My Lovely Fat Part 3

Judul         : My Lovely Fat III

Author      : autumnsnowers

Editor        : LucifeRain

Genre         : Romance, Friendship, brother live

Rating       : PG 15

Length      : chapter

Cast :

Shim Changmin

Kim Heera

Kim Heechul, and you will find other casts in this FF

 

~ My Lovely Fat Part 3~

 

Heechul’s POV

“ Aigo… ternyata kau masih gila tertawa sendiri. Dasar orang aneh!” hardik Donghae. YA!! AWAS KAU LEE DONGHAE!!!, rutukku dalam hati.

Ingin rasanya ku pukul si ikan Mokpo itu tapi melihat gadis tadi  tertawa, aku jadi mengurungkan niatku.

“ Apakah kau Sung Hyosun?” Tanyaku sambil mrngulurkan tangan untuk menjabat tangannya.

“ Ne, Sung Hyosun imnida.”  Ujarnya sambil menerima uluran tanganku. Wanita yang cantik dengan wajah dingin namun ellegan, tapi jika di dengar dari cerita Donghae wanita ini juga setipe denganku. Iblis yang didukung dengan wajah yang rupawan. Pantas saja Donghae bertekuk lutut pada wanita ini. Sebelum ku persilahkan untuk duduk, mereka sudah lebih dulu duduk di sofa.

“ Ya kalian berdua. Siapa yang menyuruh kalian untuk duduk hah? dan bagaimana kalian bisa masuk?” umpatku kesal juga terheran-heran.

“ Ck itu tak perlu, toh nanti kau juga akan mempersilahkan kami untuk duduk. Pintu depan tidak dikunci, jadi aku masuk saja.” Jawab bocah sialan itu dengan enteng yang diikuti dengan anggukan dari Hyosun. Aku memnghempaskan tubuhku di samping Donghae.

“ Hyosun~ah… kenapa kau bisa bersama namja seperti dia?” tanya Heechul sambil melemparkan tatapan sinis pada Donghae.

“ Hmm molla, mungkin aku yang terlalu bodoh karena menyukai orang seperti dia.” jawab Hyosun tanpa beban.

“ Ya!!! Kau harusnya bersyukur karena berpacaran denganku, namja yang memiliki daya pikat.” hardik Donghae tak terima.

“ Ya ya ya… kita lihat saja ketika soulmate mu itu datang, apakah kau akan tetap memikat dengan tigkah konyolmu?” Jawab Hyosun dengan tatapan dingin pada Donghae. Waw wanita yang cukup berani menurutku.

“ Aish jinjja, kau itu. Oh ya hyung, dimana Heera?” Tanya Donghae sambil celingukan melihat ke sekeliling rumah.

“ Wae oppa?!!! Do you miss me?!!” Belum sempat aku menjawab pertanyaan Donghae, tiba-tiba ada suara teriakan Heera dari arah dapur, aku hanya mendecak kesal.

 

Author’s POV

“ Mwo?? Andweyo!!” Jawab Donghae berteriak.

“ Untuk apa kau menanyakan aku? Mau menawariku les privat?? Aku tak sudi menerima tawaranmu.” tutur Heera seraya membawa teko berisi lemon tea, sedangkan Changmin mengikuti di belakangnya dengan membawakan gelas-gelas.

“  Cih memangnya kau mendapatkan nilai tertinggi?” Sindir Donghae.

“ Awas kau. Wah yeppo, nugu?” Tanya Heera saat menyadari kehadiran Hyosun di ruangan ini sambil meletakkan teko di atas meja.

“ Ige, yeojachinguku.” Jawab Donghae bangga sambil merangkul Hyosun.

“ MWO?! Ya eonni apa keadaanmu baik-baik saja? Apa perlu aku mengantarmu ke dokter? Kenapa kau bisa menerima ikanmokpoini? Aish jinjja… tinggal menunggu monyet gunung yang satu itu dan kita akan melihat atraksi aneh.” tanya Heera bertubi-tubi sambil melepaskan rangkulan Donghae pada Hyosun dengan kasar. Seperinya ia tak rela Donghae mendapatakan yeoja cantik seperti Hyosun.

“ Sung Hyosun imnida. Kau benar, nampaknya aku terserang penyakit bodoh mendadak karena menerima orang seperti ini.” papar Hyosun sambil mendorong bahu Donghae yang di hadiahi tatapan mematikan dari namja itu.

“ Betul eonni. Nampaknya kau harus berpaling pada yang lain.” Usul Heera dengan semangat, yang langsung mendapat jitakan dari Donghae.

“ Yak appo pabbo.” Sungut Heera

“ Ya hyung!! Kenapa adikmu mengikuti sifatmu?” Tanya Donghae sangsi.

“ Apa maksudmu Lee Donghae?” Tanya Heechul dengan tatapan death glare miliknynya.

“ Ani ani, aniyo.” Ralat Donghae buru-buru. Heechul lalu pergi ke halaman depan dengan di ikuti Changmin, entahlah mereka berdua pergi kemana.

“ Apa kau bilang?!!” Tanya Donghae setelah Heechul pergi, Donghae menatap Heera tajam kemudian ia menggaet leher Heera dengan tangannya.

“ Ya appo!!! Ohok ohok Oppaa!!! Max!!! eonni tolong.” Ucap Heera sambil memukul-mukul tangan Donghae.

