My Lovely Fat Part 4

Author       : autumnsnowers

Genre        : Romance, Friendship, brother live

Rating       : PG 15

Length      : Chapter

MainCast :

Shim Changmin

Kim Heera

Other Cast :

Kim Heechul

Kim Jaejoong

Park Miyoung

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Sung Hyosun

Lee Hyukjae

PS :: Tulisan yang warna COKLAT itu… hyukjae lagi cerita kejadian yang dulu

“ Ah… aku ada ide untuk mempersatukan mereka.” Hyukjae menjentikkan jarinya tanda ketika dia sedang mendapatkan ide brilliant.

~~~****~~~

~~~ My Lovely Fat Part 4 ~~~

Author’s POV

“ Apa itu Hyuk-ah?.” Tanya Donghae tak sabar untuk mendengarkan ide yang dicetuskan oleh sang patner diikuti dengan tatapan-tapan ingin tahu dari yang lain.

“ Tenanglah… memang ini rencana yang lumrah dilakukan, tapi jika kita yang menanganinya…” Hyukjae tidak melanjutkan kata-katanya, melainkan tersenyum penuh rahasia.

“ Bagaimana Siwon-ah? Kau akan ikut bergabung dengan kami? Jika kau ikut, aku akan meminjam villa milikmu yang di pulau Jeju. Agar tidak perlu mengeluarkan banyak uang hehe.” Tanya Hyukjae sambil terkekeh geli atas ucapannya, tapi tidak lama kemudian bantal sofa yang di lempar Kyuhyun mendarat di wajahnya dengan sukses.

“ Ya hyung. Tidak bisakah kau menghilangkan sedikit sifat pelitmu itu? jika seperti ini terus, pantas saja kau tidak mendapatkan yeojachingu.” Cibir Kyuhyun.

“ Ya!! Dasar kau maknae kurang ajar. Itu bukan pelit, melainkan hemat. Apa kau tidak bisa membedakannya huh?.” Hyukjae membela diri.

“ Pelit dan hemat beda tipis hyung.” Kyuhyun menjawab dengan enteng.

“ Tapi…”

“ Yak!!! Tidak bisakah kalian untuk tidak mempermasalahkan hal sepele?! Dan bagaimana rencanamu Hyuk-ah?.” Bentak Heechul sebelum Hyukjae menyelesaikan kata-kata yang akan dia ucapkan.

“ Ah itu, lihat saja nanti hyung.” Jawab Hyukjae sambil tersenyum misterius.

Hyukjae segera mengurungkan niatnya untuk melanjutkan ucapannya saat melihat Heera dan Changmin menuruni tangga. Seketika mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang yang sejak tadi berunding. Heera terlihat bingung melihat bahwa suasana yang tadi sangat ramai seperti di pasar berubah menjadi sunyi senyap seperti  di pemakaman dalam seketika.

Dia pun melenggang dengan santai diikuti Changmin ynag berjalan di belakangnya, menyeruak diantara sahabat mereka yang sedang duduk di carpet. Heera pun langsung memakan browniss yang teronggok manis di atas meja, di mata nya browniss itu bagaikan sedang melambai-lambai padanya. Karena menyadari bahwa beberapa pasang mata yang masih menatap dirinya, Heera pun langsung menghentikan kegiatan memakan browniss yang ada dalam genggamannya lalu menatap bingung ke sekeliling..

“ Wae?Adayang salah denganku?.”  Tanya Heera pada beberapa pasang mata yang sedari tadi  tak henti menatapnya.

“ Ra-ya~ kau harus mentraktirku karena kau sudah memiliki kekasih.” Celetuk Miyoung, dan itu membuat Heera melongo takjub saat mendengarnya. BLETAK!! Heera menjitak kepala Miyoung.

“ Ya!! Memangnya aku berpacaran dengan siapa hah? apakah kau sedang bermimpi Park Miyoung?.” Ucap Heera tanpa menghiraukan Miyoung yang sedari tadi mengusap-ngusap kepalanya. Tatapan mata orang-orang di ruangan itu terlihat kecewa saat mendengar ucapan Heera.

“ Heera, sekarang kau kemasi barangmu. Besok kita akan pergi berlibur.” Heechul berkata secara tiba-tiba, Heera hanya menatap Heechul dengan heran.

“ Mwo? Kalian akan berlibur ke mana hyung?.” Tanya Changmin dengan ekspresi penasaran yang terlihat jelas di wajahnya.

“ Itu tidak penting, yang pasti kita akan berangkat besok. Dan kalian… tampaknya kalian juga harus bersiap-siap, jadi pulang lah. Aku tak ingin besok kalian terlambat.” Ucapan Heechul kali ini sontak membuat mereka tercengang.

“ Ya hyung!! Tega sekali kau mengusir kami.” Ucap Donghae sebal.

“ Iya. Setidaknya ijinkan kami untuk tetap di sini dulu, Tenang saja… besok pasti kami tidak akan terlambat.” Hyukjae menimpali ucapan Donghae, dan mendapatkan anggukan setuju dari orang-orang yang ada di ruangan itu. Heechul hanya menghela nafas panjang.

“ Baiklah. Tapi awas jika besok kalian terlambat.” Ancam Heechul membuat mereka bergidik ngeri.

~~~****~~~

The Next Day

Sebelum berangkat menuju tempat mereka berlibur, mereka berkumpul di rumah Heechul terlebih dahulu. Yang ikut pergi berlibur hanya 8 orang, dan rombongan ini pergi dengan menggunakan 2 mobil. Yang berada di mobil Heechul adalah Kyuhyun, Miyoung dan Hyukjae. Sedangkan yang di mobil Donghae adalah Hyosun, Heera, dan Changmin. Selama di perjalanan Heechul tak henti-hentinya menggerutu. Dia sebal karena tidak ada seorang pun yang bisa menggantikannya mengemudi, ani… bukannya tidak bisa, tapi mereka tidak mau untuk menggantikannya. Dia melirik sebal pada Hyukjae yang sedang terlelap di kursi penumpang di sebelahnya, Heechul semakin kesal saat melihat Kyuhyun ynag tengah asik ‘berpacaran’ dengan PSP nya.

“ Ya!! Cho Kyuhyun. Tidak bisa kah kau menghentikan kegiatan yang tak berguna itu hah?. Kenapa aku harus satu mobil dengan kalian padahal adik ku sendiri ikut bersama mobil Donghae.” Umpat Heechul kesal. Kyuhyun menghentikan kegiatannya dan menatap Heechul.

“ Ya hyung. Apakah kau selalu seperti ini hah? selalu mengkhawatirkan Heera di saat kau tidak melihatnya, tapi kau akan sangat galak pada nya jika kalian bertemu. Aigo ckckck. Dan ini kegiatan yang paling bermanfaat untukku hyung.” Kyuhyun mengacungkan PSP nya saat menyelesaiakn ucapannya. Dan Heechul hanya bisa mrnjitaknya dalam mimpi.

~~~***~~~

Suasana di mobil Heechul tidak semeriah suasana di mobil  Donghae, tetapi mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Heera asik menghabiskan makanan yang dia bawa, Changmin yang menikmati musik dari ipod nya, Donghae dan Hyosun sedang asik mengobrol. Tapi obrolan Hyosun dan Donghae ketika mendengar Changmin suara nyanyian Changmin yang merdu.

“ Max, apakah kau tidak ada keinginan untuk menjadi traine di salah satu management?.” Tanya Hyosun penasaran.

“ Tidak, aku tidak tertarik.” Jawab Max tanpa berpikir terlebih dahulu. Heera yang mendengar itu pun langsung ikut bergabung dalam pembicaraan.

