Heavenly Love – part 1

Casts: Cho Kyuhyun, Yun Hae Ra (OC), dan member super junior lainnya

disclaimer: inget kan pas Kyuhyun kecelakaan tahun 2007?? Nah, sekarang aku bikin cerita tentang Kyuhyun pasca kecelakaan dan dirawat di rumah sakit.. eh, meskipun kejadian kecelakaannya nyata, tapi cerita sepenuhnya milikku! Kekekeke

——————————————————————————————————————————–

(Author POV)

19 April 2007

Wuuzzz, mobil hitam itu tampak melaju kencang di jalanan yang sepi. Saat itu memang sudah larut malam sehingga tidak ada kendaraan lain yang lewat. Maka dari itu, sopir mobil itu tampak tidak khawatir untuk menambah kecepatan mobil.. 50, 60, 65, 70, bahkan hingga 85 km/jam. Bahkan sepertinya sang sopir tidak menaruh konsentrasi penuh pada stir. Dia masih terlihat tertawa-tawa bersama para penumpang mobil tersebut.

“Hyung! Sabar sedikit. Ini terlalu cepat. Batas kecepatan di jalanan ini hanya 60 km/jam. Tak bisakah kau memelankan sedikit mobil ini?” Bentak seseorang yang duduk disebelah si sopir. Ya, dialah Kyuhyun yang tadi mengingatkan si sopir. Kyuhyun, salah satu anggota boyband super junior yang namanya sedang naik daun. Masih ada beberapa penumpang lain yang kesemuanya merupakan anggota super junior diantaranya Leeteuk, Eunhyuk, Shindong, dan tentu saja Kyuhyun.

Tetapi si sopir yang tak lain adalah manajer super junior malah tertawa santai, “Ah, tenang saja Kyu, kau tidak lihat kalau jalanan ini kosong? Kau mau cepat sampai di dorm tidak?”

“Tapi hyung, bukannya……” Kyuhyun kehilangan kata-katanya saat dia melihat tikungan yang begitu tajam didepan mobil mereka. “AWAAAAASSSSS!!!!!!”

“Apa? Huwaaa!!!!!”

KCCIIIITTTT!!!! BUAAAKKK!!!! DUMMM!!! Mobil yang mereka tumpangi oversteer. Kyu tidak begitu mengerti apa yang terjadi, yang dia lihat hanyalah mobil yang dia tumpangi berputar, terlihat cahaya yang begitu menyilaukan, terdengar suara rem yang memekakkan telinga, kemudian dia merasa tubuhnya terhempas kesana-kemari. Tabrakan tak terhindarkan. Hal yang dia ihat terakhir kali sebelum dia kehilangan kesadaran adalah darah yang keluar dari pelipis manajer hyung yang sudah terlebih dahulu tidak sadarkan diri.

**********

(Haera POV)

“Selamat sore, Haera. Waktunya minum obat.” Aish, lagi-lagi obat pahit itu lagi. Sudah bertahun-tahun aku terus meminum obat dan terus berada dirumah sakit ini. Bosan! “Bagaimana keadaanmu sore ini?”

“Seperti biasa…” Aku memandang dengan pandangan kosong kearah jendela didekat tempat tidurku yang menghadap ke taman rumah sakit. “Bosan!”

Suster Taemin (catatan: Author sedang membayangkan Taemin SHINee memakai pakaian suster dengan rok dan topi khas suster, kyaaa~!!!!) tersenyum dan menyentuh lututku. “Kalau kau bosan terus berada di tempat idur, bagaimana kalau kau berjalan-jalan di taman rumah sakit? Bagaiamana?”

Aku mengangguk, karena itu suster Taemin membantuku duduk di kursi roda. Cih, sebenarnya aku bisa kok dudk di kursi rodaku sendiri tanpa bantuannya. Rasanyapun aku mampu kok berjalan dengan kedua kakiku. Tapi suster Taemin terlalu mengkhawatirkanku. Dia bilang aku tidak boleh merasa lelah karena itu akan memperburuk keadaanku. Tanpa berjalan kakipun aku sudah lelah dan muak berada di rumah sakit ini, suster!

Saking sudah lamanya aku berada disini, aku sudah mengenal hampir semua orang disini dari mulai dokter, suster, tukang pengantar makanan, tukang kebun, pokoknya orang-orang yangbekerja di rumah sakit ini. Aku juga sudah hapal seluk beluk di rumah sakit ini dari mulai hal-hal terkecil seperti bunga apa ada dimana, jumlah bangku, jumlah tempat sampah, sampai jumlah toilet yang ada disini. Aku juga sangat hapal denah rumah sakit. Dari mulai kamarku, toilet, ruang operasi, sampai ruang ICU yang sekarang berada tak jauh dariku.

Drap drap drap, siapa itu? Sepertinya dia terburu-buru sekali sampai harus berlari secepat itu. Hoy babo, ini rumah sakit, jangan berisik!

“Yesung hyung!” Seorang namja (cowok) yang cukup tampan, tinggi, dan berotot yang tadi sedang berlari menepuk pundak salah seorang namja lainnya yang sejak tadi berdiri di ruang ICU. “Bagaimana keadaan Kyuhyun? Kudengar dia mengalami kecelakaan mobil?”

Namja yang tadi dipanggil dengan ‘Yesung hyung’ menghela napas panjang dan mengangguk. “Ya, kecelakaan mobil. Tidak ada perkembangan. Masih tidak sadarkan diri.”

Ah, pasti mereka kerabat atau keluarga orang yang sedang berada di ICU, muka mereka muram sekali. Aku sih sudah biasa melihat pemandangan seperti ini dimana pihak keluarga dan kerabat korban sudah putus asa. Aku bahkan sudah berkali-kali melihat orang meregang nyawa dengan mata dan kepalaku sendiri. Hebat kan!

Semakin lama di sekitaran daerah ICU tersebut semakin ramai. Semakin banyak saja yang datang. Kebanyakan yang datang adalah namja-deul (cowok-cowok) yang tampan. Ng, pasti yang sedang berada di ICU ini orang yang sangat baik sehingga dia punya banyak sekali teman yang bersedia datang membesuk.

Mereka silih berganti saling bertanya satu sama lain. Dan aku masih mengamati mereka dari kejauhan.

“Lalu bagaimana dengan manajer hyung, Leeteuk hyung, Eunhyuk, dan Shindong? Apa mereka baik-baik saja?”

“Ya, mereka hanya dirawat di ruang rawat inap saja. Hanya Kyuhyun yang keadaannya cukup parah. Pada saat kecelakaan tubuhnya terhimpit dan wajahnya…”

Namja yang memakai kaus berarna pink tiba-tiba membuka mulutnya seperti ingin berbicara. “Benarkah wajahnya hancur?”

“Ya..” Jawab seseorang yang bernama Yesung itu lagi.  “Tetapi itu tidak begitu penting. Yang terpenting Kyuhyun harus segera sadarkan diri. Kalau tidak……”

Puuk, seseorang menyentuh pundak Yesung menyuruhnya agar berhenti berbicara. Cih, apa salahnya mengucapkan ‘mati’, dasar pengecut! Semua manusia juga pasti mati kok. Ah, aku sudah pernah melihat adegan menyambut kematian yang lebih baik daripada ini. Aku jadi tambah bosan! Sudahlah, lebih baik aku pergi darisini.

