My Lovely Fat Part 7b

Title       :: My Lovely Fat Part 7b

Author :: autumsnowers

Rate       :: PG

Cast       ::

– Kim Heera

– Kim Heechul

– Shim Changmin

– Choi Jonghun, and you’ll find the other cast in this story

Warning :: Part ini lumayan panjang!!

~ Story Begin ~

Dua namja dengan dua gadis yang berbeda kini tengah menyusuri jalan-jalan di kota Seoul,  di tempat yang sama tetapi dengan arah yang berlawanan

Mereka terlihat bahagia menikmati waktu yang terus bergulir, berjalan beriringan dengan senyum yang menghiasi wajah cantik dan rupawan mereka.

~~~****~~~

 

Seorang namja dan yeoja kini tengah berjalan menyusuri trotoar , menikmati aktifitas orang-orang yang ada di sekitar mereka. Mengabaikan tatapan-tatapan yang mengagumi  keserasian mereka.

 

“ Selanjutnya kita akan kemana? Semua tempat sudah kita jelajahi.” Tanya sesosok namja tampan sambil menoleh pada gadis yang berjalan di sampingnya.

 

“ Jinjjayo semua tempat telah kita jelajahi? Hmmm aku tak merasa lelah, apakah karena bersamamu jadi tak terasa jika kita telah menghabiskan banyak waktu?.” Tanya gadis itu sambil mengerling menggoda pada namja tampan di sampingnya.

 

“ Hahaha kenapa kau jadi narsis sekali hah?.” Tanya namja itu sambil tertawa.

 

~~~****~~~

 

Di lain sisi juga ada sepasang namja dan yeoja yang memukau orang-orang yang berpapasan dengan mereka karena wajah tampan sang pria dengan gadis yang berpenampilan ellegant.

 

Mereka berjalan beriringan, sang pria memasukkan ke dua tangannya ke dalam saku coat coklat yang dia kenakan sedangkan gadis itu menentang tas tangan di tangan kirinya. Melangkah dengan langkah lebar karena kaki jenjang mereka.

 

Sibuk memperhatikan toko-toko yang mereka lalui tanpa menghiraukan tatapan-tatapan memuja orang-orang yang mereka lalui.

 

~~~****~~~

 

Seorang gadis kini tengah merogoh tas tangan miliknya, berusaha menggapai benda yang dia cari.

Dia langsung menoleh ke samping –ke arah namja yang berjalan di sampingya- dan membidik namja itu dengan kamera yang kini tengah berada di tangannya. Siapa sangka jika benda yang dia cari di dalam tas tangan kecil miliknya itu adalah kamera SLR ?

 

Namja itu pun langsung menoleh saat dia merasakan bahwa ada seseorang yang memotretnya, dan dia menemukan gadis itu tengah mengacungkan kameranya sambil tersenyum manis. Namja itu hanya tersenyum tipis pada gadis di sebelahnya yang 1 tahun terakhir ini hobby memotret.

 

Mereka tetap berjalan beriringan. Tangan namja itu merangkul  bahu gadis yang kini berjalan sambil melihat orang-orang yang berlalu lalang di depannya serta toko-toko yang menarik perhatiannya di balik lensa kamera miliknya.

 

Langkahnya terhenti saat bidikanya menangkap sepasang manusia yang sangat sempurna di balik lensa kamera miliknya. Namja itu pun ikut menghentikan langkahnya, menatap bingung pada gadis yang berdiri di sampingnya tanpa melepaskan rangkulannya pada gadis itu.

 

Gadis itu masih diam mematung dengan tetap melihat objek bidikannya melalui lensa kamera kesayangannya. Sedangkan namja yang tadi menjadi objek kamera gadis itu diam terpaku menatap gadis yang membawa kamera yang  kini hanya berjarak 100 meter darinya. Sama seperti gadis itu, namja ini pun hanya bisa berdiri diam mematung menatap gadis itu. Tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya yang seolah terkunci rapat.

 

Mata mereka bertemu, seolah saling menyapa melalui tatapan mata mereka. Hingga tangan lentik milik gadis yang mengenakan dress hitam menyelusup di lengan namja itu dan menariknya masuk ke sebuah toko.

 

Nafas gadis itu tercekat seketika saat menyadari toko apa yang baru saja di masuki oleh sepasang orang yang tadi menjadi objek bidikan kameranya. Toko Perhiasan.

 

Gadis itu mencengkram coat hitam yang dipakai oleh namja disampingnya, seolah-olah  mencari sesuatu yang dapat menopang tubuhnya. Ada luka yang menyayat hatinya, tapi itu tidak terlalu sakit. Hanya seperti syok terapi untuknya.

 

“ Hee-chan, apakah kau baik-baik saja? “ tanya namja yang berdiri di sampinya dengan wajah khawatir.

 

“ Aku tidak kenapa-napa oneesan. Cepat, kita harus meninjau tempat yang belum sempat kita kunjungi.“ jawab gadis itu yang ternyata Heera tanpa melepas cengkramannya pada coat yang dikenakan Jonghun.

 

“ Tidak. Kau harus pulang.”

 

“ Tapi oneesan, tinggal 2 tempat lagi yang belum kita tinjau.” Heera tetap bersikeras.

 

“ Kalau begitu kita hanya meninjau 1 tempat dan langsung pulang, bagaimana?” tawar Heera dengan mengeluarkan puppy eyes miliknya saat melihat ekspresi wajah tegas Jonghun.

 

Akhirnya Jonghun pun mengangguk dan Heera tersenyum senang.

 

“ Kajja.” Ajak Heera sambil melingkarkan tangannya pada lengan Jonghun dan menariknya melangkah pergi.

 

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari dalam salah satu toko. Tergurat berbagai macam emosi yang tergambar di sepasang mata itu.

 

~~~****~~~

 

Tatapannya menatap kosong kepergian gadis yang sangat dikenalnya berjalan beriringan dengan seorang namja.

 

Saat kedua sosok itu sudah tak tertangkap dalam jangka pandangnya, saat itu pula ada sepasang tangan yang menarik tangannya. Namja ini menoleh dan menatap gadis yang kini tengah mengacungkan sepasang cincin pertunangan.

 

“ Max, bagaimana? Bagus bukan?? Apakah sesuai selera mu?” tanya gadis itu sambil memperlihatkan cincin yang ada dalam genggamannya.

 

“ Ne. Kau benar Sooyoung-ah… ini sangat sesuai selera, hanya saja ukurannya terlalu kekecilan.” Jawab Changmin tulus sambil memperhatikan dengan seksama sepasang cincin itu.

 

Seorang gadis cantik yang baru saja memasuki toko perhiasan ini terkejut saat melihat siapa yang berdiri tak jauh darinya.

 

Changmin dan Sooyoung.

 

Mereka tengah sibuk memesan cincin yang sama seperti tadi dengan ukuran yang berbeda. Gadis itu melamun, entah memikirkan apa.

 

“ Ah nona Miyoung, ini milik Sungrin sajangnim yang tertinggal.” Teguran salah satu pelayan toko perhiasan itu telah menyadarkan Miyoung dari lamunannya, dia menerima amplop coklat yang disodorkan oleh pelayan tadi.

 

Karena mendengar nama yang tak asing lagi dalam pendengarannya, namja itu pun menoleh dan terpaku untuk kesekian kalinya saat melihat siapa gadis yang dimaksud pelayan tadi.

 

“ Miyoung-ah… untuk apa kau di sini?.” Tanya namja itu, Changmin. Sooyoung yang berdiri di sebelahnya pun ikt menoleh dan tersenyum ke arah Miyoung.

 

Miyoung hanya tersenyum tipis ke arah Sooyoung lalu kembali menatap Changmin.

