Lovelight [Light 2]

cho yuji

Lovelight [Light 2]

Author : Cho Yuji

Rating : G

Genre : Romance, A lil bit Comedy (?), Friendship, AU

Length : Chaptered

Cast : 

* Cho Yuji (OC) – Readers

* Byun Baekhyun

* Park Sonya (OC)

* Park Chanyeol

Disclaimer: 

Poster sama ceritanya milik aku, cast yang fiksinya juga milik aku. Readers teman aku. Komen adalah nafasku. Like adalah kebahagiaan bagiku. Silent Reader adalah musuhku. READ LIKE COMMENT!

Note:

Sebenernya ini tuh ff yang judulnya First: Meeting, dan aku anggap itu adalah Light 1 ya. Tapi aku ganti namanya karena aku si author labil #plak. Jangan lupa yah, walaupun enggak ada yang nungguin ff aku. Tapi plis dibaca! Kritik dan saran sangat diharapkan. Dan jangan lupa, selalu baca terlebih dahulu part sebelumnya :D

Light 1

-CYS-

 

Hasil UN baru saja di berikan kepada para siswa Annyang Art Jr. School di pagi hari yang cerah ini. Selain hasil UN, hasil seleksi dari sekolah yang diinginkan pun di berikan pada saat itu juga. Sorak sorai membahan di seluruh kelas maupun di koridor sekolah. Tentu saja, semua siswa lulus dengan hasil yang sangat memuaskan. Ada yang menangis terharu, ada yang memeluk sang kekasih, ada yang berpelukan dengan sahabat ataupun seluruh teman sekelas, ada yang langsung menelepon orangtuanya tentang kabar gembira tersebut dan ada juga yang tertawa bagaikan orang gila. Tak terkecuali dengan Yuji dan Sonya, mereka pun juga sama seperti yang lain.

“Ji-ah, kau keterima ‘kan di Kirin? Aku keterima loh.”

“Aku.. sebenarnya aku..aku..” ucap Yuji terbata-bata, berlinang air mata.

“Ada apa Ji-ah? Cepat katakan?” Sonya sedikit khawatir, tidak sedikit sebenernya mengingat ia takut bahwa Yuji tidak akan diterima.

“Aku tidak tau harus bilang apa. Tapi…” Jawab Yuji dengan sesenggukkan.

“Tapi apaan, ji-ah?”

“Hasilnya…aku..”

“Apaan?”

“Hasilnya….”

“Ah kelamaan, siniin kertasnya.” Tanpa diperbolehkan oleh Yuji, Sonya pun segera saja mengambil kertas yang sedari tadi dipegang oleh Yuji. Dia pun membaca dengan seksama tulisan yang termuat di dalam kertas tersebut. #sadis bener nih si Sonya sama Author *digeplak Sonya*# Sonya pun hanya bisa tersenyum tipis saat membacanya.

“Sudahlah Yuji-ah. Aku mengerti kok. Come on, jangan menangis lagi. Ayo tersenyumlah.” Ujar Sonya dengan lembut.

“Tapi aku…aku…” Sonya pun mengarahkan wajah Yuji agar berhadapan dengan  wajahnya. Lalu mendekatkan wajah mereka dan mengelap air mata yang membanjiri wajah sahabatnya ini.

“Sudah tidak apa-apa. Ayo jangan menangis, Ji-ah.”

“NAJIS! Gue berasa kayak lesbi elo gituin. Kalo mau berhadapan gak usah deket-deket amat kali.” Yuji pun menjauhkan wajahnya. “—tapi, So-ah. Hasilnya…” Yuji pun mengalihkan pandangannya ke arah lain, masih dengan sesenggukkan.

“GAK USAH BANYAK ALESAN DEH. ELO KAN KETERIMA, PABBO!!” Akhirnya Sonya pun mengeluarkan semua yang ada di pikiriinnya. Dasar Yuji oon!

“YA TAPI KAN AKU GAK NYANGKA! Huhuhuhu.” Air matanya pun tumpah. Yuji pun menangis sejadi-jadinya. Mungkin sebentar lagi seluruh media massa akan memberitakan bahwa Annyang Art Jr. School kebanjiran mendadak, gak ada angin gak ada ujan.

“Ah elu mah cengeng. Udah cup-cup jangan nangis ya, baby. Muah-muah. Nyahahaha.” Dan kini tawa Evil mulai membahana di koridor sekolah. Tapi evil itu bukanlah Yuji –yang sedang menangis-, siapa lagi kalo bukan Sonya.

“NAJIS LO!” Yuji pun pergi ke-arah perpustakaan, ingin menyendiri.

Astaga, aku keterima. Umma, Appa. It’s my turn!

