[Sequel] Do You Still Love Me?

Author   :: autumnsnowers

Genre    :: Romance

Cast       :: – Kim Kibum

–   Kim Heera

–   Shim Changmin

 

Previous :: Do You Still Love Me?

Next  ::[Before Story]

 

Summary : Akankah Heera tetap berfikir rasional dan bersikap biasa saja, saat melihat mantan pacar yang masih sulit dilupakannya bersama dengan gadis yang telah merebut pacarnya berkeliaran di sekitar ku?. Akankah Heera mampu berpaling darinya dan kembali pada seseorang yang masih mencintainya sepenuh hati hingga detik ini?

 ~ Story Begin~

Bebas. Itu lah yang kurasakan, walaupun perasaan ku belum terlepas sepenuhnya tapi aku merasakan sedikit lega karena rasa sesak di hatiku sudah sedikit berkurang. Aku melihatnya, aku melihatnya datang dengan wanita itu. Mereka sangat serasi. Aku memang sudah merelakan dia pergi untuk bersama wanita itu, tapi aku tak bisa membohongi perasaanku. Aku masih sakit saat melihat atau hanya sekedar bahwa dia telah bersama wanita itu, memberitahu media akan hubungan mereka. Sedangkan saat aku bersamanya? hubungan kami tidak terekspose ke media dan dia juga seperti tak berniat untuk mempublikasikannya.

