Our Wedding [Our Story Sequel] [ChangHee Couple]

Author: Lee Reina

Casts: Shim Changmin, Kim Heera, Jung Yuuri

Rate: NC 17

Genre: Romance, Comedy

Anyyeong~🙂 Reina dengan indah dan senang hati membawa FF spesial requestan Teteh Eka. Semoga pas dan teteh suka Amin. Happy Reading🙂

Author POVs

Heera menarik selimut yang menutupi tubuhnya lalu merentangkan tangannya lebar.

“hoaaahm.” Ia menutupi mulutnya yang menguap lebar. Ia menengok ke arah jam di dinding yang menunjukkan pukul 6 pagi. Ia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.

***

Changmin mengerjapkan matanya dan menguceknya pelan. Menghilangkan kotoran dimatanya. Ia menengok ke arah meja samping kasur dan melihat jam. 6:45 am. Ia menyibakkan selimutnya lalu masuk ke kamar mandi.

***

Heera POVs

Aku bersenandung mengikuti alunan lagu yang terdengar di telingaku sambil mengaduk teh dan kopi dihadapanku. Aku mengerutkan dahiku begitu mendengar alunan jazz di telingaku. Aku mengangkat kepalaku dan melihat Changmin oppa memakai dasinya sambil berjalan ke arahku.

“kenapa diganti sih?”

“tiap pagi aku mendengarkan music jazz cagiya…”

“aku maunya mendengarkan lagu A Thousand Years. Arachi?! Ganti!” ucapku sebal sambil mengacungkan sendok ke arah sound system yang menyala. Changmin oppa menangkap tanganku dan tersenyum.

“ya. Ini rumahku. Jadi aku bebas melakukan apa yang aku mau.” Ucapnya sambil memajukan wajahnya dari seberang pantry ruang makan. Aku memundurkan wajahku merasakan wajah Changmin oppa semakin dekat. Tiba-tiba tangan Changmin oppa dibelakang tengkukku menahannya agar aku tidak semakin memundurkan wqajahku.

“ma-mau apa?!” bentakku kesal.

“morning kiss” ucapnya sambil tersenyum seduktif. Aku melotot dan membenturkan dahiku ke dahinya dengan keras.

“aaaw!! Ya!!” aku meringis memegangi dahiku yang juga sakit karena ulahku tadi. Aku melihat ke arah Changmin oppa dengan kesal.

“masih mau macam-macam? Belum pernah merasakan piring terbang kearahmu kan, Shim Changmin?!”

“ya! Panggil aku dengan sopan Shim Heera.”

“ya! Jangan ganti nama orang sembarangan!”

“ya! Kau yang memulainya!”

“ya! Aish jinjja! Shim Changmin kau benar-benar mencari masalah denganku!!” aku melemparkan sendok ke arahnya. Dengan sigap ia menunduk menghindari sendok yang ku lempar. Ia tersenyum penuh kemenangan melihatku melotot kesal. Aku mengambil pisau dan bersiap melemparkannya.

“ya!!! Kim Heera neo michyeoseo!!!!”

***

Changmin POVs

Aku membenarkan dasiku di kaca lift kantor. Aku merapikan rambutku yang acak-acakan karena jambakan Heera di mobil tadi. Aku menghela nafas dan tersenyum juga mengingat kejadian tadi. Sejak Heera tinggal di rumahku, memang tiap hari ada saja kejadian yang membuat kami berantem seperti tadi. Untunglah tadi dia tidak melemparku dengan pisau!

Ting!

“selamat pagi tuan Shim.” Aku tersenyum melihat sekertarisku berdiri menyambutku. Memang lantai 8 khusus untuk kantorku saja. Kebetulan sekali itu juga angka kesukaan Heera.

“pagi. Ada meeting?”

“hari ini kosong tuan Shim. Hanya ada beberapa berkas yang perlu ditanda tangani.” Aku mengangguk paham lalu meraih gagang pintu kantor.

Cklek.

“bo!”

“hyaa!” aku mundur satu langkah melihat paras yeoja muncul dari dalam kantor.

“huahahaha. Jelek sekali kau Shim Changmin. Hahahaha!!!” aku mendengus kesal ke arah Yuuri noona yang tertawa puas.

“noona sudah puas mempermainkanku? Cih!”

“hahaha mianhe. Aku benar-benar mengerjaimu tadi. Hahaha” aku mengubah wajahku menjadi tampang malas melihat kelakuan noonaku yang satu ini. Sudah tua masih saja mengerjai adiknya sendiri.

Heera POVs

Aku membanting pintu mobilku kesal. Shim Changmin memang menyebalkan! Tapi, aku sangat mencintainya. Aku menghela nafas panjang.

Bug!

“ah ya!!” aku menengok ke belakang dan mendapati seorang yeoja tersenyum girang

“Anyyeong Shim Heera!” ia melambaikan tangannya dengan tampang innocent

“Lee Reina! Aku Kim Heera. Bukan Shim Heera. Jelek sekali kalau Shim margaku. Kau enak margamu Lee”

“ya! Marga Shim itu jarang di Korea. Kalau margaku sudah bertebaran dimana-mana. Kau harus bersyukur Heera-ya.” Aku mengangkat alisku dan tersenyum.