 

 

–CSY—

Sonya kini seorang diri di ruang persiapan untuk OSPEK seraya membaca jadwal. Dia tidak di temani Yuji karena sahabatnya itu sedang sakit demam. Sementara anak kelas 10 belum datang semua dan acara pun belum di mulai, dia pun sms-an bareng Yuji.

From: Sonya

Yuji-ah!

From: Yuji

Ye?

To: Yuji

Kau kapan sembuh?

From: Yuji

Harusnya besok juga udahan sih.

To: Yuji

Kalo gitu cepet sembuh ya! <3 Oh iya, OSPEK jadinya 3 hari lagi, entar hari Jum’at sampai Sabtu kalau tidak salah.

From: Yuji

Makasih Sonya :* Jinjja? Ah untung saja. Jadi ada kemungkinan aku ikut OSPEK :D

To: Yuji

Sama-sama <3 Oh iya, nanti kalo acaranya sudah selesai, aku ke rumah kamu ya. Mau ngejenguk sekalian ngasih tau apa aja yang dibutuhin buat OSPEK. Eh udah dulu yah, acara mau dimulai kayaknya.

From: Yuji

Oke deh <3 Maaf ya enggak bisa nemenin :(

To: Yuji

Iya gak apa-apa kok :D Cepet sembuh oke <3

From: Yuji

Oke deh <3

Aula sekolah pun kini mulai ramai oleh para siswa kelas 10. Dan kulihat MC acara kini sudah berada di atas panggung.

-CYS-

Kini Sonya sedang dalam perjalanan menuju rumah Yuji. Selama di perjalanan dia tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian di acara tadi.

Flashback

Kelas 10 pun dibagi-bagi menjadi banyak kelompok. Untung saja Yuji sekelompok dengan Sonya sehingga dia bisa memberitahukan apa saja yang dibutuhkan kepada Yuji karena setiap kelompoknya berbeda. Kini mereka dikumpulkan di dalam sebuah kelas yang dari bentuknya sepertinya ini adalah ruang kelas Dance.

Dan kelompok mereka ini dibina oleh 2 orang Sunbae. Seorang yeoja dengan nama Nana yang merupakan yeoja cantik dan manis, dengan badan yang proporsional ini tentu saja membuat semua yeoja iri jika berada dekat dengannya. Dan seorang namja dengan nama Chanyeol yang, well, sangat tampan dan terlihat dari raut wajahnya bahwa dia adalah seseorang yang ramah. Tipe namja yang disukai Sonya.

“Okey para hoobae sekalian, saya Nana akan menjelaskan kembali apa yang dikatakan oleh Ketua OSIS tadi. Peraturan pertama adalah Tidak boleh tersenyum, Tidak boleh menangis, dan Tidak boleh tertawa.” Aturan macam apa itu? Masa muka gue harus kayak tembok gitu? Atau kayak jalan tol? Anjir, cantik begini disuruh datar, pikir Sonya.

“Dan perlu diketahui oleh kalian semua. Kepada kakak kelas, kalian harus menyebutnya Sunbae tanpa terkecuali. Untuk membedakan mana Sunbae atau pun sebaya dengan kalian, cukup lihat pada rompi mereka. Untuk kelas 10, rompi dengan garis pinggir berwarna coklat. Untuk kelas 11, rompi dengan garis pinggir berwarna hijau tua. Dan untuk kelas 12, rompi dengan garis pinggir berwarna abu-abu.”

Berarti Nana sunbae adalah kelas 12 dan Chanyeol sunbae kelas 11. Astaga, senang sekali jika tau bahwa Chanyeol sunbae kelas 11, pikir Sonya.

“Okey Chanyeol, jelaskan apa saja yang perlu dibawa oleh para Hoobae kita ini.” Senang sekali rasanya ketika Sonya mendengar nama Chanyeol disebut.

‘Omo! Chanyeol sunbae, kyeopta!!!!’ gumam Sonya yang tak terdengar oleh orang lain sepertinya.

“Oke para hoobae semua. Perkenalkan nama saya Chanyeol dan saya dari kelas 11 B. Semua yang saya ucapkan harus kalian catat setelah saya selesai berbicara.” ujar Chanyeol seraya tersenyum ke seluruh penjuru kelas. Tentu saja para yeoja yang berada di kelas ini terpesona oleh senyumannya tak terkecuali Nana.