“ Ya Lee Donghae!! Lepaskan dia sekarang, kalau tidak… ” ucap Hyosun dengan dingin. Donghae langsung melepaskan Heera saat itu juga, Hyosun tersenyum. Lalu tak lama kemudian Changmin dan Heechul berlari memasuki rumah.

“ Heera!! Kau kenapa? Gwaenchana?” Tanya Max panik. Sedangkan Donghae pura-pura tak menyadari tatapan curiga dari Heechul.

“ Gwenchana… tadi aku hanya tersedak.” Ucap Heera sambil menunjuk sebungkus kacang polong yang ada di meja.

“ Aigo pabboya.” Ucap Changmin sambil menjitak kepala Heera.

“ Ya appo.” Kesal Heera sambil mencubit tangan Changmin.

“ Ya!!” Teriak Changmin membahana.

“ Sun-ah… lebih baik kita ke halaman belakang dari pada melihat pertengkaran makhluk tak jelas ini.” Ucap Donghae sambil menuntun Hyosun ke halaman belakang.

“ Ya hyung!! Ketika kau ada di pinggir kolam renang kau jangan menceburkan dirimu karena rindu pada air!!” teriak Changmin yang langsung mendapatkan lemparan sandal dari Donghae tepat di wajahnya.

Heera yang melihat itu langsung tertawa terbahak-bahak. Changmin yang tak terima langsung membekap mulut Heera agar meredam suara tawa gadis itu.

“ Ehem.” Heechul berdehem untuk menyadarkan dua makhluk itu agar menyadari keberadaan dirinya.

“ Hyung heheh.” Sadar akan keberadaan Heechul, Changmin hanya melayangkan cengiran aneh.

 

Hyosun’s POV

Sejak aku datang ke rumah ini, aku benar-benar menyukai suasana yang menyelimutiku, Ramai dan bahagia. Entah kenapa aku langsung merasa nyaman ketika bertemu dengan pemilik rumah ini, mereka sangat bersahabat dan lucu. Mambuatku tertawa sampai terbahak-bahak.

Aku menyusuri pinggiran kolam yang ada di halaman belakang rumah. Di sekeliling kolam terdapat banyak tanaman pohon maupun bunga yang tertata rapi sehingga membuat tempat ini terlihat sangat asri. Ku tolehkan kepalaku ke samping, ternyata Donghae sedang duduk di gazebo dengan santainya.

“ Annyeong tuan Lee, apakah kau tidak mau menceburkan dirimu?.” Gurau ku.

“ Ani… aku  malas. Hati-hati jangan sampai basah.” Jawabnya asal, membuatku tersenyum kecil. Hal ini yang aku suka darinya, perhatian-perhatian kecilnya untukku.

Aku duduk ditepian kolam, memasukkan kakiku kesana. Ku lambaikan tangan ke arah Donghae, dengan maksud agar dia mengikutiku. Dia pun melakukan hal yang sama, memasukkan kakinya ke dalam air.

“ Sun-ah…apakah kau benar-benar mencintaiku?.” Tanyanya sambil tetap menatapku.

“ Kenapa kau menanyakan hal itu? Apa aku perlu untuk menjawabnya?.” Aku melontarkan pertanyaan untuknya.

“ Pertanyaan tidak akan terjawab dengan sebuah pertanyaan.” Ia meluruskan pandangannya, tatapannya menerawang kea rah air yang bergoyang tenang.

“ Kenapa kau menanyakan hal itu padaku?.” Tanyaku penasaran.

“ Karena setelah mendengar ucapan Heera, lalu ditambah dengan percakapanmu dengannya sukses meruntuhkan kepercayaan diriku akan perasaanmu padaku. Aish jinjja anak itu benar-benar!!.” Teriaknya frustasi sambil mengacak-ngacak rambutnya, aku hanya terkekeh geli melihatnya.

“ Apakah kau masih meragukan perasaanku padamu? Jika aku tidak benar-benar mencintaimu, aku sudah lama meninggalkanmu.” Ucapku serius.

“ Benarkah? Syukurlah.” Jawabnya sambil menunjukkan rasa leganya.

“ Heera, Heechul. Kakak adik yang berisik.” Ucapku sambil tersenyum kecil.

“ Ya memang. Sama-sama bersifat iblis. Apa pendapatmu tentang Heera?.” Tanyanya.

“ Hmm aku tak tahu, tapi sepertinya dia yeoja yang baik. Dan oh ya, siapa namja yang tinggi tadi?.” tanyaku penasaran.

“ Changmin, Shim Changmin. Tapi biasa kami panggil Max. Dia sahabat Heera sejak SMP. Wae? Jangan bilang kau tertarik padanya.” Ucap Donghae dengan tatapan menyelidik.

“ Ya… sepertinya aku tertarik padanya. Tinggi badan yang ideal, jadi jika kami jalan berdua tidak akan ada yang menyangka bahwa dia sedang berjalan dengan seorang noona.” Jawabku sedikit usil. Aku melihat raut wajah Donghae berubah tak senang.

“ Jika kau macam-macam, lihat saja nanti. Dan sepertinya keberuntungan tak berpihak padamu, dia menyukai Heera.”

“ Aku tahu.” Jawabku dengan cepat.

“ Kau saja yang baru melihat mereka langsung tahu akan perasaan Changmin pada Heera, tapi yeoja itu masih saja lamban. Apakah Heechul hyung tak mengajarinya tentang cinta?.” Beber Donghae.