 

“ Toko ini milik ahjumma ku dan aku hanya mengambil design perhisaan miliknya yang tertinggal.” Jawab Miyoung sambil mengacungkan amplop coklat di tangannya.

 

“ Dan apakah kalian memesan cincin pertunangan? Kau akan bertunangan dengan siapa Sooyoung-ssi? “ tanya Miyoung sambil terus berusaha tersenyum manis.

 

Bukannya menjawab pertanyaan Miyoung, Sooyoung malah tersenyum sambil menoleh pada Changmin.

 

“ Ah sudahlah, biarkan itu yang menjadi kejutan untukku. Lagi pula, sepertinya aku tahu siapa namja beruntung itu. Sampai jumpa.” Ucap Miyoung tanpa mendengar jawaban Sooyoung karena merasa jengah dengan dua orang yang kini berada di hadapannya lalu membungkuk dan pergi meninggalkan toko itu.

 

Changmin hanya membuka mulut tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Padahal ada hal yang dia ingin dia tanyakan secepatnya pada Miyoung, tapi tidak sekarang dan di sini. Dia melirik sekilas pada gadis yang di sampingnya.

 

“ Aku antar kamu pulang Soo-ya, kajja.Tapi aku ajak kau mampir ke sebuah cafe, aku akan bertemu dengan temanku dulu.” Ajak Changmin sambil berlalu dan membukakan pintu toko untuk Sooyoung.

 

Gadis itu hanya menuruti keinginan Changmin karena memang dia sudah mengunjungi banyak tempat, wedding organizer, designer wedding dress.

 

~~~****~~~

 

Changmin dan Sooyoung memasuki sebuah cafe yang menjadi tempat hang out teman-teman Changmin. Sooyoung menatap kesekeliling cafe, memerhatikan design dan interior yang unik di cafe ini. Terdapat lukisan yang secara langsung terdapat pada dinding cafe, menggantikan kanvas.

 

Kini Sooyoung dan Changmin telah bergabung bersama teman-teman Changmin. Changmin hanya ingin mengambil file-file tugas akhir miliknya yang ada pada Minchul.

 

“ Hmm perjuanganku tak sia-sia, ini semua berkat bantuanmu. Kau mau ku traktir apa? Jjangmyeon saja yaa?? hahaha.”

 

“ Apa? Hanya itu? Gadis pelit.”

 

Changmin tertegun saat mendengar percakapan seorang gadis dan namja, bukan karena percakapan mereka. Tapi karena suara gadis itu sangat familiar di telinganya.

 

Changmin pun menoleh ke belakang – ke arah pintu keluar karena dia duduk membelakangi pintu keluar-  dan terpaku dengan apa yang di lihatnya.

 

Dia melihat gadis itu lagi, gadis yang membawa kamera yang dia yakini 97% adalah Heera kini tengah berjalan beriringan dengan namja yang sama. Changmin dan teman-temannya terpaku dengan mulut menganga tak percaya melihat gadis itu yang kini telah keluar dari cafe, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

 

Heera, aku yakin itu dia. Suaranya… tawanya… matanya… aku sangat hafal dengan itu semua. Apakah itu memang benar dia? sejak kapan dia kembali ke sini?. Batin Changmin.

 

Lalu ada sesosok pelayan dari arah sebuah ruangan yang berlari mengejar gadis tadi yang baru keluar dari cafe itu. Keyakinan Changmin semakin tinggi bahwa gadis itu adalah Heera saat mendengar teriakan pelayan itu.

 

‘ Heera-ssi!!! Heera sajangnim!! Kamera milikmu tertinggal!!!.” Teriak pelayan itu sambil berlari keluar mengejar gadis itu dengan membawa kamera milik gadis itu.

 

Heera? Sajangnim? Apakah dia …

 

Pikiran Changmin langsung lenyap seketika saat dia merasakan guncangan dibahunya. Dia menoleh dan memiringkan wajah pada gadis di sampingnya.

 

“ Wae Soo-ya? ”

 

“ Urusanmu sudah selesai? Cepat kita pulang, appa sudah tiba di rumah.” Ajak Sooyoung seraya bangkit dan pamit pada teman-teman kuliah Changmin.

 

~~~****~~~

 

Seorang gadis masih bergelung dalam selimut tebal miliknya, masih terlelap dan mengarungi alam mimpinya. Tak terusik oleh suara-suara yang sejak tadi berusaha membangunkannya.

 

“ Ya Kim Heeraa!!! Cepat banguuun!!! Dasar pabbo, sudah cantik tapi kebiasaanmu tak berubah!!.” Teriak seorang gadis berparas cantik yang kini tengah duduk di atas tempat tidur Heera, duduk di sebelah sahabatnya yang masih meringkuk di dalam selimut.

 

“ Ya ya,, Ya!!! Kim Heeraa!!! Irreona, palliii!!.” Teriaknya lagi sambil mengguncang-guncangkan tubuh sahabatnya  yang masih asik bergelung di bawah selimut, berusaha menarik sahabatnya kaluar dari alam mimpi.

 

“ Eng, bangunkan aku jam 7.30 ” gumam Heera sambil menarik selimutnya menutupi wajah cantiknya.

 

“ Ini sudah jam 7.28!! ”

 

“ Kalau begitu bangunkan aku 50 menit  50 detik lagi, hoamm.” Kali ini Heera malah membenamkan wajahnya pada bantal.

 

‘ Ck orang ini. Memangnya aku tidak punya kerjaan apa hingga menghitung waktu hingga ke detik-detiknya?.’ Gerutu gadis itu sambil memandangi Heera  yang masih bergelung dalam selimut seperti lemper -___- dengan tatapan tak percaya.

 

Gadis yang  tak lain dan tak bukan adalah Park Miyoung itu kini tengah berusaha menarik paksa selimut yang telah membelit tubuh Heera, menariknya hingga selimut beserta orangnya mendarat dengan sukses di lantai.

 

“ YA!! PARK MIYOUNG!! Belum pernah merasakan kamus tebal mendarat di wajahmu hah?!!.” Teriak Heera membahana sambil mengelus-ngelus bokongnya yang telah sukses mencium lantai.

 

“ Kajja, mandi dan ceritakan pada kami cara mu diet. 10 menit kurasa cukup. Kami tunggu di bawah.” Ucap Miyoung sambil melenggang ke luar kamar, meninggalkan Heera yang nyawanya masih belum terkumpul sempurna.