‘Eh anjrit, mukanya aja keliatan imut-imut. Tapi suaranya kok, kayak yang di iklan Hexos -___-‘ pikir Sonya. #plak

“Pertama-tama untuk semuanya, kalian harus memakai baju berwarna putih polos dan rok atau celana panjang sekolah kita yang berwarna coklat kotak-kotak. Lalu semuanya harus memakai topi ulang tahun berwarna putih polos. Kalian harus membawa tas dari dus mie instan ‘Sarimie’ yang ada gambar Ayu Ting-Ting nya (Emang ada? Wkwkwk) dan juga tali rapia. Lalu kalian harus membawa baju ganti pula.” Ucap Chanyeol lagi seraya tersenyum ke arah Sonya ketika mengakhiri kalimatnya, tentu saja kini wajah Sonya sudah seperti kepiting rebus sambil mencatat semua yang dikatakannya tadi.

“Selanjutnya untuk para namja. Sepatu kalian harus berwarna putih, kaos kaki berwarna merah muda, dan tali sepatu berwarna pink. Lalu setiap orang memakai jepit berwarna pink. Dan pada topi kalian harus ada gambar ‘eceng’ minimal 10 dan terdapat tulisan ‘Would you be my Juliette?’.” Desah para namja pun terdengar di dalam ruangan, para yeoja pun hanya terkikik geli mendengar apa yang diucapkan Chanyeol tak terkecuali Sonya sendiri.

“Dan untuk para yeoja, sepatu kalian harus berwarna biru muda, kaos kaki berwarna hitam, dan tali sepatu berwarna kuning. Rambut di kuncir dua. Dan pada topi kalian harus ada gambar ‘eceng’ minimal 10 juga dan terdapat tulisan ‘Would you be my Romeo?’.” Para yeoja pun segera mencatatnya ketika Chanyeol selesai berbicara.

“Untuk yang lainnya kalian tidak usah membawa apa-apa lagi karena sudah tersedia di sekolah.” Semua siswa kelas 10 pun menghela napas bahagia, karena biasanya ketika OSPEK para siswa harus membawa hal-hal yang aneh.

“Untuk baju dan yang lain-lain harus langsung dipakai dari rumah. Dan satu lagi, kalian harus membawa katak hijau.” MWO? KATAK HIJAU?

 

“Oke sekian yang harus kalian bawa, dan juga sekarang saya dan Nana sunbae akan segera membagikan nama peserta sekalian meng-absen kalian.” Lalu Chanyeol dan Nana pun membawa sebuah dus yang berisikan Nametag yang akan di berikan kepada para siswa. Mereka pun menyebutkan nama satu per-satu dengan bergantian.

“Park Sonya.” Panggil Chanyeol. Betapa bahagianya dia ketika Chanyeol memanggil namanya. Dia mengacungkan tangannya dan segera berjalan ke depan mendekati Chanyeol setelah namja tersebut menganggukan kepalanya –pertanda dia sudah meng-absen Sonya.

“Ini milikmu.” Ucap Chanyeol seraya tersenyum tulus kepada Sonya. Sementara itu wajah Sonya pun kini berubah merah, bahkan chef di restaurant depan sekolah pun kebingungan yang mana wajah Sonya dan yang mana kepiting rebus. #ngek

“Ne, kamsahamnida.” Jawab Sonya seraya tersenyum balik. Chanyeol tertegun. Astaga, manis sekali senyumnya, pikir Chanyeol. Sonya pun duduk kembali, lalu menunggu yang lain kebagian nametag sambil terus memperhatikan Chanyeol. Karena bosan, Sonya pun hanya melamun.

“Cho Yuji.” Panggil Chanyeol. Sonya pun tersadar dari lamunannya. Lalu Sonya pun mengacungkan tangannya dan Chanyeol pun melihat kearahnya.

“Bukankah kau Park Sonya? Kenapa mengacungkan tanganmu lagi?” Tanya Chanyeol. Ada setitik kebahagiaan tersendiri bagi Sonya karena Chanyeol mengingat jelas namanya.

“Ah, sunbae. Saya ingin memberi tahu bahwa Yuji-ah sedang sakit jadi dia tidak bisa hadir, karena itulah saya mengacungkan tangan.” Jawab Sonya.

“Kalo begitu bolehkah aku menitipkannya padamu?” ujar Chanyeol. Sonya pun mengangguk dan membawa nametag milik Yuji. Chanyeol pun tersenyum simpul kepada Sonya yang dibalas lagi dengan senyuman pula.

End of Flashback

Kyaaaaaaaaa. Chanyeol Sunbae mengingat namaku!! teriak Sonya dalam hati, kegirangan. Dia pun terus saja tersenyum. Apalagi ketika dia mengingat yang satu ini.

Flashback

Setelah itu tidak banyak pengarahan aneh-aneh. Dan pas jam 1 siang, bel sekolah berbunyi dengan ceria. Mereka–para hoobae- pun di perbolehkan pulang. Banyak  sekali yang berebutan ingin segera pulang, hingga Sonya pun terdorong oleh salah satu dari mereka. Tapi untunglah ada yang menolongnya dari belakang. Seseorang tersebut memegang sikut Sonya, setengah memeluknya.