“ Itu sudah terlihat jelas dari caranya menatap Heera, ya walaupun sepertinya mereka sering bertengkar. Tampaknya aku harus meyakinkan Heera akan perasaan Max padanya.”

“ Ya kau benar. Kau harus sedikit turun tangan dalam hubungan mereka. Apakah kau tahu? sejak dulu dia ingin memiliki saudara perempuan, tapi yang ada malah dia memiliki seorang oppa yang cantik seperti perempuan” ucap Donghae dengan menunjukkan wajah prihatin dan ku sambut dengan kekehan geli. Aigo… namja ini.

Hmm tumben seorang Lee Hyukjae belum datang, biasanya dia on time, kadang-kadang. Pasti ketika pasangan homonya datang, namja yang ada di sampingku ini akan menjadi autis mendadak. Oh gezz. Kami terdiam cukup lama, sampai secara tiba-tiba Donghae mencipratkan air ke tubuhku, dia sudah berdiri di dalam kolam. Karena aku tak mau kalah, aku pun membalasnya. Setelah lama saling mencipratkan air, dia pun menarik tanganku sehingga aku pun menjadi berdiri di kolam dan menarikku ke tengah kolam. Bajuku pun basah, aish jinjja dia ini benar-benar keterlaluan.

“ Ya!! Bajuku menjadi basah!.” Umpatku sambil memukul-mukul lengannya. Dia hanya tertawa, lalu dia menghentikan tanganku yang sedari tadi memukuli lengannya. Mata teduh itu menatapku, aku hanya terdiam ketika wajahnya semakin mendekat padaku. Hingga jarak antara kami hanya 3cm lagi, lalu…

“ Ya kalian!!! Kalian sedang tidak shooting dramakorea!!.” Teriak Heechul sambil menyender pada pintu yang menuju halaman belakang. Kami berdua kaget, aku pun segera menjauhkan diriku dari Donghae. Sedangkan Donghae terlihat kesal.

“ Ya hyung!!! Kau menggangku!!! Kau seperti satpam!!!.” Teriak Donghae kesal, sedangkan orang yang di maksud hanya mengendikkan bahu.

Huft bajuku basah, bisa-bisa aku masuk angin kalau begini. Aku pun segera keluar dari kolam di ikuti Donghae. Ketika masuk ke dalam rumah, Heera langsung menghujaniku dengan ocehannya sebelum akhirnya dia pergi untuk  membawa baju ganti untukku dan dengan senang hati aku menerima tawarannya. Tapi ketika bajunya ku pakai, terasa sangat longgar.

Aku menghampiri mereka sambil melipat bagian samping agar tak besarnya baju itu tak terlalu kentara, tapi tetap saja mereka bisa menyadarinya.

“ Mian Hyo-ah… kau lihat, badanku masih gemuk hehe.” Ucap Heera, sepertinya dia merasa sedikit malu.

“ Gwenchana.” Jawabku.

Tiba-tiba Heera membawaku ke dalam kamarnya, sesampainya disanaaku memperhatikan seisi kamar itu. Kamar yang nyaman dengan dinding bercat baby blue, langit-langit kamar yang di penuhi bintang-bintang glow in the dark, dan jendela putih besar yang menghadap ke taman yang ada di halaman depan serta terdapat teropong bintang di dekat jendela ini.

Di sudut kamar ada lemari buku yang cukup besar yang berisi komik, novel, buku bacaan, dan buku pelajaran yang tersusun rapi. Lalu terdapat meja belajar di samping jendela, dan terdapat beberapa pigura foto. Aku menggambil pigura foto Heera dan Changmin, mereka masih tampak muda di foto ini.

“ Heera kau berpacaran dengan Changmin?.” Tanyaku memancing respon darinya.

“ Andwae. Kenapa setiap orang mengira bahwa aku berpacaran dengan dia? Huft aku kasihan padanya, pasarannya pasti turun karena banyak yang mengira dia berpacaran denganku.” Jawabnya lalu menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.

“ Tapi sepertinya dia menyukaimu.”

“ Ya Hyo-ah, itu tidak mungkin okey.” Jawabnya sambil tersenyum kecil. Aku yakin sebenarnya Heera menaruh perasaan pada Changmin, tapi dia masih takut untuk mengakui itu semua. Terdengar suara ribut dari arah luar yang berasal dari para namja itu. Heera melangkahkan kakinya menuju pintu, tapi baru beberapa langkah dia berbalik.

“ Sepertinya Hyukjae oppa sudah datang, tabahkan hatimu saat melihat Donghae oppa mendadak bertingkah konyol.” Ucapnya sambil menunjukkan wajah prihatin dan ku balas dengan kekehan geli.

“ ayo kita ke luar.” Heera melangkah ke luar dan aku mengikutinya.

Normal POV

“ Hyung!! Temanmu sudah datang.” Teriak Changmin berjalan ke ruang keluarga dengan di ikuti oleh seorang namja, Lee Hyukjae. Heechul dan Donghae sedang asik menonton acara tv pun menoleh mendengar teriakan Changmin. Hyukjae hanya tersenyum lebar dan melambai pada mereka.

“ Ya hentikan senyuman bodohmu itu.” Ujar Heechul saat Changmin dan Hyukjae duduk di sofa yang lain. Hyukjae hanya cemberut mendengar itu semua.

