My Lovely Fat 2

Title      : My Lovely Fat Part II

Author  : autumnsnowers

Editor   : LucifeRain/ Aya

Genre   : Romance, Friendship, brother live

Rating   : PG 15

Main Cast :

Shim Changmin

Kim Heera

Kim Heechul

Other Cast :

Kim Junsu

Park Miyoung

Cho Kyuhyun

Lee Donghae, and you’ll find the othes cast by your self.

Summary : Aku beruntung- sangat beruntung,dikelilingi oleh orang-orang seperti mereka. Mereka mau berada di sisi ku disaat orang lain memandangku dengan sebelah mata, mencemoohku. Mereka menunjukkan perhatian mereka dengan cara yang berbeda-beda, tapi yang ku tahu… setajam apa pun ucapannya, mereka sangat menyayangiku dan tak bermaksud untuk menyakitiku.

Tapi, apa yang kau rasakan saat ucapan orang-orang menyadarkanmu bahwa kau tidak pantas untuk berada di tengah-tengah mereka, mereka yang cantik dan rupawan?. Aku merasakannya, aku bagaikan debu yang mengotori pahatan maha karya. Tapi aku tetap bertahan karena mereka selalu ada untukku. Tapi aku tak percaya saat sebuah rahasia terungkap, rahasia yang selalu mereka tutupi dariku. Cinta, aku mengingkari rasa itu. Yang aku inginkan hanya cinta tulus dari seseorang. Apakah aku pantas untuk memperolehnya?. Persahabatan, Cinta, kasih sayang keluarga, rasa marah, kecewa itu semua yang mampu membuatku ingin berubah. Berubah agar orang-orang mengakui bahwa aku memang pantas berada di tengah mereka, orang-orang yang selalu ada untukku.

Previous Part

Hanya satu orang yang menganggapku manis, sahabat ku yang sudah kuanggap seperti saudara sendiri. Shim Changmin. Walaupun aku tak pernah akur dengannya, tapi dia pernah berkata bahwa aku cukup manis di matanya. Dulu aku sempat berpikir mungkin dia menyukaiku , apalagi ketika aku menangkap sinar berbeda di matanya. Tapi itu semua tidak mungkin karena aku hanya seorang yeoja gendut.

 

~ My Lovely Fat Part II ~

 

Flashback

Aku meringkuk di sebuah ayunan yang terletak di taman belakang sebuah gedung.

“ Kim Jaejoong sialan!!” jeritku di sela tangis.

Aku mengerang kesal. Jaejoong, dia memaksaku menghadiri pesta ulang tahun temannya, Im Yoona. dia menyuruhku berdandan dan mengenakan dress pilihannya yang berwarna merah mencolok dan itu membuatku semakin terlihat gendut. Aku sangat malu, yang lain datang mengenakan dress code yang telah ditentukan yaitu berwarna hitam/putih elegan. Sedangkan aku? Terlihat seperti bola bekel di tengah-tengah berlian.

Aku ditertawakan, semua orang menatapku geli, banyak yang mengulum tawa bahkan ada yang terang-terangan tertawa lebar mengejekku. Yang lebih parah, Jaejoong memutuskanku di depan umum. Aku malu, sangat malu. Tiba-tiba aku mendengar suara derap langkah kaki mendekatiku, aku tertunduk tak ingin penampilan kacauku dilihat orang lain.

Tiba-tiba aku merasa seseorang melingkarkan tangannya di pundakku, memelukku. Aku dan dia sama-sama tak bergeming, samar aku merasakan perfume yang sangat familiar di indra penciumanku. Aku mendongak…

“ Max.” lirihku, ternyata memang benar dia. Dia selalu datang kapan pun aku membutuhkannya, bahkan tanpa ku panggil sekalipun.

“ Sstt… menangislah.” tutur Changmin sambil mempererat pelukannya.

“ Sudah. Aku tak mau berlama-lama menangis karena namja sialan itu.” sergahku sambil melepaskan pelukannya.

“ Hmm… apa kau mau jalan-jalan? Malam ini cuacanya bagus.” ajak Changmin sambil menengadah memandang langit.

“ Aku hanya ingin di sini. Kau tahu kan aku dari kecil senang memandangi bintang-bintang dan bulan. Dan di sini tempat yang tepat untuk memandang langit.” aku menatap langit lalu tersenyum. Changmin menoleh padaku, dia menatapku cukup lama.

“ Wae?” tanya ku tanpa menolehkan wajah padanya.

“ Hmm.. Yeoja gendut.” dia berkata sambil tersenyum simpul.

“ Tiang listrik.” balasku.

“ Ra~ya… kenapa kau menuruti permintaan Jaejoong? padahal aku sudah memberitahumu dress code malam ini.” dia bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dariku.

“ Aku kira dia sungguh-sungguh padaku, tapi ternyata. Kenapa? Apa aku terlihat sangat  buruk?” tanya ku sambil menolehkan wajahku menatapnya.

“ Tidak. Di mataku kau terlihat manis malam ini.” ucapnya sambil tersenyum manis. Aku tidak yakin apakah dia jujur atau hanya sekedar menghiburku. Tapi yang pasti, pipiku merona karena ucapannya.

“ Ya Shim Changmin!! berhenti membuatku melambung karena ucapanmu, karena ketika terjatuh itu sangat menyakitkan.” sungutku sambil menghujaminya dengan pukulan di lengan.

“ Jadi sekarang kau berbunga-bunga karena aku? Kau harus mentraktirku kalau begitu. Siapkan isi dompetmu oke… kalau perlu dompetmu tebal dengan uang hahaha.” Ucapnya sambil terkekeh.

