367
    gomawo~!!😀 Ditunggu~!!

  9. oh ya aku lupa form nya~!! hehe…😀
    nama : Serlly / Hyumi
    umur 16 thn
    yg paling diinget itu waktu di sungai han
    kritiknya ga ada deh buat authornya, soalnya suka banget sama nih ff😉
    ditunggu pw nya~!!
    ini nmrku 083857801367

  10. Thor,bagi pw nya donk……..!!!!!!
    Nama; vanzha gresbyant
    Umur; 30thn
    Smua moment romantisnya ªќϋ suka Ɓȃήƍέєë†††.kritiknya jgn bkin readernya mati penasaran aja gr2 di protect,trs gk tau kelanjutan critanya.nIch no tlp ªќϋ 082298048839.mksh di tunggu

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s