“ Ya hyung, apakah kau tidak tahu jika senyumanku ini membuat yeoja tidak bisa tidur.” Jawabnya dengan percaya diri.

“ Cih yakin?? Tapi aku tak pernah melihat satu pun yeoja bersamamu hyuk.” Doghae berkata sinis.

“ Ya Lee Donghae!! Kau tidak mengajak Hyosun?? Hyung di mana adikmu yang gendut itu?? Dan kau Shim Changmin, apakah status mu dengan Heera sudah meningkat?.” Tanya Hyukjae bertubi-tubi dan pertanyaan itu pun ditujukan pada orang yang berbeda-beda. PLAK!! Heechul memukul kepala Hyukjae dengan majalah yang ada di atas meja.

“ Kau bertanya terlebih dahulu pada siapa hah?. Hyosun sedang ada di kamar Heera, dan hubungan Max dan Heera tak ada perubahan sama sekali.” Jawab Heechul mewakili jawaban ke dua orang yang ada di dekatnya. Sedangkan Hyukjae mengusap-ngusap kepalanya yang dipukul Heechul.

“ Ya Max, nyatakanlah perasaanmu. Aku tak tahu apakah dia benar-benar lamban atau tidak, tapi aku takut jika kau diam seperti ini dia akan bersama orang lain. Dan hyung, apakah kau tidak mengajarkan tentang cinta pada adikmu itu? Kau malah mengajarkan sifat iblismu itu padanya.” Tutur Hyukjae.

“ Molla hyung, biarkan dia menyadarinya sendiri.” Changmin menanggapinya dengan tenang.

“ Ya Lee Hyukjae!!! Kau cari mati hah?! tapi Max aku pikir memang benar apa yang di katakana Hyukjae, kau harus menyatakannya secara langsung. Apalagi dengan kejadian kemarin membuatku tak tenang.” Ujar Heechul dengan tetapan menerawang ke luar jendela.

“ Kemarin? Memangnya ada kejadian apa hyung?.” Tanya Changmin semangat.

“ Junsu, dia bertemu dengan Junsu dan mengatakan padaku bahwa dia pernah menyukai orang itu.” Heechul berkata serius. Karena melihat Heechul berubah serius, namja yang lain pun menjadi serius dalam pembicaraan ini.

“ Junsu? Kim Junsu adiknya Jaejoong?.” Tanya Donghae yang hanya mendapat anggukan dari Heechul.

“ Jaejoong, apakah orang yang hyung maksud itu Jaejoong yang mengajak Heera menghadiri pesta pada saat SMP?.” Tanya Changmin.

“ Ya kau benar. Dan aku tak mau Heera berhubungan dengan keluarga itu lagi. Keluarga orang yang telah mempermalukan adikku dan hampir mencelakakan nyawa adikku.”

“ Tapi hyung, Junsu sudah lama tinggal di Jepang. Jadi dia tidak ada kaitannya dengan saat itu.” Ujar Hyukjae.

“ Aku tetap tak peduli, yang pasti dia tetap anggota keluarga itu.” Ujar Heechul dengan tatapan tajam. Memang tak ada yang di sembunyikan di antara mereka, mereka sudah sangat dekat dan mengenal sejak lama.

Mereka terlarut dalam keheningan yang cukup lama, sampai sebuah suara memecahkan kesunyian itu.

“ Ya!!! Kenapa kalian berubah menjadi terdiam? Apakah kalian tahu tadi sangat berisik seperti di pasar.” Heera menggerutu, ia berdiri di tangga terakhir dan tak lama Hyosun pun muncul.

“ Yeoja genduuuuut~ apa kabar kau hah?.” yanya Hyulkjae seraya menghampiri Heera. “Dan apa kabar calon saudara ipar?.” Tanyanya pada Hyosun, Hyosun hanya tersenyum kecil. Hyukjae pun berdiri diantara Heera dan Hyosun, lalu merangkul mereka.

“ Ya!!!.” Teriak Changmin dan Donghae bersamaan.

“ hahaha araso araso, tampaknya namja kalian tak senang melihatnya.” Ujar Hyukjae sambil melepas rangkulannya dan kembali berjalan ke sofa di ikuti ke dua yeoja itu. Donghae memberikan tempat duduknya untuk Hyosun, sedangkan Heera duduk di lengan sofa yang di duduki Heechul. Dan mereka pun terlarut dalam perbincangan seru, dan tingkah konyol dari pasangan aneh itu ( Donghae dan Hyukjae ). Sampai terdengar suara ponsel, dan ternyata ponsel Hyosun. Ternyata Hyosun harus pergi karena ada meeting mendadak, tadinya Hyosun akan diantar oleh Donghae. Tapi Hyosun menolak, dan dia memilih menggunakan taxi. Setelah berpamitan dan menitipkan salam untuk Sungmin, Hyosun pun pergi.

Di ruang keluarga itu hanya terdapat Heechul, Donghae, Hyukjae, Changmin dan Heeea, belum ada yang datang lagi. Heera pun lalu memakan kacang polong yang ada di meja. Baru memakan satu kali, kacang itu sudah berpindah tangan. Heechul merebutnya.

“ Ya oppa!!! Apa yang kau lakukan hah?!.” Heera berteriak pada Heechul yang jelas-jelas ada di hadapannya.

“ Ya pabbo, sudah ku bilang kau tidak boleh banyak ngemil.” Ujar Heechul geram.