“ Ish… aku menolak keinginanmu. Dengan perut karet mu itu kau bisa menghabiskan banyak porsi. Bisa jadi miskin mendadak aku =,= Lagi pula kau itu kan makan 8x sehari!! Tapi aku heran kenapa kau tidak pernah gemuk, dasar shikshin. Memangnya di rumahmu tidak ada makanan?” Ucapku menolak keinginannya mentah-mentah.

“ Kau tidak punya uang? Tinggal bilang saja apa susahnya sih. Makanya kurus dong.”

“ Hellooooo…… jawabanmu tidak sesuai dengan pertanyaanku!!” jawabku sambil menatap sinis ke arahnya.

Setelahnya dia membuatku tenggelam dalam kelakuannya yang konyol dan semua ucapannya yang membuatku tertawa geli. Aku tahu dia berusaha keras menghiburku.

End of Flashback

 

Aku merasakan tubuhku terhempas ke lantai karena ada seseorang yang menabrakku. Siapa sih orang yang berjalan tanpa melihatku? Apakah dia buta padahal tubuhku gendut seperti ini, masih saja dia tabrak.

“Aish…appo.” Ucapku sambil berusaha berdiri, lalu ada tangan yang terulur untuk membantuku berdiri. Tapi aku tidak menerima uluran tangan itu.

“ Gwenchana? Joisonghamnida agashi.” Namja itu membungkuk padaku. Aku tidak melihat wajahnya karena sedari tadi aku hanya menunduk.

“ Ne, gwenchana.” Ucapku sambil mendongakkan wajahku. Dan aku terpaku melihat namja yang ada di depanku saat ini.

“ Heera”

“ Junsu oppa”  ucap kami bersamaan.

“ Aku tidak menyangka kita bertemu di sini. Jadi yeoja yang sedari tadi melamun sehingga aku tak sengaja menabraknya itu kamu? Tidak baik melamun di tempat umum.” Ucap Junsu oppa.

“ Hehe… apa aku menghalangi jalan?” tanyaku sambil tersenyum malu.

“ Bukan begitu. Tapi kamu niat untuk berbelanja atau hanya sekedar melamun di sini? Sampai senyum-senyum sendiri tadi.”

“ Jinjja?? Aigo… aku tampak seperti orang gila kalau begitu. Oppa sendiri kenapa? Apa kau tidak melihat ada yeoja yang gendut berdiri di sini tadi?” Aku bertanya sambil mencibir padanya.

“ Hahaha… kau melamunkan apa? Namjachingumu?” Tanya Junsu oppa.

“ Ya oppa… kau meledekku? Mana mungkin yeoja sepertiku memiliki namjachingu.” Jawabku sambil memukul lengannya. Sialan sunbaeku yang satu ini, meledek atau hanya bercanda?

“ Ya hentikan, penyiksaan di tempat umum ini namanya.” Junsu oppa memegang tanganku agar tidak terus memukulinya. Kami hanya tertawa-tawa karena hal ini.

“ Ra~Ya!!!.” Suara namja memanggil namaku. Tapi aku merasa sangat familiar dengan suara ini, jangan-jangan…. Oh tidak, semoga dia tidak muncul di saat yang tidak tepat. Aku tak berani menolehkan wajahku pada asal suara itu.

“ Ya!! Kim Heera!! Kemana saja kau ini hah?! Aku dari tadi mencarimu!” Ucap namja itu kesal. Dan ya… namja itu tak lain dan tak bukan adalah Kim Heechul, kakakku. Huft dia merusak peristiwa baik dalam hidupku.

“ Ya apa-apaan kalian ini? Kenapa tanganmu dipegang oleh namja ini?!” Belum sempat aku menjawab pertanyaannya yang pertama, dia sudah melontarkan pertanyaan baru dengan menghempaskan tangan Junsu oppa dari ku. Ya!! Mati kau Kim Heechul!!

“ Anyyeonghaseyo… Kim Junsu imnida.” Junsu oppa membungkuk memperkenalkan diri.

“ Kim Heechul, kakaknya Heera.“ Heechul oppa memperkenalkan diri tanpa membungkuk, dan tampangnya itu sangat jutek. Aish aku ingin memukul wajahnya itu!! Aku tak enak pada Junsu oppa, baru saja kami mulai dekat. Tapi pengganggu ini muncul, aigo nanti apa yang akan dipikirkan Junsu oppa tentangku setelah ini?

Karena aku telarut dalam pikiran-pikiranku sendiri, aku tak bisa menolak ketika Heechul oppa menarik paksa tanganku untuk pergi dari tempat ini. Aku hanya menoleh pada Junsu oppa, memperlihatkan wajah minta maaf ku dan raut yang tak enak hati. Junsu oppa hanya mengangguk dan tersenyum.

Tanganku tetap ditarik paksa oleh Heechul oppa menuju tempat parkir mobil. Dan seperti biasa, banyak lebah-lebah disekitarku dan kali ini lebih parah dari sebelumnya. Aku terus berusaha melepaskan tanganku dari cengkramannya, tapi tidak bisa karena tenaganya sangat kuat.

“ Ya oppa, appoyo.” ringisku. Tapi tak ada respon darinya.

“ Oppa!! Lepaskan!! Kenapa oppa seperti ini padaku?!” teriakku tak terima. Ketika sampai di parkiran Heechul oppa menghempaskan tanganku dengan kasar.

“ Siapa namja itu?! Berani-beraninya dia memegang tanganmu di tempat umum.” Ucap Heechul oppa marah.

“ Memangnya kenapa?! Apa salah jika aku mulai dekat dengan namja yang pernah ku sukai hah?!” aku sudah berteriak-teriak padanya, tak peduli bahwa kami telah manjadi tontonan gratis orang-orang.