“ Hyo-ah dia ini sangat susah untuk diberi tahu. Sudah dari dulu aku menyuruhnya untuk mengikuti audisi, tapi dia selalu menolak.” Ucap Heera sambil mentap sebal pada Changmin, sedangkan Changmin tak menghiraukan ucapan Heera.

“ Oh… padahal dia memiliki potensi yang besar.” Perkataan Hyosun diikuti anggukan oleh Heera.

“Adahal yang lebih penting untukku.” Jawab Changmin sedikit ketus. Donghae yang melihat itu semua hanya tersenyum misterius.

“ Changmin-ah… nampaknya aku tahu apa yang menjadi alasan mu.” Ucap Donghae tanpa melihat ekspresi Changmin yang ada di kursi belakang.

~~~****~~~

Heera’s POV

Aku menginjakkan kaki di halaman yang  sangat luas, di depannya berdiri kokoh sebuah villa megah yang membuatku tak henti-hentinya nberdecak kagum. Siwon oppa memang hebat, dia terampil memilih arsitektur villa sebagus dan semegah ini.

Sayang Siwon oppa dan Soo Ra tidak bisa ikut berlibur kami karena mereka harus pergi ke Jepang untuk menjenguk Kakek mereka yang sedang dirawat. Dan Sungmin oppa juga tak dpat ikut bersama kami karena dia harus pergi keParisuntuk mengurusi cabang perusahaannya disana. Aaaa kakak adik Choi memang sangat baik meminjamkan villanya selama kami berlibur padahal mereka tidak ikut berlibur bersama kami.

Saat aku sedang menikmati villa oppa yang luas ini , Donghae oppa menggerutu tidak jelas di sampingku. Aku menatapnya masam, mengganggu saja.

“ Ya… kenapa kalian tidak memilih untuk tinggal di rumah ku saja hah? yang sama-sama berada di Busan.” protes Donghae oppa pada Heechul oppa yang sedang menurunkan koper.

“ Bukan karena tidak mau. Tapi aku tidak enak pada keluarga mu. Kau mau persediaan jatah makan di rumah mu habis dimakan Heera? Belum lagi tingkah si monyet Hyukjae itu.” Jawab Heechul oppa dengan tenang. Hmm bukan seperti oppa yang biasanya.

~~~****~~~

Aaaaa aku ingin cepat pulang!!!! Ini hari ke tiga kami berlibur di villa ini. Aku pikir aku akan benar-benar dapat bersenang-senang di sini, tapi ternyata tidak. Ini pasti gara-gara mereka, Heechul oppa bersama teman-temannya. Huft… untunglah besok lusa kami akan kembali keSeoul, tapi tetap saja besok aku pasti akan mendapatkan kejutan dari mereka lagi. Apakah kalian ingin tahu apa yang terjadi saat pertama kali kami tiba di sini?

The First Day

Aku kira aku akan tinggal dan tidur dengan nyaman di dalam villa milik keluarga Choi, tapi ternyata… Kami akan camping di halaman belakang villa ini!!! Bayangkan saja, mereka lebih memilih camping di halaman belakang dari pada tidur nyenyak di Villa megah dan sebagus itu. Walaupun kami tetap bisa mandi dan memasak dengan fasilitas yang ada di villa ini. Tapi tetap saja, orang yang memiliki rencana ini benar-benar gila.

Yang paling menyebalkan, aku dan Changmin harus membuat tenda untuk kami semua sedangkan mereka membereskan barang-barang yang kami bawa di dalam villa. Aku tentu saja memiliki tenda khusus untuk aku tinggali sendiri karena badanku yang gemuk. Aku tak mau tidur 1 tenda dengan Miyoung dan Hyosun, bisa-bisa tubuh mereka tergencet oleh ku, terlebih Hyosun yang memiliki tubuh mungil. Bisa-bisa aku dituntut oleh Donghae oppa di pengadilan kalau badan calon istrinya kempes.

Sangat mudah sebenarnya untuk mendirikan tenda, tapi saat tendanya berulang kali roboh… maka itu seperti penyiksaan yang luar biasa. Dan itu lah yang aku dan Changmin alami.

The Second Day

Hari ke dua di sini, kami harus mengikuti lomba masak antar couple!!! Kyuhyun dengan Miyoung, Donghae oppa dan Hyosun, dan AKU? Dipaksa dengan Changmin apa mereka gila hah? parahnya Heechul oppa dan Hyukjae oppa berpasangan karena tidak memiliki kekasih, berulang kali Hyukjae oppa terkena tepukan maut dan tatapan maut dari Heechul oppa karena tingkahnya. Mereka sudah gila.

Kemampuan ku dan Changmin yang sama-sama tak becus dalam memasak tetapi sangat mahir dalam menghabiskan makanan. Sebenarnya Donghae oppa dan Kyuhyun juga tidak bisa memasak seperti kami, tapi mereka memiliki pasangan yang pintar dalam memasak, dan tentu saja kami kalah. Dan kalian tahu apa hukuman bagi yang kalah? Tidur satu tenda.

Syok. Itu lah yang kurasakan. Aku mengelak dengan alasan bahwa tendanya terlalu kecil untuk kami berdua, tapi ternyata 2 makhluk itu sudah menyiapakan tenda yang besar untuk di tempati aku dan Changmin. Dan anehnya malam itu aku tertidur dengan nyaman seperti biasa , padahal pada awalnya aku merasa sedikit risih dengan ini semua. Tapi untunglah kami tidur dalam satu tenda hanya 1 malam.

The Third Day [Today]

Hari ini kami harus menemukan sebuah kotak kayu yang berisi harta karun, ahaha ani, hanya sebuah kotak kayu yang berisi cek sebesar 1 juta won. Itu lebih dari sekedar lumayan untuk anak sekolah seperti kami. Kami harus menyelusuri tepi pantai yang berpasir putih untuk mencari kotak itu dalam waktu 1,5 jam. Bayangkan, hanya 1,5 JAM di pantai seluas ini!!.

Aku dan Changmin menyempatkan diri untuk beristirahat sebentar karena merasa lelah, menikmati ice cream yang di jual di kedai kecil dan sempat bermain air, saling mencipratkan air ke tubuh satu sama lain. Setelah berkeliling selama 1,5 jam tanpa hasil, kami pun langsung kembali ke villa, berkumpul di ruang keluarga di villa itu.

Aku merasa sedih karena tak ada satu pun couple yang berhasil menemukan kotak itu, karena setidaknya aku akan mendapatkan bagian seperti  ditraktir jika ada couple yang menemukan kotak itu. Wajah kami lesu ketika mendengar cek itu sudah hangus dan tidak berlaku. Suasana hening… tapi suara tawa Hyukjae oppa memecahkan keheningan.

“ Ya… sampai seharian mencari pun kotak itu tidak pernah dapat kalian temukan karena memang kami tidak pernah meletakkan kotak berisi cek itu disanabuahahahah.” Ucapan Hyukjae oppa sontan membuat kami semua menganga tak percaya.

“ Ya!!! Teganya kalian.” Donghae oppa berkata dengan raut kesal.

“ Salahkan Hyukjae, tadi nya aku memang akan meletakkan kotak itu di pesisir pantai tapi aku di larang oleh dia.” Heechul oppa berkata sambil menunjuk Hyukjae oppa.

“ Ya hyung… tapi ini bukan sepenuhnya salahku.” Ucap Hyukjae oppa membela diri karena merasa Heechul oppa lepas tangan dari semua ini.

“ Cih… dasar pelit.” Ucap Kyuhyun sambil membuang muka.