 

~~~*****~~~

 

Heera berjalan menuruni setiap anak tangga, berjalan menghampiri orang-orang yang kini tengah berada di ruang keluarga dengan membawa 2 gulungan kertas di tangannya.

 

Dia menyeruakkan tubuhnya di antara Miyoung dan Hyosun.

 

“ Mana yang lain?” tanyanya saat melihat hanya ada Miyoung, Hyosun, Kyuhyun dan Heechul.

 

“ Molla… mungkin sebentar lagi mereka sampai. Palli ceritakan tentang diet mu.” Pinta Miyoung tak sabaran.

 

Heera hanya menyeringai tipis saat mengetahui antusiasme sahabatnya itu. Tak ada yang menyadari seringai tipis yang muncul dari bibir tipis Heera kecuali satu orang, Cho Kyuhyun. Jelas saja karena dia memang pangeran iblis, jadi dia dapat mengetahui tentang seringai yang tersembunyi dengan mudah.

 

“ Ya,, apa yang ada dalam pikiranmu huh?.” Tanya Kyuhyun to the point.

 

Heera hanya tersenyum senang sambil menepuk-nepuk 2 gulungan kertas yang ada di tangannya.

 

“ Gampang. Aku hanya ingin kalian membantuku mendekor kamar.” Ucapnya sambil merentangkan gulungan kertas itu di meja yang ada di hadapannya.

 

Ke-empat orang yang ada di hadapannya langsung mencondongkan tubuh mendekat. Mengamati dekorasi kamar yang di maksud Heera. Dan langsung menyanggupi permintaan gadis itu.

 

Heera mencari posisi duduk yang nyaman untuk memulai ceritanya. Tapi saat dia akan membuka mulut, terdengar teriakan membahana dari arah depan.

 

“ Hyung!!!! Apa ini benar?!! Kenapa kau tak memberitahuku?!!!” suara Lee Hyukjae terdengar nyaring.

 

Laki-laki itu kini tengah duduk di samping kiri pria tampan nan cantik yang hanya menatapnya datar. Kejadian terulang, saat Hyukjae akan membuka mulut teriakan seseorang membahana di seantero kediaman Kim.

 

“ Hyung!!! Aku ingin bicara pada mu!!!.” Lee Donghae berjalan dengan cepat dan duduk di samping kanan pria tampan nan canti itu.

 

Hyukjae dan Donghae menaruh majalah di meja dengan sedikit dihentakkan secara bersamaan. Majalah yang sama dengan edisi yang berbeda.

 

“ Hyung tega-teganya kau tidak memberitahu ku. Jika saja aku tak disodori majalah ini aku tidak akan pernah tahu bahwa Heera yang menjadi model majalah ini.” Tandas Hyukjae sambil memperlihatkan halaman majalah itu.

 

Lalu kini giliran Donghae yang membuka majalah itu dengan menggebu dan langsung menunjukkan halaman yang dia maksud.

 

“ Hyung, kau lihat. Dia berpenampilan lebih dewasa dari usia nya. Jika hanya untuk keperluan pemotretan tak masalah, tapi sekarang dia jadi berpenampilan dewasa.” Papar Donghae yang tak ingin Heera berpenampilan melebihi usianya.

 

“ Heera yang ingin merahasiakannya dari kalian. Lalu tentang gaya berpakaian, biarkan dia sendiri yang menentukan. Lebih baik kalian dengarkan cerita saat dia diet.” Ucap Heechul tenang sambil melipat tangan di dada.

 

~~~****~~~

 

Heera’s POV

Hyukjae oppa dan Donghae oppa protes ke pada Heechul oppa atas majalah yang mereka bawa. Biarkanlah oppaku yang cantik itu yang menghandle mereka kekeke.

Aku berdehem kecil saat akan memulai bercerita, aku sedikit geli saat melihat ekspresi serius Miyoung.

 

Flashback

Setelah kunjungan pertamaku ke kediaman Choi, keesokan harinya pun aku kembali ke sana. Memenuhi undangan Siwon oppa yang akan memperkenalkanku pada seseorang yang menurut Siwon oppa, eomma ku juga sangat mengenal baik orang yang akan dia kenalkan padaku.

 

Entah kenapa saat aku akan melangkahkan kaki memasuki kediaman Choi aku merasakan bulu kudukku meremang. Apa yang akan terjadi tuhan?

 

Dengan degup jantung yang tak beraturan aku melangkahkan kaki secara perlahan. Aku melihat Siwon oppa dan Soora tengah duduk di ruang tamu, menemani seorang wanita yang duduk membelakangi ku.

 

“ Annyeonghaseyo.” Sapaku saat berdiri di dekat mereka.

 

“ Ah Heera duduklah. Dan kenalkan, dia Maeri. Dia yang akan membantu mu melakukan program diet.”

 

Aku menganga tak percaya saat mendengar penuturan Siwon oppa. Wanita cantik dan berwajah ramah ini instruktur diet ku? Aigo, tapi entah mengapa aku merasa akan terjadi sesuatu.

 

“ Maeri imnida. Mulai besok kau akan memulai program diet ini.” Ucapnya sambil tersenyum manis yang menurutku merupakan sebuah seringaian.

 

~~~****~~~

 

Kini aku berada di taman di dekat kediaman Choi ditemani Soora dan tentu saja dengan sang instruktur, Maeri eonni.

 

“ Sekarang kau harus mengitari taman ini sebanyak 15 x ah ani 10 x. Palli!!!.” Perintahnya sambil meniup peluit yang di bawanya.

 

Hah baru 2 putaran dan rasanya persendianku akan patah, aku merasakan sesak dengan nafas tersengal. Bagaimana tidak, taman ini sangat luas. 4X lebih luas dibandingkan taman yang ada di perumahan pada umumnya.

 

Karena tak sanggup untuk berlari lagi aku pun memutuskan untuk berjalan kaki. Aigo aku butuh oksigen sebanyak-banyaknya.

 

Tapi aku langsung berlari sekuat tenaga saat melewati Maeri eonni. Kenapa? Karena dia mengangsurkan anjing -yang entah dia dapat dari mana-  pada ku. Tidak cukup sampai di situ, Maeri eonni ikut berlari dengan tangan yang memegang tali pengikat anjing.

 

Ya, dia berlari bersama anjing itu di belakangku. Huaaa!!! Eomma!!!! Anjing itu seolah-olah mengejarku, apakah dia pikir aku ini bola dan menganggap sebagai mainannya?

 

Aku menoleh ke belakang dan ku lihat jarak anjing itu sangat dekat. Aku berbelok, berlari diantara pohon-pohon yang berdiri menjulang dengan tujuan jika anjing itu terlepas dan berlari untuk menggigit ku, anjing itu akan menggigit batang pohon yang ku lalui. Anjingnya akan salah alamat huahahahahah.

 

Sudah 2 putaran yang berhasil ku lalui dengan Maeri eonni dan anjingnya yang berlari di belakangku. Dapat ku lihat Soora tertawa terpingkal-pingkal melihat ku, sialan anak itu, lihat saja nanti.

 

Demi tuhan aku sudah tak sanggup berlari, tapi jika aku mendadak berhenti lalu tiba-tiba anjing itu menerjang lalu menggigit ku bagaimana? Huaaaa andwae!!!! Ah aku melihat pertolongan tuhan!!

 

Aku melihat gerbang ke luar taman yang tinggal beberapa meter dari ku. Aku mempercepat langkahku dan tadaaa!!! Aku keluar dari neraka ku yeay >< Dapat ku dengar teriakan Maeri eonni yang menggelegar.

 

“ YA!!! KIM HEERA!!! MAU KEMANA KAU?!!”

 

Hahahaha aku lelah, sepertinya kedai es krim di sebrang sana enak. Aku pun melangkahkan kaki menuju kedai es krim di sebrang taman. Membeli 1 cup es krim lalu memakannya sepanjang perjalanan pulang dengan berjalan kaki.

 

Duagh. Tiba-tiba kaki ku tersandung hingga es krim ku tumpah mengenai orang yang berjalan dihadapan ku, seorang pria.

 

“ Maaf atas kecerobohanku. Aku benar-benar tidak sengaja.” Ucapku sambil membersihkan es krim yang mengenai baju pria itu dengan tisu.

 

“ Tidak masalah. Bisakah kau hentikan kegiatanmu ini?.”  Tanyanya datar sambil mencengkram tanganku menjauhi baju nya. Aku mendongak dan aku meringis saat melihat wajah pria itu.

 

Dingin, pendiam, jutek, judes, galak, tergambar jelas di wajahnya.

 

Aku membungkuk minta maaf saat pria itu melangkah pergi menjauh dari ku. Tuhan, jangan pertemukan lagi aku dengannya.

 

~~~****~~~

 

Oow aku melupakan 1 hal. Maeri eonni itu kenal dan lumayan dekat dengan eomma. Jadi seperti sekarang ini, ke luar dari murut singa masuk ke mulut srigala. Aku duduk di ruang tamu kediaman Kim, rumah ku.

 

Aku hanya bisa menundukkan kepalaku dalam-dalam, bukan mendengarkan omelan wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik dengan khusyuk, melainkan menunduk sambil memandangi sepatu kets keluaran terbaru hadiah dari Hechul oppa.