“ Karena kau itu telah… Aish sudahlah. Cepat masuk mobil.” perintah Heechul oppa, tapi aku tak bergeming sedikitpun. Aku penasaran dengan kata-kata yang tak dilanjutkan olehnya.

“  Ya Kim Heera!! Cepat masuk mobil!!” teriak Heechul oppa sambil masih berdiri di samping pintu kemudi. Mau tak mau aku menurutinya. Aku masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang campur aduk, kesal, marah, penasaran, semuanya berkecambuk dalam hatiku. Akhirnya mobil Heechul oppa melaju kencang pergi meninggalkan supermarket ini.

Selama perjalanan  tak ada yang memulai percakapan di antara kami. Aku sesekali melirik melihat Heechul oppa, wajahnya sangat datar tak berekspresi. Aku tak pernah melihat dia seperti ini, tapi dia pernah seperti ini  karena ada hal yang memang tak seharusnya terjadi. Aku ingin menanyakan maksud kata-kata Heechul oppa yang tadi tak terselesaikan. Entah kenapa aku merasa pasti ada sesuatu hal yang penting dan dia disembunyikan dariku. Aku ingin bertanya, tapi melihat wajah tanpa ekspresi Heechul oppa saat ini… aku jadi berpikir beribu kali untuk menanyakannya.

Jujur aku takut melihat dia seperti ini, aku lebih memilih untuk melihat dia yang tak henti-hentinya meledekku, bertengkar denganku, marah-marah padaku. Huft… aku tak tau kesalahan apa yang telah aku lakukan saat ini. Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 20 menit tanpa ada kata yang terucap, kami tiba di rumah. Oh tuhan… aku tak mau berada di rumah dengan keadaan seperti ini, ditambah eomma sedang tidak ada di rumah.  Huaaaaaaa eomma… cepatlah pulang.

Heechul oppa keluar mobil terlebih dahulu dengan membawa belanjaan yang tadi kami beli. Huft… aku merasa tak mau masuk ke dalam rumah ini. Aish jinjja ottokhe??

Heera’s POV End

 

Author’s  POV

“ Kim Heera!! Fighting!!” Ucap Heera menyemangati dirinya sendiri sambil mengacungkan kepalan tangannya ke udara sebelum masuk ke dalam rumah.

Ketika dia masuk ke dalam rumah, dia melihat Heechul sedang memasukkan belanjaan tadi ke dalam kulkas. Dengan ragu-ragu dia mendekati oppa satu-satunya itu.

“ Oppa kau mau ku masakkan apa?” Tanya Heera dengan takut-takut.

“ Terserah kau saja.” Jawab Heechul acuh tak acuh, dia menatap Heera sekilas lalu berjalan pergi. Heera mendesah pelan. Dia bertekad masakan yang dia buat terasa enak, dia tidak mau Heechul semakin bertambah marah padanya karena masakannya yang tak enak.  Heera pun langsung membuat jajangmyeon dan kimchi, masakan yang hanya dia kuasai.

Setelah berkutat dengan peralatan dapur selam 30 menit, makanan itu pun telah tersaji di meja makan. Heera pun malangkahkan kakinya ke kamar kakaknya yang bersebelahan dengan kamarnya di lantai 2. Dengan ragu dia pun mengetuk pintu kayu itu.

“ Oppa makanan sudah siap. Aku tunggu di bawah ya.” ucap Heera

“….” tak ada jawaban dari Heechul. Heera pun kembali mengetuk pintu dan memanggil oppa nya itu.

“ Oppa.”

“ Ne.” jawab Heechul sambil keluar dari kamar. Heera hanya mengikuti kakaknya itu menuju ruang makan.

Mereka makan dalam diam. Tidak ada diantara mereka yang memulai percakapan. Heera sibuk dengan pikirannya apakah dia harus bertanya masalah tadi atau tidak. Sedangkan Heechul dengan pergulatan emosi yang ada di dirinya. Dia tidak mau jika sampai orang tua mereka tahu kejadian tadi, pasti mereka memarahi Heera. Tapi jika dia memberitahu keadaan yang sebenarnya pada Heera, dia tidak tahu apa respon dari sang adik. Setelah 15menit terlarut dalam diam, akhirnya di antara mereka ada yang membuka suara.

“ Op- oppa… gwenchana? Ada apa sebenarnya? Kenapa kau marah, padahal ketika kau melihat ku dengan Max kau tidak pernah marah seperti ini.” tanya Heera memecahkan keheningan di ruang makan ini.

“ Hmm?? Gwenchana.” jawab Heechul singkat.

“ Kau yakin? Dan apa lanjutan kalimat yang tidak selesai kau ucapkan?.” tanya Heera lagi. Dia tampak sangat penasaran dengan hal ini. Sedangkan sang kakak, Kim Heechul diam membeku seketika. Heechul tidak tahu harus berkata apa, dan tampaknya dia harus menyembunyikan hal ini terlebih dahulu.

“ Hmm… apakah kau ingin tahu yang sebenarnya?.” Tanya Heechul pada gadis yang ada di hadapannya ini. Sedangkan sang gadis hanya mengangguk kuat dengan mata yang berbinar.

“ Kau tahu, aku iri dengan namja tadi. Dia dengan seenaknya memegang tanganmu, sedangkan aku? Kakakmu sendiri? Bahkan kau ingin berpencar ketika pergi denganku.” jawab Heechul sambil mengerucutkan bibir. Sedangkan Heera tercengang mendengar jawaban kakaknya itu, Heera tidak tahu bahwa Heechul sedang berbohong padanya. Lebih tepatnya, belum menyadari sepenuhnya bahwa kakaknya berbohong padanya atau hanya pura-pura tidak tahu?