“ Tapi hari ini aku belum mengemil, kau lihat. Ini kacang, ka-ca-ng! bukan coklat.”jawab Heera sambil berusaha merebut bungkus kacang polong itu dari tangan Heechul. Sedangkan ke tiga namja yang lain hanya geleng-geleng melihat itu semua.

“ Ya hyung, biarkan adikmu mengemil.” Ucap seorang namja lalu merebut bungkusan kacang polong itu dari Heechul dan memberikannya pada Heera.

“ Sungmin oppa!! Gomawo.” Ucap Heera sambil tersenyum senang, Sungmin hanya mengacak-ngacak rambut Heera.

“Ya Lee Sungmin!!! Berani-beraninya kau.” Ucap Heechul geram.

“ Kasihan hyung, biarkan dia mengemil. Apa kau mau melihat adikmu masuk rumah sakit?.” Sungmin menjawab enteng.

“ Tapi apakah kau tidak melihatnya? Bisa-bisa dia semakin gemuk!!.” Ujar Heechul frustasi.

“ Kurasa tidak. Sejauh ini dia sudah baik dalam menurunkan berat badannya. Dan kau tidak akan mengemil makanan yang membuatku gemukkan Heera?.” Tanya Sungmin sambil menunjukkan senyumnya.

“ Ne oppa^^.”

“ Cih, kau menurut padanya. Sedangkan padaku?.” Heechul kesal dengan adiknya.

“ Ya!!! Apa-apaan kau. Kau hanya memanggil dia dengan sebutan oppa, sedangkan kami? Kau hanya kadang-kadang memanggil kami dengan sebutan oppa.” Tanya Hyukjae yang setujui oleh Donghae. Sedangkan Changmin hanya terkekeh melihat pemandangan di depannya, hal yang biasa dia lihat sejak mengenal Heera.

“ Terserah aku dong. Oppa… kau yang menjadi kakakku saja ya?.” Ucap Heera sambil menunjukkan puppy eyesnya pada Sungmin.

“ Ya Kim Heera!!!.” Teriak Heechul tak terima. Sedangkan Heera hanya menatapnya dengan mencibir.

“ Hahahaha kau memang sudah seperti adikku. Changmin-ah… apakah ada peningkatan?.” Tanya Sungmin pada Changmin, Changmin hanya menggeleng lemah.

“ Kau ini bagaimana sih.” Sungmin duduk di sebelah Changmin dan menepuk pundak namja itu. Setelah cukup lama mengobrol, terdengar suara bel. Dan seperti biasa,Heera yang membukakan pintunya. Ternyata yang datang Kyuhyun dan Miyoung. Miyoung langsung duduk di karpet yang ada di ruangan itu. Sedangkan Changmin pergi di ajak Kyuhyun ke halaman belakang. Entah apa yang mereka lakukan. Dan ketika memperhatikan orang-orang di sekelilingnya, Miyoung pun kaget setengah mati melihat dua orang yang familiar dengannya.

“ Sa saem.” Ucapnya tak percaya sambil menunjuk Donghae dan Sungmin. Sedangkan kedua orang itu hanya tersenyum.

“ Jadi kau…” Miyoung tak melanjutkan ucapan yang ingin dia utarakan pada Heera.

“ Ne, mereka guru di tempat bimbingan belajar kita. Dan aku mengetahui identitas mereka, karena mereka sahabat-sahabatnya Heechul oppa dan kita sudah saling mengenal sejak lama.” Hee Ra menjelaskan pada Miyoung sambil tersenyum.

“ Tapi… mereka terlihat berbeda. They’re so adorable, sedangkan saat di tempat les…” Tutur Miyoung.

“ Itu tuntutan pekerjaan. Dan kami akan berhenti mengajar.” Ujar Donghae yang mendapat anggukan dari Sungmin.

“ Tapi, kenapa op- oppa?.”

“ Kau bisa memanggil kami oppa. Hmm karena kami sudah memiliki yeojachingu, dan kami tidak nyaman dengan tuntutan saat memberikan les privat. Kau paham maksudkukan?.” Tanya Sungmin. Miyoung hanya mengangguk-ngangguk. Heechul pergi ke halaman depan setelah menerima telpon. Dan dia kembali memasuki ruangan dengan diikuti oleh kakak-beradik Choi.

“ Ra~ya!!!Youngii!!.” panggil Soo Ra sambil menyeruak duduk diantara sahabatnya itu tanpa memperhatikan orang di sekitarnya seperti yang tadi Miyoung lakukan. Soo Ra pun mengangkat wajahnya dan betapa tercengangnya dia ketika melihat dua orang yang ada di hadapannya.

“ Oppa.”

“ Soo~ya ” ucap Sungmin dan Soo Ra berbarengan.

“ Jadi kau… adiknya Siwon?.” Tanya Sungmin. Soo Ra hanya mengangguk.

“ Ya Siwon-ah, kenapa aku tidak tahu bahwa adikmu itu ternyata Soo Ra?.” Tanya Sungmin.

“ Salahmu sendiri tidak bertanya padaku, lagi pula kau dan Donghae tidak pernah ikut berkumpul di rumahku.” Siwon menjawab dengan enteng sambil menenggak soda yang ada di tangannya.

“ Ya Choi Siwon… kau tahu?? Adikmu ini menolak tawaran les privat dariku, dan dia hanya mau menerima les privat dari Sungmin.” Donghae berkata pada Siwon dengan muka sedih.

