God, You Know I Love Her. So Much! [Reina POVs]


Author: Lee Reina

Casts: Lee Sungjong, Lee Reina, Seungyeol, Myungsoo/L, Joohye, Hyunmi

Rate: NC 17

Author’s Notes:

Anyyeong semua~ Ini lanjutan God, You Know I Love Her. So Much! ya. Jadi jangan bingung. Yang belum baca, ayo baca dulu disini. Baru kalian bisa mudeng. Ok! Ayo kita mulai!

Before (Sungjong’s PoV)

Lee Reina POVs

Aku membuang tissue yang sudah penuh ingus ke tong sampah sebelah kasurku. Sakit sendirian memang tidak enak! Harus melakukan semuanya sendirian. Oh, kalian menanyakan kakakku? Mana ku tahu mereka dimana. Tapi yang jelas ayah dan mamiku jelas pergi ke Jepang. Aku mulai heran dengan mereka. Kenapa tidak mereka tinggal disana saja. Daripada menghabiskan uang untuk bolak balik Indonesia-Jepang. Lebih baik uangnya untuk aku ke Seoul agar bertemu dengan Sungjong. Hehehe

Ting Tong

“gya!! Siapa sih! Aku baru saja mau tidur!” aku menjejakkan selimutku kesal dan berjalan sempoyongan ke pintu depan. Kenapa mami tidak menyewakanku pembantu saja sih?!

Cklek!

“siapa?!” bentakku dengan kesal. Raut wajahku berubah begitu melihat orang-orang yang aku kenal di hadapanku.

“ka-kalian… kenapa disini?”

“Reinaaa~ kau benar sakit?! Mana yang sakit? Ya Tuhan maafkan aku baru bisa menjengukmu sekarang…” badanku mundur beberapa langkah mendapat pelukan tiba-tiba dari Sungjong. Otakku masih berputar lambat melihat orang-orang di belakang punggung Sungjong masuk ke rumahku dan menutup pintu.

“ya! Kim Myungsoo oppa! Mati kau habis ini! Pintu itu ditutup dengan tangan bukan kaki!” Myungsoo oppa hanya mengedikkan bahunya dan berjalan masuk melewatiku dan Sungjong yang masih memelukku. Erat.

“kau ini kenapa sih Sungjong?” tanyaku melepaskan pelukannya.

“kau yang kenapa. Sakit kenapa tidak memberitahuku? Aigoo, kau pucat sekali cagiya…” ia memegangi pipi tembemku dengan lembut. Aku bisa mencium bau parfum miliknya. God! Hidungku terasa gatal. Aku segera mendorong tubuhnya menjauhiku.

“Hachu!!!” aku mengusap hidungku yang gatal sehabis bersin.

“benar-benar sakit rupanya.” Aku menengok ke arah Hyunmi yang tersenyum ke arahku. Ia menggandengku menuju kamarku diikuti Sungjong. Sedangkan Seungyeol oppa? Dia bersama Myungsoo oppa berkutat di depan TV.

“apakah tidak ada orang lain?” aku menggeleng dan merebahkan diriku di kasur.

“oppadeul sibuk kuliah dan appa umma di jepang.”

“lagi?” Tanya Hyunmi dan Sungjong bersamaan. Aku mengangguk lemas.

“mana Joohye onnie?” tanyaku ke arah Myungsoo oppa yang masuk ke kamarku menuju laptopku. Ia mengedikkan bahunya dan mulai membuka laptopku.

“Joohye baru nanti malam sampai semarang. Ia kan harus mengurus kuliahnya. Walaupun sedang libur.” Aku hanya mengangguk mengerti. Memang Myungsoo oppa selalu ditelantarkan.

“sudah makan? Aku buatkan makanan untukmu.” Hyunmi onnie tersenyum dan beranjak keluar dari kamarku.

“hyung, kau tidak mau keluar?” Tanya Sungjong dengan penekanan ke arah Myungsoo oppa yang sedang asyik bermain game. Myungsoo oppa menengok dan meringis. Ia mengambil laptopku dan keluar kamar.

“jika menutup pintu gunakan tangan.” Ucapku ke Myungsoo oppa. Namun ia malah memakai kakinya untuk menutup pintu.

“ya!!” teriakku spontan. Aku mendelik melihat kelakuan Myungsoo oppa yang selalu menyebalkan.

“Reina-ah, kenapa kau harus sakit…” aku menatap Sungjong yang melihatku dengan sedih. Dia meraih tanganku dan menggenggamnya.

“aku hanya kecapekan. Semuanya pasti baik-baik saja.”

“tidak akan baik-baik saja sampai kau sembuh.” Aku tersenyum mendengar perhatian lebih darinya. Aku mendudukkan badanku dan mencium pipinya lembut.