“ Ya,, Lepas sepatu mu.” Aku mendongak saat mendengar perintah eomma.

“ Mwo? Memangnya kenapa? Sepatu lucu ini tidak memiliki salah apa pun pada eomma. Tidak menginjak bunga-bunga di taman milik eomma.” Heera berkata sambil mengerucutkan bibir.

“ Ckck yang bermasalah itu diri mu Heera sayang, kenapa kau malah lebih memilih memperhatikan sepasang sepatu yang kau pakai seolah-olah itu lebih menarik dari pada melihat eomma yang tetap awet muda nan memukau ini?”

Aku hanya menganga tak percaya melihat kenarsisan eomma. Dan akhirnya aku tahu dari mana asal kenarsisan Heechul oppa. AB line -___- untung saja aku B hahaha.

“ Dan jangan coba-coba merusak bunga-bunga milik eomma. Jika itu terjadi, kamu yang akan menjadi tersangka tetap.” Ucap eomma sambil memicingkan mata dan bertolak pinggang manatapku.

~~~****~~~

Aku duduk di ruang makan dengan tak berselera. Harusnya aku senang karena mendapatkan hidangan spesial dari appa, tapi bagaimana aku akan senang jika menu yang dihidangkan untukku bertema hijau? Sayuran bertebaran di mana-mana.

“ Appa apakah kau tega pada ku? Kenapa makanan untukku bertema sayuran semua?? Sejak kapan aku menjadi kambing peliharaan keluarga Kim?” aku merajuk pada Appa dengan mengelurkan jurus puppy eyes ku.

“ Kambing dari mana? Sapi lebih pas.” Celetuk eomma sambil menaruh pudding yang dia buat sebagai dessert.

“ Eomma!!! Tega sekali eomma pada ku.” Sungutku sambil menekuk wajah. Sebenarnya aku tak sakit mendnegar ucapan eomma, aku sudah terbiasa dengan mulut keluarga ku yang tajam setajam kampak.

“ Hara-ya, jaga ucapanmu. Ucapanmu keterlaluan, bagaimana jika putri kita menjadi membenci mu?” Appa memarahi eomma.

“ Tak masalah appa, aku sudah kebal dengan mulut tajam keluarga Kim.” Aku menjawab enteng.

Cacing-cacing di perutku sudah melakukan konser dari tadi. Dengan enggan aku memakan corn soup milikku hingga tandas. Aku tak mau menyentuh salad sedikit pun.

“ Ra-ya kenapa kau tidak menghabiskan salad milik mu? Kau tahu, salad itu akan menangis jika tidak kau habiskan.” Ucap eomma sambil tersenyum lembut.

“ Aku bukan anak kecil lagi eomma. Jadi ucapkanlah sesuatu yang lebih kreatif.” Ucapku sambil menopang dagu dengan tangan kiri ku.

Aku melihat bahwa eomma berdiri dan berjalan menghampiri ku, merangkul pundakku dari belakang sedangkan tangan kanannya menggapai salad di hadapanku. Aku menoleh pada eomma yang kini sedang tersenyum manis pada ku, senyumnya bagaikan seringaian berbahaya bagi ku.

Eomma menyodorkan salad itu pada ku, semakin dekat eomma menyodorkan salad itu ke arah ku, maka semakin sering aku memundurkan wajah ku.

“ Ayo cepat makan. Kau tidak ingin melihat koleksi buku mu eomma sita beserta kartu kredit milik mu bukan?.” Tanya eomma sambil tersenyum penuh kemenangan.

Sial!! kenapa eomma mengancam dengan menggunakan buku? Aku akhirnya memakan salad itu sambil cemberut.

~~~****~~~

Aku menidurkan tubuhku di sofa besar yang terdapat di ruang keluarga kediaman Choi. Mengabaikan adik kakak Choi yang menatap ku penuh tanya. Ku rasakan ada seseorang yang mengguncang-guncang tubuh ku, tapi aku enggan untuk membuka mata.

Ku rasakan beban berat menimpa perutku, secara perlahan aku membuka mata dan mata ku langsung terbelalak sempurna saat melihat beban apa yang ada di atas perutku.

Meong~

“ KYA!!!!”

Dapat ku lihat ke tiga tersangka itu kini tengah tertawa sepuas hati. Aku duduk dengan melayangkan tatapan sebal pada mereka.

“ Ya,, ini pasti ulah Maeri eonni. Tak cukupkah saat kemarin kau membawa anjing? Dan sekarang kucing? Aigo.” Rutukku tak terima.

“ Hahahah dasar begitu saja takut.”

“ Ckck kalau hanya dikejar cihuahua atau puddle itu tak masalah untukku, tapi dikejar anjing yang besarnya sebesar anak kambing? Hiiiiyy dan tentu saja aku kaget saat melihat kucing bertengger dengan manisnya di atas perutku.” Aku bercerita panjang lebar, mengeluarkan semua unek-unek ku.

“ Kajja,, ganti baju mu. Aku tunggu kau di halaman belakang.” Ujar Maeri eonni sambil meleparkan baju putih yang mendarat di atas kepalaku. Aku menarik baju itu dan melihat dengan seksama baju itu untuk apa, taekwondo?? Oh tidak.

~~~****~~~

Jinjja… aku tak percaya jika wanita yang berdiri di hadapanku itu ternyata tunangannya Siwon oppa jika bukan Siwon oppa sendiri yang memberitahuku. Cantik dan kelihatan baik memang, tapi jika kau sudah mengenalnyaa hiiiy, menyeramkan.

Aku tersungkur untuk kesekian kalinya karena tendangan Maeri eonni dan sudah beberapa kali jug a aku berusaha melayangkan tendangan padanya tapi dengan cepat dia menahan kaki ku dan memutarnya hingga tubuhku terbanting.

Hebat, dia bisa membanting tubuh ku yang gendut dengan tubuh rampingnya. Kenapa dia tidak ikut sumo saja ya hahaha.

“ Heera ayo layangkan tendangan mu.”

Sesuai permintaannya, aku melayangkan tendangan-tendangan ku yang selalu berhasil dia tangkis dengan tangannya.

Aku jatuh terduduk dengan nafas tersengal-sengal, aku menyilangkan tanganku meminta berhenti. Tapi tidak semudah itu, Maeri eonni tetap menarik tanganku agar aku berdiri. 1-0 . Maeri eonni tidak berhasil membuatku  berdiri, dia hanya berhasil menyeretku.

~~~****~~~

Entah ini sudah hari ke berapa aku menjalani program diet ku bersama Maeri eonni. Kini aku duduk di karpet di ruang keluarga. Melihat menu-menu diet yang di bawa oleh Maeri eonni.

“ Karena saat ini diet menurut golongan darah itu banyak di gunakan, maka kau akan melakukan diet untuk orang bergolongan darah B.” Ucapnya sambil menyodorkan jurnal yang ada di tangannya.

Bermanfaat  :: Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)daging lembu, kambing kibas, arnab, ikan laut, semua produk susu kecuali ‘blue chesse’ dan aiskrim, telur ayam organik dan ayam kampung, minyak zaitun, beras merah, beras putih, makanan berasaskan beras dan buah-buahan.  

 Licorice (sejenis kayu manis). Pisang, anggur, nanas, kiwi, semangka, mulberry, pepaya, apel.Bit, brokoli, terong, jahe, wortel, sayuran hijau (bayam, sawi, kangkung), kol kembang, kobis, bawang putih, paprika, ubi jalar, talas (yam), ginseng, jamur (shiitake), peterseli, green tea (teh hijau), jamur (maitake).