“Gwenchana?” ternyata orang yang menolongnya adalah Chanyeol.

“Ah, n..ne. Na.. nan gwenchana, sunbae.” Jawab Sonya gelagapan. Selama beberapa detik mereka tetap diam dalam keadaan seperti itu dan saling menatap hingga akhirnya sebuah deheman keras dari Nana datang.

“Aghassi. Bukankah kau harusnya segera pulang?” tanya Nana sunbae tak suka.

“Ah ne, sunbae. Annyeong.” Dia pun pamit seraya membungkukkan badannya lalu pergi menjauh. Sonya tidak tau bahwa ternyata Chanyeol terus saja memperhatikannya dan terus tersenyum.

End of Flashback

Kekekekekekekek~

-CYS-

Akhirnya Sonya pun sampai di depan sebuah rumah yang sangatlah megah nan elegan yang terletak di kawasan perumahan elit, Pyeongchang-dong. Dengan design arsitektur yang modern, semakin mempercantik rumah tersebut. Tentu saja rumah ini adalah rumah keluarga yang terdaftar dalam list Kalangan Atas walaupun rumah mereka tak berada diatas langit. Dan disinilah rumah Yuji, anak dari salah satu Pengusaha terbesar di Korea. Dan Sonya pun sebenarnya juga termasuk, rumahnya hanya 3 blok dari sini.

Sebenarnya Kirin memfasilitasi seluruh siswa kelas 10 sebuah gedung Asrama. Hanya saja Asrama itu baru bisa di pakai setelah OSPEK, dan itu berarti hari Minggu. Dikarenakan kelas 10 belum bisa menempati kamarnya, jadi mereka pun kini masih tinggal di rumah masing-masing.

Tidak aneh jika Sonya mengetahui keberadaan rumah Yuji walaupun mereka tinggal di Asrama. Pada saat liburan, tentu saja seluruh siswa Annyang Art Jr. School pulang ke rumahnya masing-masing. Hingga suatu saat, keluarga Sonya tidak bisa mengajaknya berlibur dikarenakan orangtuanya sibuk bekerja di luar negeri dan dia pun tidak punya kakak atau adik alias anak tunggal #menurut lo?#. Dan akhirnya dia pun tinggal di rumah Yuji selama 2 minggu penuh. Kejadian ini tidak hanya terjadi sekali dua kali, dan karena itulah keluarga Yuji sudah menganggap Sonya sebagai salah satu anggota keluarga mereka. Begitupun keluarga Sonya kepada Yuji, walaupun mereka tidak terlalu dekat.

“Eomonim aku pulang!” teriak Sonya setelah memasuki rumah tersebut. Tak jauh dari sana, terlihatlah seorang wanita paruh baya–yang  masih saja terlihat cantik—sedang membaca majalah fashion di sofa putih miliknya.

“Sonya-ya, kau sudah pulang ternyata. Yuji udah nungguin dari tadi loh.” Ucap eomma Yuji dengan akrab.

“Ne. Aku mau ke kamarnya dulu ya, eomonim.” Jawab Sonya seraya berlari menaiki tangga untuk segera ke kamar Yuji.

“Yuji-ah!”

“Nde? Kok lama banget?” ujar Yuji sambil memanyunkan bibirnya, tapi tetap saja tak bisa menutupi wajahnya yang senang karena sahabatnya ini sudah datang ke rumahnya.

“Hehehehe. Eh ini nih daftar bahan buat ospek.” Sonya pun memperlihatkan buku catatan miliknya kepada Yuji. Yuji pun berpikir apa saja yang belum dia punya.

“Yang kau tidak punya apa saja, Sonya-ya?”

“Kalo aku sih cuman topi ultah, dus Sarimie, tali rapia, sama Katak. Kalo kamu?”

“Sama. Eh, kalo katak sih suruh Jung Ahjussi nyari di taman belakang aja. Mungkin ada.”

“Kalo gitu gimana sama yang lain?” tanya Sonya.

“Carinya besok aja yah bareng, aku masih gak enak badan.” Jawab Yuji.

“Iya deh siap!”

“Eh kamu malem ini nginep disini ya, Sonya-ya. Pokoknya harus!” perintah Yuji yang dijawab dengan anggukan dari Sonya.