**********

(Haera POV)

Sudah seminggu sejak para namja tampan itu berkunjung secara rutin ke ruang ICU. Aku selalu bisa melihat mereka mengerubungi pintu depan ruang ICU. Terkadang mereka hanya datang berempat, berdua, bahkan pernah sekali waktu mereka datang dengan beberapa orang yeoja yang kudengar dari percakapan mereka bernama Yoona, Jessica, Taeyon, dan.. ah, aku tidak ingat lagi. Mereka terlalu banyak! Terlalu banyak yang sering membesuk. Aku jadi tambah yakin kalau yang sedang dibesuk adalah orang yang begitu baik.

Dari semua yang sering membesuk mereka pasti bertanya. ‘bagaimana keadaan Kyu?’ atau ‘apa Kyu sudah sadar?’ Mereka menyebut ‘Kyu’ berulang-ulang. Pasti yang ada di ruang ICU sekarang bernama Kyu! Dan sekali lagi kukatakan dia pasti orang baik. Buktinya saja banyak yang datang membesuknya dan bahkan bebrapa orang sampai menangis. Aih, aku jadi iri. Aku yang sudah bertahun-tahun di rumah sakit saja tidak ada yang datang membesuk.

Aku menatap ke pntu yang bertuliskan ICU itu dari kejauhan sebelum aku pergi meninggalkan tempat itu dan pergi melihat beberapa kupu-kupu di taman rumah sakit.

Hey orang baik, kudoakan semoga kau cepat sembuh. Cepatlah sadar sebelum orang-orang yang menyayangimu ini menghabiskan satu liter air mata hanya untuk menangisimu.

Aku mendorong kursi rodaku menjauh dari sana. Baru saja aku membalikkan kursi rodaku kudengar teriakan dari arah belakang, “Kyu sadar! Dia sudah sadar!”

Sukurlah orang baik, Hehehe. Chukkae (selamat) atas kesembuhanmu.

**********

(Kyuhyun POV)

“Ah, sempurna.” Begitu reaksi dokter setelah dia membalut SELURUH wajahku dan hanya menyisakan kedua mataku untuk melihat. “Sebaiknya untuk beberapa minggu kedepan kau tetap membalut wajahmu seperti ini.”

Aku melihat kearah cermin yang disodorkan oleh dokter yang menangani wajahku. Wow, aku benar-benar terlihat seperti mumi. Dengan begini pasti tidak ada yang mengenaliku sebagai Kyuhyun super junior bahkan tanpa penyamaran sekalipun. Bayangkan, SELURUH mukaku tertutup oleh perban dan hanya menyisakan dua lubang kecil untuk mataku. Ini keren!!!

“Kami melakukan banyak rekonstruksi dengan wajahmu terutama hidung dan bibirmu. Tidak perlu khawatir, teknologi bedah plastik sekarang sudah canggih. Aku yakin nanti di wajahmu bahkan tidak terlihat seperti pernah mengalami kecelakaan. Tapi sebaiknya untuk beberapa hari kedepan kau tetap menggunakan penutup kepala ini sampai hasil operasinya sudah benar-benar sempurna. Arrasou (kau mengerti)?”

Aku mengangguk. Aku mencoba membuka mulut untuk bersuara tetapi.. Aw! Sakit sekali! Rahangku terasa sakit begitu membuka mulut.

“Aku lupa memberitahu. Tulang rahangmu juga mengalami pergeseran jadi sebaiknya kau tidak usah berbicara dulu. Sebaiknya kau juga memakan bubur melalui sedotan untuk asupan gizi.” Lagi-lagi aku mengangguk.

Merepotkan sekali. Aih, padahal aku sudah rindu makan daging dan bulgogi yang dijual di restoran babtol milik Yesung hyung.

“Bagaimana keadaanmu, Kyuhyun-ssi?” Jaejoong songsaenim (Dokter Jaejoong) mengajakku berbicara selagi dia membereskan peralatannya.

Aku menjawab dengan meletakkan tanganku di kepala. “Pusing? Sakit kepala? Aku tahu, seseorang yang sadar setelah tujuh hari terbaring koma pasti sering merasa pusing. Aku sarankan kau untuk menghirup udara segar di taman rumah sakit, Kyuhyun-ssi. Mungkin setelah itu pusingmu akan sedikit hilang.

Aku mengangguk seraya mendorong kursi rodaku keluar dari ruangan itu. Aish, mendorong kursi rodapun bahkan sulit karena aku hanya menggunakan tangan kiriku (tangan kananku mengalamai patah tulang sehingga harus di gips). bahkan untuk berjalan saja aku tidak bisa. Kedua tulang kaki dan pinggulku patah dan harus di gips. Jadi sekarang aku menggunakan kursi roda untuk pergi ke taman rumah sakit.

Cih, merepotkan sekali!

***********

(Haera POV)

Ckiittt… aku menghentikan kursi rodaku saat melihat seorang mumi yang menggunakan kursi roda. Mumi? Tentu saja, apalagi namanya apabila hampir seluruh tubuhnya tertutup perban. Kedua kaki dan sebelah tangannya di gips, bahkan seluruh wajahnya juga diperban. Ya ampun!

Aku perhatikan pintu tempat dia keluar tadi. Ruang rawat VIP! Di papan yang ada di pintunya. Nama: Cho Kyuhyun.. Umur: 19 tahun. Aigho (Ya ampun), dia hanya empat tahun lebih tua dariku. Kupikir dia sudah cukup tua untuk mengalami kecelakaan hebat yang hampir mencederai seluruh tubuhnya.

Eh? Tunggu! Kecelakaan? Ha! Kuperhatikan lagi nama yang ada di papan pintu ruang rawat VIP itu. Cho Kyuhyun, KYU! Dia pasti si orang baik yang kemarin ada di ICU karena kecelakaan mobil! Karena itulah hampir seluruh tubuhnya di perban. Ya! Itu pasti dia.

Aku jadi tambah penasaran saat melihat sosok mumi itu terseok-seok kesulitan menggunakan kursi roda. Hap! Dengan cepat aku memutar kursi rodaku dan mengikutinya dari belakang. Hey orang baik! Tunggu aku!

**********

(Kyuhyun POV)

Apa yang menarik di taman rumah sakit? Memang sih taman ini cukup indah, tetapi di kanan dan kirinya hanya tampak orang-orang yang sakit. Cih, tidak ada yeoja cantik yang bisa kulihat disini! Babo Kyuhyun (Kyuhyun bodoh!) tentu saja tidak ada yeoja cantik di rumah sakit. Kalaupun ada dia pasti sedang membesuk namchin (pacar)-nya yang sedang dirawat disini. Atau kalau ada lagi yeoppo yeoja (cewek cantik) lainnya dia pasti yeoja yang penyakitan!

Tuk tuk tuk… Eh eh? Siapa ini yang mengetuk-ngetuk gipsku. Gleekk!! Seorang yeoja dengan kursi roda yang entah sejak kapan berada disana.

Annyeong!” Katanya. Gleekk!! Apa tadi dia bilang? ‘Anyyeong’? “Haera imnida (Aku Haera). Kau pasti Kyu bukan? Kyu yang kemarin-kemarin ini berada di ICU karena kecelakaan bukan?”

Aku hanya mengangguk. Ingat bukan kalau tulang rahangku bermasalah sekarang sehingga tidak memungkinkanku untuk berbicara.