“ Ya oppa!!! Kau ini benar-benar keterlaluan. Memangnya kalian pikir kami tidak merasa lelah untuk mencari benda, padahal benda yang kami cari tak ada disana.” Gerutu Miyoung sambil melemparkan bantal sofa pada Hyukjae oppa. Dan berbagai benda pun menyusul untuk mendarat di tubuhnya.

Hari ini adalah hari ke 4 kami berada di villa ini. aku merasa was-was menunggu instruksi mengenai games apa yang akan kami terima. Dan aku merasa bernafas lega saat mengetahui jika permainan kali ini hanya Truth or Dare.

Kami berkumpul di ruang keluarga, meletakkan sebuah botol di atas meja. Kami memutar botol itu secara bergilir ( Kayak di film BBF  ). Permainan di mulai pertama kali oleh Kyuhyun.

Dia memutar botol itu satu kali dan akhirnya botol itu berhenti berputar dengan arah tepat menunjuk Hyukjae oppa. Ternyata Kyuhyun memilih Dare dan menyuruh Hyukjae oppa untuk menjitak kepala Heechul oppa.

“ Kyuhyun-ah… tak bisa kah kau memberiku instruksi lain?.” Tanya Hyukjae oppa dengan tatapan memelas.

“ Ani hyung, lakukanlah.” Kyuhyun menjawab sambil tersenyum puas. Heechul oppa melotot pada Hyukjae oppa saat Hyukjae oppa berjalan mendekat padanya dengan tatapan ragu dan takut. Dengan gerakan cepat Hyukjae oppa pun menjitak kepala Heechul oppa dan langsung berlari, Heechul oppa yang tak terima dengan jitakan yang mendarat di kepalanya langsung berlari mengejar Hyukjae oppa.

Setelah adegan Tom and Jerry selesai, permainan pun di mulai. Sekarang giliran Changmin dan botolnya berhenti di hadapanku. Dia memilih truth, aku merasa deg-degan menunggu pertanyaan yang akan dia lontarkan.

“ Ra-ya~… apakah kau masih menyukai sunbae mu?.” Pertanyaannya sontan membuatku terkejut.

“ A- aniyo.” Jawabku dan kulihat Changmin tersenyum lega saat mendengarnya. Lalu giliran Heechul oppa , dan botolnya mengarah padaku. Dia juga lebih meilih truth.

“ Kim Heera. Kapan kau akan kurus hah?.” tanyanya sambil menyilangkan tangan di depan dada.

“ Ya oppa, bisakah kau tidak menanyakan itu?. Molla… aku tak tahu kapan aku akan kurus.” Jawabku sambil mengerucutkan bibir. Lalu permainanpun di lanjutkan dan terdapat berbagai pertanyaan dan tantangan yang ditujukan bagi orang yang telah di tunjuk oleh botol itu.

~~~****~~~

Akhirnya hari ini tiba, kami akan kembali keSeoul. Meninggalkan kegilaan yang terjadi selama di sini. Dan bersiap untuk melanjutkan rutinitas seperti biasa. Selama diperjalanan aku terlelap karena lelah dengan hari-hari yang telah kami lalui.

3 Days Letter

Hari ini aku mulia kembali pada rutinitasku di sekolah. Aku duduk termenung di tempat duduk ku, masih memikirkan hal yang membuatku sangat penasaran. Aku harus menyelidiki alasan apa yang membuat Heechul oppa bersikap seperti itu jika berhungungan dengan Junsu sunbae. Ah lebih baik aku bertanya pada Changmin setelah dia selesai latihan basket.

Tak lama kemudian terdengar suara ribut-ribut di luar kelas, suara seperti dengungan lebah-lebah dalan jumlah yang sangat banyak. Aku menoleh pada pintu, memerhatikan siapa orang yang mampu membuat lebah-lebah itu berkumpul. Ternyata dia, Changmin, muncul dengan di ikuti oleh para yeoja yang tak henti untuk menarik perhatian namja itu, Changmin hanya tersenyum menanggapi mereka.

Ah dia memang namja yang baik, selalu ramah pada siapa pun. Dia berjalan menuju tempat duduknya, di sebelahku. Aku menulurkan sebotol air mineral kepadanya. Ketika ia menerima botol itu, seula senyum mengembang di bibirnya. Kau tahu? Senyum itu menular karena sukses membuatku ikut tersenyum.

“ Kau semakin memiliki banyak fans yeoja Changmin-ah. Kenapa kau tidak memilih salah satu dari mereka untuk menjadi yeojachingumu?.” Ucapku sambil terus memerhatikannya. Dia hanya terkekeh mendengar ucapanku.

“ Tapi sayangnya tak ada satu pun yang menarik perhatianku.” Jawabnya sambil menatapku intens.

“ Changmin-ah bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu? Tantang alasan kenapa Heechul oppa bersikap seperti itu jika membahas sesuatu mengenai Junsu sunbae?.” Tanyaku penasaran. Dapat ku lihat wajah Changmin menegang dan rahangnya mengeras.

“ Aku tidak tahu. Dan nampaknya kau tidak perlu untuk mengetahuinya Heera.” Ucapnya tegas sambil berdiri, berjalan meninggalkan kelas.

Aku tercengang mendengar jawabannya, jika Changmin sudah memanggil diriku Heera dengan ekspresi seperti itu, maka aku sudah memasuki area berbahaya. Ternyata bukan hanya aku yang terkejut melihat reaksi Changmin, Miyoung dan Kyuhyun pun terkejut melihat ekpresi sahabatnya itu.

“Adaapa sebenarnya Ra-ya?.” Tanya Miyoung dengan raut cemas.

“ Ani, aku hanya menanyakan alasan akan sikap Heechul oppa jika membahas sesuatu yang berhubungan dengan Junsu sunbae dan sikapnya malah seperti itu. Aku rasa dia tahu sesuatu, kalian harus membantuku.” Beberku dengan tatapan memelas pada pasangan iblis di belakang ku ini.

“ Baiklah, tapi kau harus membelikanku kaset game keluaran terbaru.” Ucap Kyuhyun mengajak negosiasi.

“ Ya!!! CHO KYUHYUN!! Kau keterlaluan.” Umpatku sambil mendaratkan pukulan di kepalanya. Tapi pada akhirnya aku menyetujui syarat yang dia ajukan.

~~~****~~~

Rumahku sepi, Heechul oppa sudah kembali menempati apartement miliknya. Aku mengetuk-ngetukkan jari di meja belajarku. Sedangkan Miyoung sibuk dengan mengacak-ngacak lemariku dan Kyuhyun yang sedang berbaring di tempat tidurku. Aku bingung harus memulai penyelidikan ini dari mana.

“ Sebaiknya kau menanyakan pada Hyukjae hyung Heera, dia pasti mengetahui semuanya.” Ucap Kyuhyun seperti mengetahui pertanyaan yang sedari tadi memenuhi kepalaku. Aku tersenyum senang mendengar idenya.

“ Kau memang pintar Cho Kyuhyun. Tapi Hyukjae oppa sangat tertutup akan sesuatu jika dia telah berjanji pada yang lain.” Ucapku memuji Kyuhyun juga mewlontarkan pertanyaan baru padanya.

“ Cho Kyuhyun memang genius. Kau baru menyadarinya? Payah sekali.” Cicir Kyuhyun, aku pun langsung melemparkan kamus pada tubuhnya tapi dia berhasil berkelit.

“ Dan kau bisa meminta Hyosun eonni. Nampaknya dia bisa diajak kerja sama dan dia sama evilnya seperti kami.” Miyoung bersuara sambil membolak-bolak pakaianku yang tergantung rapih.