“kkaja. Kita ada kelas Park sosaenim!” aku hanya bisa pasrah dengan geretan tangan Reina.

***

Pip!

Aku memandangi layar ponselku malas. Siapa sih yang sms di tengah waktu makan siang seperti ini?

From: Yuuri Onnie

Hai Shim Heera! Kelasmu sudah selesai kan? Temui aku di parkiran sekarang. Ne?

Ya Tuhan, aku yakin mereka seharusnya lahir dari orang tua yang sama. Bukan hanya sepupuan. Aku berdiri meninggalkan makan siangku menuju parkiran. Menemui Yuuri onnie disana.

***

Aku melihat seorang yeoja duduk di atas kap mobil Lamborghini putihnya dengan kaki ditumpangkan satu. Aku menghela nafas melihatnya. Aku bisa melihat semua namja menengok kearahnya dan melempar pandangan mesum mengingat ia memakai dress merah ketatnya. Ia menurunkan kacamata hitam bulat besarnya begitu melihatku mendekatinya. Ia melambaikan tangannya dengan semangat ke arahku.

“anyyeong Shim Heera.”

“Ya Tuhan, namaku Kim Heera onnie. Bukan Shim Heera. Kenapa belakangan semua orang memanggilku dengan panggilan Shim Heera?”

“jinjjayo? Wuaaah, mungkin kau akan segera menikah dengannya Heera-ya.” Aku hanya tersenyum manis mendengar ucapan Yuuri onnie. Ia turun dari kap mobilnya.

“kkaja kita lunch. Kau pasti belum lunch.”

“hampir onnie.” Ucapku dengan satu alis terangkat. Ia tertawa renyah mendengar ucapanku.

“ikuti mobilku. Mari kita makan siang.” Aku mengangguk dan berbalik menuju mobilku yang berada di parkiran depan.

***

Aku mengerutkan keningku jalan yang ku hafal. Ini namanya bukan makan siang. Tapi pulang! Yuuri onnie memarkirkan mobilnya di halaman depan sedangkan aku langsung masuk ke garasi.

“onnie, kenapa pulang ke rumah?” tanyaku sambil mengunci mobilku. Ia tersenyum dan mengibaskan rambut panjangnya yang berganti warna menjadi blonde kuning.

“memang ini rumahmu?” aku mendelik jengkel mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya. Sabar Kim Heera… aku mengepalkan tanganku lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya cepat. aku berjalan memasuki rumah mengikuti Yuuri onnie.

“wah… kau hebat sekali!” aku mencium bau harum memenuhi ruang tamu. Suara tawa namja terdengar dari dapur.

“kenapa sudah pulang?” aku menaruh tasku di atas bar dan berjalan menuju Changmin yang sibuk menata meja makan. Aku tersenyum kecil melihatnya dengan kemeja tanpa dasi dan lengan di tekuk se-siku. Belum lagi dua kancing teratasnya ia buka. Semakin menambah ke-lelaki-annya (?).

“aku memang ingin memasakkan sesuatu untukmu.” Ucapnya sambil memundurkan kursi ruang makan menyuruhku duduk disana. Aku berjalan menuju kursi itu tapi Yuuri onnie malah duduk disana =_____=”

“terimakasih Tuan Shim Changmin.” Ucap Yuuri onnie dengan senyum manisnya. Aku mendengus kesal dan menggelengkan kepalaku.

“ya! Noona! Jangan ganggu istriku!” aku hanya bisa melihat perdebatan mereka dengan diam. Aku menarik kursi yang masih kosong dan mendudukinya. Mereka masih berdebat dengan alot dan penuh penekanan. Aku mengambil sumpit dan memakan kimchi yang masih hangat. Hmmm enak juga masakannya. Aku terus memakan makanan yang tersedia di meja makan sampai kenyang dan puas. Aku menaruh sumpitku diatas mangkuk nasiku yang kosong.

“aku sudah kenyang. Terimakasih.” Ucapku sambil tersenyum dan meminum air putihku. Aku menatap dua wajah di hadapanku yang menatapku dengan bingung.

“waeyo? Aku sudah selesai makan.” aku kembali tersenyum. Yuuri onnie mengangguk dan mengambil sendoknya untuk makan.

“Heera-ya, kenapa tidak menungguku makan hah?!”

“kau terus berdebat dengan Yuuri onnie. Aku sudah kelaparan oppa. Kau tega melihatku kelaparan?”

“setidaknya ajak aku makan.”

“percuma juga kan? Aku sudah pernah melakukannya dan kalian malah membentakku. Jadi aku pikir lebih baik aku makan duluan.” Ucapku sambil tersenyum penuh kemenangan. Changmin oppa melihatku kesal.

“aku sudah kenyang!” aku mengerutkan dahi melihat Changmin oppa meninggalkan meja makan dan meraih jas dan dasinya yang tersampir di kursi bar.

Changmin POVs

Aku mengambil kunci mobil Yuuri noona yang tergeletak di atas meja makan.