Boleh  ::  Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)

DILARANG!!  ::  Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, pir, air soda, minuman beralkohol.

pengambilannya adalah ayam, ketam, udang, kerang-kerangan, telur puyuh, telur itik, minyak bijan, minyak jagung, minyak biji matahari, minyak kacang tanah, minyak soya, kelapa, santan, soya, kacang tanah, biji bunga matahari, biji labu, bijan, kacang pistacio, tempe, tauhu, kacang merah, makanan berasaskan gandum, mi segera, beras pulut, jagung, lobak, tomato dan jagung. Seafood (kulit keras – tiram, kerang, kepak, kepiting), gurita, smoked salmon.

 Tepung Terigu (wheat) – roti, kue, mie, biskuit, pizza.

 Kacangan & bijian – tauge, kacang kedelai, tahu, tempe, kacang    tanah, biji wijen, chickpea, kacang pistasi.

 Kesemak, delima, belimbing, santan, mangga.

 Tomat, alpukat, jagung, lobak, labu kuning, buncis, pete, radish.

 Telur bebek, telur puyuh.

Menu Diet             

Sarapan: Sereal + Satu buah pisang + Segelas Susu tanpa lemak

Selingan sebelum makan siang : Jus Anggur

Makan Siang : Sepotong dada ayam + Dua potong roti + Salad + Teh Herbal

                                    Selingan sore : Jus Jeruk/Yogurt + Teh herbal

                    Makan Malam : Sepotong ikan asap + Sayur rebus + Buah segar + Teh herbal

                                  Olahraga  :: renang, tenis, jalan kaki dan meditasi.

“ Huaaaa es krim, tomat, alpukat, kepiting. Itu semua favoritku dan ternyata masuk ke dalam daftar makanan yang di hindari?? Andwaeyo.” Aku menepelkan pipiku di meja.

“ Kajja, hari ini kau akan berlari mengelilingi taman lagi. Dan jangan coba-coba melanggar peraturan diet ini karena aku telah memberitahukan makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh kau konsumsi pada Hara ahjumma.” Tandas Maeri eonni sambil berlalu bersama Siwon oppa, meninggalkanku dan Soora di ruangan ini.

“ Soo-ya tolong siapkan peti mati kualitas terbaik untuk ku.”

PLETAK.

“ Ya!! kau tidak akan mati karena hal seperti ini. Sudah sana cepat, bisa-bisa Maeri eonni mengalungkan ular di leher mu.” Soora tertawa sambil melontarkan candaannya.

Gurauan Soora telah sukses membuatku duduk tegak lalu berlari menyusul Maeri eonni ke taman.

Kali ini aku telah berhasil mengelilingi taman ini 4X hebat kan? Setidaknya aku benar-benar berlari tanpa sempat berjalan dan bahkan tanpa ada anjing yang berlari di belakangku -___-“

Aku terpaku saat melihat seorang anak kecil berjalan akan menyebrang jalan padahal lambu sudah kembali hijau. Aku berlari sekuat tenaga menghampiri anak itu, menariknya dalam dekapanku dan saat aku akan membawanya ke tepi jalan sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

Aku termangu selama beberapa saat sampai kurasakan sebuah tangan kekar menarik ku ke pinggir jalan.

“ Bodoh. Untuk apa kau hanya berdiri berdiam diri di tengah jalan huh?!!.” Bentakan seorang namja mampu mengembalikan kesadaranku sepenuhnya.

Aku menoleh pada asal suara, dan mata ku terbelalak saat mengetahui siapa namja itu. Namja tempo hari yang es krim milik ku tumpah mengenai bajunya. Aku menunduk dan mendapati seorang anak kecil tampan yang masih ada dalam dekapan ku.

“ Adik kecil, kau baik-baik saja?” tanya ku pada anak kecil itu, mengabaikan namja yang berdiri di sebelahku.

Anak lelaki itu menyentuh pipi ku dan berkata “ Cantik “ lalu tersenyum manis.

Ku rasakan wajah ku memerah karena mendapat pujian dari anak kecil ini, tapi di satu sisi juga aku malu karena hanya mendengar pujian dari anak kecil saja sudah membuat wajah ku memerah.

“ Kyaa!!! Anak tampan terima kasih kau telah memuji ku, hanya kau satu-satunya yang berkata bahwa aku cantik. Di mana ibu mu?” ucapku sambil semakin mempererat dekapanku pada tubuhnya.

Lalu ada seorang wanita muda yang menghampiri kami. Ternyata dia adalah ibu dari anak kecil ini. Mereka pun pergi menjauh, meninggalkanku hanya berdua dengan namja ini.

“ Tak ku sangka wajahmu hingga memerah hanya karena anak kecil itu memuji mu cih.”

“ Bukankah kau tadi sudah mendengar alasannya? Baru dia satu-satunya yang berkata bahwa aku cantik. Ah ani, dia orang ke dua.” Aku menatap sebal pada orang yang berdiri di hadapanku.

Kami saling bertatapan. Bukan tatapan penuh cinta, melainkan tatapan penuh nafsu ingin menghabisi satu sama lain. Hingga aku mendengar seseorang menyeruakan nama ku.

“ Heera!! Kau tidak kenapa-napa kan? Jika terjadi apa-apa pada mu aku bisa di gantung oleh Hara ahjumma!!.” Ucapan Maeri eonni meluncur tanpa henti. Dia terkejut saat melihat namja yang berdiri di samping ku.

“ Jonghun-ah… sedang apa kau di sini?”

“ Memangnya kenapa? Tidak boleh?. Noona sendiri kenapa ada di sini?”

“ Aku menjadi  instruktur  gadis ini.”

“ Oh. Aku pergi dulu.” Pamit namja itu singkat sambil berjalan menjauh.

Maeri eonni hanya menggeleng-gelengkan kepala saat melihat punggung namja itu yang semakin menjauh.

“ Kau mengenalnya?”

“ Tentu saja, dia sepupu ku. Hmm entah apa yang membuatnya bersikap seperti sekarang ini. Walaupun sebenarnya dia pendiam tapi dia tidak pernah ketus dan se-dingin seperti sekarang. Ah kenapa aku malah bercerita pada mu? Kajja kita ke tempat fitness saja.”

~~~****~~~

Aku berhenti di sebuah taman yang tersembunyi dari keramaian kota Tokyo. Aku mengeluarkan jagung dari dalam tas ku dan memberikan pada burung-burung yang ada di taman itu.

Aku terpaku pada seseorang yang berdiri membelakangi ku. Aku menghampirinya dan dugaan ku benar, sosok yang kini ada di hadapanku adalah namja yang kemarin menolongku.

“ Kau hobby photografi?” aku memulai percakapan pada sosoknya yang kini tengah sibuk membidik hal yang menarik perhatiannya dari balik lensa.

5 menit aku menunggu jawaban darinya tapi namja itu hanya diam bagai patung. Lama-lama aku kesal sendiri dan memilih berjongkok untuk memberi jagung pada burung-burung yang ada di dekat ku.

“ Pantas saja banyak hewan yang mati. Jangan sembarangan memberi makan pada hewan-hewan itu, kau bisa saja membuat mereka mati.” Aku mendelik saat mendengar ucapan namja yang berdiri menjulang di hadapan ku.

“ Dengar. Aku bukan orang bodoh, aku jelas-jelas tidak akan memberikan burger pada hewan. Tapi aku tak keberatan  jika memberikanmu sebagai makanan pada buaya.” Ucapku tak terima.

Akhirnya kami berdebat tentang hal yang tidak penting hingga tanpa sadar jika matahari sudah tergelincir masuk ke dalam peraduannya.

Setelah kejadian itu aku semakin bertemu dengan namja itu di taman. Berdebat tanpa ada mau yang mengalah, saling mengolok, dan terkadang aku membawa bekal untuk di makan bersama. Tentu saja bekal yang sesuai dengan aturan diet ku.

Tenyata dia adalah namja yang menabrakku saat di aku tiba di bandara Haneda. Dia ingat padaku karena menurutnya wajah ku merupakan tipe yang sulit di lupakan. Huh, padahal bilang saja dia ingat karena berat badanku.