Betapa sulitnya agar aku bisa mengendalikan hati dan tubuhku saat bertemu mereka berdua pada pesta atas suksesnya pemotretan yang dilakukan oleh Kibum oppa. Aku berusaha bersikap sewajar mungkin, tapi mereka yang malah mempersulit keadaan. Aku tak tahan dengan kecanggungan yang terjadi, aku sudah merelakannya dan ingin tidak ada kecanggungan diantara kami seperti saat di pesta itu. Aku selalu berusaha berfikir dan bertindak secara rasional walaupun sebenarnya itu menyakitkan, tapi aku harus melakukannya.

~~~****~~~

Sekarang aku di sini. Di lokasi syuting Kibum oppa yang juga merupakan lokasi syuting Changmin karena mereka menjadi lawan main di film ini. Aku berdiri di dekat para kru yang sudah mengenalku, memperhatikan Kibum oppa yang sedang take. Aku akui kemampuan acting Kibum oppa semakin bagus, dan penampilannya selalu mengesankan sama seperti saat pementasan teater di SMA dulu. Aku tersenyum mengingatnya, dia merupakan namja populer di sekolah dan banyak murid perempuan yang tergila-gila padanya. Scane bagian Kibum oppa telah selesai, dia melambai dan tersenyum cerah saat melihat keberadaan ku. Aku membalas senyumnya lalu tak lama kemudian Kibum oppa berlari menghampiriku. Aku terpaku melihat wajahnya, senyum manis tak pernah lepas menghiasi wajah tampannya. Sebegitu bahagianya kah dia karena aku datang ke sini sesuai permintaannya? Sebegitu senangnya kah dia karena hanya karena melihat ku?.

“ Ra-ya, kau sudah lama tiba di sini?.” Pertanyaan Kibum oppa membuyarkan lamunanku.

“ Ne, tidakkah kau menyadari keberadaanku?.” Tanyaku sambil memicingkan mata, dia tersenyum melihatnya.

“ Mianhae, aku harus fokus saat berakting. Apa kau membawa bekal makan siang?.” Kibum oppa bertanya dengan antusias seperti anak TK yang baru pertama kali diajak pergi ke kebun binatang.

“ Hahahaha oppa kau ini sudah menjadi orang terkenal. Apa susahnya tinggal mengunjungi restoran? Kau tidak mau mentraktirku huh?.”

“ Apa salahnya jika aku ingin  memakan masakan orang yang ku suka? Mana bekal makan siang milikku? Ayolah… aku tahu kau menyembunyikannya.” Ucapnya sambil menengadahkan tangannya ke arah ku. Dengan setengah hati aku mengeluarkan kotak bekal yang sejak tadi aku simpan di dalam tas ku. Ternyata masih sama seperti dulu, dia pasti mengetahui jika aku menyembunyikan bekal makanan hahah J

Kibum oppa menuntunku untuk makan di dekat para kru yang sedang menikmati makan siang mereka. Aku tersenyum pada para kru, ada sebagian dari mereka yang telah mengenalku saat di pesta waktu itu. Setelah mendapatkan posisi duduk yang nyaman Kibum oppa pun langsung membuka kotak makan siang buatanku dengan semangat. Dia membelalakan mata tak percaya saat melihat apa yang ku buatkan untuknya.

“ Waw Bibimbap, mandu goreng ( pangsit ala korea yang berisi daging atau kimchi ), hotteok ( pancake yang diisi dengan saus madu ) dan twigim ( bermacam-macam gorengan seperti telur rebus, iirisan sayur, cumi, kentang, udang ). Kau membuatkan bibimbap untukku lagi seperti saat SMA dulu, aku sangat merindukan masakan buatanmu.” Ucapnya sambil tersenyum senang lalu mulai memakan masakanku dengan lahap.

“ Kibum-ah kau seperti orang tidak makan selama berhari-hari saja.” Ledek Im adjussi, salah satu kru yang melihat cara Kibum oppa makan seperti orang kelaparan.

“  Apa salah jika bersemangat memakan makan yang di masak oleh calon tunangan? Ah hyung, noona kau mau mencicipi masakan buatan calon tunanganku?.” Tanyanya pada para kru sambil menawarkan masakanku.

Para kru pun berebutan untuk mencoba masakanku, untung saja aku tadi membawa banyak bekal. Lalu Kibum oppa terlalu mengumbar-ngumbar hubungan kami, padahal aku hanya calon tunangannya. Tapi aku merasa senang melihat sikapnya, seolah-olah dia bangga bahwa sebentar lagi aku akan bersamanya.

“ Heera-si, masakanmu sangat enak, kau calon istri yang baik.” puji Ma adjumma sambil menepuk-nepuk bahuku sambil tersenyum bangga. Aku hanya tersenyum malu melihat tingkah Kibum oppa dan pujian dari kru atas masakanku. Aku memperhatikan Kibum oppa yang sibuk menawarkan masakanku pada para kru, sampai perkataan salah satu kru membuatku membeku seketika.

“ Changmin-ssi!! Victoria-ssi!! Kalian harus mencoba masakan Heera-ssi, sangat lezat. Syukurlah Kibum mau membagi-bagikan masakan tunangannya pada yang lain. Aku kenyang.” Beber kru itu sambil menepuk-nepuk perutnya saat Changmin menghampirinya. Changmin tak bersuara, aku pun tak mengeluarkan sepatah katapun ini terlalu mengejutkan untukku sampai Kibum oppa datang.

“ Changmin-ssi, Victoria-ssi kalian sudah makan siang? Jika belum mari bergabung dengan kami. Kebetulan Heera memasak banyak.” Tawar Kibum oppa pada mereka berdua.

“ Ah iya, aku memasak banyak. Jika kalian mau kalian bisa bergabung dengan kami.” Aku menimpali ucapan Kibum oppa sambil tersenyum. Mereka saling bertatapan.

“ Baiklah, tapi kau tidak akan meracuniku kan?.” Changmin berkata dengan sedikit becanda. Entah kenapa hal ini membuatku merasa nyaman. Aku ingin semuanya bertingkah seperti biasa, seperti tidak pernah ada apa-apa di antara kami.

“ Ahahaha tenang saja oppa. Aku tidak akan meracuni mu di tempat ramai seperti ini.” ucapku sambil tertawa. Sekilas aku melihat ekspresi terkejut dari wajah Victoria dan Changmin, hahaha tekejut karena ucapanku huh?.

Victoria mengambil masakanku yang disodorkan oleh Kibum oppa. Dia terdiam beberapa saat, menilai masakanku dan akhirnya mengangguk puas.

“ Sangat enak. Kau pintar memasak Heera-ssi.” Pujinya sambil tersenyum tulus. Aku hanya tersenyum kecil membalas ucapannya.

“ Oppa, mau mencoba? Masakannya sangat lezat.”

Aku tertegun, rasa sakit itu masih ada saat melihat Victoria menyodorkan masakanku yang ada di sumpitnya pada Changmin. Changmin memakan makanan yang disodorkan oleh Victoria, dia disuapi oleh Victoria.

Aku memasukkan tanganku ke dalam saku coat putih ku, mengepalkan tangan berusaha menahan air mata yang akan keluar saat melihat mereka tersenyum bahagia di hadapanku. Tampaknya Kibum oppa menyadarinya, dia langsung beringsut semakin mendekatiku.

“ Ra-ya~ aaaaa “ ucapnya sambil mengangsurkan sumpitnya ke hadapanku. Aku mengerucutkan bibirku kesal karena merasa bahwa Kibum oppa memperlakukanku seperti anak kecil dan aku memalingkan wajahku.

“ Oh ayolah… cepat buka mulutmu, aaaaa.” Bujuknya dengan wajah memelas. Karena merasa kasihan akhirnya aku membuka mulutku, menerima suapan dari Kibum oppa.

“ Ah gadis pintar. Kau tetap saja suka kekanakan setiap kali aku akan menyuapi mu.” Ucapnya tersenyum senang sambil mengacak-ngacak rambutku.

Aku hanya mencibir perkataan Kibum oppa, aku menoleh ke arah pasangan di depanku yang membuat ku iri. Sekilas aku menangkap rasa tak rela di manik mata Changmin oppa, benarkah itu? entahlah… aku tak ingin ambil pusing.

~~~****~~~

Sekarang aku berada di sini, di mobil Kibum oppa. Sudah lebih dari 10 menit mobil Kibum oppa terparkir di dapan rumahku dan aku masih di sini, di dalam mobil tanpa sepatah kata pun yang terucap dari bibir kami. Kalian bingung kenapa aku bisa tetap di dalam mobil tanpa melakukan apapun selama 10 menit? Aku juga merasa bingung.

Dapat ku lihat dari sudut mataku jika Kibum oppa menoleh padaku dan menatapku lekat. Aku hanya menoleh padanya, menaikkan alis ku seakan berkata ‘ Ada apa? ’.

“ Apakah kau telah kembali menyukaiku?.” Tanyanya to the point.

“ Belum. Sudah ku katakan tak akan semudah itu, dulu aku sangat dengan mudah melepasmu. Dan sekarang tidak mudah untukmu untuk kembali mendapatkan tempat di hatiku.” Jawabku mantap.