“gomawo. Aku rasa aku akan sembuh kau disini Sungjong.”

“jeongmal saranghae.”

“nado.” Ia memajukan wajahnya dan menciumku lembut. Aku membuka mulutku untuk memudahkannya menciumku. Lidahnya mulai menyapu langit mulutku yang tadinya terasa kering. Ia merebahkan badanku di kasur tanpa melepaskan ciumannya. Dia dengan lembut membelai pipiku. Aku tersadar lalu melepas ciuman kami.

“kau bisa tertular nanti.” Ucapku sambil membersihkan bibirnya yang basah.

“baguslah. Kita sama-sama sakit.” Ucapnya dengan senyum innocent nya. Aku segera mengarahkan tanganku untuk menjitaknya. Dengan sigap ia memegang tanganku dan menciumku lagi. Aku tetap menutup mulutku walaupun aku tergoda membukanya karena lidahnya semakin menggodaku. Ia menggigiti kecil bibir bawahku agar terbuka. Kau harus tahan Reina! Ia melepaskan ciumannya dan menatap dalam mataku.

“jahat.” Bisiknya di telingaku. Aku menaikkan bahuku geli dengan bisikannya. Ia mencium pipiku dengan sayang dan menegakkan tubuhnya. Aku duduk dan mengusapkan jariku membersihkan bibirnya.

“bukan jahat. Justru aku menjagamu.” Ucapku dengan senyum kecil. Ia memegang tanganku dan menciumi tanganku.

“kau harus cepat sembuh. Arrachi?” aku tersenyum dan mengangguk.

“sekarang tidurlah. Aku akan menemanimu disini.” Ia menggenggam tanganku dan membantuku merebahkan diri lagi. Ia menarik selimut sampai daguku dan mencium keningku lama.

“selamat tidur.” Ucapnya dalam bahasa Indonesia. Aku tersenyum dan memejamkan mataku.

***

Aku merasakan hangat pada tubuhku. Perlahan aku membuka mataku dan merasakan pelukan dari sebelahku. Aku menengok ke samping dan mendapati Sungjong ikut tertidur di sebelahku sambil memelukku. Aku hanya tersenyum dan menyingkirkan tangannya. Ia bergerak kecil namun tidak bangun. Dasar tukang tidur! Aku memegangi perutku lapar. Aku bangun dari tempat tidur dan keluar kamar meninggalkan Sungjong.

“kau sudah bangun?”aku menengok ke arah Hyunmi onnie yang bersama Myungsoo oppa dan Seungyeol oppa di ruang TV. Hyunmi onnie hanya melihat Seungyeol oppa dan Myungsoo oppa bertarung tekken di playstation.

“ne. sudah lebih baik. Hanya tinggal pusing Hyunmi onnie. Aku lapar…” ucapku memegangi perutku dengan tatapan memelas. Hyunmi onnie tertawa dan berdiri dari duduknya menuju ruang makan plus dapurku.

“mianhe, tadi waktu aku mengantarkan makanan, kau sudah tidur dengan Sungjong. Jadi aku tidak tega membangunkanmu.”

“Hyunmi onnie, aku hanya tidur bersama Sungjong. Bukan sudah tidur dengan Sungjong.”

“hahahaha arasseo. Ini. Hyunmi onnie hanya masakkan kau apa yang ada di kulkas. Ne? untuk nanti malam kita delivery saja. Atau beli sekalian jemput Joohye di bandara.” Aku hanya mengangguk mengiyakan. Aku mulai menyendokkan soto ke mulutku.

“mashita Hyunmi onnie!” ucapku senang dan mulai menyantapnya lahap.

“Reina hilang!!” aku menengok ke sumber suara. Aku melihat Sungjong di depan kamar dengan panic.

“ya! Neo baboyo?! Dia disni magnae.” Ucap Hyunmi onnie sambil tertawa. Sungjong menengok ke arah kami dengan cepat. Aku hanya melambaikan tanganku innocent. Ia berjalan cepat mendekatiku dan memelukku.

“aku takut sekali tidak menemukanmu disampingku.” Ucapnya berbisik. Aku tersenyum.

“aku lapar.” Jawabku sambil melepaskan pelukannya dan memakan sotoku lagi.

“yaa~” ucapnya dengan kesal dan manja. Aku hanya tersenyum melihatnya duduk di depanku.

“noona aku juga lapar.” Hyunmi onnie hanya geleng-geleng melihat tingkah Sungjong dan mengambilkannya soto.

“aku tidak tahu kau suka atau tidak. Tapi yang jelas hyung mu itu pada makan dengan senang hati. Entah suka atau kelaparan.” Ucap Hyunmi onnie sambil berjalan meninggalkan kami. Sungjong memasukkan sendokannya yang pertama ke mulutnya.