“ Hahaha dia tidak menyukaimu kalau begitu. Jadi kau namjachingu adikku Sungmin-ah? Wah kita bisa menjadi ipar.” Siwon berkata dengan tersenyum lebar.

“ MWO?!? Kau berpacaran dengannya?.” Tanya Heera dan Miyoung bersamaan. Soo Ra hanya mengangguk.

“ Jinjja… kau tidak memberitahu kami.” Ucap Heera sebal.

“ Mian, tadinya hari ini aku akan bercerita pada kalian. Tapi ternyata Sungmin oppa juga ada di sini.” Papar Soo Ra dengan wajah tak enak. Ketiga yeoja ini asik berbincang, sedangkan para namja juga asik mengobrol dengan topic yang berbeda. Lalu Kyuhyun dan Changmin masuk dan berkumpul dengan ketiga yeoja ini.

“ Ya kalian berdua, kenapa tidak ikut mengobrol dengan kami?.” Tanya Hyukjae.

“ Tidak hyung, terima kasih.” Changmin menjawab dengan singkat.

“ Kami sedang tidak ingin berkumpul dengan para orang tua.” Kyuhyun menambahkan. Dan tak lama berbagai benda melayang menghujani tubuhnya. Ya mereka melempari kyuhyun dengan bantal, majalah, dan snack yang ada di tangan maupun dengan benda yang ada di sekitar mereka. Sedangka yang lain sibuk menertawai Kyuhyun.

“ Ra~ya… apa yang mau kau ceritakan?.” Tanya Youngii.

“ Aku bertemu Junsu oppa di super market, dia menabrakku lalu membantuku berdiri. Dan kau tahu, dia memegang tanganku hingga Heechul oppa datang dan mengacaukannya.” Ucap Heera sambil menatap Heechul sinis, sedangkan Heechul, Donghae, Hyukjae, Changmin dan Kyuhyun menyiapkan telinganya agar lebih jelas terdengar.

“ Jinjja?lalu??.” Miyoung sangat tertarik dengan cerita temannya ini.

“ Lalu malamnya dia mengirimiku sms >< ” ucap Heera malu-malu sambil menutupi wajahnya dengan majalah yang dia genggam. Sedangkan Heechul dan Changmin, tubuh mereka menegang seketika.

“ Ya!! Hentikan ekspresi bodohmu itu.” Ucap Changmin sambil menarik majalah yang ada di genggaman Heera.

“ Shim Changmin!!! Ah terserahmu sajalah, hari ini aku sedang tidak ingin membunuh orang.” Ucap Heera singkat, sedangkan Changmin hanya memalingkan mukanya.

“ Ayo lanjutkan. Aigo… Junsu yang waktu itu kau taksir? senangnya dirimu.” Ucap Soo Ra.

“ Iya… dan dia mengucapkan jaljayo padaku.” Ucap Heera berbinar-binar.

“ Kim Heera.” Suara Heechul menggeram, pertanda dia sedang meredam emosinya.

“ Op- oppa.” Suara Heera tersendat ketika mendapati Heechul tengah menatapnya tajam.

“ Kau… sudah ku bilang agar tidak berhubungan lagi dengan namja itu.” Heechul masih menatap Heera dengan tatapan defensif. Hanya Siwon, Kyuhyun, Sungmin, Miyoung, dan Soo Ra yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“ Tapi oppa…”

“ Tidak ada tapi-tapian!!!.” Suara Heechul menggelegar.

“ Tapi kenapa oppa?! Kenapa KAU MELARANG KU?!!.” Heera pun kembali meneriaki Heechul.

“ Kau pokoknya harus menjaga jarak dengan DIA!!.” Teriak Heechul lagi.

“ Hyung sudahlah.” Changmin menengahi dan membawa Heera ke halaman belakang.

@ Halaman Belakang

Heera masih terisak di samping Changmin, dia masih tidak menyangka akan sikap Heechul padanya jika mengenai Junsu. Changmin menarik Heera dalam pelukannya dan mengusap-usap kepala gadis itu. Heera semakin terisak dalam dekapan Changmin. Setelah tangisan Heera mereda, Changmin pun membuka suara.

“ Sudahlah Ra~ya… mungkin Heechul hyung punya alasan tersendiri.”

“ Iya, tapi apa? Dia tidak pernah memberikan alasannya padaku. Junsu oppa itu hanya orang yang PERNAH ku sukai. Bukan berarti saat ini aku masih menyukai dia.” Heera menjawab dengan suara parau. Changmin menghela nafas panjang.

“ Apa kau tahu… aku yang selalu ada si belakangmu, aku yang selalu ada di sampingmu. Tapi pernahkah kau menyadari itu dan menatapku? Apakah kau tidak menyadari perasaanku?.” Changmin akhirnya mulai membicarakan apa yang sebenarnya dia rasakan. Heera tertegun.

“ Kau yang selalu menampik perasaan orang-orang yang menyayangimu. Kau hanya terpaku pada senior-senior itu. Apakah kau tahu berapa lama aku memendam perasaanku? Sejak SMP aku telah menyukaimu, tapi kau tidak pernah menyadarinya. Jadi sekarang aku katakan, Kim Heera aku mencintaimu. Tak bisakah kau menatapku hanya sedetik saja? Hanya menatapku dan tak menghiraukan namja lain.” Hee Ra mendongak menatap Changmin, terpancar kesungguhan dalam matanya.