“ Ah kau hebat Park Miyoung. Dan nampaknya kita harus mengancam Hyukjae oppa untuk buka mulut. Kita harus mendapatkan  informasi secepatnya, sebentar lagi ujian negara dan aku tak mau masih tetap penasaran dengan hal ini.” Ucapku mengakui ide brilliant yang berasal dari ke dua sahabatku ini.

~~~****~~~

Huft, aku kehilangan salah satu sahabat terbaikku. Soo Ra sudah pindah untuk menetap di Jepang bersama Siwon oppa. Mereka akan menemani kakek mereka disanadan juga akan tinggal bersama orang tua mereka yang memang sudah lama tinggal di Jepang.

Hari ini aku dan  3 orang yang memiliki sifat iblis mulai melakukan aksi di rumah Hyukjae oppa. Kebetula Hyukjae oppa tadi pergi meninggalkan kami karena ada urusan mendakak, jadi aku dan dan yang lainnya bisa memulai aksi dengan lancar.

Kyuhyun dan Miyoung mengambil semua koleksi kaset yadong milik Hyukjae oppa -__-. Hyosun menyita laptop yang biasa Hyukjae oppa untuk menonton video yadong, dan aku telah mengeluarkan susu strawberry yang ada di dalam kulkas dan memblokir akses kurir langganan Hyukjae oppa yang biasa mengantarkan pesanan susu strawberry ke rumah Hyukjae oppa. Setelah selesai mengumpulkan barang-barang yang kami butuhkan, kami pun langsung meninggalkan rumah Hyukjae oppa. Menunggu timing yang tepat untuk melanjutkan aksi yang ke dua.

Heera’s POV End

Author’s POV

Hyukjae kaget melihat kondisi rumahnya yang sepi tanpa tanda-tanda kehadiran 4 orang yang tadi pagi datang ke rumahnya secara tiba-tiba. Dia semakin tercengang ketika tidak menemukan laptop kesayangannya, kaset yadong koleksi miliknya hilang, dan susu strawberry yang di kulkas juga ikut menghilang.

Dia berusaha menahan luapan rasa penasarannya, dan dia semakin gelisah karena sudah dua hari kurir yang bisa mengantarkan susu strawberry pesanan miliknya belum juga tiba. Ting Tong. Tiba-tiba bel pintu rumahnya berbunyi, dengan tergesa dia berjalan menuju pintu depan. Berharap bahwa itu adalah kurir pengantar susu strawberry pesanannya, tapi wajahnya lesu seketika saat mendapati 4 orang yang berdiri di depan pintu rumahnya.

“ Hai oppa.” Sapa Heera sambil tersenyum, atau lebih tepatnya menyeringai tetapi Hyukjae tidak menyadarinya. Hyukjae mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga.

“  Kau kenapa oppa? Murung sekali.” Tanya Heera saat mereka sudah duduk di depan TV.

“ Aniyo.” Jawab Hyukjae lemas.

“ Kau mencari ini oppa?.” Tanya Miyoung sambil mengacungkan koleksi kaset yadong milik Hyukjae dari tasnya. Hyukjae terperangah melihatnya, belum sempat dia menangani rasa keterkejutannya. Hyosun mengeluarkan laptop milik Hyukjae yang sekarang sedang ada di atas pangkuannya. Hyukjae semakin terperangah melihat laptopnya ada pada Hyosun.

“ Kalian…” ucapan Hyukjae terpotong oleh ucapan Heera.

“ Dan kau selalu menunggu kurir yang mengantar susu strawverry pesananmu oppa?.” Tanya Heera sambil menyeringai, Kyuhyun hanya terdiam menyaksikan ke 3 iblis wanita beraksi di hadapannya.

“ Ya!!! Kembalikan itu semua padaku!!.” Hyukjae berusaha merebut kaset yang ada di genggaman Miyoung, tetapi kaset itu dia lempar pada Kyuhyun yang segera menangkapnya.

“ Jika kau ingin semua ini kembali padamu, kau harus memberi tahu ku alasan akan sikap Heechul oppa jika membahas hal yang berhubungan dengan Junsu oppa.” Heera angkat bicara.

“ Aniyo. Aku tak akan memberi tahukannya padamu. Aku tak membutuhkan barang-barang itu lagi.” Tolak Hyukjae tegas. Benar seperti dugaan Heera, Hyukjae akan menutupi sesuatu hal jika dia telah berjanji akan menutupi hal itu.

“ Apa kau yakin hyung? Ku lihat ini kaset-kaset yang kau incar sejak lama, dan kau pontang panting untuk mendapatkannya” Ucap Kyuhyun sambil membolak-balikkan kaset koleksi Hyukjae. Hyukjae tetap diam. Tak terpancing oleh ucapan Kyuhyun, walaupun sempat terlihat perubahan ekspresi wajah Hyukjae tapi dia dengan segera merubah ekspresi wajahnya lagi.

“ Kau mau aku memperlihatkan ini video koleksimu pada adjumma dan ajdussi?.” Tanya Hyosun sambil menimbang-nimbang laptop yang ada di tangannya.

“ Mereka tahu jika aku suka menonton yadong. Dan kau tidak dapat membuka laptopku.” Hyukjae tersenyum puas.

“ Kau yakin? Adjumma pasti akan kaget saat mengetahui jumlah koleksi video anaknya sampai mencapai ribuan, bisa-bisa diakanmendapat serangan jantung mendadak. Dan ya… aku tahu password yang kau pakai saat ini. Kau ingat bahwa Donghae mengirimu pesan dan menanyakan password laptopmu untuk melihat koleksi terbaru mu? Sebenarnya aku yang mengetik pesan untukmu, dan Bingo!! Aku tahu passwordmu.” Beber Hyosun sembari menyeringai iblis.

“ Dan aku telah memblokir akses untuk kurir pengantar susu strawberry favorit mu itu oppa. Aku berkata bahwa kau untuk 2 bulan ini tidak usah dikirimi susu strawberry tetapi kau akan tetap membayar tagihan untuk susu strawberry itu.” Heera menunjukkan seringainya lagi.

“ Argh!!! Sialaaaan!!!.” Teriak Hyukjae frustasi.

“ Oppa, kau mau menceritakannya untukkukan? Aku tak akan bilang pada Heechul oppa jika kau yang menceritakan ini semua padaku. Jebbla.” Pinta Heera dengan tatapan memelas.

Hyukjae tak tega untuk menceritakan itu semua pada Heera yang kini sedang menatapnya dengan tatapan memelas dan disisi lain, kaset yadong, laptop dan susu strawberrynya mau di kemanakan? Bisa bisa ia seperi ibu ibu yang kehilangan anaknya. Ia pun menceritakan semuanya

Heera’s POV

Min Hwan adjussi merupakan chef hebat dan terkenal baik di Korea maupun di mancanegara, sedangkan Hara adjumma adalah seorang pattisier terkenal di Korea.Orang tua kalian merupakan pemilik Applephard, restaurant terkenal yang mendapatkan 3 bintang Michellin. Yang artinya restaurant yang memiliki makanan yang eksepsional, layak dikunjungi pada moment-moment special, dan menyajikan wine terbaik.

Tidak sembarangan orang atau restaurant yang dapat memperoleh bintang Michellin dengan mudah, apalagi restaurant milik orang tua kalian mendapatkan 3 bintang. Bintang Michellin ini dicetuskan oleh Andre Michellin, seorang produsen ban asal Prancis untuk membuat buku panduan perjalanan bagi pengendara mobil. Dan buku panduan ini berisi tentang restaurant-restaurant yang patut untuk dikunjungi dan tidak di ragukan lagi kelezatan dan palayanannya. “

Hyukjae oppa menghentikan ceritanya. Dia menanyakan apakah aku ingat tentang hal ini atau tidak, tentu saja aku mengingat hal ini. Hal yang membuatku sangat bangga pada kedua orang tuaku. Hyukjae oppa pun langsung melanjutkan ceritanya.

“ Saat itu pihak Applephard restaurant mengumumkan bahwa mereka sedang dalam tahap pembuatan menu baru. The Great Kim restaurant merupakan saingan Applephard. Sebenarnya hanya pihak mereka yang menganggap bahwa restaurant kalian adalah saingannya. Tetapi orang tua mu sama sekali tidak pernah menganggap bahwa The Great Kim restautant merupakan saingan restaurant milik keluarga kalian.