“Syukurlah kau sekarang sudah sadar. Teman-temanmu banyak sekali yang datang waktu kau masih koma. Bahkan diantara mereka banyak yang menangis terutama si pink itu.” Si pink? Ah, itu pasti Sungminie (Aku tidak pernah menggunakan ‘hyung’ untuk memanggil Sungmin). “Kau pasti orang baik! Kalau orang baik sedang sakit pasti banyak yang membesuk. Oh ya, kenapa kau tak berkata apapun? Apa kau bisa bicara sekarang?”

Kali ini aku menggelengkan kepalaku (dengan susah payah tentunya). Aish, aku cuma bisa mengangguk dan menggeleng sekarang.

“Kau menggeleng? Apa kau kehilangan suaramu karena kecelakaan itu?” Aku menggeleng. Aigho (Ya ampun), dia terlalu langsung. Bagaimana kalau aku benar-benar korban yang kehilangan suara permanen karena kecelakaan? Tidak ada basa-basi sedikitpun!

“Oh, kalau begitu perban-perban itu ang membuatmu tidak bisa bicara?” Aku mengangguk saja meskipun sebenarnya aku tidak bisa bicara karena rahangku cedera. Tapi aku tentu tidak bisa menjelaskannya.

Jadilah kami berdua saling berbicara. Oke baiklah, ralat, hanya dia yang bicara sedangkan aku mendengarnya. Dia bilang namanya Yoon Hae Ra dan umurnya 15 tahun. Lebih muda empat tahun dariku. Ternyata dia sudah tau kalau umurku 19 tahun tapi dia menolak memanggilku dengan jabatan ‘oppa’ atau bahkan menggunakan ‘-ssi’ di belakang namaku. Dia lebih memilih memanggilku ‘Kyu’ saja. Hey, apa dia salah satu E.L.F (Everlasting friends, nama fangroup super junior? Bagaimana dia bisa tahu usiaku dengan tepat?

“Ng, aku membaca papan keterangan di depan pintu ruang rawatmu, makanya aku tahu. Hehehehe. Tak apa-apa kan, orang baik!” Haera menjawab pertanyaan dalam benakku seakan-akan dia mengetahui apa yang ingin kuanyakan. Selagi dia berbicara, terkadang ada saja suster dan dokter yang menyapanya. Tidak hanya dokter dan suster, bahkan tukang kebunpun mengetahui namanya. Siapa dia sebenarnya?

“Kau pasti heran kan Kyu! Tau tidak, aku bahkan mengenal HAMPIR SELURUH pegawai rumah sakit ini. Aku juga tahu dengan pasti tentang denah rumah sakit ini, jumlah tmpat sampah, jumlah kursi, dan lain-lain. Kau tahu kenapa? Karena aku sudah bertahun-tahun berada disini. Aku sudah berada di rumah sakit ini sejak umurku delapan tahun. Hmm, berarti sudah tujuh tahun ya.”

Mwo?! (Apa?!) Tujuh tahun? Selama itu? Memangnya dia sakit apa? Padahal dari tampangnya dia terlihat seperti baik-baik saja kecuali wajahnya yang sedikit pucat dan tubuhnya yang sedikit lebih kurus (itu sih emang ciri-ciri orang sakit kali Kyu!). Tapi secara keseluruhan, dia cukup cantik ah!

“Sekarang kau pasti bertanya-tanya mengenai penyakitku bukan? Hmm, baiklah, jantungku ini lemah sekali. Selain itu sistem imunku sangat buruk. Karena itu aku dirawat bertahun-tahun disini. Hahaha, aku sih sudah pasrah sebenarnya, hanya saja Umma dan Appa trus memaksaku agar aku mau dirawat di rumah sakit.”

Dia terus berbicara dan berbicara selagi aku diam dan mendengarkan. Sesekali aku mengangguk atau menggeleng. Waw, dia berbakat sekali jadi penyiar radio seperti Leeteuk hyun dan Eunhyuk hyung (sukurlah mereka berdua tidak mengalami cedera parah dalam kecelakaan itu).

Banyak sekali yang dia ceritakan dari mulai cerita tentang dirinya yang lebih menyukai bangsal anak tempat dia dirawat sewaktu masih berumur delapan tahun, sampai cerita tentang gosip-gosip di rumah sakit ini.

“Haera-ssi!” Seseorang dengan pakaian suster (kemeja-rok putih dengan topi khas suster) tiba-tiba menghampiri kami. “Kenapa kau masih berada disini? Ini kan sudah waktunya istirahat.”

“Aku bosan berada di kamar, suster Taemin! Lagipula aku sedang asik berbicara dengan mumi yang satu ini.” Haera menunjuk kearahku dan suster yang dipanggil Taemin ini mengamatiku melalui dua bola mata yang terlihat di wajahku.

Arra (aku mengerti), tapi ini tetap waktu istirahatmu, Haera-ssi.”

Arra..” Muka Haera terlihat kecewa sekali karena harus meninggalkanku. “Kyu! Aku harus istirahat sekarang. Ah ya, bagaimana kalau kita bertemu lagi besok disini jam 10 pagi? Bagaimana?” Aku mengangguk. “Baiklah, disini jam sepuluh. Bye Kyu!”

Haera pergi dengan kursi rodanya yang didorong oleh suster Taemin. Ah, sebaiknya juga aku pergi darisini dan kembali ke kamarku.

**********

(Kyuhyun POV)

Begitulah kegiatanku sehari-harinya. Setiap hari aku dan Haera bertemu di taman rumah sakit pukul 10 pagi dan kemudian berpisah saat suster Taemin menghampiri Haera dan berkata kalau waktunya untuk istirahat sudah tiba. Setelah itu Haera pergi dengan wajah kecewa dan akupun pergi dari taman rumah sakit itu.

Siangnya orang-orang datang membesukku. Umma, Appa, Ahra Noona (kakak perempuanku), Sungminie, teman-teman super junior, teman-teman di SM Entertainment (agensiku), dan lain-lain. Mereka secara bergantian datang membesukku kecuali Hankyung hyung dan Siwon hyung yang sedang sibuk di Cina untuk syuting drama dan syuting video clip-nya Zhang Liyin dimana mereka berdua yang jadi bintang video clipnya. Tetapi selama aku koma mereka sering menjengukku. Lagipula mereka berdua secara rutin menelepon dan menanyakan keadaanku.

Sekarang jam sepuluh pagi. Aku sudah siap di taman rumah sakit tetapi… Lho, kemana Haera? Biasanya dia yang tiba lebih dulu disini. Aku melihat sekeliling taman rumah sakit berharap menemukan sosok Haera yang menggunakan kursi roda. Bukannya Haera, yang menghampiriku justru suster Taemin, suster yang biasa merawat Haera.

“Apa kau yang bernama Kyu?” Tanya suster Taemin dan aku mengangguk. “Aku tahu itu pasti kau. Haera menyebutmu sebagai mumi Kyu. Oh ya, aku hanya ingin menyampaikan kalau hari ini Haera tidak bisa datang karena kondisinya sedang lemah sekali. Sebaiknya dia tetap berada dikamar.”

Huft, aku menghela nafas kecewa. Anak yang berisik seperti Haera ternyata bisa juga berkondisi lemah sampai-sampai tidak diperbolehkan keluar dari kamar.

“Bagaimana kalau kau menghampirinya ke kamar, Kyu-ssi. Yah, itu sih hanya jika kau benar-benar ingin bertemu dengan Haera.”

Aku mengangguk dan memancarkan sorotan mata yang memohon. Suster Taemin langsung memindahkan posisinya ke belakang kursi rodaku dan mulai mendorong. “Baiklah, akan kubawa kau ke kamar Haera.”