~~~****~~~

Aku melangkahkan kaki di sepanjang trotoar dan dari kejauhan aku melihat sosok itu, sosok yang sedang asik berkutat dengan kamera di tangannya. Tak menyadari jika sebuah balok kayu yang berasal dari lantai 4 gedung yang sedang di bangun yang berada di belakangnya terjatuh dan akan menimpa dirinya.

Aku berlari sekencang yang aku bisa, menarik baju yang dipakainya dengan kuat hingga kami berdua terjatuh 1 meter dari tempat yang sekarang teronggok balok kayu itu.

“ Apa yang kau lakukan hah?!! Kau tahu itu sangat berbahaya!!.” Samar-samar aku mendengar suara namja itu, secara perlahan semuanya menjadi gelapa.

~~~****~~~

Ternyata aku terkena sedikit balok kayu itu hingga membuat pelipis ku berdarah, dan sejak saat itu pula Jonghun mulai bersikap lunak. Bukan hanya padaku, tapi pada Maeri eonni juga. Kami berdua semakin akrab, memiliki sahabat baru di tempat baru merupakan hal yang menyenangkan.

Kali ini aku diajak berlari mengelilingi perumahan. Huaaa sepi tidak ada Soora, dia pergi ke Paris untuk menemui Sungmin oppa sedangkan Siwon oppa sibuk di kantor.

“ Ya eonni. Aku lelah, biarkan aku beristirahat. Kalian enak berdua sedangkan aku tak ada temannya.” Pintaku pada Maeri eonni yang berada di depan ku, duduk menghadap ke belakang di boncengan sepeda yang di kayuh oleh Jonghun.

“ Shirro. Baru 5 menit saja kau sudah menyerah.” Tolaknya sambil memperhatikan stopwatch yang berada dalam genggamannya.  Jonghun menghentikan kayuhan sepeda nya. Dia turun dari sepeda dan menatap Maeri eonni.

“ Noona, kau sendiri yang mengayuh sepeda. Aku akan berlari menemani Heera.” Ucapan Jonghun dnegan sukses membuat Maeri  menganga tak percaya.

“ Aish arra arra. Cepat kalian lari kalau begitu.” Ucapnya sambil bersiap mengayuh sepeda.

Aku berlari di temani Jonghun, setidaknya ada yang menemani ku mengobrol. Begitu pun seterusnya, terkadang Jonghun menemaniku untuk lari mengitari perumahan atau taman. Sesekali menghabiskan waktu bersama dan terkadang menemaninya mencari objek poto nya.

~~~****~~~

Saat ini aku sibuk mempersiapkan pesta pernikahan Maeri eonni dengan Siwon oppa. Aku yang mendekor pesta ini dan restaurant milik orang tuaku ynag menyiapkan hiadangan untuk para tamu.

Dasar aneh, bukannya sibuk mempersiapkan dirinya yang sebentar lagi menikah Maeri eonni malah uring-uringan karena aku yang belum mencapai target untuk kurus.

“ Sudahlah eonni, nanti aku masih bisa melanjutkan program diet ini dengan mu setelah kau menikah.”

“ Ya!! sudah 1 tahun 8 bulan kau mengikuti program diet ini dan berat badan mu sekarang 60!!! Harus nya dalam jangka waktu 1 tahun kau sudah kurus!! Asih jinjja.” Omel Maeri eonni yang akan fitting wedding dress.

“ Ini semua gara-gara kamu yang selalu bolak-balik ke restaurant Kim ahjussi. Mencicipi semua resep baru mereka.”

“ Itu kan salah satu keahlianku. Menemukan  bumbu apa yang kurang.” Aku menjawab sambil tersenyum manis.

~~~****~~~

Akhirnya aku mendapatkan berat badan ideal. Eomma dan Maeri eonni menangis bahagia karena usaha mereka 2 tahun terakhir ini tak sia-sia. Lalu beberapa bulan kemudian Jonghun oneesan menawari untuk menjadi foto model di majalah fashion milik orang tuanya. Jadi aku terkadang memakai pakaian rancangan Jonghun eomma karena  beliau memang designer terkemuka.

Aku menyetujui tawaran Jonghun oneesan asalkan dia yang menjadi photografer nya. Akhirnya selama hampir 1 tahun aku menjadi foto model untuk majalah itu, dan amajah itu memang hanya beredar di Jepang. Tapi sejak 5 bulan terakhir majalah itu pun beredar di Korea dengan jumlahterbatas.

Flashback End

~~~****~~~

Aku mengakhiri ceritaku dengan mengedarkan pandang pada orang-orang yang berada di sekeleiling ku. Menunggu reaksi atau pertanyaan yang ingin mereka tanyakan karena aku tidak mengijinkan satu orang pun untuk menginterupsi ceritaku.

“ Kenapa kau menyetujui tawaran Jonghun asalkan Jonghun yang menjadi photografernya?” Donghae oppa bertanya dengan penuh minat.

Aku hanya menarik nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan Donghae oppa.

“ Simple. Karena sejak kecil aku tidak terbiasa di foto oleh sembarangan orang, aku merasa nyaman jika Jonghun oneesan yang menjadi photografernya.”  Jawabku sambil tersenyum simpul.

“ Aku lihat kau sempat pemotretan di luar negeri. Apa itu hanya berdua dengan Jonghun?.” Kini giliran Hyukjae oppa yang bertanya.

“ Iya, memang hanya aku dan oneesan. Kami tidak perlu berangkat dengan beberapa kru, kalian sudah lihat sendiri kan hasil jepretan oneesan yang memukau.” Heera mengingatkan akan beberapa foto hasil karya Jonghun yang sempat dia perlihatkan pada mereka. Mereka semua hanya menganggung meng’iya’kan.

“ Lalu kau menghilang ke mana saat pernikahan Siwon hyung padahal kau tahu dengan jelas bahwa kami sebentar lagi tiba?.” Aku mematung mendengar pertanyaan Kyuhyun yang terdengar seperti menyelidiki sesuatu.

“ Aku pergi dengan oneesan. Ada hal yang harus kami lakukan.”

“ Memangnya sepenting apa hingga mengabaikan kedatangan kami?.” Kyuhyun masih bertanya dengan menatapku intens.

“ Aku ada pemotretan untuk majalah, lalu menemaninya mencari objek untuk dipotret dan menemaniku mengunjungi beberapa tempat. “ Kyuhyun hanya mengangguk mendengar jawaban ku.

“ Ya kalian berdua, kenapa kalian tidak menanyakan kemana yeojachingu kalian pergi bersama Heera dan Jonghun saat di Jepang?” tanya Hyukjae oppa  memandang heran pada Donghae oppa dan Kyuhyun secara bergantian.

“ Tidak perlu. Karena aku yakin Jonghun tidak akan tertarik pada mereka berdua.” Jawab Kyuhyun yang mendapat anggukan dari Donghae oppa. Lalu 2 buah bantal sofa melayang dan tepat mendarat di wajah mereka.

“ Oke. Acara meet and greet kali ini sudah selesai. Masing-masing membayar 500.000 ribu won pada ku.” Ucap Heechul oppa sambil menengadahkan tangan pada yang lain.

“ Hyung, aku hutang dulu yaa hehehe” ucap Hyukjae oppa sambil tersenyum memperlihatkan senyum bodoh miliknya.

“ Donghae-ah, Heera tidak selalu berpenampilan dewasa seperti sekarang. Hanya kau saja yang tidak tahu. Dan sepertinya kau mengerti apa yang  membuatku tertarik saat melihat isi MMS dari nya.” Ucap Heechul oppa berkata sambil menepuk bahu Donghae oppa dengan senyum misterius menghiasi wajah tampannya.