“ Ya oppa, kau tahu kan itu bukan maksudku. Aku hanya risih dengan para yeoja yang seketika berubah menjadi segerombolan lebah di sekitarmu. Lagi pula apa kau tidak risih berjalan di sampingku? Aku ini gendut, beratku saja 70kg lebih.” tutur Heera panjang lebar.

“ Yeoja pabbo. Kau itu adikku, ya walaupun kau yeoja gendut kau tetap adikku. Aku tidak merasa risih dengan keberadaanmu ketika kita pergi bersama, tapi aku tidak suka dengan berat badanmu kau tahu itu kan?” tutur Heechul dengan menopang tangannya di dagu.

“ Aish jinjja dasar oppa gila. Masa hanya karena hal itu saja responmu sampai seperti tadi?” gerutu Heera sambil melemparkan lap pada muka kakaknya.

“ KIM HEERA!!!” Suara Heechul membahana di seluruh ruangan, sedangkan orang yang bersangkutan langsung kabur ke ruang tengah.

~~~~*****~~~~

Kini mereka berdua sedang berada di ruang tengah, sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Heera sedang larut dalam drama yang dia tonton, Heechul tidak pernah lepas dari gadget di tangannya karena dia sangat senang berpetualang di dunia maya. Konsentrasi mereka pecah karena suara ringtone dari ponselnya Heera. Ada pesan masuk.

From : Kibum~~

Pemberitahuan. Sekolah di liburkan selama satu minggu, karena akan diadakan persiapan untuk olimpiade nasional yang akan di adakan di sekolah kita 2 minggu mendatang.

Setelah membaca pesan dari sang ketua kelas, Heera pun lemas seketika. Bagaimana tidak, dia selama seminggu akan terus bersama Heechul karena sekolah libur. Dia pun dengan lemas berjalan menuju dapur, Heechul pun menghentikan kegiatannya lalu berjalan mengikuti adiknya.

“ Heh yeoja gendut, kenapa kau hah?” Tanya Heechul sambil menyikut-nyikut lengan adiknya yang sekarang sedang telungkup di atas meja makan.

“ Sekolahku di liburkan selama satu minggu.” Jawab Heera lemas tanpa mengangkat wajahnya.

“ Aish dasar remaja zaman sekarang. Kau lemas seperti ini karena sedih tidak bisa bertemu dengan Max?” Cibir Heechul sambil menggeplak kepala adiknya.

“ Ya appo!!! tadi kau bilang apa? Ternyata secara tidak langsung kau mengakui bahwa kau sudah tua ya, tidak remaja lagi. Dan apa-apaan itu? Aku lemas karena harus berada seharian selama satu minggu denganmu.” Papar Heera sambil mengangkat wajahnya sambil meringis memegangi kepalanya.

“ Ya kau cari mati hah? Kau tidak melihat oppamu ini masih tampan seperti namja 20 tahun? Dasar kau dongsaeng aneh, harusnya kau bersyukur memiliki oppa seperti ku dan bisa menghabiskan waktu denganku.” Heechul membela diri.

“ Ya ya ya… terserah oppa saja.” Jawab Heera ogah-ogahan sambil beringsut pergi dari ruang makan. Ketika akan berbelok ke ruang keluarga, Heera membalikan badan dan berkata, “ Siapa yang meninggalkan tempat makan yang paling akhir dia lah yang bertugas mencuci piring.” Setelah berkata seperti itu Heera langsung pergi sebelum sumpit yang dilempar Heechul dari tumpukan piring kotor mendarat di wajahnya.

 

Heera’s POV

Aku membaringkan tubuhku di tempat tidur sambil memandang langit-langit kamarku yang penuh dengan tempelan bintang-bintang glow in the dark. Aku menggerutu dalam hati, hari yang aneh, untung saja Heechul oppa sudah bersikap seperti biasanya. Tapi aku tetap penasaran dengan sikapnya saat di supermarket tadi.

Sebenarnya apa yang dia sembunyikan dari ku. Aku tahu dia menyembunyikan sesuatu dariku, saat di ruang makan tadi aku hanya berpura-pura percaya padanya. Memangnya aku yeoja pabbo yang dapat dengan mudahnya dibohongi olehnya? Tapi memang ku akui bakat acting oppa ku memang sangat bagus. Jika orang lain yang melihatnya, aku yakin orang-orang itu tidak akan menyadari jika Heechul oppa berbohong.  Aish gara-gara Heechul oppa muncul tiba-tiba seperti setan, eh ani dia memang raja setan dan Kyuhyun sebagai pangeran setan. Perpaduan yang cocok, aigo Kyuhyun lebih cocok untuk menjadi adik seorang Kim Heechul. Hmm Heechul oppa merusak momen yang berharga untukku, pertemuan singkatku dengan Junsu oppa berakhir dengan kesan yang tidak mengenakkan. Wuaaah apa respon dia setelah kejadian aku di tarik paksa oleh Heechul oppa ya? Heechul oppa benar-benar aneh, memangnya aku yeoppo yeoja? sehingga langsung menyeretku menjauh dari seorang namja? -____-

Aku meraih ponsel ku yang sejak tadi teronggok di dalam atas meja nakas di samping tempat tidurku. Tidak ada sms sama sekali, tumben anak-anak itu tidak mengirim sms padaku. Huaaa lapar, untung aku memiliki persediaan cemilan di laci meja belajarku. Aku melangkahkan kaki ke meja belajar yang ada di sudut ruangan, lalu membuka laci yang paling bawah. Dan tadaaa!! aku menemukan coklat Loacker Gardena rasa hazelnut >< hmm yummy!!.

Untung saja Heechul oppa tidak tahu tempat persembunyian persediaan cemilanku, jika dia tahu pasti coklat ini sudah di sita olehnya. Aku duduk di jendela yang menghadap taman di halaman depan rumahku. Jendela yang kokoh dan besar, jadi aku tidak perlu takut untuk duduk di jendela ini. Aku dengan hasrat ingin menghabiskan coklat Loacker Gardena dengan rasa hazelnut ini membuka bungkusnya dengan perlahan-lahan. Gigitan pertama coklat itu lumer di dalam mulutku, hmm yummy. Pada saat gigitan kedua, setan itu muncul secara tiba-tiba di depan pintu kamarku.

“ Ya!! Oppa!! Bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu?” umpatku sambil menyembunyikan coklat ini di belakang tubuhku saat melihat Heechul oppa membukakan pintu tanpa permisi. Heechul oppa memandangku dengan penuh curiga, dia langsung menghampiriku.

“ Ya yeoja gendut, apa yang kau sembunyikan dariku?” tanyanya sambil meraih tanganku yang ada di balik punggungku.

“ Aish oppa diamlah.” kataku sambil bangkit berdiri untuk menghindar darinya. Tapi  aku terlambat. Dia tetap berhasil meraih tanganku dan memberikan aura membunuh saat tahu apa yang aku sembunyikan dari tadi.

“ Coklat?! jadi kau sejak tadi memakan coklat?!” ujarnya kesal.