­-CYS-

Sore itu, seluruh siswa kelas 10 akan segera menikmati jam istirahatnya. Ospek yang mereka terima semenjak kemarin benar-benar sangat melelahkan, dan untunglah sekarang ini merupakan hari terakhir. Setelah para Sunbaenim mengisyaratkan bahwa sudah waktunya istirahat, seluruh anggota Ospek tersebut segera terduduk lemas di lapangan. Yuji pun segera membawa tas ransel  merah maroon miliknya dan mencari-cari minuman, sementara Sonya tengah mengelap habis peluh yang berada di dahinya.

“Ji-ah, mau ikut ke kantin gak? Aku pengen makan nih, laper. Ikut ya? Puhleeaaseee.” ucap Sonya seraya memohon dengan sikap lebaynya.

“Ne, ne. Sekalian aku ingin beli minum, yang ku bawa sudah habis ternyata.”

Mereka pun segera berjalan penuh semangat menuju kantin. Sonya tengah membayangkan masakan yang lezat –mengingat kantin sekolah ini benar-benar elit layaknya café—untuk disantapnya dan Yuji tengah membayangkan bagaimana kerongkongannya akan terbasahi  oleh minuman yang begitu segar.

Sonya yang sampai duluan di depan bibi kantin segera saja memesan Ice Mochacino dan Spaghetti Bolognese kesukaannya, diikuti Yuji yang memesan Ice Lemon Tea. Setelah membayar pesanan dan mengambil billnya, mereka pun memilih-milih tempat duduk.

Yuji yang merasakan saku roknya bergetar, segera saja mengambil hapenya tersebut. Ternyata ada sms, dari Nana Sunbaenim.

From: Nana Sunbae

Annyeong, hoobae-deul. Karena pihak sekolah akan mengadakan rapat mendadak, Ospek untuk hari ini cukup sekian. Selamat menikmati tahun jaran baru!

Sang pembaca pun hanya tersenyum simpul, dan segera melihat kembali ke arah bangku kantin. Merasa sahabatnya menghilang dari peradaban, Yuji pun berbalik ke belakang. Dia melihat Sonya sedang mematung seraya memandang ke suatu arah. Yuji tidak dapat melihat dengan jelas kearah pandangan Sonya, sehingga dia pun mendekati Sonya dan ikut mengarahkan pandangannya ke arah yang sama. Disana terdapat seseorang, oh tidak, 2 orang tepatnya. Dan Yuji merasakan sesuatu, sepertinya Sonya tengah mengeluarkan aura kekecewaan yang sangat kentara terhadap dua orang tersebut. Nana sunbae dan… Chanyeol sunbae.

Flashback End

“Baik hoobae-deul, untuk sesi kali ini kita namakan sesi Melet-melet alias Romeo en Juliet *maksud looo thor*. Kalian diwajibkan untuk memberikan topi yang kalian pakai kepada salahsatu sunbae yang kalian sukai. Tidak ada kata tapi-tapian, kalian harus melakukannya!” ucap Seungyeon sunbae. Para siswa kelas 10 pun terlihat tegang, entah mereka tegang harus memberikan topi mereka kepada siapa atau malu karena takut ditolak oleh kakak kelas yang mereka pilih.

Tiap-tiap siswa pun maju ke depan lapangan dan menyebutkan nama sunbae yang dia suka melalui mic yang telah disiapkan. Semua yang menonton pun ikut merasa tegang, karena terkadang ada saja yang diterima ataupun ditolak. Jika diterima, maka para penonton pun bersorak. Tetapi jika ditolak, penonton pun akan meneriakkan kata-kata yang mungkin bisa menenangkan jiwa orang yang ditolak tersebut.

Dan kini saatnya Sonya untuk maju. Dia terlihat gugup, tangannya berkeringat dingin, wajahnya pucat pasi. Astaga, tidakkah dia terlalu lebay? Toh hanya memberikan topi, pikir Yuji yang sadar sahabatnya tersebut tidak terlihat normal dari biasanya.

“Eum, Chan-chanyeol sunbae?” ujar Sonya seraya menundukkan kepalanya. Huwaaa, para penonton pun bersorak dengan riuhnya. Sudah beberapa kali Chanyeol dipanggil, tetapi dia belum menerima satupun topi dari para hoobae. Tak sedikit orang yang cekikikan kearah Chanyeol karena banyak sekali yang ingin memberikan topi kepadanya. Chanyeol yang mendengar namanya disebut, hanya bisa melongo, lagi, karena namanya dipanggil lagi, lagi, dan lagi. Tapi dia pun segera maju ke tengah lapangan.

Ne?” tanya Chanyeol yang lelah berjalan bolak-balik dari tempat duduknya ke tengah lapangan, dan begitupun seterusnya. Ia pun sempat berpikir, apakah dia perlu terus bediri di situ saja? Ah tidak, tidak semua hoobae akan memilih Chanyeol, ‘kan? Apalagi namja, sudah jelas!