“ Baiklah. Aku akan semakin berusaha membuat mu jatuh cinta padaku lagi.” Ucapnya penuh tekad, dan itu mampu membuatku mengulum senyum.

~~~****~~~

Aku merupakan salah satu mahasiswa jurusan design interior di Seoul University. Seperti biasa, aku berangkat 1 jam sebelum mata kuliah di mulai. Kerajinan? mungkin, aku hanya ingin memulai mata kuliah tanpa harus dengan jantung yang berdegup kencang karena takut terlambat.

Hari ini perkuliahan di mulai jam 9 pagi, aku berjalan dengan santai ke halaman depan, tempat mobil mazda milikku berada. Tapi betapa tercengangnya aku saat melihat Kibum oppa tengah menyender di mobilnya yang tengah terparkir di samping mobiku.

Aku heran kenapa dia bisa sepagi ini berada di rumahku. Bukankah tadi malam dia ada shooting hingga pukul 3 pagi?.

“ Oppa? Kenapa kau berada di sini?.” Tanyaku heran sambil menghampirinya.

“ Mulai sekarang kau akan pulang pergi ke kampus di antar olehku, arra?.” Ucapnya sambil membukakan pintu di samping pengemudi untukku. Aku hanya tetap diam tak bergeming di tempatku, menatapnya tepat di manik mata.

“ Shirro. Kau memiliki kesibukkan tersendiri oppa, kau sedang dalam pembuatan film. Lagipula aku bisa membawa mobil sendiri.” Aku dengan tegas menolak tawarannya.

“ Sudahlah. Aku tak merasa direpotkan olehmu, cepat masuk.” Jawabnya penuh keyakinan sambil mendorong tubuhku masuk ke dalam mobil.

~~~****~~~

Sudah seminggu terakhir ini Kibum oppa selalu mengantar jemputku. Saat ini aku sedang bersamanya menuju lokasi shootingnya.

“ Apakah aku telah berhasil membuatmu jatuh cinta padaku lagi?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.

“ Tidak semudah itu Tuan Kim.” Sahutku pendek. Kibum oppa terlihat lemas seketika.

Aku berdiri di sini, tempat favoritku untuk melihat Kibum oppa saat dia take. Tak menghiraukan hiruk pikuk para kru di sekitarku, dan terlebih agar tidak perlu memperhatikan kebersamaan Victoria dan Changmin. Dari pada melihat kebersamaan mereka yang membuat dadaku sesak, lebih baik aku menenggelamkan diri pada acting Kibum oppa, ini adalah actingnya yang terakhir untuk film ini karena shooting film ini telah selesai.

Seperti biasa, setelah selesai take Kibum oppa selalu berlari menghampiriku. Bertanya akan pendapatku atas actingnya,bertanya kan penampilannya. Kali ini kami berkumpul dengan Victoria dan Changmin. Memperbincangkan hal-hal ringan, aku hanya diam dan sesekali tersenyum menanggapi celotehan mereka. Beberapa kali aku melihat bahwa Changmin oppa sesekali melirik ke arahku.

Lalu tak lama datanglah sesosok namja yang berpakaian serba putih yang membuatnya tampak semakin tampan bagaikan malaikat yang tersesat di bumi.

“ Aigo…. Pasangan yang membuatku iri setengah mati sedang berkumpul.” Sapanya sambil menyeruak duduk di antara aku dan Kibum oppa. Kibum oppa terlihat kesal akan tingkah namja ini.

“ Ya hyung!! Kenapa kau duduk di sini?.” Ucapnya mengeluarkan unek-unek.

“ Hahahaha wae? Kau takut tunanganmu di rebut olehku? Kau ini protektif sekali Kibum-ah.” Jawab Leeteuk oppa sambil terkekeh.

“ Ada hyung? Biasanya jika kau menghampiri kami pasti ada sesuatu.” Tanya Changmin yang sudah tampak mengetahui kebiasaan manager barunya itu.

“ Kau hebat Changmin-ah. Aku hanya ingin menawarkan pada kalian untuk menjadi model majalah untuk bulan depan. Victoria-ssi dan kau Heera-ssi, aku harap kalian mau.” Leeteuk oppa menjelaskan maksud kedatangnnya. Victoria langsung menyetujui tawaran Leeteuk oppa, sedangkan aku? hanya terdiam karena saking terkejutnya.

Aku sudah berkeras menolak tawaran itu, tapi Leeteuk oppa juga sama-sama kerasnya memaksaku agar mau menjadi model pemotretan majalah. Hampir 1 jam aku dan Leeteuk oppa memperdebatkan hal yang sama tanpa henti.