“ya Shim Changmin itu mobilku!” aku tidak menjawab ucapan Yuuri noona dan meninggalkan mereka berdua di ruang makan. Aku benar-benar merasa kesal dengan tingkah Heera. Aku sudah membuatkannya masakan agar dia makan bersamaku dan Yuuri noona. Tapi dia malah makan sendirian. Padahal aku kan buatnya dengan susah payah. Aku hanya ingin memberinya kejutan! Aku melajukan mobil Yuuri noona dengan kecepatan di atas kestabilan. Emosiku benar-benar tidak terkendali sekarang!

Author POVs

“Changmin hanya merasa kesal Heera-ah.” Heera menengok ke arah Yuuri yang makan dengan lahap masakan Changmin.

“dia itu, membuat kejutan ini untukmu agar kau tidak marah lagi masalah tadi pagi. Kau kan tahu bagaimana seriusnya dia kalau membuatmu tersenyum? Dia hanya tidak ingin kau marah lagi. Tapi kau malah mengecewakannya.” Penjelasan Yuuri membuat Heera merubah raut wajahnya menjadi kaget.

“jinjjayo onnie?”

“untuk apa aku berbohong? Dia sudah dari jam 10 pagi berkutat dengan dapur agar makanannya menjadi perfect.” Heera kembali terdiam dan melihat seluruh masakan Changmin. Ia berjalan mendekati kompor. Memang sudah bersih, tapi masih menyisakan minyak yang belum dibasahi dengan sabun dan air.

***

Heera duduk di bar dengan gelisah menunggu Changmin pulang. Ia terus melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 9pm.

“seharusnya Changmin sudah pulang…” bisiknya dengan gelisah. Ia menatap masakan di atas meja yang sudah dingin lalu menghela nafas panjang. Ia mengambil notes lalu menuliskan sesuatu disana dan menaruhnya di atas penutup masakan. Ia berjalan pelan ke kamarnya berharap ada suara pintu dibuka. Ia kembali menengok ke arah pintu masuk. Dengan berat hati ia membuka pintu kamarnya dan menutupnya. Ia harus sudah tidur karena ada kelas pagi besok.

Changmin POVs

Aku melihat jam di layar laptop ku. 21:24pm. Ya Tuhan! Aku keasyikan dengan tender baru sampai lupa tidak memberi tahu Heera. Ia pasti sangat cemas! Aku segera menutup laptopku dan meraih jasku. Setengah berlari menuju lift.

***

“Heera-ya?” panggilku pelan. Lampu ruangan masih menyala. Namun tidak ada tanda-tanda Heera disana. Aku menghela nafas dan berjalan menuju ruang makan. aku tersenyum kecil melihat penutup masakan yang disana. Aku mengambil notes diatasnya.

Oppa, mianhe aku membuatmu kecewa. Maafkan aku.

Aku menaruh lagi notes itu ke tempatnya dan berjalan menuju kamar Heera. Aku mengurungkan niatku untuk membukanya. Kalau sudah di dalam, pasti setan akan lebih kuat mempengaruhiku. Bisa-bisa aku dipenggal oleh aboji dan eommonim. Baiklah! Shim Changmin kau hanya ingin melihat Heera saja! Bagaimana keadaannya! Arrachi?! Aku mengangguk mantap dan membuka pintu perlahan. Aku melongokkan kepalaku melihat ke dalam. Aku melihat Heera tertidur tenang sambil memeluk gulingnya. Aku segera menarik pintu dengan cepat begitu melihat sesuatu didalam. Aku mengusap wajahku yang dan menstabilkan degup jantungku. Huaaah. Pose Heera benar-benar menggoda setan!

“oppa? Changmin oppa?” aku mendengar suara Heera dari dalam. Aku membuka pintu dan menengokkan kepalaku lagi. Aku bisa melihat Heera mengucek matanya sambil melihatku. Begitu melihatku dengan seluruh kesadarannya, ia bangkit lalu berlari ke arahku dan memelukku erat.

“Changmin oppa wasseo? Bogoshippo…” aku membalas pelukannya erat.

“ya, waeguraeyo? Oppa kan hanya bekerja.”

“tapi sampai malam oppa. Aku merindukanmu.”

“nado cagiya…” aku menundukkan kepalaku dan mencium bahunya.

Skip NC

“waegurae?” ia menampakkan wajah polosnya kearahku. Aku hanya bisa melihatnya dengan pandangan masih mencari akal sehatku. Sumpah aku menginginkannya sekarang!

“kita, kita tidak bisa melakukannya. Kita belum sah.”

“aish! Ottohke!! Aku tidak bisa tahan kalau didekatmu.”

“oppa~” aku berteriak kesal dengan suara manja ke arahnya yang berdiri dan berkacak pinggang. Dia sama sekali tidak peduli dengan efek sampig dari kejadian tadi.

“baiklah, Shim Heera, kita menikah, besok!” aku membulatkan mataku mendengar ucapannya.

“mwo-mworago?! Oppa neo michyeoseo? Shirreoyo!”

“kau tidak mau menikah denganku?” aku langsung mengambil bantal dan berdiri diatas kasurku. Tanpa buang waktu aku langsung melemparkannya ke arah Changmin oppa.