“ Aku hanya memakan dua gigitan karena kau terlanjur masuk ke kamarku.” ujarku sambil tetap mengemut coklat yang masih ada di dalam mulutku.

“ Ohok ohok ya oppa!!! Apa yang lakukan hah?!!” tanya ku kesal saat dia menepuk-nepukan tangannya punggungku.

“ Keluarkan. Cepat muntahkan coklat yang ada di dalam mulutmu itu.” ucapnya terus terang.

“ Andweyo. Ini coklat favorit ku.” Jawabku tetap mempertahankan coklat yang masih ada di dalam mulutku.

“ Tapi ini sudah jam 9 malam!! 9 MALAM!!” bentaknya padaku sambil menepuk-nepuk punggungku lebih keras dari sebelumnya. Dengan susah payah aku menelan coklat yang ada di dalam mulutku.

“ Ya oppa hentikan!! Coklatnya sudah habis ku telan.” ujarku sambil menghindarkan tubuhnya dariku. Dia menatapku, menekan kedua pipiku sehingga mulutku terbuka. Setelah melihat tidak ada coklat yang bertengger di mulutku dia pun berdecak kesal.

“ Ya pabbo!! Kau itu sejak kecil tidak bisa menelan coklat, kau selalu mengemutnya. Dan kali ini? Kau menelannya karena kau tidak mau memuntahkannya. Kau tahu, ini sudah jam 9 malam. Aish jinjja… mimpi apa aku memiliki dongsaeng sepertimu.” ujarnya frustasi.

“ Tapi berat badanku sudah turun. Sekarang berat badanku 67kg.” bantahku bangga.

“ Tapi kau tetap saja gendut. Jika kau berhasil mendapatkan berat badan maksimal 45kg itu baru lumayan.” Jelasnhya sambil menarik-narik pipiku. Aish jinjja 45? Aku mendapatkan berat badan 65kg saja sudah dengan usaha yang mati-matian, sekarang harus menurunkan lagi? O.o omona.

“ Oppa lepaskan. Kau mau pipiku berambah tembam hah? dan ada urusan apa sampai-sampai kau masuk ke dalam kamarku?” Tanyaku penasaran.

“ Besok teman-temanku akan datang, apa kau juga akan mengundang temanmu?” tanya Heechul setelah dia duduk di pinggir tempat tidurku.

“ Aaaaa pasti rumah ini akan jadi kapal pecah besok.” ucap ku sambil mengacak-ngacak rambutku.

“ Selama kau ada, rumah ini tidak akan seperti kapal pecah.” jawab Heechul oppa dengan senyum manis yang terukir di wajahnya. Jika para yeoja melihatnya tersenyum manis seperti ini, dapat ku pastikan mereka akan pingsan seketika. Tapi tidak denganku, senyum manisnya bagaikan seringai iblis untukku. Aku merasakan aura yang tidak mengenakan dari dirinya.

“ Ya oppa, aku bukan pembantu.” ucap ku seakan menebak apa yang akan dia perintahkan padaku besok. Pasti seperti kejadian-kejadian sebelumnya ketika teman-temannya datang, pasti aku yang akan menjadi pembantu dadakan untuk membereskan kakacauan yang mereka timbulkan di rumah ini.

“ Apa? aku tidak menyuruhmu melakukan apa pun.” tanyanya dengan wajah innocent. Aish aku muak melihatnya, aku ingin melemparkan buku tebal yang bertengger manis di meja belajar pada wajahnya itu. Tapi aku urungkan niatku karena aku pasti akan mendapat balasan yang berlebihan terlebih jika aku sampai mencederai wajahnya, asset berharga yang dia banggakan.

“ -___-  sudahlah oppa. Aku sudah tahu akal busukmu itu.”

“ Yeoja pintar. Jadi bagaimana? Kau akan mengundang temanmu?” tanyanya lagi sambil tidur terlentang di tempat tidurku.

“ Hmm mungkin, nanti aku akan bertanya pada mereka. Apakah monyet gunung dan ikan mokpo itu ikut datang?” Tanyaku to the point. Heechul oppa hanya mengangguk menjawab pertanyaanku.

“ Aish jinjja. Temanmu itu tidak mau diam oppa, apalagi si monyet gunung yang satu itu. Membuat rumah berantakan dan dia itu yadong. Yang baik hanya Sungmin oppa.” Ucapku lesu sambil membaringkan tubuh di samping oppaku satu-satunya itu. Sudah 30 menit tapi tidak ada respon dari Heechul oppa, aku menoleh dan mendapati dirinya telah terlelap. Aish merepotkan saja oppa ku yang satu ini.

“ Oppa!!! Irona!!!” Ucapku sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya. Tapi dia tetap tak bergeming sedikitpun.

“ Oppa!!!!!!” Teriakku sambil menggunakan oktaf tertinggi ku. Tapi dia hanya mengerang dan menggeliat. Dasar tuli, baru kali ini aku tahu bahwa ada setan yang tuli.

“ Oppa!!! Pindah ke kamar mu sana!!” Triakku sambil menendang-nendang tubuhnya sampai-sampai Heechul oppa terjatuh dari tempat tidur.

“ YA!!” umpatnya saat tubuhnya terhempas ke lantai. Aku langsung membaringkan tubuhku dan pura-pura tertidur. Heechul oppa menggerutu tidak jelas dan langsung pergi dari kamarku hahaha siapa suruh dia tidur di kamarku.

Merasa belum mengantuk aku menyambar ponselku di atas buffet. Dengan lincah jari-jariku mengetik dan mengirim pesan pada Youngii, Max, Soo~ya, dan si Evilkyu itu untuk mengundang mereka agar datang ke rumahku besok.

Tak lama kemudian mereka membalas dan aku ber-sms-an ria dengan mereka. Max yang menanyai makanan, Youngii yang kesal karena aku mengganggu mimpinya mengalahkan Kyuhyun bermain games –aishhh, yeoja itu!-, Soo ra yang malu membayangkan ia berkumpul dengan teman-teman namjachingunya dan Kyuhyjn yang mengomel tidak jelas, dia menuduh bahwa aky yang menyebabkannya kalah bermain games. Woahahahaha kalau itu benar, aku sungguh tak menyesal.

Semakin lama, mataku terasa semakin berat. Baru saja aku terlelap dalam tidurku, terdengar suara dari ponseluk. Bip bip bip. Dengan berat hati aku meraih ponselku, dan dengan mata setengah terpejam aku membuka sms nya. Dan betapa terkejutnya aku ketika tahu dari siapa sms itu, mataku langsung melebar layaknya lampu 100 watt.

 

From :: 09*********

Apa benar ini kim heera? bagaimana keadaanmu?. Junsu.

 

To :: 09*********

Oppa? Junsu oppa? Nan gwaenchana^^

 

From :: Junsu Oppa^^

Ne, aku Junsu. Kau tak percaya hah? Hahaha… syukurlah jika kau baik-baik saja. Maaf karena aku menabrakmu

 

To :: Junsu Oppa^^

Sudahlah oppa. Aku tidak apa-apa, untung saja kau tidak menabrakku dengan mobil :D   oppa aku minta maaf atas perlakuan Heechul oppa tadi

 

From :: Junsu Oppa^^

Arraso.. yang tadi? gwenchana. jaljayo Ra~ya

 

Aku berseri-seri saat membaca sms dari Junsu oppa. Huaaa aku tidak pernah bermimpi akan dekat dengannya. Saat aku akan membalas pesannya, rasa kantuk menderaku secara tiba-tiba. Aku pun tertidur tanpa sempat membalas pesannya.