“Chan-chanyeol sunbae. Eum, would you be my Romeo?” tanya Sonya ragu-ragu seraya menengadahkan kepalanya agar dapat melihat dengan jelas wajah seseorang –yang membuatnya Jatuh Hati, Falling in Love, Ragrag Hate *oke ini lewat aja*,–Chanyeol Sunbae. Dengan sekuat hati, ia pun menahan rasa malunya. Pipinya terasa panas. Ia yakin, jika ada warna yang lebih merah dari apel atau tomat, maka itulah warna pipinya yang kini merona.

Awalnya Chanyeol akan menolak untuk kesekian kalinya, tetapi ketika Sonya mengangkat kepalanya, Chanyeol tertegun. Entah mengapa…

Yes, I would.” Jawab Chanyeol dengan mantap seraya tersenyum simpul. Sontak para penonton pun bersorak dengan riuhnya, tak menyangka kini Chanyeol akhirnya menerima topi dari seorang yeoja yang tak terduga.

Flashback End

“So-ah, disana saja!” ujar Yuji seraya menunjukkan bangku yang masih kosong, mengalihkan perhatian Sonya. Dia merasa ada yang tak wajar dalam diri Sonya. Tapi apakah ini normal?

 

Sonya pun hanya mengikuti Yuji dengan lesu. Dia tau Chanyeol dan Nana merupakan Sunbae-Hoobae yang terbilang dekat. Tapi apakah sedekat itu? Dia tau, dia kini sedang jatuh cinta. Tapi dia bingung apa yang harus dia lakukan, dia belum pernah jatuh cinta, ‘kan? Secara lisan dan fakta, Chanyeol memang bukanlah Sang Romeo –pacar—bagi Sonya. Tapi secara hati, he’s the one.

 

“Ya! Lo kenapa hah?” celetuk Yuji yang merasa aneh dengan sikap Sonya. Tentu saja yeoja yang bertanya ini tidak tau sahabatnya kenapa, jatuh cinta saja belum pernah. Saat hendak bertanya lagi, tiba-tiba bibi kantin pun datang dan memberikan pesanan mereka.

“Ah enggak, ayo kita sabet nih yang dimeja.” Jawab Sonya, dia pun segera melahap Spaghetti Bolognese miliknya. Sementara Yuji hanya geleng-geleng kepala.

“Anjrit dasar yah orang kelaperan emang gini nih kelakuannya.”

“Eh, eh. Itu sunbae yang tadi lo kasihin topi kan?” Yuji yang mendengar celetukkan sahabatnya, segera memandang kearah pandangan Sonya.

“Oh iya, kenapa?” jawab Yuji seolah mengerti apa maksud Sonya.

“Keren yah, liat tuh pake topi item, mana bawa bola basket lagi.” Ujar Sonya yang terpana.

“Ehm, sorry So-ah. Gue gak ngasih topi ke Chanyeol Sunbae.” Jawab Yuji dengan cengiran di akhir kalimatnya. Sementara pipi Sonya bersemu merah. Merasa malu karena terlalu terpana oleh Chanyeol sehingga tidak memperhatikan namja lain –seseorang yang Yuji kasihin topi—yang bersama namja tersebut.

“Eh, maksud gue yang pake kacamata item. Hehe,” Ujar Sonya, “eh tapi lo kenapa ngasih ke itu orang? Lo suka sama dia?”

“Kagak, gue iseng.” Jawab Yuji datar seraya melihat Timeline Twitter miliknya. Sementara Sonya hanya melongo ketika mendengar jawaban tersebut.

Flashback

Kini adalah bagian Yuji untuk memberikan topi. Yuji pun hanya tersenyum kecut dan berlangkah agak gontai kearah lapangan. Kalo boleh jujur, dia tidak tau memberikan topinya kepada siapa. Lalu dia pun terdiam sejenak di tengah lapangan, dia melihat keseililing lapangan. Lalu dia pun melihat seorang namja yang tengah bercengkrama dengan sekumpulan namja, dan salah satunya adalah Chanyeol. Dia berbiacara layaknya bocah yang tengah bermain dengan bocah lainnya. Childish, itulah yang dia pikirkan pertama kali tentang namja tersebut. Tanpa pikir panjang, dia pun mengarahkan telunjuknya kearah orang tersebut dan berkata.

“Neo, sunbae.” Semua orang menatap kearah sekumpulan namja tersebut. Merasa lapangan hening, orang-orang tersebut mengarahkan pandangan ke arah Yuji.

“Ya! Neo, sunbaenim!”

“Nuguya? Nan?” ujar Chanyeol. Tentu saja semua orang akan mengira Yuji menunjuk kearah Chanyeol, karena Chanyeol-lah orang yang paling terlihat dari tengah lapangan. Sementara Sonya yang kaget –karena juga mengira Yuji memilih Chanyeol—hanya bisa tertunduk lemas.