“bukan aku tidak mau oppa. Tapi, semua harus persiapan kan? Kau kira gampang menikah?”

“aish! Baiklah, 3 hari lagi!”

“shirreoyo!”

“5 hari!”

“satu bulan!”

“andwe!! Setengah bulan!”

“oppa~!”

“arasseo. Ini pilihan terakhir atau kita batal, minggu depan! Titik” aku melongo melihat Changmin oppa keluar dengan menghentakkan kakinya heboh. Aish jeongmal!! Eottohke?!

Author POVs

Changmin membuka pintu kamar Heera dan melihat Heera terduduk dengan muka bangun tidur di atas kasurnya. Heera mengangkat wajahnya ke pintu dan dengan cepat mengambil bantal untuk menutupi wajah bangun tidurnya.

“yak! Kenapa ditutupi? Neomu yeoppo.” Ucap Changmin sambil berjalan mendekati Heera.

“anniyo! Yak oppa! Keluar dulu. Biarkan aku mandi!” ucap Heera saat rebutan bantal oleh Changmin di atas tempat tidurnya.

“cagiya, kalau aku harus menunggumu keluar kamar mandi, aku akan terlambat pesawat.” Heera langsung menurunkan bantal nya dan melihat Changmin dengan pandangan aneh.

“pesawat? Oppa eoddisoyo?”

“Bangkok. Aku harus mengurus tender yang baru disana.”

“berapa lama?”

“5 hari saja.” Heera terdiam dan melihat mata Changmin dalam. Tiba-tiba Heera berdiri dan memeluk Changmin erat.

“aku pasti merindukanmu oppa.”

“nado cagiya…” ucap Changmin lembut sambil membelai rambut Heera.

“lalu bagaimana denganku? Rumah kan sepi sekali tanpamu oppa.”

“aigoo, aku sudah mengurusnya. Sebentar lagi pasti dia datang.”

“jangan bilang kalau-“

“yak! Kalian dimana?!!” suara perempuan yang dikenal mereka menggema di seluruh rumah. Heera langsung melepaskan pelukannya dan menatap malas Changmin.

“benarkan. Pasti Yuuri onnie.”

“waeyo? Dia akan mengurus segalanya dan memastikan kau tidak bermain dengan namja lain.” Ucap Changmin sambil menyentil hidung mungil Heera

“aish oppa!”

“dia kan memang bertugas menjaga calon istriku.” Heera menatap Changmin dengan pandangan sulit diartikan ia menggenggam tangan kanan Changmin dan melihat ke dalam matanya.

“oppa serius? Kita harus menikah minggu depan?”

“kalau kita tidak ingin semua terjadi karena ulah setan kan?”

“oppa tapi-“

“Yuuri noona akan membantumu mengurusnya. Kau kan ingin mengurus semuanya tanpa wedding planner. Jadi aku bilang ke Yuuri noona dia harus membantumu.” Heera menghela nafas mendengar penjabaran Changmin yang memang sudah ia perkirakan.

“arasseo oppa. Kita buat pernikahan yang hebat ala kita!”

“hahaha ne. gomapta cagiya.” Changmin mencium kening Heera dalam dan melihat jam tangannya.

“aku harus pergi. Nan kalkke. Jaga dirimu arrachi?”

“arasseoyo! Oppa juga jaga mata!”

“mmm, kita lihat nanti ya.”

“oppa!”

“hahaha ne ne ne. disana hanya kau yang kulihat. Semua yeoja tidak akan mengubah perasaanku ke Shim Heera.”

“Kim Heera.”

“aish jinjja. Nan kalkke.” Changmin mengecup ringan bibir Heera dan meninggalkannya sendiri dikamar.

***

Heera duduk di ruang makan sambil membaca lembaran kertas yang dibuat Yuuri untuknya.

“itu daftar yang harus dipenuhi untuk hari pernikahanmu. Kalau sudah selesai tinggal di check. Jadi tidak ada yang tertinggal kan? Kita mulai dari pertama. Gedung. Kau dan Changmin ingin menikah dimana?” Tanya Yuuri sambil menopang dagunya melihat Heera memakan saladnya.

“aku dan Changmin tidak ingin terlalu mewah. Kami selalu ingin garden party unnie.”

“mworago? Yak! Bagaimana kalau hujan?”

“pokoknya kami ingin garden party.”

“aish jinjja. Arasseo! Kalau gitu kita pakai saja halaman belakang rumah ini. Luas sekali kan rumah ini. Lagipula ada pohon sakura di belakang yang membuat semakin indah kan?” Heera hanya mengangguk mendengar ide Yuuri.

“kalau begitu gedung, check! Selanjutnya…”

“undangan. Berapa orang dan siapa saja yang akan kau undang? Aku sudah menghandle undangan dari Changmin. Dia sudah mengirimkan email kepadaku malam tadi.”

“hah, aku bahkan belum menghubungi appa dan umma masalah ini.”