“ Tapi Changmin-ah…” Heera tak bisa melanjutkan kata-katanya dan berlari ke kamarnya. Changmin pun mengejarnya, sedangkan yang lain hanya menatap tak mengerti.

“ Ra~ya.” Changmin masuk ke kamar Heera yang tidak di kunci. Dia melihat Heera yang duduk di jendela kamarnya. Changmin pun menghampirinya.

“ Tapi Changmin-ah… aku yeoja gendut. Apa kau tidak malu?.” Tanya Heera.

“ Untuk apa aku malu. Apa kau tahu betapa aku ingin memelukmu ketika kau menyesali kondisi fisikmu.” Changmin mendekatkan tubuhnya pada Heera lalu mengacak-ngacak rambut Heera.

“ Mungkin aku menyukaimu, mungkin juga tidak. Tapi aku tak tahu perasaan apa ini.” Heera bergumam.

“ Jadi mulai sekarang mau kah kau menjadi yeojachingku? dan belajarlah agar  mencintaiku. Jangan melihat namja lain, cukup tataplah aku.” Changmin menunduk menyamakan wajahnya dengan Heera, dan wajanya mulai mendekati Heera. Makin lama wajah mereka semakin dekat lalu tiba-tiba… BRAK!! Pintu di buka,dan masuklah Heechul. Heera gelagapan, dia takut kakaknya itu akan marah. Tapi yang terjadi malah…

“ Oh maaf mengganggu. Silahkan di lanjutkan.” Ucapnya sambil mengedipakan mata. Heera terheran-heran melihat tingkah kakaknya.

“ Oppa tidak marah??. Ku pikir dia akan marah.” Ucap Heera dengan wajah heran menatap Changmin. Sedangkan Changmin hanya mengendikkan bahu. Menyadari posisi mereka yang sangat dekat, wajah Changmin dan Heera menjadi canggung.

“ Ah Changmin –ah, aku memiliki koleksi buku baru.” Ucap Heera agar mengalihkan kecanggungan diantara mereka  dengan berjalan ke arah rak buku, sekaligus menjauhkan tubuhnya dari Changmin. Changmin yang menyadari itu hanya menyender pada jendela kamar Heera. Dia terlalu asik memperhatikan objeknya pandangannya yang sedang sibuk membolak-balikan buku-buku koleksi yang ada di rak.

“ Ra-ya~ jadi bagaimana jawabanmu?.” Tanya Changamin sambil menatap Heera intens. Heera gelagapan mendapat pertanyaan dari Changmin, sebenarnya dari tadi pikirannya sedang sibuk untuk mencari cara agar mengantisipasi  pertanyaan mengenai hal ini. Tapi bodohnya, dia tidak menemukan kata-kata untuk mengantisipasipertanyaan ini.

“ Hmm.. Changmin-ah, mianhae. Untuk saat ini aku tidak bisa menjadi yeojachingumu. Aku belum memahami akan perasaanku sendiri, lagipula aku tak ingin berpacaran dengan kondisi fisikku yang seperti ini. Dan masih banyak hal yang membuatku bingung akan sikap Heechul oppa. Apa kau tidak marah padaku?.” Tanya Heera dengan raut cemas yang terukir di wajahnya. Changmin hanya tersenyum.

“ Gwaenchana, aku tidak marah padamu. Yang aku minta hanya satu, kau harus selalu ingat bahwa ada namja yang selalu ada di belakangmu. Dan setelah ini kita tetap akan bersahabat.” Jawab Changmin mantap.

“ Ne, arraso. Dan kita tetap akan menjadi sahabat, yakso?.” Tanya Heera sambil menyodorkan jari kelingkingnya.