***********

(Kyuhyun POV)

“Kau datang Kyu!” Haera tampak lebih kusut dari biasanya. Mukanya tampak lebih pucat dan rambutnya berantakkan sekali. Tetapi meskipun begitu dia berusaha untuk duduk di kasurnya untuk menyambutku. “Aku senang kau datang! Aku kesepian disini. Suster Taemin sama sekali tidak mengijinkanku keluar.”

Aku mengangguk tanda mengerti. Sekilas aku memperhatikan ruangan tempat Haera dirawat. Bukan ruangan VIP seperti ruanganku, hanya ruangan biasa dengan tiga tempat tidur dalam satu ruangan. Tetapi tampaknya dua tepat tidur disamping Haera kosong. Hanya tempat tidur Haera yang terisi. Dan.. oh, baru aku sadari kalau meja, lemari kecil, dan rak yang berada di sekitar tempat tidur Haera tampak lain dibandingkan dua tempat tidur lainnya. Tampak lebih berwarna-warni.

“Kau pasti sedang memperhatikan sesuatu yang berbeda dengan ‘wilayah’ku bukan, Kyu? Hehehe, pihak rumah sakit mengizinkan aku mengganti sedikit peralatan disini. Aku kan sudah lama berada disini dan aku bosan dengan peralatan yang terlihat sama.”

Baru aku sadari kalau Haera sedang memegang sesuatu di tangannya saat aku datang. Begitu posisiku sudah berada di sebelah tempat tidurnya, Haera meminta bantuanku untuk meletakkan beda yang tadi di pegangnya ke meja di sebelah tempat tidurnya. Ternyata sebuah bingkai foto. Fotonya dan….

“Itu Umma, itu Appa, Daichun oppa (kakak cowok) dan itu aku. Ini foto kami pada saat sedang merayakan natal kemarin.” Mata Haera tampak sedih saat melihat foto tadi yang sekarang sudah berada di meja. Pasti dia merindukan Umma dan Appa-nya.

“Umma dan Appa sebuk bekerja di Italia. Mereka berdua koki yang handal dan amakanan yang mereka buat benar-benar enak. Mereka sibuk sekali sehingga mereka hanya sempat menjengukku setahun sekali pada saat libur natal. Daichun oppa juga sibuk menyelesaikan kuliahnya. Sebenarnya aku ingin sekali ikut dengan mereka ke Italia, tetapi mau bagaimana lagi, asuransi kesehatanku hanya berlaku untuk rumah sakit di Korea.”

Aku jadi tahu sedikit lebih banyak tentang dirinya. Meskipun selalu tampak ceria, aku yakin dia pasti kesepian dan begitu merindukan keluarganya. Pasti menyedihkan juga saat dia melihat orang-orang dirumah sakit ini yang lebih cepat sembuh dibandingkan dirinya. Dia bilang dia juga sudah pernah melihat orang yang mati didepan matanya beberapa kali.

“Beberapa tahun yang lalu disebelahku ada Kakek Yochun yang meninggal malam hari karena sesak nafas. Lalu berbeda dua tempat tidur dariku ada Junsu ahjussi yang meninggal siang hari. Kasian sekali Junsu ahjussi, dia meninggal tanpa seorangpun yang menemaninya, hanya ada aku. Lalu baru-baru ini ada Min Ri persis disebelahku. Keluarganya sampai mengguncang-guncang tubuhnya saat dia meninggal. Aku sudah melihat beberapa adegan seperti itu.” Ha, mengerikan sekali. Aku saja melihat darah sudah merinding.

“Kira-kira dua tahun yang lalu, ada anak yang seumuran denganku dan berpenyakit sama denganku. Namanya Juri. Tetapi nasibnya tidak seberuntung aku. Orang tuanya miskin dan dia sama sekali tidak memiliki asuransi kesehatan sehingga pada akhirnya orang tuanya tidak mampu lagi membayar rumah sakit. Dia dibawa pulang ke rumah. Dua hari kemudian orang tua Juri memberiku kabar kalau Juri sudah meninggal.”

Kukira sebentar lagi dia akan menangis, tapi ternyata tidak. Dia membicarakan kematian seseorang dengan ringan dan tanpa beban. Mungkin dia tidak takut pada kematian. Apa dia sudah menyiapkan diri untuk itu?

Kami juga membicarakan hal lain yang lebih menyenangkan. “Ah ya, hobiku membaca novel. Orang tuaku selalu membawakan novel baik yang berbahasa Korea maupun yang berbahasa Inggris untuk kubaca. Aku tidak terlalu suka menonton TV karena kalau ingin menonton aku harus ke lobi ruang rawat inap dan aku malas berada disana. Mendengarkan radio juga tidak. Hahaha, sepertinya aku terlalu tertutup dengan dunia diluar rumah sakit ini ya?”

Tidak pernah menonton TV atau mendengarkan radio? Padahal dia sudah selama itu di rumah sakit. Aku bahkan tidak bisa membayangkan hidupku dengan satu hari tanpa televisi atau radio. Hei, kalau begitu apa dia tidak mengenal super junior yang biasa tampil di TV atau radio?

“Kyuhyun!” Tiba-tiba seseorang memanggilku. Aku dan Haera menengok kearah pintu. Hey, ternyata Sungminie, Yesung hyung, Donghae hyung, dan Ryeowook hyung. Aish, bagaimana mereka tau aku ada disini? Meskipun masing-masing dari mereka menggunakan jaket dan kacamata hitam, aku yakin empat sosok ini mereka.

Yesung hyung memperhatikanku dengan seksama, “Bagaimana kau tahu ini Kyuhyun? Bagaimana kalau ini pasien lain yang juga dibalut seperti ini?”

Ryeowook hyung tersenyum dan menunjuk kearah betisku yang di gips, “Lihat ini! Aku sudah menandatangani gips-nya di bagian betis untuk menandai kalau ini Kyuhyun. Kalian lihat!”

Ah, aku berusaha untuk melihat kearah betisku tetapi tidak bisa, aku tidak bisa melihatnya. Hanya Yesung hyung, Donghae hyung, Sungminie, dan Ryeowook hyung yang tertawa-tawa melihat kearah betisku. Dasar mereka itu! Kapan ya Ryeowook hyung membuat tanda itu?

Ya! Kyuhyun-ah!” Begitu mereka yakin kalau sosok ‘mumi’ ini memang Kyuhyun, mereka membuka kacamata mereka satu-persatu. “Kami diberi tahu salah satu perawat kalau kau ada disini.”

Aish! Mereka ini mengganggu kebersamaanku dengan Haera saja! Kalau saja aku bisa ngomong aku pasti sudah mengusir mereka pergi. Kalian jangan sok akrab pada Haera ya! Aku mengenal dia lebih dulu daripada kalian! Ya! Sungminie! Berhenti melihat Haera dengan tatapan seperti itu!

Anyyeong hasseo (halo), kau teman Kyuhyun?” Sungminie melihat kearah Haera dan tersenyum.

Ne, Yun Hae Ra imnida (Ya, namaku Yun Hae Ra).”

“Haera-ssi.” Donghae hyung membelot Sungminie dan menampilkan senyum cassanova-nya pada Haera. “Donghae imnida. Disana ada Yesung hyung, Sungmin, dan yang itu Ryeowook.”

Anyyeong!” Jawab Haera dalam bahasa informal. Dasar dia itu tidak pernah memakai bahasa formal ya! “Wah, kalian semua namja yang tampan ya!”