Akhirnya karena merasa lelah dan tak sanggup terus-terusan menanggapi ucapannya, aku menyerah dan menyetujui tawaran itu. Lihat saja, bisa-bisa majalah itu tidak akan laku jika aku yang menjadi model majalahnya.

~~~****~~~

Setelah perdebatanku yang alot bersama Leeteuk oppa, aku diajak makan malam bersama Kibum oppa. ‘ Untuk merayakan karena shooting yang sudah selesai ‘ ucapnya padaku.

Aku hanya memejamkan mata saat hembusan angin menerpa wajahku, merasakan terpaan angina pada setiap inchi wajahku. Kibum oppa mengajakku ke sini, tepatnya makan malam di sini, di atap gedung pencakar langit. 1 meja bundar yang diisi berbagai macam hidangan dengan buket bunga lily kesukaanku dengan 2 kursi yang saling berhadapan.

Aku tersenyum senang melihat pemandangan di hadapanku, citylight dengan langit malam yang bergemerlap bintang. Hal yang selalu ku suka.

“ Kau menyukainya?.” Tanya Kibum oppa setelah dia berdiri di sampingku. Aku hanya mengangguk penuh semangat sambil tersenyum.

“ Baguslah. Kau akan lebih senang lagi saat tahu apa yang menunggumu.” Ucapan Kibum oppa sukses membuatku penasaran. Aku hanya mengangkat alis ku, kebiasaanku saat aku malas berkata-kata untuk bertanya. Kibum oppa hanya menunjuk salah satu sudut di atap ini. aku mengikuti arah yang ditunjuk olehnya, dan aku memeking senang saat mengetahui sesuatu yang menungguku di sana.

“ Huaaa oppaaa!!! Kau memang yang terbaik.” Ucapku sambil memeluknya lalu berlari dengan semangat menuju teropong bintang yang dia persiapkan untukku.

Aku langsung menggunakan teropong bintang itu, memperjelas jutaan bintang yang bergemerlap di langit.

“ Oppa lihat!!! Ada rasi bintang orion!!.” Teriakku sambil tetap menggunakan teropong bintang itu dengan tangan yang diangkat tinggi untuk menunjuk rasi bintang itu, seolah-olah Kibum oppa akan paham.

Aku merasa, aku menjadi childish lagi setiap kali bersama Kibum oppa. Astaga kemana image ku yang selalu dewasa? Entahlah.

Kibum oppa berjalan mendekatiku dan berdiri di sampingku (lagi).

“ Kajja, kita makan malam.” Ajaknya padaku.

“ Tunggu dulu, aku masih ingin melihat bintang.” Jawabku tanpa melepaskan teropong itu di mataku.

Gelap. Entah kenapa yang aku lihat lewat teropong menjadi gelap semua, tak ada gemerlap bintang-bintang ynag tadi bertaburan. Aku mendongak, menjauhkan mataku dari teropong itu dan mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.

“ Oppa, enyahkan tanganmu.” Perintahku saat melihat bahwa yang menutupi teropongku adalah telapak tangan Kibum oppa yang menutupi ujung teropong ku.

“ Andwae. Kau harus makan malam dulu, setelah itu aku akan menemanimu melihat bintang.” Ucapnya mengajukkan penawaran yang dengan senang hati aku terima.

Kami akhirnya makan malam diam, menikmati kesunyian yang terjadi. Sambil makan sesekali aku menyentuh buket bunga lily yang ada di hadapanku.

“ Mianhae karena aku belum sempat mengajakmu melihat awan seperti dulu.” Kibum oppa bersuara memecahkan keheningan. Aku mendongak menatapnya.

“ Gwaenchana oppa. Ini sudah membuatku senang.” Ucapku sambil tersenyum manis.

“ Apakah aku telah berhasil membuatmu mencintaiku lagi?.” Tanya dengan wajah penuh harap.

“ Mmmm…. Sampai saat ini kau telah berhasil 50%.” Ucapku setelah berfikir-fikir.

“ Benarkah? Masih setengahnya ternyata. Kajja… kita lihat awan lagi.” Kibum oppa berkata seraya berdiri dan mengulurkan tangannya padaku. Aku menyambut uluran tangan itu dan berjalan menuju tempat teropong yang sedang menungguku. Kami menghabiskan malam dengan melihat bintang.

~~~****~~~

Aku terkejut saat mengetahui bahwa sesi pemotretan selanjutnya akan dilakukan oleh ku bersama Changmin dan Victoria. Masih mending saat sesi pemotretan yang pertama kali, aku berpasangan dengan Kibum oppa. Dengan enggan dan karena kata PROFESIONALISME, aku tetap menjalani pemotretan bersama mereka. Pertama-tama Changmin berdiri ditengah-tengah aku dan Victoria dengan tangan yang masing-masing merangkul pundak kami. Lalu Victoria menaruh kedua tangannya di bahu kiri Changmin sedangkan aku merangkul lengan namja itu, tidak cukup sampai di situ… aku dan Victoria maisng-masing merangkul lengan Changmin, seolah-olah saling menarik namja itu, memperebutkan Changmin.

Dan Hey go to hell!! Ternyata itu semua tidak cukup, sesi selanjutnya aku dipotret dengan Kibum oppa dan Changmin. Sama seperti tadi, tapi sekarang aku yang berdiri ditengah-tengah diantara mereka.

Sesuai arahan fotografer yang aku sangat benci, aku merangkul lengan Changmin manja dengan tangan kanan dengan posisi menyamping menghadap Changmin sedangkan tangan kiriku dipegang oleh Kibum oppa, seolah-olah ditahan. Lalu kali ini Kibum oppa berdiri di tengah sambil merangkul pundakku protektif, dia membatasi jarakku dengan Changmin.