Kim Jaejoong, putra pertama pemilik The Great Kim resataurant yang berbeda umur 5 tahun denganmu mulai mendekati mu, anak perempuan satu-satunya pemilik Applephard. Kalian semakin dekat. Tidak ada seorang pun yang mengira bahwa kedekatan dirinya dengan mu memiliki maksud lain yang tersembunyi. Dia mendekati mu hanya karena untuk mendapatkan resep baru di restaurant milik orang tua mu. Bahkan orang tua Jajejoong meminta pada orang tua mu untuk menjodohkan kalian, dan adjumma dan adjussi pun menyetujui itu semua. Karena belum ada satu pun yang mengetahui niat Jaejoong mendekati mu.”

Hyukjae oppa menghentikan ceritanya lagi. Mananyakan apakah aku mengingat hal yang dia ceritakan atau tidak. Aku hanya menggeleng. Lalu Hyukjae oppa menanyakan apakah aku ingat bahwa saat SMP Jaejoong sempat memberitahukan dress code yang salah padaku saat menghadiri pesta Im Yoona? dan aku yang di putuskan olehnya saat ulang tahun di acara ulang tahun Im Yoona. Lalu aku membenci dirinya. Aku memberitahukan Hyukjae oppa bahwa aku ingat apa yang dia tanyakan tentang Jaejoong dan pesta Im Yoona, bahkan aku ingat bahwa Changmin yang menghiburku. Lalu dia mulai bercerita lagi.

“ Awalnya kau memang membencinya. Tapi kau tidak sepenuhnya membenci Jaejoong karena sebenarnya kau mulai menyukai dirinya. Kau berusaha melupakan insiden dan menekan rasa malu mu saat di pesta ulang tahun Yoona karena kau pikir saat dewasa nanti kau akan tetap bersama dirinya karena kalian telah dijodohkan. Tapi hal itu tidak cukup untuk mempermalukanmu.

Saat keluarga besar Jaejoong mengadakan jamuan makan malam di rumah mereka bersama relasi-relasi bisnis mereka. Kau datang tanpa di temani oleh kedua orang tuamu atau pun Heechul hyung. Di tengah-tengah acara Tuan Kim meminta perhatian semua tamu yang hadir. Ternyata acara ini sebenarnya adalah pengenalan gadis yang ditunangkan dengan Jaejoong.

Kau gugup menunggui Tuan Kim mengumumkan siapa gadis yang menjadi tunangan Jaejoong. Tapi ternyata tunangan Jaejoong adalah Im Yoona. Kau sangat syok saat mendengar dan melihat itu semua. Saat kau akan pergi meninggalkan ruangan, Nyonya Kim memanggil namamu. Dia mempermalukanmu di depan keluarga besar dan relasi bisnisnya, seakan tak cukup telah mencabik-cabik hatimu.

Kim Heera. Putri pemilik Applephard. Ternyata ini dia putri yang selalu di banggakan oleh mereka.’ Ucapnya sambil menghampirimu. Kau masih sempat membungkuk hormat padanya susudah apa yang keluarganya lakukan padamu.

‘ Kurasa kau tidak tahu bahwa ini adalah perkenalan tunangan Jaejoong.’ Ucapnya enteng.

‘ Adjumma… apakah ini semua benar? Maksudku, Yoona adalah tunangan Jaejoong oppa?.’ Tanya mu untuk lebih memastikan.

‘ Ya, ini semua benar. Oh, apakah kau masih  mengira bahwa kau adalah tunangan Jaejoong?. Hah, jangan bermimpi nona manis. Kau tahu, Jaejoong mendekati mu hanya untuk mendapatkan resep baru yang sedang dikerjakan oleh restaurant keluarga mu. Dan perjodohan kalian hanya tipu muslihat kami. Asal kau tahu aku tak sudi anakku memiliki tunangan seperti mu, yeoja gendut. Kau tak sebanding dengan Im Yoona.’ ucapnya tanpa menyadari bahwa kalian tengah menjadi tontonan gratis bagi para tamu, terutama relasi bisnis restaurant miliknya.

Kau meninggalkan rumah Jaejoong sambil terisak, kau mampir ke kedai soju dan menghabiskan 3 botol soju. Sampai akhirnya kejadian naas itu terjadi. Kau pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, karena pada dasarnya kau memang masih SMP dan belum cukup kuat untuk minum.

Saat kau berniat menyebrang jalan, kau tidak melihat bahwa lampu untuk pejalan kaki sudah berubah warna lagi menjadi merah. Kau tetap berjalan tanpa menghiraukan teriakan orang-orang di sekitarmu, lalu tiba-tiba kau tertabrak mobil yang sedang melaju dengan kencang. Kau terseret sejauh 3 meter dari tempat kejadian. Kau mengalami amnesia.”

Tak terasa air mata ku mengalir dengan sendirinya. Miyoung dan Hyosun memeluk tubuhku erat. Hyukjae oppa Menghentikan ceritanya. Dia bertanya apakah aku sanggup mendengar kelanjutan ceritanya atau tidak. Tentu saja aku mau.

“ Kau dilarikan ke rumah sakit. Tapi pihak rumah sakit sempat menyerah akan kondisi mu saat itu. Sampai-sampai Min Hwan ajdussi meminta bantuan tim medis dari Jerman untuk menangani kondisimu dengan dibantu oleh tim medis diKorea.

Setelah lama terbaring tak sadarkan diri, akhirnya kau sadar. Tapi kau mengalami amnesia yang sangat parah. Heechul hyung dan kedua orang tuamu sangat terpukul dengan ini semua. Heechul hyung yang sudah mengetahui semua tentang mu dan Jaejoong bahkan sampai saat kejadian yang terjadi di kediaman Tuan Kim, sangat marah saat mengetahui itu semua, dia merasa bahwa dia telah gagal menjadi kakak yang baik untuk mu.

Dan karena hal itu pula dia mendesak Min Hwan adjussi dan Hara adjumma untuk menghapuskan beberapa ingatan mu yang berkaitan dengan keluarga itu. Hanya ingin kau mengingat kejadiaan saat di pesta ulang tahun Yoona. Menurut Heechul hyung setidaknya dengan begitu kau akan memiliki ingatan untuk membenci  namja itu.”

“ Oppa… lalu apa hubungannya semua ini dengan Junsu oppa?” ucapku memotong ucapan Hyukjae oppa yang sedang bercerita, Hyukjae oppa menghela nafas berat.

“ Tunggu aku selesai bercerita dulu Ra-ya.” Tegurnya, aku pun hanya mengangguk.

“ Jaejoong memiliki adik. Namanya Kim Junsu, sunbae mu di sekolah. Sejak umur 10 tahun dia telah menetap di Jepang bersama dengan neneknya. Saat kau bercerita tentang Junsu, Heechul hyung langsung mencari tahu kapan namja itu pulang keKorea.

Walapun dia tak terlibat dalam kejadian yang menimpa dirimu waktu itu, tapi tetap saja Junsu masih anggota keluarga  itu. dan Heechul hyung tak mau kau berhubungan dengan orang yang masih terkait dengan keluarga itu. Dan kau tahu, setelah kejadian di kediaman Tuan Kim dan kabar bahwa kau mengalami kecelakaan, para relasi mereka yang sempat melihat insiden kau dan Nyonya Kim mulai membatal kan hubungan relasi kerja dengan The Great Kim restaurant.”

Hyukjae oppa mengakhiri ceritanya lalu berkata padaku.

“ Ra-ya… apa kau tahu? Memang sebenarnya kecelakaan yang menimpamu murni kecelakaan. Tapi menurut Heechul hyung, tetap saja keluarga itu lah yang secara tak langsung membuat mu mengalami kecelakaan.”

“ Tapi terdengar sedikit… aneh.” Ucap ku terdengar ragu.

“ Memang. Tapi itu lah yang membuktikan bahwa Heechul hyung sangat menyayangi mu. Dia telah sepenuhnya mempercayakanmu pada Changmin.” Ucap Hyukjae oppa sambil tersenyum.