“Ania, yang di sebelah sunbae.” Merasa dirinyalah yang ditunjuk, namja yang memakai kacamata hitam dan masker yang menutupi mulutnya itu menunjuk ke arah dirinya sendiri. “Nan?”

“Ne.” Namja tersebut pun segera datang ke tengah lapangan.

“Sunbae, would you be my romeo?” ujar Yuji datar, tanpa ekspresi. Yah mungkin ada sedikit ekspresi, yang mengatakan I don’t care with this stupid event or with you. Pria tersebut memandang lurus ke arah mata Yuji. Oh jadi dia gadis cuek, hah? Asyik juga. Merasa terhina atas perlakuan Yuji, namja tersebut angkat bicara.

“Bicaralah dengan serius dan penuh cinta, bisakan? Apakah ini yang disebut pernyataan ‘Cinta’?” ucap namja tersebut dengan nada mengejek. Yuji merasa diperas, oke ini emang gak nyambung tapi yang jelas Yuji pun juga merasa terhina.

“Haruskah? Kenapa aku harus mengatakannya dengan serius dan penuh cinta, sunbaenim?” tanya Yuji, dengan nada yang tak kalah mengejek.

“Karena jika begitu, aku akan menerimamu. Jika tidak, kau harus melumat bibirku 30 detik.” Shit. Sebersit penyesalan terlintas dipikiran Yuji, dia jelas-jelas salah memilih orang. Dengan tatapan penuh jijik, Yuji memajukan satu langkah mendekati namja tersebut.

“Ternyata kau memilih melumat bibirku ya, Nona?”

“Ani. Oppa..” ucap Yuji dengan sedikit nada manja,”Would you be my Romeo?” dengan Puppy Eyes-nya yang sangat jarang diperlihatkan, tentu saja namja tersebut merasa sesuatu bergetar dihatinya, seperti tersengat listrik. Bahkan Sonya yang melihatnya pun terlihat kagum. Hanya sesekali ia melihat Yuji mengeluarkan sisi Aegyo-nya dihadapan orang lain seperti ketika Yuji memaksa Orangtuanya agar dia dapat berlibur berdua saja bersama Sonya ke Los Angeles. Dia hanya memperlihatkan sisi lainnya kepada orang terdekat saja, termasuk Sonya.

“Masih kurang.” Ucap namja tersebut, agak ragu dengan apa yang dia katakan sepertinya.

“Hey penontoooon,” ‘heeey’ jawab para penonton *eaaa, kayak mau dangdutan*, “kalian adalah saksinya ya. Namja di depanku ini, nan joahae, jeongmal joahae. Jika dia menolakku, maka pastikan dia pecundang hari ini karena telah menyakiti hati yeoja yang menyukainya.” Ucap Yuji dengan serius dan terlihat seperti benar-benar menyukai namja itu. Tentu saja itu tidak benar, bahkan Yuji ingin tertawa ketika sepertinya hampir seluruh orang yang berada disitu tertipu oleh kata-katanya. Para penonton pun meng-iya-kan perintah Yuji.

Namja tersebut terbelalak, tapi ia tahu bahwa yeoja itu berbohong. Dengan berat hati ia pun meng-iya-kannya. “Baiklah. Yes, I would.” Merasa menang, Yuji pun segera menyerahkan topi yang ia genggam dengan cueknya. Baru saja dia ingin berbalik badan, namja tersebut menahan tangannya.

“Kau berhutang satu ciuman padaku, Nona Manis. Tunggulah saatnya.”

“Am I scared? Apakah ini ancaman?” Tanya Yuji dengan Smirknya, mengejek. Mereka pun berbalik badan ke arah yang bertolak belakang dan berlalu seolah tak terjadi apa-apa.

Flashback End

 

“Ah anjrit lu enggak bener ya. Eh tapi kira-kira itu orang ganteng gak ya? Soalnya dia nutupin mukanya gitu.” Tanya Sonya.

“Alah, gak mungkin ganteng. Menurut gue, dia pake masker buat nutupin jerawatnya yang bejibun. Itu kacamat paling buat gaya doang.” Celetuk Yuji.

“Eh awas loh. Gimana kalo dia tuh ganteng banget?”

“Gak akan kali.”

“Eh awas loh, entar tiba-tiba lo suka sama dia!” ucap Sonya sambil menahan tawa.

“Anjrit ah, gak asik. Udah deh mending ngobrolin yang lain.”