3 sesi terakhir untukku, aku melakukan pemotretan dengan Kibum oppa. Kibum oppa merlingkarkan tangannya di pundakku, memelukku dari belakang dan menyenderkan dagunya di pundakku. Darah ku seakan berdesir akan ini semua. Lalu giliranku berdua dengan Victoria, kami tampak akrab dan sangat bersahabat. Dan kini giliran untukku seorang diri.

KLIK.

KLIK.

Sesi pemotretan untukku sudah selesai. Sayang sekali aku tidak bisa melihat sesi pemotretan Kibum oppa karena aku sedang ganti baju dan menghapus riasan make up di wajahku, dan aku juga tidak bisa melihat sesi pemotretan Victoria yang entah sejak kapan dan bagaimana caranya bisa lumayan dekat dengan ku dan aku merasa nyaman saat berdekatan dengannya, karena aku membantu kru yang memang saat itu sedang kerepotan.

Dan di sini aku sekarang, melihat sesi pemotretan Changmin. Aigo apakah harus melihat sesi pemotretannya? Bagaimana jika saat melihat pemotretan dirinya aku semakin terperosok dalam dirinya? Tapi aku harus melihatnya karena aku merasa tak enak tadi tidak melihat sesi pemotretan Kibum oppa dan Victoria.

Benar dugaan, nafasku mendakan sesak saat melihatnya.

Tampan. Tapi sepertinya ada sesuatu perasaan yang hilang saat melihatnya. Aku masih menatap Changmin tanpa berkedip sambil termenung memikirkan hal ini sampai aku tersadar karena kedua telapak tangan yang besar dan hangat menutup mataku. Terasa familiar dan hangat.

“ Andwae, kau tidak boleh melihatnya seperti itu. itu akan membuat dirimu sulit untuk berpaling.” Bisik seseorang di telingaku. Aku dapat merasakan nafasnya yang menggelitik leherku.

“ Oppa… lepaskan tanganmu.” Ujar ku sudah tahu siapa yang melakukan hal ini.

“ apakah aku telah berhasil membuatmu jatuh cinta lagi dengan melihat penampilanku tadi?.”

“ Hmm sayangnya aku tidak melihat sesi pemotretanmu oppa.” Ujarku sambil mengedikkan bahu. Kibum oppa langsung lemas dan tubuhnya yang semula berdiri tegap kini menjadi sedikit membungkuk karena lemas.

“ Tapi karena kerja keras mu. Kau mendapatkan 20 point lagi.” Aku langsung melanjutkan ucapanku yang tadi tak sempat ku ucapkan. Raut wajahnya berubah segar setelah mendengar ucapanku.

~~~****~~~

Sejak awal aku ingin menjaga jarak dengan Victoria, tapi tampaknya aku tidak bisa. Rasanya aku tidak pantas untuk mengabaikan yeoja yang baik dan menyenangkan seperti dirinya. Jadi sekarang hubunganku dan Victoria mulai dekat, dan Changmin sudah tidak memiliki kedudukan apa-apa di hatiku.

Aku sudah rela melepasnya karena aku tahu Victoria adalah gadis yang baik. Bukan salah Victoria kenapa Changmin bisa berpaling dariku, tapi yang menjadi masalah adalah karena Changmin tak bisa menjaga hatinya untukku.

~~~****~~~

Majalah itu telah terbit. Dugaanku salah, majalah itu habis terjual dan menimbulkan beberapa pergunjingan dari orang-orang yang melihat foto-foto kami. Menurut mereka foto-foto kami seperti rival dalam mendapatkan cinta seseorang.

Benarkah? Entahlah. Dan yang paling di gemari oleh orang-orang adalah fotoku dengan Kibum, lalu orang-orang itu juga asik mengungkapkan pendapat-pendapat mereka tentang fotoku, Kibum oppa dan Changmin.