“rasanya aneh. Tapi enak.”

“ini namanya soto.”

“soto.” Ulangnya dengan aneh. Aku hanya tertawa geli dan memakan lagi sotoku.

“sudah lebih baik?” Aku tersenyum dan mengangguk.

“sangat baik!” ucapku dengan semangat. Sungjong menepuk puncak kepalaku dengan lembut.

“aku senang kau cepat sembuh. Pasti karena ada aku.” Aku merubah tatapan ku ke arahnya dan kembail memakan sotoku.

“yaa~” ia kembali mengeluarkan manjanya.

***

“kami menjemput Joohye dulu ya. Kau hati-hati dirumah dengan Sungjong.” Aku mengangguk sambil menutup pintu rumahku. Sekarang dirumah tinggal aku dan Sungjong. Yang lainnya menjemput Joohye onnie yang dibandara.

Tilililit

Baru saja aku menutup pintu, aku mendengar telepon bunyi. Aku segera ke arah telepon diikuti Sungjong.

“halo?”

“halo Rei. Hyunmi onnie udah berangkat?”

“udah Joohye onnie. Takut telat katanya.”

“aduuh, pesawatku delay. Jadinya telat sampai semarang. Aku telepon Hyunmi onnie dulu ya?” pip. Pesawat delay? Huaah, padahal Hyunmi onnie sudah berangkat.

“waeyo?” aku merasakan pelukan dari belakangku. Dagu Sungjong dengan manja di taruh di bahuku.

“Joohye onnie terlambat. Pesawatnya delay. Jadi kita akan lama sendirian dirumah.” Aku menghembuskan nafas dengan tatapan melas. Aku melepaskan tangan sungjong dan berjalan menjauhinya.

“ya! Eoddiseoyo?”

“aku mau mandi. Mau ikut?” tanyaku dengan tatapan malas ke arahnya.

“boleh ikut?” aku melihat pandangan mesum dan seduktif darinya.

“pernah merasakan ku pukul bantal?” tanyaku sambil masuk ke kamar menuju kamar mandi dalamku.

***

Aku membuka pintu kamar mandi sambil mengancingkan piyamaku. Aku duduk di pinggiran kasur dan melihat Sungjong memejamkan matanya. Aku tersenyum dan duduk disebelahnya. Aku merapikan rambutnya. Telunjukku menelusuri garis rahangnya yang kokoh dan berhenti di sudut bibirnya. Aku tersenyum teringat bagaimana ganasnya Sungjong kalau menciumku. Aku mendekatkan diriku dan mencium lembut bibirnya.

“jangan berpura-pura tidur.” Bisikku di telinganya dengan tersenyum. Aku kembali melihat wajahnya yang masih memejamkan matanya. Aku mendengus kesal dan merebahkan badanku di sebelahnya.

“jangan berpura-pura ingin tidur kalau masih menginginkanku.” aku mengedikkan bahuku geli merasakan nafas di telingaku.

Mau baca NC nya? Ayo>>>

***

“kau milikku sepenuhnya.” Ucapnya sambil mencium dalam keningku. Ia meraih penyumbat bathtub dan membukanya. Perlahan air didalam bathtub menyusut. Hilang sudah tanda-tanda kami habis melakukannya.

“kita harus cepat. kalau tidak pasti nanti yang lain curiga Sungjong-ah” ucapku dengan menarik tangannya keluar dari kamar mandi. Aku meraih handuk dan mengeringkan tubuhku. Sungjong merebut handukku dan mengeringkan tubuhku dan tubuhnya.

“kau harus memanggilku oppa. Arachi?” ucapnya sambil mengancingkan piyamaku. Sedangkan dia sudah berpakaian lengkap. Aku tersenyum dan mengangguk.

Ting tong!

Aku dan Sungjong tertawa mendengar bel rumah bunyi. Sungjong menggandengku keluar kamar menuju pintu rumah.

Cklek.

“oh, kalian sudah pulang? Mana makan malam kami?” ucapku dengan tersenyum membuka pintu rumah.

END

33 thoughts on “God, You Know I Love Her. So Much! [Reina POVs]”

  1. Hahaaha dasar anin
    Tetep aja ga jauh2 dr yadong
    Masalahnya ∂ķΰ jadi selalu baca
    Gimana donk?
    ‎​;)hє^_^hє;) ..;)hє^_^hє;) ..

  2. Baru pertama ngeyadong nih,,,he3x ,,,
    Penasaran jg sama awalnya kug bs nyasar d semarang, soalnya q jg nak smrg,,,
    Minta passwordnya y,,,gomapta #bow

  3. aaahhh~ Mau liat NC nya tapi di protect….
    bikin greget thor soalnya ga liat bagian NC nya -.-
    aku udah cukup umur kok… aku 22 kok~

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s