Yesung hyung dan yang lainnya saling berpandangan satu sama lain. “Tentu saja! Lagipula Haera-ssi, memangnya kau tidak tahu siapa kami?”

“Apa maksudmu? Bukankah tadi kalian sudah memperkenalkan diri? Yesung-ssi, Donghae-ssi, Ryeowook-ssi, dan Sungmin-ssi. Apalagi yang mesti kutahu?”

“Kau tidak tahu? Kami kan Su…..” Aish! Donghae hyung! Jangan katakan itu! Sepertinya Haera benar-benar tidak tahu super junior. Buktinya dia tidak terlalu ngeh dengan kehadiran beberapa anggota super junior di ruangnnya. Aku ingin tetap membiarkan Haera tidak tahu.

Tapi bagaimana cara membuat Donghae hyung berhenti bicara? Dengan kecepatan secepat kilat aku menekan tombol kursi rodaku (untung mereka mengganti kursi rodaku dengan kursi roda mesin) dan mengarahkannya kearah Donghae hyung. Yes! Aku sukses menabraknya.

“Aww! Yak Kyuhyun, apa yang kau lakukan!” Itu untuk membuatmu diam hyung! Setidaknya karena itu topik mengenai super junior berhasil kuhindari.

Senangnya jadi mereka yang bisa berbicara dengan anak yang menyenangkan seperti Haera. Aku saja yang sudah kenal lama masih belum pernah berkata apapun padanya! Sekarang mereka malah mengambil alih Haera dari tanganku (haduh, ini Haera kayak apa aja digilir-gilir dan diperebutkan).

Haera tampaknya senang dengan kedatangan mereka. Mereka bercerita tentang banyak hal seperti yang tadi kulakukan dengan Haera. Sekarang mereka juga tahu perihal penyakit jantung yang diderita Haera. Saking enaknya mereka ngobrol, aku jadi dilupakan (Salah sendiri tak bisa bicara!). Aish, mereka ini sebenarnya mau membesuk aku atau Haera sih!

“Ehem!” Cih, si suster bodyguard Haera lagi. “Haera-ssi, waktunya istirahat.”

“Tapi suster Tae, izinkan aku mengobrol sebentar lagi. Belum tentu besok mereka akan kemari lagi. Ayolah..” Suster Taemin melotot tanda tak setuju. “Arra, kau memang tidak bisa dilawan, suster!”

Aish! Apa-apaan kau cassanova Donghae?! (saking sebalnya aku bahkan tidak memanggilnya ‘hyung’)! Jauhkan tanganmu dari kepala Haera! Menyebalkan! “Istirahatlah Haera. Kalau ada waktu kami pasti mampir lagi kemari.”

“Janji?”

“Janji! Ayo, jangan melawan suster lagi.”

“Baiklah Oppa-deul! Kapan-kapan datang lagi ya!” GLEKKK, Oppa?? Sejak kapan Haera memanggil mereka Oppa?

**********

(Kyuhyun POV)

“Hey Kyu, ternyata di rumah sakit ini ada juga yeoja cantik seperti Haera, pantas saja kau betah berada disini. Apalagi kau bisa dekat dengannya setiap hari.” Aish! Ya Donghae! Kau ini benar-benar menyebalkan! Jangan dekati Haera! Kenapa setelah kembali ke ruangan VIP tempatku dirawat mereka tidak henti-hentinya membicarakan Haera? “Tapi sepertinya dia tidak mengenal kita ya.”

Urgh, betapa inginnya aku berbicara dengan mereka. Aku mengambil kertas dan bolpen kemudian mencatat sesuatu disana. ‘Dia memang tidak tahu’.

Srett, aku menarik kemeja Ryeowook dan memberikan kertas itu padanya. “Mwo?! Dia tidak tahu super junior? Kupikir semua orang Korea sudah tau namaku!”

Dasar Narcist! Kupikir yang suka narcist itu cuma Heechul hyung saja. Ternyata Ryeowook si everlasting maknae ini diam-diam juga narcist! Tapi Haera sepertinya benar-benar tidak mengetahui tentang super junior. Baguslah, aku tidak ingin dia cepat-cepat tahu mengenai identitasku. Lagipula Haera kan juga belum pernah melihat wajahku.

Aku mengambil kertas lainnya dan bersusah payah menulis dengan sebelah tanganku. ‘hey, pindahkan aku ke ruangan Haera!

Sungminie yang mengambil kertasku dan langsung membelak kaget, “Kau yakin? Tapi di ruangan umum seperti itu, apa tidak apa-apa bila ada yang tahu kalau kita anggota superjunior? Ingat, Lee Soo Man sunbae (senior) bos kita sudah berusaha agar para wartawan tidak tahu kalau kau dirawat disini sehingga tidak ada keributan. Hanya dokter dan beberapa suster yang tau. Bagaimana kalau identitas kita ketauan?”

Sreettt, aku menarik kerah kemeja Sungminie secara paksa sehingga wajahnya bisa berhadapan dengan wajahku. Kutatap kedua bola mata hitam milik Sungminie itu dengan puppy eyes yang kupunya. Ah, semoga mantraku berhasil. Oh Sungminie sayang, tataplah kedua mataku ini!

Arra.. arra.. baiklah, mungkin kita bisa memindahkanmu tanpa sepengetahuan bos kita. Berhenti memandangiku seperti itu!”

Hehehe, aku tahu kalau dia lemah terhadap pandangan mata puppy eyes seperti itu. Gomawo (terimakasih) Sungminie, saranghae!!!!

**********

(Haera POV)

Pagi ini aku sedang membaca novel Twilight yang dikirim oleh Umma. Novel tentang cinta terlarang anatara vampir dan manusia. Aish, kenapa akhir-akhir ini Umma sering mengirimiku novel mengenai percintaan? Kemarin saja Umma mengirimkan novel legendaris romeo and juliete yang dicetak ulang.

Sebenarnya apa sih cinta? Secara definisi aku tahu, cinta adalah pada saat hatiku bergetar dan berdebar cepat saat melihat seseorang. Pada saat kau ingin selalu berada didekatnya seakan-akan kau tertarik oleh magnet yang ada dalam tubuh orang yang kucintai? Jinjja (benarkah)? Masa’ iya kekuatan cinta sampai seperti itu? Apa benar jantungku akan berdebar begitu cepat bila aku jatuh cinta? Seperti apa ya rasanya jatuh cinta itu?

Aku baru membaca tiga bab twilight begitu melihat Kyu dan rombongannya masuk kedalam ruanganku. Lho, ini kan masih pagi, kenapa mereka buru-buru kesini. Kalau Kyu saja yang kesini mungkin aku tidak begitu heran, tetapi Kyu masuk dengan beberapa orang namja tampan yang membantunya membawa barang-barang. Lho lho, ada apa ini?

“Anyyeong Hae Ra, kita bertemu lagi!” Lho, Sungmin oppa? Wah, mereka menepati janji untuk bertemu lagi denganku. Tak hanya Sungmin, Donghae oppa juga ada tetapi Yesung dan yeowook oppa tidak terlihat. Sungmin oppa malah datang dengan namja tampan lainnya. “Perkenalkan, ini Eunhyuk, Heechul hyung, dan Leeteuk hyung. Mereka juga teman-teman Kyu. Dan kau tahu Haera, mulai hari ini Kyu akan pindah ke ruangan ini.”

“Wah, uangmu sudah habis untuk membayar biaya kamar VIP itu ya Kyu, kekeke.”