Ah aku tak mau ambil pusing tentang tanggapan-tanggapan mereka yang tak akan merubah semuanya. Yang aku pikirkan malah Victoria? Bagaimana reaksi yeoja itu dengan tanggapan-tanggapan dari orang-orang?

~~~****~~~

Huft karena mobilku yang mendadak mogok di tengah jalan akhirnya aku pulang berjalan kaki. Aku tak mau menelpon orang rumah dan membuat mereka repot malam-malam begini.

Ini sudah pukul 11 dan jalanan sepi. Sejak tadi aku menunggu taksi, tapi tidak ada satu pun yag lewat. Aku berjalan sendirian dengan langkah tegap dan wajah biasa saja, padahal dalam hati aku merasa takut bukan main.

Ya ampun… rumahku masih jauh dan awan mendung menutupi langit bertabur bintang disertai angin yang kencang membuat semakin sedikit orang-orang yang berkeliaran di malam hari.

Di tikungan depan ada 4 orang pria. Oh tuhan aku takut, saat aku sebentar lagi mendekati kumpulan pria itu, aku memejamkan mata mempersiapkan keberanianku.

Aku mempercepat langkahku saat melewati gerombolan itu. Dan sialnya pergelangan kiri ku digenggam oleh salah satu dari mereka, aku berbalik dan menatap mereka. Adjussi-adjussi mabuk.

“ waegeure? Ada apa? Aku tak ada waktu untuk meladeni kalian.” Ucapku terdengar berani, padahal lutut ku lemas seakan tak mampu menopang tubuhku.

“ Ya agashi. Santailah sedikit. Hmmm kau cantik juga.” Jawab adjussi yang memakai kemeja kotak-kotak sambil mengangkat dagu ku dnegan ujung telunjuknya.

“ Ya!! Singkirkan tanganmu dari ku!!.” Hardikku sambil menepis tangannya dengan tangan kanan ku.

“ Sudahlah. Jangan terlalu cepat pulang ke rumah, bagaimana jika kau menemani kami dulu?.” Adjussi yang memakai kemeja garis-garis langsung menyeretku ke sebuah gang sempit yang ada di dekat sini. Aku tak bisa meloloskan diri karena tubuhku juga didorong dari belakang oleh 3 orang. ndwae. Aku tak mau seperti ini. Tuhan… tolong aku.

Tubuhku di hempaskan ke dinding bata itu sehingga aku merasakan rasa sakit di punggungku. Salah satu dari mereka ada yang membelai wajahku, aku yang tak terima langsung menampar orang itu. Lalu yang terjadi kemudian adalah kedua tanganku di pegang oleh 2 orang.

Aku memejamkan mata, tak ingin melihat bajingan-bajingan ini. Kurasakan seseorang mencium bibirku dengan kasar, aku membelalakan mata karena terkejut. Lalu 1 orang lagi mengelus pahaku yang tertutup celana denim panjang.

“ Ya!!! Jauhkan tangan kotormu itu dari ku!!!.” Teriakku tak terima dengan perilaku mereka. Tapi yang ada malah sebuah tamparan keras mendarat di pipiku, kurasakan sudut bibirku mengeluarkan darah.

Orang yang tadi menciumku secara kasar kini secara perlahan mulai membuka kancing kemeja ku. Aku hanya memejamkan mata, merasa kesal karena diriku yang tidak bisa melakukan apa-apa. Oppa… Kibum oppaa.. tolong!! Tolong aku, ku mohon. Aku memanggil-manggil Kibum oppa. Berharap dia dapat mendengar panggilanku.

Tangan bajingan itu menyentuh perutku. Lalu ku dengar ada suara hantaman.

“ Ra-ya!!!” aku tesentak mendnegar seseorang menyeruakkan namaku.

Aku membuka mata dan melihat Kibum oppa tengah menghantam 2 orang yang tadi menggerayangi tubuhku. Lalu orang-orang yang sejak tadi memegangi tanganku maju menghadapi Kibum oppa.

Aku hanya memekik saat melihat pukulan salah satu dari mereka tepat mengenai rahang Kibum oppa. Sekarang Kibum oppa terdesak oleh mereka, tapi itu tak bertahan lama karena Kibum oppa dapat mengatasi mereka.

“ Bajingan!! Jangan ganggu gadisku!!!.” Teriak Kibum oppa sambil mendaratkan pukulan bertubi-tubi pada salah seorang dari mereka.

Kibum oppa langsung berlari menghampiriku setelah berhasil melumpuhkan ke 4 orang tersebut. Aku berdiri menyender pada dinding di belakangku, tubuhku gemetaran. Lutuku lemas seakan tak mampu menopang diriku untuk berdiri.

Aku hanya mampu menangis dalam diam, merasa ketakutan dan menyalahkan diriku kerena tidak bisa mempertahankan diri.

“ Ra-ya… gwaenchana?.” Tanya Kibum oppa panic sambil melepaskan jaket yang dia pakai lalu memakaikannya padaku.

Aku hanya diam tak bersuara. Hanya air mataku yang terus mengalir, menangis dalam diam. Kibum oppa langsung merengkuh tubuhku dalam pelukannya saat menyadari bahwa tubuhku gemetaran.

Aku semakin membenamkan wajahku pada dada bidangnya, menghirup aroma perfume yang menyeruak dari tubuhnya yang mampu membuatku merasa tenang. Aku merasa hangat dan aman dalam dekapan Kibum oppa.

“ Ssst…. Uljimma. Kau baik-baik saja, ada aku di sini.” Ucapnya sambil mengusap-ngusap rambutku, merengkuh tubuhku lebih dalam dalam dekapannya.

Sekarang aku merasa menyesal karena selalu menolak jika ditawarkan berlatih untuk mempertahankan diri oleh Park adjussi, asisten ayahku. Untung saja aku sekarang memakai kemeja dan celana panjang denim, tidak menggunakan dress yang selalu ku kenakan. Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika saat ini aku menggunakan dress.

~~~****~~~

Saat ini aku ikut berpesiar bersama Kibum oppa dan para kru serta para artis yang membintangi film yang kemarin telah selesai syuting.

Aku berdiri di dek kapal paling depan. Merentangkan tanganku lebar-lebar merasakan terpaan angin sambil memejamkan mata, seperti film Titanic huh? Tapi tidak ada actor tampan Leonardo Decaprio di sini hehe.

Aku merasakan ada seseorang yang mengawasiku. Aku membuka mataku secara perlahan dan menoleh ke samping kanan ku. Ternyata dia.

“ Ada apa? Kenapa kau mengawasiku seperti itu oppa?.” Tanyaku sambil kembali menatap lurus ke depan.

“ Heera… kau tahu, sangat sulit untukku untuk benar-benar melupakanmu. Tak bisakah kita untuk kembali seperti dulu?.” Changmin berkata sambil berjalan semakin dekat ke arahku.