~~~~*****~~~~

Heechul oppa sejak tadi tidak henti-hentinya membangunkan aku. Tapi kelopak mataku terasa berat seperti ada lem yang merekatkannya. Mungkin karena dia frustasi tidak berhasil membangunkanku sejak tadi, makanya dia sekarang sudah menyingkapkan selimutku dan menarik-narik tubuhku dengan paksa. Aku hanya mengerang kecil dan menggeliat. Dia kembali meneriakiku lagi, tapi anehnya walaupun suara spektakulernya membahana di kamarku tetap saja terasa berat untuk membuka kelopak mataku.

“ KIM HEERA!! CEPAT BANGUN!!” teriaknya tepat di telingaku. Dengan serta merta aku pun langsung membuka mataku. Dan menatap Heechul yang sedang menatapku horror. Seakan mengerti arti tatapannya, aku pun beringsut masuk ke kamar mandi.

“ 5 menit!!” teriaknya sambil berlalu ke luar kamar. Aish jinjja orang itu benar-benar mebuatku emosi. Tidak mungkin jika aku mandi hanya dalam waktu 5 menit!! Memangnya aku bebek yang hanya butuh waktu 5 menit untuk mandi? Tak masalah jika dia marah-marah padaku hahahaha yang penting aku harus mandi yang lama. Aku muncul di hadapan Heechul oppa 20 menit kemudian, dia sedang menyilangkan tangannya di dekat pintu kamarku. Tatapannya sungguh horror, tapi aku tak peduli.

“ Wae oppa?? Kau membangunkanku pagi-pagi.” tanyaku to the point dan menghiraukan tatapan membunuh miliknya.

“ Kita harus berbelanja bodoh.”

“ Aku tak mau memasak untuk kalian.” sungutku.

“ Ya!! Siapa pula yang ingin makanannya diracuni olehmu?? Biarkan kita bersama-sama memasak, lagi pula sekalian membeli bahan untun BBQ nanti malam.” jawab Heechul oppa sambil menjitak kepalaku.

“ Ya appoyo… kau saja yang belanja, aku akan membereskan rumah terlebih dahulu.” ucapku sambil berlalu pergi dari hadapannya.

“ Kau tidak bisa membohongiku Kim Heera. Mana mungkin kau mau membereskan rumah yang jelas-jelas akan berantakan lagi oleh teman-temanku. Kau ikut denganku.” Sialan, Heechul oppa tahu jalan pikiranku dan sekarang dia tengah menarik bajuku untuk ikut berbelanja dengannya. Dengan setengah hati aku mengikutinya berbelanja, aku tidak peduli dengan lebah-lebah yang mulai berdengung. Yang aku inginkan hanya cepat selesai lalu pulang. Setelah berkeliling supermarket mencari bahan yang diperlukan, kami pun langsung pulang ke rumah.