Blettaakkk!! Aww, seseorang menjitakku. Begitu aku menoleh ke belakang.. He? Kyu? Dia sudah bisa berdiri dan hanya menggunakan tongkat saja? Wajahnya memang masih diperban tetapi beberapa perban di bagian tubuh lain sudah tampak berkurang. “Enak saja! Semestinya kau bersuku aku pindah kesini! Kau pasti ingin selalu berada didekatku bukan?”

“Waw mumi Kyu! Sekarang kau bahkan sudah bisa berbicara! Chukkae! Tapi sebenarnya lebih baik kau tidak usah banyak bicara!” Sekarang tidak hanya mata, di sekitar bibirnya juga ada robekan kecil di perbannya yang membantunya berbicara dan membuka mulut.

BLETAAKK!! Awwwww!!! Lagi-lagi mumi Kyu ini menjitakku. “Enak saja memanggilku ‘Mumi Kyu’ sementara yang lain kau panggil ‘oppa’.”

Teman-teman Kyu yang kesemuanya kupanggil oppa semuanya tampan. Oh, bagaimana bisa ada orang setampan mereka didunia ini? Mereka seperti patung berjalan. “Hey, kenapa kenalan Kyu semuanya tampan? Apa ini hanya kebetulan?”

Leeteuk oppa yang paling tua diantara mereka berusaha menjelaskan. “Hehehe, bukan kebetulan sebenarnya. Memangnya kau tidak tau kalau kami ini…..”

“Kami ini kelompok paduan suara! Kami ada di kelompok paduan suara yang sama. Bukan begitu, hyung?” Kyu? Kenapa dia tiba-tiba memotong ucapan Leeteuk oppa?

“Eh?”

“Ya, kami ada di kelompok paduan suara gereja yang sama, bukan begitu Heechul hyung?” Sama seperti Kyu, Sungmin oppa juga tiba-tiba nyambung di obrolan ini dengan gelagat yang aneh.

“Eh?” Heechul oppa menatap mata Sungmin oppa keheranan. Tetapi sepertinya Sungmin oppa berusaha berbicara dengan matanya terlihat dari keningnya yang berkerut-kerut. “Ne, kami dari kelompok paduan suara yang sama.”

M.E.N.C.U.R.I.G.A.K.A.N

Jadilah hari itu kami merayakan kepindahan Kyu kekamarku dengan pesta kecil-kecilan. Sempat kena tegur suster Taemin juga karena suara kami mengganggu kamar sebelah. Aih, oppa-deul ini ternyata berisik sekali.

Mumi Kyu juga! Awalnya kupikir dia orang yang serius dan pendiam ternyata dia orang yang cerewet dan banyak protes. “Kau pasti orang yang jelek sekali Mumi Kyu! Biasanya orang cerewet itu berwajah jelek!”

“Kalau begitu kau pasti jeleeeeeeeekkkkk sekali! Kau kan lebih cerewet dari aku!”

MWO?! Sialan kau Kyu! Lebih baik wajah mumiku itu kucincang saja sampai Jaejoong songsaenimpun tidak bisa memperbaiki wajahmu! Hiaaaatttt!!!!”

Anyyeong hasseo.” Baru saja aku mau menghajar Kyu tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara yeoja yang tiba-tiba saja ada di kamarku. “Ah, Kyuhyun oppa!”

Lagi-lagi temannya Kyu yang datang menjenguk. Huft, kenapa sih banyak sekali yang datang menjenguk Kyu? Sedangkan aku? Lihat, dari hari pertama aku bertemu dengan Kyu bahkan tidak ada satupun orang yang datang menjengukku. Menyebalkan!

“Bagaimana keadaanmu Kyuhyun oppa? Aku tahu dari Yesung oppa kalau kau pindah ke ruangan ini. Miyanhae oppa baru sempat menjengukmu sekarang.”

Pandangan Kyu yang awalnya hanya melihat ke mataku sekarang beralih ke mata yeoja yang datang menjenguknya. “Gwenchana Yoona. Oh ya Yoona, perkenalkan ini Haera. Dia penghuni ruangan ini yang kasurnya ada di sebelahku.”

Yeoja yang bernama Yoona tadi menyelipkan beberapa helai rambutnya lalu kemudian tersenyum. “Yun Hae Ra. Itukah namamu? Wah, usiamu masih 15 tahun. Kau ini dongsaeng-ku ya, hehehe. Bolehkah kuanggap begitu?”

Yoona itu terlihat begitu dewasa dan cantik. Rasanya dia terlalu sempurna. Apalagi fisiknya juga sehat, tidak sepertiku yang sakit-sakitan. Benar-benar tidak layak jika aku berusaha menyainginya. “Ne Onnie (Ya, kakak), senang berkenalan denganmu.”

Setelah itu Kyuhyun dan Yoona tampak berbincang-bincang. Mata Kyu memancarkan cahaya bahagia saat dia berbicara dengan Yoona Onnie. Meskipun Eunhyuk hyung, Leteuk hyung, Heechul hyung, Sungmin hyung, dan Donghae hyung mengajakku berbicara, tetapi pandangan mataku tetap tidak bisa lepas dari Kyu dan Yoona onnie yang tampak akrab.

“Oppa, kau bisa makan buah bukan? Mau kusediakan apel untukmu?”

Ne, gomawo Yoona-ya.”

Cheonmanayo (sama-sama) oppa.” Yoona Onnie tidak hanya menyediakan apel untuk Kyu tetapi juga membantunya makan dengan menyuapi langsung ke mulutnya. Apa ini? Kenapa dadaku terasa sakit. Ah, apakah ini karena penyakit jantungku kambuh? Atau sakit ini disebabkan oleh hal lain? Kalau memang sakit ini disebabkan oleh hal lain, hal apakah itu?

**********

(Kyuhyun POV)

Sejak tadi siang Haera aneh sekali. Dia hanya sibuk dengan novel new moon-nya (Tadi siang dia membaca twilight lalu selesai dan lanjut ke buku dua-nya, new moon). Setiap kali kuajak bicara dia pasti menghindar. Selain itu dia patuh sekali saat suster Taemin menyuruhnya untuk beristirahat. Padahal kan biasanya dia selalu memberontak dan menolak untuk beristirahat.

Malam ini hanya ada aku dan Haera yang ada di ruangan ini. Lampu utama di ruangan ini dimatikan dan yang menyala hanyalah lampu tidur yang berwana oranye. Tidak ada yang datang menjengukku. Baguslah, terkadang mereka yang menjengukku itu berisik sekali sampai-sampai aku tidak bisa beristirahat dengan tenang. Lagipula aku juga tidak mau istirahat Haera sampai terganggu. Aku mengerti betapa pentingnya istirahat bagi Haera yang sistem imunnya lemah.

Ya! (Hey!)” Aku mencoba memanggilnya tetapi tetap tidak ada jawaban dari balik tirai itu. Haera, kenapa kau memasang tirai penutup tempat tidurmu itu begitu cepat? “Ya!

Aku yakin dia belum tidur karena siluet tubuhnya menunjukkan kalau dia masih duduk. Sepertinya dia sedang membaca karena dia menyalakan lampu baca. Aish, anak ini mengabaikanku ya? Kalau begini sepertinya harus aku sendiri yang menghampirinya. Kuambil tongkatku yang kuletakkan tak jauh dari tempat tidurku. Memang sengaja aku letakkan disana agar mudah kujangkau.