“ Lalu bagaimana dengan Victoria?.” Tanyaku tanpa menoleh padanya.

“ Entahlah. Aku tak tega memutuskannya, tapi aku tidak bisa melupakanmu.” Tubuhku menegang mendengar ucapan Changmin, menahan emosi yang seakan-akan akan meluap.

“ Jadi kau ingin menjalani hubungan dengan 2 orang yeoja sekaligus?. Huh kau sangat egois oppa. Memangnya kau pikir hanya dirimu saja yang tak bisa melupakanku? Aku juga sama sepertimu, aku belum bisa benar-benar melupakanmu. Tapi aku harus melakukannya. Victoria gadis yang baik oppa, sangat sayang jika kau sampai menyia-nyiakan dirinya. Aku sudah bersusah payah merelakanmu dengannya, dan kau akan berurusan dengan ku jika kau menyakitinya.” Paprku panjang lembar sambil menatap manik mata Changmin tajam.

Setelah selesai mengucapkan perkataanku, aku langsung pergi meninggalkan Changmin tanpa mendengarkan responnya atas ucapanku.

Air mataku langsung keluar saat aku berbalik dan berjalan pergi meninggalkan dirinya. Dirinya yang tadi memperlihatkan wajah tidak berdayanya.

Aku menangis karena aku tak sanggup melihat ekspresi tidak berdaya di wajahnya, aku kesal karena dengan mudahnya dia berkata ingin kembali padaku. Apakah dia tahu jika dia bisa menyakiti 2 orang gadis sekaligus?.

Aku berdiri di tepian kapal. Berusaha menghibur diriku dengan melihat para lumba-lumba yang berenang tak jauh dari kapal kami, seolah-olah sedang adu balap dengan kapal ini. Aku tak menyadari kehadiran seseorang jika saja orang itu tak bersuara.

“ Heera-ssi, gwaenchana?.” Suara lembut seorang gadis sukses membutaku menolehkan wajahku. Dan aku mendapi wajah itu.

“ Ne, gwaenchana Victoria-ssi.” Jawabku sambil tersenyum tipis. Victoria berdiri di sampingku, memandangi gerombolan lumba-lumba yang berenang.

“ Mianhae. Karena kehadiranku hubunganmu dan Changmin berakhir.” Ucapnya lirih sambil menunduk.

“ Itu semua bukan salahmu. Sudahlah lupakan saja, yang terpenting kau harus memberitahuku jika dia menyakiti mu. Aku akan memberinya pelajaran.” Ucapku sungguh-sungguh. Victoria mendongakkan wajahnya, menatapku tak percaya dan aku hanya tersenyum sebagai jawaban dari tatapannya.

“ Ah lihat, lumba-lumbanya semakin dekat dengan kapal ini.” ucapku sambil menunjuk lumba-lumba yang ku maksud.

“ Bagaimana kalau kita berfoto? Atau memotret lumba-lumba itu?.” tawar Victoria sambil mengacungkan kamera dari tas nya. Aku hanya tertawa melihatnya.