~~~****~~~

Rasa sakit, sedih, marah, kecewa meluap menjadi satu saat ini. Aku merasa bahwa perasaanku saat ini tak karuan, tapi aku menyimpan sedikit rasa lega dan senang saat mengetahui oppa dan kedua orang tua ku begitu memperdulikan aku.

Sekarang aku di sini, berdiri di apartement milik oppa ku satu-satunya. Ting Tong. Aku menekan bel, saat ini aku ingin Heechul oppa yang membukakan pintu untukku. Tak lama pintu terayun pelan, menampakkan sesosok pria yang memandangku kaget. Aku langsung menghambur ke pelukannya, memeluknya erat.

“ Ra-ya? gwaenchanayo?.” Tanyanya sambil mengelus-ngelus rambutku.

“ Gomawo. Jeongmal gomawo karena kau telah menjadi oppa yang baik untukku.” Ucapku sambil menangis.

“ Ya Kim Heera!! Wae geure?.” Tanya Heechul oppa sambil melepasakan pelukanku. Dia tercengang melihatku menangis, dia terlihat panic.

“ Ya, apa yang terjadi?? Ya ya.” Tanya Heechul oppa sambil mengguncang-guncang bahuku.

“ Oppa… apa kau tidak akan menyuruhku masuk ke dalam huh?.” Ucapku sambil cemberut. Dia langsung merangkulku masuk ke dalam dan mendudukanku di sofa di depan TV.

“ Ya… ada apa sebenarnya huh? Berhentilah menangis, kau terlihat semakin jelek saat menangis.” Ucapnya sambil mengelap kasar air mataku. Dasar aneh, dia ini mau menghiburk atau tidak sih?.

“ Mulai sekarang aku akan mengikuti perkataan mu oppa.” Ucapanku sontan membuatnya tercengang.

“ Ya!! Apakah kau sakit hah? tumben sekali.” Ucapnya tak percaya sambil membolak-balikkan tangannya di keningku.

“ Ya!! Kim Heechul!! Kau tidak percaya padaku hah?! yasudah.” Aku berkata sambil memalingkan wajahku.

“ Yeoja gendut… jangan cemberut arra?? Apa kau mau makan?.” Tawarnya sambil menarik-narik pipiku. Tumben sekali seorang Kim Heechul menawariku makan, padahal ini sudah jam 9 malam.

“ Appo!!! Lepasakan tanganmu pabo. Ani aku tak ingin makan malam-malam.” Heechul oppa hendak memarahiku, tapi setelah mendengar ucapanku selanjutnya dia tercengang. Sepertinya keget melihat seorang Kim Heera menolak makanan.

Sudah 2 hari ini aku tak masuk sekolah dan menginap di rumah Heechul oppa. Tumben dia membiarkan ku tidak masuk sekolah. Ya ampun!!! Ponselku!! Aku lupa bahwa baterai ponselku habis dan belum sempat mencharger nya.

Heera’s POV End

~~~****~~~

Author’s POV

Changmin terlihat mondar-mandir di depan gerbang sambil sesekali berusaha menghubungi seseorang, dia tak memperdulikan kumpulan yeoja yang berkeliaran di sekitarnya yang berusaha menarik perhatiannya. Sudah 1 hari sejak Heera tak masuk sekolah tanpa kabar, Changmin selalu berdiri di depan gerbang. Berharap bahwa yeoja itu akan muncul dan lupa mengerjakan tugas seperti biasanya.

15 menit kemudian dia melihat mobil Mercedes hitam yang dia kenal berhenti di depan gerbang. Lalu munculah yeoja yang dia tunggu-tunggu. Changmin langsung menghampiri yeoja yang sedang melabaikan tangannya pada mobil Mercedes yang tadi mengantarkannya telah berjalan menjauh.

“ Ra-ya~ kau kemana saja hah? apakah kau sakit? Kenapa kau tidak memberi kabar padaku?.” Tanya Changmin bertubi-tubi. Yeoja itu, Heera, terkejut saat mendapati Changmin yang berdiri di belakangnya.

Heera hanya tersenyum mendengarnya. Dia pun langsung melenggang memasuki sekolah dengan Changmin yang berjalan di sampingnya. Lalu seperti biasa, terdengar dengungan sekawanan lebah yang sangat berisik dan mengganggu.

“ Changmin-ah… nampaknya sekarang kau memang benar-benar memiliki banyak fans. Apa kau tidak malu berjalan di sampingku huh?.” Tanya Heera pada Changmin.

“ Tidak, untuk apa aku malu. Aku tidak memperdulikan mereka, mereka menjadi fansku hanya karena tim ku berhasil menjadi juara pertama pertandingan kemarin.” Jawabnya enteng.

“ Tapi aku kagum padamu, kau tetap bersikap ramah pada mereka. Aigo… apakah aku harus menjadi fans mu?.” Tanya Heera usil.

“ Kurasa tak ada salahnya bersikap ramah pada mereka. Ah kau memang sudah menjadi fans ku dari dulu Ra-ya~ bahkan sebelum mereka, kau sudah menjadi fans no 1 untukku.”  Changmin menjawab dengan tersenyum narsis.

“ Ya!!! Jangan harap kau Shim Changmin!!.” Ucap Heera seraya memukul Changmin dengan tasnya.

Sesampainya di kelas, dia langsung diserbu oleh Miyoung dan Kyuhyun. Miyoung langsung memeluk Heera erat.

“ Heera… kau baik-baik saja?.” Tanya Kyuhyun. Heera hanya mengangguk, dalam hati dia sebenarnya heran dengan sikap Kyuhyun. Seorang Cho Kyuhyun yang biasa bertingkah cuek dan sekarang malah menanyakan keadaanku. Aneh.

“ Baguslah. Jika begitu pulang sekolah kita akan mampir ke game center untuk membeli kaset game keluaran terbaru.” Ajak Kyuhyun antusias. Changmin dan Heera tercengang mendengar ucapannya, PLAK!! Sebuah pukulan telah mendarat di kepalanya.

“ Ya Cho Kyuhyun… kau ini.” ucap Miyoung geram.

Akhirnya setelah pulang sekolah mereka mampir ke game center. Karena terdapat Kyuhyun dan Changmin, maka para yeoja pun mulai berdatangan. Hal ini sudah biasa terjadi ketika mereka pergi bersama. Suara para yeoja itu semakin menjadi saat seorang namja cantik ikut bergabung bersama ke 4 orang itu. Namja cantik itu tebar pesona pada sekumpulan yeoja itu seperti biasa. Heera manatapnya dengan tatapan tak suka.

“ Cih hentikan itu semua Kim Heechul.” Ucap Heera sinis yang membuat Heechul menoleh dan menghampiri Heera.

“ Kenapa? Apa kau cemburu hah?.” tanya Heechul sambil mencolek dagu Heera.

Parayeoja yang melihat itu semua langsung histeris.Adabeberapa di antara mereka yang melontarkan perkataan tajam.

‘ Siapa yeoja itu? dia tak pantas berdiri di samping namja itu.’

‘ Yeoja gendut itu tidak pantas untuk bergabung dengan mereka. Mereka tampan dan cantik, sedangkan dirinya?’

‘ Ish tidak tahu diri.’

Ucapan para yeoja itu membuat kuping panas. Ekspresi Heechul mengeras.

“ Apa ada yang salah dengan yeoja yang berdiri di sampingku?.” Tanya Heechul.

‘ Ya… dia tak pantas berdiri di sampingmu.’ Teriak salah satu yeoja dari kerumunan itu. Heechul mengatupkan rahangnya keras.

“ Dia adik ku. Kalian akan berhadapan dengan ku jika mengusiknya.” Ucap Heechul tegas dan berbahaya, seraya merangkul pundak Heera erat.Parayeoja itu semakin heboh, mendadak game center ini berubah menjadi seperti acara jumpa fans.

“ YA!! Bisa kah kalian berhenti bicara?! Suara kalian tidak layak untuk masuk ke dalam gendang telingaku. Sepertinya aku harus memeriksakan keadaan telingaku karena telah mendengar ocehan kalian yang tidak bermutu.” Kyuhyun berkata dengan ekspresi dingin seraya mengajak yang lain untuk pergi dari tempat itu. Mereka berjalan meninggalkan kerumunan yeoja itu, Heechul masih merangkul pundak Heera, hati yeoja itu pasti sangat sakit sakit mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh para yeoja itu yang ditujukan padanya. Tidak tega melihat Heera, Miyoung pun langsung berbalik dan kembali berdiri di hadapan para yeoja yang masih berkumpul.

“ Kalian. Tidak pantas melontarkan kata-kata itu pada temanku. Dia lebih baik dari pada sekumpulan yeoja yang hanya mengurusi masalah dandan, fashion, dan namja.” Ucap Miyoung sambil mengepalakan tangannya kuat-kuat, berusaha menahan luapan emosi yang dia rasakan.