Sreeettt!! Bag gedebugg!! Aish, kenapa lantai ini licin sekali? Aku jadi terpeleset. Aww, begitu tilangku yang patah menyentuh lantai itu justru membuatnya semakin terasa sakit.

“Kyu!” Haera membuka tirainya dan begitu melihat aku yang terjatuh dia langsung bangkit dan membantuku berdiri. “Gwenchanayo? (apa kau baik-baik saja?)”

Gwenchana.” Hoop, dengan satu lompatan kecil aku berhasil menopangkan tubuhku ke tongkat. Haera tersenyum dan kembali ke kasurnya setelah sebelumnya mengajakku untuk duduk didekatnya.

“Sepertinya kau sudah hampir sembuh ya, Kyu! Perban dan gipsmu mulai berkurang.”

“Ah begitulah.” Jawabku ringan tanpa menyadari perasaan Haera. “Balutan di wajahku juga sebentar lagi dilepas.”

Haera tersenyum tetapi senyuman itu bukan senyuman yang tulus yang biasanya terlihat di wajahnya. Itu adalah senyuman yang terlihat pedih. “Baguslah, chukkae.”

“Haera…..”

“Ah, lagi-lagi ada orang yang pergi dari rumah sakit ini. Sebentar lagi kau yang harus pergi. Entah sudah berapa orang yang datang dan pergi. Kapan ya giliranku yang keluar?”

Aku jadi sedikit memahami perasaan Haera yang sudah beberapa kali melihat orang datang dan pergi dari rumah sakit ini, atau sudah melihat orang mati didepan matanya beberapa kali. Meskipun dia tersenyum tetapi dalam hati dia pasti merasa sedih melihat orang-orang yang sembuh kembali berkumpul dengan keluarga dan teman-temannya. Sedangkan dia, entah berapa tahun lagi harus tetap mendekam disini. “Kau pasti sembuh, Haera.”

“Tak usah menghiburku Kyu. Tenang saja, aku juga sudah pasrah kok kalau memang tetap harus mendekam disini, hehehe. Kalau kau keluar nanti sering-sering kesini ya, Kyu. Ah, tapi mana mungkin kau kesini kalau tidak ada keperluan. Bukan begitu?”

Aku mengangkat tanganku yang di gips. “Ini, tentu saja aku harus tetap mengontrol tulang-tulangku secara rutin bukan?”

“Kau benar!” Jawab Haera masih dengan muka cerianya. “Tapi aku tadi hanya bercanda. Tentu saja aku tidak memaksamu membesukku. Tak usah diambil hati, Kyu!”

Haera kembali melanjutkan membaca new moon-nya. Sementara itu, disamping bantalnya kulihat ada beberapa novel percintaan. Dasar, seleranya standar sekali! Kebanyakan yeoja pasti suka pada hal-hal romantis seperti kisah romeo dan juliete yang novelnya sedang kupegang. “Kau suka sekali membaca novel romantis ya, Haera.”

Haera menutup new moon-nya dan menatapku. “Bukan aku, Umma yang selalu mengirimkan novel-novel romantis itu.”

Aku membolak-balik novel romeo dan juliete itu hingga sekilas aku melihat bab adegan di balkon kamar juliete yang begitu terkenal. Tiba-tiba ruangan terasa lebih gelap. Ternyata Haera sudah mematikan lampu bacanya sehingga yang tersisa hanyalah pancaran lampu tidur yang berpendar oranye.

“Kyu, apa kau pernah jatuh cinta?” Tiba-tiba Haera sudah berada dalam posisi dekat sekali denganku dan wajahnya mendekat ke wajahku dengan tatapan mata penasaran.

“Kenapa kau bertanya? Tentu saja sudah! Aku kan sudah 19 tahun!”

“Oh..” Sekarang wajahnya malah menjauh dan mata penasaran itu berubah menjadi mata yang kecewa. Hey, cewek aneh ini kenapa lagi sih? “Yoona yang tadi siang datang, dia yeochingu-mu (pacar)?”

Hee? Ada apa dengan semua pertanyaan yang mendadak ini? Kenapa tiba-tiba dia jadi bertanya tentang Yoona? “Apa urusanmu?”

“Kau benar, memang bukan urusanku.” Lha, sekarang dia menghela nafas panjang. Tingkahnya aneh sekali. “Kyu, bagaimana sih rasanya jatuh cinta?”

Aish, aku seperti berurusan dengan anak berumur sepuluh tahun yang masih polos dan belum tahu apa-apa. Aku baru ingat kalau dia mnghabiskan waktu bertahun-tahun dalam rumah sakit ini sehingga belum menemukan seseorang yang dia cintai. Susah ya menjelaskannya. “Ng… jatuh cinta itu… Ng… saat kau merasa benar-benar senang ketika didekatnya tetapi kau tidak bisa menjelaskan kenapa kau merasa senang dengan cukup berada didekat orang yang kau cintai. Juga pada saat kau menyukai seseorang tetapi tidak bisa menjelaskan bagian mana dari orang tersebut yang kau sukai.”

“Penjelasanmu standar sekali, Kyu! Padahal aku berharap mendapat penjelasan yang lebih bagus dari orang yang berpacaran!”

“Siapa yang berpacaran?”

“Kau!”

“Dengan siapa?”

“Yoona Onnie!”

“Enak saja! Siapa yang berpacaran dengannya? Dia hanya temanku di paduan suara yang kubilang tadi siang.”

Muka Haera terlihat lebih ceria dan sekarang barulah dia tersenyum dengan tulus seperti senyumannya yang biasa. “Sukurlah..”

“Hey anak aneh, kenapa kau malah bersukur? Jangan-jangan kau menyukaiku ya? Wah, aku hebat sekali bisa memikat cewek bahkan tanpa harus menunjukkan wajahku. Hey bagaimana kalau ternyata wajahku jadi sangat jelek, apa kau akan tetap menyukaiku?”

BLETTAAKKK!! Aww, kejam sekali dia saat menjitak kepalaku. BENAR-BENAR menyakitkan apa jangan-jangan dia balas dendam dari jitakanku ke kepalanya tadi siang ya? “Cih, aku yakin kalau wajahmu benar-benar jelek! Jelek sekali!”

“Kita lihat saja nanti. Sebentar lagi kan balutan wajahku akan dibuka!”

Sekarang mukanya bersedih lagi. Argh, yeoja memang makhluk yang benar-benar aneh. Bisa terlihat senang tetapi satu detik kemudian berubah kembali sedih. “Ah ya, aku bertaruh kalau wajahmu benar-benar jelek!”

“Enak saja! Kalau begitu kau harus jadi orang pertama yang melihat wajahku begitu perban ini dibuka! Dengan begitu kau bisa melihat ketampananku!”

“Benar ya! Janji!”

“Janji!” Kami saling mengaitkan kelingking sebagai tanda janji. “Kita harus sama-sama menemui Jaejoong songsaenim dokter bedah plastikku kalau begitu.”

Haera mengangguk lalu mengusirku keluar dari ‘wilayah’-nya. “Baiklah kalau begitu mumi Kyu. Aku mau tidur!”

Oke, baiklah. Aku berdiri disamping tempat tidur Haera kemudian membantu Haera memasang selimutnya. Aigho, dia terlihat seperti putri berwajah pucat saat dia terbaring dengan rambut tergerai seperti ini. Tanpa sadar aku malah membelai rambutnya dengan hati-hati.

Haera berbalik sehingga wajahnya menghadap kearah yang berlawanan denganku. Tapi aku tetap membelai rambutya. “Kyu…”

“Mm?”