Kami pun langsung menyuruh pelayan yang kami jumpai untuk mengambilkan foto kami berdua.

~~~****~~~

Malam hari. Aku ingin melihat gemerlap bintang dari tengah-tengah lautan. Aku berjalan menuju dek depan kapal hanya dengan menggunakan sweeter tipis. Mendongakkan kepala tidak merisaukan angin laut yang menyergap tubuhku, mendongak melihat langit malam yang bertabur bintang dari tengah lautan, indah.

Aku merasakan seseorang memakaikan coat di pundakku. Aku menoleh ke belakang dan tersenyum saat mengetahui siapa orang itu, lalu kembali menatap taburan bintang seakan-akan namja yang ada di belakangku tak seindah taburan bintang-bintang itu.

“ Apakah kau lebih tertarik untuk memandang bintang-bintang itu dibandingkan dengan ku?.” Tanyanya hampir sama dengan apa yang ada di pikiranku, aku hanya terkekeh mendengar ucapannya.

“ Apakah aku telah berhasil membuatku jatuh cinta padaku lagi? Sebenarnya tadi siang aku melihat kau dan Changmin di dek depan. Aku ingin menghampiri kalian tapi aku tahan karena aku rasa ada sesuatu yang harus kalian bicarakan.” Papar Kibum oppa masih tetap dengan posisi berdiri di belakangku. Aku sempat tercenung mendengar ucapannya.

“ Ya… jawab pertanyaanku nona Kim.” Suaranya menyadarkan ku kembali.

“ Ne. kurasa kau telah berhasil oppa.” Ucapku tanpa membalikkan tubuh atau menoleh menatap wajahnya.

“ Benarkah? Syukurlah. Kau tahu, aku sangat bahagia.” Ucapnya sambil melingkarkan tangannya di bahuku, memelukku dari belakang dan menyenderkan dagunya di bahuku. Aku hanya tersenyum mendapat perlakuan seperti ini darinya.

“ Oke. Malam hari dengan langit yang bertaburan bintang, debur ombak dan angin yang menerpa kita di tengah lautan. Kau mau memperagakan adegan Rose dan Jake seperti di Titanic?.” Aku tersenyum lebar mendengar ajakannya. Aku hanya menggelengkan kepala menolak tawaran itu.

“ Oh ayolah. Agar aku membuktikan kemampuan acting dan pesonaku yang tak kalah dari Jake.” Kibum oppa berkata lagi, semakin menawari ku akan tawaran itu.

Memperagakan adegan Rose dan Jake di Titanic.

Jelas bukan adegan di kabin nya -_____- tapi adegan Rose dan Jake yang di depan dek kapal, yang merentangkan tangan mereka bersamaan dengan memejamkan mata merasakan terpaan angin. Bingung dengan penjelasanku? Salahkan authornya yang tak bisa mendeskripsikannya dengan baik.

~End~

Note :: Gimana?? Geje kah?? Bikin mual kah?? Membosankan kah?? Mianhae… *bow* ahahaha aku bikin ff ini disela-sela UAS.. kebetulan hari ini ga ada jadwal UAS hohoho😄 *DUAGH*  Buat para saengi, jangan di contoh yaaa….

Tadinya aku pengen sedikit ngubah ceritanya, tapi males ngetik -__- Aku juga lg ga mood buat ngetik My Lovely Fat, padahal kemaren ngebet banget :(  Mian yaa buat para reader kuu :* eh… tapi emangnya da yang nunggu” MLF gitu -.-a  PEDE gila deh saya >////<

As usual Baca KOMEN kalian tuh NYENENGIN So, dikomen dikomen. Ini oneshot loh yaaa jadi ga di protect.

Love yaaaa :*

24 thoughts on “[Sequel] Do You Still Love Me?”

  1. Anyyeong onnie jang wooyoung wife back

    Kkk~

    Wahh ada squelnya toh.

    Emm bagus onn tapi agak kurang onn kurang banyak adegan romantisnya onn

    Onn kalok di filem titanic kan ada adegan kissingnya tuh onn kok di sini enggak di bikin sihh onn(?)*egh anak kecil uda pande ! Ketularan anin onnie yadongnya v( ‘.’ )v viss onn lupakan*

    Bagus onn bagus
    Tapi onn lebih bagus lagi kalok castnya itu qie” ama wooyoung wkwkwkw😛

  2. Ah, bikin deg”n ajj nh -,- kirain ff.y bnyk jelek.y huft..
    akhir.y ff saya lakuu!! Ad yg baca jg trnyata :’) *bahagia*

    kiki a.k.a istri.y jang wooyoung aku daulat jd reader tetap ku XP *stres*
    ih.. Beneran ketularan yadong.y si ninut T.T
    akuu ga bs bkn adegan yg ada kisseu” nyaa >//<
    ntar.. Romantisan.y d lanjut d kamar hoho
    eh baca yg my lovely fat dong, trus yg where is my happiness juga #promo besar"n

      1. Hehe

        kan penjahat cium Heera..

        Masa Kibum nggak..🙂

        tapi nggak usahlah, aq nggak mau Kibum ngebagi ciuman’x sama cwe laen, aq mau’x cuma sama aq..
        Titikgapakekoma..
        Hahahaha

  3. haihaihaihai ekaaa…aku balik lagi…
    *melambai ga jelaas
    akhirnya Kibum bisa balikan lagi yah
    buset adegan kabin..hahaha ngakak abis
    bener kata kiki
    kasih adegan kiss mestinya…*semua author skrg ketularan anin* hahaha

  4. Akhirnya sequelnya dibuat…senengnyaaa…semua yg ada disini,sesuai dgn yg aku harepin.btw,aku nungguin my lovely fat kok!!!semangat dong thor…!!!

  5. holla~ ak dh baca do you still love me berikut sequelnya…
    comment’nya di rapel dsni ajj ya? /plak/

    bacanya gemes ya? awalnya gemes ma max & vic,eh, di sequelnya ak jdi gemes ma max nya ajj… kq enak betul mw ma dua2nya? mending tinggalkan mereka, berpalinglah padaku max /slaped/
    weh, daku menunggu cerita yang lain, semangad^^

  6. Nice… CM iih gt de yaa seenak udelny gt main blg suka pdhl ud pny vic.. Untung aj heera msh waras kg nrima CM lg kl ga ff in ga slese2 doonk ahahaha JK🙂 kl ga bs runyam smuany ksian kibum n vic.. Kibum romantis bkin candle light dinner ud gt pk acara ngajak brgaya titanic bkin ngakak de..

    1. Iya bener, si CM emang minta di hajar u,u
      heera masih waras?? O.o selalu dong…
      iyaaa kibum so sweet bgt >< untung aja ga ngajak renang bareng lumba-lumba /eh *author stress*
      thx RC^^

  7. lebih krasa yg ptama feel ny tp ni jg keren kok ending ny unyu2 hahaha.. jd ngbayangin scene jack n rose yg tkenal itu..

  8. eonni!! *teriak pke toak*
    nice ff eonni🙂

    changmin koq rakus(?) ya? pengin milikin dua”nya..

    untung deh akhir’a happy ending, prjuangan kibum oppa ga sia”🙂

  9. Bagus kok min tpi aku pikir si heera bakal balik lgi ama changmin tpi syukurlah engga, abisnya kasian kibum nya ehehhe … Cuma thor kelanjutannya si victoria sama changmin ga di ceritakan yah thor hehehe tpi keren thor aku suka bngett

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s