Ketika mobil Heechul oppa memasuki halaman, aku melihat Changmin yang sudah duduk manis di beranda rumah. Ckckckck benar-benar rajin anak itu. Bisa-bisa aku di ledek mati- matian oleh Heechul oppa. Aku melirik ke arah Heechul oppa, dia tersenyum kecil melihat Changmin.

“ Namjachingmu sangat rajin Ra~ya ckckckck atau mungkin dia tidak sabar untuk bertemu denganmu?” Ledeknya sambil tertawa kecil. Tuh kan apa aku bilang, pasti dia meledekku.

“ Ya oppa, sudah berulang kali aku katakan dia itu bukan namjachinguku.” aku cemberut. Kulihat Heechul oppa hanya terkekeh kecil mendengar ucapanku.

“ Hati orang tidak ada yang tahu Ra~ya.” ucapnya sebelum keluar dari mobil.

“ Woi Max!!! Bantu aku membawakan belanjaan ini.” teriak Heechul oppa pada Changmin yang masih duduk di beranda dengan tenang. Aish jinjja orang itu, apakah tidak ada itikad baik untuk menolong sang tuan rumah? Aku menggerutu dalam hati sambil keluar dari mobil. Lalu Changmin menghampiri Heechul oppa yang sedang mengeluarkan barang belanjaan dari bagasi mobil. Changmin terdiam melihat belanjaan yang sekan tak ada hentinya di keluarkan oleh Heechul oppa.

“ Ya hyung, kau yakin dengan ini semua?” tanya Changmin sambil menunjuk belanjaan yang telah di keluarkan dari bagasi.

“ Ne, wae?.”

“ Gila hyung!! Kau belanja sangat banyak dan yang kau beli itu bahan untuk memasak semua. Kau tahu dengan baik kan kalau ehem, Heera tidak bisa memasak dengan benar? Kau mau kita semua menginap di rumah sakit?” Ucap Changmin sambil berbisik pada Heechul oppa saat mengucapkan kalimat terakhirnya. Tapi tetap saja aku dapat mendengarnya. Kebetulan aku sedang memegang selembaran promo-promo dari supermarket tadi, selembaran itu aku gulung dan dengan sedikit melompat aku pukulkan gulungan itu pada kepala Changmin.

“ Aku masih bisa mendengarnya pabo.” ucapku ketus sambil pergi masuk ke dalam rumah.

“ Ya appo. Awas kau Kim Heera!!!” teriaknya. Aku tak peduli degan teriakannya, tapi aku mendengar suara tawa Heechul oppa.

 

Heechul’s POV

“ Ya appo. Awas kau Kim Heera!!!” Teriak Changmin setelah mendapat pukulan dari adikku. Hahah hebat juga adikku, dia bisa memukul kepala Changmin yang tingginya menyamai tiang listrik di gang dekat rumahku dengan lompatannya yang lumayan, padahal tubuhnya seperti bola begitu. Aku melihat Heera yang dengan santainya melenggang masuk ke dalam rumah, sedangkan orang di sampingku yang sedang mengumpat tidak jelas.

“ Ya Shim Changmin jika kau berani macam-macam dengan adikku, mati kau.” ucapku dengan aura membunuh.

“ Aigo aigo kakak adik yang sama-sama memiliki sifat iblis. Hanya saja aura iblismu lebih kuat dibandingkan dia hyung, sedangkan dia… tak akan ada yang menyangka bahwa dia memiliki sifat iblis sepertimu.” jawab Max tanpa rasa takut sedikitpun sambil membawa belanjaan ke dalam rumah. Baru beberapa langkah, dia berhenti dan berkata

“ Hyung sisanya kau yang bawa ya.” ucapnya lalu berlari masuk. Aku pun langsung menundukkan kepalaku, masih ada 7 kantung belanjaan. Sialan anak itu.

“ Ya!!! MAX!! KELUAR KAU!!” Teriakku menggelegar saat kulihat dia sudah masuk ke dalam rumah. Karena anak itu tak kunjung datang aku pun membawa 4 kantung belanjaan ke dalam rumah. Aku menutup pintu dengan menendangnya. Aku melihat Heera dan Changmin sedang asik menonton tv. Saat aku menutup pintu dengan tendanganku Heera menoleh.

“ Ya!! oppa apa-apaan kau hah? Bagaimana kalau pintunya rusak?” tanyanya dengan wajah serius. Aish anak ini benar-benar minta dicincang rupanya.

“ Menyuruh umma atau appa untung memberbaikinya.” Jawabku enteng sambil menaruh belanjaan di bawah.

“ Ya Shim Changmin!! sialan kau, cepat bawa masuk belanjaan yang ada di luar.” Perintahku padanya, dia telihat enggan untuk melakukan perintahku. Aku menghampirinya dan sedikit menunduk untuk berbisik padanya.

“ Apa kau tidak ingin mengetahui apa yang terjadi ketika dia berbelanja denganku kemarin?”  Dia tampak penasaran. Dia pun langsung pergi mengambil belanjaan yang ada di luar. Sudah ku duga, dia memang menyukai Heera. Entah dongsaengku yang lambat atau dia sebagai laki-laki kurang menunjukkan sisi keberanian mengungkapkannya atau mungkin adikku yang kelewat polos?. Percintaan anak muda zaman sekarang ckckck. Eh tunggu, apa yang aku bilang tadi? percintaan anak muda zaman sekarang? Apa itu berarti aku sudah tidak muda lagi? Andwe!!!! Aku menggeleng-gelengkan kapalaku,  Heera mengernyit menatapku.