“Aku tidak peduli bagaimanapun bentuk wajahmu nanti. Kau orang yang menyenangkan. Aku selalu senang tiap kali berada disampingmu. Bagaimanapun wajahmu nanti, kau akan selalu menjadi orang yang membuatku nyaman.”

Aku tetap membelai rambutnya dengan lembut dan hati-hati. “Terimakasih. Tetapi wajahku itu memang benar-benar tampan lho!”

“Kyu..”

“Ada apa lagi?”

“Kalau dadamu sakit, terasa terbakar. Kemudian kau juga tidak suka melihat seseorang bersama dengan orang lain yang merupakan lawan jenisnya. Apa itu yang namanya cemburu? Cemburu itu juga merupakan tanda cinta bukan?”

“Hey anak aneh, kau benar-benar sedang ngelindur ya?”

“Lupakan… nyam.. nyam…” Ya ampun, ternyata dia benar-benar sudah tertidur dan sedang ngelindur. Omo, cepat sekali! “Kau anggota paduan suara bukan? Nyanyikan lagu nina bobo untukku donk!”

Aku tak peduli kalau Haera ternyata memang sedang ngelindur. Aku duduk di kursi yang tak jauh dari tempat tidur Haera dan mulai bernyanyi lagu Should I confess to you. Baiklah, berhubung aku sedang menyanyikan lagu tentang pengakuan, sebaiknya aku juga membuat pengakuanku.

Haera, pertama kali aku datang kesini aku sedang dalam keadaan koma. Antara hidup dan mati. Mungkin sebenarnya aku memang harus mati, tetapi ada sesuatu yang menyuruhku untuk tetap hidup. Apa Tuhan membiarkanku hidup untuk menemanimu disini Haera? Apa pertemuan kita ini memang Tuhan yang mengaturnya?

Haera, selama berada di rumah sakit ini aku sama sekali tidak pernah merasa kesepian. Selain keluarga dan teman-temanku yang datang menjengukku, kau juga selalu ada disisiku. Rasanya menyenangkan. Tak terbayangakan jika tidak ada mereka dan tidak ada kau. Kalau aku hanya sendiri disini, bisakah aku memahami perasaan kesepianmu yang bertahun-tahun sendirian di rumah sakit ini? Bisakah aku memahami perasaanmu yang sudah sering melihat orang-orang sakit lalu kemudian sembuh, datang dan pergi dari rumah sakit ini. Bisakah aku memahami perasaanmu yang sudah beberapa kali melihat kematian orang lain? Bisakah aku memahami perasaanmu yang sedang bersiap untuk menghadapi kematian itu sendiri?

Sekarang kau disini putri wajah pucat. Sekarang aku bisa membelai rambutmu seperti ini. Hey putri wajah pucat, kau sedang memimpikan apa sekarang? Bolehkah aku melihat mimpimu? Bolehkah aku masuk ke mimpimu? Bolehkah aku memasuki duniamu dan memenuhi pikiranmu dengan sosokku?

Umma.. Appa.. boggoshippoyo..” Ah, ternyata kau sedang merindukan kedua orang tuamu ya, putri wajah pucat.

Umma… Appa….” Suara Haera terputus-putus. Sesekali napasnya tersengal-senggal. Aku mulai curiga begitu melihat bibirnya memutih dan bulir-bulir keringat dingin mengalir dari dahinya. Kusentuh dahinya, panas sekali!

Aku menekan bel pemanggil suster beberapa kali dengan harapan suster yang mendengarnya bisa langsung tiba disini.

Suster Taemin mendekat dan segera memanggi dokter kemudian bersama-sama memeriksa keadaan Haera. Haera, bertahanlah! Kau sudah janji untuk melihat wajahku!

************

(BERSAMBUNG)

baca lanjutannya disini http://obizienka.wordpress.com/2011/06/23/heavenly-love-part-2/

About these ads

32 thoughts on “Heavenly Love – part 1”

    1. sama :( sebenernya aku jadi inget kecelakaan Kyu tahun 2007 karena malemnya aku mimpi kalau akulah yang nabrak Kyu pake mobil *mimpi yang aneh* karena itu paginya aku langsung buat FF ini :) gomawo udah mampir, raa :)

    1. begitulah.. kasian Haera, hikss .. :’( mestinya HAera berterimakasih padaku karena aku sudah menghadirkan Kyu dihidupnya *author gila* ekekekeke… ayo ayo.. baca chap selanjutnya… mari kita cek sama-sama, ada apa dengan HAera :)

  1. hyera sabar yah bentar lagi kamu bakal ngeliat muka orang cakep
    jangan jantungan dulu yah hehehe

    hwaaaaa.. ff nya daebak
    keren oiii
    udah ah mau baca part 2 nya dulu
    babay

    1. boleh boleh… samapai ketemu di part selanjutnya..

      wah, ada yang sedang membabat hutan sepertinya..

      tisu terbuat dari kayu.. kayu dari pohon.. pohon dari hutan.. kekeke, kidding ^^V selamat membaca sparkyura.. gomawo :D

  2. annyeong, reader baru diblog ini,
    dan ini ff kedua yang saya baca.

    Mmm, baru tau ada orang yang bahagia berpenampilan seperti mumi, aigoo Kyuppa!

    7 tahun di RS, haaaa kayak apa rasanya, 3 hari aja udah gak karuan rasanya.
    Tapi Haera pasti udah biasa.

    Chingue, sedikit corect ya,
    jaejoong seosangnim, harusnya jaejoong uisanim, kalo seosangnim nanti jadinya guru.

    FFnya mendetail, aku suka, suka, suka!

    Aku ke next part ya,
    penasaran endingnya,
    akankah Haera bertahan?

    1. udah Biasa, lagian kan aku udah bikin Kyu buat nemenin dia :)

      gomawo ya.. :) oke ntar kalo ol dari kompi akan kuperbaiki.. aku tunya pas denger plyful kiss dia ngomongnyA ‘songsaenim’ soalny :)

      oke deh chingu, ditunggu di part selnjutnya :)

  3. aigoo.. Ff ini ceritanya menawan (?) sekali…
    Benar2 mengharukan, kasian kyu oppa.. Ckck
    krn aku bru bca part 1, maka aku lgsng bca part 2′nya deh.

  4. Annyeong. aku reader baru disini.
    ide ceritanya suprising, gak nyangka bakal ngambil topik tentang kecelakaan Kyuhyun.
    part yang cukup buat aku terhenyak, part yang pas Hae Ra mendoakan kesembuhan Kyu di depan ICU, terus setelah itu si Kyu langsung sadar.
    tapinya aku gak sanggup ngebayangin Taemin jadi suster, gila… pasti lucu banget!
    penggambaran setting tempatnya udah bagus, untuk suasana sebenarnya juga udah lumayan, cuman kayaknya mesti diperbagus lagi.
    Semoga sarannya berguna. see ya next chap!!
    Keep fight!

    1. anyyeong Keyra chingu :)
      bukan ide utama sih kecelakaan, tapi masih nyambung-nyambung jua :) TAemin jadi suster pasti Minho makin suka :D apa yang kira-kira mesti diperbagus chingu?? gomawo sarannya :) lanjut ke next part chingu, giamana next part-nya????

  5. hwaaa aq ga bsa ngebayangin deh wktu kyu kcelakaan, pasti….
    huhhh speechless dah aq,
    wah Haera knapa tuh..???
    langsung lanjut next part ah #kabur
    ._.

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s