“ Yakso.” Ujar Changmin sambil menautkan jari kelingkingnya dengan kelingking Heera sambil tersenyum walaupun di hatinya

~~~~*****~~~~

“ Ya hyung, apa yang terjadi dengan mereka?.” Tanya Hyukjae cepat ketika melihat Heechul yang sudah kembali dari kamar Heera. Heechul pun langsung dikelilingi oleh makhluk-makhluk berwajah haus akan informasi, kecuali seseorang yang tetap asik berkutat dengan seonggok benda mati di tangannya. Ya, Cho Kyuhyun tetap asik memainkan PSP kesayangannya.

“ Sepertinya dia sudah menyatakan perasaannya. Dan coba tebak apa yang hampir terjadi dengan mereka.” Ujar Heechul seraya duduk di sofa dengan senyum misteriusnya.

“ Apa Mereka… kissing?.” Jawab Miyoung tak yakin.

“ Yup, mereka kissing jika saja aku tak masuk secara tiba-tiba.”

“ MWO?!!.” Jawab mereka serempak.

“ Aku masih tak yakin jika Heera….” Soo Ra menggantungkan kalimatnya.

“ Ya Nona Choi yang cantik, ini hanya kissing, tidak berbuat yang berlebihan. Tapi hebat juga Shim Changmin.” Ujar Hyukjae.

“ Ne. akhirnya dia mau mengakui semuanya. Jadi aku tak perlu sering mendengar dia uring-uringan di depanku.”  Kyuhyun berkata sambil berbinar-binar.

“  Aaaa…. Chamkaman. Sebenarnya apa yang kalian bicarakan? Hubungan Heera dan Changmin? Aku tak tahu tentang mereka sepenuhnya.” Siwon berkata dengan wajah frustasi yang mendapat anggukan dari Sungmin. Ya… memang mereka paling tidak suka jika ada sesuatu hal yang mereka tidak tahu, apalagi tentang orang-orang yang ada disekeliling mereka.

“ Ya!! Makanya kalian berdua sering-seringlah berkumpul dengan kami agar tidak out of date.” Jawab Heechul enteng. Sedangkan Siwon dan Sungmin hanya bisa menghembusakan nafas.

“ Tapi aku tak yakin jika Heera langsung menerima perasaan Changmin dan berpacaran secepat ini. Dia itu masih belum yakin akan perasaannya sendiri, ditambah senior yang pernah menjadi disukainya sekarang mulai mendekatinya. Lalu dia itu tipe yeoja yang penasaran, aku yakin dia akan mencari tahu tentang alasan reaksi Heechul hyung saat berkaitan dengan Junsu.” Donghae membeberkan hasil analisisnya pada yang lain.

“ Benar juga apa yang dikatakan Donghae hyung. Hyung, kau seperti benar-benar mengenal Heera. Tidak seperti kakaknya yang tampak yakin dengan apa yang baru dilihatnya.” Tutur Kyuhyun sambil melirik sinis ke arah Heechul yang dibalas tatapan tajam Heechul.

“ Ah… aku ada ide untuk mempersatukan mereka.” Hyukjae menjentikkan jarinya tanda ketika dia sedang mendapatkan ide brilliant.

“ Bagaimana jika . . . . . .”

~TBC~

Note :: Mianhae ff nya geje gini..

Komen yaaa….. as usual, Baca KOMEN kalian bikin SENENG. Dikomen dikomen

 

 

 

29 thoughts on “My Lovely Fat Part 3”

  1. HUAHAHAHAHA~
    DONGEK UNYUK! dua org sarap! ditambah HEECHUL! kebayang lucunya gimana! gyaaaaa~
    suka bgt sama adegan2 lucu disini, menggambarkan sifat msng2 castnya,,
    dan Kyuppa, aigoo~ dimana-mana tetep y PSP =,=”

    akhirnya Changmin nembak Heera juga, tp heera babo bgt sih, masa’ CHANGMIN DITOLAK!! sini kuambil aja. hohoho~
    trus kenapa Jaejoong jadi orang yg pernah jahat sama heera??!!!
    dy namjachinguku yg baik hati tauuuuuu!!! >_<

    onnie suka bgt sama jalan ceritanya, ka. lambat tp rinci dan bkn ngakak! bahasanya juga gk berat. #T.O.P-lempaaarrr

    aq mau lanjut aahhhh~😀

  2. waa sehari lngsung publish 2 part,,
    itu si heera intinya nolak changmin??
    aaa,,pkokx si heera hrs ma changmin
    trz itu jg knp si jae kug kykx pnah jdi jahat??
    bca next partx dlu de,,,#tancaaaappp

  3. ßβeeggGђђђ•*˚˚*•
    Ga kebayang rusuh nya tu rumah wkkwkk..
    Heera heera,, tar nyesel loh changmin d anggurin ‎​ħέ³ ħέ³ ħέ³ ħέ³

    Gini ne min,, postur ak tu ga kurus ato gendut, tp pas d timbang x_x
    kl aku turun nå pake obat/ suplemen gtu,,
    Berhubung byk tmn2 aku yg bilg perut saia kaya sapi (ada 4)
    Yg hampir ± 3jm sekali kelaperan, Makanya minum ntu wat ngatur mkn, kl dr postur c kaga kelyatan gendut (katanya),tp kl dibanding ma onnie ku tetep aj gedean ak,,(cuma gara2 tinggian aku (T^T) )*curcol mode on ^^

    Turun > 4kg c ga rutin minum nå, bbrp x doank (masi takut kl pake obat2an kaya begini jd nå berenti deh(^^) ),, sisa nå di bantu ma olahraga,, bykan c yg turun tanpa obat tu lari pagi,,(( ¬͡_¬͡”) mending 2jm maen basket/badmin d) begono loh onnie admin cerita nå,,

  4. Kyaaa, ada Hyukjae nampyeonku sma Siwon slingkuhanku dsni, hho ^^
    Changmin.a sbar gtu nunggu Heera, tpi klo ak jdi Heera g akn bnyk ngmong lgi tnggal ngangguk trus blang ‘iya’ ma Changmin. Hho
    Pnasaran ma next part.a*brenang k part slanjut.a*

  5. buset mpe smua orang nyadar ama perasaannya Changmin ke Heera
    tapi Heeranya ga nyadar..
    atao nyadar tapi dia ga pede?
    Baru ketauan nih Heechul itu sayang banget sebenernya
    mirip oppaku deh…
    acung 4 jempol (tangan ama kaki)hehe

  6. hhuuaaaa….
    akhirnya chanmin jujur juga sama heera tentang perasaannya..
    heera..
    aku suka…
    walopun ndutt..
    tapi banyak yang sayang sama dy…

    heechul oppa.. kenapa kau datang di waktu yang tidak tepat.. -_-

  7. Heechul mengganggu saja tuh, haha
    ide apa tuh yg keluar dr hyukppa??

    klo lg pd kumpul gtu mkin rame ja tuh rmh, friendship’a bener” berasa..

    td ada typo tp dkit doang kok eonni🙂
    qu bca part slnjut’a🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s