-CYS-

Yuji sedang terburu-buru menapaki jalan menuju Perpustakaan. Ia lupa mengembalikan buku-buku perpus yang seharusnya sudah dikembalikan 3 hari yang lalu. Walaupun terlihat kewalahan membawa banyak buku, dia tetap berusaha melangkah lebih cepat. Tiba-tiba terlihat seorang Yeoja yang sepertinya berusaha mengejar dirinya.

“Yuji-ah! Yang kau bawa itu buku fisika milikmu sendiri, ini satu lagi ketinggalan!” teriak Sonya seraya mengacung-acungkan buku Rumus Fisika milik perpus.

“Ah, gomawo Sonya,” dia pun segera membawa buku tersebut, “dan tak usah membantuku, kerjain dulu tuh PR fisika lo. Liat aja catetan gue.” Lanjut Yuji yang melihat gerak-gerik Sonya seperti ingin membantunya.

“Ah ne, gomawo. Kau tau saja.” Jawab Sonya dengan senyum simpulnya.

Yuji pun segera mengambil seribu langkah. Ketika berada di belokan perpus, dia menabrak seseorang. BRAK. Semua bukunya pun terjatuh.

“Kalo jalan pake mata dong!” teriak Yuji.

“Kalo jalan ya pake kaki lah! Pabbo!” teriak orang yang menabraknya tersebut.

Yuji pun membereskan buku-bukunya, mengabaikan kalimat orang tersebut. Sembilan, sepuluh, sebelas, dan.. eh satu lagi? Dimana buku miliknya?

“Oh, apakah ini milikmu, nona? Ini ku kembalikan.” Ketika hendak mengembalikannya, namja itu malah menarik lagi buku tersebut dan menorehkan sesuatu didalamnya.

Tiba-tiba Yuji serasa tersengat listrik, ia tidak asing dengan kalimat tersebut. ‘Oh, apakah ini milikmu, nona? Ini ku kembalikan.’ Benar, itu mimpinya!

“Oh, jadi namamu Yuji? Hey anak ingusan. Kamu masih junior, ‘kan?” ucap Namja itu seraya pergi berlalu. Sekilas, Yuji melihat sebuah kalung yang dikenakannya. BH. Astaga, ini mimpikan?

Yuji pun segera membuka halaman-perhalaman buku. Dan pas sekali, dibagian tengah buku tersebut terdapat tulisan.

Saranghae <3

-BH

 

APA MAKSUD SEMUA INI? Dia pun segera berbalik ke belakang, ke arah pria tersebut berlalu.

“Eh eh liat tuh, kece banget ya!” ujar seorang Yeoja kepada temannya.

“Iya-iya! KECE BANGET! Gak nyangka ya, kita punya ketua OSISyang kece banget!” ucap yang lainnya seraya menunjuk kearah pria itu.

Dan tak jauh dari sana, “Kyaaaa!! Baekhyun Oppa! Baekhyun Oppa!” teriak para gadis tanpa malu.

Dilihatnya postur tubuh pria tersebut, tidak asing. Dia pernah melihatnya. Tentu saja, dalam mimpi itu. Dia, ketua OSIS? Dan namanya.. Baekhyun? Jadi BH itu? B untuk Baek, dan H untuk Hyun? BH! Tapi, WHAT? Anjrit, kok bisa dia? Mana berani banget dia manggil gue anak ingusan, katanya dia ketua OSIS! Lihat saja kau pervert!

 

-To Be Continued-

Aduh readers, maaf banget updatenya lama. Pasti gak ada yang nungguin yah? *kecewa* Apalagi kemarin yang komen cuman dikit. Apakah ff-ku jelek banget sampe cuman dikit yang komen? Yah gpp deh. Aku kan sedang berusaha menjadi orang yang sabar. Tapi kalian tau kan kalo penulis itu bakalan merasa mood-nya bagus kalo hasil karyanya di hargai dengan baik? Jadi please tolong, demi gueh! *oke lebay*. Dan demi laki gue juga! *nunjuk baekhyun, nangis bareng*. Jadi please, setelah READ, COMMENT, dan kalo bisa LIKE juga ya! –YuHyun Couple

About these ads

3 gagasan untuk “Lovelight [Light 2]

  1. ceritanya bagus koq saeng cuma mungkin lbh baik kata2 seperti ‘anjrit’ dkk bgitu ga muncul..gimana ya, kesannya ga enak aja bwt dibaca..humoris bole tapi ya bgitu de..just saran sih, ga dturutin jg gpp..msh bakalan tetep baca ^^

  2. bner tuh eon,,
    q stju ma coment jihye eonnie,,
    agak gimaaaaaaanaaaa gtu,,
    latar’a gg kyk d korea,,
    over all crta’a bgus koq,,
    ^^
    next part’a d tnggu yea!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s