“ Oppa!!! MMS yang ku kirim kemarin bagus kan. Jinjja neomu neomu yappeuda!!.” Aku memekik senang sambil menyeruak diantara Heechul oppa dan Donghae oppa.

“ Ck dasar pabbo. Aku baru tahu jika da seseorang yang memuji dirinya sendiri cantik.” Cibir Heechul oppa sambil mencubit pipi ku.

“ Ehem mirip siapa ya?” ucap Dongahe oppa sambil melirik Heechul oppa.

“ Apa maksud kalian hah?!” Heechul oppa bertanya dengan aura berbahaya saat melihat aku dan Donghae oppa saling berpandangan penuh arti, menyindir Heechul oppa.

Tawa ku dan Donghae oppa langsung pecah  saat melihat Heechul oppa yang merasa tersindir.

~TBC~

Note :: alohaa… adakah yg nunggu ff ini? kalo ada maaf publish nya lama hehe :p dan maaf juga karena ceritanya garing segaring rempeyek, sepahit kopi😥  *sungkem*

Part depan bercerita tentang Changmin, Sooyoung, Heera, Jonghun. So, cekidot😉

Dan maaf banget aku masukin banyak picture hehe  ._.v  Maaf juga klo banyak typo, aku  males ngedit -___- beribu maaf untuk para reader *bow*

Ditunggu komennya… KOMEN kalian tuh BIKIN SENENG. Nanti aku usahain untuk ngebales setiap komen yang masuk yaaa J

67 thoughts on “My Lovely Fat Part 7b”

  1. Aissh jinjja..
    Beneran deh sebel sama changmin
    apalagi sooyoung
    aaah pengen aku getok tuh mereka berdua (?)
    mereka bneran pengen tunangan tah? Changmin masa udh gak cinta lg sama heera? Hiks

    woaah ternyata menu dietnya bgtu.
    Hahaha.
    Sayuran? Salad? Haduuh

    aku suka jonghun, tp sama changmin aj ya heera?
    Oke2? Hahaha.

    Kyu .. Hae ..
    Aku padamu (?)
    wkwkwk.

    Ditunggu part selanjutnya saeng

    1. eonniii!!! ><

      -_____________-"
      katanya sebel changsoo…
      terus suka jonghun,, tapi kok pengen changmin sama heeraaa???? O,o ga konsisten nih u,u

      iyaaaa gitchuu diet nyaaaa U,U
      sip… part 8 max, soo, heera, jonghun bakal muncul semuncul munculnya😀

      1. yeee aku emang suka jonghun ..
        aku juga sebel changsoo ..
        tapi aku pengennya changmin sama heera !!!

        walopun changmin sikapnya makin kesini makin nyebelin, kayak laki2 lagi labil (?) haha *plakk* tapi aku yakin cinta dia hanya untuk heera *readers sotoy*
        wahahahahah

        saeng, ceritanya jangan terlalu kayak benang kusut yaa
        aku paling sebel kalo baca ff atau nonton drama yg rempong bgt (?)
        hahahaha :p

  2. ∂ķΰ juga golongan darah B
    Berat 53 masih keberatan yaa?
    Baiklah!
    ∂ķΰ akan diet! Tapi ga ♍ªů olahraga
    ‎​​​​​​Њαњααњαњααњαњαα.. =))
    Maunya enaknya aja
    ‎​;)hє^_^hє;) ..;)hє^_^hє;) ..
    Ternyata Jonghun dlu jutek yaa
    Maeri serem dah
    Changmin apa kabar nih?numpang lewat aja dsni
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    ∂ķΰ tungguin next part nya
    ^o^
    Semangat (ง’̀⌣’́)ง

    1. huaaaaa kitta samaaa!!! aku juga B😀
      idealnya sih 50 #ngarang
      jiaahhhh makan mie aj yg pedes, kn keringetan tuh… ;p
      iyaaa hun emang jutek hiks u,u
      sosok instruktur diet itu harus galak🙂

      Max??? cuma setor muka doang😀 ntr di part 8 dia bakal muncul semuncul munculnyaa ><

      gomawo eonni :*

  3. ehh ??
    minnie mau tunangan ma sooyoung ????
    Andweeee !!! #teriak histerissss
    miniee hanya boleh ma heraa

    iya onn rasanya lambat ceritanya ,,
    tapi over all bagus kooo jadi tau awal ketemunya hera ma jonghun #serasa jd komentator d ajang pencari bakat hehehe
    mudah2n hera ga suka sama jonghun
    amin😀

    ditunggu next partnya

    1. hmm setujunya bareng minnie nih?? :s
      ah lihat ntr ajaa… biarkan waktu dan takdir yang menjawab /hasiiik😀

      lambat yaaaaa hueee :c
      mudah”n max mampu mengisin ruang hati heera *amiiin*

      mksh sai udh rc🙂

  4. waah changmin mau tunangan ma sooyoung???????aish changmin jgn tunangan ma sooyoung kasian heera… cerita’y tambah seru lanjut author…. gara2 insomnia q blum tidur abis bc ff nie yg lumayan panjang aq jd ngantuk hehe *mianhae curcol*

  5. OH MY GOD! ITUUU… FO..TOO… JONGHUUUNNNNNNN~ GANTEEENGGGG~
    emg gitaris di FNC tuh cakep” yaaa *lirik jonghyun cnblue* >///<
    udhlah, lupain aja changmin, kan ada jonghun! #ditampol changmin

    entah kenapa aku nebaknya changmin gk sm sooyoung deh. pst sooyoung tuh msh ad hubgn klwrga aja sm changmin.
    ceritanya bagus banget! tapi saeng, ni tuh alurnya kelambatan,, kmu trlalu byk bersajak disini *halaaahh-saja(?) *

  6. itu si changmin beneran mau tunangan yaa sm sooyoung???
    aahhh payah daya juang changmin rendah nihh
    masa rela gt aja nglepasin heera
    alur ceritanya trlalu lama thor
    udh msk ke inti masalahnya blm sii

  7. ternyata soo n changmin mau tunangan,,,, kok changmin gt sih ni gara2 sekolah dulu n changmin mentingin ngobrol ma soo dr pada ma heera,,,, n changmin tunangan ma soo kepaksa pa ngak sih?????
    heera y udah cantik bgt sekarang mpe semua mata cuma tertuju sama dia…
    perjuangan heera keras tuh buat kyk jd cantik gt,,, n jonghun cinta ya sama heera???
    jd ngak sabar ma part berikut y, mau liat gmn setelah mereka ketemuan……
    miyoung kyk y jd rada2 ngak suka ma changmin ya???
    Lanjut…….

    1. halooo mmm minkijaeteuk (?)
      namanya sp sih?? biar aku enak nyapanyaaa hehe

      iyaaaa >< heera mengalihkan dunia orang-orang /Eh
      ugh perjuangannya keras bgt. ampe dikejar anjing gitu kan *muka serius*

      iyaaa miyoung rada ga suka sama max..
      mksh udh nyempetin baca dan komen :*

  8. yeayy publish juga akhirnya😀 astaga itu cara dietnya mengenaskan d kejar anjing -.- d tunggu next partnya penasaran sama changmin

    1. hai haiii😀
      ga mengenaskan juga sih -___-
      tapi tapi heera sempet minta dipesenin peti mati kualitas bagus sama soora hahaha😄
      sipooo…. next part mereka ber4 muncul kok
      mksh udh nyempetin rc^^

  9. soo young mw tunangan ma siapa?
    heera suka ma jonghun y?
    truz heera kpan ktemu ma changminnya?
    penasaran banget…
    di tunggu part selanjutnya y…

  10. eh eh eh, itu changmin tunangan m sooyoung? Ga boleeeeh, max cm boleh sm heera…
    Kira2 jonghun suka m heera ga ych? Trus heera sendiri gmn? Tambah seru chingu, ditunggu part selanjutnya ych. Gomawooo…