~~~****~~~

Heera’s POV

Aku mengurung diri di kamar. Memikirkan ucapan-ucapan itu, memikirkan perkataan Nyonya Kim yang beberapa hari lalu diceritakan oleh Hyukjae oppa. Sakit, sedih. Itulah yang ku rasakan, tapi yang membuatku marah adalah menyadari bahwa ucapan yang yeoja-yeoja itu dan Nyonya Kim katakan memang benar. Aku tak pantas berkumpul dengan orang-orang yang selalu di dekatku.

Aku yeoja gendut yang di kelilingi oleh orang-orang yang berparas cantik dan rupawan. Aku sangat berbeda dengan orang-orang yang ada di sekitar ku. Sebenarnya aku tak pernah merasa berbeda jika bersama mereka. Tapi ucapan-ucapan para yeoja itu kini berputar di kepalaku, seperti menyadarkanku akan keadaan.

Memang mereka sering meledekku dan memanggilku dengan sebutan yeoja gendut, terutama Heechul oppa. Tapi aku tidak marah mendengar ucapan mereka, karena aku tahu sebenarnya mereka menyayangiku dengan tulus dan tak pernah berniat untuk menyakiti hati ku.

Sebenarnya yeoja gendut itu sering di pandang sebelah mata dan diremehkan oleh orang-orang. Aku pernah diperlakukan seperti itu, tapi selama orang-orang terdekatku memperlakukanku dengan baik. Aku tak memperdulikan akan orang-orang yang memandangku dengan sebelah mata.

Tapi kali ini aku ingin berubah, aku ingin orang-orang itu menganggap diriku pantas saat bersama dengan orang-orang terdekatku.