“kau tidak tahu? Changmin sudah mengatakannya kepada orang tuanya dan orang tuamu. Tadi malam juga. Dan mereka senang mendengarnya. Sepertinya Changmin sangat ingin sekali memperistrimu ya.” Heera hanya melotot mendengar ucapan Yuuri. Ia lalu menghela nafas.

“aku bawa daftarnya. Aku harus ke kampus unnie. Unnie urus catering dan undangan ya?”

“arasseo. Hati-hati ya.”

“ne. nan kalkke unnie.”

***

Heera POVs

“Heera-ya!” aku melambaikan tanganku melihat Reina berjalan dari mobilnya menghampiriku.

“pagi Rei.”

“pagi Heera-ya. Eh, kau tau, dalam minggu ini Park sosaenim akan mengadakan ujian dadakan. Tapi tidak member tahu kapan.”

“MWORAGO?!” aku menghentikan langkahku dan berteriak tanpa memperdulikan dengan smeuanya. I-igae mwoya? Aku harus megurus pernikahanku tapi kenapa malah, aish jinjja ottohke!!!

“kenapa kaget? Bukankah biasanya juga begitu?”

“anniya andweyo! Aku harus mempersiapkan pernikahanku Rei!”

“MWO?!” aku melihat Reina yang posisinya sama denganku sekarang. Sama-sama malu dan sama-sama kaget.

“kau, hamil?” aku langsung mengarahkan tanganku untuk menjitaknya dengan keras.

“michin anniya?!!”

“auw! Yak! Kalau begitu kenapa harus menikah secepat ini?”

“i-itu ka-karena, aah, itu karena kami dipaksa orang tua.” Ucapku asal tanpa memberitahunya alas an aslinya. Masa aku harus bilang kalau semalam Changmin sangat ganas dan sexy? Eh?!!! Anhi anhi anhi!

***

Aku melihat aneh suatu kotak di tanganku. Aku mengangkat wajhaku dan melihat Yuuri onnie yang duduk diatas kap mobilnya.

“igae mwoya?”

“hadiah pernikahan dari eommamu.” Aku mengerutkan dahi dan membukanya. Sebuah pakaian putih berenda cantik terlipat rapi disana.

“itu gaun pernikahan eomma mu dan ingin kau memakainya.” Ucapan Yuuri onnie membuat seluruh bulu kudukku berdiri. Aku menggigit bibirku sendiri agar tidak menangis.

“gomawoyo eomma.” Bisikku sambil menyentuh gaun lembut itu.

“nah kkaja… kita ke bridal. Eomma mu bilang, kau harus merubah desain gaun eomma mu karena sudah tidak model dengan yang sekarang.”

“aish jinjja!” ternyata sama saja ujungnya. Tidak mungkin eomma tidak modis!

***

Aku melihat pantulan diriku di cermin ruang privasi pengantin wanita. Gaun ini benar-benar melekat pas di tubuhku. Hanya sedikit longgar di pinggangnya. Aku memang lebih langsing dari mudanya eomma dulu.

“onnie, boleh aku yang merombaknya?” Yuuri eonnie hanya mengangguk masih melihatku dengan takjub. Aku tersenyum manis dan pegawai dan penjahit gaun segera dating menghampiri.

***

“sekarang apa lagi?”

“sudah kok. Tinggal membuat janji dirumah.” Aku memegang leherku capek. Rumah?

“memang apa yang harus di urus di rumah onnie?”

“hari ini hanya catering karena sudah jam 5. Besok design garden party nya.”

“masalah masakan aku serahkan ke onnie. Aku percaya pada onnie. aku harus belajar untuk ujian onnie.”

“kkureom. Gwenchana.”

“gomawoyo onnie.” aku membuka pintu mobil dan memasukkan kunci. Saatnya pulang.

***

Aku mencoba mengerti apa yang ada di catatan kuliahku namun aku sama sekali tidak mengerti. Haaah, biasanya ada changmin yang akan membantuku. Aku mengambil ipadku dan menghubungi nomornya.

“waeyo?” aku tersenyum manis melihat wajahnya di sana.

“oppa tidak merindukanku?”

“yak! Nan jeongmal bogoshippo! Tapi aku sedang rapat.”

“jam segini? Yak! Ini sudah malam!”

“yak! Aku di Bangkok! Pabo!”

“mworago?! Oppa! Aku calon istrimu tapi kau mengataiku babo?!”

“aish, mianhe jeongmal mianhe. Aku kan tidak bermaksud cagiya!”

“yak! Jangan bentak aku oppa! Aish jinjja! Aku menyesal menelponmu!” pip! Aku mematikan telepon ipadku dengan kesal. Ipadku kembali bergetar namun hanya ku diamkan. Rasakan! Sudah membuatku kesal. Selalu membuatku kesal!

***

Aku mencermati layar Ipad ku yang memunculkan design-design garden party. Tapi aku tetap saja tidak merasa puas.

“bolehkah aku yang men-design nya sendiri? Aku tidak suka dengan semuanya.” ucapku dengan santai tanpa memperdulikan wajah kaget dan tidak percaya dari CEO nya. Sedangkan Yuuri onnie hanya menyembunyikan rasa gelinya. Aku membuka painter di Ipadku dan mulai mencoba memberikan kisi-kisi gambaranku disana. Untung saja akhirnya Park sosaenim membuat ujiannya terjadi pada hari ini. Jadi aku sudah bebas tugas dan bisa memikirkan pernikahanku dengan focus!