  11. Eonniiiii akhirnyaaaaaa keluaaaaaarrr😀

    Jinjja~ Changmin oppa nyebelin,, oh god, Sooyoung disini nyebelin! -___-‘

    Hhahahahh, eon, program dietnya kerennnn😀

    Heera sabar ya^^ ntar changmin oppa milih heera kok *sok tau*

    Eonni, aku mau nya Changmin yang sama Heera🙂 XP XDD

    D.A.E.B.A.K !!
    Lanjutannya ditunggu😀

  12. Keren. Sumpah ga garing koq thor. penasaran itu c soo tunangan ma sapa?
    Kyknya bkn sm Changmin deh.
    *sotoy.
    Di tunggu lanjutannya. ^^

  13. Aaaaaa..
    udah munculll.. (?) xD

    itu yg part awal..
    yg yeoja berkamera Heera kan ya?
    maklum agak lola dalam mencerna kata ganti orang ketiga xD

    dan ituu..
    err..
    saya masih kurang bisa menerima jika ternyata ada sesuatu antara Changmin dan Soo.. :((
    kesannya Changmin plinplan gitu. ga tegas.
    tapi kalo ada apa” sama Heera dan Jonghun sih nggak masalah. xD #ehh

    wahh diet buat Gol Dar B lengkap bangett.
    AB dong thor.. diselipin.. hehe.. xD

    akhirnya bisa tau step” diet nya Heera.
    plus awal mula ketemunya Heera sm Jonghun. xD
    beberapa pertanyaanku sudah terjawab di sini.
    lanjut Thor.. xD

    1. hai haii…😀
      Yup yup… yeoja berkamera itu heera
      kmu ag a bingung pas di awalnya yaa?? mf yaa, kata” nya terlalu belibet u,u *bow*

      changsoo?? sesuatu banget yaaa :3
      kamu setuju nih jonghun heeraa??? >///<

      Kamu blood type nya AB?? nnti aku kasih tau diet gol darah deh😀

      mksh selalu baca dan komen^^

  14. What? Changmin mau tunangan ma Sooyoung? ga boleh….gimana sama Heera?

    Wah, kiat dietnya dahsyat bener….patut dicoba
    Changmin, pokoknya mesti ma Heera…ga boleh ma yg lain

    Next part ditunggu ya😀 pnasaran ma cerita mereka

  15. Maeri serem banget ya disini -____-

    Wah wah tulisan eonni udah makin bagus nih haha😀
    Mungkin alurnya lambat karna komedi yg eonn buat di dialognya. Tp disitulah daya tariknya ahaha
    Sepertinya eonni udah tidak membutuhkan editor payah nan lambat seperti saya lagi нªª˘°˘нªª˘°˘нªª˘°˘ ._.V

    1. maeri serem yaa?? hehe peace .__.V

      jinjjayo yulisannya udh makin lumayan??😀
      iyaaa alurnya lambat krn dialog nyaaa, dan itu lah yg eon mau. dialog abstrak mereka u,u
      hmmm klo aya ga sempet ya gpp… makasih banyak krn udh bantu ngedit :’) jeonglam gomawo🙂
      tapi maeri nya di pinjem yaaa…. mungkin sesekali dia bakal muncul😉
      mksh ayaa :*

  16. akhirnya publish juga,,,
    kya,,, sebener na hub changmin dan sooyoung apa sih???

    klo hub heera dan jonghun udah lumayan jelas karena cerita heera saat d jepang,,

    huwa,, kasian bgt heera,, tpi hasilnya sesuai dgn pengorbanan na slama 2 tahun,,,
    aigoo,, kenpa changmin gk ngejelasin sma miyoung tntang hub dy sma sooyoung?
    bner2 pensaran,,,
    dtunggu next part na,,, ^^

  17. Aq setia nunggu ff ini kok,

    stiap ff yg Q tunggu pasti publish’x lama..
    Hmmm
    tapi nggak pa2, yg ptg di publish,

    part slnjt’x jgn se’lama ini loh,.

    Soal pict aq suka kok, malahan lebih bagus klo dgn foto, krna lebih menarik.,

    masa Changmin gitu,
    plin-plan,
    tunangan aja nggak usah pikirin Heera lagi..
    Huuuhhhh

  18. waaah, akhirx bsa bca ff ni lgiii…..
    mian Q g komen d part 7a.

    aaah, knpa sich mrka ktmu papasan gtu….
    sebel bgt si changmin g ngehampirin heera.
    rasax Q pengen nyeret 2 org tu biar ktmu n bicarain mslah mereka.hehe
    gregetaaaan ma changmin n heera ><
    waaah, dietx panjang bgt ya crtax -.-a

    lanjuuut chingu ^^

  19. Akhr.a part ini mnampakkan diri jga ^^
    tu soo ma max bnran tnangan apa ngga sih?

    Author.a rajin amat smpe munculin mnu diet.a Heera, two thumbs up buat author b^^d
    ok deh, next part.a ak tnggu. Fighting!!

  20. Maaaxxxx~
    Berani2nya dy tunangan ma sooyoung gak mnta restu ma ak dlu /plak/
    Ck~ heera krg disiksa ituuu.. Blm pke acara direbus dikukus /emanknya kue?/
    Hehhe~ ayooo lanjut next chapter.. Jdinya heera nii mw ma sp sih? Binun bin galau..

  21. changmin sm sooyoung tunangan?? ahboongah..
    itu tips diet yg bergolongan darah B beneran?? klo iya, lumayan dong buat saran jugaa hehe..part yg ini datar nih, aku tunggu next part nya yaa =D

  22. Ok program diet baru ya..
    Diet memakai anjing.. Hehehehehe
    ok deh seneng akhirnya ini ff publish juga.
    Sebel deh sm max. Kenapa cuma bisa bengong?
    Aigo…
    Jgn blg max sm sooyoung mau nikah?
    Masa manusia kelebihan hormon tinggi badan kayak mereka berpasangan?

  23. hwa….baru nemu ni blog ny….
    wow daebak…gmna y klanjutannya….
    pngen ny sih changmin ma heera….
    lanjut chingu…fighting…

  24. (????)?. Chang minnn,, napa kaga di kejar heera na??
    (?_?)CK! (?_?)CK! (?_?)(?_?)CK! (?_?)CK! (?_?)CK malah sibuk pilih cincin ma soo young,,
    Jonghun jutek koq malah kelyatn cool y?? ( ????? ) (* hp laptop dibuang L ke tong sampah )

    Ga garing koq part ini, cuma kurang byk part max & poto jonghunnya (?) Hehehhe,, mw jd MinRa ato heejong ga masalah,, yg penting trusin
    Crtanya onnie ^^v Gambate (?’?’?)9 !!

  25. hoalahhh, aku tunggu2 ternyata munculnya disini..
    eh, ngapain tuh changmin nemenin sooyoung ke toko perhiasan?
    mreka b2 mw tunangankah?? aigooo, trus mw dikemain heeranya? hikz
    hmmm, penasaran ad hubungan apa heera sama junghun? koq mreka deket banget sih >,<

  26. Owh, jd bgtu sejarah’a(?), jd yg model itu heera trus yg tabrakan ma heera wktu dibandara jonghun oppa..

    heera hebat udh bsa kurus & dgn pengarah yg tegas jg..

    ga sabar pengin liat crta changmin ma sooyoung sbnr’a da pa sih ma mrka, koq pke ke toko cincin sgla..
    next eonni🙂

    1. bukan pengarahan yg tegas… tapi pengarahan yang kejam -____-”
      iyaa ding heera jd modelnya jonghun><
      yups… yg di bandara jg jonghun, klo takdir ga kemana /eaaa
      ayoo bacaa next part😉

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s