Huft Shim Changmin. Entah kenapa aku merasa sedikit sedih saat melihat bahwa dia diam tak bergeming saat di game center tadi. Padahal dia yang biasanya selalu membela dan mendukung ku, tapi tadi malah seorang Cho Kyuhyun pun ikut turun tangan menghadapi yeoja-yeoja di game center itu hahaha. Aku tersenyum mengingat bahwa mereka berusaha melindungiku dari para yeoja itu. Mengingat akan sikap orang-orang terdekatku, aku bertekad agar aku berubah. Heechul oppa, aku ingin menjadi dongsaeng yang dapat membuatmu bangga padaku.

~~~****~~~

@ School

Aku duduk sambil membaca buku di taman sekolah dengan Miyoung yang duduk di sebelahku. Aku terdiam tak bergeming saat indera pendengaranku mendengar obrolan yang sedang diperbincangkan oleh sekelompok yeoja yang duduk tak jauh dari tempat kami. Sooyoung seorang primadona di sekolah ini sedang menyukai Changmin dan mereka dikabarkan tengah dekat? Aku tak mengetahui ini semua. Shim Changmin. Bisa-bisanya kau tidak menceritakan ini semua. Tanganku mengepal dengan kuat. Miyoung yang melihat itu semua langsung menepuk bahuku.

“ Ra-ya gwaenchanayo? Apa kau merasa cemburu?.” Aku terkesiap mendengar pertanyaan Miyoung.

“ Aniyo. Untuk apa aku cemburu, dia bukan siapa-siapa untukku.” Jawabku sambil memalingkan wajah dari Miyoung.

Sebenarnya aku merasa sakit saat mendengar itu semua. Apa aku mulai mencintai Changmin? Entahlah.jika aku memang benar mencintainya, Choi Sooyoung merupakan saingan terberatku. Dia primadona di sekolahku, anak pengusaha terkenal, cantik, tinggi dan langsing bagaikan seorang model papan atas, dan dia sangat mahir dalam dance. Dia ketua club cheerleaders di sekolah ini, jadi tak heran jika dia dekat dengan Changmin. Setiap tim basket bertanding, pasti tim cheerleaders ikut menyertai. Ya… mereka pasangan yang serasi.

Karena sibuk melamun, aku tak menyadari kehadiran 2 namja yang sangat diidamkan di sekolah ini. Shim Changmin dan Cho Kyuhyun. Changmin menyetarakan wajahnya dengan wajahku, sejak tadi tadi melambai-lambaikan tangannya di hadapan wajahku. Tapi aku tetap tak bergeming. Sampai ketika aku merasakan jentikan jari yang mengenai keningku, dan ternyata itu ulah Changmin.

“ Ya appoyo.” Ucapku sambil mengusap-ngusap keningku. Dia hanya terkekeh kecil. Aku mendengar suara ribur-ribut yang berasal dari pasangan iblis di sampingku, ternyata mereka sedang bertanding games. Aigo temanku memang ajaib. Aku menoleh pada Changmin, memerhatikan lekuk wajah tampannya yang baru-baru ini aku menyadari ketampanannya.

“ Kau akan mencintaiku jika memandangku seperti itu.” ucapnya tanpa mengalihkan tatapannya padaku.

“ Aish jinjja. Aku hanya heran mengapa banyak gadis yang tergila-gila pada mu.” Ucapku sambil memasang mimic ragu, berusaha menutupi keterkejutanku akan ucapannya tadi.

“ Hahahaha karena yang ada dimatamu hanya jjangmyeon. Bahkan saat kau menatapku, kau seolah-olah ingin menelanku hidup-hidup.” Ledeknya sambil menoleh ke arahku.

Aku menggembungkan pipiku kesal, membuat pipiku yang tembab menjadi semakin tembab. Lalu Changmin menekan kedua pipiku sehingga bibirku mengerucut.

“ Awwas kaw Shim Changmin.” Ucapku, dia hanya terkekeh mendengar ucapanku.

Setelah menyita PSP dari tangan Kyuhyun dan Miyoung, kami ber 4 pun dapat bercengkrama. Menikmati masa-masa SMA yang sebentar lagi akan berakhir. Tapi tawa kami langsung berhenti ketika suara namja mengusik kami.

“ Heera… bisa kita bicara sebentar?.” Tanya namja itu, Kim Junsu. Aku melihat ekspresi wajah Changmin mengeras.

“ Ah sunbae.Adaapa?.” Tanyaku sambil berdiri untuk menghampirinya. Aku dan Junsu sunbae pergi menjauh dari sahabat-sahabatku. Aku dapat merasakan bahwa 3 pasang mata mengawasi kami, tapi ada 1 pasang mata yang terlihat tidak terima melihat aku dan Junsu sunbae.

“ Heera. Aku hanya ingin meminta maaf padamu atas apa yeng telah keluargaku lakukan padamu. Mianhae, jeongmal mianhae.” Ucap Junsu sunbae bersungguh-sungguh sambil membungkuk ke arah ku.

“ Sudahlah sunbae, kau tidak terlibat dengan kejadian saat itu. Aku pun tidak terlalu memikirkannya, itu hanya masa lalu. Selama apa pun kita memikirkannya, keadaan tak akan pernah berubah. Mungkin Heechul oppa dan kedua orang tua ku masih sedikit sulit untuk bersikap seperti biasanya. Tapi kau tenang saja, aku tak mempermasalahkan itu lagi.” Ucapku sambil tersenyum. Sedikit berbohong pada Junsu sunbae karena aku tak ingin dia merasa bersalah atas kejadian yang sama sekali tidak melibatkan dirinya.

“ Tapi tetap saja. Kau yeoja yang baik Heera, aku bangga padamu. Dan terimakasih.” Ucapnya tersenyum tulus sambil berjalan mengjauhi ku.

Aku mengangguk sebelum ia pergi, setelahnya aku berbalik ke belakang berniat untuk kembali ke posisi semula. Tapi aku terpaku melihat Changmin sedang berbincang akrab dengan seorang yeoja, Choi Sooyoung. Kyuhyun dan Miyoung manatap mereka dengan tatapan tidak suka. Entah mengapa hati ku sakit saat melihat itu semua. Aku berjalan menjauhi mereka.

_TBC_

Note :: Alohaaa…. Adakah yang nunggu FF ini? kayaknya enggak deh😥 *nangis di pojokan*  Gimana gimana?? Buahahahaha comedy nya kurang ya??

Aku lagi banyak tugas nih… dan semakin mendekati UAS tanggal 26 desember.

Ditunggu komennya…. As usual Baca KOMEN kalian tuh bikin SENENG.

Gamshamnida *bow*

Love yaa all :*

30 thoughts on “My Lovely Fat Part 4”

    1. emgnya eka aj,
      aq jg gk bs pulkam ke padang semester lalu gra2 hrus praktikum lapang ke pangandaran. di pangandaran smbl jln2 sih, tp kan aq kangen kampung halamaaaannnn >_<

  1. pertama, aku mau proteeeessss!!
    namjachinguku, tunanganku, calon suamiku, Kim Jaejoong, dijadiin jahat! huaaaaaa~
    eka saeng, teganya dirimuuuuuu *culikChangmin*

    Oo~ ternyata heera prnah amnesia toh. jd gra2 keluarganya Jaejoong mkny heechul benci bgt sm junsu. *msh sebel jaeppa dijadiin jahat*
    heechul tuh emg oppa yg baik ya, kereeennnn >_< *tp tetep kerenan oppaku, jung yunho.😀 *

    aq suka bgt pas bgn heera sm 3 evil ngerjain unyuk, emg enak monyet yadong itu skali2 prlu dikerjain, kekeke~ *evilsmirkkyu*
    tapi seperti biasa, kyuhyun emg gamers sejati, cocok bgt sm miyoung y. hihi~

    pokoknya next part aq tnggu yg lbh lucu lg, aq tunggu kamu kurus KIm Heera!!!
    mian y, kebanyakan kome. muach muach~😀

    1. jawaban pertama :: abisnya yang ada di nayanganku tuh jae mian yaaa *sungkem*
      iyaaa dia pernah amnesia… makanya agak-agak lemot gitu kan, untung ga pilon .LOL.

      SETUJU!!! Lee Hyukjae emang harus di kerjain… enak aja dia udh ngisengin aku selama camping u,u

      gomawo udh komen eon :*

  2. itu si sooyoung bkl jdi saingnx heera…hedehh
    jdi bgitu critax kug si kang heechul bnci bgt ma jae..
    lucu jg si unyuk dkerjain kya gtu,,kkeke

  3. Aku penasaran kenapa changmin bisa berubah gitu ..?
    Eonni lanjutin Ok, fighting^^

    Aku sempet sedih juga, heera mau ke jepang~~
    Entar gimana nasib changmin oppa ..?
    Huaaaa~~
    Penasaran,,

  4. Sedih jg lyat jaejoong jd jaat,, tp lebi miris lyat sooyoung jd saiangan heera,,
    She’s too perfect x_x,, tenang heera, kaga ad changmin,
    Masi ad junsu,, ato yoo chun ato yunho,, (◦’⌣’◦)
    *(‾^‾)ノ)✗_✗”) ga da d crta tp yah??*

    Cheonmaneyo onnie,,
    Maap RC nå ga di semua part,,
    Bis nå kadang lupa gara2 keasyikan baca ff nå hehehe
    ♡̷̬̩̃̊☆♏з я яƴ CЋя(y)$м@ƻ☆♡̷̬̩̃̊ keep (っˆヮˆ)っ화이팅!

  5. T.nyata oh t.nyata, Heechul bnci Junsu krna Jaejoong. Jahat amat Jaejoong.a u.u tpi Heechul oppa keren bgt, dia bisa brubh jd mlaikat plindung buat ade.a, hh ^^
    Kasian amat nampyeonku,aset brharga.a*kset+vid yadong* di sita. Tpi gpp lh, biar dia tobat nntn yg gituan. Hh
    Aduuh, kpan ni ‘yeoja gendut’ ama ‘tiang listrik’ brsatu??

  6. Yaa ampuuuun trnyata bgtu too ms laluny…ckckckckck kejam amt ya jae sm keluargany. Pantes chulie benci stgh mati.. Tp kasian junsu yg ga tw ap2…

  7. Oooohhh, jd begitu crta’a..
    prtnyaan qu sblm’a trjwab, heera trnyta prnh amnesia..

    heera, hyosun, & minyoung disebut 3 iblis?? hahaha kocak, apalg pas mrka ngerjain hyukppa, wkwk

    yahh, heera kya’a cmburu tuh brarti udh mulai suka dong ma changmin, asikasik

    couple”nya dsni cocok bgt, HaeSun, MinKyu, MinRa, EunHee(?)

    jd tmbh pnsaran, lnjut eonni🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s