***

Aku menghembuskan pelan nafasku. Besok adalah hari pernikahanku sedangkan Changmin oppa sama sekali belum pulang dari Bangkok. Dia bilang ada sedikit masalah yang membuatnya pulang terlambat. Tapi bahkan sampai sekarang dia tidak bisa dihubungi! Apa-apaan dia! Suatu pernikahan tanpa mempelai pria memang pernikahan!

To: My Changmin Oppa

Yak oppa! Kau tidak pulang maka aku tidak sudi melihatmu lagi! Kau pulang mala mini atau kau mati!!!

Changmin POVs

Aku membaca sms Heera dan menelan ludahku. Aish jinjja! Eottohke!! Proyekku belum selesai! Aaah!!! Ini tidak akan kutinggalkan begini saja.

***

Aku melihat jam tanganku dengan setengah berlari keluar airport. Untung aku memakai flight pertama dari Bangkok pagi ini! Dan untung saja Yuuri noona sudah mengirimkan tuxedo untukku kemarin lusa. Aku dengan cepat memasuki taksi dan menyuruh supirnya untuk mengebut. Bisa mati aku!

Heera POVs

Aku menekuk mukaku sebal. Aku tidak berhenti melihat jam di dinding ruang tamu. 5 menit menuju pernikahanku. Bukankah akan aneh kalau pernikahan ini di undur?! Changmin oppa sialan!

“tenanglah cagi. Tidak mungkin Changmin tidak dating. Dia kan bertanggung jawab.” Aku langsung melototkan mataku pada Yuuri onnie yang mencoba mensabarkanku sedangkan dia sendiri mondar mandir dihadapanku.

“kau sudah siap?” aku menengok kea rah pintu masuk dan melihat appa dan eomma masuk. Aku langsung berdiri dan menghentakkan kakiku.

“AKU-TIDAK-MAU-MENIKAH!” aku melempar buket bungaku dan berjalan menuju kamarku sendiri.

“yak!” aku menghentikan langkahku dan melihat kea rah pintu masuk. Aku melihat Changmin oppa berdiri sambil berkacak pinggang menstabilkan nafasnya yang terengah-engah. Aku mencopot high heelsku dan melemparnya ke arahnya. Dengan cepat ia menghindari lemparan sepatuku.

“Yak Shim Heera michin anniya?!!”

“ne!! MICHIGETDA!!!” aku kembali melepas high heelsku dan melemparnya ke arahnya lagi. Dengan sigap ia menangkapnya dan berjalan menuju ke arahku.

“Kkajja kita menikah. Nee?” ia mengeluarkan puppy eyesnya yang tidak mempan untukku sekarang.

“SHIRREO! KITA TIDAK AKAN MENIKAH!”

“jinjja? Kau tidak ingin menikah denganku?” aku melotot tajam ke arahnya. Ia melihatku dengan menantang.

“pokoknya kita harus menikah!”

Changmin POVs

Aku langsung mengangkat badannya dari bawah dan menggendongnya dengan bridal style.

“gyaa!! Shim Changmin turunkan!!! Aku tidak mau menikah!!!”

“aish jinjja! Shikkureo~”

“oppa turunkan turunkan turunkaaaan!!!” dia memukul-mukul badanku dengan ganas dan terus berontak di gendonganku. Aku menghela nafas lalu menciumnya sambil terus berjalan melewati undangan yang hadir. Mereka berdiri dan bertepuk tangan untuk kami. Seketika itu pula berontakan Heera terhenti.

***

“Kim Heera, bersediakah kau menjadi pengisi kekosonganku, penerang kegelapanku, pembawa kedamaianku, pemberi kesejukanku, pembawa kesembuhan untukku, dan bersediakah kau untuk menjadi ibu dari anak-anakku?” ucapku sambil mengedipkan sebelah mataku jahil. Aku bisa melihat pipinya bersemu merah dan mengangguk.

“aku Kim Heera tidak menolak seorang pangeran yang menyebalkan dan licik sepertimu. Karena aku sangat mencintaimu.” Ucap Heera dengan senyum manis disanna. Awalnya aku tersenyum, tapi langsung menariknya mendengar ucapan Heera.

“yak! Aku itu tampan! pangeran yang tampan!” ucapku sambil cemberut manja. Dia langsung melotot.

“anniya! Kau itu menyebalkan! Lihat saja kelakuanmu!”

“panggil aku oppa!” aku mengeraskan suaraku manja.

“shirreoyo! Kau membuatku marah tadi!”

“yak! Shim Heera!” aku mulai kesal dengannya.

“KALIAN KUNYATAKAN SAH!” tanpa buang waktu aku langsung memeluk pinggangnya dan melumat bibirnya ganas. Tepuk tangan riuh membahana seketika di belakang kami.