“ Oppa gwenchana?? Kau kenapa?” tanyanya dengan muka ngeri.

“ Aku sedang merenggangkan otot leherku. Kau mau aku melakukannya pada lehermu?” ucapku membohonginya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tangannya membentuk tanda silang.

“ Andweyo oppa. Aku bisa melakukannya sendiri.” ucapnya lalu beranjak pergi menyusul Changmin yang masih ada di luar. Aku mengintip mereka dari jendela ruang tamu. Heera menghampiri Changmin yang tengah melambai-lambaikan tangannya pada anak kecil yang sedang berlari menjauh. Lalu Heera membawa 2 belanjaan yang masih tergeletak, tapi dengan cepat Changmin mengambil alih belanjaan yang sedang di bawa Heera. Hmm namja yang baik, tak salah jika aku dari dulu sudah merasa Heera akan aman bersamanya. Tinggal 10 langkah agar mereka tiba di pintu depan, dan aku langsung melesat menuju ruang tv berpura-pura sedang asik menonton.

“ Ya oppa untuk apa kau berbelanja sebanyak itu? Siapa yang akan memasak?” tanya Heera ketika sudah duduk di sebelahku di ikuti Changmin yang duduk di sebelahnya.

“ Ke 2 teman yeoja mu datang kan?” pertanyaanku hanya di jawab anggukan singkat dari Heera, lalu dia membulatkan matanya.

“ Ya kau benar. Aku akan meminta mereka memasak untuk makan siang.” ucapku seakan menjawab maksud dari tatapan Heera.

“ Ya oppa!! Mereka datang bukan untuk menjadi pembantumu.” Ucapnya ketus sambil memukul-mukulkan bantal ke padaku sedangkan Changmin hanya terkekeh.

“ Mereka yeoja baik, pintar dan cantik. Jadi pasti mereka mau membantuku, lagipula mereka pintar memasak.” jawabku enteng.

“ Aku setuju denganmu hyung.” timpal Changmin dengan wajah bersemangat.

“ Ya kalian berdua!!!.” Heera berdecak kesal lalu memukuliku dan Changmin dengan bantal yang ada di tangannya.

Kriiing kriiing. Suara telpon menyelamatkanku dan Changmin karena Heera pergi untuk mengangkat telpon. Ketika Heera pergi, Max mendekatiku.

“ Hyung, kemarin ada kejadian apa?” Tanya penasaran.

“ Dia terjatuh.” Jawabku singkat dan dia hanya terdiam mendengarnya.

“ Hanya itu?.” tanyanya tak percaya.

“ Tidak, ada kejadian lain. Tapi kau tidak akan ku beri tahu.” Ucapku santai dan berhasil membuat Changmin terlihat frustasi.

“ Woi Kim Heechul.” Sapa seorang namja. Aku menoleh dan ternyata dia Lee Donghae, hobae ku. Dia datang dengan di temani yeoja cantik yang ku yakini itu adalah Sung Hyosun.

Aku tersenyum, tentu saja pada gadis itu. Cihhh…. aku malas tersenyum pada ikam mokpo laknat itu. Jadi dia yang mampu memikat hati ikan mokpo ini? aku yakin dia pasti yeoja yang hebat. Dia wanita yang cantik dengan wajah dingin namun ellegan, tapi jika di dengar dari cerita Donghae wanita ini juga setipe denganku. Iblis tapi tidak didukung dengan wajahnya yang sungguh rupawan, dan dia juga terkadang bersikap antagonis. Pantas saja Donghae bertekuk lutut pada wanita ini. Tapi sepertinya aku ragu, pasti sudah tertular penyakit aneh bin ajaib si Donghae ikan itu muahahhahah

“ aigoo… ternyata kau masih gila, tertawa sendiri. Dasar orang aneh.” hardik Donghae. YA!!! AWAS KAU LEE DONGHAE!!!

_TBC_

Note :: gimana gimana?? lanjut ato jangan nih??? mian yaaa alurnya Lambat, emang sengaja. aku pengen bener-bener nunjukkin sisi friendship sama kekeluargaanya. 

Ditunggu komentarnya^^ as usual… baca komen kalian BIKIN SENENG

32 thoughts on “My Lovely Fat 2”

    1. aq krjanya naik gunung mulu, tp gk kurus2 =__=”
      udahlah gk ush mikirin kurus, aq sih gk mau nahan2 makan. hehe~

      aq penasaran nih sm yg pengen diomongin chullie sm heera, dy pny rahasia apa sih? bw2 umma appanya segala.???

      1. setuju eon.. Klo lapper mah gabres aj udh XP

        Dy mau ngomong kalo sbner.y . . . . . . . . . .
        Liat bbrp chapter k dpan ajj eon😀
        *peluk dan cium heechul menyertaikuu /DUAGH *

  1. ‘tampaknya dia harus menyembunyikan hal ini terlebih dahulu’>>aah tu mah bisa”a author aj biar bkin readers pnsaran. Hh
    liat comment d ats*tnjuk” k atas* kta.a d next part changmin.a nmbak Heera. Ayoo ‘yeoja gendut’ dan ‘tiang listrik’ b.satu. Hhi

  2. Wahh bentar lg ada party tuh, ikut dong, haha😀

    rmh kim psti akn brantakan, ckck

    chulppa udh tau klo changmin suka ma heera, tp heera’a blm tau? ckck

    heera prnh pcaran ma jaejoong oppa?
    trus knp chulppa gtu bgt ma junsu oppa??

    nice ff eonni🙂
    friendship’a msh berasa bgt🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s