***

“kamsahamnida. Kamsahamnida. Kamsahamnida” aku terus menerus mengucapkan kamsahamnida dan tersenyum bersama Heera untuk menjawab ucapan selamat dari para undangan. Dan ternyata design yang diinginkan Heera benar-benar fantastis! Bukan seperti wedding party, tapi birthday party. Ada balon, lalu kue tart entah berapa tingkatan, dan segala macam! Jinjja! Belum lagi, dia berniat kami yang berputar mengunjungi tamu undangan. =__________=”

***

Heera POVs

Aku tersenyum mengamati design ku yang sempurna di wedding party ku. semua berjumlah 24. Balon berwarna-warni yang berjumlah 24, kue tart dengan 24 tingkat, bunga mawar putih yang berjejer di jalan altar rapi dengan jumlah 24 juga. Hanya, ada kecacatan yang membuatku kesal sekarang!

“chukkae kalian!” aku menengok ke samping dan cemberut melihat Yuuri onnie berjalan mendekati kami.

“Aku benci onnie.” ucapku singkat sambil melipat tanganku di dada.

“yak! Waeyo? Aku sudah melakukan semua tugasku.”

“itu! kenapa hiasan es nya bukan inisial CH? Kenapa malah angka 24 hah?!”

“yak! Waktu itu kau bilang semua bertema 24! Yasudah aku ambil saja 24 bukan inisial nama kalian!”

“tapi onnie! itu-“

“aish, apakah seperti itu penting?”

“penting!” aku dan Yuuri onnie sama-sama menjawab pertanyaan Changmin oppa dengan bentakan. Aku menengok kea rah Yuuri onnie lalu tertawa bersama.

“Gomawoyo Yuuri onnie…”

“cheonman saeng… Chukkaeyo… Kau terlihat cantik dengan gaun eomma mu.” Aku menunduk dan melihat diriku sendiri. Aku hanya tersenyum mendnegar pujiannya. Eomma juga bilang aku cantik. Wedding dress ku aku potong selutut dan aku beri tumpukan furing dari pinggul sampai lutut membuatnya mengembang. Lalu aku membuat cadar yang panjang jadi menutupi belakangku. Pernikahanku, adalah pernikahan yang paling hebat! Karena tentu saja aku yang merancangnya. Hahaha.

***

Author POVs

“Shim Heera?” suara Changmin memecah kesunyian rumah mereka malamnya. Changmin melihat Heera didepan cermin masih dalam balutan wedding dressnya.

“waeyo?”

“oppa, sepertinya ada yang tersangkut. Aku tidak bisa membukanya.” Ucap Heera manja ke Changmin. Changmin tersenyum pervert dan mendekati Heera lalu memeluknya dari belakang.

“aah, aku tahu, kau ingin melanjutkan yang dulu kan?” ucapan Changmin langsung dihadiahi jitakan keras dari Heera.

“auw!”

“dasar pervert! Aku mau mandi! Cepat buka!”

“aish! Arasseo. Sekarang akan kubuka hm!” changmin mulai berusaha membuka resleting wedding dress Heera yang ternyata memang tersangkut benang disana. Setelah beberapa lama berkutat akhirnya dress itu terbuka dan menampakkan punggung mulus Heera. Changmin menelan ludahnya dan melihat Heera dari cermin didepannya.

“Heera-ya, sepertinya kau tidak bisa mandi. Karena aku benar-benar tidak bisa menahannya!” selesai dengan ucapannya Changmin langsung menarik dagu Heera dan menciumnya ganas.

E N D

Yak~ Halooooh gimana FF ChangHee yang Reina buat? Yah, emang agak cacat dan nggak sebagus kalau Teteh buat sih, tapi seenggaknya puas kan? Detail kan? Paham kan? Ok, terimakasih🙂

autumnsnowers a.k.a kim heera NOTE :: Jinjja daebak anin!! >< suka suka suka!!! mksh ya😉 bagusan kmu yang buat hoho

PENGUMUMAN untuk PW!! >> Aku udah kirim ke email reader yg pernah ninggalain komen… dan bagi pemilik email ini >> nurul.lumutz@yahoo.com sama juleelambenaung@yahoo.co.id aku udah ngirim email ke kalian tetapi gagal terkirim.

89 thoughts on “Our Wedding [Our Story Sequel] [ChangHee Couple]”

  1. Reina eonni~

    FFnya keren aku suuukkaaaaa *lempar sungjong ke eonni* *narik Kyu*

    Daebak, daebak, daebak….

    O.o” heera ngelempar high-heelsnya ke max!! -_-

    ChangHee Daebak!!!! I Like Eonni!!

    Aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  2. wah changmin uda g sabar makanya langsung ngajak heera nikah. .
    dan klo pas pernikahannya changmin telat aku g jamin changmin msh bs menghirup udara pas itu. .
    hehe
    bagus bgt. .

  3. .daebak daebak. . .
    .heera sadis bgt ea.,nglemparin changmin ma high heels.,kasian high heelsnya kn.,klo rusak gmn.?#pllaaaakkk.,di pelototin changmin
    .tp sumpah.,ni couple bner* lucu plus aneh. . .
    .saya jdi sssiuukkkaaaaa. . .:D

  4. authornya beda yaaa
    pantes aja karakter changmin beda
    deisini changminnya lucu,, ngotot trs maksa lg
    tp klo ga ngotot ga bakal nikah2 dia
    heeranya sadis jg yaa smpe mau lempar pisau segala
    keren thor suka aku

  5. hmm,, seru2,, jarang2 baca ff ginian yg cast Nah Changmin..
    duuhh,, changmin sweet beud sengaja masakin mkan siang buad heera unt minta maaf, aQ uga mw..
    huee
    itu si yuri muncul mulu,, merusak kebersamaan ChangHee ajah,, kn mereka mu 2-2an..
    hoho

  6. Oh gitu yaah,,
    kok nggak t’kirim?

    E’mailQ udah lama sih nggak Q buka,
    maka’x aq nggak t’lalu suka klo kirim pw ke e’mail..

    Ada alternatif lain nggak chingu??
    *_*

  7. Yak!!
    Kok end tiba2,,

    hmmm

    aq udah baca,
    tapi lagi2 krna aq seorang P.E.L.U.P.A. S.A.N.G.A.T,
    gara2 jaringan error, aq jadi lupa ketik lagi komen’x,
    & lebih parah’x aq lupa isi komen’x apa..

    Mian ya..

    Huuuhh
    dasar Reader pelupa!!

  8. Q pikir ni ff ceritanya Minho, ternyata bukan ya!!!?
    tapi ff nya lucu!!!!!!
    Gomawo udah di kasih PW,
    Mian tanya lagi, ini kn g di protect! knp hrs mnt PW???

  9. Q suka ma critanya. Keren Ɓȃήƍέєë†††

    Untung aj changmin bs menghindri dri lemparan highheels heera. Klw kena, wahh kasihan wajah ganteng changmin

  10. bru tau aku dpt pw ni maklom bru buka imel
    mo numpang nampang dulu entar tak baca hehehe maaf banyak tugas
    klo buru2 bacanya entar gak ngeh bai bai

  11. wwaaww…
    hahahahahaha…
    lluuccuuu..
    mau nikah ajah pake berantem dulu…

    aku ru baca cerita yang ini onni..
    apa ada cerita sebelum’a..???

    uiya..
    cara minta Pw’a gimana…????

  12. jiahhhh~~~ happy wedding ^^,,,,, itu knp hrus bertema 24???
    changmin maksa buat nikah..msih dpn altar aj udh ganas gtu, ckck,, oppa sebaiknya hilangkan otak pervertmu itu!
    woah~~ kren thor.. HIMNAE ^&^

    1. hmm knp yaaaaaaa… :p
      hahaha iya dy maksa bgt kan….
      kyaaaa jd maluuuuu >///< bener bgt tuh msh di altar aj nepsong bgt tuh orang, pdhl kan banyak org yaa -___-"
      dy pervert bgt emang…

      mksg udh komen^^

  13. Shikshin kawin jg akhirnya..pas bgt baca ni ff pas lg lembur smbil nungguin laporan kelar d edit sm auditny kkkkkkkk~ yadong jg c changmin..oia aq mo koreksi kl ipad kluaran apple g bs d pke telp kecuali sam sung galaxy tab 7..gpp kan d koreksi…

  14. wow changmin dteng sbelum 5 mnt pernikahannya dimulaiii ??!!! daebakkk !!!!!!

    hahaha ini pasangan bener2 lucu, apalagi pas yg changmin baru dteng langsung dilempar pke hogh heels nya heera …

    pokoknya ff nya daebak deh thor !!! seering2 bikin yg alurnya begini yaaa😀
    annyeong ^^

  15. ahhhhhhh, diriku reader baru.
    nega fie imnida. (gak ada yg nanya fie) #dooooor
    suka deh sama sosok changmin disini,
    walaupun rada yadong, wakakkkkk
    good job thor ^^

  16. Anneyeong, aku readers baru.
    Sedikit story, aku nyasar ke blog ini dri google dan langsung baca sequel ini, wkwk. And untung NCnya di skip, coz’a aku baca ff ini setelah Solat Idul Adha😀

    Ceritanya keren, wlwpun aku lngsung baca sequel tp aku langsung ngerti :))

    Oiya, aku boleh passwordnya,tidak? Adakah format tertentu buat minta password?

  17. Ceritanya keren,boleh ngasih sran sama masukan gk?
    Mungkin lebih baik ceritanya agak di panjangin lagi biar gk terlalu pendek.itu sih menurut saya hehehehe
    Hwaiting cingu!!

  18. Annyeong ^^ slm knal, kazu imnida. Sneng bgt bs msk k blog ini n bc ff bgs pa lg main castny yobo-q. Couple ini lucu n unik, q sk bgt. Boleh minta psswrdny y, q pnsrn bgt ^^ thx in advance.. Sring2 bikin ff yg main castny my future husband, changmin y ^^ wlw pervert gpp cz I love him so~ much.. Author jjang, bangapta..

  19. salam kenal, seung jae imnida. saya baru nemu blog ini, ternyata cerita bagus, detail ceritanya dapet, ga terlalu panjang jg jd ga bosen bacanya. ditunggu ff terbarunya ^_^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s